Anda di halaman 1dari 20

MENGAJAR ALAT MUSIK PIANIKA DI KELAS

1. Mengenal Alat musik Pianika.


2. Penjarian (Fingering) Tangan Kanan Pianika.

a. Ibu jari = 1
b. Jari telunjuk = 2
c. Jari Tengah = 3
d. Jari Manis = 4
e. Jari Kelingking = 5

Idealnya alat musik pianika tidak ditulisi nada-nada atu not, baik not angka maupun not
huruf. Hal ini untuk mendidik siswa kita untuk mengenal etika bermusik dan mengenal
alat musik pianika apa adanya.Kalupun terpaksa karena kesulitan guru maupun siswa
(karena tanpa ditulis not memeng membutuhkan kesabaran guru yang luar biasa)
usahakan penulisan not hanya sebagian tuts saja.

Contoh:
- No C saja
- Not C dan G saja
- Not C , G, dan C’ saja

3. Mencari nada C
Nada C disini yang dimaksud adalah nada pada octave c1 (c kecil satu) bukan nada c
pada octave besar. Guru membimbing siswa untuk mencari nada C.
Misalnya dengan langkah seperti di bawah ini:
- “Tunjukkan pada Pak/Bu Guru 2 tuts hitam di pianikamu!”
(anak akan mencari beberapa dua tuts hitam)
- “Tunjukkan pada Pak/Bu Guru 3 tuts hitam di pianikamu!”
(anak akan mencari tiga tuts hitam)
- “Tunjukkan pada Pak/Bu Guru, tuts putih disebelah kiri 2 tuts hitam!”
- “Pencet lah 2 tuts hitam dengan jari 2 dan 3!”
- “Pencetlah tuts putih disebelah kiri 2 tuts hitam dengan jari 1!”
- “Nama nada pada tuts putih disebelah kiri 2 tuts hitam adalah nada C.
Selanjutnya guru menjelaskan 4 nada diatas (di pianika sebelah kanan) nada C.”
Yaitu nada D, E, F, dan G. Guru menjelaskan penjarian pada kelima nada tersebut dengan
jari 1 pada nada C, 2 pada nada D, 3 pada nada E, 4 pada nada F, dan 5 pada nada G.

Menulis Lagu
- Anak diminta untuk menyalin lagu teknik 1 dari papan tulis ke buku catatan.
Menyanyikan Lagu
- Anak diminta menyanyikan lagu teknik 1 secara bersama-sama.
Memainkan Pianika
- Setelah anak mengenal melodi lagu teknik 1, guru membimbing anak untuk
memainkannya ke dalam pianika secara bersamaan.
Guru hendaknya berkeliling kelas untuk mengamati permainan siswa, terutama
menyangkut penjariannya. Lebih efektif bila guru mengecek per 4 siswa secara bersama-
sama. Bila ada siswa yang mengalami kesulitan perintahkan kepadanya untuk
memainkan lagu teknik 1 sendirian, dengan tetap mendapat bimbingan dari Guru.
Lagu teknik 1
1 2 3 4 5 5 5 angka jari
l C D E F l G G G . l not huruf
5432111
lGFEDlCCC.l

Apersepsi
- Dengan bimbingan Guru, secara bersamaan anak-anak menyanyikan melodi dari lagu
teknik 1, 2 atau 3 kali ulangan. (agar siswa ingat lagu pada pertemuan yang lalu.)
- Dengan bimbingan guru secara bersama-sama siswa memainkan lagu teknik 1 dengan
menggunakan alat musik pianika.
Menulis Lagu
- Guru menuliskan lagu latihan 1 di papan tulis
- Anak diminta untuk menyalin lagu latihan 1 dari papan tulis ke buku catatan.
Menyanyikan Lagu
- Dengan bimbingan guru,secara bersama-sama siswa menyanyikan melodi lagu latihan
1.
Memainkan Lagu
- Dengan bimbingan guru, siswa secara bersama-sama memainkan lagu latihan 1dengan
menggunakan alat musik pianika.
Guru hendaknya berkeliling kelas untuk mengamati permainan siswa, terutama
menyangkut penjariannya. Lebih efektif bila guru mengecek per 4 siswa secara bersama-
sama. Bila ada siswa yang mengalami kesulitan perintahkan kepadanya untuk
memainkan lagu teknik 1 sendirian, dengan tetap mendapat bimbingan dari Guru.

