Anda di halaman 1dari 5

Material Eksplosif dan Penggunaannya......

(Heri Budi Wibowo)

MATERIAL EKSPLOSIF DAN PENGGUNAANNYA


Heri Budi Wibowo
Peneliti Bidang Teknologi Antariksa, LAPAN
e-mail: heribw@gmail.com

RINGKASAN

Peneliti yang bekerja dengan bahan eksplosif kebanyakan masih konservatif dalam
penggunaan senyawa energetik baru. Banyak senyawa eksplosif tradisional seperti
blackpowder, nitroselulosa (NC) atau trinitrotoluen (TNT) masih digunakan sampai saat ini.
Namun demikian, material energetik baru telah dikembangkan dan mulai digunakan untuk
aplikasi lebih modern. Penggunaan senyawa eksplosif tinggi, material dengan densitas yang
tinggi dan berenergi tinggi telah tersedia. Tetapi terobosan diperoleh untuk kecepatan
detonasi yang aman digunakan. Kimia nitrasi senyawa organik menjadi dasar sistesis
molekul energetik baru masih tetap berlaku. Perkembangan baru memungkinkan potensi
peningkatan kinerja senyawa nitrogen dengan teknologi nano. Suatu tahapan besar telah
dibuat untuk senyawa eksplosif kurang sensitif, yaitu molekul energi tinggi yang kurang
bertenaga. Material energi baru tersebut berperan penting dalam meningkatkan keamanan
dalam penggunaannya. Dalam pengembangan propelan, khususnya untuk senjata,
nitroselulosa masih berperan penting. Telah didiskusikan pengembangan polimer berenergi
yang baru, tetapi masih perlu dipertimbangkan nilai ekonomisnya. Dalam pengembangan
propelan roket padat telah dikembangkan sistem binder energetik baru dan bahan bakar
baru berperforma tinggi, khususnya AND, HNIW, dan GAP. Pengembangan piroteknik untuk
penanda (flare) seperti sensor misil modern, asap yang berwarna atau cahaya yang
dihasilkan pada daerah gelombang infra merah memiliki nilai yang cukup tinggi. Aplikasi
teknologi nano untuk pengembangan piroteknik akan segera tampak.
Kata kunci: Ekplosif, Propelan, Piroteknik, Reaksi, Flare

1 PENDAHULUAN nitrogen dan oksigen seperti senyawa


Senyawa eksplosif didefinisikan nitro, nitrat, nitrat ester, nitramin, azida,
sebagai suatu senyawa atau campuran dan gugus azido. Termasuk didalamnya
senyawa yang memiliki kapabilitas senyawa perklorat dan klorat.
menghasilkan gas pada suhu dan tekanan Nitrogen dalam gugus eksplosifos-
tertentu akibat suatu reaksi kimia yang foris sangat besar peranannya mendukung
dapat menyebabkan kerusakan di kecepatan pembentukan gas, seperti gas
sekelilingnya. Senyawa eksplosif adalah klorin pada senyawa klorat dan perklorat.
senyawa yang memiliki kapabilitas Selain itu, persentase oksigen yang terikat
melepaskan sejumlah besar gas panas dalam molekul untuk teroksidasi secara
pada periode yang sangat singkat ketika sempurna sama penting perannya dengan
reaksi kimia spontan berlangsung. Semua nitrogen dalam identifikasi senyawa
reaksi kimia pada senyawa eksplosif eksplosif. Senyawa yang cukup terkenal
berlangsung secara eksotermal. Itu berarti dengan kadar nitrogen tinggi yang
senyawa eksplosif harus memiliki gugus memiliki energi besar adalah gliseril
kimia yang mampu meningkatkan panas trinitrat (NG), nitroselulosa (NC),
pembentukan dan menghasilkan gas dinitrotoluen (DNT). Molekul organik yang
(gugus eksplosifosforis). Gugus eksplo- memiliki densitas besar dan kandungan
sifosforik biasanya mengandung atom energi sangat besar telah dikembangkan.

