KATA PENGANTAR

Dalam undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dinyatakan bahwa salah satu kegiatan pokok dari pembangunan kesehatan adalah kesehatan kerja. Prinsip upaya kesehatan kerja adalah sesuatu uapaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat disekelilingnya dan agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal. Di Indonesia sesuai data BPS tahun 2000, jumlah angkatan kerja tercatat 95.650.961 orang pekerja yang terdiri dari laki-laki 58.779.722 orang dan perempuan 36.871.239 orang, sekitar 70%-80%nya bekerja disektor informal baik dipedesaan maupun di perkotaan. Permasalahan kesehatan kerja pada pekerja di Indonesia umumnya antara lain rendahnya kemampuan pemeliharaan kesehatan dirinya dan keluarganya, rendahnya tingkat pendidikan pekerja serta beban kerja yang tidak sesuai dengan kapasitas kerjanya yang diperberat oleh pajanan bahaya-bahaya potensial akibat lingkungan kerja yang buruk. Hal ini dapat dicegah melalui pelayanan kesehatan kerja yang secara khusus diberikan pada pekerja dan juga melalui promosi budaya kesehatan dan keselamat kerja secara gencar, dengan didukung kebijakan dan program nasional. Sistem Pelayanan kesehatan di Indonesia telah tersusun dalam suatu jaringan pelayanan kesehatan yang paripurna dan dilaksanakan secara berjenjang, terbagi menjadi Pelayanan Kesehatan dasar dan Rujukan didalam pelayanan kesehatan dasar dikenal upaya kesehatan yang bersumber Masyarakat (UKBM) dalam bentuk Pos Upaya Kesehatan kerja (Pos UKK) Dewasa ini di Indonesia ada ± 3.624 Pos UKK Pos UKK memberikan pelayanan kesehatan kerja dasar dibawah binaan Puskesmas, untuk kelompok masyarakat pekerja seperti buruh, petani nelayan, Perajin dan lain-lain, masalah kesehatan kerja yang tidak dapat diselesaikan di pos UKK dirujuk ke Puskesmas Pembinanya. Dengan peningkatan industralisasi yang pesat maka diperlukan suatu peningkatan pelayanan Kesehatan kerja dasar, untuk itu perlu diberlakukan suatu standar untuk menjaga mutu pelayanan. Standar dimaksud antara lain meliputi : Jenis pelayanan, kompetensi petugas, peralatan dll. Sebagai antisipasi peningkatan IPTEK yang pesat, maka tentunya standar yang ada dapat berubah mengikuti kecenderungan yang terjadi atau bila kondisi disuatu institusi telah melebihi standar yang ada, maka keadaan tersebut harus tetap dipertahankan kalau perlu bahkan ditingkatkan lagi sesuai kebutuhan. Untuk pelaksanaan program Upaya kesehatan kerja yang baik perlu adanya koordinasi dan kolaborasi lintas program, lintas sektor, LSM/asosiasi profesi, para pengusaha serta peranserta aktif dari masyarakat. Pekerja. Dengan demikian diharapkan pelayanan kesehatan kerja dasar ini dapat secara terus menerus dipertahankan dan ditingkatkan mutunya. Dengan telah disusunnya Standar Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar ini, kami menyampaikan penghargaan dan terima Kasih kepada semua pihak atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan selama ini. Semoga Tuhan yang Maha Esa senantiasa memberikan pentunjuk-Nya dan memberikan kekuatan kepada kita semua dalam melaksanakan pelayanan kesehatan kerja bagi masyarakat pekerja Indonesia. Jakarta, Desember 2003. Kepala Pusat Kesehatan Kerja Set.Jen. Depkes Dr Erna Tresnaningsih, Moh, PhD, SpOk.

Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah pusat dan kewenangan propinsi sebagai daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3925). 6. bahwa untuk meningkatkan mutu.Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 69.KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1758/MENKES/SK/XII/2003 TENTANG STANDAR PELAYANAN KESEHATAN KERJA DASAR MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a bahwa dalam rangka pemantapan pelaksanaan peningkatan pelayanan kesehatan kerja dasar yang terarah. 2. c. 3. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tanggal : 31 Desember 2003 MENTERI KESEHATAN RI DR Achmad Sujudi Keempat : Kelima : . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839). Pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja dasar dilalsanakan oleh sekretaris Jenderal Dinas Kesehatan Propinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. MEMUTUSKAN: Menetapkan : Pertama Kedua Ketiga : : : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR PELAYANAN KESEHATAN KERJA DASAR. tercantum dalam lampiran keputusan ini.Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1075/Menkes/SK/VII/2003 tetang Sistim Pedoman sistim Informasi Manajemen kesehatan kerja. Standar Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar sebagaimana dimaksud dalam diktum pertama.Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1277/Menkes/SK/XI/2001 tentang tata kerja dan Organisasi Departemen Kesehatan. cakupan dan efisiensi pelayanan kesehatan kerja dasar perlu adanya suatu standar Pelayanan Kesehatan Kerja dasar. Standar Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar sebagaimana dimaksud dalam diktum kedua merupakan acuan bagi institusi Pos UKK.Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1457/Menkes/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di Kabupaten/Kota. Mengingat : 1. 5. didukung dengan kerja sama lintas program lintas sektor terkait dan pemberdayaan masyarakat pekerja. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 4. Poliklinik Perusahaan atau klinik yang setara dan Puskesmas guna memberikan pelayanan kesehatan kerja dasar yang ada di wilayah kerjanya masingmasing. b. bahwa sehubungan dengan huruf a dan b perlu ditetapkan Standar Pelayanan Kesehatan kerja dasar dengan keputusan Menteri. Tambahan lembaran Negara Nomor 3495).Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100.

