Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejarah filsafat bermula di pesisir Samudra Mediterania bagian Timur pada


abad ke-6 SM. Sejak semula filsafat ditandai dengan rencana umat manusia untuk
menjawab persoalan seputar alam, manusia, dan Tuhan. Itulah sebanya filsafat
pada gilirannya mampu melahirkan sains-sains besar, seperti fisika, etika,
matematika dan metafisika yang menjadi batu bata kebudayaan dunia.
Penterjemahan ini sebagian besar dari karangan Aristoteles, Plato, serta
karangan mengenai Neoplatonisme, karangan Galen, serta karangan mengenai
ilmu kedokteran lainya, yang juga mengenai ilmu pengetahuan Yunani lainnya
yang dapat dibaca alim ulama Islam. Tak lama kemudian timbulah para filosof-
filofof dan ahli ilmu pengetahuan terutama kedokteran di kalam umat Islam.
Ketika filsafat bersentuhan dengan Islam maka yang terjadi bahwa filsafat
terinspirasi oleh pokok-pokok persoalan yang bermuara pada sumber-sumber
Wahyu Islam. Semua filosof muslim seperti al Kindi, al Farabi, Ibn Sina, Mulla
Sadra,Suhrawardi dan lain sebagainya hidup dan bernafas dalam realitas al Quran
dan Sunnah. Kehadiran al Quran dan Sunnah telah mengubah pola berfilsafat
dalam konteks Dunia Islam. Realitas dan proses penyampaian al Quran
merupakan perhatian utama para pemikir Islam dalam melakukan kegiatan
berfilsafat.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang terdapat dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa Definisi Filsafat Pendidikan Islam?
2. Apa saja Objek Filsafat Pendidikan Islam ?
3. Apa saja Sumber-Sumber Filsafat Pendidikan Islam ?
4. Apa saja Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam ?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut :

1
1. Sebagai upaya untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Islam yang di
bimbing oleh Ibu Dra. Hj. Norhayati
2. Untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi kita semua.

D. Metode Penulisan

Dalam menyusun makalah ini , metode yang penulis gunakan adalah


metode Liberary Research yaitu mengumpulkan data – data yang di perlukan
dari buku – buku bacaan yang ada yang berhubungan dengan makalah ini.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Filsafat Pendidikan Islam

Kata “filsafat” berasal dari bahasa inggris dan bahasa Yunani. Dalam
bahasa Inggris, yaitu philosophy, sedangkan dalam bahasa Yunani Philein atau
philos artinya cinta dan sofein, sophi atau sophia artinya kebijaksanaan. Kata
kebijaksanaan dalam bahasa Arab diistilahkan dengan al-hikmah. Oleh karena itu,
filsafat adalah al-hikmah.
Menurut Mustofa Abdur Razik, Filsafat Islam adalah Filsafat yang tumbuh
dinegeri Islam dan dibawah naungan negera Islam. Tanpa memandang agama dan
bahasa-bahasa pemiliknya. Pengertian ini diperkuat oleh Prof. Tara Chand, bahwa
orang-orang Nasrani dan Yahudi yang telah menulis kitab-kita filsafat yang
bersifat kritis atau terpengaruh oleh Islam sebaiknya dimasukan kedalam filsafat
Islam.
Sementara itu, A. Hanafi, M.A. mengatakan bahwa pengertian filsafat telah
mengalami perubahan-perubahan sepanjang masanya. Pitagoras (481-411 SM),
yang dikenal sebagai orang yang pertama yang menggunakan perkataan tersebut.
Dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa pengertian filsafat dari segi
kebahasaan atau semantik adalah cinta terhadap pengetahuan atau kebijaksanaan.
Dengan demikian filsafat adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang menempatkan
pengetahuan atau kebijaksanaan sebagai sasaran utamanya.
Namun pemikiran-pemikiran filsafat pada kaum Muslimin lebih tepat
disebut ‘Filsafat Islam‘, pengingat bahwa Islam bukan saja sekedar agama, tetapi
juga kebudayaan. Pemikiran filsafat sudah barang tentu terpengaruh oleh
kebudayaan Islam tersebut, meskipun pemikiran tersebut adalah Islam baik
tentang problema-problemanya, motif pembinaannya maupun tujuannya, karena
Islam telah memadu dan menampung aneka kebudayaan serta pemikiran dalam
satu kesatuan. Dan dalam pemakaian istilah ‘ Filsafat Islam ‘ lebih banyak
dipahami dalam buku-buku filsafat, seperti an-Najat dan as-Syifa dari Ibn Sina,
dalam buku al-Milal wan-Nihal dari as-Syihrisaani, dalam buku Akhbar al-
Hukuma dari al-Qafi dan Muqqadimah Ibni Khaldun.