Lagu Latihan 1
3213211122321
EDC.EDC.CCDDEDC.
3213211122321
EDC.EDC.CCDDEDC
# Lakukan langkah-langkah seperti pada pertemuan 2 pada setiap tatap muka.
# Untuk menghindari kejenuhan siswa dalam bermain alat musik ajaklah mereka untuk
menyanyi. Lagu-lagu yang dinyanyikan saya anjurkan adalah lagu anak-anak, lagu wajib,
dan lagu daerah baik daerah setempat atau lagu daerah Nusantara.

Lagu latihan 2
535343453
lE.G.lE.G.lFEFGlE...l
43421
lE.G.lG.E.lFEFDlC...l
22443452244345
lDDFFlEFG.lDDFFlEFG.l
535343421
l E . G . l G . E . l F E F D l C . . . ll

Lagu Latihan 3
5334221234555
lGEE.lFDD.lCDEFlGGG.l
5334221355333
lGEE.lFDD.lCEGGlEEE.l
234345
lDDDDlDEF.lEEEElEFG.l
53421351
l G E E . l F D D . l C E G G l C C C . ll

Lagu latihan 4
1445544433221
lCCGGlAAG.lFFEElDDC.l
54325432
lGGFFlEED.lGGFFlEED.l
14544321
l C C G G l A A G . l F F E E l D D C . ll

Lagu Teknik 2
(Tangga Nada C Mayor)
12312345
l C . D . l E . F . l G . A . l B . C’ . l
54321321
l C’ . B . l A . G . l F . E . l D . C . ll
Lagu Latihan 5
12312234532
l C D E F l G . G . l A B C’ A l G . . . l
1231345323432
lFGAFlEFGElDEFElD...l
12312234532
l C D E F l G . G . l A B C’ A l G . . . l
1231345323421
lFGAFlEFGElDEFDlC...l

Tags: berita sekolah, Seni

Comments are closed.

Pentingnya pendidikan bagi pembinaan sumber daya manusia sangat


diharapkan oleh setiap orang. Karena melalui pendidikan akan tercipta
seorang manusia yang cakap, terampil, dan berilmu sebagai bekal hidup
nantinya. Serta mampu hidup mandiri di tengah pesatnya kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi sekarang ini. Oleh karena itu, kualitas
pendidikan semestinya ditingkatkan agar tujuan pendidikan nasional dapat
terwujud, seperti yang dijelaskan dalam undang-undang No.20 Tahun 2003
pasal 3 yaitu :
Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan
dalam membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa pada tuhan yang Maha Esa, berakhlak
mulia, cakap, kreatif, demokratis, serta bertanggungjawab.
(Depdiknas, 2003:3).

