Anda di halaman 1dari 2

Pada tanggal 20 Mei 1908 menjadi tonggak sejarah kebangkitan nasional.

Catatan historis
menyebutkan pada saat itu muncul perkumpulan Budi Utomo. Namun setelah berjalan 102 tahun
bangsa ini masih belum sepenuhnya bangkit, kalau tidak mau dikata sebagai bangsa yang sedang
dalam "kemandekan". Krisis multi dimensi yang mendera negeri saat ini menyebabkan
keterpurukan diberbagai bidang.

Berbagai Makna Kebangkitan

Kebangkitan bukan hanya identik dengan kemajuan. Berbagai upaya lalu dilakukan dengan
memperbanyak sarana pendidikan, pabrk-pabrik, gedung-gedung perkantoran, atau menstabilkan
sector ekonomi agar bisa bangkit. Padahal banyak negara di dunia ketiga (yang mayoritas negeri
muslim) memiliki sarana pendidikan, tingkat perekonomian yang maju, dan ketinggian teknologi
tidak mampu menggeser posisinya sebagai negara "terbelakang".
Kebangkitan juga tidak hanya diukur dari meningkatnya perilaku akhlak individu masyarakat.
Contohnya di Madinah termasuk kota yang perilaku akhlaknya tinggi, tetapi tidak mampu bangkit
seperti halnya Paris dengan perilaku akhlak individu masyarakatnya yang bobrok.
Kebangkitan tidak hanya dilihat dari satu sisi. Tapi harus diukur dari berbagai sisi. Renaissance yang
telah mengubah segala sisi kehidupan masyarakat Eropa adalah satu contoh kebangkitan. Namun ia
bukanlah kebangkitan yang hakiki. Melainkan kebangkitan semu yang gejala-gejala kejatuhannya
sudah dapat kita lihat sekarang. Seperti ekonomi AS yang semakin amburadul, tatanan kehidupan
masyarakat Barat yang berantakan, ancaman lost generation akibat kebebasan yang kebablasan
buah dari system sekuler-kapitalisme.

Hakikat Kebangkitan

Hakikat kebangkitan adalah meningkatnya taraf berfifkir seseorang atau suatu bangsa. Peningkatan
taraf berfikir itu akan diperoleh jika umat atau bangsa memeluk ide atau pemikiran yang satu,
pemikiran yang paling mendasar dan menyeluruh yang mampu menggerakkan akal dan jiwa
manusia. (MR Kurnia: 2001)
Orang Rusia mampu bangkit dan melakukan Revolusi Bolshevik tahun 1917 di bawah pimpinan
Lenin setelah bersama-sama memeluk pemikiran komunis.
Orang-orang Sekuler-Kapitalisme pun mengalami kebangkitan sejak Revolusi Perancis dan Revolusi
Industri di Inggris pada akhir abad 18 dan awal abad 19.
Bangsa Arab yang sebelumnya bodoh dan terbelakang serta jahiliyah, juga mampu bangkit pada
masa Rasulullah Muhammad saw pada abad 7 setelah mereka sepakat memeluk pemikiran Islam
selama berabad-abad (Hudzaifah al Anshari: 2004)

Membangun Bahtera

Memang berat untuk membangkitkan umat yang demikian besar jumlahnya. Masyarakat ibarat
bahtera. Dalam bahtera itu penunpang hidup bersama, diatur oleh peraturan yang menjaga
keselamatan pelayaran. Bahtera dikendalikan oleh seorang nahkoda yang tahu betul kemana
tempat yang akan dituju.
Keberhasilan bahtera mencapai tujuan adalah hasil sinergi dari kualitas bahtera, kedisiplinan para
penumpang mematuhi peraturan keselamatan, dan keberhasilan nahkoda beserta awaknya dalam
memandunya. Penumpang tidak boleh melubangi kapal, mereka harus membantu nahkoda dan
anak buah kapal ketika dibutuhkan. Bahkan mereka harus mengingatkan penumpang lain jika ada
yang melanggar peraturan keselamatan.
Namun sehebat apapun sang nahkoda, sekalipun ia jujur, amanah, cerdas, berpengalaman, dan
memiliki kemampuan dan keberanian, tapi jika bahtera yang ditumpanginya bukan bahtera yang
cocok untuk mengarungi samudra, maka mereka tak akan pernah mencapai tujuan. Bahtera tentu
memiliki system, Hanya system yang tepat, yang akan mampu membawa bahtera mengarungi
samudra kehidupan, dan akan mampu mengatasi segala persoalan yang akan dialami manusia,
mulai dari riak-riak ombak yang kecil hingga badai topan yang ganas.
Kita tak mungkin menggunakan bahtera untuk mengarungi samudra, ketika bahtera itu hanya
sebuah rakit yang didesain untuk mengarungi sungai kecil atau melayari danau. Demikian sehebat
apapun sang nahkoda, ketika yang rusak adalah bahteranya, maka bahtera itu juga harus diperbaiki
atau diganti, agar tidak mencelakakan siapapun.
Sistem itu harus dari Zat Yang Maha Tahu seluruh ciptaan-Nya. Yang Maha Mengenal samudera dan
riak ombak dan badainya. Yang Maha Mengenal manusia dengan segala persoalannya, dari dulu
hingga akhir masa. Itulah sistem aturan Islam yang berasal dari Allah SWT.

Kebangkitan Hakiki

Kabangkitan hakiki adalah seperti dicontohkan umat Islam dulu. Sebelum Islam datang jahiliyah
begitu menggurita. Namun setelah Islam dating mereka berubah total. Dari bangsa yang bahkan
tidak pernah dilirik oleh imperium Romawi dan Persia karena keterbelakangannya menjadi bangsa
paling maju di dunia dalam berbagai bidang, meninggalkan masyarakat Eropa yang saat itu berada
jauh di belakang. Kepemimpinan umat Islam terhadap dunia berlangsung selama berabad-abad
lamanya dalam segala aspek kehidupan. Inilah kebangkitan hakiki.
Kapankan umat kembali bangkit? Jawabnya, segera setelah umat Islam mau mengubah taraf berfikir
yang dangkal (yang cenderung hanya bersifat fisikal dan materilis saja). Menuju taraf berpikir yang
mendalam dan cemerlang. Yaitu berfikir dengan menggunakan asas akidah Islam. Dengan begitu
akan melahirkan perasaan, tingkah laku, keinginan serta semangat yang berujung pada segala
aktivitas yang menghantarkan pada kebangkitan hakiki.