239 perempuan. Salah satunya bidang kesehatan termasuk kesehatan kerja menjadi kewenangan daerah yang wajib dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. nyata dan bertanggung jawab secara proporsional Sebagai penjabaran lebih lanjut telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. Latar Belakang Dalam Era Globalisasi dan Pasar Bebas (AFTA) Tahun 2003 mendatang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam hubungan ekonomi antar negara yang harus dipenuhi oleh seluruh negara anggota termasuk Indonesia. Dibeberapa daerah di Indonesia pelayanan kesehatan kerja belum banyak dilakukan.07%).722 laki-laki dan 36. hal ini berdasarkan hasil need assessment survey yang dilakukan pada beberapa propinsi di Indonesia. sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja. jumlah angkatan kerja adalah 95.650.742 Jiwa terdiri atas laki-laki 62. Bentuk upaya pelayanan kesehatan kerja adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat pekerja mencakup upaya peningkatan dan pemeliharaan kesehatan. merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. Beban ini cukup besar.738. transportasi dan makanan-minuman (20. khususnya tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya kesehatan bagi pekerja agar pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya. Salah satu permasalahan kesehatan nasional.961 orang terdiri dari 58. pencegahan penyakit.901 Jiwa dan perempuan 63. (BPS 2000).678.04%) pada sektor jasa baik di pemerintahan maupun swasta.871. untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal. Dalam undang-undang No 23 Tahun 1992 pasal 23 tentang kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diselenggarakan pada setiap tempat kerja. Visi Indonesia Sehat 2010 yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan yang misinya antara lain : pemeliharaan dan peningkatan pelayanan kesehatan yang bermutu. PENDAHULUAN A. Berbagai penyakit sehubungan dengan pencemaran lingkungan maupun penyakit-penyakit yang diperoleh dari tempat kerja atau karena pekerjaannya diperkiraan akan meningkat .89%) dan sisanya (35. penyembuhan penyakit dan pemulihan Kesehatan.Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1758/MENKES/SK/XII/2003 Tanggal : 31 Desember 2003 STANDAR PELAYANAN KESEHATAN KERJA DASAR I.779. Program kesehatan kerja merupakan suatub upaya kesehatan kerja bagi masyarakat pekerja.841 jiwa. dengan sebaran lapangan pekerjaan utama penduduk yang terbanyak pada sektor informal yang meliputi pertanian dan perdagangan (44. Beberapa Komitmen global baik yang berskala bilateral maupun multilateral telah pula mengikat bangsa Indonesia untuk memenuhi standar-standar K3. Secara faktual menggambarkan wawasan mengenai kesehatan kerja masih kurang dan sumber daya manusia di bidang K3 masih kurang serta sistem informasi kesehatan kerja yang belum dilaksanakan.417. baik masa kini maupun dekade mendatang adalah penanggulang dan penatalaksanaan berbagai penyakit yang berkaitan dengan adanya peningkatan intensitas industrialisasi. karena di Indonesia Jumlah usia kerja pada tahun 2000 adalah mencapai 126. Undang-Undang No 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah menyebutkan bahwa daerah diberi wewenang yang luas.

harus dilakukan dan dikembangkan secara berjenjang dan memiliki sistem rujukan dari bentuk pelayanan yang paling sederhana sampai kepada bentuk pelayanan yang sesuai dengan kemajuan IPTEK. c. Untuk itu diperlukan perencanaan maupun pengembangan institusi pelayanan yang memiliki kemampuan. Mendorong terbentuknya jejaring kerja pelayanan kesehatan kerja dasar yang sadar mutu/berkualitas. b. Terwujudnya pelayanan kesehatan kerja dasar yang bermutu meliputi antara lain : 1. 4. Haruslah dilaksanakan dan dikembangkan berdasarkan suatu bentuk atau pola pelayanan dasar. Tersedianya standar pelayanan kesehatan kerja dasar. Organisasi dan dunia usaha dalam pembinaan pelayanan kesehatan kerja dasar. 7. Pendekatan kesisteman dalam penatalaksanaan PAK dan PAHK. mutu pelayanan dalam satu kerangka sistem rujukan yang berkesinabungan. Tujuan 1. Penatalaksanaan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Penyakit Akibat Hubungan kerja (PAHK). Memelihara dan meningkatkan kemitraan lintas program. sehat dan produktif. dalam rangka optimalisasi derajat kesehatan masyarakat pekerja untuk meningkatkan produktivitas kerjanya. 9. serta optimasi pembiayaan yang ditimbulkan akibat adanya PAK dan PAHK. C. meliputi adanya standardisasi pelayanan. lintas sektor. Ruang Lingkup 1. Standardisasi Pelayanan kesehatan kerja dasar dimaksudkan untuk terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan kerja dasar. Peran serta masyarakat dan rujukan upaya kesehatan Dengan kata lain penata-laksanaan penyakit akibat kerja. pemulihan/rehabilitasi secepatcepatnya. Pelayanan Kesehatan kerja mencakup upaya pelayanan paripurna (peningkatan Kesehatan kerja. B. 6. merata dan terjangkau untuk meningkatkan produktivitas kerja masyarakat pekerja dan kondisi kerja yang aman. Khusus a. tanpa mengabaikan bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dan kerja sama lintas sektor pada setiap jenjang pelayanan. 5. penatapan fungsi dan wewenang institusi secara berjenjang sesuai kemampuan dan kebutuhan (dalam perspaktif penatalaksanaan penyakit) serta kerjasama antar institusi (atau pada dasarnya merupakan komponen sistem) di dalam satu jaringan yang memiliki tujuan bersama. yakni mengabdalikan timbulkan PAK dan PAHK serendah-rendahnya.baik kuantitas maupun intensitasnya. tokoh masyarakat. Standar Pelayanan Kesehatan kerja dasar Institusi pelayanan kesehatan kerja Jenis Pelayanan kesehatan kerja Kompetensi petugas kesehatan kerja Peralatan Prosedur Operasional Mekanisme kerja pelayanan kesehatan kerja Indikator Kerja sama/Jejaring dalam rangka sistem penatalaksanaan pelayanan kesehatan kerja. Umum Terselenggaranya pelayanan kesehatan kerja dasar pada masyarakat pekerja yang bermutu. 2. 3. 8. pencegahan dan penyembuhan PAK & PAHK serta pemulihan PAK & PAHK) yang meliputi : . 2.

