Anda di halaman 1dari 9

PERCOBAAN 6

IDENTIFIKASI ALDEHIDA DAN KETON


Laporan Praktikum Kimia Organik I

Disusun oleh :
(Kelompok 3)
Ayu Suciati
Fitrianingsih
Muhamad Zainudin
Ramma Nur Azizah
Widad Bassalamah

PROGRAM STUDI KIMIA


JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (MIPA)
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2010
Percobaan 6

IDENTIFIKASI ALDEHIDA DAN KETON

Tangal 16 November 2010

Tujuan :

1. Mempelajari sifat-sifat kimia aldehida dan keton


2. Mempelajari tes untuk membedakan aldahid dan keton

Latar Belakang :

Aldehida dan keton merupakan senyawa yang mempunyai gugus karbonil. Aldehida
mempunyai sedikitnya satu hidrogen yang terikat pada karbon karbonil, sedangkan keton
tidak mempunyai hidrogen yang terikat pada karbon kabonil, hanya karbon yang
mengandung gugus R (R adalah alkil atau aromatik).

O O
R-C-H R-C-R

Aldehida keton

Dalam percobaan ini, dipelajari sifat-sifat kimia dari aldehida dan keton dengan
menggunakan beberapa tes/uji yaitu :

1. Oksidasi dengan KMnO4 (oksidator kuat)


Aldehida dapat dioksidasi menjadi asam karboksilat dengan oksidator kuat seperti
KMnO4. Tes positif jika ion MnO4- (warna ungu) berubah menjadi endapan MnO2
(coklat).
5 R-CHO + 2 KMnO4 + H2SO4 5 R-COOH + MnO2 + H2O
Ungu coklat

2. Tes Tollens
Aldehida dengan pereaksi tollens (oksidator lembut) dioksidasi menjadi asam
karboksilat, yang ditandai dengan terbentuknya endapan cermin perak.
R-CHO + 2 Ag(NH3)2OH 2 Ag + R-COO- NH4+ + 3 NH3 + H2O
Cermin perak

3. Tes Benedict
Aldehida alifatik dioksidasi menjadi asam karboksilat dengan pereaksi benedict
( kompleks ion Cu(II) sitrat dalam larutan basa). Ion Cu(II) direduksi menjadi Cu2O
(endapan berwarna merah bata). Aldehida aromatik dan keton tidak bereaksi dengan
pereaksi benedict.
R-CHO + 2Cu2+ + 5 OH R-COO- + Cu2O + 3 H2O
Biru merah bata

4. Tes Fehling
Pereaksi Fehling merupakan kompleks ion Cu(II) tartrat dalam larutan asam. Ion
Cu(II) direduksi menjadi ion Cu2O (endapan berwarna merah bata).

H+
R-CHO + Cu2+ R-COO- + Cu2O
Biru merah bata

5. Tes Iodoform
Metil keton menghasilkan endapan kuning iodoform jika direaksikan dengan iodine
dalam larutan NaOH.

R-C-CH3 + 3 I2 + 4NaOH R-C-ONa + 3 NaI + 3 H2O + CHI3


Metil keton Iodoform
kuning

6. Tes 2,4-dinitrilfenihidrazin (2,4-DNPH)


Semua senyawa aldehida dan keton menghasilkan endapan dengan pereaksi 2,4-
dinitrofenilhidrazin. Reaksi ini umum digunakan untuk mengetahui adanya gugus
aldehid dan keton. Warna endapan yang terbentuk bervariasi mulai dari kuning hingga
merah. Alkohol tidak memberikan hasil positif dengan tes ini.

NHNH2 NHN=CHR

NO2 NO2
R-CHO +

NO2 NO2
2,4-DNPH hidrazon
(kuning)

Alat :
Tabung reaksi Kaca arloji
Pipet tetes Gelas piala
Batang pengaduk Gelas ukur
Pemanas listrik Termometer

Bahan :
Formaldehida Benzaldehida
Aseton KMnO4
NaOH Pereaksi Tollens*
Pereaksi Benedict* Pereaksi Fehling*
Larutan iodine*

*Pereaksi Tollens :
Tollens A : larutkan 3 g AgNO3 dalam 30 ml aquades
Tollens B : larutkan 3 g NaOH dalam 30 ml aquades
*pereaksi Benedict :
Larutkan 34,6 g natrium sitrat hidrat dan 20 g Na2CO3 anhidrat dalam 160 ml
aquades, panaskan hingga larut. Dalam tempat terpisah larutkan 3,5 g lautan
CuSO4.5H2O dalam 10 ml aquades. Campurkan kedua larutan di atas dan
encerkan hingga 200 ml.
*Pereaksi Fehling :
Fehling A : larutkan 6,93 g CuSO4.5H2O dalam aquades yang mengandung
beberapa tetes asam sulfat encer, kemudian encerkan larutan hingga 100 ml.
Fehling B : larutkan 12 g NaOH dan 34,6 g kalium natrium tartrat dalam
aquades, saring jika diperlukan dan diencerkan larutan hingga 100 ml.

*Larutan iodine
Larutkan 5 g I2 dan 10 g KI dalam aquades hingga volumenya 100 ml.

Prosedur :

1. Oksidasi dengan KMnO4 (Oksidator kuat)


Masukan ke dalam 3 tabung reaksi berbeda 5 ml KMnO4 1 %. Kemudian tambahkan
masing-masing 5 tetes formaldehida ke dalam tabung pertama, aseton ke dalam
tabung kedua dan benzaldehida ke dalam tabung ketiga. Amati terbentuknya endapan
coklat MnO2.

2. Tes Tollens
Campurkan 1 ml larutan Tollens A dan 1 ml larutan Tollens B ke dalam 3 tabung
reaksi berbeda, tambahkan laruan ammonia 2 % tetes demi tetes sampai partikel-
partikel AgO tingal sedikit. Hindari pemakaian ammonia berlebih. Kemudian
masukkan masing-masing 2 tetes formaldehiada ke dalam tabung pertama, aseton ke
dalam tabung kedua, dan benzaldehida ke dalam tabung ketiga. Goyangkan tabung
reaksi tersebut. Panaskan dalam penangas air 60 oC selama 5 menit. Amati terjadinya
endapan cermin perak.

3. Tes Benedict
Siapkan terlebih dahulu penangas air di atas 90 oC. Masukkan 10 tetes formaldehida,
aseton, dan benzaldehida ke dalam tabung berbeda. Tambahkan 2 ml pereaksi
Benedict ka dalam masing-masing tabung reaksi dan goyangkan ketiga tabung reaksi
tersebut. Panaskan dalam penangas air selama 10 menit, dinginkan dan amati
terbentuknya endapan merah bata.

4. Tes Fehling
Campurkan 2,5 ml larutan Fehling A dan 2,5 ml larutan Fehlling B ke dalam tiga
tabung reaksi. Masukkan masing-masing 6 tetes larutan formaldehida ke dalam
tabung reaksi pertama, aseton ke dalam tabung reaksi kedua dan benzaldehida ke
dalam tabung reaksi ketiga.Aduk larutan hingga rata, kemudian panaskan dalam
penangas air mendidih tidak lebih dari 10 menit. Amati terbentuknya endapan merah
bata.

5. Tes Iodoform
Masukkan 4 ml NaOH 5 % ke dalam 3 tabung reaksi. Dimgimkam tabung reaksi
tersebut dalam penangas es selama 10 menit. Tambahkan 40 tetes demi tetes larutan
iodine. Kemudian tambahkan 20 tetes fomaldehida ke dalam tabung reaksi pertama.
Aseton ke dalam tabung reaksi kedua, dan benzaldehida ke dalam tabung reaksi
ketiga. Amati terbentuknya endapan berwarna kuning.
Hasil Pengamatan :

No. Jenis Senyawa Struktur KMnO4 Benedict Fehling Iodoform


(+)
(+) (-) Terbentuk
Aldehid Warna kuning
1 Formaldehida Terbentuk Larutan tetap endapan merah
iodin hilang
Alifatik endapan coklat berwarna biru bata, larutan
H C H warna bening

(+) (-)
Terbentuk Larutan tetap (-) Tidak bereaksi
Aldehid
2 Benzaldehida endapan coklat, berwarna biru Larutan tetap dengan iodin +
Aromatik warna larutan tetapi terbentuk biru NaOH
coklat 2 fase

(-)
(-) (-)
Aseton Tidak terbentuk Endapan kuning
3 Keton endapan, larutan
Larutan tetap Larutan tetap
keputihan
H3C C CH3 ungu
berwarna biru berwarna biru

(+) (+)
(+) Tebentuk Terbentuk
Glukosa Warna kuning
Terbentuk endapan endapan merah
iodin hilang
endapan coklat berwarna merah bata, larutan
bata warna coklat
Sampel
4

(-)
Asetofenon Tidak terbentuk Endapan kuning
_ _
endapan, larutan keputihan
tetap ungu
Pembahasan

Pada praktikum ini mengenai identifikasi aldehida dan keton. Praktikum in bertujuan
untuk mempelajari sifat-sifat kimia aldehida dan keton, serta mempelajari tes untuk
membedakan aldehida dan keton. Pada aldehida terdapat aldehid alifatik dan aldehid
aromatik, untuk alifatik yaitu formaldehida dan untuk aromatiknya yaitu benzaldehida. Untuk
senyawa keton digunakan larutan aseton, sedangkan sampelnya yaitu glukosa dan asetofenon.

Untuk uji pertama yaitu oksidasi dengan KMnO4 .Pada uji ini akan memberikan hasil
positif apabila reaksi dengan KMnO4 ini menghasilkan endapan coklat. Pada formaldehida
hasilnya positif direaksikan dengan KMnO4 menghasilkan endapan coklat MnO2. Hasil
oksidasi aldehid dengan KMnO4 ini merubah aldehid menjadi asam karboksilat. Pada
benzaldehida hasilnya positif direaksikan dengan KMnO4 menghasilkan endapan coklat
MnO2. Reaksi aldehid dengan KMnO4 :

O O
R-C-H + KMnO4 R-C-OH + MnO2 ↓

Endapan coklat

Pada glukosa menghasilkan hasil yang positif, terdapat endapan coklat MnO2. Ini disebabkan
karena glukosa memiliki gugus aldehid pada strukturnya sehingga memberikan hasil positif
sama seperti senyawa aldehida.

