Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pasir kuarsa merupakan salah satu bahan galian yang cukup melimpah di Indonesia.
Hal ini dimungkinkan akibat kondisi Indonesia yang hampir setengahnya berupa batuan
beku asam sebagai sumber pembentuk bahan galian tersebut. Pasir kuarsa banyak
ditemukan pada daerah pesisir sungai, danau, pantai dan sebagian pada lautan yang
dangkal. Mineral ini memegang peranan cukup penting bagi industri, baik sebagai bahan
baku utama maupun sebagai bahan ikutan. Sebagai bahan baku utama, pasir kuarsa
dimanfaatkan oleh industri manufaktur untuk menghasilkan produk yang dapat
dimanfaatkan oleh konsumen terutama untuk bahan bangunan dan bahan utama pada
disain interior/eksterior serta bahan untuk kebutuhan rumah tangga. Sementara sebagai
bahan ikutan, pasir kuarsa dimanfaatkan untuk bahan cetakan pada pengecoran logam,
bahan refraktori dan sebagai bahan pengisi pada industri pertambangan dan perminyakan
terutama saat melakukan kegiatan pengeboran.
Pasir kuarsa merupakan salah satu sumber daya alam yang terdapat di kawasan
pesisir, banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang manfaat dari pasir ini sehingga
banyak yang menjual pasir ini sesuai dengan harga pasir biasa, padahal jika mereka
mengetahui bahwa terdapat jenis pasir yang dapat dimanfaatkan sebegitu besarnya, meraka
dapat menjualnya dengan harga yang jauh lebih tinggi. Seperti yang terjadi pada tahun
2002 ketika, Indonesia mengekspor pasir kuarsa ke Singapura untuk mereklamasi
Singapura, Indonesia menjual pasir yang merupakan pasir kuarsa dengan harga pasir biasa,
karena ketidaktahuan akan keberadaan serta ciri-ciri pasir kuarsa
Seperti yang terjadi selama ini bahwa pasir laut yang dijual ke Singapura, ternyata
mengandung 98% kuarsa, yaitu bahan baku pembuatan gelas, kaca antipeluru, dan
perlengkapan laboratorium. Pasir tersebut dijual 10% di bawah harga internasional,
sehingga Republik Indonesia mengalami kerugian ekonomi dan lingkungan hidup.
Seiring dengan keadaan kondisi ekonomi Indonesia saat ini, perkembangan pasir
kuarsa dalam tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi yang cukup signifikan, yaitu dalam
kurun 1998-2001, sehingga terjadi penurunan pemakaian. Namun demikian karena peran
yang cukup penting dalam industri, pada semester I, tahun 2002 ini, produksi dan
konsumsi pasir kuarsa mulai merangkak naik.

4
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang terpapar diatas, dapat dirumuskan empat masalah
utama dalam bahasan ini yaitu:
a. Bagaimanakah ciri-ciri pasir kuarsa?
b. Apa saja kegunaan pasir kuarsa?
c. Di daerah manakah letak pesebaran pasir kuarsa?
d. Bagaimanakah cara yang paling tepat untuk mengeksplorasi sumber daya ini?

1.3 Tujuan Penulisan


1.3.1 Tujuan Umum
a. Untuk mengetahui spesifikasi mengenai pasir kuarsa, baik secara
fisik maupun secara kandungan mineralogi yang tersimpan di dalamnya
b. Untuk mengetahui kegunaan pasir kuarsa, yang merupakan salah
satu sumber daya alam di pesisir Indonesia yang melimpah
c.
1.3.2 Tujuan Khusus
a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu alamiah dasar

