BAB III GAMBARAN UMUM RSUD TARAKAN JAKARTA

Sejarah Berdirinya RSUD Tarakan Jakarta
Sejak tahun 1953 sebuah gedung yang terletak di Jalan Kyai Caringin Nomer 7 Jakarta Pusat diresmikan oleh Gubernur Jakarta (yang waktu itu dijjabat oleh Bp. R. Soediro) untuk melayani masyarakat di daerah Kecamatan Gambir dalam bentuk Balai Pengobatan. Semakin lama, Balai Pengobatan itu makin banyak diminati oleh masyarakat sekitarnya. Bahkan banyak masyarakat yang sudah pindah dari daerah sekitar Balai Pengobatan itu yang masih terus berobat bilamana mereka membutuhkan pelayanan kesehatan, karena merasa dokternya cocok dan pelayanannya yang memuaskan. Tahun 1968 Balai Pengobatan itu ditingkatkan menjadi Puskesmas Kecamatan Gambir, yang tidak hanya melaksanakan tugas Balai Pengobatan, tetapi juga mempunyai tugas-tugas pelayanan kesehatan masyarakat sesuai fungsi Puskesmas. Di samping itu gedung ini juga dimanfaatkan sebagai Kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Tahun 1987, sesuai dengan perkembangannya yang makin pesat dan belum adanya rumah sakit daerah di wilayah Jakarta Pusat, gedung ini diubah statusnya menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan yang pada awalnya mempunyai kapasitas 30 tempat tidur. Kapasitas gedung ditambah dengan adanya anggaran dari Departemen Kesehatan dan diresmikan pemakaiannya oleh Gubernur DKI Jakarta (yang waktu itu dijabat oleh Bp. R. Tjokropanolo) pada tanggal 3 September 1987. RSUD Tarakan makin lama makin berkembang. Demikian juga anggaran pendapatan dan pengeluarannya makin membesar dan memerlukan pengelolaan yang lebih fleksibel, demikian juga dengan struktur organisasinya, mengingat makin banyaknya karyawan, khususnya makin banyaknya jenis dokter spesialis dan makin banyaknya fungsi pelayanan kesehatan yang dapat ditanganinya. Tahun 1997, RSUD Tarakan diresmikan menjadi menjadi Rumah Sakit Swadana. Tahun 1998 struktur organisasi RSUD Tarakan ditingkatkan menjadi Rumah Sakit kelas B Non Pendidikan dengan kapasitas 140 tempat tidur. Makin banyaknya pelayanan juga memerlukan mutu layanan yang harus ditingkatkan Tahun 1999 mendapat Akreditasi Tingkat Dasar 5 Pelayanan dari Departemen Kesehatan RI. Permasalahan mutu ini makin terus ditingkatkan. Saat ini RSUD Tarakan sedang dalam proses menuju sertifikasi internasional ISO 9001 : 2000 dengan tingkat akreditasi UKAS / KAN. Gedung lama yang dibangun dengan maksud untuk Balai Puskesmas ternyata tidak cocok bilamana digunakan untuk Rumah Sakit. Dalam perjalanannya, RSUD Tarakan banyak melaksanakan penambahan bangunan dengan system tambal sulam. Selain itu gedung lama yang sudah beumur 50 tahun sudah banyak lapuk. Terjadi kebocoran di mana-mana, bahkan bilamana banjir, air sering tergenang, akibat posisi tanah Jakarta yang makin turun. Tahun 2002 RSUD Tarakan mendapat anggaran untuk perencanaan gedung baru, di samping mendapat lahan tambahan di bagian Selatan (bekas SD 06 Cideng yang ditutup akibat muridnya < 100 orang). Tahun 2003 mulai membangun gedung baru dan mendapat tambahan lahan lk. 4000 meter2, sehingga luas keseluruhan lahan menjadi

