Anda di halaman 1dari 29

BUKU MATERI POKOK

KIMIA

KLS XI/SEMESTER 2/MODUL 5

OLEH :
BENNY GARTIKA, S.Pd.M.MPd.

SMA NEGERI 1 CILIMUS


SISTEM PERIODIK DAN STRUKTUR ATOM
1. Pengantar
Asam dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting. Dalam
kehidupan sehari-hari,kita mengenal berbagai zat yang kta golongkan sebaga asam,
misalnya asam cuka, asam sitrun, asam jawa, asam belimbing, serta “asam lambung”.
Salah satu sifat asam adalah rasanya yang masam. Kita juga mengenal berbaga zat yang
kita golongkan sebagai sebagai basa,misalnya kapur sirih, kaustk soda, ar sabun, dan air
abu. Salah satu sifat basa adalah dapat melarutkan lemak;itulah sebabnya abu (abu gosok)
Digunakan untruk mencuci piring.
Mengapa banyak zat mempunyai sifat yang sama ?
Apakah pembawa sifat asam dan basa tu ?
Bab ini akan membahas beberapa teori tentang asam dan basa,yaitu teori Arrhenius
teori Bronsted-Lowry, dan teori Lewis. Selain itu, juga akan dibahas tentang pH dan cara
Pengukuran atau perhitungannya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk
menyatakan tingkat keasaman suatu larutan. Bagian akhir bab ini akan membahas tentang
reaksi penetralan asam-basa.

2. Standar kompetensi

Memahami sfat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya. .

3. Kompetensi Dasar

Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat


larutan dan meng-
hitung pH larutan.

4. Indikator
Menganalisis larutan penyangga dan bukan penyangga melalui percobaan.

5. Kegiatan Belajar
1. Pendekatan : Keterampilan proses
2. Metode : Eksperimen
3. Langkah-langkah
Kegiatan Alokasi Ket.
Waktu
a. Kegiatan Awal
1. Mengabsen
2. Memberi penjelasan singkat mengenai 10
materi yang menit
Akan dipraktekkan.
3. Membentuk kelompok
b. Kegiatan Inti
1. Merancang dan melakukan percobaan 65
untuk meng- menit
analisa larutan penyangga dan bukan
penyangga me
lalui percobaan.
c. Kegiatan Akhir
1. Merapihkan dan mengembalikan alat 15
dan bahan ke menit
tempat semula.
2. Membuat kesimpulan hasil percobaan
5.1. Uraan dan Contoh
a.Asam
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air melepaskan ion H+. Dengan
kata lain pembawa sfat asam adalah on H+ . Asam arrhenus dapat drumuskan sebagai HxZ
dan dalam mengalam ionisasi sebagai berikut.

HxZ(aq) xH+ (aq) Zx-(aq)


Contoh :
Asam cuka (CH3COOH) dan asam klorda (HCl) d dalam ar mengon sebagai berikut
CH3COOH (aq) CH3COO- (aq) + H+(aq)
HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)
Jumlah on H+ yang dapat dhasilkan oleh satu molekul asam dsebut valensi asam.
Sedangkan ion negatf yang terbentuk dari asam setelah melepas ion H+ disebut ion sia
asam. Nama sam sama dengan nama ion sisa asam dengan didahului kata asam. Berbaga
contoh asam dan reaks ionisasinya sbb.
Rumus Asam Nama Asam Reaksi ionisasi valensi Sisa Asam
Asam anorganik
(asam mineral)
HCl Asam klorda HCl H+ + CL- 1 Cl-
HCN Asam sianida HCN H+ + CN- 1 CN-
+ 2-
H2S Asam sulfide H2S 2H + S 2 S2-
H2SO42- Asam Sulfat H2SO4 2H+ + SO42- 2 SO42-
Asam organik
HCOOH Asam format HCOOH H+ + HCOO- 1 HCOO-
(asam semut)
CH3COOH Asam asetat CH3COOH CH3COO- +H- 1 CH3COO-
(asam cuka)

b. Basa
Menurutt Arrhenius, basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghaslkan ion
hidroksda (OH-). Jad,pembawa sfat,basa adalah ion OH- Basa Arrhenius merupakan
hidroksida logam, dapat drumuskan sebaga M(OH)2 dan dalam ar mengion sbb.
M(OH)x(aq) M2+(aq) + xOH-
Jumlah ion OH- yang dapat dilepaskan oleh satu molekul basa disebut valensi basa
Contoh Basa dan Reaks Ionisasi
Rumus Basa Nama Basa Reaksi Ionisasi Valensi
+ -
NaOH Natrium hidroksida NaOH Na + Cl 1
Ca(OH)2 Kalsium hidroksida CA(OH)2 Ca2+ + 2OH- 2
3+ -
Al(OH)3 Aluminium hidroksida Al(OH)3 Al + 3OH 3

A. Perkembangan Sistem Periodik Unsur


1. Triade Dobereiner
Pada tahun 1829, Johann Wolfgang dobereiner mengelompokkan unsur-unsur
yang sangat mirif sifatnya . ternyata tiap kelompok tiap kelompok terdiri dari 3 unsur
sehingga kelompok itu disebut Triade Dobereiner .
Dobereiner merperlihatkan adanya hubumgan antara massa atom dengan sifat-
sifat unsur yaitu :bila unsur- unsur dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan
diurutkan massa atomnya ,maka setiap kelompok terdapat tiga unsur dengan massa aiom
unsur yang ditepi . Tiga unsur yang sifatnya mirif itu disebut Triade.