Musik yang berkembang di masyarakat sejak dulunya sudah menjadi


bahan perbincangan dalam dunia pendidikan sebagai bagian mata pelajaran
seni budaya dan keterampilan (SBK). Oleh karena itu pendidikan seni musik
harus diperkenalkan pada anak, karena sesuai dengan salah satu fungsi
pendidikan, yaitu memperkenalkan anak pada lingkungannya. Selain itu
tujuan seni musik adalah memupuk rasa seni pada diri setiap anak melalui
perkembangan musik, anggapan terhadap musik, kemampuan
mengungkapkan dirinya melalui musik yang dapat dijadikan bekal untuk
melanjutkan studinya ke pendidikan yang lebih tinggi.
Maka pembelajaran musik di sekolah harus
mengantarkan anak pada pengalaman yang menyenangkan, sehingga anak
dapat merasakan bahwa musik itu adalah sumber rasa keindahan.
Bila anak terlibat atau berpartisipasi dalam
musik, selain dapat mengembangkan kreativitas mereka, musik juga dapat
membantu dalam perkembangan individu anak, mengembangkan
sensitivitas anak, membangun rasa keindahan anak, membuat anak dapat
mengungkapkan ekspresi, memberi tantangan, melatih disiplin.
Berdasarkan sifat anak yang cenderung menyenangi
kegiatan yang aktif, seorang guru yang akan mengajarkan pendidikan musik
haruslah bisa merencanakan pembelajaran yang dapat langsung melibatkan
anak dengan kegiatan musik yang aktif dan dapat memberikan sentuhan
pribadi pada anak baik secara emosi maupun secara fisik.
Namun, pada kenyataannya di lapangan sewaktu penulis melakukan
praktek pengalaman lapangan (PPL) di SD 07 Belakang Tangsi, masih
ditemukan proses pembelajaran seni musik yang hanya terfokus pada
penghafalan fakta dan konsep, pembelajaran lebih berpusat pada guru dan
siswa sedikit terlibat aktif. Apalagi pada pembelajaran musik ensambel,
sering kali kita lihat siswa hanya diberikan konsep tentang musik ensambel
saja, siswa tidak diberi kesempatan untuk mencobakan langsung bagaimana
cara memainkan musik ensambel tersebut. Padahal bila pembelajaran musik
ensambel tersebut dilaksanakan dengan mengaktifkan siswa maka siswa
akan dihadapkan pada suatu pembelajaran yang bisa melatih keterampilan
serta memupuk kekompakan untuk mencapai tujuan bersama, seperti yang
dinyatakan oleh Syahrel (2004:9) “musik ensambel merupakan sebuah
bentuk permainan musik yang dimainkan secara bersama dengan
menggunakan alat yang seragam atau bermacam guna mencapai tujuan
bersama”
Dalam mengatasi masalah ini pendekatan aktif inovatif kreatif efisien
menyenangkan merupakan salah satu solusi terbaik dalam
mempresentasikan pembelajaran yang berpusat pada anak (student centered
learning). Agar anak senang belajar (joyful learning) dan anak dapat
mempelajari sesuatu kompetensi yang bermakna bagi dirinya saat ini dan
perkembangannya di masa yang akan datang.
Dengan demikian kesadaran akan pentingnya pendidikan terutama
bagi anak usia sekolah terus ditingkatkan, baik pada jenjang sekolah dasar,
menengah maupun perguruan tinggi, melalui inovasi pembelajaran yang
diyakini sesuai dengan karakteristik siswa maupun lingkungan sekolahnya.
Sehubungan dengan hal di atas, menurut pendapat penulis dapat
disimpulkan bahwa penerapan PAIKEM dalam pembelajaran musik
ensambel di sekolah dasar sangat relevan digunakan, karena seperti yang
dijelaskan oleh Akhmad (2008:22) “PAIKEM merupakan suatu
pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa secara optimal, untuk
mencapai tujuan pembelajaran dalam suasana yang tidak membosankan
siswa”. Ini dilakukan agar apa yang diharapkan oleh kurikulum tercapai
semaksimal mungkin.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka yang menjadi rumusan masalah
dalam makalah ini adalah Bagaimana Penerapan PAIKEM dalam
pembelajaran Musik Ensambel pianika di kelas V Sekolah Dasar?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

1. Mendeskripsikan langkah penerapan PAIKEM pada pembelajaran

musik ensambel pianika di kelas V sekolah dasar.

2. Melihat efektifitas PAIKEM pada pembelajaran musik ensambel pianika

di kelas V sekolah dasar.

D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini hendaklah bermanfaat bagi :

1. Guru / pengajar
− Sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan proses

pembelajaran musik ensambel pianika di kelas V sekolah dasar

− Guru yang baru lulus dari SPG atau yang sudah mengajar

akan mengetahui bahwa musik merupakan salah satu alat

pendidikan dan pengembangan sikap rohaniah anak didiknya.

− Guru dapat mengajarkan musik di SD dengan pendekatan

yang dapat membuat anak senang belajar.

2. Penulis

− Menambah pengetahuan penulis dalam bidang musik

khususnya musik ensambel.

− Penulis dapat meningkatkan kemampuannya dalam

menyelesaikan suatu masalah yang berkaitan dengan musik

ensambel.

II. KAJIAN TEORI

A. Pengertian pembelajaran

Menurut Oemar (2000:44) “Pembelajaran diartikan sebagai upaya


pembimbingan terhadap siswa agar ia secara sadar dan terarah untuk
belajar dan memperoleh hasil belajar yang sebaik mungkin sesuai dengan
keadaan dan kemampuan siswa yang bersangkutan”.
Sebelum itu juga telah dinyatakan oleh Dimyati (1994:142)

“Pembelajaran adalah proses yang diselenggarakan oleh guru untuk

membelajarkan siswa dalam belajar bagai mana memperoleh dan

memproses pengetahuan, keterampilan dan sikap”.


Dari dua pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa

pembelajaran adalah proses pembimbingan yang diselenggarakan oleh guru

agar siswa sadar dan terarah untuk belajar sehingga mereka memperoleh

hasil belajar yang memuaskan dan semaksimal mungkin.

Upaya membimbing siswa agar sadar dan terarah serta berkeinginan

untuk belajar dan memperoleh hasil, pengajar atau guru hendaklah dapat

mengelola berbagai kondisi belajar dengan baik. Untuk itu guru perlu

dibekali beberapa kemampuan diantaranya menganalisis kurikulum,

merancang rencana pembelajaran melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Rencana pembelajaran tersebut dirancang untuk mempermudah

pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan dapat meningkatkan hasil

belajar. Makin baik perencanaan yang di rancang maka makin mudah dan

efektif pula pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajarnya.

B. PAIKEM (Pembelajaran aktif inovatif kreatif efisien menyenangkan)

Akhmad (2008:22) menarik kesimpulan sebagai berikut.


Pembelajaran
aktif adalah pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa selama
proses pembelajaran. Mereka terlibat langsung, baik dalam
membangun pemahamannya sendiri maupun dalam menemukan
konsep atau ilmu yang dibelajarkan oleh guru. Kreatif adalah
pemberian kesempatan proses berpikir secara optimal, mendalam
dan inovatif, serta mengolah pengetahuan menjadi pemahaman baru
yang nantinya dapat bermakna bagi kehidupan siswa. Efektif adalah
kesesuaian atau pembelajaran yang tepat sasaran, dimana materi
yang di belajar kan sesuai dengan kemauan, kebutuhan siswa baik
untuk masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Dan
pembelajaran yang menyenangkan adalah pengkondisian suasana
yang menyenangkan utamanya ketika siswa mempelajari
pengetahuan di kelas, sehingga mereka betah dan tidak merasa
bosan.
Sedangkan menurut Wayan (2005:5) “Pembelajaran inovatif adalah

pembelajaran yang bersifat student centered, artinya pembelajaran lebih

memberikan peluang bagi siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuan

secara mandiri (self directed) dan dimediasi oleh teman sebaya”.

Pembelajaran inovatif mendasarkan diri siswa pada pradigma

konstruktivistik yang membantu siswa membentuk kembali atau

mentranspormasi informasi baru, melalui kreasi pemahaman baru yang

muncul dari struktur kognitif baru.

Jadi PAIKEM adalah suatu pembelajaran yang menekankan ke

aktifan dan memberi kesempatan berfikir siswa secara optimal, untuk

mencapai suatu tujuan pembelajaran dalam suasana yang tidak

membosankan untuk mengikuti proses pembelajaran.

Dalam PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif,

kreatif, efisien, dan menyenangkan) perbedaan individu perlu diperhatikan

dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Karena setiap anak

dalam setiap kelas tidak melakukan kegiatan yang sama, melainkan berbeda

satu sama lainnya. Maka guru harus bisa mengembangkan ruang kelas

sebagai lingkungan belajar yang menarik serta memanfaatkannya sebagai

sumber belajar.

Ciri – ciri PAIKEM sebagai berikut:


1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan mengembangkan

keterampilan dan pemahaman dengan penekanan pada belajar dengan

melakukan ( Learning by doing ).

2. Guru menggunakan berbagai stimulan dan alat bantu peraga, termasuk

menggunakan lingkungan agar pembelajaran lebih menarik,

menyenangkan dan relevan.

3. Guru, kepala sekolah dan siswa mengatur ruang kelas untuk

memajangkan buku–buku bahan ajar dan karya siswa sebagai sumber

belajar dan juga membuat sudut atau tempat membaca.

4. Guru dan siswa menerapkan cara pembelajaran yang lebih komperatif

dan interaktif, termasuk pembelajaran yang menggunakan kelompok.

5. Guru mendorong siswa menemukan pemecahan sendiri terhadap

masalah, mengungkapkan pikiran mereka, dan mengajak siswa terlibat

dalam menciptakan lingkungan sekolah sendiri.

Metode belajar aktif atau sekarang sering disebut sebagai metode

PAIKEM ( pembelajaran kreatif, inovatif, aktif dan menyenangkan) Saat ini

mulai dirasakan pentingnya di kalangan praktisi pendidik. Dikarenakan

metode ini sepertinya menjadi jawaban bagi suasana kelas yang kaku,

membosankan, menakutkan, menjadi beban dan tidak membuat betah serta

tidak menumbuhkan perasaan senang belajar bagi anak didik. Bukannya

membuat anak mau belajar sepanjang hayat yang terjadi malah kelas dan

sekolah menjadi momok yang menakutkan bagi siswa.


Cara belajar siswa aktif adalah merupakan tantangan yang selanjutnya bagi

para pendidik. Sebab inti sari KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan)

yang diberlakukan sekarang ini adalah pembelajaran aktif. Dalam

pembelajaran aktif baik guru dan siswa sama-sama menjadi pengambil

peran yang penting.

Guru berperan sebagai :

a. Yang merencanakan dan mendesain tahap skenario pembelajaran yang

akan dilaksanakan dalam kelas.

b. Membuat strategi pembelajaran apa yang ingin dipakai (strategi yang

umumnya dipakai adalah belajar dengan bekerjasama).

c. Mencari keunikan siswa, dalam hal ini berusaha mencari sisi cerdas dan

modalitas belajar siswa dengan demikian sisi kuat dan sisi lemah siswa

menjadi perhatian yang setara dan seimbang.

d. Menilai siswa dengan cara transparan dan adil. Merupakan penilaian

kinerja serta proses dalam bentuk kognitif, afektif dan skill (biasa

disebut psiko motorik).

e. Melakukan macam–macam penilaian misalnya tes tertulis, performa

(penampilan saat presentasi, debat dll) dan penugasan.

f. Membuat portofolio tugas siswa.

Sedangkan siswa berperan sebagai:

a. Menggunakan kemampuan bertanya dan berfikir.

b. Melakukan percobaan sendiri.

c. Mempelajari ide serta konsep–konsep yang baru dan menantang.


d. Memecahkan masalah (problem solving).

e. Belajar disiplin.

f. Melakukan kegiatan pembelajaran secara sendiri atau kelompok

(belajar menerima pendapat orang lain, siswa belajar menjadi tim

Player).

g. Mengaplikasikan hasil pembelajaran lewat tindakan atau aksi.

h. Melakukan interaksi dengan teman sebaya.

i. Banyak kegiatan yang dilakukan dengan berkelompok.

Dalam pembelajaran musik ensambel, bila PAIKEM digunakan

dengan baik maka siswa akan lebih mudah menemukan apa sebetulnya

musik ensambel. Karena dalam pembelajaran PAIKEM sangat dituntut

keaktifan dan keratifitas siswa untuk melakukan percobaan sendiri,

memecahkan masalah bahkan untuk mempelajari hal-hal baru yang

menantang. Misalnya, dalam memainkan musik ensambel pianika siswa

perlu mencobakan langsung bagaimana memainkannya.

C. Pengertian Musik Ensambel


Menurut Syahrel (2004:9) “Musik merupakan salah satu mata

pelajaran seni budaya dan keterampilan yang mengarahkan siswa pada

tujuan pendidikan seni musik”. Tujuan pendidikan tersebut adalah sebagai

berikut:

a. Menjadikan siswa mampu memahami tentang keberadaan musik

sebagai bagian dari kehidupan manusia.


b. Menjadikan siswa mampu memahami nilai-nilai positif yang terkandung

dalam pembelajaran musik serta menjadikan siswa memiliki sikap dan

pola tingkah laku yang terarah.

c. Menjadikan siswa memiliki perasaan halus.

d. Menjadikan siswa memiliki pandangan yang luas terhadap bidang musik

itu sendiri.

e. Menjadikan siswa mengerti dengan apa sebetulnya makna atau hakekat

yang hendak dicapai dalam dunia kesenian. Sehingga membuatnya sadar

dengan situasi yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

f. Agar siswa mampu menghargai hasil karya seni.

g. Menjadikan siswa mampu mendisiplinkan diri sebelum mendisiplinkan

orang lain.

Selain itu Jamalus dan hamzah (1993:112) juga telah menyimpulkan

“pengajaran musik di SD adalah dari pendidikan keseluruhan anak pada

tahap pembentukan pribadinya dalam rangka menuju pembentukan

manusia Indonesia seutuhnya…”

Jamalus (1988:1) Menarik kesimpulan “Musik adalah suatu hasil

karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang

mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur

musik, yaitu irama, bentuk/struktur lagu dan ekspresi sebagai satu

kesenian”. Dengan demikian dapat kita tarik kesimpulan bahwa yang

namanya musik merupakan sebuah seni pengungkapan pikiran melalui

irama dan ekspresi. Sesuai dengan perkembangan yang ada musik itu dapat
saja berwujud tunggal/kelompok. Jika yang ditemui adalah musik dalam

bentuk permainan kelompok maka dikenallah dengan musik ensambel.

Syahrel (2004:4) menyimpulkan “Ensambel secara umum berarti

sebuah penyatuan, yaitu penyatuan dari berbagai unsur, yang wujudnya

biasa sama maupun berbeda antara yang satu dengan yang lain. Unsur-

unsur yang berbeda dan disatukan itu mengandung makna untuk mencapai

suatu tujuan atau bentuk yang diinginkan”.

Dalam syahrel (2004:16) “Ensambel menurut Suharto (1981:21) yaitu suatu

bentuk permainan musik yang dilakukan secara bersama dengan

menggunakan alat musik yang seragam atau beragam”.

Sedangkan dalam Syahrel (2004:16) menurut Latifah (1981:34) “ensambel

yaitu sebuah permainan musik secara bersama, merasakannya secara

bersama untuk mencapai tujuan bersama pula”.

Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa

musik ensambel merupakan suatu bentuk permainan musik secara bersama

dengan mempergunakan alat musik yang seragam atau bermacam-macam

guna merasakan sebuah permainan secara bersama untuk mencapai tujuan

yang sama pula.

Berdasarkan jenis alatnya, maka musik ensambel tergolong kedalam

dua bagian, yaitu :

1. Ensambel sejenis, yaitu permainan musik ensambel yang menggunakan

satu macam alat musik saja.


2. Ensambel campuran, yaitu permainan musik ensambel yang

menggunakan bermacam-macam alat musik.

Dalam musik ensambel sejenis terdapat satu jenis alat musik dalam jumlah

banyak. Biasanya musik ensambel sejenis langsung disebutkan alat

musiknya. Misalnya, ensambel musik pianika terdiri dari beberapa buah

pianika yang memainkan sebuah komposisi musik secara bersama-sama.

III. PEMBAHASAN
Berdasarkan pada permasalahan sebelumnya maka pada bagian ini akan
dijelaskan mengenai “Bagaimana langkah menerapkan PAIKEM dalam
pembelajaran musik ensambel pianika di kelas V Sekolah Dasar”. Ada beberapa
langkah yang dapat kita tempuh dalam pelaksanaan pembelajaran musik
ensambel yaitu :
Langkah I
1. Melihat kecendrungan kurikulum tentang pendidikan musik yang ada dan
terpakai. Misalnya dalam kurikulum 2006 kelas V SD semester 1, KD
(menjelaskan makna ensambel).
2. Mengenalkan pada anak apa itu musik ensambel dan bagaimana
memainkannya. Serta mengenalkan contoh alat yang akan digunakan dan
bagaimana pula cara memainkannya. Misalnya, pianika.
Pianika merupakan alat musik bertuts yang dimainkan dengan cara
ditiup. Bilahan-bilahan nadanya (tuts) ada yang berwarna putih dan
adapula yang berwarna hitam.

Dalam memainkan alat musik pianika ini, tangan kiri memegang


pianika dan tangan kanan menekan tuts-tuts pianika untuk memainkan
melodi lagu sedangkan mulut meniupnya. Bentuklah tangan kanan seperti
memegang bola sehingga jari bisa bergerak dengan leluasa. Setiap jari
memiliki fungsi tersendiri, yakni:
- Jari jempol menekan nada 1 dan 4
- Jari telunjuk menekan nada 2 dan 5
- Jari tengah menekan nada 3 dan 6
- Jari manis menekan nada 7
- Jari keligking menekan nada i.
Wilayah nada pianika adalah sebagai berikut,

3. Salah satu ciri-ciri PAIKEM adalah untuk membantu siswa


mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.
Misalnya, semua siswa belum memiliki pianika, berarti masih ada siswa
yang tidak bisa mencobakan langsung bagaimana penjarian dalam pianika.
Di sini guru bisa memancing alternatif dari siswa untuk memecahkan
masalah tersebut dengan cara, guru membuat gambar pianika pada sebuah
karton kemudian pajangkan di depan kelas. Lalu cobakanlah oleh guru
terlebih dahulu bagaimana penjarian dalam pianika dengan menggunakan
gambar pianika yang terpajang. Maka tanpa disadari siswa akan tertarik
untuk membuat gambar pianika di bukunya masing-masing, bahkan akan
langsung mempraktekkannya sendiri.
4. Bentuklah kelompok belajar siswa, karena dalam PAIKEM siswa juga
dituntut untuk belajar dalam kelompok dan belajar menerima pendapat
orang lain. Dalam membagi kelompok, guru harus memperhatikan mana
siswa yang tidak memiliki pianika, kemudian masukkanlah siswa tersebut
dalam kelompok siswa yang sudah memiliki pianika.

Langkah II
1. Pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang lebih memberikan
peluang bagi siswa untuk belajar mandiri, maka guru hendaknya
memberikan waktu pada siswa untuk mencobakan sendiri bagaimana
memainkan musik ensambel pianika dalam kelompok tanpa harus ada
komentar terlebih dahulu.
2. Karena setiap siswa akan melakukan hal yang berbeda satu sama lain. Ada
yang suka berjalan keluar masuk kelas dan ada juga yang suka berdiam diri
di bangkunya. Maka guru bisa menarik perhatian siswa dengan cara
menyanyikan notasi angka lagu yang terpajang sambil menunjuk kelompok
secara bergantian untuk menekan nada yang di nyanyikan oleh guru.

12
3. Setelah itu mintalah satu persatu siswa memainkan potongan lagu di bawah
ini ke depan kelas dengan menggunakan pianika. Berikanlah penguatan
pada siswa agar mereka lebih termotivasi.

4. Biarkan mereka kembali berlatih musik dalam kelompoknya masing-masing


karena dalam PAIKEM siswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan baik
kegiatan kelompok maupun perorangan, guru cukup mengawasi dan
memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) kekompakan, baik dalam irama,
melodi, dan tempo, b) toleransi antara satu pemain dengan pemain lain,
apakah dia memainkan musik menurut keinginannya sendiri atau
memainkan musik dengan volume yang sedang agar temannya yang lain
tidak terganggu, c) harmonisasi, yaitu apakah ada keseimbangan antara
bunyi, melodi dan tempo nada yang dimainkan. Jika guru menemukan
kesalahan pada kelompok dalam latihan maka guru sebaiknya menegur,
agar permainan ensambel tersebut membentuk kerjasama antar sesama
pemain.
5. Agar lebih menantang dan memotivasi kekompakkan siswa dalam
kelompok, potongan lagu berikut ini diberi batasan waktu untuk latihannya.

Kemudian mintalah setiap kelompok menampilkan kemampuan mereka


dalam bermain musik ensambel ke depan kelas, cukup dengan potongan
lagu yang baru saja dilatihkan.
6. Di potongan lagu berikut ini, mintalah satu-persatu kelompok memainkan
musik ensambel tanpa ada bimbingan lagi dari guru.
7. Berikan waktu pada kelompok untuk latihan memainkan semua nada lagu
tersebut dalam beberapa menit, kemudian untuk menciptakan suasana kelas
yang lebih menyenangkan adakanlah suatu permainan cabut lot, bagi
kelompok yang terpanggil nomor urut nya harus menampilkan permainan
musik ensambel ke depan kelas.

Langkah III.
1. Tugaskan setiap kelompok berlatih musik dalam waktu tertentu untuk
menyanyikan lagu tersebut sampai selesai.
2. Kemudian tampilkan kemampuan setiap kelompok agar mereka lebih
bersemangat. supaya lebih menarik, setelah penampilan dari setiap
kelompok ajaklah semua siswa bermain musik ensambel secara bersama-
sama.

IV. PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:


1. Musik ensambel adalah suatu bentuk permainan musik secara bersama
dengan mempergunakan alat musik yang seragam atau bermacam-
macam.
2. Tujuan dalam pembelajaran musik ensambel di sekolah dasar adalah:
a. agar siswa memiliki sikap tanggung jawab dan rasa
ketergantungan.
b. agar siswa memiliki perasaan halus dan pandangan luas dalam
bidang seni.
c. Mampu menghargai hasil karya seni. Serta mendisiplinkan diri
siswa.
3. PAIKEM merupakan suatu pembelajaran yang menekankan keaktifan
siswa dalam memberikan kesempatan berpikir siswa secara optimal
untuk mencapai satu tujuan pembelajaran dalam suasana yang tidak
membosankan pada siswa
4. Penerapan PAIKEM dalam pembelajaran musik Ensambel banyak
manfaatnya baik dari segi mengaktifkan siswa memotivasi serta
mampu memancing siswa untuk terampil bertanya

B. Saran

Dari pembahasan dan kesimpulan penulis di atas, saran yang dapat penulis
berikan adalah :
1. Seorang guru hendaknya tahu dulu apa itu musik dan bagaimana
memainkannya agar saat mengajar nanti kita tidak canggung lagi
dalam mengajar.
2. Calon guru hendaknya memperhatikan metode yang cocok digunakan
dalam pembelajaran musik di sekolah dasar.
3. Calon guru hendaknya lebih banyak menerapkan PAIKEM dalam
pembelajaran musik di Sekolah Dasar agar pelajaran tersebut lebih
menyenangkan dan bermakna bagi siswa.
RENCANA PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Seni Budaya & Keterampilan
Kelas/ Semester :V/I
Waktu : 1 x Pertemuan ( 3 x 40 menit)

I. Standar Kompetensi
Mengapresiasikan karya seni musik.
II. Kompetensi Dasar
Menjelaskan makna ensambel sejenis.
III. Hasil Belajar
Menjelaskan apa itu ensambel Sejenis.
IV. Indikator
- Menjelaskan makna ensambel sejenis.
- Memperagakan ensambel dalam sebuah lagu.
V. Tujuan pembelajaran
- Melalui tanya jawab siswa dapat mengetahui makna ensambel sejenis.
- Melalui PAIKEM siswa mampu memperagakan ensambel sejenis pada
sebuah lagu dengan baik.
VI. Dampak Pengiring
- Keaktifan.
- Keberanian.
- Keseriusan.
- Berpikir kritis dan Bertanggung jawab.
VII. Materi Pokok/ Uraian Materi
Ensambel
Permainan musik yang dilakukan secara bersama-sama disebut Ensambel
musik. Alat musik yang dipakai biasanya bermacam-macam. Bisa alat musik
ritmis maupun melodis, jika menggunakan satu jenis alat musik, disebut
Ensambel Sejenis. Misalnya alat musik tiup jika yang dipakai lebih dari satu
jenis alat musik, disebut Ensambel gabungan.
Cara bermain Ensambel musik harus mengikuti pola-pola tertentu. Ada pula
pola yang perlu dipelajari.
1. Pola Melodis/lagu
Pola ini digunakan untuk permainan dengan alat musik melodis atau
bernada. Polanya ditulis dengan menggunakan not balok/not angka
sehingga disebut pola baku
2. Pola ritmis.
Pola ini untuk alat musik tidak bernada. Pola ritmis ini bukan pola baku,
ditulis hanya untuk pengikat saja. Contoh penulisan pola ritmis:
Simbol pola: I alatnya botol bunyinya ting.
VIII.Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
a. Kegiatan Awal
- Menyediakan kondisi kelas.
- Berdo’a.
- Mengambil absen.
- Appersepsi.
b. Kegiatan inti
- Guru dan siswa tanya jawab tentang musik.
- Mintalah siswa membuat sebuah pianika dari kertas lengkap dengan
nadanya, kemudian bentuklah kelompok belajar siswa
- Guru menjelaskan sedikit tentang makna musik Ensambel, bagaimana
cara memainkannya dan ensambel apa yang akan dicobakan.
- Guru mengenalkan pianica pada siswa, dan mencoba cara
memainkannya berulang kali.
- Semua siswa disuruh mencobakannya sendiri, dengan pianika kertas.
- Setelah siswa cukup pasif memainkannya guru memberikan notasi
lagu mengheningkan cipta dalam bentuk kertas selembar.
- Kemudian guru menyuruh siswa memainkan lagu mengheningkan
cipta dengan musik Ensambel di kelompok masing-masing.
- Siswa dipantau terus-menerus oleh guru agar apa yang mereka
mainkan serentak dan teratur.
- Agar lebih bersemangat, setiap kelompok diminta memainkannya di
depan kelas.
c. Kegiatan Akhir
- Siswa dan guru menyimpulkan pelajaran.
- Siswa mengerjakan soal evaluasi
- Guru memberi PR sebagai tindak lanjut
VII. Media, Sumber, dan Metode
a. Media
- Pianica
b. Sumber
- KTSP 2006
- Buku paket seni dan budaya V SD.
c. Metode
- Ceramah.
- Tanya jawab.
- Diskusi.
IV. Penilaian
d. Penilaian Proses.
No Nama Siswa Sikap siswa dalam Kekompakan dalam
memainkan alat bermain musik
musik
1 2 3 4 1 2 3 4
Keterangan :
1 = Baik Sekali,
2 = Baik,
3 = Cukup,
4 = KurangPenilaian Hasil
- Kemampuan siswa memainkan alat musik
- Kemampuan siswa menghafal not lagu.

DAFTAR RUJUKAN