Anda di halaman 1dari 54

Dikenal pula Oceanology

Cina & Rusia

oceanos graphos Bhs Yunani

Ilmu yang mempelajari tentang lautan


dgn menggunakan berbagai ilmu
pengetahuan dasar seperti fisika,
kimia, biologi, geologi dengan
matematika sebagai alat bantu

Fisika lautan (physical oceanography)


Kimia (chemical)
Biologi (biological)
Geologi (geological)
PENGARUNGAN LAUT
Bera
kiba
Dilakukan pertama kali oleh bangsa t pula
Polynesia & India

Tujuan
Menemukan pulau, peradapan Didapatkan informasi
tentang laut
Akibat
selanjutnya

Sebagai cikal bakal


Perdagangan, tanah harapan baru
ilmu Oseanografi

Bangsa Terjadi pada tahun 900 – 600 SM


Phonecia oleh negara barat : Eropa & Afrika
EKSPLORASI LAUTAN
(abad berikutnya)

terjadi
bangsa timur
Penyebab (Persia, India, Cathay)

Perdagangan

sutera, mutiara, rempah-rempah,


hasil perdagangan tersebut
dibawa ke kerajaan Romawi
PELAYARAN SAMUDERA S. India

Se
der Berkembang Mengikuti angin muson
han (arus muson)
a

Ditemukan kompas (bgs Cina, Arab)


Mengikuti garis pantai
Ditemukan astrolobe (alat yg dpt
menentukan ketinggian sudut matahari or
altitude matahari & benda-benda angkasa
diatas horizontal) Î penting untuk
menentukan posisi kapal di tengah laut

Pertengahan abad 15 ditemukan cross


staff (alat utk mengukur sudut & altitude
benda-benda angkasa or celestial body)
Î menentukan posisi Î digunakan
Columbus
Abad 19
Ilmu oseanografi + meteorologi
Berkembang

Sebagai science yang sistimatik

Faktor Pengukuran kedalaman yg menghslkan peta batimetrik


pendor
ong (peta yg menyatakan sebaran kedalaman) Îkeperluan
engineering seiring penemuan elektromagnetik telegraf

Alur pelayaran & peta Îmengetahui angin, gelombang,


badai, arus, kejadian awan, distribusi es Îagar aman &
cepat dalam pelayaran

Edward Forbes (1843), pioner biologi laut, mengemukakan


teori abysal (tdk ada kehidupan di kedlman absolute
darkness (> 550 m), tetapi waktu pengambilan kabel
listrik dr kedlman > 3000 m ada organisme yg menempel
pada kabel. Ini mendorong byk ekspedisi (Enterprise,
Deep Sea Expedition, Challenger)
ERA PERTAMA :
Eksplorasi lautan 3 dimensi (fisika, kimia, biologi,
geologi) Î oseanografi dipelajari dgn pendekatan
P deskripsi-geografik didukung matematika & fisika Î
E tokohnya Mohn, Bjerkness, Ekman, Hellan-Hansen
R
K
E ERA KEDUA :
M Oseanografi fisik lautan didukung pengetahuan teori.
Laut tdk stabil, ada gangguan (disturbance) yg bersifat
B
periodik & non periodik, shg dikenalkan dimensi ke-4
A yaitu waktu.
N 1912 Î Lembaga Scripps (Institutions of
G Oceanography), UCSD (University of California, San
A Diego)
N 1922 Î Hellan-Hansen : arus
1929 – 1930 Î eksp. Meteor, Snellius : Australia – Asia
Oseanografi
3 era ERA KETIGA :
Ada ekspedisi secara internasional Î mulai memakai
teknik dan instrumen yang canggih. Teori dan
observasi makin berkembang dan saling berperan
WAKTU GEOLOGI Digunakan ilmuwan utk mengetahui
sejarah & formasi awal dari bumi

Era Paleozoic

Era Mesozoic

Era Cenozoic
Skala Waktu Geologi
Began millions
Era Period Epoch Life forms/Events
of year ago
Quaternary Recent 0.01 Modern humans
Pleistocene 2.5 Stone-age humans
First humans
Cenozoic Pliocene 7
Miocene 26
Tertiary Oligocene 38 Flowering plants
Eocene 54 Mammals, birds & insects dominant
Paleocene 65
Cretaceous 136 Last of dinosaurs, flowering plants
begin
Mesozoic Jurassic 190 Dinosaurs abundant; first birds
Triassic 225 First mammals
First dinosaurs
Permian 280 Age of reptiles
Carboniferous 345 Age of amphibians; first reptiles
Paleozoic Devonian 395 First seed plants
Age of fishes
Silurian 430 First land plants
Ordovician 500 Marine algae; vertebrate fish
Cambrian 570 Primitive marine algae &
invertebrates
Precambrian 3200 – 3500 Earliest bacteria & algae
3800 Oldest surface rocks
4500+ Oldest meteorites
Formation of the earth (assumed)
SIKLUS HIDROLOGI

Air
Cair Padat

Laut gletser

Sungai Salju
Reservoir
Danau Gunung es

Air tanah

Tempat dimana air tersebut terdapat/berdiam


Selalu
bergerak

Dikenal sebagai siklus hidrologi


WAKTU TINGGAL (RESIDENCE TIME)
n isi
d efi

Perbandingan jlh total sebuah elemen di lautan pd suatu waktu tertentu dgn
laju pergantiannya. Waktu tinggal sbh elemen dinyatakan menurut pers. :
T = A/(∆A/∆t)
dimana : T (waktu tinggal elemen); A (total berat elemen tersuspensi atau
terlarut di lautan); ∆A/∆t (laju tahunan masuknya elemen di dlm lautan)

Elemen : suatu zat or substansi yg masing-masing susunannya sama spt atom

Elemen langka (trace element) : elemen di dlm air laut yg memiliki konsentrasi kurang
dr 1 mg/l (ppm). Elemen langka dibutuhkan dlm jlh sedikit ttp sgt diperlukan untuk
aktivitas biologi organisme.

Elemen minor : elemen di dlm air laut yg ditemukan pada konsentrasi antara satu
sampai 100 mg/l, mis. : Br, C, Sr, B, Si, F.

