Anda di halaman 1dari 3

Bismillahi ArRahmani ArRahiimi

Peristiwa "BigBang" yang dikemukakan oleh Georges Lemaitre, George Gamow tahun 1930-an dan Stephen
Hawking pada tahun 1980-an, yaitu peristiwa dimana awal dari alam semesta tersusun dari sebuah titik yang
sangat rapat, padat, dan panas yang disebut titik "singularitas" yang tak terdefinisikan. dari titik inilah suatu
ledakan kosmik yang sangat dahsyat disebut BIGBANG terjadi dan membentuk atom-atom Hidrogen, Helium,
Proton, elektron dan neutron dalam htungan menit. Kemudian terbentuklah seluruh galaksi beserta planet-
planet.
Ternyata dalam Alquran telah dijelaskan jauh sebelum para ilmuwan tersebut lahir dalam surat Al Anbiya
ayat30:
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah
suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang
hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman."

dan jelaslah bahwa Allah SWT telah menjelaskan dalam firman NYA bahwa semua kehidupan berawal dari
air...sedangkan para pakar ilmuwan telah menyebutkan bahwa setelah kejadian Big Bang maka terbentuk
atom-atom salah satunya atom hidrogen...Dimana air (H2O) tersusun dari Hidrogen (H)

dan jelaslah bahwa Allah SWT telah menjelaskan dalam firman NYA bahwa semua kehidupan berawal dari
air...sedangkan para pakar ilmuwan telah menyebutkan bahwa setelah kejadian Big Bang maka terbentuk
atom-atom salah satunya atom hidrogen...Dimana air (H2O) tersusun dari Hidrogen (H)

SUBHANALLAH !!!

segala apa yang tertulis diatas hanyalah usaha pendekatan kepada sang khalik oleh penulis, apabila ada salah
pengartian atau kesalahan yang lain maka saya mohon maaf dan hanya lah RASULLULLAH SAW dan
AHLUL BAYT AS sajalah yang dapat mengartikan apa kandungan dan makna yang terkandung dalam
Alquran yang sebenar-benarnya...karena merekalah Yang Terpilih sebagai Hujjah Allah di dunia maupun di
akhirat!

dan Allah AWJ adalah tempat sebaik-baiknya kami kembali dan berserah diri !!!

Allahumma Sahlli ala Muhammad Wa ala Aliy Muhammad


Allahumma Sahlli ala Muhammad Wa ala Aliy Muhammad
Allahumma Sahlli ala Muhammad Wa ala Aliy Muhammad

sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Big_Bang
http://www.harunyahya.com/indo/artikel/022.htm
Buku "Menyibak Rahasia Sains Bumi Dalam Alquran" karangan Ir. Agus Haryo Sudarmojo

-------------------------------------------------------------------------======================================================

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda pada hari Nahar, “Barang siapa yang menyembelih
sebelum shalat hendaknya dia ulangi”, maka berdirilah seorang lelaki, “Ya Rasulullah, ini adalah hari yang daging
itu sangat dinikmati”, dan laki-laki tersebut menyebutkan keperluan dari tetangganya sehingga dia menyembelih
sebelum shalat, maka Rasulullah seakan-akan membenarkannya, “Saya memiliki kambing yang belum cukup
umur yaitu lebih saya senangi dari pada dua kambing berdaging, apakah saya boleh menyembelih kambing yang
belum cukup umur ini”, maka Nabi memberikan keringanan baginya.
Saya (Anas) tidak tahu apakah keringanan ini khusus baginya atau juga bagi yang lain. Kemudian Rasulullah
merunduk pada kedua kambing itu dan menyembelih keduanya. Maka berdirilah sekolompok manusia pada
kambing kecil (kecil jika dibandingkan dengan yang lain tapi sudah cukup umur) maka mereka saling membagi.
Kesimpulan: menyembelih hewan kurban harus sudah memenuhi umur yang ditentukan oleh syariat, apabila
kurang dari umur yang ditentukan maka tidak syah kurbannya dan hanya dihitung sebagai sadaqah. Keringanan di
atas hanya diberikan kepada beberapa sahabat saja dan tidak diberikan kepada orang lain lagi setelahnya.

Dari Anas bin Malik, sesungguhnya Rasulullah shalat kemudian khutbah dan beliau memerintahkan orang yang
menyembelih sebelum shalat untuk mengulanginya.

Kesimpulan:
Awal waktu menyembelih adalah setelah salat Idul Adha bagi orang yang tidak bepergian, sedangkan bagi orang
yang sedang safar (bepergian) maka mereka memperkirakan waktu dimana kaum Muslimin telah selesai
mengerjakan shalat Idul Adha.
Akhir waktu menyembelih terdapat dua pendapat dari kalangan Ulama, pendapat pertama ketika matahari
terbenam pada tanggal 12 Dzulhijjah dan pendapat kedua ketika matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.
Dalil dari pendapat kedua memakai ayat “Agar mereka mengingat Allah pada hari-hari yang telah ditentukan”.
Pada ayat ini disebutkan hari-hari (ayyaamin) dalam bentuk jamak. Dalam bahasa Arab kata jamak memiliki
jumlah minimal tiga. Dan ini pendapat yang dipilih kebanyakan ulama pada masa ini. Akan tetapi apabila memilih
untuk berhati-hati dengan memilih batas akhir tanggal 12 maka hal ini juga diperbolehkan karena tidak terdapat
riwayat yang kuat dari sahabat yang menunjukkan mereka menyembelih pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Bab Mengenai Umur Hewan Kurban


Dalam berkurban terdapat 5 syarat hewan yang akan dikurbankan secara global:
Merupakan hewan ternak.
Telah memenuhi umur.
Terlepas dari cacat.
Disembelih pada waktunya.
Merupakan milik pribadi, hewan tersebut tidak terkait dengan hak orang lain.
Dari Jabir Radhiyallahu ta`ala ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Jangan kalian menyembelih kecuali hewan yang sudah
memenuhi umur, kecuali kalau sulit bagi kalian. Apabila sulit bagi kalian maka sembelihlah jada-a dari domba.”
Yang termasuk hewan ternak adalah unta, kambing, dan sapi. Sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang
menjelaskan tentang berkurban. Dan ditegaskan oleh Ibnu Qayim bahwa tidak pernah diriwayatkan dari Rasulullah
ataupun sahabat untuk penyembelihan kurban, haji, aqiqah kecuali dari hewan ternak. Jadi tidak syah berkurban
dengan 100 ekor ayam, bebek, dll.
Tidak ada perbedaan antara sapi dan kerbau karena hakikatnya sama, demikian pendapat Asy Syaikh Abdulaziz
bin Muhammad Alu Syaikh dan Asy Syaikh Shalih Al Fauzan.

Urutan keutamaan berkurban dari hewan yang dikurbankan:

Dengan 1 ekor unta


Dengan 1 ekor sapi
Dengan 1 ekor kambing
Dengan 1/7 unta
Dengan 1/7 sapi
(*admin, demikian dijelaskan oleh Al Ustadz Dzulqarnain, padahal sebenarnya harga 1/7 unta lebih mahal
daripada harga 1 ekor kambing)
Sedangkan untuk nomor yang sama maka dilihat dari sisi harga, penampilan, jumlah daging, jenis kelasnya, dll.
Boleh berkurban baik dari jenis betina atau pejantan.

Umur Hewan Kurban


Penetapan umur minimal hewan kurban tidak disebutkan dalam nash hadits, akan tetapi hal tersebut dipahami dari
kebiasaan bangsa Arab. Umur minimal untuk hewan kurban sebagai berikut:

Unta minimal 5 tahun dan telah masuk tahun ke 6.


Sapi minimal 2 tahun dan telah masuk tahun ke 3.
Kambing Domba diperbolehkan umur minimal 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan yang 1 tahun. Sedangkan bagi
jenis selain Domba (misal kambing jawa) maka minimal umur 1 tahun dan telah masuk tahun ke 2.
Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shalat mengimami kami pada hari Nahr, maka majulah sekelompok lelaki
kemudian mereka menyembelih, dan mereka menyangka bahwa Rasulullah telah menyembelih, maka Rasulullah
memerintah bagi siapa yang telah menyembelih untuk menyembelih dengan sesembelihan yang lain dan agar
mereka tidak menyembelih sebelum Rasulullah menyembelih kurbannya.
Pelajaran:
Apabila imam / pimpinan suatu negeri menyembelih di tempat yang terbuka, maka dia tidak boleh mendahului
imam tersebut. Apabila dia menyembelih mendahului imam, maka sesembelihannya tidak sah. Tetapi apabila
imam tersebut tidak menampakkan syiar ini, maka kita boleh menyembelih apabila shalat Idul Adha telah
dilaksanakan.

Dari Uqbah bin Amir, sesungguhnya Rasulullah memberikan kambing agar dibagikan untuk disembelih, maka
tersisa bagiku kambing yang bukan domba (belum 1 tahun), maka hal ini disebutkan kepada Nabi dan Nabi
memerintahkan untuk menyembelih baginya.

Dari Uqbah bin Amir, Rasulullah membagi di tengah kami hewan kurban, dan sayapun hanya mendapatkan jada-a
(kambing bukan domba yang berumur kurang dari 1 tahun), maka Rasulullah bersabda “sembelihlah”.

Tidak Boleh Terdapat Cacat Pada Hewan Kurban


Keterangan ini berdasar hadits dari Bara` bin Azid, diriwayatkan oleh Imam Malik, Akhmad, Abu Dawud, At
Tarmidzi, dll.
1.Sembelihan pincang yang sangat tampak kepincangannya.
Kepincangan disini dimaksudkan adalah pincang yang mengganggu dia berjalan dan membuat dia terlambat dari
kawan-kawannya. Tetapi apabila hewan tersebut dapat berjalan beriringan dengan kawanannya walaupun
sebenarnya dia pincang, maka sah kurbannya. Tetapi tetap lebih utama yang sempurna tidak pincang. Termasuk
disini tidak sah berkurban dengan hewan yang putus kakinya.
2.Sembelihan buta sebelah matanya yang sangat nampak kebutaannya.
Yang dimaksudkan sangat nampak kebutaannya disini misalkan mata yang buta berubah fisiknya, misal dengan
menonjol keluar atau cekung ke dalam. Adapun mata yang buta tapi fisiknya sama dengan mata normal, maka sah
disembelih. Begitu pula hewan yang matanya rabun, sah untuk disembelih.
3.Sembelihan sakit yang sangat nampak sakitnya.
Sangat nampak sakitnya misalkan dengan menggigil, di kulitnya terlihat penyakit, dll. Adapun hewan yang
misalkan tidur-tiduran terus maka sah berkurban dengannya.
4.Sembelihan kurus yang tidak berlemak / bersumsum.
Hal ini tentunya hanya dapat diketahui oleh orang yang ahli, maka apabila hewan kurban terlihat kurus tapi dinilai
dia masih memiliki lemak / sumsum maka sah disembelih.