Anda di halaman 1dari 12

FORMULASI RANSUM

‰ Formula – formulation Æ resep


‰ Menyusun
y ransum (ration)
( ) ternak merupakan
p p
penerapan
p
pengetahuan:
¾ Nutrien
¾ Bahan pakan Æ 8 kelas
¾ Ternak Æ ruminan, non ruminan, unggas

‰ Ternak Æ diberi ransum dengan formula tertentu


Æ Produksi optimal

BPFR 68

Informasi yang dibutuhkan dalam formulasi ransum:


1. Kebutuhan nutrien
Menentukan estimasi kebutuhan nutrien setiap harinya
bagi ternak,
bag te a , melalui:
eau
¾ NRC: Poultry, Dairy/beef cattle, Swine, Horse, Sheep
¾ Hasil penelitian makanan ternak
¾ Buku tentang makanan ternak
Tabel komposisi dan kebutuhan nutrien
Kebutuhan nutrien yang tercantum dalam publikasi Æ
bukan yang terbaik.
Æ perlu modifikasi terhadap iklim (dingin, tropis), dan
produksi (tinggi, sedang, rendah)
Æ penyesuaian tergantung faktor setempat
BPFR 69

1
2. Jenis bahan yang akan digunakan
‰ Ketersediaan bahan
‰ Harga bahan
‰ Komposisi nutrien bahan
‰ Fungsi/kegunaan
F i/k bahan
b h b bagii tternak
k
Hal penting dalam prosesing pakan / bahan
‰ Metode dan biayanya ?
‰ Berdampak terhadap produksi ?
‰ Mengubah palatabilitas ?
‰ Problem/kendala dalam pencampuran
pencampuran, penyimpanan
dan pemberian ?
‰ Diperlukan suplement/aditif ?

Æ Jawaban oleh ahli nutrisi /nutritionist


BPFR 70

3. Tipe ransum
‰ Ransum komplit (complete feed)
‰ Campuran (+ hijauan) Æ herbivora
‰ Suplemen: protein, vitamin, mineral
Pemberian pakan
‰ Restricted
‰ Ad libitum / volunteer

4. Jumlah ransum yang dapat dikonsumsi


Contoh:
Agar sapi mendapatkan 500 g protein setiap hari, pakan
yang dapat dihabiskan sebanyak 5 kg
Æ Pakan harus mengandung protein:
500/5000 X 100% = 10%
BPFR 71

2
Konsumsi pakan dipengaruhi oleh:
‰ Kandungan energi ransum
‰ Densitas nutrien
‰ Defisiensi nutrien tertentu
‰ Palatabilitas bahan

BPFR 72

5. Harga bahan / produk ternak


Harga bahan

Harga ransum

Harga sapronak, dll

Biaya produksi

Produksi ternak

Harga produk

Profit

BPFR 73

3
PEDOMAN MENYUSUN RANSUM

‰ Membaca Tabel Komposisi Bahan Pakan


‰ Basis/dasar nilai nutrien:
¾ Kering udara (air dry): “ada air“
¾ Kering oven (oven dry): “bebas air“
‰ Nilai tabel Æ konversi ke DM (BK) oven
‰ Perhitungan dalam menyusun ransum berdasarkan dry
oven / DM basis (=100% BK).
‰ Konversi
K i kke d
dalam
l as fed
f d (bahan
(b h ttersedia)
di )
‰ Formula ransum: total 100%, dapat dikonversikan dalam
1 kg, 10 kg, 100 kg, 1 ton, dst.

BPFR 74

Menentukan Harga Pakan

Contoh bahan dan harganya:


Bahan Pakan Harga CP ME Ca P
( p g)
(Rp/kg) ( )
(%) ((Mcal/kg)
g) ( )
(%) ((%))
1 Tp kalsit 400 - - 38 -
2 Tp tulang 2250 - - 27 13
3 Tp jagung 1200 8,5 3,37 0,02 0,30
4 Bk kedelai 3250 42,0 2,35 0,25 0,60

‰ Dapat dicari : harga Ca, P, CP, ME untuk setiap bobot


nutrien.

BPFR 75

4
a. Harga 1 kg Ca pada tepung kalsit:

Berdasarkan harga tersebut


tersebut, didapatkan:
Harga Ca dalam 1 kg tepung tulang:

Harga P dalam 1 kg tepung tulang:

BPFR 76

b. Harga 1 kg P:

c. Harga CP dan ME dapat dihitung sbb:


Harga Ca dalam 1 kg Bk Kedelai:

Harga P dalam 1 kg Bk kedelai:

Harga CP dan ME dalam 1 kg Bk kedelai:

BPFR 77

5
Harga Ca dalam 1 kg Tp jagung:

Harga P dalam 1 kg Tp jagung:

Harga CP dan ME dalam 1 kg Tp jagung:

BPFR 78

Persamaan simultan dari harga


ME Æ Rp X / Mcal Pada Bk Kedelai
CP Æ Rp Y / kg dan Tp jagung

1 kg Bk kedelai didapat:

2,35 X
1 kg Tp jagung didapat:

Dari (I) dan (II) diperoleh


Harga ME = Rp 180,4 / Mcal
Harga CP = Rp 6429,3 /kg
BPFR 79

6
Dengan dasar harga Ca, P, ME dan CP, dapat dihitung
harga pada bahan lain.
Contoh:
Bungkil kelapa: CP: 20%, ME: 1,5 Mcal/kg
Ca: 0,02%, P: 0,60%
Harga Nutrien dalam 1 kg bungkil kelapa sbb:

Harga 1 kg
Bk Kelapa
= Rp 1647,4

BPFR 80

METODE MENYUSUN RANSUM

a. Pearson‘s Square Method


b. Trial and Error Method
c
c. Exact Method
d. Simultaneous Equation Method
e. Linear Programming Method

Masing-masing memiliki kelebihan tersendiri Æ tergantung


keperluan
p dan ransum yyangg disusun.

BPFR 81

7
Pearson‘s Square Method

‰ Metode sederhana
‰ Untuk 2 macam bahan
‰ Satu kadar nutrien (campuran)
‰ Biasanya untuk CP atau ME saja

Langkah-langkah:
‰ Menentukan CP Æ Basal – Protein – Mineral & Vit. Mix
‰ Menggunakan metode Square

BPFR 82

Contoh

ƒ Basal mix : CP 10% Æ untuk bobot 73 kg


ƒ Protein mix: CP 45% Æ untuk bobot 22 kg
ƒ Mineral mix: CP 0% Æ untuk bobot 5 kg

Tersedia bahan pakan sbb:


Bahan A CP 8,60%
Dibuat:
Bahan B CP 16,0%
Basal Mix
Bahan C CP 42,0% Protein Mix
Bahan D CP 60,0%
60 0%

Æ Ransum dg CP 18%

BPFR 83

8
1). Basal Mix Æ CP 10%

CP A: 8,6 6,0 Æ bagian A


10
CP B: 16,0 1,4 Æ bagian B
7,4 Æ campuran AB
Bahan A sebanyak:
Bahan B sebanyak:
100%
Basal Mix dibuat 73 kg:
Bahan A:
Bahan B:
73 kg
BPFR 84

2). Protein Mix Æ CP 45%

CP C: 42,0 15,0 Æ bagian C


45
CP D: 60,0 3,0 Æ bagian D
18,0 Æ campuran CD
Bahan C sebanyak:
Bahan D sebanyak:
100%
Protein Mix dibuat 22 kg:
Bahan C:
Bahan D:
22 kg
BPFR 85

9
Ransum dengan CP 18% terdiri atas:
ƒ Basal mix
ƒ Protein mix 95 kg
ƒ Mineral & Vit mix Æ 5 kg
Ransum dengan CP 18% Æ 100 kg Æ 18 kg CP
Basal Mix dan Protein mix (95 kg) mengandung:

Campuran 18,95% CP dalam 95 kg:


CP basal mix 10 26 05 bagian
26,05

18,95
CP protein mix 45 8,95 bagian
35,0 bagian
BPFR 86

ƒ Basal mix:
ƒ Protein mix:

100%
¾ Basal mix:
¾ Protein mix:

95 kg
Dalam 100 kg ransum dengan CP 18%:
9 Basal mix : 70,71 kg
9 Protein mix : 24,29 kg FORMULA
9 Mineral & Vit Mix: 5,00 kg
100 kg

BPFR 87

10
Cek CP:
Basal mix:
Protein mix:

Mineral & Vit mix:


18 %

BPFR 88

Trial and Error Method

Langkah-langkah:
‰ Memilih bahan yang akan digunakan
‰ Mencari komposisi nutrien
‰ Menghitung berulang-ulang
BASAL MIX Æ campuran dari bahan sumber energi
(50– 75% dalam ransum)
¾ Padi-padian
Padi padian : 50-60%
50 60%
¾ Dedak, dll : 0-25% CP 9-12%
¾ Tetes/lemak : 0-8%

BPFR 89

11
PROTEIN MIX Æ campuran dari bahan sumber protein
(20-25% dalam ransum)
¾ Bahan nabati : 10-20%
¾ Bahan hewani : 3-10% CP ± 45%

MINERAL MIX Æ campuran dari bahan sumber mineral


(1-5% dalam ransum)
¾ NaCL, Limestone, Tp Tulang, dll

VITAMIN MIX
Biasanya dibuat campuran bersama
bersama-sama
sama dengan mineral
mix (mineral mikro)
Penggunaan dalam ransum s.d. 0,5 %

Æ Praktis ???
BPFR 90

12