3
Dengan demikian disimpulkan bahwa filsafat yang muncul dalam
kehidupan Islam yang banyak dibicarakan oleh orang-orang Arab adalah Filsafat
Islam , karena kegiatan pemikirannya bercorak Islam. Islam disini menjadi jiwa
yang mewarnai suatu pemikiran. Filsafat disebut Islami bukan karena yang
melakukan aktivitas kefilsafatan itu orang yang beragama Islam, atau orang yang
berkebangsaan Arab atau dari segi objeknya yang membahas mengenai pokok-
pokok keislaman.

B. Objek Filsafat Pendidikan Islam

Memahami secara instan filsafat pendidikan Islam, tidak dapat dilepaskan


dari pemahaman kita terhadap objek kajian filsafat pendidikan Islam sebagai
ilmu. Sebab tanpa memahami objek suatu ilmu sulitlah kita membedakan antara
satu disiplin ilmu tertentu dengan disiplin ilmu yang lainnya.
Objek filsafat pendidikan Islam juga dibagi menjadi dua, yaitu objek materi
atau objek material filsafat pendidikan Islam dan objek formal atau objek formal
pendidikan Islam. Objek material filsafat pendidikan Islam adalah bahan dasar
yang dikaji dan dianalisis, sementara objek formalnya adalah cara pendekatan
atau sudut pandang (point of view) terhadap bahan dasar (objek material)
tersebut.
Adapun objek materi dan objek formal atau objek formal filsafat pendidikan
Islam, yaitu :
1. Objek material filsafat pendidikan Islam adalah segala sesuatu yang berkaitan
dengan usaha manusia secara sadar untuk menciptakan kondisi yang memberi
peluang berkembangnya kecerdasan, pengetahuan dan kepribadiannya atau
pola kelakuan (akhlak) peserta didik melalui pendidikan
2. Objek formal filsafat pendidikan Islam adalah aspek khusus dari pada usaha
manusia secara sadar tersebut, yaitu menciptakan kondisi yang memberi
peluang pengembangan kecerdasan, pengetahuan dan kepribadian atau pola
kelakuan (akhlak) sehingga peserta didik memiliki kemampuan untuk
menjalani dan menyelesaikan permasalahan hidupnya dengan menetapkan
Islam sebagai hudan dan furqan.

4
Dari sudut objeknya, filsafat pendidikan Islam adalah suatu kajian kritis,
radikal dan sistematis mengenai hidup dan perbuatan manusia, kecerdasan dan
akal, pengetahuan serta pola kelakuan menurut ajaran Islam. Hal ini diharapkan
dapat menemukan konsep pendidikan menurut Islam yang sesuai dengan tuntutan
fitrah manusia itu sendiri.

C. Sumber-Sumber Filsafat Pendidikan Islam

Dalam filsafat pendidikan Islam, terdapat sumber dan substansi pendidikan


yang sangat penting, bahkan menentukan nilai sebuah proses pendidikan, yaitu:
1. Al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai sumber dalam ajaran pendidikan Islam
2. Akhlak Nabi Muhammad SAW. yang dapat dijadikan sebagai pelajaran
berharga untuk membentuk akhlak peserta didik
3. Keimanan kepada seluruh ajaran Islam yang diterima oleh hati dan akal yang
sehat
4. Kehidupan dunia yang oleh ajaran Islam dibebaskan pengembangannya
5. Alam semesta yang diciptakan untuk kemakmuran manusia
6. Baik dan buruk
7. Pahala dan dosa
8. Ikhtiar dan takdir yang menjadi bagian dari rencana kehidupan manusia dan
kehendak Allah yang pasti adanya.