dan sebagian lagi adalah pegawai non PNS yang diangkat oleh Rumah Sakit RSUD Tarakan terletak di Jl. banyak dilalui kendaraan umum. taksi dan terletak di jalan penghubungan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. mandiri dalam pengelolaannya dan mampu berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. ditangani oleh para profesional yang bertanggung jawab. Kyai Caringin.000 m2. Visi dan Misi Visi NEW HORISON SAFETY AND SATISFACTION ( Cakrawala Baru : Aman Dan Memuaskan) Misi • Memberikan pelayanan kesehatan yang prima untuk seluruh lapisan masyarakat • Meningkatkan budaya kerja yang harmonis untuk membentuk SDM yang berkualitas sesuai dengan perkembangan IPTEK seta tuntutan konsumen tentang pelayanan berkualitas • Mengutamakan Quality Assurance dan Patient Safety dalam meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen • Meningkatkan sarana dan prasarana untuk memberikan pelayanan optimal Maksud dan Tujuan Maksud didirikan Rumah Sakit adalah untuk dapat terwujudnya sebuah sarana pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dengan baik. alamat RSUD Tarakan.000 m2 dan kapasitas 330 tempat tidur Sebagai rumah sakit milik Pemerintah DKI Jakarta. RSUD Tarakan sampai sekarang masih mendapat subsidi operasional. Hal ini terlihat bila ada KLB. Tujuan didirikannya Rumah Sakit adalah untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan. bajaj. yang dalam waktu dekat mendapatkan status Badan Layanan Umum. pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu. peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan Nilai-Nilai . Bahkan sudah dilalui jaringan transportasi massa Busway. baik bis. sehingga terletak di tengah kota Jakarta yang banyak diminati masyarakat. Para karyawannya merupakan PNS DKI Jakarta. dan dalam waktu dekat Monorel jalur hijau akan melalui Jalan Kyai Caringin nomer 7. Akses menuju RSUD Tarakan sangat mudah. misalnya demam berdarah rumah sakit ini dipenuhi pasien.10. mikrolet. subisidi peralatan dan gedung. Akhir tahun 2005 seluruh bangunan gedung baru selesai dengan 2 blok 8 lantai dan 6 lantai dengan luas bangunan 27.

Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan . Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 29 Tahun 2006 tanggal 24 Maret tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.Visi dan Misi RSUD Tarakan dapat terwujud apabila seluruh manajemen dan karyawan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya memiliki nilai-nilai dasar yang mendukung terciptanya budaya kerja yang memegang teguh amanah. 16. 5. 4 Tahun 1998 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B Non Pendidikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta . 108 tahun 2003 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi DKI Jakarta. Keputusan Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 18. 17. Undang – Undang Nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum . 9. 6. 108 tahun 2003 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi DKI Jakarta. Peraturan Daerah Propinsi DKI Jakarta No. . 4 Tahun 1998 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B Non Pendidikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta . 8. 4. 15. 2.Undang No. 7. 12. 14. 3. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan Undang . Undang .Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit Undang – Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik Undang – Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Undang – Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Undang . 13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Peningkatan Kinerja & Keuangan. Keputusan Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 19.Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Undang – Undang Nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum . 11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Peningkatan Kinerja & Keuangan. Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 29 Tahun 2006 tanggal 24 Maret tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Nilai-nilai dasar itu adalah : • Ikhlas • Jujur • Disiplin • Kerjasama • Peduli ( Budaya Kerja) • Sapa Disamping Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan mempunyai budaya kerja : PEDULI : Percaya kemampuan diri Dukungan antar manusia Limpahan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Landasan Hukum 1. Undang . Peraturan Daerah Propinsi DKI Jakarta No. 10.

Jl. Jl. Hanglekir ∗ Batas Barat Kali Grogol. Palmerah Utara.08 Km2.22 7. Matraman.53 9.13 4. Duri Raya Jl. Batas –batas wilayah Administrasi Jakarta Pusat : ∗ Batas Utara Jl. Jl. Letak yang strategis ini didukung dengan tersedianya shellter Bus Trans Jakarta serta shellter Bus umum lainnya. Jl.satunya Rumah Sakit Daerah yang berdekatan dengan Istana Negara dan Kantor PemProv DKI Jakarta. ∗ Batas Timur Jl.Kondisi Fisik RSUD Tarakan Jakarta Keadaan Geografi RSUD Tarakan merupakan salah satu Rumah Sakit milik PemProv DKI Jakarta yang terletak di Jalan Kyai Caringin No. 7 Jakarta Pusat. Secara administratif wilayah Jakarta Pusat dibagi menjadi 8 Kecamatan dan 44 Kelurahan (terbagi lagi menjadi 396 RW dan 4. sehingga memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk mengunakan pelayanan kesehatan di RSUD Tarakan. Jenderal Ahmad Yani. Rel Kereta Api.23 4. Jl. Jl.031 508 368 425 711 560 Sumber : Laporan Dinas Kependudukan dan catatan sipil DKI ( Juli 2007 ) .6 6. ∗ Batas Selatan Jl.KS. Kali ciliwung. Jembatan Tinggi dan Banjir Kanal Timur. KH. Jenderal Sudirman.ZainalArifin.69 6.738 RT) dengan total luas wilayahnya mencapai 48. SukarjoWirapranoto.3 2. Tabel Jumlah Kecamatan dan Luas Wilayah Jakarta Pusat No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kecamatan Gambir Sawah Besar Kemayoran Senen Cempaka Putih Menteng Tanah Abang Johar Baru Luas KM 2 7.Tubun.38 Kelurahan 6 5 8 6 3 5 7 4 RT 46 49 77 46 30 38 70 40 RW 523 612 1. dan Jl. Sunter Kemayoran. AIPDA. Pramuka. Jl. Mangga Dua Raya. Jl. RSUD Tarakan berada dilingkungan bisnis / perkantoran dan satu .