Elemen utama (mayor) : elemen di dlm air laut yg memiliki konsentrasi lbh dr 100 mg/l,
mis. : klor, natrium (sodium), magnesium, sulfur, kalsium & potasium (kalium).
Elemen Simbol Konsentrasi*
Lithium Li 170
Rubidium Rb 120
Iodine I 60
Barium Ba 30
Indium In 20
Zinc Zn 10
Iron Fe 10
Daftar
Aluminium Al 10
Elemen
Langka Molybdenum Mo 10
Dalam Selenium Se 0,4
Air Tin Sn 0,8
Laut Copper Cu 3
(ppb) Arsenic As 3
Uranium U 3
Nickel Ni 2
Vanadium V 2
Manganese Mn 2
Titanium Ti 1
Antimony Sb 0,5
Cobalt Co 0,1
Cesium Cs 0,5
Cerium Ce 0,005
Elemen Simbol Konsentrasi*
Yurium Y 0,3
Silver Ag 0,04
Lanthanum La 0,01
Cadmium Cd 0,1
Tungsten W 0,01
Germanium Ge 0,06
Daftar Chromium Cr 0,05
Elemen Thorium Th 0,05
Langka
Scandium Sc 0,04
(lanjutan)
Lead Pb 0,03
Mercury Hg 0,03
Gallium Ga 0,03
Bismuth Bi 0,02
Niobium Nb 0,01
Thalium Tl 0,01
Gold Au 0,004
Protactinium Pa 2 x 102
Radium Ra 1 x 107
Rare Earths 0,003 – 0,0005

* : tidak termasuk nutrien & gas-gas terlarut


Sumber : Bhatt (1978)
Larutan : merupakan fase percampuran dari satu (homogen) or dua or lebih dari suatu
substansi komponen kimiawi.

Ligand : terdiri dari 2, yaitu anorganik (Cl–, SO42+, OH– & komponen anion); serta
organik yaitu alami (asam humus) & buatan (artificial).

Flokulasi (proses fisik) : akibat efek van der wall dimana saling menggumpal semakin
besar & tenggelam sbg sedimen.

Elemen konservatif : bersifat makro, sifat persisten, tidak dapat terurai shg toksik bagi
suatu perairan.

Proses interaksi antar elemen : (1) aditif, bersifat umum; (2) sinergik (multiple, efeknya
besar); (3) antagonis (reduksi, efeknya kecil).

Proses yg membuat kimia mengendap pada sedimen :


(1) Melalui proses deposit Î ikatan helasi
(2) Absorbsi
(3) Konglomerasi/agregasi
(4) Hasil deposit dari bahan organik
Residence time (RT) air laut = 4,4 x 104 year.
RT diperlukan untuk melihat stabilitas, khususnya mayor elemen di dlm air.
RT meningkat maka elemen yg reaktif akan meningkat pula shg stabilitas meningkat;
RT menurun maka elemen yg reaktif akan meningkat tetapi stabilitas akan menurun.

Mixing time (MT) air laut = 103 tahun.


RT > MT maka : elemen tersebar merata, penyebaran luas & homogen (fluktuasi kecil).
RT < MT maka : penyebaran kecil, fluktuasi tinggi akibat proses penyerapan dll.
GEOMORFOLOGI DASAR LAUTAN

Daratan terkonsentrasi di BBU


Menyebar
Daratan di BBS tdk lbh 25% dr lautan

Berakibat

Karena bentuk daratan


tdk teratur maka perlu
Lautan menyebar tdk
adanya sub divisi dari
merata & tdk jelas
laut Î adjacent seas,
batasnya shg memiliki
mis. Mediteranean :
sifat yg unik dimana
• Large
saling mempengaruhi
• Small
• Marginal sea
Seb
aran
Contoh seti
ap 5 0 li
ntan
g
Klimatologi
Meteorologi
Oseanografi

g
tin
70 n
Pe
daratan > lautan

45

daratan tdk pernah lebih


35
dari 25% dibanding lautan
daratan 2,5%
65 Benua antartika
Morfologi bumi Faktor utama
Dominasi laut semakin nyata
bukan hanya krn luas muka laut
tetapi juga volumenya.
Volume daratan diatas muka laut
< 1/10 volume air laut seluruh daratan
dimuka bumi diratakan, maka
dipunyai suatu bumi bulat dgn
kedalaman laut 2440 meter

2440 m
RELIEF UTAMA DASAR LAUT

Continental margin Ocean basin floor Mid ocean ridge

Continental drift :
Konsep yang menyatakan bahwa disebabkan rapuhnya kerak bumi
di bawah laut, benua-benua dapat bergerak hanyut pada bagian
permukaan bumi di dasar laut seperti halnya es bergerak
mengapung diatas air. Studi ilmiah pertama tentang konsep
hanyutan benua dilakukan oleh Edward Suess tahun 1885 dan
Alfred Wagener tahun 1912
Continental slope :
Bagian dasar lautan dari tepian benua yang relatif miring ke arah
laut

Continental rise :
Bagian dasar lautan dari tepian benua yang relatif miring dan
meninggi pada dasar lerengan benua
Continental margin : Bgn dasar lautan yg merup. perluasan massa daratan ke
arah laut. Berdasarkan tipe yg menyebabkan timbulnya lempeng tektonik,
tepian benua dibedakan mjd 2 macam yaitu tipe Atlantik & tipe Pasifik. Tepian
benua tipe Atlantik memiliki ciri paparan benua & punggung benua yg relatif
luas disebabkan pd mintakat tsb memiliki aktivitas gempa bumi yg relatif kecil
shg disebut jg tepian benua aseismik atau tepian benua pasif. Tipe Atlantik
terbentuk ketika dasar laut bergerak saling menjauh & membentuk lautan baru.
Tepian benua tipe Pasifik ditandai dgn adanya sebuah trench pada kaki
lerengan benua sbg pengganti punggungan benua. Tipe Pasifik disebut jg dgn
tepian benua seismik or tepian benua aktif, yaitu disebabkan scr seismik
sangat aktif (terjadi gempa bumi) & terbentuk dimana lempeng lautan bergerak
menunjam dibawah lempeng benua pada mintakat subduksi

Ocean basin floor : Cekungan dasar lautan yg relatif luas dimana berdimensi
sama pada sisi-sisinya