Poliklinik Perusahaan/klinik yang setara dan pos UKK). Dalam Pos pelayanan kesehatan kerja atau pada unit-unit satuan pelayanan yang terdepan diharapkan ada Kelompok kader yang memiliki peran sebagai : § § § § Pembina dan penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja. Seleksi Kesehatan calon pekerja. Pelayanan kesehatan kerja dasar Adalah upaya pelayanan yang diberikan pada masyarakat pekerja secara minimal dan paripurna (peningkatan kesehatan kerja pencegahan dan penyembuhan PAK & PAHK serta pemulihan PAK & PAHK) oleh institusi pelayanan kesehatan kerja dasar. Koordinator kegiatan pencatatan dan pelaporan. Institusi (Puskesmas termasuk Puskesmas Pembantu. Penyerasian kapasitas kerja bahan kerja dan lingkungan kerja. Poliklinik Perusahaan dan Puskesmas termasuk Pustu. Pemeliharaan kesehatan Konseling dan rehabilitasi medis. PELAYANAN KESEHATAN KERJA DASAR A. Sasaran : Masyarakat pekerja. Pengobatan dan pemulihan) yang diselenggarakan oleh perusahaan atau badan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Institusi Pelayanan Kesehatan Kerja dasar Suatu lembaga yang terlibat dalam memberikan pelayanan kesehatan kerja dasar meliputi : Pos UKK. Standar Adalah dokumen yang menyatakan karakteristik suatu produk atau jasa yang harus diikuti secara tahap asas untuk meningkatan mutu. II.a. Puskesmas Puskesmas merupakan unit pelaksana pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. 4. 2. Pos UKK Suatu wadah pelayanan kesehatan kerja yang berada ditempat kerja dan dikelola oleh pekerja itu sendiri (kader) yang berkoordinasi dengan Puskesmas (sebagai pembina) dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja untuk meningkatkan produk-tivitas kerjanya. Koordinator penyediaan fasilitas alat kesehatan kerja. . Kondisi kerja dan tempat kerja. b. 6. 3. 5. Pengertian 1. Pelaksana pertolongan Pertama Pada kecelakaan (P3K) dan Gejala Penyakit (P3P). Poliklinik Perusahan/Klinik Yang Setara PoliklInik Perusahaan ialah tempat untuk memberikan pelayanan kesehatan terutama bidang pelayanan kesehatan kerja minimal (Peningkatan. d. Upaya pelayanan kesehatan kerja dasar paripurna dilakukan oleh tenaga kesehatan Puskesmas dengan diagnosis dan deteksi dini serta pengobatan segera dan tepat. 3. 2. c. pencegahan.

Pos UKK diutamakan berada di lokasi kelompok pekerja yang jauh dari Puskesmas. Kedudukan Pos UKK diperlukan untuk mengadakan pelayanan kesehatan kerja di bawah binaan Puskesmas yang ditujukan untuk kelompok masyarakat pekerja seperti buruh. Penyediaan contoh dan kepatuhan penggunaan APD Medorong Upaya perbaikan lingkungan kerja seperti perbaikan ventilasi. 3. Pencatatan dan pelaporan sederhana. Konseling dan rehabilitasi medis. 4. Pencatatan dan Pelaporan sederhana. pengolahan limbah cair. dasardasar hygiene perorangan. Lingkup Kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar 1. Melaksanakan kerjasama dengan sektor terkait sesuai sifat dan lapangan pekerjaannya. informasi dan motivasi tentang kesehatan kerja. Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan Pertolongan pertama pada gejala penyakit (P3P). dasar-dasar gizi kerja). 2. Alat Pelindung Diri/APD. Pemeriksaan dan seleksi kesehatan calon pekerja Peningkatan mutu dan kondisi tempat kerja Penyerasian kapasilitas kerja. Untuk itu perlu pelatihan khusus bagi dokter dan penyediaan sarana. Untuk memberikan kemudahan/menolong pekerja jika menderita penyakit ringan atau perlu pertolongan pertama pada kecelakaan atau pada gejala penyakit ataupun pekerja yang sehat dapat juga memanfaatkan pelayanan kesehatan di Pos UKK pada setiap hari disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Jenis Pelayanan Kesehatan Kerja PELAYANAN MINIMAL KESEHATAN KERJA • • Dasar-dasar hidup sehat. Pos UKK a. nelayan. Mengadakan pelayanan kesehatan kerja dasar terbatas.Prasarana dan sarana yang dimiliki Puskesmas umumnya bersifat pelayanan dasar Oleh sebab itu memiliki keterbatasan. Pengenaian Potensi risiko ditempat kerja. B. Konsultasi. dasar-dasar risiko ditempat kerja. Institusi Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar 1. Pembentukan dan pembinaan partisipasi masyarakat pekerja dalam pelayanan kesehatan kerja. b. perbaikan ergonomi. dasar-dasar prosedur kerja. 5. petani. Inventarisasi jenis pekerjaan agar dapat mengetahui risiko yang mungkin timbul. Sarasehan intervensi menuju norma sehat dalam bekerja. dan lain-lain. C. Sebagai standar 1 Pos UKK untuk 10-50 pekerja. Pos UKK dapat dibentuk dimana terdapat kelompok masyarakat pekerja. c. Penyuluhan sederhana (materi Penyuluhan: dasar-dasar prosedur kerja. Fungsi Melaksanakan komunikasi. perajin. Pencatatan dan pelaporan sederhana. beban kerja dan likungan kerja Pemeliharaan Kesehatan . khususnya dalam penilaian faktor risiko dan penegakan diagnosa khusus yang memerlukan alat bantu khusus. JENIS PELAYANAN Peningkatan (Promotif) • • • Pencegahan (Preventif) • • • • • Pengobatan (Kuratif ) Pemulihan (Rehabilitatif) • • - .

Vit B Komplek. Tablet besi-folat. Timbangan badan dan pengukur tinggi badan. Peralatan • • • • • • • • • STANDAR MINIMAL P3K Kit. sarung tangan. 2. Antalgin. Contoh APD untuk pekerja sesuai dengan jenis pekerjaannya. tempat tidur pasien + lemari obat. Meja + Kursi. (Promotif) • Penyuluhan (materi penyuluhan: SOP kerja. b. Jenis Pelayanan Kesehatan kerja Jenis Pelayanan Minimal Pelayanan Kesehatan Kerja Peningkatan • Konsultasi. f. Penyuluhan/sarasehan 3 bulan sekali. topipengaman. Poliklinik Perusahaan/Klinik Yang Setara a. • Inventarisasi jenis pekerjaan agar dapat mengetahui risiko yang mungkin timbul. Prosedur Operasional • • • • Inventarisasi jenis usaha 1 tahun satu kali kecuali ada tambahan aktivitas baru. . Kompetensi Petugas kesehatan kerja STANDAR MINIMAL Satu buah Pos UKK 2 Orang kader dengan syarat: • Mampu dan mau memimpin • Manpu bekarja sama • Bisa baca tulis • Punya pekerjaan tetap (termasuk Ibu rumah tangga) • Sudah dilatih dan paham prinsip-prinsip dasar kesehatan kerja • Punya waktu luang e. Kedudukan Secara struktural merupakan bagian dari perusahaan dan secara administratif bertanggung jawab pada pimpinan perusahaan serta secara fungsional bertanggung jawab pada pimpinan perusahaan dan puskesmas. gizi kerja). risiko pekerjaannya dan pencegahannya. c. • Memelihara produktivitas pekerja. (obat – obatan sederhana dan bahan) antara lain : Parasetamol.d. Fungsi • Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan pekerja dan keluarganya. Media Penyuluhan (poster). Antasida. hygiene perorangan. Pencatatan dan Pelaporan ke Puskesmas 3 bulan sekali/kecuali kecelakaan dan kedaruratan atau KLB sesuai peraturan perundangan yang berlaku. masker. • Memberikan masukan/pertimbangan kebijakan tentang kesehatan kerja kepada pimpinan manajemen. • Membantu perusahaan dalam menentukan kebijakan –kebijakan dalam bidang kesehatan kerja. safety shoes. pemilihan dan pemakaian Alat Pelindung diri (APD). Buku pencatatan dan pelaporan dan alat tulis. misalnya. kaca mata pengaman. Oralit dan betadine. • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) dalam bekerja. Anti alergi. P3K dan P3P sesuai dengan potensi risiko yang ada atau sesuai dengan jenis pekerjaan. Buku panduan.

