Anda di halaman 1dari 4

UJI KEHAMILAN (GALLI MAININI)

A. Tujuan Praktikum
A.1 Tujuan Kegiatan
1. Mahasiswa dapat melakukan uji kehamilan (Galli Mainini) dengan
menggunakan katak Bufo Vulgaris jantan
A.2 Kompetensi Khusus
1. Mahasiswa dapat melakukan uji kehamilan (Galli Mainini) dengan
menggunakan katak Bufo Vulgaris jantan

B. Metode Praktikum
B.1 Jenis Kegiatan : Eksperimen.
B.2 Obyek pengamatan : Katak Bufo Vulgaris jantan.
B.3 Bahan dan Alat
Untuk tes kehamilan dengan uji Galli Mainini ini diperlukan alat dan
bahan sebagai berikut :
1. Katak bengkerok jantan dewasa 2 ekor.
2. Spuit (pompa suntik) 5 ml.
3. Urine wanita hamil muda.
4. Tempat katak.
5. Mikroskop cahaya.
6. Kaca obyek.
7. Lidi kapas.
B.4 Cara Kerja
Menyediakan dua ekor katak bengkerok (Bufo Vulgaris) jantan dewasa.
Ciri-ciri katak jantan antara lain : pada telapak kaki depan terdapat
penebalan berwarna hitam, pada kulit leher bagian ventral terdapat warna
agak merah kekuningan, warna tubuh biasanya agak gelap dibanding
betina.
Merangsang dengan menggunakan lidi berbungkus kapas pada bagian
kloakanya kemudian kalau keluar sesuatu menaruhnya pada kaca obyek
dan memeriksa dengan mikroskop. Jika sesuatu tersebut sperma maka
yang harus dilakukan adalah membersihkannya terlebih dahulu.

Menyiapkan 5 ml air kencing wanita yang diduga hamil sekitar 1-3 bulan
kemudian gunakan pompa dan jarum suntik (spuit) untuk menyuntikkan
urine tersebut secara sub-kutan (di bawah kulit) dengan cara mencubit /
menarik kulit katak kemudian suntikkan. Biasanya untuk penyuntikan ini
dipilih tempat untuk kulit punggung.

Menyuntik katak yang satu dengan aquadest digunakan sebagai kontrol.

Mengembalikan katak pada tempatnya, kemudian menunggu kurang


lebih 30 menit untuk melihat reaksinya. Setelah itu merangsang bagian
kloaka dengan lidi, jika keluar sesuatu kemudian memeriksanya dengan
mikroskop. Apabila sesuatu tersebut adalah sperma maka reaksi positip.
Bagaimana interpretasi anda?

C. Hasil Pengamatan
Setelah menyuntikkan urine wanita hamil secara sub-kutan (di bawah
kulit) dengan cara mencubit / menarik kulit katak menggunakan pompa dan
jarum suntik (spuit). Setelah 30 menit, kemudian merangsang bagian kloaka
dengan lidi da ada cairan yang keluar.
Setelah diperikasa di bawah mikroskop ternyata cairan tersebut bukan
sperma, sehingga dapat dikatakan bahwa reaksi ini negatif.

D. Pembahasan
Praktikum dengan judul uji kehamilan (galli mainini) dilakuklan dengan
tujuan agar mahasiswa dapat melakukan uji kehamilan (Galli Mainini) dengan
menggunakan katak Bufo Vulgaris jantan, dengan kompetisi khusus yang
sama yaitu agar mahasiswa dapat melakukan uji kehamilan (Galli Mainini)
dengan menggunakan katak Bufo Vulgaris jantan.
Praktikum ini dilakukan dengan metode kegiatan eksperimen
menggunakan objek pengamatan katak Bufo Vulgaris jantan. Pertama-tama
menyediakan dua ekor katak bengkerok (Bufo Vulgaris) jantan dewasa. Untuk
mempermudah pencarian jenis katak ini, dapat dilihat ciri-ciri katak jantan
antara lain : pada telapak kaki depan terdapat penebalan berwarna hitam, pada
kulit leher bagian ventral terdapat warna agak merah kekuningan, warna tubuh
biasanya agak gelap dibanding betina. Setelah itu, merangsang dengan
menggunakan lidi kapas pada bagian kloakanya kemudian kalau keluar
sesuatu menaruhnya pada kaca obyek dan periksa dengan mikroskop. Jika
sesuatu tersebut sperma maka harus dibersihkan terlebih dahulu. Lalu
menyiapkan 5 ml air kencing wanita yang diduga hamil sekitar 1-3 bulan
kemudian gunakan pompa dan jarum suntik (spuit) untuk menyuntikkan urine
tersebut secara sub-kutan (di bawah kulit) dengan cara mencubit / menarik
kulit katak kemudian suntikkan. Biasanya untuk penyuntikan ini dipilih
tempat untuk kulit punggung. Setelah itu, Katak yang satu suntik dengan
aquadest digunakan sebagai kontrol. Kemudian mengembalikan katak pada
tempatnya, lalu menunggu kurang lebih 30 menit untuk melihat reaksinya.
Setelah itu merangsang bagian kloaka dengan lidi, dan diperoleh sesuatu yang
keluar. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan mengguakan mikroskop, kami
tidak menemukan sperma, tetapi hanya kotoran-kotoran cairan tu yang dapat
kami amati. Sehigga dapat dikatakan bahwa reaksi yang terjadi adalah negatif.
Mengapa reaksi yang terjadi ini adalah negati? Padahal didalam teori
dikatakan bahwa diadalam urine wanita hamil mengandung hormon HCG
(human chorionic goadotropin) yang ketika disuntikan pada katak jantan,
hormon ini dapat membuat si jantan ketika dirangsang akan mengeluarkan
sperma. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
1. Praktikan kurang tepat dalam menyuntikkan jumlah urine,
sehingga jumlah urine yang masuk kurang banyak atau malah berlebihan
2. Kurangnya ketepatan praktikan dalam cara menyuntikkan urine,
bisa jadi pada saat penyuntikan terjadi, banyak urine yang tidak masuk
atau keluar dari area yang diinginkan
3. Praktikan kurang teliti, bagian manakah dari tubuh katak yang
seharusya disuntik (ini juga sangat berpengaruh terhadap reaksi yang
dihasiklka akan bersifat positif ataupun negatif.
4. Urine umur kehamilan yang dipilih kurang sesuai (masih
mengandung HCG atau tidak)
5. Kurag teliti dalam meggunakan waktu (waktu yang digunakan
berlebih atau bahkan kurang), sehingga ketika waktu pada saat
pengamatan kurag, maka urine wanita hamil tersebut belum bereaksi pada
tubuh katak atau sebaliknya

Untuk mengakses dan mendownload tugas kuliah ini


selengkapnya anda harus berstatus Paid Member