P. 1
PANDUAN APLIKASI AKUNTANSI

PANDUAN APLIKASI AKUNTANSI

|Views: 1,875|Likes:
Dipublikasikan oleh Anita Handayani
Panduan Sistem Akuntansi Keuangan IPB Tahun 2009
Panduan Sistem Akuntansi Keuangan IPB Tahun 2009

More info:

Published by: Anita Handayani on Dec 30, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

Penjelasan cara pencatatan ke dalam form transaksi :

- Pilih Unit Kerja lalu enter

- Pilih SPP Acuan untuk menandai bahwa bukti-bukti pertanggungjawaban mengacu pada

SPP pengajuan yang mana?. Berikut contoh untuk memilih SPP Acuan

Setelah dilakukan pemilihan nomor SPP Acuannya pastikan nomor SPM dan SP2 sudah

terisi terlebih dahulu apabila ternyata memang nomor tersebut belum terisi maka isikan

nomor tersebut di form Pengajuan.

- Untuk pengisian Cara Bayar, Sifat Bayar, kode RKAT, dan dibayarkan kepada, sama

halnya dengan pengisian di form Pengajuan. Terutama saat proses pencatatan disburse.

Kecuali saat akan mencatat transaksi belanja maka yang harus berubah adalah Sifat

Bayar menjadi 05 (Ganti Uang Sediaan) dan Kode RKAT dipilih sesuai dengan kode

RKAT yang diperbolehkan untuk unit bersangkutan.

- Isi No.Bukti lalu enter

- Pilih Beban Unit Kerja apabila ada pembebanan biaya pada unit kerja bersangkutan.

Buku Panduan sistem Akuntansi keuangan IPB

22

Contoh : Pada unit kerja 210703 Dept. Statistika dilakukan pembayaran untuk biaya honor

mengajar dosen dari 210704 Dept. Matematika, maka yang harus diisi pada unit kerja

pembebanan adalah unit kerja 210704 Dept. Matematika.

- Isi Tanggal Entry lalu enter

- Isi Tanggal Kuitansi lalu enter

- Isi Uraian lalu tab

- Isi Kode Perkiraan (Kode Akun) lalu enter

- Isi D/K, D untuk debet dan K untuk Kredit. Pada isian ini user akan diarahkan pengisian

angka yang akan dientri sesuai isian D/K. (tidak membedakan huruf besar atau kecil). lalu

enter.

Pencatatan transaksi pada form ini didasarkan pada konsep jurnal akuntansi, setiap

transaksi di debet harus dibuatkan transaksi beban pada kreditnya. Sehingga

pencatatan harus diulang sebanyak 2 kali. Pada form ini terdapat dua default yaitu

Default Detail dan Default Header. Untuk mempermudah proses pencatatan

tersebut dan tidak mengulang pengisian gunakan fasilitas

dan

.

Apabila tanda default tersebut “dicentang” lalu tekan tombol tambah maka semua isian

akan terisi sesuai transaksi sebelumnya dan tinggal mengisi d/k-nya dan nilainya saja.

Pada saat Sifat Bayar 04 atau 05 atau 06 dan setelah kita rekam nominal dari belanja di

isian Debetnya akan muncul informasi seperti ini

Artinya bahwa pagu untuk kode RKAT dan kode Akun yang muncul di tampilan tersebut

belum direkam di Form Master PAGU. Kecuali apabila informasi ini tidak muncul maka

pada form tersebut dapat dilihat jumlah realisasi penyerapannya bertambah dan sisa

pagu akan berkurang.

- Selanjutnya lakukan hal yang sama untuk transaksi lainnya.

- Klik tombol Refresh untuk memperbaharui tampilan pada list view

- Tombol Update digunakan untuk menghitung ulang nilai pada kolom saldo, apabila

terlihat ada nilai yang tidak sesuai maka klik tombol tersebut.

Buku Panduan sistem Akuntansi keuangan IPB

23

Pada saat proses update kemudian muncul informasi “No current record” seperti di

bawah ini, klik OK dan klik tombol update sekali lagi hingga muncul informasi berikutnya

“Proses Update Selesai”

- Simpan semua transaksi harian ke Form Jurnal dengan mengklik tombol Simpan Data

Transaksi.

c. Form Jurnal, form ini digunakan untuk proses postting setiap transaksi yang telah

dilakukan di Form Transaksi Harian ke buku besar dan laporan-laporan.

Berikut adalah salah satu contoh Form Jurnal.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->