Mid ocean ridge : Bentukan igir besar memanjang & melintasi pertengahan
dasar laut utama dunia
Trench Î cekungan dasar laut yg bentuknya memanjang, sempit & dalam
dgn sisi-sisi yg curam

Trough Î cekungan dasar laut yg bentuknya memanjang, umumnya lebih


lebar & lebih dangkal daripada trench
Igir (ridge) Î bentukan pada dasar laut yang tinggi memanjang dengan
sisi-sisi yang curam & bertopografi tidak teratur
Continental shelf Î bagian dasar lautan dari tepian benua yg meluas dari
garis pantai hingga lerengan benua
Arus turbiditas Î gerakan material didasar laut yg menuruni lereng. Material
tsb berupa pasir & lumpur yg longsor kebawah mengikuti arah lembah
Gondwana Î nama benua selatan purba hipotetis yg meliputi India, Australia,
Afrika & Amerika Selatan yg bergabung menjadi satu kesatuan
Seamount Î pegunungan di bawah laut yg tingginya lebih dari 1000 meter
di atas dasar laut
Guyot Î gunung bawah laut dgn puncak yg relatif datar. Guyot dinamakan
dari geolog Swiss, Arnold Guyot. Disebut juga tablemount
Submarine canyon Î canyon atau ngarai sempit yg memotong paparan
Benua atau lerengan benua
Continental drift :
Daratan hanyut akibat pergerakan massa benua,
akibatnya kekosongan diantaranya yg kmdn diisi air

Sea floor spreading :


Penjalaran dasar laut yg bergerak scr berlawanan
arah sepanjang sisi igir tengah lautan & digerakkan
oleh arus konveksi didalam mantel bumi

Asal usul Lempengan tektonik :


ocean basin Teori aktivitas tektonik ttg lempeng litosfer dan
(dasar laut) gerakannya. Konsep dimana kerak bumi (lapisan
atas bumi) dibagi kedalam bbrp segmen (lempeng)
yg selalu bergerak satu dgn lainnya, berakibat
menimbulkan gempa bumi, rangkaian pegunungan,
igir tengah lautan dsbnya. Menurut X. Le Pichon
kerak bumi dibagi kedalam 6 lempeng utama, yaitu
Antartika & lantai lautan sekitarnya, Amerika & lantai
Atlantik bagian barat, lantai Pasifik, Hindia, Afrika &
lantai Atlantik bagian timur, Eurasia & lantai lautan
sekitarnya
Topografi Dasar Lautan

Topographic feature Width Depth Characteristics

Continental margins :

Shelf > 300 km 150 – 200 m

Slope 20 – 100 km from 200 to 2000 m Often furrowed by canyons.


Slopes 1 in 40
Rise > 300 km from 2000 to 5000 m Slopes 1 in 700 to 1 in 1000

Trench 600 to 11,000 m There are 26 trenches in the world


ocean :
• 3 in the Atlantic Ocean
• 1 in the Indian Ocean
• 22 in the Pacific Ocean
Deep sea basins about 5000 m

Abyssal Plains extremely flat, sediment-filled

Abyssal Hills Rise from the plains up to 1000 m

Mid-ocean ridge: > 400 km Rises to 3000 – 1000 m


Interconnected
mountain system
Central rift valley 20 – 50 km cuts 1000 – 3000 m deep into the
ridge system
Material fragmental yg terjd dr penghancuran
SEDIMEN definisi
batuan & bhn organik yg terendapkan oleh
tenaga air, angin atau es
Sumber

Batuan Organisme hidup Laut

Melalui proses cuaca, Melalui proses biologi,


Melalui proses kimia,
air, pembekuan, mis. berupa sisa-sisa
karbonat, fosfor &
batu pasir, gamping, cangkang dasar laut,
mangan nodul
lempung dll batu karang dll

disebut disebut disebut


lithogenous sedimen biogenous sedimen hydrogenous sedimen

Siklus sedimen Î tipe siklus materi dimana elemen atau berbagai elemen
dilepaskan dr batuan oleh proses pelapukan selanjutnya mengikuti gerakan
air mengalir baik didlm larutan maupun didlm sedimen sampai ke laut dan
akhirnya berubah menjadi batuan
Mangan nodul Î endapan sedimen laut dalam yang tersusun atas kandungan
oksida besi, mangan, tembaga dan nikel

Klasifikasi ukuran partikel sedimen


DESKRIPSI KISARAN DIAMETER (mm)
Boulder > 256
Gravel Cobble 64 – 256
Pebble 4 – 64
Granule 2–4
Very coarse sand 1–2
Coarse sand 0.5 – 1
Sand Medium sand 0.25 – 0.5
Fine sand 0.125 – 0.25
Very fine sand 0.0625 – 0.125
Mud Silt 0.0039 – 0.0625
clay < 0.0039
AIR

Fluida yg unik yaitu fluida yg incopressible & medium yg kontinum; terdiri dr


unsur H & O yg membentuk gugus senyawa sederhana H2O

Atom H & O terikat scr kovalen asimetris satu dgn lain. Atom H yg memiliki
muatan lbh bsr cenderung menarik elektron pd H ke pusat intinya sehingga
menyebabkan sedikit muatan negatif di O & positif di H. Proses pemisahan
muatan menghslkan suatu molekul polar. Ikatan H2O yg asimetris tersebut
membentuk suatu sudut tumpul 1050 dgn jarak dr pusat atom O ke atom H
0.96 x 10-8 cm (0.96 A, angstrom), menghslkan gerak brown (resonansi) shg
terjadi gel. listrik (electrical dipole moment) yg menyebabkan sifat polar

Nybakken (1997) : sifat polar berakibat posisi H yg positif menarik posisi O


negatif suatu molekul air yg lain shg terbentuk suatu ikatan yg disebut ikatan
hidrogen (hydrogen bounding). Ikatan ini sangat lemah (6%) dibanding ikatan
kovalen H2O sendiri sehingga mudah lepas & terbentuk kembali. Proses
pemisahan & pembentukan itu menyebabkan terjadinya sifat anomali air

Sifat unik air a.l. air sbg pelarut universal shg mudah terakumulasi material
baik kimia maupun fisika. Air memiliki kerapatan (massa/satuan volume) yg
aneh shg BJ maks air murni adlh 40C, kenaikan & penurunan suhu berakibat
kerapatan menurun shg pada 00C air membeku & mengapung diatas air
(karena kerapatannya rendah dari air yg tidak beku)
AIR LAUT DAN AIR TAWAR

