Anda di halaman 1dari 15

c 


 


 




Ada berbagai pendapat pengertian tentang perencanaan yaitu:

1. 6. Conyers dan Hills (1984):

3 Jerencanaan adalah proses yang kontinyu, terdiri dari keputusan atau pilihan
dari berbagai cara untuk menggunakan sumber daya yang ada, dengan sasaran
untuk mencapai tujuan tertentu di masa mendatang.

2. MT Todaro (Economic 6evelopment, 7 th ed., 2000):

3 Jerencanaan Ekonomi adalah upaya pemerintah secara sengaja untuk


mengkoordinir pengambilan keputusan ekonom dalam jangka panjang serta
mempengaruhi, mengatur dan dalam beberapa hal mengontrol tingkat dan laju
pertumbuhan berbagai variable ekonomi yang utama untuk mencapai tujuan
pembangunan yang tela ditentukan sebelumnya.

3. Jhingan:

3 Jerencanaan adalah teknik/cara untuk mencapai tujuan, untuk mewujudkan


maksud dan sasaran tertentu yang telah ditentukan sebelumnya dan telah
dirumuskan dengan baik oleh Badan Jerencana Jusat. Tujuan tersebut mungkin
untuk mencapai sasaran social, politik atau lainnya.

Elemen-elemen yang ada dalam perencanaan adalah:

Ñ Merencanakan berarti memilih:

3 Memilih berbagai alternatif tujuan agar tercapai kondisi yang lebih baik.hal ini
dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal dari setiap perencanaan yang
akan dilakukan perencanaan pu harus dipilih mana yang lebih baik dan
menghindari dari resiko yang sangat besar baru bisa dikatakan perencanan
tersebut dapat berhasil dan tidak merugikan baik untuk pemerintah, masyarakat
maupun organisasi yang melakukan perencanaan itu sendiri

3 Memilih cara atau kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran dari kegiatan
tersebut.hal ini dilakukan dengan melakukan pemilihan secara baik dan teliti
serta membandingkan mana perencaan yang dapat mengguntungkan dan akan
mendapatkan hasil yang memuaskan, mencapai sasaran yang diingikan dalam
setiap perencanaan pembangunan hal ini sangat perlu dilakukan

Ñ Jerencanaan sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya: S6A, S6M, Modal. Hal ini
dilakukan agar kita dapat memilih dan memanfaatkan dari setiap sumber daya yang ada
supaya dapat terealisasi dengan baik

3 Sumber daya terbatas sehingga perlu dilakukan pengalokasian sumber daya


sebaik mungkin.

3 onsekuensi: pengumpulan dan analisis data dan informasi mengenai


ketersediaan sumber daya yang ada menjadi sangat penting.

Ñ Jerencanaan sebagai alat untuk mencapai tujuan/sasaran


Beberapa masalah yang dihadapi dalam pembuatan tujuan antara lain:

3 Tujuan tidak terdefinisikan dengan baik.

3 Tujuan tidak realistik.

3 Jerencanaan cenderung lebih dari satu tujuan, kadang tidak konsisten satu sama
lain.

3 Tujuan dipertanyakan atau tidak sesuai dengan tujuan pengambil keputusan lain
(Mis: 6J 6).
Ñ Jerencanaan berhubungan dengan masa yang akan datang, yang berkaitan dengan:
Jroyeksi/prediksi.

Ñ Jenjadwalan kegiatan.

Ñ Monitoring dan evaluasi


Ñ Ciri-ciri perencanaan:
3 Bersifat Jublik
3 Berorientasi masa depan
3 Strategis
3 6eliberate/sengaja/kesepakatan
3 Terhubung pada tindakan
3 Jeranan Jerencanaan
Ñ Dntuk mengatasi kegagalan pasar.
Ñ Memobilisasi dan alokasi sumberdaya.
Ñ Mengatasi dampak psykologies dan sikap/pendirian.
Ñ Mencari solusi untuk mendapatkan sumber dana.
[ 
 




1. Bandingkan setiap perkiraan akibat alternatif dari serangkaian kegiatan dalam
hubungan dengan tujuan ʹ tujuan dan sasaran yang sfesifik.
3 Berhubungan erat dengan Economy Welfare
3 Efesiensi dalam alokasi sumber daya
3  o public di Jasar Modal ( Jrospectus & encana )
2. Identifikasi alternatif dari serangkaian kegiatan untuk memecahkan masalah dalam
rangkaian pemecahan dalam rangka mencapai sasaran.
3. Identifikasi dan tentukan masalahnya.
4. lasifikasi dan pengorganisasian dari beberapa tujuan, nilai
dan sasaran yang berhubungan dengan masalah.
3 Memaksimumkan out put, dalam jumlah input tertentu atau meminimisasi input
untuk memperoleh out put tertentu.
Merupakan konsep yang rasional,harus didasari prinsip-prinsip yang rasional bukan
berdasakan emosi dan tebakʹtebakan (kira-kira). Berdasarkan Jendekatan
asional( astionality Aproach), proses perencanaan:
5. Jekiraan akibat dari setiap alternatif dari serangkaian kegiatan yang mungkin terjadi.
JE ENCANAAN ASIONAL
6. Jilih dari serangkaian alternatif kegiatan tersebut yang akibatnya paling dekat dengan
tujuan dengan sasaran atau yang paling bisa menyelesaikan masalah atau yang paling
mengumntungkan atau tidak merugikan.
DNTD MENJA6IAN EJDTDSAN ENCANA BE 6ASA AN ATIONALITY, A6A
SE AN AIAN ATIVITAS YAN  HA DS 6ILADAN
1. Identifikasi dan tentukan masalahnya.
6alam setiap kegiatan perencanaan sebaiknya kita identifikasi dahulu apa yang akan kita
rencanakan kemudian kita tentukan masalah apa yang akan timbul dari perencanaan
tersebut.
2. lasifikasi dan pengorganisasian dari beberapa tujuan, nilai
dan sasaran yang berhubungan dengan masalah.
alsifikasi tujuan dan membentuk beberapa organisasi dari beberapa tujuan yang akan
dicapai nilai apa yang akan menjadi tujuan masalah dan sasaran apa yang akan di
hasil[kan dari setiap perencanaan apakah akan sesuai yang diharapkan atau justru
sebaliknya
3. Identifikasi alternatif dari serangkaian kegiatan untuk memecahkan masalah dalam
rangkaian pemecahan dalam rangka mencapai sasaran.
Alternatif yang akan digunakan dalam pemecahan masalah harus sesuai dengan apa
yang akan kita lakukan keduanya harus seimbang atau menguntungkan jangan sampai
kita mengalami kerugian
4. Jekiraan akibat dari setiap alternatif dari serangkaian kegiatan yang mungkin terjadi.
6alam setiap perencanaan akan mengalami akibat dari stiap apa yang akan kita lakukan
hal ini dapat di minimkan dengan adanya kewaspadaan terlebih dahulu dan bagai mana
cara kita menyikapinya.
5. Bandingkan setiap perkiraan akibat alternatif dari serangkaian kegiatan dalam
hubungan dengan tujuan ʹ tujuan dan sasaran yang sfesifik.
Membandingkan setiap alternatif dan memilih mana yang terbaik dan yang sedikit
mengalami kerugian namun hal ini harus sesuai dengan tujuan-tujuan yang akan dicapai
pada setiap rencana pembangunan
6. Jilih dari serangkaian alternatif kegiatan tersebut yang akibatnya paling dekat dengan
tujuan dengan sasaran atau yang paling bisa menyelesaikan masalah atau yang paling
mengumntungkan atau tidak merugikan.
Jemilihan dari setiap pendapat yang paling bisa digunakan atau dimanfaat kan dan ini
yang akan menentukan apa yang akan dilakukan dan sesuai dengan tujuan yang
diharapkan pada setiap perencanaan pembangunan
0 

 


  

Salah satu hasil pemikiran kaum klasik yang sangat mempengaruhi dunia dalam era
globalisasi adalah pemikiran mengenai perdagangan internasional. Jemikiran kaum klasik
menentang pemikiran kaum merkantilis yang hanya mementingkan masuknya logam mulia dan
berorientasi ekspor dengan meminimumkan impor barang dari luar negeri.
aum merkantilis meletakan tekanan pada perdagangan luar negeri. aum physiokrat
memandang pertanian sebagai sumber segala kemakmuran. Adam Smith (1723-1790) sebagai
tokoh aliran klasik menyatakan pendapatnya dalam bukunya yang berjudul ͟Î  


  


   ͟ yaitu: ͟Jekerjaan yang dilakukan suatu bangsa
adalah modal yang membiayai keperluan hidup rakyat itu pada asal mulanya, dan dengan hasil-
hasil pekerjaan tersebut dapat dibeli keperluan-keperluan hidupnya dari luar negeri.͟ apasitas
produktif daripada kerja selalu bertambah dikarenakan adanya pembagian kerja yang makin
mendasar dan rapi.

Adam Smith (1723-1790) menjelaskan keuntungan adanya pembagian kerja dengan


memberikan contoh sebuah pabrik jarum. 6i dalam pabrik jarum tersebut seorang buruh secara
pasti dapat membuat 20 buah jarum sehari. 6ari hasil kunjungan Smith atas suatu pabrik jarum
yang telah melakukan pembagian pekerjaan, ternyata 10 orang buruh dapat membuat 48.000
buah jarum, dengan pembagian pekerjaan yaitu ada yang khusus menarik kawat, ada yang
khusus memotongnya dan ada yang khusus meruncingkan jarumnya, serta lainnya. 6ari
keadaan tersebut dapat dikemukakan bahwa pembagiaan pekerjaan yang dilaksanakan itu
dapat mempertinggi hasil produksi setiap buruh dari 20 buah menjadi 4800 buah jarum atau
meningkatkan sebanyak 240 kali lipat.

Jembagian pekerjaan sering dibedakan menjadi dua pengertian, yang pertama adalah
membagi pekerjaan menjadi sederhana sehingga semua buruh dengan tingkat keahlian
tertentu dapat melakukan pekerjaan. Jengertian yang kedua adalah pembagian pekerjaan
bersusun yang membagi pekerjaan suatu kegiatan produksi menjadi beberapa bagian. 6i dalam
perkembangannya, konsep pembagian pekerjaan terus berkembang dan terarah kepada
kegiatan pekerjaan yang terspesialisasikan, dan di dalam kegiatan produksi yang lebih modern
terjadi pembagian pekerjaan sistem ban berjalan (͟÷ 

͟).
Jroduksi masal mobil oleh Ford sendiri juga terinspirasi dari konsep pembagian pekerjaan,
sehingga ongkos produksi semakin murah. 6engan ongkos produksi yang lebih efisien, harga
yang ditawarkan dapat lebih kompetitif dengan produk lain. Saat ini konsep pembagian
pekerjaan telah digunakan secara luas di hampir seluruh sektor industri.
euntungan pembagian pekerjaan adalah:
1. Setiap orang dapat melakukan pekerjaan yang sesuai dengan bakatnya.
2. 6apat meningkatkan pengetahuan di dalam pekerjaan tersebut sehingga lebih mantap.
3. Orang yang bersangkutan mengerjakan pekerjaan yang sama secara berkelanjutan sehingga
dapat menghindarkan kehilangan waktu, ini berarti semakin efisien.


î 

 




Dnsur-unsur Jerencanaan
Jerencanaan yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai unsur-
unsur perencanaan yaitu :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan

Jada setiap pembuatan perencanaan kita harus tau apa yang harus dikerjakan untuk mencapai
sasaran atau tujuan yang ingin dicapai pada setiap pembangunan hal ini dilakukan dengan
sebaik mungkin agar tidak terjadi kegagalan diakhir aitau ditengah pengerjaan suatu
perencanaan.
2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan

ita harus tau mengapa kita harus melakukan hal yang akan kita lakukan hal ini untuk
mengetahui sasaran yang akan kita capai
3. 6imana tindakan tersebut dilakukan

Tempat yang akan kita jadikan suatu objek atau proyek pembangunan harus jelas agar tidak
terjadi kesimpang siuran pada suatu saat nanti
4. apan tindakan tersebut dilakukan

