Anda di halaman 1dari 4

Praktikum 5 Hari/Tgl: Rabu/ 20 Oktober 2010

Nama: Putri Mushandri Asisten : 1. Daniel Chrisendo (G24062058)

NIM: J3M209064 2. Prasasti Br Surbakti (G24063349)

METODE PEMISAHAN ALIRAN PERMUKAAN (RUN-OFF)

I. PENDAHULUAN II. TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Latar Belakang Aliran permukaan (run off) adalah bagian


dari curah hujan yang mengalir di atas
Pada saat air jatuh kepermukaan bumi permukaan tanah menuju ke sungai, danau dan
dalam bentuk hujan (presipitasi), maka air itu lautan (Asdak, 1995). Aliran permukaan
akan mengalir ketempat yang lebih rendah terjadi apabila intensitas hujan melebihi
melalui saluran-saluran atau sungai-sungai kapasitas infiltarasi tanah, dimana dalam hal
dalam bentuk aliran permukaan (run off) ini tanah telah jenuh air (Kartasapoetra dkk,
sebagian akan masuk atau meresap kedalam 1988). Jumlah air yang menjadi limpasan
tanah (infiltrasi) dan sebagiannya lagi akan sangat bergantung kepada jumlah air hujan
menguap keudara (evapotranspirasi). Air yang persatuan waktu, keadaan penutup tanah,
tidak dapat diinfiltrasi oleh tanah akan menjadi topografi, jenis tanah, da nada tidaknya hujan
limpasan permukaan yang akan berpengaruh yang terjadi sebelumnya (Rahim, 2000).
terhadap debit DAS. Hujan merupakan salah satu faktor utama
Pentingnya aliran permukaan adalah yang menyebabkan tingginya aliran
untuk menghitung kehilangan air, banyaknya permukaan. Intensitas hujan akan
tanah yang terangkut, dan pengendapan tanah mempengaruhi laju dan volume aliran
yang dapat mengurangi kapasitas permukaan. Intensitas hujan yang tinggi akan
penyimpanan air. Pada saat aliran permukaan memungkinkan tingginya aliran permukaan
sangat tinggi, maka debit sungai akan yang terjadi.
mencapai maksimum dan tidak dapat Menurut Arsyad (1982 dalam Haridjaja
ditampung lagi oleh sungai hingga dkk.1991) proses terjadinya aliran permukaan
minimbulkan bencana banjir. Dengan adalah curah hujan yang jatuh diatas
mempelajari dan menghitung nilai aliran permukaan tanah pada suatu wilayah pertama-
permukaan atau run off dan mengetahui faktor tama akan masuk kedalam tanah sebagai air
yang dapat mempengaruhi nilai limpasan infiltrasi setelah ditahan oleh tajuk pohon
permukaan diharapkan kita mampu sebagai air intersepsi. Infiltrasi akan
memperkirakan bencana banjir dan mampu berlangsung terus selama air masih berada
mencegah terjadinya banjir akibat tingginya dibawah kapasitas lapang. Apabila hujan terus
limpasan permukaan dengan membuat berlangsung , dan kapasitas lapang teah
bangunan pengendali air, selan itu analisis ini terpenuhi, maka kelebihan air hujan tersebut
penting karena dapat mengetahui kondisi akan tetap terinfiltrasi yang selanjutnya akan
aliran dan air sungai, kekeringan, dan menjadi air perkolasi dan sebagian digunakan
persedian air tanah. untuk mengisi cekungan atau depresi
permukaan tanah sebagai simpanan
I.2 Tujuan permukaan (depression storage), selanjutnya
setelah simpanan depresi terpenuhi, kelebihan
Untuk mengetahui dan menganalisis air tersebut akan menjadi genangan air yang
metode pemisahan aliran permukaan (run-off). disebut tambatan permukaan (detention
storage). Sebelum menjadi aliran permukaan
(over land flow), kelebihan air hujan diatas
sebagian menguap atau terevaporasi walaupun
jumlahnya sangat sedikit.
Setelah proses hidrologi diatas tercapai
dan air hujan masih berlebih, baik hujan masih
berlangsung atau tidak, maka aliran 2. Cari titik Qo dan Qt untuk
permukaan akan terjadi. Selanjutnya aliran mengetahui persamaan garis linear Base
permukaan ini akan menuju saluran-saluran Flow dengan Qo=titik awal terjadi
dan akhirnya menuju sungai sebelum kenaikan pada grafik dan Qt terjadi
mencapai danau atau laut. penurunan hingga konstan.
Hasil aliran permukaan suatu DAS
biasanya disajikan dalam bentuk grafik yang
menggambarkan fenomena aliran tinggi muka
air, debit, kecepatan dan waktunya yang
disebut hidrograf. (Soemarto, 1987)
3. Untuk mencari Qt cari dengan
Hidrograf adalah suatu grafik yang persamaan Qt=Qo exp-k*t
menggambarkan hubungan antara debit
dengan waktu. Berdasakan pemisahan 4. Untuk mencari niai K dari persamaan
komponen-komponen hidrograf, untuk kurva resensi, dengan menentukan
menentukan besarnya banjir di dalam sungai, persamaan eksponensial dari titik
perlu diketahui besarnya aliran langsung penurunan puncak grafik sampai titik
(direct runoff) yang disebabkan oleh hujan. akhir grafik sehingga diperoleh persamaan
Hidrograf tersebut dipisah menjadi dua bagian, y=a exp-k*t dan diperoleh nilai k.
yaitu : Aliran langsung (direct runoff) atau
aliran hujan yaitu aliran permukaan sungai
(channel precipitation), dan aliran bawah
tanah (interflow), aliran air tanah atau aliran
dasar (base flow). Pemisahan aliran dasar dari
hidrograf diperlukan untuk memperoleh
hidrograf aliran langsung (Soemarto, 1987).