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Ciri-ciri pasir kuarsa


Pasir kuarsa juga dikenal dengan nama pasir putih merupakan hasil pelapukan dari
batuan yang mengandung mineral utama seperti dan feldspar. Hasil pelapukan
kemudian tercuci dan terbawa oleh air atau angin yang kemudian diendapkan ditepi-
tepi sungai, danau atau laut.
Di alam pasir kuarsa ditemukan dengan kemurnian yang bervariasi tergantung
kepada proses terbentuknya disamping adanya material lain yang ikut selama proses
pengendapan. Material pengotor tersebut bersifat sebagai pemberi warna pada pasir
kuarsa, dan dari warna tersebut dapat diperkirakan derajat kemurniannya. Pada
umumnya, di alam, pasir kuarsa ditemukan dengan ukuran butir yang bervariasi dalam
distribusi yang meleba, mulai dari fraksi halus (0,006 mm) sampai dengan ukuran kasar
(2 mm).
Pasir kuarsa adalah bahan galian yang terdiri atas kristal-kristal silica (SiO2) dan
mengandung senyawa pengotor yang terbawa selama proses pengendapan. Pada
umumnya, senyawa pengotor tersebut terdiri atas oksida besi, oksida kalsium, oksida
alkali, oksida magnesium, lempung, dan zat organic hasil pelapukan sisa-sisa hewan
serta tumbuhan.
Sifat-sifat fisik pasir kuarsa, antara lain, berwarna putih bening atau warna lain
bergantung kepada senyawa pengotornya; misalnya, warna kuning mengandung Fe-
oksida, warna merah mengandung Cu-oksida. Memiliki tingkat kekerasan 7 (Skala
Mohs). Memiliki berat jenis 2,65. Titik leburnya kurang lebih 17150C. Berbentuk
kristal hexagonal.

2.2 Kegunaan Pasir Kuarsa


Pasir kuarsa memegang peranan cukup penting bagi industri, baik sebagai bahan
baku utama maupun pelengkap. Sebagai bahan baku utama pasir kuarsa dipakai oleh
industri semen, kaca lembaran, botol dan pecah belah, enamel. Sedangkan sebagai
bahan baku pelengkap dipakai dalam pengecoran logam dan industri lainnya. Lebih
dari satu dasawarsa terakhir ini, industri hilir pemakai pasir kuarsa tumbuh dan
berkembang dengan pesat. Hasil pemantauan Biro Pusat Statistik dalam kurun waktu
1981-1993, konsumsi pasir kuarsa meningkat sekitar 24,70% pertahun. Sementara itu,

6
hasil survey Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dalam kurun
waktu yang sama, produksi pasir kuarsa meningkat sekitar 28,30% pertahun.
Peningkatan produksi ini karena didukung pula oleh sumberdaya pasir kuarsa yang
sangat melimpah.

a. Industri Pertambangan dan Perminyakan


Pemanfaatan pasir kuarsa pada industri pertambangan dan perminyakan
(pemboran) adalah sebagai filter yang lebih dikenal dengan istilah gravel pack sand
(GPS). Ukuran kekuatan pasir kuarsa ditentukan oleh uji resistansi parameter kekuatan
yang ditentukan berdasarkan kedalaman pemboran dan tekanan yang akan diderita oleh
pasirkuarsa tersebut. Persyaratan ukuran pasir kuarsa yang memenuhi standar untuk
dipakai sebagai GPS.
Persyaratan lain yang dibutuhkan untuk GPS adalah Sphericity dan Roundnes.
Secara umum, apabila bentuk butir pasir kuarsa mendekati bulat dan tidak memiliki
sudut harga pasir kuarsa tersebut semakin tinggi. GPS pada Industri Penambangan dan
Perminyakan dimanfaatkan sebagai penahan material-material yang dapat menyumbat
alat saring yang dipasang pada selubung atau pipa pemboran.
Disamping itu, GPS berfungsi untuk memperbesar permeabelitas formasi, sehingga
aliran air atau minyak dari formasi yang semula berbentuk radial bertekanan tinggi
menjadi linier yang bertekanan rendah . GPS ini ditempatkan antara alat saring dengan
dinding sumu.

b. Industri Semen
Pasir kuarsa pada pembuatan semen berfungsi sebagai pelengkap kandungan silika
dalam semen yang dihasilkan. Kandungan silika untuk pabrik semen berkisar 21,3%
SiO2. Apabila komposisi SiO2 belum tercapai ditambahkan pasir kuarsa. Pemakain
pasir kuarsa di industri ini bervariasi tergantung kandungan silika bahan baku lainnya,
biasanya berkisar antara 6 - 7 %.