H H OH H O
Gugus aldehid
C−C−C−C−C−C−H
OH OHOH H OH

Sedangkan pada aseton menghasilkan hasil yang negaif, karena aseton bukan termasuk
kedalam senyawa aldehid, tetapi ia senyawa keton. Begitu pula dengan asetofenon hasilnya
negatif karena ia termasuk ke dalam senyawa keton.

Uji selanjutnya adalah tes benedict. Pada uji ini akan memberikan hasil positif apabila
terbentuk endapan warna merah bata. Pada formaldehid hasinya negatif, tidak terbentuk
endapan Cu2O warna merah bata. Pada benzaldehida dan aseton tidak terbentuk endapan
Cu2O, hasilnya negatif. Sedangkan pada glukosa menghasilkan hasil yang positif, terbentuk
endapan Cu2O merah bata, karena glukosa memilki gugus aldehid alifatik dalam strukturnya.
Seharusnya formaldehida hasilnya positif, terbentuk endapan merah bata. Namun
dikarenakan suatu faktor yang tidak diketahui, sehingga tidak terbentuk endapan merah bata.
Reaksi aldehid alifatik dengan benedict :

CH2O + 2Cu2+ + 5OH- CHOO- + Cu2O ↓ + 3 H2O

Merah bata
Uji selanjutnya yaitu tes Fehling. Pada tes Fehling ini akan menghasilkan hasil positif
apabila terbentuk endapan berwarna merah bata (Cu2O). Pada uji ini hasilnya positif untuk
formaldehid dan glukosa, terbentuk endapan merah bata, karena formaldehid merupakan
senyawa aldehid alifatik begitu pula dengan glukosa, ia memiliki gugus alifatik pada
strukturnya. Sedangkan pada benzaldehid tidak meghasilkan hasil positif, karena
benzaldehida bukan adlehid alifatik melainkan aldehid aromatik. Untuk keton juga tidak
menghasilkan hasil positif karena ia bukan senyawa aldehid melainkan keton.

Reaksi formaldehid dengan Fehling :


H+
CH2O + Cu2+ CHOO- + Cu2O↓

Formaldehida merah bata

Uji terakhir yaitu tes Iodoform. Pada tes ini akan menghasilkan hasil positif apabila
terbentuk endapan kuning yaitu CHI3. Pada uji ini menghasilkan hasil positif pada keton.
Pada formaldehid tidak terbentuk endapan kuning, sebaliknya warna kuning iodin menjadi
hilang. Kemudian pada benzaldehid tidak bereaksi dengan iodin + NaOH. Pada aseton
terbentuk endapan kuning CHI3 dengan reaksi :

R-C-CH3 + 3 I2 + 4NaOH R-C-ONa + 3 NaI + 3 H2O + CHI3↓


Iodoform
kuning

Pada glukosa tidak terbentuk endapan kuning karena bukan senyawa keton. Pada asetofenon
terbentuk endapan kuning karena ia termasuk dalam senyawa keton, ia memiliki gugus metil
keton.

C CH3 C ONa

+ 3 I2 + 4NaOH + 3NaI +3 H2O + CHI3↓


Iodoform kuning

Kesimpulan

 Tes oksidasi dengan KMnO4 positif untuk senyawa aldehid, baik aldehid alifatik
maupun aldehid aromatik.
 Adehida dioksidasi dengan KMnO4 menjadi asam karboksilat.
 Tes benedict positif hanya untuk senyawa aldehid alifatik.
 Tes Fehling juga positif hanya untuk senyawa aldehid alifatik.
 Tes iodoform spesifik untuk menguji keton.
 Glukosa termasuk dalam senyawa aldehid karena memiliki gugus aldehid.
 Asetofenon termasuk dalam senyawa keton karena memiliki gugus metil keton.

Daftar Pustaka

Hart, Harold, dkk. 2003. Kimia Organik. Jakara : Erlangga

Riyadhi, Adi dkk. 2010. Petunjuk Praktikum Kimia Organik 1. Jakarta : UIN Syarif
Hidayullah

http://id.wikipedia.org/wiki/formaldehida

Pertanyaan

1. Selain uji aldehid dan keton, apakah kegunaan uji benedict dan fehling ?
2. Dalam skala laboratorium, bagaimanakah cara sintesis suatu aldehid dan keton ?

Jawaban pertanyaan :

1. – untuk menguji kandungan glukosa dalam urine


– untuk menguji kandungan glukosa dalam makanan
2. – sintesis aldehid
Aldehida dapat disintesis melalui oksidasi alkohol primer, reaksi ini biasanya
menggunakan piridin klorokromat (pcc) dalam pelarut diklorometana
(iodoform) pada suhu kamar.

– sintesis keton
keton dapat disintesis melalui oksidasi alkohol sekunder dengan beberapa
oksidator.