Salt water Fresh water


Air tawar + garam-garam Air tawar = air murni
Air :
• Menakjubkan di alam
• Peradapan manusia tergantung keunikan sifat air
• Status air Îberada pada 3 sifat sekaligus (uap air, cair, beku/es)
• Volume air laut 1.372 x 106 km3; air tawar 334.000 km3

334.000 km3
curah hujan
99.000 km3

uap

sungai
1.372 x 106 km3
SIFAT FISIK DAN KIMIA AIR MURNI

1 Air memiliki konstanta dielektrik (ε) yg tertinggi dr seluruh cairan.


Konstanta dielektrik : suatu angka yg menyatakan seberapa lbh kecil
intensitas listrik pd ruang yg diisi dielektrik dibanding dgn ruang
hampa (tanpa dielektrik) bila medan listrik yg sama tersedia

Dipole moment kuat Îmengakibatkan gaya interaksi yg kuat antara


2
molekul air sendiri Îasosiasi kuat antara molekul Îmenghasilkan
formasi grup molekul

ε air besar krn keabnormalan struktur mol H2O (2 atom H + atom O)


Struktur asimetri (pergeseran muatan listrik) menghasilkan dipole moment yg
kuat. Dipole moment adlh hasil kali muatan dgn jarak dr pusat muatan

Dipole moment yg kuat + ukuran molekul air yg kecil menghasilkan konstanta


dielektrik yg besar.
Hukum Coulomb : gaya tarik menarik/tolak menolak antara 2 muatan
(e & e; e1 & e1)
Resultan F (gaya tarik) = 1/ε x ee1/r, bila konstanta dielektrik tinggi maka
resultan F akan kecil. Air dgn konstanta dielektrik yang tinggi mempunyai
kekuatan yg besar untuk memisahkan 2 muatan yg berlawanan (great
dissociative power) shg menghasilkan daya larut yg besar jg, oleh karena itu
air merupakan pelarut yg baik/kuat

Dipole moment kuat menghasilkan formasi molekul yg bersifat polimerisasi,


yaitu 2, 3 atau lebih H2O yg membentuk grup/formasi shg secara umum kita
mengenal monohedral, dihedral, trihedral, tetrahedral dll

Adanya polimerisasi berakibat sifat fisika dr air mjd unik. Perbandingan antara
jlh grup polimer dlm air tergantung : suhu, keadaan sebelumnya & faktor lain.
Bila suhu tinggi mk tingkat polimerisasi turun. Akibat polimerisasi & great
dissociative power tersebut maka sifat air berbeda dgn cairan lain dalam hal
viskositas (sifat cairan utk menahan gerakan obyek yg melaluinya, gr/cm/dtk),
tegangan permukaan (surface tension), panas jenis (spesific heat), panas laten
penguapan (latent heat of evaporation), titik beku & titik didih (freezing and
boiling point)

Susunan polimerisasi :
i. Struktur tetrahedral (bila vol max maka ρ min)
ii. Kisi-kisi terali
iii. Ruang kosong plng sedikit (ρa max = massa/vol)
Dlm polimerisasi, bila suhu tinggi maka distribusi ketiga bentuk air tersebut
bergeser sedemikian rupa dimana cenderung dr bentuk (i) mjd bentuk (iii) yg
lebih banyak

Bila suhu tinggi maka terjadi pemuaian shg bentuk air saling tumpang tindih,
tetapi pd suhu tertentu terjadi efek lain yg berlawanan dr equilibrium 3 bentuk
polimerisasi tsb.

Pada suhu 4oC bentuk (iii) yg dominan dgn ρ max. Bila suhu turun dgn ρ max
maka bentuk (i) mulai mengisi ruangan hingga suhu mencapai 0oC mk bentuk
(i) menjadi dominan hingga terjadilah pembekuan

Pada es, bentuk (i); air yg mengalami pembekuan, didapatkan ruang kosong
di dalamnya dimana vol max dgn ρ min sehingga membuat es dpt mengapung
di dalam air

3oC 7oC
Lapisan es tipis

ρ max densitas 8oC densitas


4oC tinggi rendah
SURFACE TENSION def
in isi

Gaya tarik menarik antara molekul-molekul air


gambaran di permukaan sebuah massa air, mis. ambang
umum batas (interface) udara-laut menimbulkan ‘kulit’
molekular yg fleksibel di atas permukaan air

Fenomena tegangan permukaan dpt teramati dlm pengisian sebuah kontainer dgn air yg
meluap hingga ke pinggir, akan tampak bhw air akan tertumpuk di pinggir membentuk
permukaan cembung yg menunjukkan ambang-batas air dengan atmosfer. Water drops
juga merup. manifestasi dari tegangan permukaan. Fenomena tsb hsl kecenderungan
molekul air utk menarik molekul lainnya or melekat (to cohere) di permukaan air. Karena
kecenderungan kohesi tsb, dimungkinkan bagi obyek-obyek yg lebih berat dari air utk
mengapung. Pisau cukur yg diletakkan dgn hati-hati diatas air dpt mengapung, meski
secara normal densitasnya lima kali lbh berat drpd air. Bbrp insekta, mis. water strider
(seekor insekta laut : yg berarti benda padat) juga menggunakan permukaan air untuk
bergerak di atasnya. Tegangan permukaan tergantung pada suhu & meningkat sesuai
dgn penurunan suhu (Sumich, 1992)
Tegangan permukaan merupakan perwujudan keberadaan ikatan hidrogen. Keberadaan
ikatan tsb menyebabkan molekul-molekul air yg berada di lapisan permukaan tertarik
dgn kuat ke molekul-molekul air yg berada dibawahnya. Udara diatas permukaan memp.
densitas molekul yg amat rendah dibandingkan dgn air sendiri, meskipun molekul air
tertarik ke molekul zat lainnya, gaya tarik ikatan hidrogen membantu mempertahankan
molekul-molekul air di lapisan permukaan