III. METODOLOGI

3.1 Alat dan bahan:

1. Data curah hujan 6 menitan dari


AWLR
5. Masukkan ke persamaan Qt=Qo exp–
k*t
2. Data tinggi muka air 6 menitan diperolah nilai Qt dan waktunya.

3. Data jarak sensor dengan dasar 6. Tarik garis lurus titik Qo dan Qt
sungai diperoleh persamaan garis linear
hubungan Qo, to, Qt, dan tt dengan y=a-
4. Persamaan rating curve DAS bx dimana sumbu y=Base Flow dan
sumbu x= waktu kumulatif
5. Seperangkat komputer

3.2 Cara Kerja:

1. Buat grafik hubungan Q dan t


kumulatif dengan waktu awal 6 menitan.
Grafik diatas menunjukkan hubungan
BFO sesungguhnya dengan t cumulate dan
hubungan DRO dengan t cumulatif. Dapat
dilihat bahwa nilai BFO sesungguhnya. nilai
DRO relatif berbanding lurus dengan curah
hujan, apabila curah hujan tinggi maka DRO
akan tinggi sedangkan apabila curah hujan
rendah maka DRO pun akan rendah. Oleh
karena itu perubahan nilai curah hujan akan
sangat mempengaruhi jumlah DRO di suatu
daerah. Namun, dari grafik diatas, nilai puncak
tertinggi DRO berada pada waktu hujan mulai
7. Masukkan nilai waktu kumulatif pada berhenti, hal ini disebabkan adanya akumulasi
persamaan linear sehingga diperoleh nilai
hujan yang mana curah hujan tertinggi terjadi
Base Flow
pada waktu sebelumnya dan tanah sudah
8. Cari nilai Driect RO dengan jenuh terhadap air dan menyebabkan DRO
mengurangi nilai debit dengan nilai Base tinggi. Pada saat hujan berhenti, air masih
Flow terdapat di permukaan karena daya infiltrasi
tanah yang terbatas dan adanya intersepsi atau
9. Hitung total run off selama waktu
episode hujan tersebut tertahannya air oleh vegetasi yang
menyebabkan air tidak turun langsung dan
10. Buat grafik pemisahan aliran dasar menyebabkan terjadi akumulasi air pada saat
(Base Flow) dengan Direct RO. hujan terjadi kembali. Nilai DRO yang 0 (nol)
menggambarkan bahwa nilai BFO sebenarnya
sama dengan nilai debitnya, sehingga tidak
terjadi DRO.

IV. HASIL dan PEMBAHASAN Baseflow secara langsung dipengaruhi


oleh runoff dan direct runoff. Oleh karena itu,
baseflow dipengaruhi pula oleh besarnya
IV.1 Hasil infiltrasi. Daya serap tanah terhadap air
memegang peranan penting dalam infiltrasi,
sehingga nilai baseflow dipengaruhi pula oleh
jenis dan tipe tanah serta tutupan lahan di
Grafik pemisahan aliran dasar dan direct RO.
atasnya. Pada umumnya base flow sulit
ditentukan/ dihitung karena adanya keterkaitan
satu sistem dengan sistem lain yang berada
dalam tanah, yang tidak kita ketahui. Namun
dapat dipastikan dengan berkurangnya
infiltrasi akan meningkatkan kecenderungan
menurunnya aliran dasar di musim kemarau
dan meningkatnya besarnya debit di musim
hujan. Jika dilihat dari grafik yang diperoleh
dapat dikatakan nilai BFO cenderung stabil
dan tidak terlalu bervariasi serta memiliki nilai
yang relative kcil, sekitar 5-6,7.Nilai BFO
sesungguhnya ini dipengaruhi nilai debit
dan waktu kumulatif dari selang waktu.NIlai DAFTAR PUSTAKA
BFO sesungguhnya akan sama dengan nilai
debit apabila BFO lebih besar dari debit, dan
akan sama dengan nilai BFO bila debit lebih
Arsyad, S. 1982. Pengawetan Tnah dan Air.
besar dari BFO.
Jurusan Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian.
Institut Pertanian Bogor. Bogor

V. KESIMPULAN Asdak, C.1995.Hidrologi dan Pengelolaan


Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.

Metode aliran permukaan penting Rahim, SE. 200. Pengendalian Erosi Tanah
kaitannya dalam siklus hidrologi. Aliran Dalam Rangka Pelestarian Lingkungan
permukaan sangat dipengaruhi oleh faktor Hidup. Bumi Aksara. Jakarta.
iklim dan faktor DAS. Curah hujan adalah
faktor yang sangat mempengaruhi nilai Direct Soemarto, CD. 1987. Hidrologi Teknik.
RO karena semakin besar curah hujan, maka Surabaya : Usaha Nasional.
nilai run off juga semakin besar karena
kapasitas infiltrasi terbatas atau mencapai
jenuh.

LAMPIRAN Total run off selama waktu episode hujan diperoleh


dengan menjumlahkan nilai keseluruhan DRO.
Contoh Perhitungan Nilainya yaitu 1462,34
• Qt = Qo exp –kt
= 6,64 exp -0,0021*6
=6,724
• Qt = Qo exp –kt

ln Qt-ln Qo = -kt
t= ln Qt-lnQo/-k
t=ln Qo-lnQt/k
t=ln 36,66-ln6,72/0,0021
t=807,90
• Nilai y dari persamaan kurva liniear

Y=0,0001 (t cum) +6,638


Y= 0,0001*6+6,638
Y=6,6386(nilai base flow dari persamaan kurva
resesi)

DRO= 5,57-5,57
DRO=0