flip chart. Pencatatan dan Pelaporan. Pencatatan dan pelaporan. Prosedur Tanggap Darurat (emergency response procedure) dan manajemen disaster. topi pengaman. ear plug. PAHK dan KK. sarung tangan . PAHK. Peralatan • • • • • PELAYANAN MINIMAL KESEHATAN KERJA P3K Kit Contoh APD untuk pekerja sesuai jenis pekerjaannya. dan KK. Memfasilitasi/merekomendasikan perbaikan lingkungan kerja Sep : (perbaikan ventilasi. Kompetensi Petugas Kesehatan Kerja Pelayanan Minimal Kesehatan Kerja Perusahaan kecil: Dokter + Pelatihan K3* Perawat + Pelatihan K3* Perusahaan menengah: Dokter + Pelatihan K3* Perawatan + Pelatihan K3* Tenaga laboratorium* Perusahaan besar: Dokter + S2K3* Perawat + Pelatihan K3* Tenaga Laboratorium * D3 hygiene Industri * *= Minimal 1 Orang e. Identifikasi penilaian. Deteksi dini PAK. Pemantauan kondisi kerja/tempat kerja. dan penyakit umum yang dominan di kalangan pekerja. ear muff. Perbaikan ergonomi). Sanitasi Industri. Penyediaan contoh dan penggunaan APD. Pemeriksaan Kesehatan : Sebelum kerja (calon pekerja. PAHK. Melakukan evaluasi tingkat kecacatan pekerja. good house keeping dan potensi risiko ditempat kerja.dll ) Buku pencatatan dan pelaporan dan alat tulis Komputer . Melakukan Upaya rujukan. pengolahan limbah cair. pra mutasi dan pra mutasi intern) Pemeriksaan berkala Pemeriksaan Kesehatan khusus. mis . evaluasi dan kontrol terhadap protensi risiko. PAHK. Pelatihan P3K Sesuai dengan tempat/lokasi. Pencatatan dan pelaporan. Pemeriksaan kualitas air minum dan kebersihan makanan/pekerja kantin Pencatatan dan pelaporan. Penyakit Umum PAK. kaca mata pengaman. Klinik gawat darurat (emergency clinic). Identifikasi dan pengukuran potensi risiko kesehatan di tempat/ lingkungan kerja. d. KK.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Pencegahan (Preventif) Pengobatan (Kuratif) Pemulihan (Rehabilitatif) Promosi kesehatan dalam rangka pencegahan penyakit umum PAK. Media penyuluhan ( poster. safety shoes. Survalians PAK. dan KK. Sop kerja dan proses produksi. safe belt. Rekomendasi terhadap penepatan kembali pekerja sesuai kemampuannya dan pentahapan untuk dapat kembali pada pekerjaan semula setelah sembuh dari sakit/KK. masker.

Apakah Calon Pekerja Cocok dengan pekerjaannya.Umur 35 tahun ke atas : dilakukan pemeriksaan cardio vascular ( EKG ) Pemeriksaan kesehatan khusus . Pelayanan kesehatan rutin Survailans .PAHK dan KK disesuaikan dengan aturan yang berlaku.• • • • • • • • • • • • Buku panduan. Pengukur kelembaban ( Higrometer ) Pengukur debu ( Personal Dust Sampler/Dust Analizer ) Pengukur kekeruhan air Thermometer Globe. .Tergantung jenis dan besarnya bahaya risiko yang dihadapi .Penyakit umum yang dominan di kalangan pekerja . § Pelaksanaan Kegiatan. penanganan dan analisis KK Rehabilitasi medik dan kerja.Penyakit umum yang dominan dikalangan pekerja . Penyuluhan .Bahaya yang dihadapi : • Pencegahan • P3K • Stadar Operasional Prosedus ( SOP ) Pemeriksaan kesehatan berkala ( 1 tahun sekali ) . tempat tidur pasien + lemari obat Tensimeter Senter. § Surat kepada direksi tentang rencana kerja (temui sendiri dan negasiasi). PAHK dan KK . . menentukan peralatan. Timbangan badan dan pengukur tinggi badan.Khusus Pencegahan PAK.PAK. Prosedur Operasional • Sosialisasi pelayanan kesehatan kerja • Pelayanan kesehatan kerja dasar paripurna: § Pemeriksaan prakarya ( pra employment ) . Stopwatch Stetoskop + Diagnostik set lengkap. Thermometer bola basah dan bola kering dan anemometer Alat laboratorium klinik f.Penyakit spesifik potensial bahaya yang dihadapi . § § § § § § § § § § • Pemeriksaan Tempat Kerja : Membuat perencanaan (rencana karja. menyiapkan personal/petugas. Waktu yang diperlukan. Pengukur intensitas cahaya ( lux Meter ). Jadual dan negosiasi).Dilakukan setiap 6 bulan/1 tahun sekali bila usia muda. PAHK. Meja + kursi.Potensial Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ).Jenis Pekerjaan .Jenis perusahaan . Pencatatan dan Pelaporan dilakukan 3 bulan sekali Pelatihan P3K Pelaporan PAK.

Puskesmas merupakan unit pelaksana pelayanan medik dasar tingkat pertama yang secara teknis dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan RSUD melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota - § Dalam Sistem Kesehatan Nasional Dalam Urutan tingkat pelayanan kesehatan Puskesmas berkedudukan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. c. Monitoring: § Walk Through survey 3 bulan sekali § Inspeksi dengan formulir inspeksi 6 bulan sekali ( isi formulir Inspeksi ada desainnya ). padat. PAHK dan KK dikalangan pekerja § Pemeriksaan Kesehatan (Sebelum kerja/berkala tahunan/khusus) § Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) § Rehabilitasi medik akibat kecelakaan atau PAK & PAHK § Pembinaan dan pengawasan terhadap kondisi kerja dan tempat kerja. § Bila ada perubahan proses produksi dilakukan penilaian atau pengkajian ulang § Limbah cair.§ § • Pelaporan awal termasuk pemetaan (mapping) berbagai bahaya/risiko. Fungsi Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan kerja dasar mempunyai 3 (tiga) fungsi sebagai berikut: § Fungsi pembinaan terhadap Pos UKK dan pembinaan administrasif terhadap poliklinik perusahaan § Fungsi pelaksana pelayanan kesehatan kerja dasar § Fungsi peran serta masyarakat b. Puskesmas a. Laporan dan rekomendasi akhir. Bidang pelayanan medik. § Isian formulir dikirim kepada : § Kepada bagian yang bersangkutan § Atasan Kepala bagian § P2K3 Perusahaan § Dikerjakan bersama petugas perusahaan. Program Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar Program pelayanan kesehatan kerja dasar Puskesmas merupakan wujud dari pelaksanaan ketiga fungsi Puskesmas diatas Program tersebut antara lain : § Promosi kesehatan (Kesehatan pekerja dan lingkungan kerja) § Pencehan dan pengobatan terhadap penyakit umum dan PAK. Puskesmas merupakan unit pelaksana pelayanan kesehatan masyarakat tingkat pertama yang dibina oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. . Kedudukan Kedudukan Puskesmas dalam sistem kesehatan kabupaten/kota adalah sebagai berikut: § Bidang Organisasi Puskesmas merupakan organisasi struktural dan kedudukan puskesmas sebagai unit pelaksana Teknis Dinas. § Aspek Fungsional : Bidang pelayanan kesehatan masyarakat. gas dan debu harus sesuai baku mutu lingkungan 3.