Mencari waktu yang tepat sesuai dengan yang sudah direncanakan akan menentukan kapan
akan selesainya suatu perencannaan dan perencanaan tersebut apakah akan terealisasi dengan
baik sesuai dengan rencana dan tepat sasaran
5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut

Orang yang akan melakukan hal ini harus sesuai dengan tingkat kemampuan dan kwalitas yang
dimilikinya hal ini juga akan menentukan berhasil atau tidaknya suatu perencanaan karna orang
yang akan melakukannya akan bertanggung jawab dengan baik atau tidak agar tepat sasaran
dan sesuai dengan keinginan.
6. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut.
Tindakan yang baik dan akan sesuai dengan perencanaan harus tau bagai mana hal tersebut
akan dilakukan dan terealisasi dengan baik.

Sifat encana Yang Baik


encana yang baik harus memuat sifat-sifat sebagai berikut :
1. Jemakaian kata-kata yang sederhana dan jelas dalam arti mudah dipahami oleh yang
menerima sehingga penafsiran yang berbeda-beda dapat ditiadakan.
2. Fleksibel, suatu rencana harus dapat menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya bila
ada perubahan keadaan maka tidak semua rencana dirubah dan dimungkinkan diadakan
penyesuaian-penyesuaian saja. Sifatnya tidak kaku harus begini dan begitu walaupun keadaan
lain dari yang direncanakan.
3. Stabilitas, tidak perlu setiap kali rencana mengalami perubahan jadi harus dijaga stabilitasnya
setiap rencana harus ada dalam perimbangan.
4. Ada dalam perimbangan berarti bahwa pemberian waktu dan factor-faktor produksi kepada
siapa tujuan organisasi seimbang dengan kebutuhan.
5. Meliputi seluruh tindakan yang dibutuhkan, jadi meliputi fungsi-fungsi yang ada dalam
organisasi.

Jroses Jembuatan encana


1. Menetapkan tugas dan tujuan
Antara tugas dan tujuan tidak dapat dipisahkan, suatu rencana tidak dapat difrmulir tanpa
ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan tujuannya. Tugas diartikan sebagai
apa yang harus dilakukan, sedang tujuan yaitu suatu atau nilai yang akan diperoleh.
2. Observasi dan analisa
Menentukan factor-faktor apa yang dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan
(Observasi) bila sudah diketahui dan terkumpul, maka dilakukan analisa terhadapnya
untuk ditentukan mana yang digunakan.
3. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan
Faktor yang tersedia memberikan perencanaan membuat beberapa kemungkinan dalam
pencapaian tujuan. 6imana kemungkinan yang telah diperoleh dapat diurut atas dasar
tertentu, misalnya lamanya penyelesian, besarbya biaya yang dibutuhkan efisiensi dan
efektivitas dan lain sebagainya.
4. Membuat sintesa
Sintesa yaitu alternatif yang akan dipilih dari kemungkinan-kemungkinan yang ada dengan
cara mengawinkan sitesa dari kemungkinan-kemungkinan tersebut. emungkinan-
kemungkinan yang ada mempunyai kelemahan-kelemahan.

F. Siapa Jembuat encana ?


1. Janitia Jerencanaan
Janitia ini terdiri dari beberapa unsure yang mewakili beberapa pihak, yang masing-
masing membawakan misinya untuk menghasilkan suatu rencana, dengan harapan
rencana yang dibuat akan lebih baik.
2. Bagian Jerencanaan
Seringkali tugas perencanaan, merupakan tugas rutin dalam suatu organisasi atau
perusahaan. Ini merupakan satu unit dalam suatu organisasi yang bertugas khusus
membuat rencana. Jadi disini tidak ada unsur perwakilan yang mewakili suatu bagian
dalam organisasi.
3. Tenaga Staf
Jada sebuah organisasi atau perusahaan ada dua kelompok fungsional yaitu :
- Jelaksana, tidak disamakan dengan pimpinan yaitu kelompok yang langsung menangani
pekerjaan
- Staf (pemikir) yaitu kelompok yang tidak secara langsung menghasilkan barang atau
produk perusahaan, tugasnya menganalisa fakta-fakta untuk kemudian merencanakan
sesuatu guna.
5.egagalan dalam perencanaan

egagalan dalam perencanaan bisa disebabkan dari beberapa hal atau unsure
diantaranya:

@  
    
   



         

 

 
   
         
    

      

 
  
   
     


 
  
  


   
       

    
 

   
 
 

 

     
!  "       

   
 


         
   

 
  # 
    
 
 

  
 
 

 

 

 
 $%    $&       
  $
'  (   
 
 

   
 
 
  
  %  
  
 
 )
 


  
  $  


  
       



     

 

      
 
  
 

  
    $
*  
 
  
         



    
           

 
             "  

 


  
 


   #
         
                  
å  &  
    +,-!, +,      !,   
  % 
   

 

   
 (  


 
 
  

( 

      
 

    
.  &            

    
   
     

    
    
  /  "   
    
0  (  
     

   
  1        


   

 
      

   
    
         
 
&     )   

 
 


2"  


  


  

   
+  &  ( 
   "  
 



)
 
   



  
 ( 

  


 
  (         
  
  3
        
  
    
   


 /     
  

   
4  &   
 

  
  
           
  

    

      

     %
 
        
 
  
  1   
  
  

     
@, &     


    
  

      
  "

 


 
  
  (       
    
  
 (      
   

 
          
      

      
        (      
        




















@ 
    


 


Jerencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab
perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan
dan tinsdakan. Jerencanaan diperlukan dalam setiap jenis kegiatan baik itu kegiatan
organisasi, perusahaan maupun kegiatan dimasyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap
fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan
keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Jerencaaan juga diperlukan untuk menentukan apakah perencanaan itu akan berhasil
atau bahkan akan gagal, perencanaan sangat perfungsi pada setiap proyek pembangunan.
6engan adanya perencanaan setiap organisasi akan tau apa yang akan dilakukan pada
saat pembangunan untuk mempcapai tujuan dari setiap organisasi.
Apabila kita tidak melakukan perencanaan maka kedepannya pada setiap kita melakukan
proyek kita tidak akan mengetahui hal apa saja yang akan kita lakukan.perencanaan juga kan
berfungsi sebagai acuan pada masa yang akan dating untuk setiap orang bahkan organisasi
dalam meningkatkan setiap kehidupan masyarakat.
egagalan pada perencanaan sering terjadi karena perencanaan itu sendiri tidak tersusun
dengan baik dan tidak dilaksanakan sesuai dengan apa yang akan dilakukan.

Jerencanaan itu sendiri adalah proses yang kontinyu, terdiri dari keputusan atau pilihan
dari berbagai cara untuk menggunakan sumber daya yang ada, dengan sasaran untuk mencapai
tujuan tertentu di masa mendatang.

Jerencanaan adalah teknik/cara untuk mencapai tujuan, untuk mewujudkan maksud


dan sasaran tertentu yang telah ditentukan sebelumnya dan telah dirumuskan dengan baik oleh
Badan Jerencana Jusat. Tujuan tersebut mungkin untuk mencapai sasaran social, politik atau
lainnya.

Jerencanaan sebagai alat untuk mengalokasikan sumber daya: S6A, S6M, Modal.

Sumber daya terbatas sehingga perlu dilakukan pengalokasian sumber daya sebaik mungkin.
onsekuensi: pengumpulan dan analisis data dan informasi mengenai ketersediaan sumber
daya yang ada menjadi sangat penting.

Jerencanaan sebagai alat untuk mencapai tujuan/sasaran


Beberapa masalah yang dihadapi dalam pembuatan tujuan antara lain:

1. Tujuan tidak terdefinisikan dengan baik.


2. Tujuan tidak realistik.
3. Jerencanaan cenderung lebih dari satu tujuan, kadang tidak konsisten satu sama lain.
4. Tujuan dipertanyakan atau tidak sesuai dengan tujuan pengambil keputusan lain

Jerencanaan berhubungan dengan masa yang akan datang, yang berkaitan dengan:
Jroyeksi/prediksi

Jenjadwalan kegiatan.

Monitoring dan evaluasi