Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Budaya negara China mewarisi kekayaan di bidang desain yang melimpah


dan terkenal hingga seantero dunia. Arsitektur dan desain interiornya pun turut
mendunia. Gaya desain ini pun biasa diadopsi ke dalam desain hunian di Indonesia.
Kebudayaan dari dataran China meninggalkan jejak yang hingga kini masih dapat
dijumpai di belahan dunia mana pun. Tradisi yang dipegang kuat oleh bangsa
Tionghoa menampilkan sesuatu yang khas dan tentu saja unik pastinya. Budaya
nenek moyang yang selalu terjaga bisa dilihat dengan masih banyaknya bangunan
khas Oriental di China, tak terkecuali di Indonesia. ”Arsitektur khas Oriental, yang
notabene berasal dari dataran China,pada dasarnya adalah arsitektur tradisional
berornamen atau berhia”.

1.2 Rumusan Masalah


1. Jelaskan pembentukan dan pengembangan desain modern China
2. Jelaskan tentang desain grafis di negeri China
3. Jelaskan bagaimana gaya desain arsitektur oriental ”China”.

1.3 Tujuan Penulisan Makalah


1. Makalah ini dimaksudkan untuk membahas tentang Perkembangan Desain di
China.
2. Makalah ini dimaksudkan untuk membahas tokohDesain di China.
2

Perkembangan desain modern di dataran China berawal pada abad ke 20an, dengan
cara yang sangat berbeda yaitu secara bertahap
3

Cina Modern desain grafis hampir sebuah misteri untuk dunia Barat. Proyek ini
mengidentifikasi daerah penelitian terbelakang desain grafis dari wilayah Cina
Daratan (GCR), yang meliputi Republik Rakyat Cina (RRC), Hong Kong, Macau dan
Taiwan.
4

Dalam "menggali Sejarah Cina Kontemporer Desain Grafis," Prinsip Pemeriksa


Wendy S Wong akan survei sejarah kesatuan desain grafis Cina. Suatu perspektif
sejarah akan digunakan untuk mengisi kesenjangan pemahaman dalam evolusi desain
grafis Cina sehubungan dengan berbagi warisan budaya tradisional dan lingkungan
unik locales individu selama bertahun-tahun. Penelitian longitudinal ini akan
menghasilkan analisis dan informasi empiris pada pola pengembangan desain grafis
di setiap lokal, serta melihat interaksi dan hubungan antara locales.

Proyek ini akan menyelidiki perjuangan ekspresi dari gaya desain grafis Cina
sepanjang tahun dengan mengintegrasikan teori-teori desain modern grafis dan teknik
kreatif dalam warisan budaya Cina. Dokumentasi dari evolusi dari gaya visual akan
memberikan bukti hubungan antara desain dan kebudayaan konteks, yang bekerja di-
tangan-tangan sebagai jawaban atas perubahan dari waktu ke waktu.

Penelitian ini, yang dimulai pada tahun 2004, juga akan mencerminkan
kecenderungan pembangunan terhadap bahasa visual yang universal, umum diadopsi
di seluruh dunia antara desainer grafis Akhirnya, "menggali Sejarah Cina
Kontemporer Desain Grafis." Akan menyediakan sumber daya fundamental dan
referensi akademik untuk memahami karakteristik kontemporer desain grafis sejarah
Cina, dan membentuk suatu kerangka teori yang relevan untuk belajar desain dan
identitas nasional dalam desain Kong. (Foto: Halo Hong Kong poster (1987) oleh
Alan desainer Hong Chan. iklan. Majalah (1935) oleh desainer diketahui. Shanghai)
5

Contohnya seperti hiasan pada dinding, pintu, dan jendela yang didasarkan pada
mitos dan kepercayaan bangsa Tionghoa. Ornamen yang ada beragam, dari ornamen
geometris, motif tanaman, hingga binatang. ”Kalau dari segi desain interior, gaya
Oriental ditandai dengan penggunaan material kayu,kertas pelapis dinding dan warna
yang dominan merah, cokelat tua atau emas,” tandas desainer interior Timothy Iddo
Malachi yang akrab disapa Timmy.

Gaya ukiran dalam interior khas Oriental biasanya berbentuk ukiran seperti naga dan
singa. Bunga lotus pun kerap digunakan sebagai motif ukiran ataupun lukisan.
Lantas,mengingat bangsa China melestarikan budayanya secara kuat di mana pun
mereka berada, arsitektur khas Oriental juga tampak di Indonesia dari elemen-elemen
tertentu. Contohnya, atap khas China,warna-warna mencolok seperti merah, biru, dan
kuning, atau penggunaan patung naga sebagai wujud kepercayaan masih muncul
dalam rumah masyarakat Indonesia keturunan.
6

”Meskipun dalam penggabungan dua arsitektur berbeda ini (perpaduan Indonesia dan
China), biasanya karakter arsitektur Tionghoa yang penuh warna dan hiasan menjadi
berkurang,bahkan sebagian besar atau keseluruhan hilang,” tambah Probo dari
Astudio. Pendapat senada datang dari Timmy.

”Pengolahannya dalam desain interior, misalnya hanya pada penerapan penggunaan


warna, aksesori interior,mebel, dan panel divider.” Misalnya,warna-warna netral
dipadu dengan warna- warna kuat.Warna merah ada pada satu area dinding saja
sebagai aksen.Atau warna merah pada sarung bantal, karpet,atau kain sofa gorden.

”Gawanganatau kongliong juga sering digunakan sebagai penyambung antarruang


tanpa menggunakan pintu yang berbentuk bulat seperti bulan purnama,”ujar Timmy.
Menurut Probo yang berdomisili di Malang, material alami seperti batu-batuan, kayu,
tanah, banyak digunakan. Material biasanya ditampilkan ‘’jujur’’ dengan tidak dicat.
Misalnya,warna tanah liat untuk genting,warna kayu untuk kolom kayu.

”Mengombinasikan gaya Oriental dengan unsur desain modern malah akan


menyenangkan,” sarannya. ”Tak perlu mengolah seluruh ruangan.Fokuskan pada
beberapa hal saja, yang lain dibiarkan lebih sederhana dan modern agar lebih
menonjolkan elemen-elemen Oriental karena kekontrasannya,” pungkas Timmy dari
Igloodesigndecor.

Anda dapat menyertakan elemen interior seperti lampu dengan desain modern atau
seperangkat kursi dan meja makan bergaya Ming. Tentu saja lilin-lilin merah, hiasan
7

dinding semacam baju cheongsam yang digantung di dinding, keramik-keramik


China, lonceng angin, atau lampion. ’’Tapi dipajang beberapa saja justru menarik
perhatian sehingga kita akan merasakan kesannya,” tambah Timmy mantap.

”Anda juga dapat menyandingkan pernak-pernik aksesori Oriental dengan aksesori


bergaya etnis Jawa karena karakter hiasannya agak mirip,”saran Probo yang juga
mengelola situs arsitektur dan desain interior.

Tak Harus dengan Fengsui

PARTISI, Partisi bermotif bunga khas negara tirai bambu terlihat cantik sebagai
background sudut ruang.

DALAMmendesain ruangan bernuansa China, langsung tebersit apa harus


menggunakan perhitungan fengsui? ”Semuanya dikembalikan pada penghuni rumah
apakah perlu menggunakan fengsui atau tidak,” ucap Timmy.

Namun, akan lebih baik jika menggunakan perhitungan fengsui. Ini akan
menyebabkan tak hanya tampilannya yang Oriental, tapi juga dalam penataan
ruangnya. Namun, seiring modernisasi pola pikir masyarakat, banyak yang tidak lagi
menggunakan fengsui, secara sebagian bahkan seluruh desain ruangannya.
8

”Tapi tak jarang, masyarakat pribumi menggunakan perhitungan fengsui untuk


menata ruang rumah. Hal ini menunjukkan pengaruh arsitektur Oriental bagi
masyarakat pribumi di Indonesia,” ungkap Probo mantap. Menurut Timmy, yang
pernah menyelesaikan proyek desain interior bergaya Oriental, gaya Oriental ini lebih
abadi dan mudah diadaptasikan tanpa harus terkesan kuno.

Di samping itu, saat ini banyak kain atau wallpaper bermotif bambu atau bunga
semacam lili, peoni, dan lotus yang memperkuat nuansa Orientalnya. ”Semuanya
harus terlihat proporsional jangan sampai terkesan berlebihan.” Mengingat gaya
hidup modern yang mementingkan segi praktis, adaptasi dan modifikasi gaya khas
Oriental ini jauh lebih baik agar segala sesuatunya lebih sederhana dan tidak repot
dalam perawatannya. (wida/rizky adelia/MG-14)
9

BAB II
PEMBAHASAN
10

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Jadi sebuah evolusi terjadi dari masa ke masa dalam dunia kesenian maupun
desain. Banyak muncul kelompok-kelompok desain sesuai kemampuan mereka
masing-masing begitu juga dengan tokoh-tokohnya. Perkembangan banyak terjadi
hingga pada tahap saat ini yang serba maju. Dalam kelompok Deutcher Werkbund
telah banyak kejadian besar yang dilakukan para tokohnya dan berpengaruh dalam
dunia desain yang bisa dijadikan sejarah. Pada Kostruktivisme Rusia pun terjadi
eksplorasi di bidang mesin,arsitektur dan tercipta banyak mahakarya yang patut di
acungi jempol.Kelompok/sekolah Bauhaus berperan banyak pada dunia desain karena
dengan di ajarkannya ilmu desain oleh seniman terkenal kepada generasi penerus
sehingga dihasilkannya desain-desain yang hebat pada saat ini.

3.2 Saran

Sebagai generasi muda kita juga harus terus mengembangkan desain dalam
berbagai bidang mengingat kerja keras para pendahulu sehingga tercipta desain
zaman sekarang.Dengan begitu kita mempunyai andil besar pada kelangsungan
perkembangan desain dan juga ilmu desain di zaman mendatang.
11

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/deutsche_werkbund
http://en.wikipedia.org/wiki/konstruktivisme_rusia
http://en.wikipedia.org/wiki/bauhaus_school_Walter_grophius
http://en.wikipedia.org/wiki/piet_mondriaan
http://en.wikipedia.org/wiki/gunta_stozl
http://en.wikipedia.org/wiki/ Liubov_Popova
http://en.wikipedia.org/wiki/ Félix_Bracquemond
http://en.wikipedia.org/wiki/ Henry_Clemns_Van_de_Velde
http://en.wikipedia.org/wiki/ Antoni _Gaudí
http://en.wikipedia.org/wiki/ Vladimir_Tatlin
http://en.wikipedia.org/wiki/ El_Lissitzky
http://en.wikipedia.org/wiki/ Antoine_Pevsner