Tegangan permukaan air murni dibandingkan dgn cairan yg lain adlh yg tertinggi, yakni
sebesar 7.2 x 10-9 N m-1 (≈ 73 dyne cm-1). Tegangan permukaan ini secara fisika berperan
dalam mengontrol “drops formation” serta sifat-sifatnya, disamping mengendalikan
fenomena permukaan seperti gelombang kapilar (capilarry waves), sedangkan secara
biologis tegangan permukaan penting dalam fisiologi sel biota di laut (Nybakken, 1988)

Krummel (1970) menentukan tegangan permukaan utk ambang batas air laut – udara.
Hasil yg diperoleh menunjukkan bhw tegangan permukaan nilainya menurun sesuai dgn
meningkatnya suhu & menurunnya salinitas.
Fleming & Revelle (1939), berdasarkan metode penentuan yg lebih akurat menemukan
hubungan empiris antara tegangan permukaan, suhu & khlorinitas, yaitu :
Tegangan permukaan (dyne cm-1) = 75.64 – 0.144 t + 0.0399 Cl
Hubungan formulatif tsb dpt berubah dgn adanya kotoran di permukaan laut
SPESIFIC HEAT

Panas jenis suatu zat adlh jlh bahang yg dibutuhkan utk menaikan
suhu 1 gram zat sebesar 1o C (kal g-1 oC-1). Panas jenis air murni bila
definisi dibandingkan dgn semua zat padat & zat cair adlh yg tertinggi,
kecuali air raksa. Sifat panas jenis yg tinggi di laut berperan dalam
menjaga perub. kisaran suhu yg ekstrim (Brown, Joan et al., 1989)

Panas jenis air laut pada tekanan cp yg konstan tergantung suhu, salinitas dan tekanan.
Thoulet & Chevallier (1889) dalam Neumann & Pierson (1966) memperoleh nilai pertama
cp utk jenis densitas (salinitas) air laut pada suhu 17,5o C & pada tekanan atmosfer.
Sampai sekarang, hasil tersebut tetap digunakan, dihitung kembali & disajikan dengan
beragam cara yg berbeda dgn asumsi bhw ketergantungan suhu di air laut sama dgn
ketergantungan suhu di air tawar

Neumann & Pierson (1966) jg mencatat efek tekanan thd panas jenis yg dihitung oleh
Ekman (1914) serta Cox & Smith (1959). Ekman menentukan pengaruh tekanan terhadap
panas jenis dari persamaan :
dcp/dρ = - T (dβ/dt + β2)
dimana T (suhu absolut, 273o + toC), J (equivalen mekanika panas), β (koefisien ekspansi
panas & ρ (densitas)
Cox & Smith menentukan panas jenis air laut pd tekanan atmosfer dgn suhu –2oC – 30oC
& salinitas 0 ‰ – 40 ‰. Hasilnya menunjukkan bhw nilai-nilai yg lebih lama mengalami
kesalahan serius. Sbg misal, pada kisaran –2oC – 30oC, panas jenis akan menurun bila
suhunya dinaikkan. Efek yg sama jg teramati di air laut yg bersalinitas & bersuhu rendah.
Bila salinitas lebih tinggi dari 20 ‰ atau 25 ‰ pengaruh suhu justru sebaliknya dan cρ
meningkat sesuai dgn naiknya suhu.

Panas jenis dgn volume konstan cν diperoleh dari cρ melalui persamaan termodinamika
berikut :
cν = cρ - Tβ2/ρKJ
dimana K (koefisien kompresibilitas nyata air laut). Perbandingan cν/cρ pada salinitas
34.85 ‰ bervariasi antara 1.004 pada suhu 0oC & 1.0207 pada suhu 30oC
LATENT HEAT OF EVAPORATION pengertian

Panas laten yg dibebaskan selama perubahan dr keadaan cair ke gas,


atau panas laten yg diserap dlm perubahan kondisi gas ke cair

Panas laten : jlh panas yg diperlukan utk mencairkan suatu massa zat pada titik cair.
Satuan panas laten yaitu Joule/kg atau kalori/g.
Contoh panas laten fusi air 3.33 x 105 J/kg; panas laten evaporasi air 2.25 x 106 J/kg

Panas laten fusi : panas laten yang dibebaskan selama pencairan zat atau yang diserap
selama proses pembekuan

Kata “laten” (latent) dlm menggambarkan bahang penguapan & pencairan mjd penting
krn bahang yg hrs ditambahkan kpd massa es atau air utk mengubah bentuknya mjd
lbh tinggi, yakni air atau uap air, ditahan sbg cadangan atau ‘tersembunyi’ (hidden) dlm
massa air atau massa uap air tsb. Ketika uap air kembali mjd air, yakni mengembun, mk
bahang dilepaskan memasuki udara sekelilingnya. Pelepasan bahang juga terjadi saat
pembekuan air (freezing water), yg menunjukkan perubahan fase dari cair mjd padat.
Selama kondensasi & pembekuan, jlh bahang yg sama – yg dibutuhkan utk mengubah
fase air tsb dari cairan mjd gas atau dari padat mjd cairan – dilepaskan
Keperluan Energi dalam Evaporasi Air

Suhu air Keperluan Kalori


(oC) (per gram air)
0 596.0
10 590.8
20 585.6
30 580.4
40 575.2
50 568.5
60 563.2
70 557.5
80 551.7
90 545.8
100 539.5
110 532.9
120 525.7
Penerapan praktis prinsip transfer bahang dapat dilihat dlm penggunaan es dlm lemari
es. Sebuah bongkah es diset dlm suatu wadah tertutup diantara “food articles” akan
menurunkan suhunya krn energi bahang diserap dari “food articles” & ditambahkan ke
molekul-molekul es untuk mengubah fasenya menjadi cair ketika es meleleh. Prinsip
pendinginan udara juga sama : di daerah beriklim panas, udara kering yang panas
dilewatkan melalui permukaan yg dilapisi dgn air, akan kehilangan bahang ke air. Air
diubah mjd uap. Selanjutnya setelah melewati atau melintasi udara yang menyelimuti
permukaan, maka udara menjadi lebih dingin

