Anda di halaman 1dari 2

Magistra Media Maya

LEBIH DALAM DENGAN ROE


Contributed by Administrator
Wednesday, 26 November 2008

SEBUAH DEFINISI

Return on Equity (ROE) merupakan salah alat utama investor yang paling sering digunakan dalam menilai suatu saham.
Dalam perhitungannya, secara umum ROE dihasilkan dari pembagian laba dengan ekuitas selama setahun terakhir.
Walau cara menghitungnya sangat mudah akan tetapi dengan memahami secara mendalam ROE bisa memberikan
gambaran tiga hal pokok :
- Kemampuan perusahaan menghasilkan laba (profitability)
- Efisiensi perusahaan dalam mengelola aset (assets management)
- Hutang yang dipakai dalam melakukan usaha (financial leverage)

Angka ROE merupakan gambaran, berapa yang bisa perusahaan hasilkan untuk setiap Rp. 100 anda diperusahaan tsb.

Sederhananya perngitungan ROE adalah sbb:ROE = Laba bersih/Nilai Ekuitas

Namun jika dikaji lebih dalam ROE dapat dibagi ke dalam 3 (tiga) komponen utama yang terdiri dari profitabilitas, asset
manajemen dan financial leverage. ROE dapat diformulakan sbb.ROE = Profit Margin x Aset Turnover x Leverage

Sebelum menganalisa ROE lebih jauh, ada baiknya kita terlebih\r\ndahulu membahas arti dari tiap komponennya.
Setelah itu, kita akan\r\nmelengkapi analisis ini dengan penjelasan makna ROE secara keseluruhan.PROFIT MARGIN

Profit margin didapat dari laba dibagi dengan nilai penjualan selama 1 tahun terakhir. Profit margin merupakan nilai sisa
dari jumlah dana telah dibayarkan untuk biaya operasional perusahaan. Jadi, bila sebuah perusahaan ingin
meningkatkan profit margin-nya, yang harus dilakukan adalah mengendalikan sedemikian rupa biaya-biaya yang
ditimbulkan dari kegiatan operasional perusahaan. Sehingga dengan semakin tingginya profit margin berarti semakin
tinggi juga ROE yang dihasilkan.

Selain itu, profit margin juga berarti sebuah gambaran kompetisi yang terjadi di industri perusahaan. Dalan industri yang
kompetitif seperti sektor retail, perusahaan-perusahaan cenderung untuk memiliki profit margin yang rendah. Hal ini jauh
berbeda dengan yang terjadi pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di dalam industri yang cenderung
monopolistik.

Karena tingginya tingkat kompetisi yang terjadi di dalam sebuah industri-lah yang menyebabkan tinggi rendahnya profit
margin. Semakin banyak perusahaan di dalam industri maka semakin sedikit pangsa pasar yang didapatkan. Sebaliknya
semakin sedikit perusahaan di dalam sebuah industri maka semakin banyak pangsa pasar yang didapatkan sehingga
akan semakin besar profit margin yang dihasilkan.

Selain itu jika perusahaan yang memiliki profit margin lebih ntinggi dari perusahaan sejenis, mengindikasikan posisi
perusahaan yang kuat dimata konsumen, dan efisiensi pengelolaan biaya.Profit margin= Laba bersih/PenjualanASSET
MANAGEMEN & LEVERAGE

Aset manajemen didapatkan dari besarnya jumlah penjualan dibagi dengan total asset perusahaan. Angka perhitungan
asset manajemen ini menggambarkan besarnya penjualan yang dihasilkan dari setiap rupiah asset yang dimiliki oleh
perusahaan.Aset Turnover= Penjualan/Total Aset

Akan tetapi hasil pengitungan Aset Manajemen semata, hanya berguna sebagai angka perbandingan relatif. Perhitungan
ini saja tidak akan bisa memmberitahukan anda apakah suatu perusahaan baik atau jelek. Anda harus memasukkannya
dalam konteks menghitung ROE, sebab dengan memperhatikan angka efisiensi dari aset manajemen, profit margin dan
financial leverage baru kita bisa memutuskan apakah suatu perusahaan menjalankan bisnis benar-benar bagus atau
biasa saja.Leverage

Leverage dapat didefinisikan sebagai besarnya rasio total asset dalam setiap ekuitasnya. Angka rasio leverage ini
biasanya digunakan untuk mengetahui berapa besarnya utang dalam total asset perusahaan. Namun, sekali lagi seperti
layaknya rasio-rasio yang lain, rasio leverage ini tidak memiliki angka yang bisa dijadikan benchmark. Adapun
penjelasannya didapat dengan membandingkan rasio yang sama dengan perusahaan lainnya dalam industri yang
sejenis.

Mempunyai leverage yang tinggi tidak selalu berarti jelek. Bahkan leverage pada tingkat tertentu bisa meningkatkan
ROE. Akan tetapi masalahnya pada leverage yang berlebihan pada akhirnya akan mengurangi profit margin dan
mengurangi efisien perputaran aset.

http://m3coption.com Powered by Joomla! Generated: 30 December, 2010, 00:22


Magistra Media Maya

Contoh industri yang mempunyai leverage tinggi adalah industri perkapalan. Karena barang-barang modal yang
digunakan oleh perusahaan perkapalan harganya tinggi, maka tidak aneh jika hampir semua perusahaan dari dalam
industri ini memiliki angka leverage yang besar. Tetapi, besarnya angka leverage ini tidak sepenuhnya menggambarkan
keadaan keuangan yang buruk. Bisa jadi perusahaan tersebut memiliki kinerja keuangan yang baik meskipun rasio
leverage-nya tinggi. Hal ini terjadi karena kemungkinan besarnya utang tersebut dapat menghasilkan tingkat penjualan
yang tinggi pula.

Jadi, hal yang penting diperhatikan dalam perhitungan leverage adalah besarnya rasio leverage rata-rata pada industri
dimana perusahaan yang kita analisa bergerak. Sebab, tinggi rendahnya angka leverage tidak didasarkan pada suatu
basis tertentu, tetapi lebih didasarkan relativitasnya terhadap industri perusahaan yang dinilai.

Cara paling mudah untuk men-cek apakah leverage suatu perusahaan masih aman adalah dengan mengitung interest
coverage, yaitu rasio yang menghitung EBIT (laba usaha) dibagi dengan beban bunga satu tahun.Interest Coverage =
Laba Usaha / Beban bunga

Interest coverage mengindikasikan berapa kali kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga pinjaman
mereka dalam setahun. Walau tidak ada angka patokan dimana interest coverage dianggap memadai, tapi secara umum
orang beranggapan bahwa interest coverage sebaiknya 10x atau lebih tinggi.KESIMPULAN

Setelah mengetahui secara rinci mengenai definisi dari tiap-tiap komponen yang membentuk ROE, maka dapat kita
simpulkan bahwa dengan menganalisa ROE kita tidak hanya dapat menentukan besarnya penghasilan yang didapat dari
investasi modal yang kita lakukan. Dengan menganalisa ROE berarti kita juga dapat mengetahui lebih lanjut kualitas
penghasilan yang didapatkan dari perusahaan., Sebab dengan pemecahan ROE menjadi tiga komponen (leverage,
profit margin, asset manajemen) kita akan dapat menganalisa lebih jauh faktor apa yang lebih mempengaruhi kualitas
penghasilan pada sebuah perusahaan.

Untuk lebih jelasnya kita dapat melihat diagram yang berikut ini,

Dengan melihat kecenderungan yang terjadi pada ROE, kita tidak hanya dipaksa untuk menganalisa besarnya laba yang
dihasilkan dalam setiap modal yang diinvestasikan. Lebih jauh lagi, melalui ROE kita juga dapat menganalisa faktor-
faktor apa yang lebih mempengaruhi besar kecilnya nilai ROE. Apakah berasal dari profit margin, asset manajemen dan
atau leverage.

http://m3coption.com Powered by Joomla! Generated: 30 December, 2010, 00:22