Anda di halaman 1dari 1

Awas!

Ada Kepentingan Kapitalisme Dibalik RUUK DIY

Republika - Senin, 27 Desember

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Budayawan Emha Ainun Nadjib mensinyalir


adanya kepentingan kapitalisme nasional dan global dibalik polemik Rancangan
Undang-undang keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) antara
pemerintah pusat dan masyarakat Yogyakarta.

Kepentingan kapitalisme tersebut menurut Emha, terkait perebutan saham


penambangan pasir besi di wilayah Kabupaten Kulonprogo DIY.

"Kalau boleh teman-teman wartawan mencari sisi lain karena itu juga hanya output
ketidakadilan global. Ada juga tema-tema kapitalisme di belakang itu. Ada
urusannya sama pasir besi, perebutan saham dan seterusnya," terangnya.

Diakui Emha, polemik tentang keistimewaan DIY itu semuanya bermuara pada
saham industri pasir besi tersebut. "Semuanya urusan saham. Urusan pasir besi lah,
yang omsetnya sangat besar, maka tidak dibiarkan Yogya ini kaya sendiri harus
ada yang tanda tangan saham dari Jakarta kan gitu dan seterusnya," tandasnya.

Karena itu Emha berharap selain keistimewaan, masyarakat Yogyakarta juga bisa
menunjukan keistimewaan tersebut berupa mengetahui " hal-hal di balik layar".

Dikutip dari berita YM (27 Des 2010)