perbaikan ergonomi Penyediaan contoh dan penggunaan APD Pemeriksaan kesehatan : Sebelum kerja (calon pekerja. PAHK dan KK Sanitasi industri. lintas program. KK. pra mutasi dan pra mutasi intern) Pemeriksaan berkala Pemeriksaan kesehatan khusus Prosedur Tanggap Darurat (emergency response procedure) dan manajemen disaster. pengolahan limbah cair. hygiene perorangan.§ § § § § § Pembinaan dan pengawasan terhadap sanitasi (pemeriksaan kualitas air minum. Gizi kerja). PAK. pemakaian APD. dan penyakit umum yang dominan dikalangan pekerja Pemeriksaan kualitas air minum dan kebersihan makanan/pekerjakatin Pencatatan dan pelaporan Pengobatan Penyakit Umum. lintas sektor dan dunia Usaha Pencatatan dan pelaporan Pencegahan Identifikasi dan pengukuran potensi risiko kesehatan ditempat kerja/ (Preventif) lingkungan kerja Memfasilitasi/merekomendasikan perbaikan lingkungan kerja sep : perbaikan ventilasi. Norma Sehat dalam Bekerja (Budaya K3) Memberikan masukan/pertimbangan kebijakan tentang kesehatan kerja kepada pimpinan manajemen Inventarisasi jenis pekerjaan agar dapat mengetahui risiko yang mungkin timbul. PAHK dan KK Melakukan Upaya Rujukan Pencatatan dan Pelaporan Pemulihan Melakukan evaluasi tingkat kecacatan pekerja (Rehabilitatif) Rekomendasi terhadap penempatan kembali pekerja sesuai kemampuannya dan pentahapan untuk dapat kembali pada pekerjaan semula setelah senbuh dari sakit/KK Pencatatan dan pelaporan . jenis-jenis Alat Pelindung Diri/APD. Promosi kesehatan dalam rangka pencegahan penyakit umum PAK. PAHK dan KK (Kuratif) Klinik gawat darurat (Emergency clinic) Deteksi dini PAK. pemrtiksaan kualitas kebersihan makanan pekerja/kantin dan Sanitasi lingkungan) Pembinaan dan pengawasan APD (penyuluhan dan pemilihan alat pelindungan diri) Melaporkan secara berkala tentang pelayanan kesehatan kerja kepada kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/kota Melaporkan kecelakaan kerja yang terjadi ke Depnaker/trans Memberikan umpan balik kepada perusahaan setiap kali menemukan kasus kesehatan kerja Koordinasi dengan lintas sektor terkait. Pemantauan Kondisi Kerja/tempat kerja Surveilans PAK. pemilihan APD. good house keeping dan potensi risiko ditempat kerja SOP kerja dan proses produksi Pelatihan P3K Pelatihan kader Pos UKK Pembinaan Pos UKK dan Ppliklinik Perusahaan Sosialisasi kegiatan tentang kesehatan kerja bagi tokoh masyarakat. Jenis Pelayanan Kesehatan Kerja JENIS PELAYANAN MINIMAL PELAYANAN KESEHATAN KERJA Peningkatan Konsultasi (Promotif) Penyuluhan (materi penyuluhan SOP kerja risiko pekerjaannya dan pencegahan. d. PAHK.

Penyakit Umum yang dominan dikalangan pekerja . ear muff. Prosedur Operasional • Sosialisasi pelayanan kesehatan kerja • Pelayanan kesehatan kerja dasar paripurna: § Pemeriksaan prakarya ( pre employment ) . ear pug. Thermometer bola basah dan bola kering dan anemometer Alat laboratorium klinik Peralatan standar Puskesmas Obat – Obatan Standar Puskesmas g.Calon pekerja cocok dengan pekerjaannya § Penyuluhan . tempat tidur pasien + lemari obat Tensimeter Senter.Jenis Perusahaan .Potensi bahaya /risiko yang dihadapi : • Pencegahan • P3K • Standar Operasional Prosedur ( SOP ) § Pemeriksaan kesehatan berkala ( 1 Tahun sekali ) . sarung tangan. Stopwatch Stetoskop Diagnostik set lengkap Pengukur intensitas cahaya (Lux Meter) Pengukur Kelembaban (Higrometer) Pengukur kebisingan (Sound level meter) Pengukur debu (Personal Dust Sampler/Dust Analizer) Pengukur kekerukan air Thermometer globe. safety shoes.Jenis pekerjaan .e. topi pengaman safe belt. kaca mata pengaman Media Penyuluhan (poster. Kompetensi petugas Kesehatan Kerja PELAYANAN MINIMAL KESEHATAN KERJA Perusahaan Kecil : Dokterb + Pelatihan K3 * Perawat + pelatihan K 3 * Perusahaan menengah : Dokter + pelatihan K3* Perawat + pelatihan K3* Tenaga laboratorium* Perusahaan Besar : Dokter + S2 K3 * Perawat + pelatihan K3* Tenaga laboratorium * D3 hygiene Industri * = Minimal 1 Orang f.dll) Buku pencatatan dan pelaporan dan alat tulis Komputer Buku panduan Timbang badan dan pengukuran tinggi badan Meja + kursi.flipchart.PHBS dan Norma sehat dalam bekerja ( Budaya K3 ) . mis: masker. Peralatan PELAYANAN MINIMAL KESEHATAN KERJA P3K Kit Contoh APD untuk pekerja sesuai jenis pekerjaannya.