Mengapa dibutuhkan lbh byk energi utk mengubah 1 gram air mjd uap air daripada yg
dibutuhkan utk mengubah 1 gram es menjadi air? Pertama haruslah ditinjau bhw gas
merup. zat dimana molekul-molekulnya bergerak secara random, bebas dari pengaruh
molekul-molekul lain, kecuali ketika molekul-molekul itu bertabrakan. Untuk membuat
perubahan dari es mjd air, tdk semua ikatan hidrogen harus dipecahkan, tetapi hanya
cukup memberi kebebasan bergerak diantara jenis-jenis cluster es yg ada & molekul-
molekul individual yg juga berada dlm sistem. Sedangkan untuk mengubah air menjadi
uap air, setiap molekul harus dibebaskan dari gaya tarik molekul-molekul air lainnya.
Karena itu, setiap ikatan hidrogen harus dipecahkan & itu berarti dibutuhkan energi
bahang yang amat besar

Signifikansi siklus evaporasi – kondensasi thd suhu-suhu permukaan bumi dpt terlihat
dgn cepat. Evaporasi memindahkan energi bahang yang diberikan oleh matahari dan
menyimpannya di laut. Energi tersebut dibawa memasuki atmosfer sebagai uap air yg
naik & dilepaskan disana ketika uap mengembun & jatuh sebagai presipitasi (: partikel-
partikel air dlm bentuk cair maupun padat yg jatuh dr atmosfer & mencapai permukaan
bumi, disebut juga curah hujan)
Garam sebagian besar didapatkan dlm air laut. Daerah evaporasi banyak terdapat pada
daerah pesisir, dimana banyak digunakan cahaya matahari sebagai energi utk proses
evaporasi. Evaporasi yg terjadi pada air asin merup. proses pengontrolan pada laut,
dimana sodium klorida atau komponen garam-garam lain yg diperlukan dalam bentuk
yg berlainan. Garam yg terdapat dilaut digunakan untuk mengekstrak bentuk MgSO4 &
CaCO3 (Gross, 1990)

Pertumbuhan suatu kota pada daerah yang gersang memerlukan air laut sbg sumber
yg penting bagi penurunan panas. Salah satu contoh sederhana adlh utk mengurangi
akibat dari adanya rumah kaca. Evaporasi dari suatu lautan terjadi ketika matahari
bersinar & kondensasi terjd di waktu malam hari pada permukaan yg dingin. Akibat hal
tsb terjadilah kelembaban shg pd daerah tropis tumb. dpt berkembang dgn suburnya

Privett (1960) dalam Baumgartner & Reichel (1975) menghitung evaporasi (Es) dalam
bentuk sederhana, yaitu :
Es = 0.00587 (Ew – Ea) v
dimana Es (evaporasi lautan, cm/hari), Ew (tekanan uap air dlm keadaan jenuh, mb),
Ea (tekanan uap air di udara, mb) & v (kecepatan angin, knots)
Berdasarkan formula tsb didapatkan nilai Es adlh 1390 mm pd lautan yg terletak antara
0o – 50oS, dgn banyaknya 428.0 x 103 km3
FREEZING AND BOILING POINT

Gaya intermolekular, dikenal sbg gaya van der Waals, akan mjd signifikan hanya ketika
molekul-molekul sangat berdekatan satu dengan yang lain, seperti yang terdapat pada
benda dalam bentuk padat atau cair. Secara umum bila molekul-molekul yang ada lebih
berat, gaya tarik van der Waals yg terjadi di antara dua molekul campuran lebih besar.
Karena itu, dengan peningkatan berat molekul, jumlah energi yg lbh besar dibutuhkan
utk mengatasi gaya tarik tersebut & mendorong terjadinya perubahan fase, katakanlah
dari padat menjadi cair atau dari cair menjadi gas. Konsekuensinya, titik cair atau titik
didih campuran secara umum meningkat bila berat molekulnya bertambah

Perbandingan sifat air dan campuran dari komposisi yang sama yang terdiri dari dua
atom hidrogen & satu atom unsur yg lain, yakni H2S, H2Se dan H2Te. Berat campuran
dari empat molekul adalah H2O [18], H2S [34], H2Se [80] dan H2Te [129]. Prediksi dalam
pembahasan gaya van der Waals, yaitu titik beku & titik didih utk H2S, H2Se dan H2Te
meningkat dgn bertambahnya berat molekul. Bila H2O dilibatkan dlm skala, titik beku
& titik didih menjadi –90o C dan –68o C. Dalam kenyataan air membeku pada suhu 0o C
& mendidih pada suhu 100o C shg tampak terjadi pelanggaran aturan alam. Selain itu
terlihat pula signifikansi yg sangat besar dr kutub alami molekul air & ikatan hidrogen
yg menyusun strukturnya. Titik beku & titik didih air yg tinggi merupakan manifestasi
dari penambahan energi kinetik yg dibutuhkan guna mengatasi bukan hanya gaya van
der Waals namun jg ikatan hidrogen utk mencapai suatu perubahan status
MAJOR CONSTITUENT

Di lautan terbuka, salinitas berkisar 34 – 38‰ (rata-rata 35‰). Di laut yang dekat dgn
daratan, nilai salinitas rendah krn adanya masukan air tawar yg berasal dari daratan
sekitar. Tetapi bila evaporasi tinggi & run off jg tinggi maka nilai salinitas akan tinggi
(~ 40‰). Unit salinitas dinyatakan dgn gr/kg or 1/1000, shg dikenal satuan ‰ (permil),
satuan lainnya adalah PSU (practical salinity unit) yang diukur dengan alat CTD
(Conductivity Temperature Deep)

Perbandingan relatif dr major constituent bersifat relatif konstan, sehingga mudah


utk mengetahui waktu geologinya, yaitu percampuran yg baik dari air laut pada suatu
lautan ataupun antar lautan

Naiknya konsentrasi garam (salinitas) berhubungan erat dgn evaporasi, sedangkan


turunnya salinitas berkaitan dgn dilusi (presipitasi + runoff)

Major constituent tdk berlaku pada air payau krn pd air payau yg dominan adalah air
sungai, dimana komposisi pembentuk air tawar berbeda dgn air laut

Salah satu cara menentukan salinitas dgn metode Mohr, teknik titrasi, dimana kita
cukup mengukur kadar salah satu major constituent yaitu Cl– :
S ‰ = 0.030 + 1.8050 Cl– ‰
Jlh total garam yg dinyatakan dlm gr
SALINITAS definisi
yg terdpt dlm satu kg air laut, dengan
asumsi semua karbonat teroksidasi,
tara brom dan yod dihitung sbg tara
klor & semua zat organik teroksidasi
berbeda
Adanya penguapan, presipitasi serta pembentukan & pencairan es akan
menyebabkan perbedaan densitas, yg selanjutnya menghasilkan gradien
tekanan mendatar dimana menimbulkan adanya arus

Dalam 1 kg air laut terdapat ± 35 gram garam terlarut, konsentrasi tsb dinyatakan sbg
35 ppt or 35 ‰. Dalam oseanografi terdapat 2 metode utk menentukan salinitas, yaitu
salinitas absolut dan salinitas praktis

Salinitas absolut : salinitas yg ditentukan dgn metode/rumus sbb


Salinitas = 1.80655 x klorinitas

Salinitas praktis : salinitas yg ditentukan berdsrkan pengukuran konduktivitas listrik


air laut. Prinsipnya adlh berdsrkan perbandingan konduktivitas listrik K15 sampai air
laut pd suhu 15oC & tekanan satu standar atmosfer dgn larutan potasium klorida (KCl)
dimana fraksi massa KCl adlh 32.4356 x 10–3 pada suhu & tekanan yg sama

Salinometer : tipe hidrometer yg diturunkan kedlm air utk mengetahui kadar salinitas
melalui pengukuran konduktivitasnya
Unsur-unsur Terlarut Dalam Air Laut

Unsur Kandungan (gr/kg)


Klorida 19,353
Sodium (Natrium) 10,760
Sulfat 2,712
Magnesium 1,294
Kalsium 0,413
Potasium (Kalium) 0.387
Bikarbonat 0,142
Bromida 0,067
Strontium 0,008
Jumlah total 35,136
Sumber : Horne (1969) dalam Bhat (1978)
faktor • Curah hujan
SUHU AIR LAUT • Penguapan
• Kelembaban udara
• Suhu udara
Sebaran • Kecepatan angin
menegak • Intensitas radiasi matahari

1 Lapisan epilimnion (hangat/homogen) : terletak pd bgn atas dimana terjd perub.


lapisan suhu secara perlahan. Lapisan ini sering dipengaruhi oleh angin yang
bertiup pd permukaan perairan, akibatnya percampuran massa air dgn lapisan
yg berada dibwhnya selalu terjd. Proses pengadukan akan meratakan sebaran
suhu yg menciptakan lapisan yg homogen. Tebal lapisan tergantung lamanya &
kecepatan angin yg bertiup saat itu di permukaan perairan

2 Lapisan termoklin (pegat) : suatu lapisan dimana mengalami perub. suhu sangat
cepat terhadap kedlman. Di lapisan ini terjd perub. suhu air sedikitnya 0.1oC pd
setiap kedlman 1 m. Air di lapisan ini tidak sempat mengalami perub. suhu shg
menyebabkan terjdnya perbedaan suhu yg cukup bsr dgn lapisan diatasnya.
Perub. suhu ini mengakibatkan pula adanya perub. densitas, shg membentuk
suatu lapisan yg sangat stabil & lapisan ini berperan sbg pembatas thd sebaran
menegak sifat fisik dr lapisan permukaan & lapisan dibawahnya

3 Lapisan hipolimnion : lapisan dingin yg terletak di bgn bawah, dimana suhu air
konstan sebesar 4oC
• Densitas insitu (sigma-t, σt)
DENSITAS • Densitas potensial (sigma-theta)

definisi ρ = m/v
ρm = densitas max air (4oC, 1 atm)

Massa per satuan volume sebuah zat. Dlm sistem metrik satuan densitas adlh kg/m–3.
Densitas air laut (ρ) yaitu fungsi dr salinitas, suhu & tekanan or kedlman (ρ = ρS,T,P),
dimana S = salinity, T = temperature & P = pressure. Utk air laut pada S = 35, T = 10oC,
pada standar tekanan atmosfer P = 101,325 kPa (yaitu pd tekanan hidrostatik nol) maka
nilai ρ35,10,0 = 1026,97 kg/m3. Oseanografer umumnya menulis densitas dgn simbol σ
(sigma), dimana σ = ρ – 1000. Mk dlm sistem tsb densitas 1026,97 kg/ m–3 ditulis 26,51
Densities of Common Materials

Materials Density (g/cm3)


Ice (pure) 0oC 0.917
Water (pure) 0oC 0.99987
Water (pure) 3.98oC 1.0000
Water (pure) 20oC 0.99823
White pine wood 0.35 – 0.50
Olive oil 15oC 0.918
Ethyl alcohol 0oC 0.791
Seawater 4oC, 35‰ 1.0278
Steel 7.60 – 7.80
Lead 11.347
Mercury 13.6
Bila σ0 adlh nilai (ρ0,t,0 – 1) 1000 (bentuk sederhana dr penulisan densitas ρ0,t,0 yaitu
densitas yg tergantung pd salinitas) mk didptkan hubungan sbb :
σ0 = - 0.093 + 0.8149S – 0.000482S2 + 0.0000068S3 ……………………..(1)
Pengaruh suhu thd σ0 diakibatkan pengaruh pemuaian air laut, dimana pertama kali
ditetapkan oleh Forch (1902) dalam Neumann & Pierson (1966) dgn rumus sbb:
σt = σ0 – D …………………………..(2)
dgn D sbg besaran yg menyatakan pengaruh suhu yg hrs diterapkan pada σ0.

Fungsi kebalikan nilai densitas, αs,t,p = 1/ρs,t,p dinamakan volume spesifik insitu. Nilai
αs,t,p diperlukan dlm menghitung sebaran tekanan di laut yg selanjutnya dpt
menentukan kedlman dinamik perairan tsb. Dlm menghindari penulisan angka desimal
shg lbh praktis, volume spesifik insitu ditulis mjd αs,t,p = α35,0,p + δ, dimana nilai α35,0,p
adlh volume spesifik saat salinitas konstan (S = 35‰, t = 0oC & tekanan p). Jika nilai
αs,t,p dan α35,0,p didptkan maka anomali volume spesifik (δ) dpt dihitung pula shg utk
selanjutnya diketahui pula anomali kedalaman dinamik.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WARNA AIR LAUT

A. Selective scattering (hamburan selektif)


™ Hamburan terjadi ketika cahaya matahari yg datang ke permukaan laut di
difusi-refleksi & refraksi. Ini disebabkan oleh sbgn molekul air & bahan
kekeruhan (mis. debu, asap, dsbnya) pada air. Sbgn lagi dari cahaya matahari
tsb yg dihamburkan pantulannya mencapai permukaan bumi melalui radiasi
difusi dari langit.
™ Hamburan selektif adlh suatu fenomena dimana air laut terlihat kebiruan, yaitu
disebabkan didlm spektrum cahaya warna biru adlh warna yg paling byk
dihamburkan oleh molekul air. Akibatnya warna biru adlh yg lbh byk
dipancarkan oleh air di bawah permukaannya.
™ Hamburan selektif & absorbsi mempengaruhi komposisi spektral underlight yg
mana ini akan menentukan warna laut yg kita lihat sebenarnya.
™ Dlm suatu air murni intensitas maksimum pjg gelombang kira-kira 0,47 µ bila
tdk berawan & sedikit lbh pjg bila langit mendung. Di lautan nilai intensitas
maksimum 0,477 µ, pjg gelombang ini sama dgn skala Forel 0. Air laut terlihat
biru pada kedlman antara 50 – 60 meter.
™ Hamburan cahaya oleh adanya efek Tyndall dpt dilihat lgsg oleh seseorang bila
ia berada pd garis edar cahaya. Hamburan cahaya dlm air murni berbeda dgn
hamburan di atmosfer, dimana hamburan tsb disebabkan lsng oleh molekul air.
Pergerakan molekul ini dikrnkan fluktuasi densitas kecil, tdk homogen optik tsb
dlm air & variasi refraksi cahaya yg tdk tentu pd besarnya molekul ruang.
B. Absorbsi Alami
™ Ini terjadi ketika sinar matahari yg datang sebagian besar diserap oleh
karbondioksida, uap air & ozon di atmosfer. Absorbsi mengakibatkan energi
cahaya yg datang berkurang kekuatannya sehingga saat mencapai permukaan
lautan & daratan dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Cahaya yg tiba di
permukaan lautan dilanjutkan oleh proses hamburan selektif.

C. Yellow Substances (zat kuning)


™ Zat kuning dihasilkan dari percampuran baha-bahan organik terlarut di
perairan. Bahan-bahan organik tsb berasal dari dekomposisi jaringan
tumbuhan yg menyebabkan perairan daratan berwarna kuning-coklat,
sedangkan di laut zat tsb dihasilkan oleh proses metabolisme plankton.
Selama proses dekomposisi jaringan tumbuhan, material-material organik akan
terurai menjadi CO2, nitrogen, belerang, fosfor & kompleks zat-zat humus.
Selanjutnya zat-zat kuning tsb terbawa ke laut oleh aliran sungai. Zat kuning
disebut juga Gelbstoff atau gilvin.

D. Discoloring
™ Kebanyakan terjadi di perairan dekat pantai dimana banyaknya aliran air masuk
dari sungai setelah hujan lebat yang membawa partikel mineral tersuspensi.
Discoloring terjadi secara temporer ataupun lokal saja. Misalnya Red Sea (Laut
Merah), di laut ini bukannya air lautnya berwarna merah melainkan adanya
blooming plankton (dinoflagellates) yg berwarna merah atau merah-coklat.
Akibat inilah maka sewaktu kita melihat air laut seolah-olah berwarna merah.
TUGAS

Buatlah ringkasan tentang : Karakteristik Massa Air Pada


Perairan Lintasan ARLINDO

Aturan penulisan :
¾ Diketik dengan huruf Times New Roman 12, berjarak 2 spasi di kertas kuarto (A4);
¾ Margin atas 4 cm, kiri 4 cm, kanan 3 cm, bawah 3 cm, footer 2 cm, dengan diberi
halaman;
¾ Isi penulisan tidak kurang dari 5 halaman dan tidak melebihi dari 10 halaman;
¾ Penulisan hanya menyertakan gambar, tabel, pustaka, & daftar singkatan, tidak
ada hal lainnya selain ketentuan diatas;
¾ Tugas dikumpulkan tanggal ..............................., tidak lebih dari jam 10.00 WIB;
¾ Tugas tidak perlu dijilid, tetapi cover depan ditulis seragam dengan huruf Arial,
besar huruf disesuaikan (terlampir).
TUGAS MATA KULIAH
PENGANTAR OSEANOGRAFI

JUDUL TUGAS

Oleh
………………………..
……….. (NIM)

PROGRAM STUDI MSP/BP


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
............. (Tahun)
UJIAN TENGAH SEMESTER

Soal :
1. Jelaskan sejarah terciptanya ilmu oseanografi.
2. Bagaimana terjadinya dasar laut (ocean basin), jelaskan!
3. Keanehan sifat fisik-kimia air murni adalah karena mempunyai konstanta
dielektrik (ε) yang tinggi. (a) Jelaskan apa arti konstanta dielektrik (ε); (b)
Mengapa konstanta dielektrik (ε) air sangat tinggi; (c) Jelaskan hubungan
konstanta dielektrik (ε) air yang tinggi sehingga air menjadi pelarut yang baik.
4. Intensitas sinar tampak (cahaya) yang masuk ke dalam kolom air melalui
permukaan akan menurun sehingga mengakibatkan perubahan warna pada air
laut, jelaskan prosesnya!
5. Bagaimana fenomena terjadinya upwelling, jelaskan!
6. Uraikan juga fenomena ARLINDO, terutama daerah mana saja yang dilaluinya.

Aturan penulisan :
¾ Diketik dengan huruf Times New Roman 12, berjarak 2 spasi di kertas kuarto (A4);
¾ Margin atas 4 cm, kiri 4 cm, kanan 3 cm, bawah 3 cm, footer 2 cm, dengan diberi halaman;
¾ Jawaban dikumpulkan tanggal .........................., tidak lebih dari jam 10.00 WIB;
¾ Jawaban UTS diberi cover depan yang ditulis seragam dengan huruf Arial, besar huruf
disesuaikan (terlampir).
JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER
MATA KULIAH PENGANTAR OSEANOGRAFI

Dosen Pengasuh
ANANG NAJAMUDDIN, S.Pi, M.Si

Oleh
………………………..
……….. (NIM)

PROGRAM STUDI MSP/BP


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
.............. (Tahun)