13
Berita Dirgantara Vol. 11 No. 1 Maret 2010:13-17

Demikan pula bahan plastisizer berenergi Propelan DB biasa ditambahkan sekitar


besar dan polimer sintetis sebagai binder. 40% gliserin trinitrat. Propelan SN biasa
Senyawa tersebut adalah senyawa yang ditambahkan senyawa kristal nitramin
memiliki kandungan nitrogen tinggi untuk seperti RDX (cyclo-1,3,5-trimethylene-2,4,6-
propulsi. Perkembangan baru dalam trinitramine) ke dalam matriks nitroselulosa.
pengembangan material eksplosif adalah Kelompok propelan lebih maju didasarkan
penggunaan nano partikel dan aplikasi pada sistem binder polimer sintetik.
kimia sol-gel. Tulisan ini memberikan Penamaan propelan biasa disesuaikan
gambaran bagaimana senyawa eksplosif dengan basis binder atau oksidatornya.
diaplikasikan berbeda dan secara detail Jika senyawa nitramin organik ditambahkan
akan dipaparkan perbedaan tipe reaksi ke dalam polimer maka disebut propelan
dan inisiasi peledakan yang terjadi. nitramin. Jika padatan garam anorganik
sebagai oksidator ditambahkan maka
2 KIMIA DAN APLIKASI EKSPLOSIF disebut sebagai propelan komposit.
Berdasarkan tujuannya, bahan Propelan komposit secara luas digunakan
eksplosif digolongkan menjadi tiga tipe: untuk propulsi roket.
eksplosif tinggi, piroteknik, dan propelan Propelan cair merupakan teknologi
(Gambar 2-1). Keluaran dari eksplosif yang menjadi andalan dalam teknologi dan
tinggi adalah detonasi, propelan ekplorasi ruang angkasa. Propelan cair
menyediakan/mempercepat gerak proyektil digolongkan menjadi mono dan bipropelan.
atau misil, dan piroteknik menghasilkan Monopropelan berbahan bakar senyawa
api dalam waktu pendek. Api dihasilkan tunggal seperti hidrazin dimana akan
oleh reaksi redoks antara pereduksi terbakar tanpa membutuhkan oksigen
anorganik dengan oksidator. eksternal (sudah memiliki oksigen cukup
Propelan berdasarkan senyawa dari senyawa tersebut). Bahan bakar dan
kimianya dapat dibedakan menjadi tiga oksidator dalam sistem bipropelan
golongan. Golongan pertama berbasis ditempatkan dalam tangki yang terpisah.
nitroselulosa yang secara luas digunakan Kerosin atau dimetilhidrasin asimetris
sebagai senjata. Termasuk dalam golongan sering digunakan sebagai bahan bakar dan
ini adalah propelan SB (single base), DB oksidator yang digunakan adalah asam
(double base), dan SN (semi nitramin). nitrat atau dinitrogen tetraoksida.

Gambar 2-1:Skema pembagian jenis-jenis bahan eksplosif (Meyer, 2002)