. Kegiatan penatalaksanaan PAK dan PAHK § Pemeriksaan fisik diagnostik § Pemeriksaan Laboratorium (yang dimiliki maupun rujukan) dengan mengarah pada penyebab dari pekerjaannya § Mendapatkan riwayat pekerjaan beserta proses kerja dan pajanan yang dialami ditempat kerja § Penilaian faktor risiko terkait dari tempat kerja § Mengambil kesimpulan (yang berhubungan dengan pekerjaan) § Mengobati sendiri bila mampu § Melakukan upaya rujukan bila dipandang perlu (baik rujukan diagnostik. penanganan dan analisis KK § Rehabilitasi medik dan kerja § Pencatatan dan pelaporan dilakukan 3 bulan sekali § Pelatihan P3K dan Pembinaan kader § Pembinaan Pos UKK dan Poliklinik Perusahaan § Pelaporan PAK.Tergantung jenis dan besarnya risiko yang dihadapi . dan KK .Khusus § Pencegahan PAK.PAHK. PAHK.PAK . Pemeriksaan tempat kerja: § Pemberitahuan dan minta izin kepada pihak perusahaan § Temui direksi perusahaan dan menjelaskan tujuan § Mendapatkan informasi mengenai proses produksi dan denah perusahaan § Walk through survey bersama petugas perusahaan ( punya inventarisasi potensi bahaya/risiko ) § Petugas puskesmas kembali ke puskesmas § Pelaporan awal termasuk pemetaan ( mapping ) berbagai jenis dan besarnya potensi bahaya/ risiko § Laporan dan rekomendasi akhir - h. Kegiatan penatalaksanaan kasus KK § Layanan P3K dan diagnostik antara lain kecelakaan kerja § Melakukan upaya rujukan atau konsultasi § Setelah sembuh klinis dilakukan evaluasi tingkat kecacatannya dan rehabilitasi jika diperlukan § Mencatat dan mendokumentasikan perjalanan penderita akibat kecelakaan kerja menurut tempat waktu dan orang serta melaporkan sesuai dengan tatalaksana pelaporan jamsostek Melakukan upaya rujukan kesehatan kerja j.• Penyakit spesifik potensi bahaya / risiko yang dihadapi Umur 35 Tahun keatas : dilakukan pemeriksaan cardio vascular ( EKG ) § Pemeriksaan kesehatan khusus .Penyakit Umum yang dominan dikalangan pekerja . rujukan pengobatan/rehabilitasi maupun rujukan lainnya) § Setelah dinyatakan sembuh klinis dilakukan evaluasi tingkat kecacatannya § Memberi rekomendasi untuk tempat kerja/ pekerja i.dan KK disesuaikan dengan aturan yang berlaku. PAHK.Dilakukan setiap 6 bulan/1 tahun sekali bila usia muda § Pelayanan Kesehatan rutin § Survailans .

Pencegahan Primer (primary prevention) : Upaya yang dilaksanakan untuk mencegah timbulnya gangguan atau mengurangi insiden kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta penyakit umum yang dominan terjadi pada masyarakat Upaya ini meliputi antara lain pemeriksaan awal. evaluasi dan kontrol potensi risiko.B & A) baik untuk mendapatkan pemerikasaan tambahan maupun penanganan kasus lebih lanjut. dan KK Pencegahan terhadap timbulnya PAK. Para spesialis yang kini dimiliki. imunisasi. Pencegahan sekunder (secondary prevention) : Dalam melakukan pelayanan kesehatan selalu diupayakan diagnosa dini (early diagnosis) dan pengobatan secara cepat dan tepat (prompt treatment) . identifikasi. Puskesmas termasuk pustu. a. untuk jenis pemeriksaannya tergantung besarnya risiko kesehatan yang dihadapi. ke Rumah sakit (tipe D. 2. b. § c. gizi kerja peningkatan kesehatan. Pemeriksaan Khusus Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. penggunaan APD.C. Penangan PAK. PAHK dan KK dilakukan melalui 3 pendekatan : 1. pendidikan kesehatan. § Pemeriksaan khusus berkala Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan secara berkala dengan interval sesuai dengan perundangan yang berlaku. hygiene dan sanitasi tempat kerja penerangan prinsip ergonomi. BKKM adalah sarana upaya kesehatan kerjayang memiliki fungsi khusus yaitu pelayanan dan rujukan pendidikan. Poliklinik Perusahaan dan atau Klinik yang setara. perlu diarahkan agar berorientasi pula pada masalah PAK dan PAHK. PAHK. PAHK dan KK Penanganan PAK. Pelayanan kesehatan kerja yang ada pada saat ini adalah sebagai berikut : Pelayanan kesehatan kerja dasar dilaksanakan di Pos UKK. Prinsip Pencegahan Prinsip pencegahan ini harus dilaksanakan untuk mencegah dan mengurangi kejadian PAK. jenis pemeriksaan disesuaikan dengan pekerjaan dan potensi risiko yang dihadapi. Sistem Pelayanan dan rujukan Jaringan pelayanan kesehatan kerja yang ada pada saat ini adalah sebagai berikut : 1. Pencegahan tertier (tertiary prevention) : Pencegahan ini dilakukan melalui rehabilitasi medik dan rehabilitasi kerja secara optimal untuk mencegah/meminimalkan kemungkinan terjadinya cacat menetap. Pelayanan Kesehatan Rujukan Bila puskesmas dan poliklinik perusahaan/klinik yang setara tidak dapat menanggulangi kasus penyakit yang timbul dalam hubungan kerja maka mereka dapat merujuk kasus tersebut ke Balai Kesehatan Kerja Masyarakat (BKKM). dll. dan KK dapat dibagi atas 3 ( tiga) bagian yaitu pencegahan primer pencegahan sekunder dan pencegahan tertier. pelatihan dan penelitian serta mengembangkan . 2.D. PAHK.