405 51.923.681 103.853 51.37 48.50 21.59 16.442 102.55 9.037 50.958.69 6.103 64.415 51.970 78.390 891.713 33.780.229 38.941 Sumber : Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sarana dan Prasarana .151 1.993.26 4.Peta Wilayah Jakarta Pusat Keadaan Demografi Data Kependudukan pada wilayah kerja RSUD Tarakan Tabel Jumlah Penduduk Jakarta Pusat berdasarkan jenis kelamin Tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kecamatan Gambir Sawah Besar Kemayoran Senen Cempaka putih Menteng Tanah Abang Johar Baru TOTAL Laki-laki 42.086.543 Perempua n 41.24 4.377 93.390 31.519 50.99 42.256 50.234 461.809.68 16.711.37 11.858 42.09 Sumber: Laporan Dinas Kependudukan dan catatan sipil DKI Tabel Data Sarana Pelayanan di wilayah Jakarta Pusat No 1 2 3 4 5 Kepemilikan Rumah Sakit Pemerintah RumahSakit TNI/POLRI Rumah Sakit Swasta Puskesmas Kecamatan Puskesmas Kelurahan TOTAL Jumlah 3 3 24 30 Tempat Tidur 1.266 51.38 25.005 2.15 Kepadatan (jiwa/km2) 10.156 430.109 101.235 Jumlah Penduduk 83.012.775 187.801 93.974 93.15 7.59 6.778 Luas (km2) 7.852.25 13.741 40.30 2.33 12.785 4.

Komputer : 69 unit Fasilitas Pelayanan 1.463 m² yang terdiri dari Gedung DP I berlantai 8 dan Gedung DP II berlantai 6 dengan luas seluruh bangunan sebesar 27. Klinik Rehabilitasi Medis 15. 4. imunologi.08 m². Klinik Konsultasi Gizi 17. Klinik Jantung 11. Klinik Kebidanan/Kandungan 6. Pelayanan Rawat Jalan . Klinik Saraf 5. Instalasi Laboratorium Mempunyai kemampuan pemeriksaan hematologi.Aiphone .dan sarana lainnya yang terdiri dari : 1. Klinik Penyakit Dalam 2. Pelayanan Penunjang Medis terdiri dari : a. Sarana Komunikasi . Klinik THT 7.079. Klinik Anak 4. 10.Ambulance : 1 unit (500 m3) : 2. 14. Klinik Bedah Ortopedi. 2. Klinik Gigi dan Mulut. Instalasi Radiologi . kimia klinik. 5. 3.Gedung RSUD Tarakan dibangun diatas lahan dengan luas 10. Pelayanan Gawat Darurat buka selama 24 jam 2. Klinik Kulit & Kelamin 9. Klinik Mata 3.Telepone . dilengkapi dengan sistem pemadam kebakaran dengan sistem evakuasi yang sesuai dengan standart gedung bertingkat. Klinik Bedah Umum 3. Klinik Bedah Saraf . b.Fax : 61 buah : 250 line : 3 line 8. terdiri 17 Poliklinik yaitu : 1. Klinik Medical Check Up 16.075 KWH : 2 unit : 1 unit : 7 unit : 7 unit 7. Klinik Bedah Urologi 12. Sarana Air bersih (PAM) Sarana Listrik (PLN) Pengolahan Limbah Pembakaraan Sampah Lift pasien Kendaraan Operasional . 6. 13. klinik anatomi serta pemeriksaan lain. Klinik Paru 8.

Kulit Kelamin dan Bedah Saraf serta Bedah Rawat Jalan (ODC) f. S1 dan S2. pemeriksaan USG. Sumber Daya Manusia di Lingkungan RSUD Tarakan Jakarta . Instalasi Kamar Jenasah Mempunyai kemampuan untuk pemulasaran jenasah. Urologi. Tarakan. Kelas 3. THT. Instalasi Farmasi Mempunyai kemampuan pelayanan pembelian obat kepada seluruh pasien yang berobat. Pelatihan untuk karyawan (in house training dan out side training) Pendidikan formal dan in formal untuk karyawan Sebagai tempat untuk prektek kerja / pelatihan serta penelitian akan menyelesaikan pendidikan D3. Instalasi Sterilisasi Sentral Mempunyai kemampuan untuk mensterilisasikan alat-alat kesehatan Rumah Sakit. untuk mahasiswa yang j. i. Instalasi Gizi Mempunyai kemampuan pelayanan untuk pasien (menu biasa dan diet) dan karyawan. d. Instalasi Pemeliharaan Sarana Mempunyai kemampuan untuk pemeliharaan dan perbaikan sarana Rumah Sakit. Kebidanan. 3. Instalasi Bedah Sentral 1. 2. e. c. Mata. baik rawat jalan maupun yang dirawat di Rumah Sakit. 4. Perawatan bayi dan Ruang HCU . Pelayanan Instalasi Rawat Inap Pelayanan Rawat Inap memiliki kapasitas 241 tempat tidur yang terdistribusi keruang perawatan yaitu: Ruang Rawat VIP. Instalasi Pendidikan dan Latihan (DIKLAT) Mempunyai kemampuan menyelenggarakan : 1. Instalasi Sanitasi Mempunyai kemampuan untuk menjaga kebersihan lingkungan RS. h. Mempunyai kapasitas 5 tempat tidur Mempunyai kemampuan untuk Bedah Umum. g.Mempunyai kemampuan pemeriksaan radiodiagnostik tanpa kontras /kontras. Kelas1. Kelas 2. Orthopedi. Gigi dan Mulut. 2. pemeriksaan CT Scan.

89 1 1 1-3 HARI 1.5 / 1 1 1 2 19 4.KONDISI KETENAGAAN (Status) per Juni 2010 TAHU JUML KETENAGAAN N AH 2009 241 T.63 1 < 2.27 2 1 40-50 KALI 23 39 82 39 3 1.39 3-12 HARI 42 225 10 53 11 289 183 235 16 39.02 3 3 > 4.RATA Apoteker STANDAR DEPKES R.I.T MEDIS SD SLTP PROSENT ASE TEMPAT TIDUR TERPAKAI BOR LOS SLTA 2 D3 RATA HARI RAWAT TARAKAN Dokter gigi RATA .5 / 1 291 64 249 670 PERAWAT PARAMEDIS NON MEDIS JUMLAH 7 7 7 7 7 5 Sumber Daya Manusia di Lingkungan RSUD Tarakan Jakarta KONDISI KETENAGAAN (Status) per Juni 2010 KEPEGA WAIAN PNS CPNS PTT NON PNS: Pegawai Tetap Pegawai Kontrak Pegawai Percobaan MEDIS Dokter spesialis 36 Dokter umum 9 Dokter gigi 3 Apoteke r 3 PERAWA T PARAMEDI S NON MEDIS JUMLAH 91 19 7 65% 20 1 1 24 9 9 45 1 207 21 8 8 119 20 190 1 12 341 30 63 670 5 2 TOTAL 35 INDIKATOR KINERJA PELAYANAN RS RAWAT INAP RSUD TARAKAN TAHUN 2009 .31% 60-85 % 4. Dokter spesialis RSUD Dokter umum BTO TOI S1 2 Magister RATASpesialis HARI RS/Kes TEMPAT TEMPAT TIDUR TIDUR TAK DIPAKAI TERPAKAI 2 OLEH 39 PASIEN S2 NDR Magister KEMATIA Mnj/Kep/Si N LEBIH DARI 48 JAM GDR ∑ ANGKA KEMATIAN SELURUH NYA 41 69.

540 REALISASI PENGELUARAN BLUD 29.614.000.809.000.736 (P) 21.909 Rp.d.000.623.505. DES 2009 + PIUTANG 2008 PIUTANG JANUARI s. 28.614.d.263.870 42.783 P 13.PERBANDINGAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN RSUD TARAKAN TAHUN 2008-2010 “BLUD” TAHUN ANGGARAN 2008 2009 2010 TARGET PENERIMAAN BLUD 35.090. SEPTEMBER 2009 + PIUTANG OKTOBER s.000.000.283.886.000.389.000. 15.076.d.000.029.487.136.000 45.657.839 2.245.162 2.400.706 Pendapatan BLUD Tarakan Tahun 2004 s/d Tahun 2009 Tahun 2004 Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Rp.491 Struktur Organisasi di Lingkungan RSUD Tarakan Jakarta .d.061 Rp.050.058 Rp.248. 29.219. SEPTEMBER 2009 PENDAPATAN OKT s.000 6.407 6.867 Rp 42.500.000 REALISASI PENERIMAAN BLUD 33.554.856.867 Rp Rp Rp Rp 7.000 Rp 33.627.324.885 34.000.383.619. 21.211 Rp.168.d.000 687.889.560.d.576.000 45.231 NO 1 2 3 REALISASI PENDAPATAN ANGGARAN BLUD RSUD TARAKAN TAHUN 2009 PENDAPATAN RIIL s.477. 42.354.277.054.871 Rp.378.422.547. DES 2009 Rp 25.222. 16.692.786 36. DES 2009 PENDAPATAN RIIL s. DES 2009 + JUMLAH PENDAPATAN s.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful