Anda di halaman 1dari 4

Jangan buang waktu, tenaga dan biaya anda sia-sia….

Solusi mencari KTI Kebidanan tercepat dan terlengkap di internet hanya di


http://kti-skripsi.com/

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Profil Kesehatan Kota Metro (2005) bayi yang mendapat ASI eksklusif

55,33% dari 810 bayi yang ada. Tingginya Angka Kematian Bayi dan rendahnya

status gizi sebagai dampak krisis ekonomi yang melanda Bangsa Indonesia sejak

pertengahan tahun 1997, menunjukkan bahwa peran Air Susu Ibu (ASI) sangat

strategi, namun keadaan sosial budaya yang beraneka ragam menjadi tantangan

peningkatan penggunaan ASI yang perlu diantisipasi (DepKes RI, 1994).

Data UNICEF (United Nations International Children’s Emergency

Found) menujukkan sekitar 30 ribu kematian anak balita di Indonesia setiap

tahunnya, yang sebenarnya dapat di cegah melalui pemberian ASI eksklusif

selama 6 bulan sejak kelahiran bayi. Sementara itu bukti ilmiah baru yang

mengungkapkan oleh jurnal Paediatries pada tahun 2006 seperti dikutip UNICEF

mengungkapkan bahwa bayi yang diberi susu formula (susu bayi) memiliki

kemungkinan untuk meninggalkan dunia pada bulan pertama kehidupannya 25

kali lebih tinggi dibandingkan bayi yang disusui ibunya secara ASI eksklusif,

yakni tanpa diberi minuman maupun makanan tambahan (www.antara.com).

Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002-

2003 menunjukkan sedikit sekali ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif bagi

bayinya sampai berumur 6 bulan, didapati data jumlah pemberian ASI eksklusif

pada bayi dibawah usia dua bulan hanya mencakup 64% dari total bayi yang ada.

Persentase tersebut menurun seiring dengan bertumbuhnya usia bayi yakni 46%

1
2

pada bayi usia 2-3 bulan dan 14% pada bayi usia 4-6 bulan yang lebih

memprihatinkan, 13% bayi dibawah dua bulan telah di beri makanan tambahan.

Manfaat ASI bagi bayi adalah untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi

karena mempunyai susunan yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Manfaat

psikologis yaitu memberikan rasa aman dan tentram pada anak, meningkatkan

hubungan kasih sayang antara ibu dan anak, merangsang perkembangan

psikomotik bayi.

ASI yang pertama kali keluar disebut kolostrum, kolostrum bukan hanya

nutrisi sempurna bagi bayi, tetapi juga kandungannya yang amat kaya akan zat

anti kuman yang melindungi bayi dari berbagai macam penyakit, kolostrum

memiliki kandungan zat imun yang jauh lebih tinggi dari ASI matang (ASI setelah

kolostrum) (http://www.lalecheleague.org/FAQ/KOLOSTRUM.htmi).

Hasil survey diruang kebidanan Rumah Sakit Umum A. Yani Metro pada

bulan Januari-Februari 2007 terdapat 27 persalinan dengan seksio sesaria dan 80%

ibu yang melahirkan seksio sesaria dengan narkose umur sadar dalam waktu tidak

lebih dari 4 jam. Pemberian ASI pada ibu dengan seksio sesaria hanya 60%.

Ternyata bayi yang di lahirkan dengan seksio sesaria tidak semua langsung diberi

ASI segera setelah ibu sadar tetapi di beri susu formula. Berdasarkan data latar

belakang inilah sebagai dasar penulis untuk melakukan penelitian tentang

gambaran pemberian ASI pada ibu dengan operasi seksio sesaria di Rumah Sakit

Umum A. Yani Metro.


3

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang maka rumusan dalam penelitian ini adalah

berikut “Bagaimanakah Gambaran Penatalaksanaan Pemberian ASI pada Ibu dengan

Operasi Seksio Sesaria di Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro Tahun 2007”.

C. Ruang Lingkup

Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup penelitian yaitu :

1. Jenis penelitian : Deskriptif.

2. Subjek penelitian : Ibu bersalin dengan seksio sesaria.

3. Objek penelitian : Gambaran Penatalaksanaan Pemberian ASI pada ibu

seksio sesaria

4. Lokasi Penelitian : Ruang kebidanan Rumah Sakit Umum A. Yani Metro.

5. Waktu penelitian : 15 Juni – 28 Juni 2007

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Mengetahui bagaimana gambaran penatalaksanaan pemberian ASI

pada ibu seksio sesaria di Rumah Sakit Umum A. Yani Metro.

2. Tujuan Khusus

a. Diperoleh gambaran tentang cara pemberian ASI pada Ibu seksio

sesaria di ruang kebidanan RSU A. Yani Metro.

b. Diperoleh gambaran tentang lama pemberian ASI pada Ibu seksio

sesaria di Ruang kebidanan RSU A. Yani Metro.


4

c. Diperoleh gambaran tentang posisi pemberian ASI pada Ibu seksio

sesaria di ruang kebidanan RSU A. Yani Metro.

d. Diperoleh gambaran tentang frekuensi pemberian ASI pada Ibu seksio

sesaria di ruang kebidanan RSU A. Yani Metro.

E. Manfaat Penelitian

1. Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro

Sebagai bahan masukan bidan atau tenaga kesehatan di Rumah Sakit

Umum Ahmad Yani Metro, sehingga dapat memberikan penatalaksanaan

yang terbaik bagi pasien dengan tindakan seksio sesaria.

2. Instansi Pendidikan Program Studi Kebidanan Metro

a. Sebagai bahan evaluasi terhadap teori yang telah diberikan kepada

mahasiswa selama mengikuti perkuliahan di Politeknik Kesehatan

Tanjungkarang Program Studi Kebidanan Metro.

b. Sebagai sumber bahan bacaan bagi perpustakaan di Instansi Pendidikan.

3. Peneliti

Dapat menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan penulis

dalam masalah pemberian ASI pada bayi ibu seksio sesaria.

4. Peneliti Lain

Dapat dijadikan bahan perbandingan untuk melakukan penelitian-

penelitian lain atau yang serupa berkaitan dengan ASI pada ibu seksio sesaria

dan dapat disempurnakan lagi.