Pencatatan dan Pelaporan PAK PAHK dan KK Sistem ini diperlukan untuk “Feed back mechanism” (individual kasus maupun hasil survailans) seperti pemantauan prevalensi. insidens penyakit dan angka kecelakaan akibat kerja. Jenis pelaporan dan frekuensinya disesuaikan dengan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Kerja (SIM-KK) yang berlaku. wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dstnya ) Sistem ini perlu kerjasama dengan poliklinik perusahaan Dinas Kesehatan dan lintas sektor setempat untuk pemantauan dan analisis PAK. Alur Administrasi dan Manajemen Alur Rujukan Medis / Pelayanan Alur Pembinaan . 3. E.teknologi tepat guna kesehatan kerja jadi selain memberi pelayanan kesehatan kerja BKKM diharapkan mampu mengambil tindakan proaktif untuk masalah kesehatan kerja di wilayahnya. Mekanisme Kerja Pelayanan Kesehatan Kerja Medis/Pelayanan Administrasi dan Pembinaan) Dasar (Alur Rujukan DEPKES DINKES PROPINSI RUMAH SAKIT DINKES KABUPATEN/ KOTA BKKM BKKM BTKL KKP POLIKLINIK PERUSAHAAN PUSKESMAS POLIKLINIK PERUSAHAAN PUSKESMAS Keterangan . PAHK dan KK. Sistem pencatatan dan pelaporan ini penting dalam perencanaan manajemen kesehatan kerja menggunakan dan mengikuti sistem yang sudah ada dan mengamati azas kewilayahan (wilayah kerja Puskesmas.

dan standar institusi pemberi pelayanan. Standar ini masih jauh dari sempurna kami berharap masukan untuk penyempurnaan standar ini dimasa-masa mendatang.dan KK Angka absensi sakit akibat penyakit Umum Angka absensi sakit akibat PAK. dengan mengacu antara lain pada standar–standar pelayanan kesehatan dasar. standar peralatan baik yang ada di poliklinik perusahaan maupun di Puskesmas. dan KK Angka absensi sakit akibat penyakit umum Angka absensi sakit akibat PAK. MENTERI KESEHATAN RI Dr.PAHK. Standar Pelayanan Kesehatan kerja dasar ini dibuat dengan maksud terselenggaranya mutu pelayanan kesehatan kerja. PAHK dan KK yang dilakukan Secara sistematik terencana dan dilaksanakan pada setiap jenjang sesuai dengan kewenangannya selain itu diperlukan kerjasama/jejaring lintas program atau lintas sektor dalam rangka sistem penatalaksanaan pelayanan kesehatan kerja untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kerja. PAHK. PAHK. standar kompetensi petugas di pelayanan kesehatan dasar. Achmad Sujudi .dan KK 3 IV.III. INDIKATOR INSTITUSI PELAYANAN KESEHATAN KERJA DASAR NO INDIKATOR Ukuran Keberhasilan keterjangkauan digunakan standar 1 Pos UKK untuk 10–50 Orang pekerja dan setiap Pos UKK dikelola minimal 2 Orang kader. PAHK dan KK Insiden dan prevalensi PAK. Ukuran tingkat perkembangan: 1 POS UKK Indikator P3K Kit (Org) Obat Penyuluhan Ergonomi Sarasehan Penggunaan APD Dana Sehat 2 Poliklinik Perusahaan/ Klinik yang setara Puskesmas § § § § § § Pratama 1Kit >50 < 5 jenis < 30 % < 2 x / th < 30 % 0 Tingkat Perkembangan Pos UKK Madya Purnama Mandiri 1Kit =30-50 1Kit=101Kit<10 20 5 – 10 Jenis > 10 Jenis > 10 Jenis 30–60 % > 60 % > 60 % 2 – 3 x / th 30 – 60 % > 50 % > 4 x / th > 60 % > 50 % > 4 x / th > 60 % > 50 % Insiden dan prevalensi PAK. Standar pelayanan kesehatan kerja dasar ini bersifat dinamis yang akan dilakukan kaji ulang secara berkesinambungan dan juga sebagai bahan pemikiran bagi kita dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kerja dasar bagi masyarakat pekerja. PENUTUP Pelayanan Kesehatan kerja dasar merupakan upaya penatalaksanaan PAK.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful