Anda di halaman 1dari 5

Jangan buang waktu, tenaga dan biaya anda sia-sia….

Solusi mencari KTI Kebidanan tercepat dan terlengkap di internet hanya di


http://kti-skripsi.com/

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masalah kependudukan dewasa ini merupakan masalah penting yang

mendapatkan perhatian dan perubahan yang serius dari peminat dan ahli

kependudukan baik diseluruh dunia maupun Indonesia. Statistik baru

memperkirakan jumlah penduduk dunia dewasa ini adalah 4,8 milyar dengan

tingkat kelahiran dunia secara keseluruhan adalah 27 per 100 penduduk yang

mengakibatkan bertambahnya penduduk dunia sebesar 1,7 % pertahun (Mochtar,

1998).

Pada tahun 2000 Indonesia menempati urutan nomor 5 di dunia dalam hal

jumlah penduduk (Mochtar, 1998). Pada tahun 2003 jumlah penduduk Indonesia

di perkirakan sebesar 214.374.096 jiwa dengan tingkat kepadatan 113 jiwa per

km2 dan angka pertumbuhan penduduk sebesar 1,59 % (jumlah penduduk tahun

2002 dilaporkan sebesar 211.000.598 jiwa) (DepKes RI, 2003).

Salah satu usaha dan kebijakan dalam menanggulangi masalah

kependudukan di Indonesia yaitu dengan memberikan pengertian dan

pengetahuan tentang kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) secara

bertahap agar sikap penerimaan keluarga besar akan dapat dirubah lalu dihayati

menjadi sikap keluarga kecil menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia dan

Sejahtera (NKKBS) (Mochtar, 1998).

Usaha KB tidak hanya bermanfaat dalam menjarangkan/membatasi jumlah

anak, tetapi juga bagi kesehatan. Manfaat usaha KB bagi kesehatan keluarga yaitu

1
2

dengan mengatur jumlah dan jarak kelahiran, ibu dapat meningkatkan

kesehatannya dengan demikian ibu mempunyai waktu yang cukup untuk

mengasuh anak-anaknya, beristirahat dan menikmati waktu luang untuk

pemeliharaan, kecukupan makanan dan memperoleh perkembangan mental dan

sosial yang lebih sempurna (Huliana, 2003).

Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa manfaat KB bagi keluarga sangat

besar terutama bagi ibu. Selain itu, KB dan kontrasepsi juga menjamin bahwa

bayi akan mendapat nutrisi/Air Susu Ibu (ASI) yang cukup untuk waktu tertentu

dengan cara mencegah kehamilan lain yang terlampau dini setelah melahirkan.

Hal ini sangat penting karena ASI merupakan sumber nutrisi dan imunitas yang

paling baik untuk bayi yang sedang tumbuh kembang dan laktasi dapat menunda

fertilitas post-partum (Hartanto, 2003). Menyusui dapat menunda kehamilan jika

menyusui dilakukan secara ketat. Namun tetap saja antara 3-12 % wanita akan

menjadi hamil lagi sebelum kembalinya haid pertama setelah melahirkan. Itu

membuktikan bahwa menyusui memang bisa berfungsi sebagai KB alami akan

tetapi belum efektif 100 %. Oleh karena itu, perlu tambahan pemakaian

kontrasepsi lain sebagai pelengkap penyempurna (Soetjiningsih, 1997). Namun

sebelum memilih kontrasepsi penting bagi ibu menyusui untuk mengetahui

dampak dari kontrasepsi terhadap laktasi. Untuk menghindari hal tersebut maka

ibu menyusui harus dapat memilih alat kontrasepsi yang dapat mencegah

terjadinya kehamilan dan tidak menekan produksi ASI sehingga bayi akan tetap

mendapat ASI sampai sistem pencernaan matur dan ASI eksklusif dapat

diterapkan sampai bayi berusia 2 tahun (Sri Purwanti, 2004).


3

Berdasarkan data Puskesmas, jumlah ibu yang menyusui bayi usia 0-6

bulan di Kelurahan Yosomulyo sebanyak 34 orang. Dari hasil prasurvey di

Posyandu Dahlia VI dengan 9 orang ibu di ketahui 7 orang akseptor KB suntik

depoprovera, 1 orang akseptor KB mini pil dan 1 orang akseptor KB IUD,

sebanyak 8 orang mengatakan tidak tahu alasan mengapa menggunakan alat

kontrasepsi tersebut selama laktasi dan tidak tahu pengaruh alat kontrasepsi yang

digunakan terhadap ASI.

Keterbatasan pengetahuan ibu tersebut merupakan suatu problem dalam

memilih alat kontrasepsi selama laktasi, sehingga penulis ingin mengetahui

“Bagaimana Pengetahuan Ibu Menyusui tentang Alat Kontrasepsi Selama Laktasi

di Kelurahan Yosomulyo ?”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis membuat rumusan

masalah sebagai berikut “Bagaimana Pengetahuan Ibu Menyusui tentang Alat

Kontrasepsi Selama Laktasi di Kelurahan Yosomulyo Metro Pusat ?”.

C. Ruang Lingkup Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menetapkan ruang lingkup penelitian sebagai

berikut :

1. Jenis Penelitian : Deskriptif

2. Objek Penelitian : Pengetahuan ibu menyusui tentang alat kontrasepsi

selama laktasi.

3. Subjek Penelitian : Ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan.


4

4. Lokasi Penelitian : Di Kelurahan Yosomulyo Metro Pusat.

5. Waktu Penelitian : Tanggal 4 – 18 Juni 2007

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui pengetahuan ibu menyusui tentang alat kontrasepsi

selama laktasi di Kelurahan Yosomulyo Metro Pusat.

2. Tujuan Khusus

a. Diketahuinya pengetahuan ibu menyusui tentang pengertian

kontrasepsi selama laktasi.

b. Diketahuinya pengetahuan ibu menyusui tentang jenis kontrasepsi

selama laktasi.

c. Diketahuinya pengetahuan ibu menyusui tentang efek samping

kontrasepsi selama laktasi.

d. Diketahuinya pengetahuan ibu menyusui tentang waktu

menggunakan kontrasepsi selama laktasi.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Untuk mendapat informasi yang jelas mengenai pengetahuan ibu

menyusui tentang alat kontrasepsi selama laktasi di Kelurahan Yosomulyo

Metro Pusat, sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan ilmu

kebidanan serta sebagai penerapan ilmu yang telah didapat.


5

2. Bagi Ibu Menyusui

Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan ibu

menyusui tentang alat kontrasepsi selama laktasi sehingga ibu dapat

mengetahui alat kontrasepsi selama laktasi.

3. Bagi Puskesmas Yosomulyo

Sebagai masukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang alat

kontrasepsi selama laktasi.

4. Bagi Institusi Pendidikan

Dapat dijadikan sumber referensi, berkaitan dengan pengetahuan tentang

alat kontrasepsi selama laktasi.