Dalam filsafat pendidikan Islam, peserta didik adalah objek para pendidik.
Peserta didik dilihat dari beberapa aspek, yaitu dari usia peserta didik, minat dan
bakat, latar belakang kehidupan dan lingkungan keluarga, dan kondisi
psikologisnya. Kondisi-kondisi yang terdapat pada peserta didik akan dijadikan
barometer awal untuk menentukan proses pembelajaran, terutama berkaitan
dengan pengembangan pendidikan ke arah yang lebih aplikatif.

D. Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam

Prof. Mohammad Athiyah abrosyi dalam kajiannya tentang pendidikan


Islam telah menyimpulkan 5 tujuan yang asasi bagi pendidikan Islam yang
diuraikan dalam “ At Tarbiyah Al Islamiyah Wa Falsafatuha “ yaitu :

5
1. Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia. Islam menetapkan bahwa
pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam.
2. Persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Pendidikan Islam
tidak hanya menaruh perhatian pada segi keagamaan saja dan tidak hanya dari
segi keduniaan saja, tetapi dia menaruh perhatian kepada keduanya sekaligus.
3. Menumbuhkan ruh ilmiah pada pelajaran dan memuaskan untuk mengetahui
dan memungkinkan ia mengkaji ilmu bukan sekedar sebagai ilmu. Dan juga
agar menumbuhkan minat pada sains, sastra, kesenian, dalam berbagai
jenisnya.
4. Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis, dan perusahaan supaya ia
dapat mengusai profesi tertentu, teknis tertentu dan perusahaan tertentu,
supaya dapat ia mencari rezeki dalam hidup dengan mulia di samping
memelihara dari segi kerohanian dan keagamaan.
5. Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan.
Pendidikan Islam tidaklah semuanya bersifat agama atau akhlak, atau sprituil
semata-mata, tetapi menaruh perhatian pada segi-segi kemanfaatan pada
tujuan-tujuan, kurikulum, dan aktivitasnya. Tidak lah tercapai kesempurnaan
manusia tanpa memadukan antara agama dan ilmu pengetahuan.

6
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dengan demikian disimpulkan bahwa filsafat yang muncul dalam
kehidupan Islam yang banyak dibicarakan oleh orang-orang Arab adalah Filsafat
Islam , karena kegiatan pemikirannya bercorak Islam. Islam disini menjadi jiwa
yang mewarnai suatu pemikiran. Filsafat disebut Islami bukan karena yang
melakukan aktivitas kefilsafatan itu orang yang beragama Islam, atau orang yang
berkebangsaan Arab atau dari segi objeknya yang membahas mengenai pokok-
pokok keislaman.
Dalam filsafat pendidikan Islam, terdapat sumber dan substansi pendidikan
yang sangat penting, bahkan menentukan nilai sebuah proses pendidikan, yaitu:
1. Al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai sumber dalam ajaran pendidikan Islam
2. Akhlak Nabi Muhammad SAW. yang dapat dijadikan sebagai pelajaran
berharga untuk membentuk akhlak peserta didik
3. Keimanan kepada seluruh ajaran Islam yang diterima oleh hati dan akal yang
sehat
4. Kehidupan dunia yang oleh ajaran Islam dibebaskan pengembangannya
5. Alam semesta yang diciptakan untuk kemakmuran manusia
6. Baik dan buruk
7. Pahala dan dosa
8. Ikhtiar dan takdir yang menjadi bagian dari rencana kehidupan manusia dan
kehendak Allah yang pasti adanya.
B. Saran - Saran
Kami selaku penyusun makalah ini merasa masih banyak kekurangannya
di dalam isi makalah yang kami sampaikan ini, oleh sebab itu kami sarankan
kepada rekan – rekan mahasiswa yang membaca makalah ini agar sudilah kiranya
memberi atau menambah masukkan agar sempurnanya dalam penulisan makalah
ini.Atas saran dan masukkan dari rekan – rekan mahasiswa kami ucapkan terima
kasih.

7
DAFTAR PUSTAKA

1. Drs. H. A. Mustofa, Filsafat Islam, ( Bandung, Pustaka Setia,2009 )


2. A. Hanafi, MA., Pengantar Filsafat Islam, (Jakarta, Bulan Bintang, 1990),
3. Ahmad Fu’ad Al-Ahwani, Filsafat Islam, (Jakarta, Pustaka Firdaus, 1988),