Anda di halaman 1dari 51

Road to World Cup 2022

THE ROAD TO WORLDCUP 2022


FOR THE GAME.
FOR THE WORLD.
FOR OUR
OUR PLANET
PLANETSAFETY.
SAFETY.
Bagian I : Pengantar

(1). Latar Belakang :

(a) Visi PSSI 2020

“Membangun sepakbola Indonesia modern berdasarkan organisasi dengan


manajemen profesional yang berorientasi kepada kualitas dan prestasi tinggi menuju
industri sepakbola dan pentas dunia.”

(b) Sasaran

Terciptanya industri sepakbola yang berorientasi profit.


Berprestasi di percaturan sepakbola internasional.
Mampu bersaing menjadi HOST COUNTRY (TUAN RUMAH) PIALA DUNIA 2022.
(c) Manfaat

1. Mengangkat harkat, martabat dan kebanggaan Bangsa dan Negara di forum


internasional;
2. Mempertebal rasa nasionalisme;
3. Menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, menggerakan roda
ekonomi rakyat, dan meningkatkan taraf hidup rakyat;
4. Menggairahkan investasi dan pariwisata serta meningkatkan devisa negara;
5. Membentuk dan membangun karakter bangsa (national character building)
melalui internalisasi nilai-nilai solider, egaliter, etos kerja keras, disiplin,
demokratis, menjunjung tinggi sportifitas dan fairplay serta hukum dan etika.
6. Terhindarnya generasi muda Indonesia dari bahaya narkoba dan pergaulan
bebas.
7. Mempererat hubungan antar-bangsa dengan tidak memandang perbedaan suku,
agama, ras, budaya, dan golongan.
(d) Untuk mewujudkan Visi PSSI 2020, ditetapkan 10 Program Pokok :

1. Modernisasi organisasi;
2. Modernisasi infrastruktur;
3. Kompetisi profesional;
4. Reformasi liga amatir;
5. Peningkatan mutu youth development;
6. Peningkatan kualitasTim-Nasional high-level;
7. Manajemen dan SDM profesional;
8. Penerapan iptek;
9. Penegakan hukum dan etika;
10. Kemitraan dengan pemerintah, swasta dan masyarakat.

2. Action Plan Visi PSSI 2020 dan Vision ASIA Melalui Vision Indonesia,
sebagai berikut:
Sepakbola merupakan jenis olahraga paling popular dan telah menjadi bagian kehidupan dan
tradisi bagi masyarakat di Indonesia. Berita-berita tentang sepakbola hampir setiap hari
muncul di media masa baik lokal maupun nasional, hal ini dapat menunjukkan betapa
besarnya animo dan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepakbola.
Kendati Indonesia miskin prestasi di beberapa tahun belakangan
ini, namun sepakbola tetap memiliki daya magnet yang luar
biasa serta potensi yang dahsyat dalam menggelorakan
semangat nasionalisme. Hal ini dapat dilihat pada kejuaraan
“Piala Asia 2007” beberapa waktu lalu; Stadion Gelora Bung
Karno, Jakarta dan Gelora Sriwijaya, Palembang ditonton
hampir 380.000 orang untuk mendukung perjuangan Tim
Nasional Indonesia.

Semangat dan nasionalisme yang dimiliki masyarakat Indonesia perlu diimbangi dengan
prestasi yang dapat membanggakan, oleh karena itu PSSI sebagai induk sepakbola di
Indonesia akan menjalankan suatu program untuk pembinaan usia muda dan pengembangan
sepakbola modern, yaitu Vision Indonesia.
Untuk kesuksesan program Vision Indonesia ini, sangat dibutuhkan perhatian dan dukungan
dari semua pihak, antara lain; pemerintah, kalangan pendidikan, media massa, dunia usaha,
dan lain-lain. Kekompakan dan dukungan sinergis dari pihak-pihak tersebut kiranya akan lebih
menjamin berkembangnya sepakbola Indonesia secara optimal.
Vision Indonesia adalah program pengembangan, pembibitan dan pengelolaan sepakbola
secara terpadu dan berkesinambungan. Program ini adalah bagian dari program AFC Vision
Asia 2002 - 2012 yang telah dikembangkan di beberapa Negara Asia. Adapun maksud dan
tujuan program Vision Indonesia ini adalah,
Menerapkan Fungsi & Regulasi Organisasi, serta aturan-aturan dasar sepakbola.
Menciptakan Sepakbola sebagai sebuah Industri.
Menghasilkan Talenta Muda, Pelatih dan Wasit yang berkualitas
Menciptakan Kompetisi yang bermutu, teratur, terarah & berkesinambungan
Menerapkan standarisasi professional managemen klub sepakbola
Mengembangkan program sepakbola modern khususnya di bidang Medis, Media &
Fans/ Supporter
Vision Indonesia akan dikolaborasikan dengan program pemerintah di bidang pembibitan
keolahragaan khususnya sepakbola. Salah satu program pemerintah tersebut adalah PPLP
(Pusat Pelatihan Pelajar) Sepakbola di 14 (empat belas) kota di Indonesia.

1. Banda Aceh 6. Salatiga 11. Musi Banyuasin


2. Medan 7. Yogyakarta 12. Surabaya
3. Padang 8. Makassar 13. Malang
4. Jakarta 9. Maluku 14. Bali
5. Bandung 10. Jayapura
MENEGPORA
Meningkatkan peran PPLP dalam hal kebijakan
standarisasi aspek keolahragaan

MENDIKNAS
Menegpora Kurikulum Pendidikan Formal dan Pelatihan
Sepakbola di Lembaga Pendidikan Olahraga

A F C Mendiknas
PEMERINTAH DAERAH
VISION Sarana & prasarana, seperti ; lapangan
INDONESIA sepakbola, asrama dan fasilitas pendukung.

SPONSOR
PSSI Pemda
Sebagai Penyandang Dana Program.

