Anda di halaman 1dari 5

-----------------------------------

ISLAM SEBAGAI SISTEM HIDUP


DAN
EKSISTENSI AKUNTANSI ISLAM

1. Pengantar
Segala Puji bagi Alloh. Sesungguhnya kesucian dan kebenaran hanyalah
bersumber dari dan diniatkan/ditujukan kepada Alloh. Materi ini berangkat dari sebuah
pertanyaan tentang sistem ekonomi atau sistem akuntansi seperti apa yang berlaku di
Indonesia? Seperti yang kita ketahui hampir seluruh „peta‟ akuntansi Indonesia
merupakan produk Barat. Akuntansi konvensional di Indonesia bahkan telah diadaptasi
tanpa perubahan berarti.
Semua aktivitas dan sistem akuntansi diarahkan untuk memakai acuan Barat
dimana hanya mengakomodir kepentingan pasar modal dan tidak dapat menyelesaikan
masalah akuntansi untuk UMKM yang mendominasi perekonomian Indonesia lebih dari
90%. Perkembangan akuntansi sampai dengan saat ini sampai pada titik dimana
akuntansi tidak hanya dipandang sebagai nilai/angka, tetapi dipengaruhi nilai-nilai yang
melingkupinya. Bahkan akuntansi tidak hanya dipengaruhi, tetapi juga mempengaruhi
lingkungannya (Hines 1989; Morgan 1988; Triyuwono 2000a; Subiyantoro dan
Triyuwono 2003; Mulawarman 2006).
Lalu, apakah masyarakat Indonesia tidak dapat mengakomodasi akuntansi dengan
tetap melakukan penyesuaian sesuai realitas masyarakat Indonesia? Lebih khusus lagi,
apakah kita sebagai masyarakat muslim bisa memberikan solusi yang lebih baik untuk
perekonomian yang lebih adil dan sejahtera?

2. Tuhan sang Pencipta dan Pengatur


Dalil yang mendasari materi ini adalah bahwa kita mengakui kelemahan kita dan
mengakui bahwa Alloh lebih mengetahui daripada kita tentang kita, tentang kehidupan
dan tentang tujuan hidup kita. Alloh lah yang menciptakan manusia dengan segala isinya
dan Alloh yang mengatur dunia dan langit serta segala isinya dan yang paling
mengetahui tentang bagaimana seyogyanya dunia ini dilalui oleh manusia. Alloh juga lah
sumber segala ilmu dan kebenaran.

3. Islam sebagai “general system”


Islam merupakan suatu ideologi yang berasal dari Alloh SWT suatu sistem umum
atau grand system tentang hidup dan mati, sistem masyarakat yang berasal dari Alloh dan
diturunkan pada manusia. Sebagai ideologi atau tatanan hidup, nilai dan aturan syariat
Islam itu bersifat terpadu, integrated dan komprehensif. Konsekuensinya maka semua
aturan syariat baik dalam bidang ibadah maupun muamalah harus diikuti dan menjadi
sumber nilai pedoman ummat.
Jika di breakdown lebih lanjut ke sektor ekonomi dan khususnya akuntansi, maka
sub sistem tersebut harus mengikuti syariat Islam yang terdapat dalam wahyu dan
sunnah. Oleh karena itu, tujuan dari aktivitas ekonomi dan akuntansi tidak bisa lepas
juga dari tujuan hidup manusia untuk beribadah kepada Alloh dan tidak bisa hanya
mengacu pada rasio manusia yang sangat terbatas kemampuannya sebagaimana dalam
konsep ekonomi, bisnis, manajemen dan akuntansi kapitalis.
Islam sebagai suatu pedoman yang syamil dan mutakamil, yang mengatur semua
segi kehidupan juga memiliki filosofi dan konsep ekonomi, bisnis, manajemen dan
akuntansi yang sesuai dengan tuntunan Alloh dan dipraktikkan oleh Nabi Muhammad

-------------------------------------------- 1
-----------------------------------

SAW beserta para sahabatnya. Hasil dari penerapan konsep-konsep tersebut bisa dilihat
dari lahirnya masyarakat terbaik sepanjang masa yang sejahtera secara material dan
spiritual.

4. Islam dan Persepsi Masyarakat


Islam dapat dijelaskan dalam berbagai sudut pandang. Ia sebagai agama, sistem
nilai, ilmu, tata cara ritual, dan sistem kehidupan (way of life). Dalam pengertian kami
Islam bukan hanya merupakan tata cara ibadah tetapi ia menyatu dalam setiap segi
kehidupan kita tanpa ada garis demarkasi antara persoalan dunia dan akhirat.
Islam mengayomi semua makhluk tanpa ada pembedaan kelas-kelas. Ketika
kapitalisme memiliki kelas-kelas utama „kaum pemilik modal dan komunis memayungi
kaum buruh maka Islam memayungi keduanya bahkan semuanya termasuk segala
makhluk yang ada di bumi ini termasuk flora dan fauna atau stakeholder lengkap (Alam
1996; Maududi 1983).
Persepsi masyarakat saat ini terhadap Islam masih sangatlah terbatas kepada aspek
ibadah saja, yang memisahkan antara aspek dunia dengan nilai-nilai agama. Hal ini
merupakan dampak dari paham sekularisme yang berkembang pada abad ke-14 M di
Eropa, dimana gereja yang dinilai dogmatis berperang dengan paham-paham sekuler
seperti feodalisme, kapitalisme, liberalisme dan sekularisme. Pertikaian tersebut akhirnya
mengarah kepada ide untuk memisahkan antara urusan agama (gereja) dengan urusan
dunia.

5. Eksistensi Akuntansi
Akuntansi yang kita kenal sekarang ini diklaim berkembang dari peradaban Barat
(sejak Pascioli). Kendatipun setelah dilihat dari uraian data proses lahirnya dan
perkembangannya masih dapat dikaji dan terlihat sangat dipengaruhi oleh keadaaan
masyarakat atau perkembangan peradaban sebelumnya baik Yunani maupun Islam.
Akuntansi menurut sejarah konvensional, akuntansi disebutkan muncul di Italia
pada abad ke-13 yang lahir dari tangan seorang Pendeta Italia bernama Luca Pacioli yang
menulis buku “Summa de Arithmatica Geometria et Proportionalita” dengan memuat bab
mengenai “Double Entry Accounting System”.
Perkembangan akuntansi sebagai domainnya “Arithmatic Quality” sangat ditopang
oleh ilmu lain khususnya Arithmatic, Algebra, Mathematics, Algorithm. Ilmu ini lebih
dahulu berkembang sebelum perkembangan bahasa. Ilmu yang penting ini ternyata
dikembangkan oleh filosof Islam yang terkenal Abu Yusof Ya‟kub bin Ishaq Al Kindi ia
lahir tahun 801 M, juga Al Karki (1020) dan Al Kharizm yang merupakan asal kata dari
Algorithm. Algebra juga berasal dari kosakata Arab “Al Jabr”. Demikian juga sistem
nomor, decimal. Dan angka nol “0” yang kita kenal sekarang merupakan angkat Arab
yang sudah dikenal sejak 874 M (bandingkan dengan klaim Pacioli yang mulai
berkembang pada Abad 13 dan 14 M). Al Kindi (abad 9 M) juga memberikan
sumbangan terhadap ilmu arithmetic ini. tidak kurang 18 buku tentang arithmatic ditulis
oleh beliau dalam berbagai topik. Ibnu Khaldun (lahir 1332 M) adalah seorang filosof
Islam yang juga telah bicara tentang politik, sosiologi, ekonomi, bisnis dan perdagangan
(Enan 1993). Bahkan ada dugaan bahwa pemikiran mereka itulah sebesarnya yang
dikemukakan oleh para filosof Barat belakangan yang muncul pada abad 18.
Dalam “Sejarah Islam” bisa kita pelajari bahwa setelah munculnya Islam di
Semenanjung Arab di bawah pimpinan Rasulullah SAW dan terbentuknya Daulah
Islamiyah di Madinah yang kemudian dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin terdapat
undang-undang akuntansi yang diterapkan untuk perorangan, perserikatan (syarikah atau

-------------------------------------------- 2
-----------------------------------

perusahaan, akuntansi wakaf, dsb). Rasulullah SAW sendiri pada masa hidupnya juga
telah mendidik secara khusus beberapa sahabat untuk menangani profesi akuntan dengan
sebutan “hafazhaml amwal” (pengawas keuangan).

6. Al-Qur’an sebagai sumber hukum


Al-Qur‟an bagi umat Islam merupakan sumber hukum yang paling utama. Setelah
Al-Qur‟an terdapat Hadits, Ijma, Qiyas dan Ijtihad yang merupakan sumber hukum
lainnya yang berkedudukan setelah Al-Qur‟an. Karena Al-Qur‟an merupakan sumber
hukum dan pedoman etika muslim maka petunjuk tentang akuntansi juga terdapat dalam
Al-Qur‟an. Akuntansi dalam Al-Qur‟an dapat kita lihat dari berbagai ayat yang
dimilikinya baik dijelaskan secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 282 dibahas mengenai muamalah. Termasuk di
dalamnya kegiatan jual-beli, utang-piutang dan sewa-menyewa. Islam telah
memerintahkan untuk melakukan sistem pencatatan yang tekanan utamanya adalah untuk
tujuan kebenaran, kepastian, keterbukaan, dan keadilan antar kedua pihak yang memiliki
hubungan muamalah.
Nilai pertanggungjawaban, keadilan dan kebenaran selalu melekat dalam sistem
akuntansi syariah. Prinsip pertanggungjawaban (accountability) merupakan konsep yang
tidak asing lagi dikalangan masyarakat muslim. Pertanggungjawaban selalu berkaitan
dengan amanah. Manusia dibebani oleh Alloh SWT untuk menjalankan fungsi
kekhalifahan di muka bumi. Inti kekhalifahan adalah menjalankan atau menunaikan
amanah.
Prinsip keadilan jika kita terjemahkan tidak hanya merupakan sebuah nilai penting
dalam etika kehidupan sosial dan bisnis, tetapi juga merupakan nilai inhern yang melekat
dalam fitrah manusia. Hal ini berarti bahwa manusia itu pada dasarnya memiliki
kapasitas dan energy untuk berbuat adil dalam setiap aspek kehidupannya. Dalam
konteks akuntansi, kata adil tersebut dapat diartikan bahwa setiap transaksi yang
dilakukan oelh perusahaan harus dicatat dengan benar, dengan kata lain tidak ada
window dressing dalam praktik akuntansi.
Prinsip kebenaran, prinsip ini sebenarnya tidak bisa lepas dari prinsip keadilan.
Sebagai contoh, dalam akuntansi kita akan selalu dihadapkan pada masalah pengakuan,
pengukuran laporan. Aktivitas ini akan dapat dilakukan dengan baik jika dilandaskan
pada nilai-nilai kebenaran, kebenaran ini akan dapat menciptakan nilai keadilan
dalam mengakui, mengukur, dan melaporkan transaksi-transaksi dalam ekonomi.
Jika akuntansi dilahirkan dalam lingkungan kapitalis, maka informasi yang
disampaikanpun mengandung nilai-nilai kapitalis. Kemudian keputusan dan tindakan
ekonomi yang diambil pengguna informasi tersebut juga akan mengandung nilai-nilai
kapitalis. Singkatnya informasi akuntansi yang kapitalistik akan membentuk jaringan
kuasa yang kapitalistik juga.

7. Penutup
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kerangka akuntansi
konvensional yang didasarkan pada metode barat tidak sesuai diterapkan pada
masyarakat Islam. Ketidaksesuaian itu terlihat dari aspek pengeliminasian nilai-nilai
agama; penggunaan rasionalitas sebagai dasar pengambilan keputusan; dan
penekanannya pada nilai pemilik modal pada suatu perusahaan. Oleh karena itu,
kenyataannya masyarakat Islam memiliki alternative atas keberadaan akuntansi
konvensional, dan muslim mampu mengembangkan kerangka akuntansi yang sesuai
dengannya dan didasarkan pada nilai-nilai agamanya.

-------------------------------------------- 3
-----------------------------------

Materi ini bertujuan untuk menjelaskan isu paling mendasar yang membedakan
Islam dengan ideologi lain. Islam mengajarkan kepada kita bahwa Alloh SWT
merupakan semata-mata sumber kekuatan, sumber hidayah, sebaik-baik pelindung dan
pemberi pertolongan. Islam memiliki integrated system yang harus diterima kaffah
(comprehensive) jika tidak maka hasilnya akan bereda dari manual yang dikeluarkannya.
Akuntansi Islam yang akan kita rumuskan tidak bisa lepas dari konsep ideologi Islam,
tujuan hidup manusia dan sistem ekonomi, politik dan sosial lainnya.

-------------------------------------------- 4
-----------------------------------

REFERENSI
Baydoun, N dan R. Willet. 1994. Islamic Accounting Theory. The AAANZ Annual
Conference

Ghozali, Imam. 2002. Metodologi Ekonomi Islam. Makalah Seminar Ekonomi Islam
KSET. Universitas Negeri Semarang

Harahap, Sofyan Safri. 1997. Akuntansi Islam. Jakarta : Bumi Aksara

Harahap, Sofyan Safri. 2008. Kerangka Teori dan Tujuan Akuntansi Syariah. Jakarta :
Pustaka Quantum

-------------------------------------------- 5