Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Otitis Media

Otitis Media adalah peradangan pada sebagian atau seluruh dari selaput permukaan
telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid . Otitis media merupakan
peradangan yang melibatkan seluruh kompartemen timpanomastoid. Selain itu, karena lokasi
kompartemen timpanomastoid yang strategis, dipisahkan dari fossa kranial tengah dan posterior
dengan batas tulang yang tipis, otitis media memiliki potensi untuk menyebabkan komplikasi
intrakranial.

Gambar 1. Peradangan Telinga Tengah

Etiologi OMA

Penyebab otitis media akut (OMA) dapat merupakan virus maupun bakteri. Pada 25%
pasien, tidak ditemukan mikroorganismepenyebabnya. Virus ditemukan pada 25% kasus dan
kadang menginfeksi telinga tengah bersama bakteri. Bakteri penyebab otitis media tersering
adalah Streptococcus pneumoniae, diikuti oleh Haemophilus influenzae dan Moraxella
cattarhalis. Yang perlu diingat pada OMA, walaupun sebagian besar kasus disebabkan oleh
bakteri, hanya sedikit kasus yang membutuhkan antibiotik. Hal ini dimungkinkan karena tanpa
antibiotik pun saluran Eustachius akan terbuka kembali sehingga bakteri akan tersingkir bersama
aliran lendir.

Patogenesis Otitis Media

Otitis media sering sekali diawali dengan infeksi pada saluran napas seperti radang
tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat tuba Eustachius.
Saat bakteri melalui tuba Eustachius, bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi di saluran
tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran, dan datangnya
sel-sel darah putih untuk melawan bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan
mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah.
Selain itu pembengkakan jaringan sekitar saluran Eustachius menyebabkan lendir yang
dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di belakang membran timpani.

Jika lendir dan nanah bertambah banyak, pendengaran dapat terganggu karena membrane
timpani dan tulang-tulang kecil penghubung membrane timpani dengan organ pendengaran di
telinga dalam tidak dapat bergerak bebas. Kehilangan pendengaran yang dialami umumnya
sekitar 24 desibel (bisikan halus). Namun cairan yang lebih banyak dapat menyebabkan
gangguan pendengaran hingga 45 desibel (kisaran pembicaraan normal). Selain itu telinga juga
akan terasa nyeri. Dan yang paling berat, cairan yang terlalu banyak tersebut akhirnya dapat
merobek membrane timpani karena tekanannya.

Klasifikasi OMA

Otitis media terbagi atas otitis media supuratif dan otitis media non supuratif (otitis media
serosa, otitis media sekretoria, otitis media musinosa, otitis media efusi). Masing-masing
golongan mempunyai bentuk akut dan kronis, yaitu otitis media supuratif akut (otitis media akut)
dan otitis media supuratif kronis. Begitu pula otitis media serosa terbagi mejadi otitis media
serosa akut (barotraumas/ aerotitis) dan otitis media serosa kronis. Selain itu terdapat juga otitis
media spesifik, seperti otitis media tuberkulosa atau otitis media sifilitika.