Tabel 1.2. Daftar unsur Triade Dobereiner


Triade 1 Triade 2 Triade 3 Triade 4 Triade 5
Li Ca S Cl Mn
Na Sr Se Bl Cr
K Ba Te I Fe

Ar Li + Ar K
Ar Na =
2
2. Hukum Oktaf Newlands
Dobereiner mempelajari sifat unsur dengan hanya menitikberatkan pada hubungan
masing-masing unsur dalam Triade dan tidak berhasil menjelaskan hubungan antara triade
yang satu dengan triade yang lainnya .Baru pada tahun 1865 , Johan Alexander Reina
Newlands mengelompokkan unsur- unsur berdasarkan kenaikan massa atomnya . Sifat-
sifat unsur berubah secara teratur , unsur yang pertama mirif dengan yang ke delapan ,
unsur yang kedua mirif dengan unsur yang ke sembilan dst .

Tabel 1.3. Daftar unsur Oktaf dari Newlands


H 1 F 8 Cl 15 Co &Ni 22 Br 29 Pd 36 I 42 Pt &Ir 50
Li 2 Na 9 K 16 Cu 23 Rb 30 Ag 37 Cs 44 Os 51
Be 3 Mg 10 Ca 17 Zn 24 Sr 31 Cd 38 Ba 45 Hg 52
B 4 Al 11 Cr 19 Y 25 Ce 33 U 40 Ta 46 Ti 53
C 5 Si 12 Ti 18 In 26 Zn 32 Sn 39 W 47 Pb 54
N 6 P 13 Mn 20 As 27 Mo 34 Sb 41 Nb 48 Bi 55
O 7 S 14 Fe 21 Se 28 Rh 35 Te 43 Au 49 Th 56

3. Sistem Periodik Mendeleev


Pada tahun 1869 Dimitri Ivanovitch Mendeleev , ilmuwan dari Rusia , membuat
daftar unsur-unsur yang didasarkan pada sifat fisis dan sifat kimia dihubungkan dengan
massa atom unsur . Penyusun sebelumnya hanya menitik beratkan pada sifat fisis saja .
Susunan Mendeleev tersebut merupakan sistem periodik pertama yang disebut sistem
periodik unsur bentuk pendek .

Hukum periodik Mendeleev :


“ Bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka sifat unsur
akan berulang secara periodik “.

Tabel 1.4. Tabel berkala Mendeleev

Lajur tegak disebut golongan dan lajur mendatar disebut perioda . Pada tabel
sistem periodik tersebut tampak bahwa ada sifat kimia yang dicantumkan, misalnya rumus
oksidanya sebagai contoh , pada golongan I <Gruppe I> terdapat rumus R2O yang
menunjukkan golongan I bila membentuk oksidda mempunyai rumus H2O, Li2O, dan
Na2O.
4. Sistem Periodik Modern
H.G.J. Moseley pada sekitar perang dunia ke I berhasil menemukan kesalahan
dalam susunan Mendeleev, yaitu ada unsur yang letaknya terbalik . Setelah mempelajari
lebih lanjut , Moseley menemukan bahwa keperiodikan sifat tidak didasarkan pada massa
atom , tetapi kepada nomor atom atau muatan inti .

Tabel sistem periodik modern

Susunan periodik yang disusun oleh Moseley akhirnya berkembang lebih baik
sampai didapatkan bentuk yang sekarang ini dengan mengikuti hukum periodik , bahwa
bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom , maka sifat unsur akan
berulang secara periodik .
Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik panjang , terdapat
lajur mendatar yang disebut perioda dan lajur tegak yang disebut golongan . Jumlah perioda
dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka
Perioda ke 1 terdapat 2 unsur
Perioda ke 2 terdapat 8 unsur
Perioda ke 3 terdapat 8 unsur
Perioda ke 4 terdapat 18 unsur
Perioda ke 5 terdapat 18 unsur
Perioda ke 6 terdapat 32 unsur
Perioda ke 7 terdapat 24 unsur
Jumlah golongan sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka romawi . Ada dua
golongan besar yaitu golongan utama <golongan A> dan golongan transisi <golonga B>.
Golongan utama diberi nama khusus yaitu :
Golongan I A disebut dengan golongan alkali
Golongan II A disebut dengan golongan alkali tanah
Golongan III A disebut dengan golongan aluminium
Golongan IV A disebut dengan golobgan karbon
Golongan V A disebut dengan golongan nitrogen
Golongan VI A disebut dengan golongan khalkogen
Golongan VII A disebut dengan golongan halogen
Golongan VIIIA disebut dengan golongan gas mulia
5.1.2. Latihan 1
1. J.W.Doberiner adalah orang pertama yang menghubungkan sifat kimia unsur
dengan……….
2. John Newlands menemukan hubungan antara massa atom dan sifat unsur
menurut, suatu hokum yang disebut………
3. Sebutkan hukum periodik Menedleev
4. Sebutkan hukum dari periodi modern .
5. Sebutkan nama lajur mendatar dan lajur tegak dalam sistem periodik modern.

