Anda di halaman 1dari 11

Sistem Keamanan Bangunan dan Sistem Transportasi Dalam

Bangunan

1. Sistem Keamanan Bangunan (Fire Protection)


Terdapat 2 macam proteksi dalam menghadapi kebakaran, yaitu :
• Proteksi aktif ketentuan alat deteksi dan alarm kebakaran, sprinkler, serta
hidran.
• Proteksi pasif adanya pintu dan tangga darurat kebakaran, bahan
penghambat api, dan sebagainya.

Perlengkapan pencegah kebakaran:

• APAR / Fire Extinguishers / Racun Api

Bahan yang ada dalam tabung pemadam api tersebut ada yang dari bahan
kinia kering, foam / busa dan CO2, untuk Halon tidak diperkenankan dipakai
di Indonesia.

Fire Extinguishers

(Foto. Zikri,Dkk)

• Detektor Asap / Smoke Detector

Peralatan yang memungkinkan secara otomatis akan memberitahukan


kepada setiap orang apabila ada asap pada suatu daerah maka alat ini akan
berbunyi, khusus untuk pemakaian dalam gedung.
Smoke Detector

(Foto. Zikri,Dkk)

• Fire Alarm
Peralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada setiap orang akan
adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.

• Sprinkler
Peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan
memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada suatu
suhu tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut . Alat ini sendiri
hanya dapat digunakan sekali dalam pemakaiannya, cairan yang terdapat
pada air ini yaitu air raksa. Setiap jarak 3 meter dipasang alat ini, karena
daya semburannya berada pada radius 3 m2 . apabila terjadi kebakaran
sprinkler menyala terus tergantung dari sumbernya.
• Hydrant

Terdapat dua jenis hydrant yaitu:

Indoor Hydrant Box dan Outdoor Hydrant Box, biasanya pada Outdoor
Hydrant Box disebelahnya terdapat Pillar Hydrant yang berfungsi untuk
menambah pasokan air, apabila pasokan air dalam mobil pemadam sudah
habis. Sumber air berasal dari Water Tank pada bagian basement gedung ini.

Kelengkapan pada Hydrant Box ini yaitu terdapat


selang air dan Fire Alarm. Apabila terjadi kebakaran
cara penggunaan alarm dengan cara memecahkan
kaca yang ada pada box ini dengan demikian alarm
akan berbunyi. Terdapat jack phone yang dapat
digunakan dengan head phone untuk berkomunikasi
dengan Ruang control.

Pemipaan pada SHAFT yaitu :


• pipa merah untuk mengalirkan air dari Sumber air
di Water Tank menuju ke sprinkler.

• Pipa putih untuk air kotor


Kondisi pipa sprinkler
pada bagian dalam
plafond

Outdoor Hydrant Box dan Pillar Hydrant

Pada Plaza ini terdapat 7 buah Outdoor Hydrant Box dan Pillar Hydrant yang
tersebar mengelilingi gedung. Tutup sumur hydrant yang berada diatas permukaan
tanah harus tetap terjaga dan terawat sehingga diperlukan pemeriksaan / uji
kelayakan setiap 6 bulan sekali.
(Sumber. PT Plasa Araya Sentra Niaga)

Outdoor Hydrant Box Pillar Hydrant

(Foto. Zikri,Dkk)
Flow Chart Penanggulangan Kebakaran

Alarm / Laporan
Kebakaran

Teknik POSKO INFORMASI PERSONAL SECURITY

Check di alarm sistem, dimana Personal security yang terdekat


lokasi alarm terjadi dan laporkan dengan lokasi kebakaran,
ke POSKO diinformasikan melalui HT untuk
segera menuju lokasi dengan
Sebagian personil teknik stand by membawa tabung pemadam
di R. Genset, R. Panel, R. Pump, kebakaran
dan tunggu instruksi

TIDAK ADA KEBAKARAN


Ada Kebakaran
Informasikan ke Teknik dan Posko
keadaan aman dan tidak ada
kebakaran

SELESAI

KEBAKARAN KECIL API TAMBAH KEBAKARAN BESAR


BESAR
• Lapor keadaan ke POSKO dan • Lapor keadaan ke POSKO dan
TEKNIK TEKNIK

• Padamkan api dengan Tabung • Minta bantuan tambahan


pemadam kebakaran sampai personil dan peralatan
api padam dan bantuan pemadam kebakaran

SECURITY

SECURITY menuju ruang teknik


untuk mengumumkan kepada
pengunjung dengan
AIR PADAM menggunakan Emergency mic
Semua anggota
tentang adanya kebakaran dan
Lapor keadaan ke POSKO dan security dalam
pengunjung diarahkan untuk
TEKNIK api dapat dipadamkan keadaan siaga
keluar melalui pintu dan tangga
dan keadaan aman dengan tugas-
darurat dengan tidak panik,
tugas
SELESAI lakukan terus menerus sampai
yan

POSKO SHOPPING LUAR DAN CARPARK

• Lapor petugas PMK Mengatur dan Mengontroldan mengatur lalu


terdekat mengarahkan lintas kendaraan baik carpark
• Lapor Mall Manager pengunjung dan tenant maupun area luar gedung
• Lapor Polisi untuk keluar gedung
melalui tangga dan pintu
darurat dengan tidak

Petugas yang lain


membantu pemadaman
sampai api padam

Bantuan PMK datang

Semua KOMANDO
diambil alih oleh petugas
PMK

Tangga Darurat pada bangunan ini terdapat 2 buah yang kesemuanya terdapat
pada sisi selatan bangunan.
Sistem Transportasi Dalam Bangunan

ALAT TRANSPORTASI VERTIKAL

Suatu bangunan yang besar & tinggi, memerlukan sarana angkut/transportasi yang
nyaman untuk aktifitas perpindahan orang dan barang secara VERTIKAL. Sarana
angkut vertikal yang bekerja secara mekanik elektrik adalah :
• Elevator (Lift)
• Eskalator

CARA KERJA ELEVATOR/LIFT

Lift Barang Kapasitas 500 Kg


(Foto. Zikri,Dkk)

Pada sistem geared atau gearless (yang masing-masing digunakan pada


instalasi gedung dengan ketinggian menengah dan tinggi), kereta elevator
tergantung di ruang luncur oleh beberapa steel hoist ropes, biasanya dua puli
katrol, dan sebuah bobot pengimbang (counterweight). Bobot kereta dan
counterweight menghasilkan traksi yang memadai antara puli katrol dan hoist ropes
sehingga puli katrol dapat menggegam hoist ropes dan bergerak serta menahan
kereta tanpa selip berlebihan. Kereta dan counterweight bergerak sepanjang rel
yang vertikal agar mereka tidak berayun-ayun.

Mesin untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya


tepat di atas ruang luncur kereta. Untuk memasok listrik ke kereta dan menerima
sinyal listrik dari kereta ini, dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk
menghubungkan ruang mesin dengan kereta. Ujung kabel yang terikat pada kereta
turut bergerak dengan kereta sehingga disebut sebagai “kabel bergerak (traveling
cable)”.
Panel kontrol pada lift
(Foto. Zikri,Dkk)

Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan drive sheave
dihubungkan dengan poros motor melalui gigi-gigi di kotak gigi, yang dapat
mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah.
Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak
dihubungkan langsung ke poros motor.

Motor penarik pada lift


(Foto. Zikri,Dkk)

Pada sistem hidrolik (terutama digunakan pada instalasi di gedung rendah,


dengan kecepatan kereta menengah), kereta dihubungkan ke bagian atas dari
piston panjang yang bergerak naik dan turun di dalam sebuah silinder. Kereta
bergerak naik saat oli dipompa ke dalam silinder dari tangki oli, sehingga
mendorong piston naik. Kereta turun saat oli kembali ke tangki oli.

Aksi pengangkatan dapat bersifat langsung (piston terhubungkan ke kereta)


atau roped (piston terikat ke kereta melalui rope). Pada kedua cara tersebut,
pekerjaan pengangkatan yang dilakukan oleh pompa motor (energi kinetik) untuk
mengangkat kereta ke elevasi yang lebih tinggi sehingga membuat kereta mampu
melakukan pekerjaan (energi potensial). Transfer energi ini terjadi setiap kali kereta
diangkat. Ketika kereta diturunkan, energi potensial digunakan habis dan siklus
energi menjadi lengkap sudah. Gerakan naik dan turun kereta elevator dikendalikan
oleh katup hidrolik.

Pompa motor di atap bangunan


(Foto. Zikri,Dkk)

CARA KERJA ESKALATOR

Pendaratan/Landing
Floor plate rata dengan lantai akhir dan diberi engsel atau dapat dilepaskan
untuk jalan ke ruang mesin yang berada di bawah floor plates. Comb plate adalah
bagian antara floor plate yang statis dan anak tangga bergerak. Comb plate ini
sedikit miring ke bawah agar geriginya tepat berada di antara celah-celah anak
tangga-anak tangga. Tepi muka gerigi comb plate berada dibawah permukaan
cleat.

Landasan penopang/Truss
Landasan penopang adalah struktur mekanis yang menjembatani ruang
antara pendaratan bawah dan atas. Landasan penopang pada dasarnya adalah
kotak berongga yang terbuat dari bagian-bagian bersisi dua yang digabungkan
bersama dengan menggunakan sambungan bersilang sepanjang bagian dasar dan
tepat dibawah bagian ujungnya. Ujung-ujung truss tersandar pada penopang beton
atau baja.
Pijakan pada ekskalator

Sistem Pergerakan pada ekskaltor

Lintasan
Sistem lintasan dibangun di dalam landasan penopang untuk mengantarkan rantai
anak tangga, yang menarik anak tangga melalui loop tidak berujung. Terdapat dua
lintasan: satu untuk bagian muka anak tangga (yang disebut lintasan roda anak
tangga) dan satu untuk roda trailer anak tangga (disebut sebagai lintasan roda
trailer). Perbedaan posisi dari lintasan-lintasan ini menyebabkan anak tangga-anak
tangga muncul dari bawah comb plate untuk membentuk tangga dan menghilang
kembali ke dalam landasan penopang.