14
Material Eksplosif dan Penggunaannya......(Heri Budi Wibowo)

2.1 Bahan Eksplosif Tinggi sayangnya bahan tersebut memiliki


Seperti terlihat pada Gambar 2-1, kekuatan inisiasi menurun selama
bahan eksplosif tinggi terdiri dari eksplosif dekomposisi. Upaya mengganti bahan
primer dan sekunder. Ekslosif primer timbal azida masih menjadi bahan
biasanya terdiri dari garam-garam logam penelitian yang menarik.
berat. Sebagian besar eksplosif primer
2.2 Propelan
digunakan dalam jumlah kecil untuk
detonator yang akan mengubah sejumlah Bahan nitroselulosa merupakan
kecil rangsangan seperti api, gesekan, bahan utama propelan baik untuk SB, DB
listrik atau ketukan untuk terjadi detonasi. maupun SN. Beberapa penambahan
Detonasi tersebut dilanjutkan dengan platisizer baru, agen pemercepat
booster eksplosif dimana detonasi pembakaran dan senyawa kristal nitramin
diperkuat dan ditransmit menuju muatan baru sering ditambahkan untuk
utama (main charge). meningkatkan performa propelan. Aspek
Bahan booster yang biasa digunakan lingkungan sekarang menjadi bahan
adalah tetryl, TNT, atau PTEN. Material pertimbangan dalam pengembangan
yang lebih modern menggunakan RDX. propelan. DNT yang dapat berfungsi
Muatan utama memiliki komposisi yang menurunkan suhu nyala harus diganti
sangat berbeda tergantung penggunaannya. karena dilarang oleh beberapa negara
Logam performa tinggi sebagai pemercepat dengan alasan lingkungan. Demikian pula
pembakaran digunakan untuk sistem HMX timbal-tin. Beberapa polimer baru yang
(cyclotetramethylene tetranitramine) dan lebih menjanjikan telah ditemukan seperti
bindernya. Jumlah binder dapat mencapai polimer berenergi tinggi yaitu poliuretan
5% dari total berat muatan utama. Di sisi dan polibutadien.
lain, eksplosif yang memiliki efek ledakan
(blasting) dapat bersifat sangat heterogen 2.2.1 Propelan padat untuk senjata
seperti amonium nitrat (AN) sebagai
Propelan single base mengandung
oksidator dengan bahan bakar minyak.
sekitar 90% atau lebih nitroselulosa yang
Kombinasi dari keduanya sering digunakan
dibuat bentuk gel dengan penambahan
untuk mendapatkan komposisi yang lebih
plastisizer. Dibutil ptalat (DBTL) dapat
baik.
berfungsi sebagai agen pemercepat
Bahan yang sering digunakan
pembakaran (surface moderant burning)
sebagai eksplosif primer adalah timbal
dan pendingin nyala.
azida, timbal trinitroresorsinat, dan
Gliserin trinitrat berfungsi sebagai
tetrasen (tetrazolyl guanyltetrazene
hydrate). Beberapa dekade sebelumnya sumber energi tambahan dan plastisizer
digunakan merkuri fulminat. Timbal azida dalam propelan double base. Sejumlah
memiliki kapabilitas sangat bagus untuk kecil DBTL atau champor tidak dapat
menginisiasi booster eksplosif dengan digunakan sebagai surface moderant untuk
jumlah cukup kecil sekitar 0,1 gram. propelan double base karena karakter
Bahan tersebut sangat sensitif terhadap plastisizer NG yang bergerak terlalu cepat
gesekan. Timbal trinitro bersifat sensitif dalam propelan grain dan efek pendinginan
terhadap muatan listrik dan tetrasen permukaan menjadi hilang. Beberapa
sensitif terhadap ketukan (impact). Untuk polimer atau oligomer telah dikembangkan
mendapatkan hasil yang baik dan sesuai untuk kepentingan tersebut. Propelan
yang diinginkan maka bahan-bahan double base secara kimia kurang stabil
tersebut sering dikombinasikan. Salah satu daripada SB. Umur propelan DB lebih
senyawa yang relatif baru adalah 1,3,5- pendek daripada SB, walaupun kandungan
triazida 2,4,6- trinitrobensen (TATNB) energi lebih tinggi dan suhu pembakaran
sebagai pengganti timbal azida, namun lebih tinggi.

15
Berita Dirgantara Vol. 11 No. 1 Maret 2010:13-17

2.2.2 Propelan roket padat Penghasil asap yang sudah biasa digunakan
Propelan roket padat yang dikenal adalah posfor merah dan oksidator yang
saat ini adalah tipe DB, EMDB atau sesuai seperti zink, heksakloroetan,
CMDB. Propelan komposit menggunakan alumunium, dan sebagainya (Urbanski,
binder yang berfungsi sebagai bahan 1987).
bakar, oksidator berbentuk padatan, dan Komposisi piroteknik penghasil
beberapa aditif seperti perekat, katalis cahaya sering digunakan sebagai pencari
mempercepat nyala dan sebagainya. (tracer) dan kepentingan pertunjukan
Oksidator klasik yang terkenal adalah AP (artwork). Beberapa piroteknik meng-
dan AN. Selama proses pembakaran, AP gunakan nitrat dan perklorat sebagai
banyak menghasilkan HCl sebagai sumber oksidator dan logam alkali tanah (litium,
polusi udara serta menghasilkan asap natrium), magnesium, alumunium,
putih, sehingga trayektori dan posisi awal zirkonium, dan titanium sebagai bahan
misil dapat dengan mudah diamati. bakar. Untuk menghasilkan cahaya
Beberapa bahan seperti Mg dan Al atau dengan berbagai warna, biasa digunakan
sodium nitrat ditambahkan untuk senyawa logam yang menghasilkan emisi
mereduksinya. Pembakaran AN tidak spektra dengan frekuensi karakteristik
menghasilkan HCl, tetapi AN menghasilkan (Frovatas, 2000). Sebagai contoh, warna
suhu pembakaran yang rendah. AN dapat merah dihasilkan oleh garam strontium,
distabilkan dengan adanya KN (kalium sodium perklorat akan menghasilkan nyala
nitrat). berwarna kuning, garam barium
menghasilkan warna hijau, garam tembaga
3 PIROTEKNIK menghasilkan warna biru. Dalam reaksi-
reaksi tersebut, dekomposisi perklorat dan
Piroteknik dapat diaplikasikan pembentukan kation logam klorida yang
untuk menghasilkan panas, partikel panas tereksitasi berperan penting dalam emisi
atau suatu nyala, gas atau asap, nyala cahaya yang dihasilkan (Kubota, 2000).
dengan beberapa warna, bunyi seperti Suara tembakan atau ledakan
suara ledakan atau tembakan. Hasil dihasilkan oleh campuran piroteknik yang
partikel panas dapat digunakan untuk menghasilkan gas yang diisikan dalam
penyala propelan. Sudah sejak lama black tabung tertutup. Setelah pembakaran
powder digunakan sebagai penyala awal sejumlah gas yang mendesak tabung yang
(Akhavan, 1998). Boron atau potasium meledak menghasilkan suara ledakan atau
nitrat sering digunakan sebagai bahan tembakan. Black powder biasanya
penyala awal propulsi roket. Hasil panas digunakan untuk keperluan tersebut
dan cahaya digunakan untuk penanda (Dolan, 1997). Generator gas lain
(flare), yang dapat digunakan sebagai digunakan untuk pembuatan kantong
perlindungan pesawat dari serangan misil. udara (airbag) dalam sistem pengamanan
Flare tradisional menggunakan bahan berkendaraan. Sodium azida akan
Magnesium Teflon dan Viton (MTV) menghasilkan gas nitrogen dalam jumlah
(Agrawal, 1998). Pengembangan teknologi besar jika dipanaskan dengan suatu
sensor yang baru telah dirancang penyala awal yang dikontrol (Pagoria,
komposisi penanda (flare) yang meniru 2002).
spektrum emisi dari aliran jet (Zukas, Pirokteknik ke depan akan menjadi
1997). Flare dapat pula digunakan untuk penting dengan adanya perkembangan
modifikasi cuaca dan SOARR (Adam, teknologi nano. Sejumlah bubuk metal
2002). dalam skala nano telah dapat diperoleh
Banyak komposisi piroteknik dan memiliki karakteristik piroposporik
penghasil asap tidak hanya beraksi dalam yang sangat tinggi. Demikian pula
daerah spektrum yang kelihatan, tetapi oksidator dapat diproduksi dalam bentuk
juga dalam daerah spektrum infra merah. bubuk ukuran nano. Dengan berkembangnya
16
Material Eksplosif dan Penggunaannya......(Heri Budi Wibowo)

teori sol-gel maka bahan bakar dan Aplikasi senyawa baru tersebut diharapkan
oksidator dapat diformulasikan dalam mampu menyelesaikan masalah performa
bentuk lebih homogen dari sebelumnya propulsi roket padat secara signifikan.
dan memiliki kinerja yang lebih tinggi dari Pengembangan piroteknik untuk
sebelumnya (Anderson, 1993). penanda (flare) seperti sensor misil
modern, asap yang berwarna atau cahaya
4 PENUTUP yang dihasilkan pada daerah gelombang
infra merah memiliki nilai yang cukup
Seseorang yang bekerja dengan
tinggi. Aplikasi teknologi nano untuk
bahan eksplosif kebanyakan masih
pengembangan piroteknik akan segera
konservatif dalam penggunaan senyawa
tampak.
energetik baru. Banyak senyawa eksplosif
tradisional seperti blackpowder,
DAFTAR RUJUKAN
nitroselulosa (NC) atau trinitrotoluen (TNT)
masih digunakan sampai saat ini. Namun Adam, K. Karaghiosoff, M. Klapötke G. Holl,
demikian, material energetik baru telah M. Kaiser, 2002. Propellants, Explos.
dikembangkan dan mulai digunakan untuk Pyrotech. 27, 7.
aplikasi lebih modern. Agrawal, 1998. Prog. Energy Combust. Sci.,
Penggunaan senyawa eksplosif 24, 1
tinggi, material dengan densitas yang tinggi Akhavan, 1998. The Chemistry of
dan berenergi tinggi telah tersedia. Dan Explosives, RSC Paperbacks,
terobosan diperoleh untuk kecepatan Cambridge.
detonasi yang aman digunakan. Kimia Anderson, 1993. Prog. Astronaut.
nitrasi senyawa organik menjadi dasar Aeronaut., 155, 81.
sistesis molekul energetik baru masih tetap Dolan, S.S. Langer, 1997. Paul in
berlaku. Perkembangan baru memungkin- Explosives in the Service of Man, The
kan potensi peningkatan kinerja senyawa Royal Society of Chemistry,
nitrogen dengan teknologi nano. Cambridge.
Suatu tahapan besar telah dibuat Kubota, J. , 2000. Pyrotechnics, 11, 25
untuk senyawa eksplosif kurang sensitif, Meyer, J. Köhler, A. Homburg, 2002. Explo-
yaitu molekul energi tinggi yang kurang sives, Wiley-VCH, Weinheim.
bertenaga. Material energi baru tersebut Pagoria, G.S. Lee, A.R. Mitchell, R.D.
berperan penting meningkatkan keamanan Schmidt, 2002. Thermochim. Acta,
dalam penggunaannya. 384,
Dalam pengembangan propelan, Provatas, 2000. Energetic Polymers and
khususnya untuk senjata, nitroselulosa Plasticisers for Explosive Formulations –
masih berperan penting. Telah A review of recent advances, DSTO
didiskusikan pengembangan polimer Technical Report Nr. TR-0966.
berenergi yang baru, tetapi masih perlu Urba´nski, 1987. Chemistry and Technology
dipertimbangkan nilai ekonomisnya. Dalam of Explosives, Pergamon Press,
pengembangan propelan roket padat telah Oxford.
dikembangkan sistem binder energetik Zukas, W.P. Walters, 1997. Oxley in
baru dan bahan bakar baru berperforma Explosive Effects and Applications,
tinggi, khususnya AND, HNIW, dan GAP. Springer-Verlag, New York, p. 137.

17