Kunci jawaban latihan 1


1. Massa atom <berat atom>
2. Hukum oktaf
3. Sifat unsur-unsur merupakan fungsi berkala dari massa atom.
4. Sifat unsur-unsur merupakan fungsi berkala dari nomor atom
5. Lajur mendatar perioda , lajur tegak golongan .

5.1.3. Rangkuman
Sistem periodik adalah suatu daftar unsur yang disusun menurut bertambahnya
nomor atom. John W. Doberiner adalah orang pertama yang menemukan adanya hubungan
antara sifat unsur dan massa atom relatifnya. Ia menyusun unsur-unsur dalam kelompok
tiga unsur yang disebut Triade .
Mendeleev menyusun unsur-unsur berdasarkan sifat kimia dan massa atom unsur,
yang dikenal sebagai hukum periodik yang berbunyi : sifat-sifat unsur merupakan fungsi
berkala dari massa atom.
Setelah Moseley menemukan hubungan antara frekuensi sinar X dan nomor unsur
maka periodik versi modern berbunyi : sifat-sifat unsur merupakan fungsi berkala dari
nomor atom.

5.1.4. Tes Formatif 1

1. Unsur-unsur manakah dibawah ini membentuk triade :


a. Cl, Ar, S c. B , C , N
b. Br,Cl, I d. H , Li , N
2. Sistem periodik modern dapat dihubungkan dengan :
a. massa atom unsur
b. sifat kimia unsur
c. sifat fisika unsur
d. konfigurasi elektron unsur
3. Hukum Oktaf ditemukan oleh :
a. Dobereiner c. Newlands
b. Lothar Meyer d. Mendeleev
4. Jumlah perioda dalam sistem periodik modern adalah :
a. 2 c. 7
b. 4 d. 8
5. Hasil percobaan dengan spectrum sinar x menghasilkan hubungan antara sifat fisika
dengan :
a. panjang gelombang c. massa atom
b. frekwensi d. nomor atom
5.1.5 Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkanlah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang ada
dibelakang modul ini . Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar . Kemudian gunakan
rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap kegiatan belajar 1.

RUMUS :

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = X 100%
5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :


90% -100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
- 69% = kurang

Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan lebih dari 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan ke kegiatan Belajar 2. Akan tetapi bila tingkat penguasaan Anda kurang dari
80%, maka Anda harus mengulangi Kegiatan Belejar 1, terutama bagian yang belum Anda
kuasai .
5.2. Kegiatan belajar 2.

STRUKTUR ATOM

5.2.1. Uraian dan Contoh

Partikel-partikel penyusun atom


Bila sepotong logam emas dipotong-potong sedemikian rupa sampai diperoleh
suatu bagian yang sangat kecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi , namun masih mempunyai
sifat emas , maka bagian terkecil itu disebut atom emas. Jadi atom adalah bagian yang
sangat kecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur itu.
Pada jaman dahulu tidak ada satu alatpun yang mampu untuk melihat bentuk dan
susunan atom. Oleh karena itu, beberapa ahli membuat suatu model untuk menjelaskan
keadaan suatu atom yang sebenarnya. Meskipun belum dapat diketahui dengan pasti saat
itu , tetapi paa ahli dapat menjelaskan kondisi atom melalui gejala-gejala yang dapat
dipelajari . Kini para ahli telah dapat mengamati atom-atom dengan bantuan teknologi
modern , yaitu STEM < Scanning Transmission Electron Microscope>.
Penyelidikan tentang atom dimulai dengan ditemukannya sifat listrik dari suatu
materi . Apabila sebatang sisir plastik digosokkan pada rambut yang tidak berminyak ,
maka batang sisir tersebut akan dapat menarik potongan-potongan kertas kecil. Peristiwa
itu menunjukkan bahwa sisir mempunyai sifat listrik . Jika ditinjau lebih jauh , maka sisir
merupakan materi yang tersusun oleh atom-atom. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa atom mempunyai sifat listrik.
Gejala kelistrikan atom semakin menarik para ahli fisika, sehingga pada
perkembangan selanjutnya diketahui bahwa atom tersusun dari partikel-partikel penyusun
atom. Penemuan-penemuan partikel ini menunjukkan bahwa atom merupakan kumpulan
partikel subatom yang tersusun sangat mutakhir.

1. Elektron
Penemuan elektron bermula dengan ditemukannya tabung katode yang
memncarkan sinar hijau yang lemah. Tabung katode terbuat dari dua kawat yang diberi
potensial listrik yang cukup besar dalam tabung kaca, sehingga dapat terjadi perpendaran
cahaya.
J.Plucker menyelidiki sinar katode tersebut secara mendalam dan memperoleh kesimpulan
bahwa sinar katoda mempunyai sifat sebagai berikut,
1. Merambat lurus dari kutub negatif kekutub positif listrik.
2. Bermuatan negatif < karena sinar ini menuju ke kutub positif.
3. Sifat sinar katoda tidak dipengaruhi oleh jenis kawat electrode yang dipakai , jenis gas
Dalam tabung , dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan arus listrik.

Setelah William Crookes menemukan tabung katode yang lebih baik pada tahun
1879, maka J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode ini dan dapat dipastikan
bahwa sinar katode merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang
diletakkan diantara katode dan anode.
Dari hasil percobaan itu Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan
partikel penyusun atom<partikel subatom> yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut
elektron . Dari penemuan tersebut Thomson mengemukakan teori atomnya yang dikenal
sebagai Teori Atom Thomson.
“ Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya tersebar
Muatan negatif elektron. “
Penyelidikan lebih lanjut mengenai elektron ini dilakukan oleh Robert A. Milikan
tahun 1906 yang dikenal dengan percobaan tetes minyak Milikan . Dari percobaan itu
Milikan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak . Berdasarkan percobaan tersebut
disimpulkan bahwa muatan 1 elektron adalah 1,6 x 10 -19 coloumb.

2. Inti Atom
Penemuan elektron oleh Thomson menyebabkan para ahli semakin yakin bahwa
atom tersusun oleh partikel-partikel subatom yang lebih kecil ukurannya. Pada tahun 1886
Eugen Goldstein menemukan sinar yang arahmya berlawanan dengan sinar katoda sinar ini
disebut sinar kanal . Dan ternyata sinar kanal tersebut bermuatan positif yang disebut
proton.
Penemuan proton oleh Goldstein ini menimbulkan pertanyaan bagaimanakah
kedudukan masing-masing partikel tersebut dalam atom. Untuk mengetahui kedudukan
partikel-partikel tersebut Ernest Rutherford melakukan percobaan yang dikenal dengan
penghamburan sinar alfa.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapat dari percobaan Rutherford mengusulkan
model atom yang menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan
bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.

B. Tanda atom

Proton merupakan partikel khas suatu atom, artinya tiap atom akan mempunyai
jumlah proton yang berbeda dengan atom lain. Bila atom-atom diurutkan berdasarkan
jumlah protonnya, maka atom hydrogen akan menempati urutan ke satu,karena mempunyai
sebuah proton, helium nomor kedua dan seterusnya. Jadi nomor atom menunjukkan jumlah
proton yang dimiliki oleh suatu atom.
Massa atom merupakan massa dari seluruh partikel penyusun atom. Oleh karena
massa elektron massa elektron sangat kecil maka diabaikan terhadap massa proton dan
neutron, jumlah proton dan neutron selanjutnya disebut nomor massa dari suatu atom.
Atom-atom suatu unsur dapat mempunyai nomor massa yang berbeda karena jumlah
neutron dalam atom tersebut berbeda, sehingga setiap atom memiliki isotop yaitu atom
yang mempunyai nomor atom sama tetapi nomor massa berbeda.

Contoh :

Untuk membedakan isotop yang satu dengan isotop yang lainnya digunakan tanda
atom lengkap yang menunjukkan jumlah proton dan neutron atau nomor atom dan nomor
massa.
Tanda atom yang lengkap ditulis sebagai berikut :

X = lambang unsur
A= nomor massa (jumlah proton + jumlah neutron)
Z= nomor atom (jumlah proton)
Contoh : 23
11 Na = proton = 11 neutron = 23 – 11 = 12
Elektron = 11

C. Konfigurasi Elektron

Percobaan selanjutnya menunjukkan bagaimana partikel-partikel penyusun atom itu


didalam suatu atom.
Niels Bohr melalui percobaannya tentang spectrum atom hydrogen berhasil
memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah di sekitar inti atom.
Niels Bohr berhasil menyusun model atom yang dikenal sebagai model atom Bohr.

O NM LK

Nomor Nama Jumlah elektron


Kulit kulit maksimum
1 K 2 elektron
2 L 8 elektron
3 M 18 elektron
4 N 32 elektron
5 L 50 elektron

Elektron-elektron akan menempati kulit elektron dimulai dari K sampai terisi


maksimum, kemudian kulit L sampai terisi maksimum, dan seterusnya. Penempatan
elektron sampai penuh akan terjadi pada kulit K,L, dan M sedangkan untuk kulit-kulit
keempat <kulit N> sudah akan terisi bila kulit M sudah terisi 8 elektron.
Contoh : 12 Mg = 2,8,2
19 K = 2,8,8,1

Pada atom K tidak membentuk konfigurasi 2,8,9 , sebab mulai dari kulit ketiga dan
seterusnya jika sisa dari kulit L lebih dari 8 tetapi kurang dari 18, maka diisikan 8 saja dan
elektron berikutnya akan menempati kulit N. Jumlah elektron yang menempati kulit terluar
disebut elektron valensi.
Contoh

Tanda atom Jumlah elektron Konfigurasi elektron Elektron valensi

He
2 2 2 2
3Li 3 2,1 1
9F 9 2,7 7
15P 15 2,8,5 5
18Ar 18 2,8,8 8
20Ca 20 2,8,8,2 2

Hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik

20 Ca = 2,8,8,2
Jumlah kulit = 4 ------> menunjukkan perioda ke 4
Jumlah E.V = 2 ------> menunjukkan Golongan IIA

5.2.2. Latihan 1
1. Tentukan jumlah proton , elektron, dan neutron dalam atom-atom berikut;
a. 27 Al b. 31
13 15

2. Tentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi dari atom-atom berikut:


a. 8 O
b. 15 P
c. 17 Cl
d. 20 Ca
3. Diantara atom-atom berikut manakah yang merupakan isotop, isobar, dan isoton antara
satu atom dengan atom yang lain ?
131 126 131 128 127
a. Xe 54 b. Te 52 c. I 53 d. Xe 54 e. Te 52
130
f. I 53

Kunci jawaban latihan 1


1. a. Al proton = 13 , elektron =13, neutron = 27- 13 = 14
b. P proton = 15 , elektron = 15, neutron = 31- 15 = 16

2. a. 8 O = 2,6 -------> EV = 6
b. 15 P = 2,8,5 ------> EV = 5
c. 17 Cl = 2,8,7 ------> EV = 7
d. 20 Ca = 2,8,8,2 ----> EV = 2
3. isotop: a dan d isobar : a dan c isoton : a dan f
b dan e

5.2.3. Rangkuman
Atom adalah bagian yang sangat kecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat
unsur itu. Partikel-partikel penyusun atom terdiri dari elektron < bermuatan listrik
negative>, proton<bermuatan listrik positif> ,dan neutron <tidak bermuatan listrik> .Inti
atom terdiri dari proton dan neutron.
Nomor atom menyatakan jumlah proton dan elektron.
Nomor massa menyatakan jumlah proton dan neutron
Isotop adalah atom-atom yang sama , tetapi mempunyai nomor massa yang berbeda.
Isobar adalah atom-atom unsur yang berbeda dan mempunyai jumlah proton yang berbeda
tetapi mempunyai nomor massa yang sama.
Isoton adalah atom-atom unsur yang berbeda, jumlah proton yang berbeda, tetapi
mempunyai jumlah neutron yang sama.

5.2.4. Tes Formatif 1


1. Yang membuktikan model atom Thomson tidak tepat adalah percobaan ….
a. sinar katode
b. hamburan sinar alfa
c. spectrum atom hydrogen
d. tetes minyak Milikan
e. sinar kanal

2. Jumlah maksimum elektron yang terdapa pada kulit ketiga < kulit M> adalah
a.8 b.18 c.32 d. 72 e. 98

3. Suatu atom mempunyai tiga kulit elektron dan mempu nyai lima elektron valensi maka
nomor atomnya adalah ….
a. 11 b. 13 c. 15 d. 17 e. 19

4. Suatu unsur mempunyai nomor atom 20 maka elektron dari unsur tersebut adalah….
a. 2 b. 4 c.6 d. 8 e. 10

5. Unsur yang terletak pada golongan IIA perioda ke empat mempunyai nomor atom
a. 40 b.24 c.20 d. 18 e.12

5.2.5. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkanlah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang ada
dibelakang modul ini . Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar . Kemudian gunakan
rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap kegiatan belajar 1.

RUMUS :

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = X 100%
5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :


90% -100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
- 69% = kurang

Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan lebih dari 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan ke kegiatan Belajar 2. Akan tetapi bila tingkat penguasaan Anda kurang dari
80%, maka Anda harus mengulangi Kegiatan Belejar 1, terutama bagian yang belum Anda
kuasai .
5..3 Kegiatan Belajar

SIFAT-SIFAT KEPERIODIKAN UNSUR

5.3.1. Uraian dan Contoh


Sistem periodik unsur disusun dengan memperhatikan sifat-sifat unsur. Dalam
bagian ini akan di bahas beberapa sifat-sifat unsur, misalnya jari-jari atom, energi ionisasi,
dan keelektronegatifan unsur-unsur dalam sistem periodik unsur.

1. Jari-jari Atom
Jari-jari atom merupakan jarak dari pusat atom <inti atom> sampai kulit elektron
terluar yang ditempati elektron.
Panjang pendeknya jari-jari atom ditentukan oleh dua factor , yaitu :
a. Jumlah kulit elektron
semakin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom,maka jari-jari atom semakin
panjang.

Contoh :

Jari-jari atom natrium lebih panjang daripada jari-jari atom litium, sebab jumlah kulit
yang dimiliki atom natrium lebih banyak daripada litium.

b. Muatan Inti Atom


Bila jumlah kulit dari dua atom sama banyak, maka berpengaruh terhadap panjang jari-
jari atom adalah muatan inti atom. Semakin banyak inti atom, berarti semakin besar
muatan intinya dan gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat, sehingga elektron
lebih mendekat ke inti atom.

Contoh :
11 Na = 2,8,1 17 Cl = 2,8,7

Kedua atom ini mempunyai jumlah kulit yang sama banyak < 3kulit >, tetapi nomor
atom Cl lebih besar <17> dibandingkan nomor atom Na <11> , maka gaya tarik inti atom
Cl lebih kuat daripada Na, akibatnya jari-jari atom Cl lebih pendek daripada Na.

Tabel
Dari tabel tersebut terlihat ada kecenderungan bahwa :
- jari-jari atom dalam satu perioda dari kiri ke kanan semakin pendek
- jari-jari atom dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin panjang
Dalam satu perioda dari kiri ke kana muatan inti semakin bertambah , sedangkan
jumlah kulit tetap, akibatnya gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kuat,
sehingga menyebabkan jarak elektron kulit terluar dengan inti semakin dekat.
Dalam satu golongan semakin kebawah jumlah kulit semakin banyak, meskipun
dalam hal ini jumlah muatan inti semakin banyak, tetapi pengaruh bertambahnya jumlah
kulit lebih besar daripada pengaruh muatan inti, akibatnya jarak elektron kulit terluar
terhadap inti semakin jauh.

Gambar Grafik

Kecenderungan perubahan jari-jari atom unsure-unsur seperioda dan segolongan


semakin jelas bila diperhatikan pada grafik

2. Energi Ionisasi
Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang
terikat paling lemah oleh suatu atom atau ion dalam keadaan gas. Energi ionisasi pertama
digunakan oleh suatu atom untuk melepaskan elektron pada kulit terluar, sedangkan energi
ionisasi ke dua merupakan energi yang diperlukan suatu ion < ion +1 > untuk melepaskan
elektronnya yang terikat paling lemah.
Contoh.
Mg(g) -------------> Mg+ + e - E I = 737,7 kj /mol
Mg(g) -------------> Mg2+ + e- E II = 1450,6 kj/mol
Untuk mengetahui kecenderungan energi ionisasi unsur-unsur dalam sistem
periodik, dapat dilihat dari energi ionisasi pertama dari unsur-unsur dalam sistem periodik
pada gambar berikut ini :

Gambar tersebut menunjukkan bahwa :


Energi ionisasi unsur-unsur dalam satu perioda dari kiri kekanan semakin besar
Energi ionisasi unsur-unsur dalam satu golongan dari atas kebawah semakin kecil

3. Afinitas Elektron
Tidak semua atom mudah melepaskan elektron,tetapi ada sebagian atom-atom
unsur justru cenderung lebih mudah menarik elektron. Bila energi ionisasi merupakan
energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron, maka afinitas elektron adalah besarnya
energi yang dihasilkan atau dilepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron.
Afinitas elektron dapat digunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap
elektron. Semakin besar energi yang dilepas < afinitas elektron > menunjukkan bahwa atom
tersebut mempunyai kecenderungan untuk menarik elektron menjadi ion negatif.

Contoh :
Cl(g) + e- ---------------> Cl- Af e = 352,4 kj/mol

Harga afinitas elektron suatu unsur sukar ditentukan , apalagi bila unsur tersebut
sukar menangkap elektron . Dalam tabel berikut ditunjukkan harga afinitas elektron
beberapa unsur yang sudah diketahui.
4. Keelektronegatifan
Adanya kesulitan dalam pengukuran afinitas elektron untuk semua unsur , maka
para ahli kimia menciptakan besaran baru yang dapat menggantikan harga afinitas
elektron., yaitu keelektronegatifan atau elektronegatifitas. Keelektronegatifan adalah
kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang digunakan bersama
dalam membentuk ikatan. Semakin besar harga keelektronegatifan suatu atom semakin
mudah menarik pasangan elektron.
Semakin besar harga keelektronegatipan semakin mudah menarik pasangan
elektron ikatan atau gaya tarik elektron dari atom tersebut kuat. Dengan demikian
kecenderumgan akan sama afinitas elektron. Keelektronegatifan mempunyai makna yang
berlawanan dengan energi ionisasi., sebab makin mudah suatu atom melepaskan elektron,
berarti makin lemah dalam menarik elektron dan sebaliknya.
Besaran keelektronegatifan tidak mempunyai satuan, sebab harga ini hanya
didasarkan kepada gaya tarik atom terhadap elektron relative terhadap gaya tarik atom lain
terhadap elektron.
5.3.2. Latihan 3
1. Manakah yang mempunyai energi ionisasi lebih tinggi, atom natrium atau atom kalium?
2. Apakah yang dimaksud dengan :
a. jari-jari atom
b. energi ionisasi
c. afinitas elektron
d. keelektronegatifan
3. Bagaimana perubahan jari-jari atom sepanjang perioda dari kiri kekanan?

Kunci jawaban
1. Natrium
2. a. jarak dari inti atom sampai ke kulit terluar
b. energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang terikat paling lemah
c. besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan apabila suatu atom menarik sebuah
elektron
d. kecenderungan suatu atom dalam nenarik pasangan elektron yang digunakan bersama
dalam membentuk ikatan.
3. semakin kecil

5.3.3 Rangkuman

5.3.4 Tes Formatif 3


1. Unsur yang mempunyai energi ionisasi terbesar adalah….
a. 5 V b, 6 W c. 7 X d. 8 Y e. 9 Z

2. Diantara unsurunsur 11Na, 12Mg, 19K, 20Ca, 37Rb, yang memiliki jari-jari atom
terkecil adalah :
a. Na = 11 b. Mg = 12 c. K = 19 d. Ca = 20 e. Rb = 37
3. Dalam perioda yang sama bila dibandingkan dengan unsure golongan alkali tanah , maka
unsur alkali mempunyai sifat …
a. energi ionisasinya lebih besar
b. afinitas elektronnya lebih besar
c. jari-jari atom nya lebih panjang
d. keelektronegatifan yang lebih besar
e. kurang reaktif

4. Jika jari-jari atom unsur-unsur Li, Na, K, Be, dan B secara acak adalah : 2,03 ; 1,23 ;
1,57 ; 0,80 ; dan 0,89 maka jari-jari atom Li adalah …
a. 2,03
b. 1,57
c. 1,23
d. 0,89
e. 0,80

5.3.5. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkanlah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang ada
dibelakang modul ini . Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar . Kemudian gunakan
rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap kegiatan belajar 1.