c. lndustri Keramik
Pada industri keramik, pasir kuarsa merupakan pembentuk badan keramik bersama
dengan bahan baku lain, seperti kaolin, lempung, felspar, dan bahan pewarna. Pasir
kuarsa ini umumnya pembentuk sifat glazur pada badan keramik, sehingga berbentuk
licin dan mudah untuk dibersihkan. Selain itu, pasir kuarsa mempunyai sifat sebagai

7
bahan pengurus yang dapat mempermudah proses pengeringan, pengontrolan,
penyusutan, dan memberi kerangka pada badan keramik.

d. Industri Gelas dan Kaca


Proses akhir pengolahan pasir kuarsa menjadi gelas dan kaca, yaitu dengan jalan
meleburkannya bersama bahan-bahan lain seperti soda dan kapur dalam tungku
peleburan. Sebagai bahan pembentuk gelas kontribusi silica (SiO2) sangat dominan.
Unsur lain seperti soda (Na2O) dimanfaatkan dalam proses pencairan, sedangkan kapur
(CaO dan MgO) berfungsi sebagai stabilisator ketika proses pencairan dan
pembentukan kembali gelas dan kaca tersebut. Biasanya, pada saat pengolahan
ditambahkan belerang untuk membantu pelunakan gelas ketika dicairkan. Untuk proses
pembuatan gelas yang berkualitas tinggi perlu ditambahkan aluminium oksida (Al2O3)
dan B2O3 untuk menambah ketahanan gelas.
Sebagai bahan pewarna, pada saat pengolahan ditambahkan juga dengan oksida-
oksida lain seperti besi, kobal, khrom, tembaga dan nikel.
Persyaratan pasir kuarsa untuk industri gelas dan kaca mutlak diperlukan terutama
komposisi kimia dan distribusi ukuran butir. Komposisi kimia tersebut tergantung dari
jenis gelas yang akan dibuat serta harus dapat menjamin syarat kemurnian minimum,
juga pembatasan pada pengotor yang mempengaruhi kandungan pasir kuarsa yang akan
dipakai, karena pengotor yang tidak diinginkan akan mengganggu proses
pengolahannya. misalnya ketika yang diinginkan adalah kaca atau gelas yang bening,
maka besarnya oksida besi akan mengganggu terbentuknya warna bening dari hasil
produksinya. Oleh karena itu untuk mendapatkan kaca putih dan bening, dibutuhkan
kandungan oksida logam yang rendah dan kemurnian silika yang tinggi.

e. Industri Pengecoran dan Bata Tahan Api


Pemanfaatan pasir kuarsa dalam industri pengecoran, karena memiliki titik leleh
lebih tinggi dari logam. Fungsi pasir kuarsa di industri ini adalah sebagai pasir cetak
dan foundry. Kondisi pasir kuarsa untuk pasir cetak perlu kriteria khusus, seperti
penyebaran dan kehalusan butir, bentuk butir, bulk density, base permeability dan titik
mensinter, kadar lempung, tempering water, kuat tekan, kuat geser, dan permeabilitas.
Pasir kuarsa pada industri bata tahan api dipakai untuk pembentuk konstruksi bata.

f. lndustri manufaktur Lainnya

8
Pemakaian pasir kuarsa pada industri lainnya, yaitu sebagai bahan pengeras pada
pengolahan karet, bahan pengisi (industri cat), bahan ampelas (industri gerinda), bahan
penghilang karat (industri logam), bahan penyaring (industri penjernihan air), bahan
baku dalam pembuatan ferro silicon carbide, dan lainnya, seperti dalam indutri
microchip (elektronika).

2.3 Daerah Letak Pesebaran Pasir Kuarsa Di Indonesia


Pasir kuarsa merupakan salah satu bahan galian yang cukup melimpah di Indonesia.
Hal ini dimungkinkan akibat kondisi Indonesia yang hampir setengahnya berupa
batuan beku asam sebagai sumber pembentuk bahan galian tersebut. Pasir kuarsa
banyak ditemukan pada daerah pesisir sungai, danau, pantai dan sebagian pada lautan
yang dangkal.
Dari laporan penyelidikan terdahulu cadangan pasir kuarsa Indonesia terdapat di
Indonesia bagian barat, karena kemungkinan batuan di daerah ini bersifat asam.
Berdasarkan laporan penelitian terdahulu serta hasil kajian Madiadipoera, dkk, jumlah
cadangan pasir kuarsa diperkirakan sekitar 4,55 milyar ton, dengan perincian 78,6 juta
ton cadangan terukur, 12,4 juta ton terindikasi, 21,3 juta ton tereka dan 4,4 milyar
cadangan hipotetik. Cadangan pasir kuarsa yang terbesar terdapat di Sumatera Barat,
yaitu sekitar 82,5% dari cadangan yang ada di Indonesia. Berikutnya adalah
Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sumatera Selatan.
Kualitas pasir kuarsa yang terbaik terdapat di daerah Kalimantan Selatan dengan
kadar silika (SiO2) berkisar antara 98,7 - ¬99,9%, kemudian pasir kuarsa yang berasal
dari Bangka dan Belitung dengan kadar SiO2 antara 97,6 - 98,53%.

2.4 Cara Mengeksplorasi Pasir Kuarsa


Untuk mengetahui potensi serta kualitas cadangan pasir kuarsa dilakukan kegiatan
eksplorasi yang meliputi proses pemetaan udara, pemetaan topografi, pemetaan
geologi, penyelidikan geofisika serta dilanjutkan dengan pemboran atau dengan sumur
uji. Metode geofisika yang tepat untuk endapan pasir kuarsa ini umumnya
menggunakan cara tahanan jenis, karena kondisi endapan pasir kuarsa relatif homogen
dan cenderung sejajar dengan permukaan.
Kualitas dan cadangan didasarkan kepada pengambilan contoh pasir kuarsa melalui
pemboran atau dengan sumur uji. Bila sudah diketahui tebal dan luas cadangan pasir
kuarsa ini, maka akan dapat diprediksi besar potensi cadangannya. Proses perhitungan

9
cadangan ini dapat dilakukan dengan metode Inverse Distance Square (IDS) atau
dengan dihitung secara kasar dengan mengalikan luas dengan tebal lapisan.
Pada saat ini perangkat lunak untuk perhitungan tersebut cukup banyak ditemukan
di pasaran seperti menggunakan perangkat lunak Surfer, Surpac, Datamine atau
micromine.
Setelah diketahui besarnya cadangan, maka dilanjutkan dengan uji laboratorium
untuk mengetahui kualitas pasir kuarsa pada daerah tersebut. Bila sudah tahu informasi
semuanya, maka dapat dilakukan perhitungan dan analisis untuk mengetahui prospek
dan pemanfaatan yang sesuai dari cadangan tersebut.

2.4.1 Penambangan
Secara umum, penambangan pasir kuarsa, yaitu dengan cara tambang terbuka
dengan cara kering dan cara basah menggunakan monitor (hydraulic mine). Pemilihan
metode bergantung kepada proses pengolahan, dan letak sebaran endapan.
Tahap kegiatan penambangan meliputi pengupasan lapisan tanah penutup (land
clearing) dilanjutkan dengan kegiatan penggalian pasir kuarsa, pemuatan.

a. Pengupasan (Stripping)
Tujuan pengupasan lapisan tanah penutup adalah untuk mengurangi kotoran
(dilution), ketika akan dilakukan proses penambangan. Biasanya lapisan tanah
penutup terdiri dari semak belukar dan lapisan lempung (soil).
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini berupa pembersihan terhadap
semak belukar dengan menggunakan alat manual (cangkul, singkup, belincong, dan
lain-lain), ataupun alat mekanis (bulldoser yang dilengkapi garu tunggal/ ganda,
penggaruan (scrapper), shovel, dan lain-lain). Pemilihan alat tergantung kepada
kondisi lapangan dan tingkat produksi penambangan.
Peralatan yang dipakai dengan peralatan mekanis meliputi proses
penggaruan, pendorongan dan pengumpulan material tanah penutup yang akan
dimanfaatkan pada saat proses back filling (reklamasi) untuk menutup kembali
lahan yang telah ditambang.