Sponsor PSSI
Perancang, Pelaksana (implementasi), Penelitian
& Pengembangan Program

AFC
Supervisi Program dan menyediakan Tenaga Ahli
1. National Association
Fans Media 2. Marketing Development
3. Grassroots Foundation
4. Coaches – Education
Women Men
Futsal 5. Referees – Education
6. Sport Medicine / Services
Sport
Medicine Referees 7. Men

Youth Coaches 8. Women


Marketing 9. Futsal
10. Media & Communication
Association 11. Fans
1. BANDA ACEH
2. MEDAN
3. PADANG • Klub Divisi Utama, Divisi Satu, Divisi Dua
4. DKI JAKARTA dan Divisi Tiga
5. BANDUNG • Pengda & Pengcab PSSI
6. YOGYAKARTA • PPLP & SSB
7. SALATIGA • Lembaga Pendidikan Keolahragaan
8. MAKASSAR (FPOK)
9. AMBON • Media dan Televisi
10. JAYAPURA
11. Surabaya
12. Malang
13. Musi Banyuasin
14. Bali
BOARD MANAGEMENT VISION INDONESIA
• Departemen Pemuda & Olahraga President
• Departemen Pendidikan
• Departemen Dalam Negeri
• KONI VISION INDONESIA
• Komite Eksekutif PSSI Vice President

VISION INDONESIA
ADVISORY COUNCIL
Project Director
• Komite Tetap PSSI
• Badan – Badan PSSI
VISION INDONESIA
Secretary

VISION INDONESIA
Administrator

VISION INDONESIA VISION INDONESIA


Management Program Development Program
Short Term (2 years)
2007 2008

Medium Term (4 years)


2008 2012

Long term (8 years)


2020
2012 2020
Bagian II : LINGKUNGAN DOMESTIK

(1) Kondisi dan Potensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) :


a. Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Republik Indonesia merupakan suatu negara transkontinental di kawasan Asia Tenggara dan
Oceania. Republik Indonesia (RI) terdiri dari 17.508 pulau dan merupakan suatu archipelagic
state (negara kepulauan) terbesar di dunia. Ibukota Republik Indonesia adalah Jakarta.
Negara RI berbatasan dengan negara-negara Papua New Guinea, Timor Leste, Australia,
Filipina, Brunei Darussalam, Singapura,
Singapura, dan
dan Malaysia.
Malaysia.
Sejak akhir abad 17, zona Negara RI telah lama menjadi kawasan perdagangan penting skala
internasional dengan Cina dan India.
b. Tata Negara dan Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

No Tata Negara & Pemerintahan Bentuk Ketentuan Konstitusional


1 Konstitusi UUD 1945 Dekrit 5 Juli Tahun 1959 & Keputusan MPR RI
2 Bentuk Negara Kesatuan Pasal 1 Ayat (1) UUD 1945
3 Bentuk Pemerintahan Republik Pasal 1 Ayat (1) UUD 1945
4 Kedaulatan Kedaulatan Rakyat Pasal 1 Ayat (2), Psl 2, Psl 3 UUD 1945.
5 Negara Hukum Negara Hukum Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945
6 Pemilu Pemilu Langsung Psl 22E Ayat (1) – Ayat Ayat (6) UUD 1945
7 Kepala Negara & Pemerintahan Presiden Psl 4 – Psl 16 UUD 1945
8 Kekuasaan Yudikatif Kehakiman Psl 24, 24A, 24B, 24C UUD 1945
9 Kekuasaan Legislatif DPR Psl 20 Ayat (1), Psl 19 – 22B UUD 1945
10 Pengakuan/Perlindungan hak rakyat Hak-Hak Dasar Psl 26-29, XA HAM UUD 1945
11 Kesetaraan di hadapan hukum Negara Hukum Psl 27 UUD 1945

12 Pertahanan dan Keamanan Hankamrata Psl 10, Psl 3 UUD 1945


c. Kondisi Penduduk *)

No Kondisi Sosial & Kemiskinan Th 2006 INDONESIA ASEAN-Pasifik


1 Penduduk (jutaan) 223 1.900
2 GNI Per Capita (Atlas Method, US$) 1.420 1.863
3 GNI (Atlas Method, US$) 316,7 3.539
4 Penduduk di bawah garis kemiskinan 18 -
5 Prosentase Penduduk kota dari total penduduk 49 42
6 Harapan hidup pada kelahiran bayi (tahun2) 68 71
7 Kematian bayi per 1.000 kelahiran bayi 28 26
8 Kurang gizi (% anak di bawah usia 5 Tahun) 28 15
9 Akses ke air bersih (% dari total penduduk) 77 79
10 Literasi (% usia penduduk 15 tahun ke atas) 90 91

Rata2 pertumbuhan Tahunan 2000-2006 1,3 0,9


11 Penduduk (%)
12 Angkatan Kerja 1,9 1,3

Perkiraan jumlah penduduk NKRI pada Juli tahun 2008 berkisar 237.512.352.

*) Laporan Bank Dunia, 28 September Tahun 2007.


d. Rata-rata Pertumbuhan Ekonomi Tahunan

No Indikator Ekonomi 1988-1996 1996-2006 2005 2006 2006 -2010


1 GDP 7,9 2,7 5,7 5,5 6,5

2 GDP per capita 6,1 1,3 4,3 4,3 5,3

3 Ekspor barang dan jasa 9,1 3,8 16,4 9,2 8,3

e. Struktur Ekonomi
Pada tahun 2005, dibandingkan dengan sektor jasa dan sektor industri, sektor pertanian
mempekerjakan lebih besar angkatan kerja Indonesia, sekitar 44,3% dari total sekitar 95
juta angkatan kerja Indonesia. Sektor-sektor jasa menyerap sekitar 36,9% angkatan kerja
Indonesia dan sektor industri menyerap sekitar 18,8% total angkatan kerja.
Industri-industri skala besar meliputi industri gas alam, minyak, tekstil, footwear, cement,
plywood, karet, pariwisata, makanan, pertambangan, dan apparel. Produk-produk pokok
sector pertanian meliputi teh, kopi, karet, minyak sawit, padi, dan kacang-kacangan.
Pada
. tahun 2005, negara tujuan utama ekspor produk asal Indonesia adalah Jepang
(22,3%), Amerika Serikat (13,9%), RRC (9,1%), dan Singapura (8,95). Prosentase itu
berubah pada tahun 2007 dengan rincian Jepang (20,7%),
Amerika Serikat (10,2%), Singapura (9,2%), RRC (8,5%), Korea Selatan (6,6%),
Malaysia (4,5%), India (4,3%). Pasokan utama barang impor ke Indonesia berasal dari
Jepang (18%), RRC (16,1%), dan Singapura (12,8%). Barang impor utama meliputi
mesin, peralatan,chemicals, fuels, dan foodstuffs.

No Struktur Ekonomi (% dari GDP) 1986 1996 2005 2006


1 Pertanian (Agrikultur) 24,2 16,7 13,1 12,9
2 Industri 33,7 43,5 46,8 47
3 Manufaktur 16,7 25,6 27,7 28
4 Jasa-jasa 42 39,9 40,2 40,1
5 Pengeluaran konsumsi final rumah-tangga 60,4 62,4 63 62
6 Pengeluaran konsumsi final pemerintah 11 7,6 8,1 8,6
7 Impor barang-barang dan jasa-jasa 20,5 26,4 29,3 26,1

Pertumbuhan Rata-Rata Tahunan 1986-1996 1996-2006 2005 2006


1 Pertanian (Agrikultur) 3,3 2,5 2,7 3
2 Industri 9,9 2,4 4,7 4,7
3 Manufaktur 11,2 3,5 4,6 4,6
4 Jasa-jasa 8,1 3,2 7,9 7,2
5 Pengeluaran konsumsi final rumah-tangga 7,7 3,1 3,5 5
.6 Pengeluaran konsumsi final pemerintah 4,3 4,9 6,6 9,6
7 Impor barang-barang dan jasa-jasa 10,3 1,8 17,1 7,6
8 Gross Capital Formation 10,6 -1,3 8,4 1,4
f. Kondisi Komunikasi NKRI
Luas wilayah Indonesia yaitu 1.904.443 km2. Jumlah penguna Internet pada Mei tahun
2008 mencapai 25.000.000 pengguna Internet dan 241.000 koneksi-koneksi broadband
Internet.
Jasa layanan sistem telepon dalam negeri dan internasional baik. Sistem gelombang
pendek antar-pula dan HF radio police net tersedia.
Sistem komunikasi satelit dalam negeri tersedia. Landing point baik untuk SEA-ME-WE-3
dan SEA-ME-WE-4 jaringan kabel submarine menyediakan jasa sambungan sepanjang
Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Stasiun-stasiun satelit dumi - 2 Intelsat (1 Indian Ocean
and 1 Pacific Ocean)
Sejak tahun 2006, jaringan jasa layanan telepon berkembang pesat oleh pembangunan
sedikitnya 200.000 wartel hingga zona pinggiran di kota-kota. Pelanggan dan pengguna
HP naik tajam di seluruh Indonesia. Konde negara untuk sambungan internasional yaitu
62.
Pada tahun 2006, terdapat 54 stasiun TV lokal, 11 jaringan TV nasional dengan masing-
masing transmitter lokal.
No Data Komunikasi NKRI Tahun 2007 Jumlah
1 Saluran telepon utama dan terpakai 17,828 juta saluran telepon (tahun 2007)
2 HP (mobile phones) 81,835 HP (tahun 2007)
3 Sistem telepon Sistem gelombang pendek antar-pula, jaringan radio polisi HF;
jaringan komunikasi satelit dalam negeri; Sekitar 200.000 wartel;
Kode Internasional : 62; dll
4 Stasiun Radio AM 678, FM 43, Shortwave 82 (Th. 1998)
5 Stasiun Siaran TV 54 stasiun TV lokal; 11 jaringan TV nasional (Th. 2006)
6 Kode Internet NKRI .id
7 Pengguna Internet 13 juta (Th. 2007), 25 juta (tahun 2008)
g. Kondisi Basic Infrastructure Tahun 2007

No Data Komunikasi NKRI Tahun 2007 Jumlah


1 Bandara (Lapangan terbang) 652 (Tahun 2007)
2 Bandara dengan paved runways 158 Bandara
3 Bandara dengan unpaved runways 494 Bandara
4 Heliports 17 buah (Tahun 2007)
5 Saluran pipa condensate 963 km
6 Saluran pipa condensate/gas 81 km
7 Saluran pipa gas 9.003 km
8 Saluran pipa minyak 7.471 km
9 Pipa saluran minyak/gas/air 77 km
10 Panjang rel kereta api 6.548 km
11 Total Jalan Raya 391.009 km
12 Waterways 21.579 km
13 Merchant Marine 971
14 Bulk carrier 54
15 Cargo 514
16 Chemical tanker 35
17 Container 80
18 Petroleum tanker 143
19 Specielized tanker 10
h. Sumber Daya Mineral

Republik Indonesia memiliki sumber-sumber alam sangat besar, seperti gas alam,
tin, copper, crude oil, dan emas. Di Provinsi Papua, terdapat deposit emas terbesar
di dunia saat ini. Potensi sumber daya mineral (komoditi keras) NKRI berdasarkan
statistik (daerah) Tahun 2006 disajikan pada tabel berikut :

No Sumber Daya Mineral Jumlah


1 Abdesit 18.455.391.900 m2
2 Batu Apung 2.244.144.750 m2
3 Batu Gamping 118.466.833.522 m2
4 Batu Hias 137.288.360 m2
5 Batu Setengah Permata 312.582.775 m2
6 Gypsum 1.427.062.666 m2
7 Marmer 11.151.024.000 m2
8 Minyak bumi Sekitar 900 ribu barel/hari
i. Kondisi Hutan NKRI

Hutan NKRI memiliki tiga potensi strategis :


Industri Hasil Hutan Kayu;
Industri Hasil Hutan Non-kayu;
Industri Jasa Lingkungan (karbon, air, bentang alam, dan keanekaragaman hayati).

Kehutanan NKRI memiliki kekuatan strategis yaitu

Pertama, kawasan hutan tetap yang terdiri dari :


Hutan Konservasi: 20.500.988 Ha
Hutan Lindung: 33.519.600 Ha
Hutan Produksi: 58.254.460 Ha
Hutan Produksi dapat dikonversi: 8.078.056 Ha +
Jumlah 120.353.104 Ha
Kedua, hutan NKRI adalah ’Mega-Biodiversity’ karena kawasan RI memiliki keragaman
hayati kedua terbesar di dunia dan hutan hujan tropis ke-3 terbesar di dunia dengan
rincian :
10% spesies bunga dunia (ke-7 terbanyak di dunia)
2 % spesies mamalia dunia (terbanyak dengan 515 jenis)
16% spesies reptil dan amphibi (ke-3 terbesar, 60 species)
17% spesies burung dunia (ke-4 terbesar, 1.519 spesies)
25% spesies ikan dunia.

Ketiga, potensi kekuatan hutan NKRI lainnya meliputi :


Hasil hutan kayu dan non-kayu sangat besar;
Pengembangan jasa lingkungan hutan sangat besar;
Pengalaman mengelola industri kehutanan cukup lama;
Adanya kemitraan dengan lembaga-lembaga internasional dalam rangka
pengelolaan hutan-hutan lestari (sustainable forests management);
Keragaman jenis kayu yang nilainya sangat tinggi dan mahal untuk produk-
produk seperti tropical hardwood, plywood, moulding, block laminated, decking,
flooring, plantation teak;
Memiliki reputasi high-quality plywood product;
Ketersediaan Sumber Daya Manusia di sektor kehutanan;
Republik Indonesia memiliki sumber-sumber alam sangat besar, seperti gas alam,
tin, copper, crude oil, dan emas. Di Provinsi Papua, terdapat deposit emas
terbesar di dunia saat ini. Potensi sumber daya mineral (komoditi keras) NKRI
berdasarkan statistik (daerah) Tahun 2006 disajikan pada tabel berikut :

No Sumber Daya Mineral Jumlah


1 Abdesit 18.455.391.900 m2
2 Batu Apung 2.244.144.750 m2
3 Batu Gamping 118.466.833.522 m2
4 Batu Hias 137.288.360 m2
5 Batu Setengah Permata 312.582.775 m2
6 Gypsum 1.427.062.666 m2
7 Marmer 11.151.024.000 m2
8 Minyak bumi Sekitar 900 ribu barel/hari
j. Kondisi Sosial dan budaya

Penduduk Republik Indonesia (RI) sekitar 237 juta jiwa. RI adalah negara berpenduduk
keempat terbesar di dunia saat ini. Penduduk RI terdiri dari beragam suku, bahasa, ras,
dan agama. Suku terbesar adalah suku Jawa.
Sebagai suatu negara Kesatuan (Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945), Negara
RI tetap menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya
nasional (Pasal 32 Ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945) dan memiliki satu bahasa
Negara yaitu Bahasa Indonesia (Pasal 36 Undang-Undang Dasar 1945).
Semboyan Negara RI ialah Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity). Terdapat sekitar
300 suku bangsa di RI yang memiliki keragaman budaya dan bertahun-bertahun telah
dipengaruhi oleh budaya India, Arab, Cina, dan Eropa. Tekstil dan busana sangat
beragam di seluruh RI, seperti batik (Jawa), tenun ikat, dan songket
Arsitektur Indonesia secara tradisional sangat dipengaruhi oleh India. Meskipun
demikian, pengaruh-pengaruh arsitektur Eropa, Arab, dan Cina sangat signifikan
belakangan ini. Sepakbola dan badmington adalah olahraga sangat populer di RI.
Sedangkan olahraga tradisional juga sangat kaya dan beragam seperti sepak takraw,
karapan sapi di Madura, pencak silat, Caci (Flores), dan Pasola (Sumba).
Musik tradisional Indonesia sangat beragam, seperti gamelan dan keroncong. Musik
pop seperti dangdut sangat populer dan dipengaruhi oleh langgam musik India dan
Arab.
Industri film maju pesat di Indonesia sejak tahun 2000**). Film-film hasil produksi dalam
negeri sangat mendominasi tayangan televisi dalam negeri sejak tahun 2000.
**) Kristianto, JB, “Sepuluh Tahun Terakhir Perfilm Indonesia”, Kompas, 2/7/2005.
(2). Potensi Sepakbola Nasional

a) Terdapat sekitar 30.000 pemain yang bermain di kompetisi nasional dan jutaan
anak-anak bangsa berbakat.
b) Masyarakat Indonesia menggandrungi olahraga sepakbola (75% penduduk
Indonesia menyukai sepakbola, 50% penduduk Indonesia fanatik sepakbola);
c) Saat ini, terdapat lebih dari 2.000 klub sepakbola di seluruh Indonesia;
d) Rata-rata jumlah pertandingan sepakbola nasional 3.000 pertandingan per tahun;
e) Rating liputan media sangat tinggi, termasuk siaran langsung pertandingan
sepakbola;
f) Dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap sepakbola sangat
tinggi khususnya infrastruktur, fasilitas, dan akomodasi;
g) Minat sponsor terhadap kegiatan sepakbola nasional mulai bergairah.
BAGIAN III : LINGKUNGAN GLOBAL

(1) Piala Dunia adalah event olahraga dan industri raksasa dunia saat ini. Akumulasi
penonton WORLD CUP 2006 berkisar 26,29 miliar orang. Sekurang-kurangnya 75
negara pernah mengikuti putaran WORLD CUP. (FIFA World Cup, 2006) 198 negara
mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2006.

(2) Sejak tahun 1930 sampai awal abad 21, putaran final WORLD CUP selalu didominasi
tim dari dua kontinen: EROPA dan AMERIKA SELATAN.

(3) HOST COUNTRY untuk WORLD CUP ditentukan oleh EXECUTIVE COMMITTEE FIFA
melalui suatu single transferable vote system dalam proses BIDDING.

(4) ROTATION POLICY dihentikan oleh FIFA setelah kontroversi antara Afrika Selatan dan
Jerman untuk HOST COUNTRY Piala Dunia 2006. Sejak tahun 2018, setiap negara
dapat mengajukan proposal mengikuti BIDDING untuk menjadi HOST COUNTRY Piala
Dunia.

(5) Setiap negara di dunia saat ini menghadapi risiko-risiko akibat TIGA KRISIS BESAR
abad 21, yaitu (1) global warming, (2) energy crisis, dan (3) food-crisis, yang
mengancam surival, daya saing negara dan ekosistem global abad 21.
BAGIAN IV : TEMA dan MISI WORLD CUP 2022

1) Moto FIFA

“ For the Game. For the World “

2) Visi Piala Dunia 2022

a) INDUSTRI, stakeholders, klub-klub SEPAKBOLA dan WORLD CUP adalah suatu sub-
sistem dari SISTEM NEGARA dan EKOSISTEM GLOBAL.
b) WORLD CUP adalah MOMENTUM untuk meningkatkan kemajuan industri sepakbola
nasional dan dunia serta menghasilkan nilai-nilai dan manfaat bagi survival,
pertumbuhan, pelestarian, dan daya saing negara serta pelestarian ekosistem global.

3) Tema Piala Dunia 2022:

“ Worldwide synergy for the game and our planet safety “

4) Moto Piala Dunia 2022

“ For the Game. For the World. For Our Planet Safety.”
5) Misi Piala Dunia 2022

Melalui Piala Dunia 2022 untuk penyelamatan lingkungan, industri dan organisasi
sepakbola nasional bersama rakyat, pemerintah, pasar dan masyarakat dunia
membangun impian (dream), strategi, kebijakan, program, investasi, inovasi dan kreasi
guna melindungi seluruh tumpah-darah (tanah, air, dan atmosfer atau environmental
security) dan segenap bangsa Indonesia (human security), memajukan kesejahteraan
rakyat, serta ikut menciptakan tata kehidupan dunia yang damai (peace), tertib (order),
adil (justice), dan lestari (sustainable).
BAGIAN V : SYARAT-SYARAT MENJADI TUAN RUMAH PIALA DUNIA

1) Stadiums :10 stadion dengan kapasitas 40.000 penonton (group match)


dan 2 stadion dengan kapasitas 80.000 penonton (opening
match dan final match)
2) Facilities : Very highest standard
3) Accommodations : Very highest standard
4) Infrastructure : Very highest standard (khususnya TV Broadcasting, IT,
transport)
5) Positive Change : peserta bidding memasukkan suatu ‘positive change’ dalam
proposal PIALA DUNIA yang tersirat dalam filosofi FIFA.
6) Confederation Cup : Tuan rumah Piala Dunia 2022 harus mampu
menyelenggarakan Piala Konfederasi FIFA tahun 2021.

BAGIAN VI : RENSTRA ; Positive Change For World Cup 2022

Stadion adalah merupakan sarana utama dalam suatu event sepakbola; Indonesia sebagai salah
satu calon tuan rumah Piala Dunia 2022, pemerintah diharapkan mengarahkan
kebijakanpembangunan infrastruktur prioritas (stadion) untuk merenovasi dan membangun baru
sesuai dengan standar FIFA (Internasional).
1) Stadion Ramah Lingkungan
Stadion adalah merupakan sarana utama dalam suatu event sepakbola ; Indonesia
sebagai salah satu calon tuan rumah Piala Dunia 2022, pemerintah diharapkan
mengarahkan kebijakan pembangunan infrastruktur prioritas (stadion) untuk merenovasi
dan membangun baru sesuai dengan standar FIFA (Internasional).

Diharapkan rencana renovasi dan pembangunan baru stadion sebanyak 12 (dua belas)
stadion sampai dengan tahun 2015.
No Stadion Kota Kapasitas 2008 Rencana 2009 – 2015
A. Stadion Eksisting
1 Gelora Bung Karno Jakarta 88306 Renovasi dan up-grading fasilitas
2 Gelora Sriwijaya Palembang 40000 Renovasi dan up-grading fasilitas
3 Palaran Samarinda 30000 Up-grade kapasitas dan fasilitas
B. Stadion dalam tahap perencanaan
1 Riau Stadium Pekanbaru 40000 Pembangunan baru, selesai: 2012
2 Gede bage Bandung 50000 Pembangunan baru, selesai: 2011
3 BMW Jakarta 50000 Pembangunan baru, selesai: 2011
4 Bogor Stadium Bogor 40000 Pembangunan baru, selesai: 2011
C. Stadion untuk diusulkan
1 Surabaya Stadium Surabaya 50000 Pembangunan baru, selesai: 2015
2 Makassar Stadium Makassar 50000 Pembangunan baru, selesai: 2015
3 Medan Stadium Medan 50000 Pembangunan baru, selesai: 2015
4 Tangerang Stadium Tangerang 50000 Pembangunan baru, selesai: 2015
5 Jogja Stadium Yogyakarta 50000 Pembangunan baru, selesai: 2015
6 Gianyar Stadium Bali 50000 Pembangunan baru, selesai: 2015

Maket Stadion sebagai berikut :


2) Fasilitas/daya dukung kota Ramah Lingkungan :

Fasilitas dan daya dukung kota yang layak sebagai kota metropolitan ; tersedianya sarana
perhotelan, international airport, sub way dan freeway serta tersedianya publik service
seperti rumah sakit, shoopping centre, security, rekreasi yang bertaraf international dan
media/telekomunikasi seperti tv, tv cable, satelit, internet, dan IT.

Pemerintah dan swasta diharapkan berperan serta dalam mewujudkan ketersediaan


fasilitas dan daya dukung kota tersebut.

Khususnya pemerintah daerah yang diproyeksikan menjadi tempat pelaksanaan


pertandingan Piala Dunia 2022 dapat mengarahkan kebijakan pembangunan fasilitas dan
daya dukung kota ramah lingkungan dengan skala prioritas tinggi.

Semua fasilitas/daya dukung kota ramah lingkungan tersebut diharapkan selesai


pembangunannya sampai dengan 2020.
Lapangan Transportasi
No Stadion Kota Hotel Media & telekomunikasi Public Service
Latihan & airport

A. Stadion Eksisting
Full access
Hospital,
International telecommunications:
Gelora Bung shopping center,
1 Jakarta 4 ***** = 5 airport, sub telephone, internet, tv
Karno security,
way, freeway cable, satellite, medium
recreation
center
Full access
Hospital,
International telecommunications:
Gelora shopping center,
2 Palembang 4 ***** = 5 airport, telephone, internet, tv
Sriwijaya security,
freeway cable, satellite, medium
recreation
center
Full access
Hospital,
International telecommunications:
shopping center,
3 Palaran Samarinda 4 ***** = 5 airport, telephone, internet, tv
security,
freeway cable, satellite, medium
recreation
center
B. Stadion dalam tahap perencanaan
Full access
International telecommunications: Hospital, shopping
1 Riau Stadium Pekanbaru 4 ***** = 5 airport, telephone, internet, tv center, security,
freeway cable, satellite, medium recreation
center
Full access
International telecommunications: Hospital, shopping
2 Gede bage Bandung 4 ***** = 5 airport, telephone, internet, tv center, security,
freeway cable, satellite, medium recreation
center
Full access
International telecommunications: Hospital, shopping
3 BMW Jakarta 4 ***** = 5 airport, sub telephone, internet, tv center, security,
way, freeway cable, satellite, medium recreation
center
Full access
International
telecommunications: Hospital, shopping
Bogor airport,
4 Bogor 4 ***** = 5 telephone, internet, tv center, security,
Stadium railway,
cable, satellite, medium recreation
freeway
center
C. Stadion untuk diusulkan

International Full access


Hospital, shopping
Surabaya airport, sub telecommunications: telephone,
1 Surabaya 4 ***** = 5 center, security,
Stadium way, railway, internet, tv cable, satellite,
recreation
freeway medium center

Full access
International Hospital, shopping
Makassar telecommunications: telephone,
2 Makassar 4 ***** = 5 airport, center, security,
Stadium internet, tv cable, satellite,
freeway recreation
medium center

Full access
International Hospital, shopping
Medan telecommunications: telephone,
3 Medan 4 ***** = 5 airport, center, security,
Stadium internet, tv cable, satellite,
freeway recreation
medium center

Full access
Hospital, shopping
Tangerang International telecommunications: telephone,
4 Tangerang 4 ***** = 5 center, security,
Stadium airport internet, tv cable, satellite,
recreation
medium center

Full access
Hospital, shopping
International telecommunications: telephone,
5 Jogja Stadium Yogyakarta 4 ***** = 5 center, security,
airport internet, tv cable, satellite,
recreation
medium center

Full access
Hospital, shopping
Gianyar International telecommunications: telephone,
6 Bali 4 ***** = 5 center, security,
Stadium airport internet, tv cable, satellite,
recreation
medium center
3) SDM (Sumber Daya Manusia)
Tersedianya tenaga profesional untuk mendukung unit-unit/aktifitas LOC dan layanan
public (komunikasi, IT, media, security) sebagai berikut:

No. Aktivitas Schedule


1 Recruiting 2010 – 2014
2 Development 2010 – 2014
3 Special training (workshop): 2015 – 2018
On job training di Piala Dunia 2018

4) Modernisasi / Manajemen Organisasi PSSI :


Secara internal organisasi PSSI melakukan modernisasi organisasi mencakup :

Infrastruktur (PSSI House untuk Task Force Piala Dunia dan Office dengan standar
internasional - equiped by ICT dan lain-lain)
Manajemen (struktur, tata-kelola federasi, efektivitas)
Sumber Daya Manusia (kompetensi profesionalisme)
International technical assistance dan consulting (FIFA, AFC dan lain-lain)
5) Sinergi Global Untuk Penyelamatan Lingkungan :

a. Forest Day ke-2 bulan Desember 2008 di Polandia memfasilitasi diskusi-diskusi


tentang fungsi hutan untuk meredam pemanasan global dan penyesuaian kebijakan
dan program kerja bidang kehutanan baik pada level global maupun level per negara.
b. Forest Day-2 skala dunia itu adalah respons positif dari Forest Day ke-1 di Bali,
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pada 8 Desember tahun 2007. Seperti
halnya Forest Day di Bali, Forest Day ke-2 juga dihadiri oleh 900 partisipan yang
mewakili stakeholders kehutanan, akademisi, dan para pembuat keputusan
pemerintahan dari seluruh dunia. Agenda utamanya ialah peran hutan meredam
pemanasan global. (Earth Negotiations Bulletin, 1/12/2008).
c. PIALA DUNIA 2022 adalah momentum untuk menindak-lanjuti gagasan-gagasan dan
rekomendasi dari forum Forest Day I dan Forest Day II tersebut di atas melalui dua
program : ‘Green Belt Zone’ dan penerapan model ‘Clean Development Mechanism’ di
sektor-sektor energi, investasi, fasilitas, akomodasi, infrastruktur, dan desain event dan
torunament Piala Dunia 2022.
13 Green Belt Zones
- Program : Menanam tanaman/pohon yang (i) kayunya mahal, (ii) jenis kayu dilindungi,
dan (iii) kayu langka pada zona dengan radius sejauh 2-5 km dari lokasi stadion.
- Manfaat : (a) udara bersih, (b) bebas polusi, (c) fungsi cool, (d) serap air, (e) menahan
laju angin, (f) keragaman hayati, (g) menciptakan suasana, cuaca, dan iklim berbeda
bagi para perserta World Cup 2022, dan (h) keindahan.

Implementasi Clean Development Mechanism (CDM)


- Clean Development Mechanism (CDM) adalah salah satu langkah maju guna
meredam krisis energi, kerusakan lingkungan, dan pemanasan global. Misalnya,
proyek-proyek geothermal power dan tenaga pembangkit dari angin menjadi proyek
berprospek menghemat energi dan preservasi onion-onion di seluruh dunia.
- Pada tahun 2008, CDM menurut Kyoto-Protokol—perjanjian pengurangan emisi karbon
versi PBB—menunjukkan bahwa sedikitnya 4.200 proyek siap untuk mengelola proyek-
proyek CDM yang efisien energi di seluruh dunia. Proyek-proyek CDM tidak hanya
mengurangi emisi gas greenhouse, tetapi juga melipat-gandakan pendapatan petani.
- Di zona Asia Pasifik, hampir terdapat 3.250 daftar proyek CDM dengan nilai sekitar 9,5
miliar dollar AS. Dari jumlah itu, sedikitnya 6,5 miliar dollar AS proyek CDM terdaftar di
RRC. Secara umum, proyek-proyek CDM berupa renewables—sumber-sumber energi
yang dapat diperbarui—sangat mendominasi proyek-proyek CDM di Asia Pasifik dengan
prosentase sekitar 70%. Zona Asia Pasifik juga didominasi oleh proyek-proyek efisiensi
energi CDM sebesar 18%. Sedangkan proyek-proyek untuk mengurangi emisi
hydrochloroflurocarbons (HFCs) dan oksida-oksida nitrogen berkisar dua persen dari total
proyek CDM pada Asia Pasifik tahun 2008. Total proyek CDM di NKRI dengan total
proyek CDM berkisar 100 CDM, termasuk geothermal. (Nick Nuttall, UNEP
Spokesperson/Head of Media, 2008).
- PIALA DUNIA 2022 adalah MOMENTUM untuk menerapkan model-model CDM yang
menghasilkan banyak benefit pembangunan, lingkungan, dan ekonomi., dan
menghasilkan aliran dana dari zona ekonomi negara-negara industri maju di Utara dunia
dan zona ekonomi negara-negara berkembang di Selatan dunia dengan perputaran dana
sekitar 30 miliar dollar AS hingga tahun 2012.
- Implementasi CDM pada PIALA DUNIA 2020 dapat mengurangi ancaman dan risiko
pemanasan global, dan menghasilkan manfaat dan benefit ekonomi bagi rakyat dan
pemerintah setiap negara, termasuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Melalui program CDM, negara-negara industri maju dapat melakukan investasi-invstasi
pada proyek-proyek yang mengurangi emisi-emisi gas karbon di negara-negara
berkembang, termasuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
6) Sasaran Dan Manfaat pelaksanaan Piala Dunia 2022

a) Meningkatnya kinerja organisasi dan industri sepakbola nasional dan internasional


yang bermanfaat bagi para stakholders;
b) Lahirnya inovasi-inovasi baru di bidang arsitektur, teknologi, akomodasi, infrastruktur,
desain, dan produk-jasa industri lainnya yang ramah lingkungan, efisien energi, lestari
dan mendukung human safety dan environmental security.
c) Terciptanya jaringan kerjasama skala dunia (world-wide-synergy) melalui event dan
tournament WORLD CUP untuk mengatasi dan meredam dampak dari krisis
pangan,krisis energi, dan pemanasan global saat ini.
d) Meningkatnya partisipasi stakholders WORLD CUP 2022 (nasional dan internasional).
e) Mengentaskan kemiskinan melalui perluasan lapangan pekerjaan dan membuka
aliran investasi skala dunia ke dan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
f) Kampanye dan promosi melalui media coverage tentang WORLD CUP for human
safety dan environmental security.
g) Image-Building dan Confidence-building untuk Pemerintah dan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
h) Human healthy, human safety, dan environmental security.
i) Meningkatnya survival dan daya saing negara pada abad 21.
7) Strategi Pendanaan : Sustainable Fund-Raising Strategy

No Prosedur Keterangan
1 Alternatif Sumber Pembiayaan
a. Stadion Pemerintah
b. Akomodasi Swasta
c. Fasilitas Swasta dan Pemerintah
d. Pelaksanaan Piala Dunia 2022 FIFA dan PSSI
e. Investasi Penyelamatan lingkungan Pemerintah, Swasta, donor
2 Types of financing Sesuai peraturan berlaku di RI
3 Collateral or No-collateral Sesuai peraturan berlaku di RI
4 Credit lines Sesuai peraturan berlaku di RI
5 Banking Sesuai peraturan berlaku di RI
6 Investment Sesuai peraturan berlaku di RI
7 Aid Sesuai peraturan berlaku di RI
8 Sponsorship Sesuai peraturan berlaku di RI
BAGIAN VII : POLICY DESIGN

1) Ketentuan Konstitusi : Undang Undang Dasar 1945


a) Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alinea ke-empat: ”...Ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial...”
b) Pasal 5 ayat 1 dan 2 Undang Undang Dasar 1945:
(1) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan
Rakyat.
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang
sebagaimana mestinya.
c) Pasal 28c ayat 1 dan 2 Undang Undang Dasar 1945:
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya,
berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan
teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi
kesejahteraan umat manusia. (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam
memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan
negaranya.
d) Pasal 33 ayat 1: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas
kekeluargaan.
Pasal 33 ayat 4: Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi
ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan
lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan
ekonomi nasional.
2) UU dan peraturan yang berlaku
a) UU No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
b) UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
c) UU No.38 Tahun 2004 tentang Jalan.
d) UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
e) UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
f) UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.
g) UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.
h) UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
i) UU No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan.
j) UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
k) UU No. 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan.
l) UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.
m) UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri dan TNI.
n) UU No. 15 Tahun 2003 tentang Anti Teroris.
o) UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
p) Peraturan-peraturan pelaksanaan yang terkait dengan UU tersebut di atas.

3) Peraturan-peraturan FIFA
BAGIAN VIII : STAKEHOLDER
1. FIFA/AFC
2. Pemerintah Indonesia
3. Pelaku pasar (investor, trader, broker, financial manager, fund-manager, bankir, dan lain-lain)
4. Seluruh industri dan pelaku olahraga sepakbola (olahragawan, tenaga olahraga, pembina
olahraga Sepakbola, organisasi dan klub-klub olahraga sepakbola).
5. Pihak lainnya: masyarakat umum, LSM, pers, masyarakat internasional.
6. Mitra internasional

(lihat UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional)

BAGIAN IX : ACTION PLAN & PROGRESS REPORT


1) Time Line BIDDING PROCESS
a) 02 Februari 2009 : Batas waktu pengiriman pengajuan Tuan Rumah PIALA DUNIA 2022
b) 16 Februari 2009 : FIFA mengirimkan form pengajuan tuan rumah kepada asosiasi Negara
yang sudah mengajukan.
c) 16 Maret 2009 : Batas waktu pengiriman form yang telah terisi (dilampiri: dokumen
pelengkap sesuai permintaan FIFA) kepada FIFA.
d) April 2009 : Pendistribusian bidding agreement (perjanjian penawaran), hosting agreement
(perjanjian penyelenggaraan) dan dokumen lainnya dari FIFA.
e) 11 Desember 2009 : Batas waktu pengiriman bidding agreement yang telah
ditandatangani.
f) 14 Mei 2010 : Verifikasi dokumen penawaran oleh FIFA, penandatanganan persetujuan
tuan rumah dan dokumen lainnya.
g) 20 Desember 2010 : Penetapan tuan rumah PIALA DUNIA 2018 & 2022
2. Action Plan (2009 – 2022)

(a) Disain Kebijakan


Dasar : UUD 1945, UU, Peraturan-peraturan Pemerintah yang terkait.
Payung hukum : Pemerintah menetapkan kebijakan dalam bentuk Keputusan
Presiden dalam hal :

1) Persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 yang berisi antara
lain persiapan pencalonan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia
2022;
2) Kebijakan renovasi/pembangunan baru infrastruktur (stadion, lapangan
latihan, jalan dan infrastruktur pendukung lainnya, di masing-masing daerah
yang diproyeksikan menjadi pelaksanaan event Piala Dunia 2022);
3) Penunjukkan pelaksana teknis/penanggung jawab lintas sektoral
departemen yang terkait;
4) Menganggarkan dalam APBN dan APBD untuk mendukung kebijakan
tersebut;
5) Jaminan keamanan persiapan dan pelaksanaan Piala Dunia 2022.
(b) Stadion
Membangun stadion for World Cup 2022 dengan interval waktu 2010 – 2015
sebanyak 12 stadion pada daerah-daerah yang diproyeksikan untuk menjadi tempat
pelaksanaan pertandingan. Persyaratan standar renovasi/pembangunan stadion
harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

1) High quality of STADIUMS for Opening Match (capacity 80,000)


2) High quality of STADIUMS for Final Match (capacity, 80,000)
3) High quality of STADIUMS for Group Match (capacity, 40,000)

Catatan : Indicators : (a) health, (b) relocation of production, (c) medical assistance,
(d) health infrastructure, (e) Alcohol and drugs abuse, (f) paper and cardboard
recycling, (g) waste water treatment design/plants, (h) carbon dioxide emissions, (i)
pollution problems and infrastructure, (j) environmental laws, (k) human safety,
healthy, security, (l) environmental security.
c) Fasilitas dan daya dukung Kota Ramah Lingkungan

1. Pemerintah :
Menganggarkan pembangunan fasilitas dan daya dukung kota dalam
APBN/APBD mulai tahun anggaran 2010 sampai 2020.
Arah pembangunan fasilitas dan sarana pendukung kota yang
berwawasan lingkungan dan berkesinambungan secara lintas sektoral
seperti ; Freeway, Subway, monorel, dan fasilitas lainnya.
2. Swasta :
Mendorong swasta untuk melakukan investasi dibidang daya dukung
lainnya seperti tempat rekreasi, perhotelan, shoophing centre,
telekomunikasi, IT, dan sarana hiburan lainnya yang bertaraf internasional
dengan memberikan keringanan pajak dan perizinan.
3. Memaksimalkan layanan public seperti rumah sakit, imigrasi dengan pelayanan
yang prima.
4. Terciptanya situasi keamanan yang kondusif baik menjelang, berlangsungnya
sampai selesainya event Piala dunia 2022 secara berkesinambungan.
d) Kesiapan Tim Nasional PSSI

1. Penciptaan pemain berkualitas tinggi (high level) dan berkelanjutan (sustainable):


Vision Indonesia
Liga Pendidikan
School of excellence
Uruguay project
2. Kompetisi Liga profesional
3. Pengiriman pemain dari Tim Nasional ke kompetisi di Eropa dan Amerika Selatan
4. Merekrut pelatih yang berkualitas mulai 2011

e) Pendanaan
1. Mengusulkan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk
memasukkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) melalui APBN dan APBD untuk
pembiayaan pembangunan infrastruktur dan daya dukung kota dalam rangka
pelaksanaan Piala Dunia 2022.
2. Mempromosikan dan mendorong swasta melakukan investasi di sektor-sektor
infrastruktur, fasilitas, akomodasi, dan stadion yang ramah lingkungan.
3. Mendorong dukungan dan kemitraan internasional untuk membiayai program-
program persiapan dan pelaksanaan Piala Dunia 2022 yang ramah lingkungan.
4. Menarik sponsorship untuk terlibat dalam event Piala Dunia 2022 atas persetujuan
FIFA.
5. Mendorong keterlibatan masyarakat Indonesia secara aktif dan sukarela untuk
mensukseskan Piala Dunia 2022.
3) Progress Report

No Aktivitas Skedul
1 Indonesia menerima edaran FIFA tentang bidding process Host Country 15 Januari Tahun 2009
Piala Dunia 2018 dan Piala Dunia 2022
2 PSSI mengirim formulir minat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 16 Januari Tahun 2009
yang ditanda-tangani Ketua Umum PSSI
3 FIFA mengirim konfirmasi persetujuan tentang Indonesia menjadi salah satu 29 Januari Tahun 2009
calon tuan rumah Piala Dunia 2022
4 Melalui Website, FIFA mengumumkan calon tuan rumah Piala Dunia 2022 3 Februari 2009
sebagai berikut : Indonesia, Australia, Belgia-Belanda, Inggris, Jepang,
Rusia, Meksiko, Amerika Serikat, Republik Korea, Spanyol-Portugal, dan
Qatar.
Stadion Utama Gelora Bung Karno
Pintu X-XI Senayan Jakarta 10023
Telp. 021-5704762 (hunting) Fax. 021-5734386