RUMUS :

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = X 100%
5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :


90% -100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
- 69% = kurang

Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan lebih dari 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan ke kegiatan Belajar 2. Akan tetapi bila tingkat penguasaan Anda kurang dari
80%, maka Anda harus mengulangi Kegiatan Belejar 1, terutama bagian yang belum Anda
kuasai .
5.4. Kegiatan Belajar 4

PERKEMBANGAN MODEL ATOM

5.4.1. Uraian dan Contoh


Awal mula perkembangan model atom dimulai dari hipotesis-hipotesis. Kemudian
seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dengan peralatan canggih
menghasilkan fakta-fakta percobaan,hingga akhirnya model atom mengalami modifikasi
menjadi model atom yang sekarang dikenal, yaitu model atom mekanika gelombang <
model atom modern >.

Istilah atom bermula dari zaman Leukipos dan Demokritus yang menyatakan
bahwa bagian benda yang paling kecil adalah atom, yang berasal dari kata a yang berarti
tidak dan tomos yang berarti dibagi.

Setelah berselang puluhan tahun teori tersebut tidak tergoyahkan , baru pada tahun
1803, John Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
a) Setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat dibagi lagi yang
disebut atom
b) Atom-atom dari unsur yang sama akan mempunyai sifat yang sama, sedangkan
atom-atom dari unsur yang berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula.
c) Dalam reaksi kimia tidak ada atom yang hilang , tetapi hanya terjadi perubahan
susunan atom-atom dalam zat tersebut.

Berdasarkan percobaannya tentang sifat listrik suatu zat, pada waktu itu Thomson
berkesimpulan bahwa atom merupakan bola pejal positif yang didalamnya tersebar elektron
bermuatan negatif.

Selanjutnya dari fakta percobaan lain yang dilakukan oleh Rutherford disimpulkan
bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi
elektron yang berjarak sangat jauh. Elektron tidak tertarik kedalam inti karena gaya tarik
inti dilawan oleh gaya sentripugal dari electron yang bergerak melingkar.

Pendapat Rutherford ini bertentangan dengan teori Maxwell tentang mekanika,


yang menyatakan bahwa bila ada partikel yang bermuatan bergerak melingkar akan
kehilangan energi, sehingga electron yang bergerak melingkar akan kehilangan energi,
hingga akhirnya akan mudah tertarik ke inti dan bentuk lintasan melingkarnya semakin
lama semakin mendekat ke inti.

Kelemahan model atom Rutherford ini diperbaiki oleh Niels Bohr berdasarkan
hasil percobaannya tentang spectrum atom hydrogen. Bohr menyatakan bahwa selama
mengelilingi atom, electron tidak kehilangan energi dan berada pada tingkat-tingkat energi
tertentu yang disebut orbit atau kulit electron.

Penemuan Warner Heisenberg tentang dualisme materi dan energi menunjukkan


bahwa model atom Bohr tidak tepat lagi. Bersama-sama Erwin Schrodinger, Heisenberg
mengajukan model atom yang lebih dikenal dengan model atom mekanika gelombang atau
model atom modern. Menurut model atom modern, electron tidak dapat dipastikan
tempatnya, hanya dapat ditentukan kebolehjadian < kemungkinan > terbesar electron
berada yang disebut orbital.
Perburuan misteri atom sampai sekarang masih berlanjut, bahkan sampai saat ini
semakin banyak partikel-partikel penyusun atom yang ditemukan.
5.4.2. Latihan 4
1. Jelaskan teori atom menurut Dalton?
2. Model atom Thomson ternyata tidak tepat, apakah bukti bahwa model atom Thomson
kurang tepat.
3. Jelaskan kelemahan model atom Rutherford. Bagaimana Niels Bohr memperbaikinya.
4. Model atom selalu mengalami perkembangan. Faktor-faktor apa saja yang dapat lebih
menyempurnakan model atom dari waktu ke waktu.

Kunci jawaban
1. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur.
2. Belum menggambarkan letak dan lintasan electron.
3. Bila partikel bermuatan bergerak melingkar akan kehilangan energi sehingga electron
yang bergerak melingkar akan kehilangan energi pula.
4. Model atom selalu mengalami perkembangan dan modifikasi sejalan dengan ditemukan
fakta-fakta baru dari hasil penelitian dan perkembangan teknologi, serta alat-alat Bantu
yang canggih.

5.4.3. Rangkuman

5.4.4. Tes Formatif 4


1. Bagaimana model atom menurut Dalton?
2. Bagaimana model atom menurut Thomson?
3. Bagaimana model atom menurut Rutherford?
4. Bagaimana model atom menurut Niels Bohr?
5.4.5. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokkanlah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang ada
dibelakang modul ini . Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar . Kemudian gunakan
rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap kegiatan belajar 1.

RUMUS :

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = X 100%
5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :


90% -100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
- 69% = kurang

Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan lebih dari 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan ke kegiatan Belajar 2. Akan tetapi bila tingkat penguasaan Anda kurang dari
80%, maka Anda harus mengulangi Kegiatan Belejar 1, terutama bagian yang belum Anda
kuasai .
Kegiatan Belajar
IKATAN KIMIA

1. Pengantar
Pernahkan anda bayangkan bahwa batu yang sangat besar itu tersusun dari butir-
butir pasir yang sangat lembut yang terikat satu sama lainnya. Demikian pula partikel-
partikel pasir penyusun batu tersebut, sebenarnya merupakan gabungan dari partikel-
partikel silicon dioksida. Yang amat sangat kecil. Bagaimana atom-atom silicon dengan
atom-atom oksigen dapat bergabung satu sama lain membentuk sebongkah batu dengan
ukuran raksasa?
Atom-atom dialam cenderung bergabung dengan atom yang lain membentuk
molekul unsur atau senyawa, atau membentuk senyawa ion. Pada proses penggabungan
atom-atom tersebut terdapat gaya yang bekerja, sehingga antara atom-atom atau ion-ion
tersebut terikat satu sama lain. Gaya yang bekerja pada gabungan atom atau ion disebut
ikatan kimia.

2. Standar Kompetensi
Memahami struktur atom, sifat-sifat periodic unsur, dan ikatan kimia

3. Kompetensi Dasar
Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan
ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.

4. Indikator
1. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya.
2. Menggambarkan susunan electron valensi atom gas mulia < duplet dan octet> dan
electron valensi bukan gas mulia < struktur lewis >
3. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion.

4.1. Kegiatan Belajar

IKATAN ION

4.1.1 Uraian dan Contoh


Unsur-unsur dialam cenderung mengalami perubahan , tetapi ada juga yang
relative tetap. Unsur yang mengalami perubahan disebut sebagai unsure yang tidak stabil
sedangkan unsur yang tidak mengalami perubahan disebut sebagai unsur stabil.
Atom- atom dari unsure yang tidak stabil mempunyai kecenderungan bergabung
dengan atom unsur lain baik atom yang sama maupun atom yang berbeda. Sekelompok
atom yang stabil adalah golongan Gas Mulia.

Konfigurasi electron atom-atom gas mulia

2He :2
10Ne : 2,8
18Ar :2,8,8
36Kr :2,8.18,8
54Xe :2,8,18,18,8
Dari konfigurasi electron tersebut Kossel dan Lewis membuat kesimpulan bahwa atom-
atom akan stabil bila konfigurasi electron terluarnya dua <duplet> atau delapan <octet>

STRUKTUR LEWIS

Gol
Perioda IA IIA IIIA IVA VA VIA VIIA VIIIA

2 Li Be B C N O F Ne

3 Na Mg Al Si P S Cl Ar

1. Pengertian dan proses Terbentuknya Ikatan Ion


Ikatan ion terbentuk karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion
positif dengan ion negatif . Ikatan ion pada umumnya terjadi antara atom-atom yang
mempunyai energi ionisasi rendah dengan dengan atom-atom yang mempunyai afinitas
electron yang besar.

Contoh :
Senyawa NaCl :
11Na : 2,8,1

17Cl : 2,8,7
Atom Na akan melepas sebuah electron Na --------> Na+ + e-
<2,8,1> <2,8>

Atom Cl akan mengikat sebuah electron yang dilepaskan oleh atom Na sehingga
menjadi ;
Cl + e- -----------> Cl-
<2,8,7> < 2,8,8>

Na+ + Cl- -----------------> NaCl

Ikatan ion dapat terjadi antara ;


1. golongan IA dengan golongan VIIA
2. golongan IIA dengan golongan VIIA
3.golongan IA dengan golongan VIA
4. golongan IIA dengan golongan VIA

4.1.2. Latihan 1.
1. Bagaimana kecenderungan atom-atom berikut dalam mencapai kestabilan, jika ditinjau
dari konfigurasi elektronnya?
a. 6C
b. 9F
c. 19K
d. 20Ca
e. 16Al
Kunci jawaban
a. C = 2.4 --------------------> tidak melepaskan juga tidak menerima
b. F = 2.7 ---------------------> menerima
c. K = 2,8,8,1 ----------------> melepaskan
d. Ca= 2,8,8,2 -----------------> melepaskan
e. Al= 2.8,3 ------------------> melepaskan

4.1.3. Rangkuman
Senyawa adalah gabungan dari dua atom atau lebih unsur.
Ikatan kimia adalah gaya yang bekerja pada gabungan atom atau ion ,sehingga keadaan
menjadi lebih stabil.
Atom stabil adalah atom-atom yang sukar mengalami perubahan
Atom-atom akan stabil bila konfigurasi electron terluarnya dua <duplet> atau
delapan <octet>
Ikatan ion terjadi karena adanya gaya tarik menarik elektrostatis antara ion positif
dengan ion negative.

4.1.4. Tes Formatif1


Bagaimana terjadinya ikatan ion pada senyawa berikut ?
a. K2S
b. MgCl2
c. Al2O3

4.1.5. Umpan Balik

Cocokkanlah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang ada
dibelakang modul ini . Hitunglah jumlah jawaban anda yang benar . Kemudian gunakan
rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap kegiatan belajar 1.

RUMUS :

Jumlah jawaban Anda yang benar


Tingkat penguasaan = X 100%
5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :


90% -100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
- 69% = kurang

Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan lebih dari 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan ke kegiatan Belajar 2. Akan tetapi bila tingkat penguasaan Anda kurang dari
80%, maka Anda harus mengulangi Kegiatan Belejar 1, terutama bagian yang belum Anda
kuasai .