b. Pengambilan pasir kuarsa


Karena bahan galian ini bersifat material lepas, maka sistem penambangan
yang dipakai dapat dengan cara kering maupun basah. Pengambilan dengan cara

10
kering yaitu menggunakan buldoser atau power shovel, kemudian ditimbun dan
diangkut memakai dumptruck.
Pengambilan pasir kuarsa dengan cara basah dilakukan penyemprotan
dengan monitor. Campuran air dan pasir kuarsa (slurry) dipompakan ke
penampungan (stockpile) lalu diangkut ke instalasi pengolahan atau langsung dijual
ke pasaran.

c. Pemuatan dan Pengangkutan


Pengangkutan hasil tambang dari area tambang ke unit pengolahan atau
penampungan menggunakan alat muat excavator (back hoe), power shovel atau
wheel loader. Alat angkut yang digunakan adalah dump truck, atau dengan cara
slurry dipompakan melalui pipa paralon langsung ke kapal.

2.4.2 Pengolahan
Proses pengolahan pasir kuarsa tergantung kepada kegunaan serta
persyaratan yang dibutuhkan baik sebagai bahan baku maupun untuk langsung
digunakan. Untuk mem-peroleh spesifikasi yang dibutuhkan dilakukan upaya
pencucian untuk menghilangkan senyawa pengotor.
Untuk beberapa penggunaan kadang pasir kuarsa dilakukan pengolahan
untuk membentuk butiran pasir menjadi bundar. Selain itu, untuk mendapatkan
ukuran yang halus diperlukan penggilingan, misal untuk industri gelas.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Pasir kuarsa merupakan salah satu bahan galian yang cukup melimpah di
Indonesia. Hal ini dimungkinkan akibat kondisi Indonesia yang hampir
setengahnya berupa batuan beku asam sebagai sumber pembentuk bahan
galian tersebut.
2. Pasir kuarsa banyak ditemukan pada daerah pesisir sungai, danau, pantai
dan sebagian pada lautan yang dangkal.
3. Dalam kegiatan industri, penggunaan pasir kuarsa sudah berkembang
meluas, baik langsung sebagai bahan baku utama maupun bahan ikutan.
Sebagai bahan baku utama, misalnya digunakan dalam industri gelas kaca,
semen, tegel, mosaik keramik, bahan baku fero silikon, silikon carbide
bahan abrasit (ampelas dan sand blasting). Sedangkan sebagai bahan ikutan,
misal dalam industri cor, industri perminyakan dan pertambangan, bata
tahan api (refraktori), dan lain sebagainya.

3.2 Saran
1. Pemerintah sebaiknya lebih teliti dalam hal pengeksporan pasir, agar tidak
terjadi lagi kerugian yang ditanggung akibat kesalahan penetapan harga jual
pasir
2. Perlu segera dibuat peta pesebaran daerah-daerah pesisir yang berpotensi
menjadi tempat-tempat eksplorasi pasir kuarsa
3. keberadaan pasir kuarsa yang memiliki nilai yang tinggi hendaknya
disosialisasikan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahan penetapan
harga jual dan dapat dimanfaatkan seefisien mungkin

12
DAFTAR ACUAN

http://groups.yahoo.com/group/itb75-res/message/10251
http://obdum.blogspot.com/2010/10/pasir-kuarsa.html
http://www.minerhe.co.cc/2009/07/perencanaan-tambang-pasir-kwarsa.html
http://www.tekmira.esdm.go.id/data/PasirKwarsa/ulasan.asp?
xdir=PasirKwarsa&commId=25&comm=Pasir%20Kwarsa

13