Anda di halaman 1dari 5

Jangan buang waktu, tenaga dan biaya anda sia-sia….

Solusi mencari KTI Kebidanan tercepat dan terlengkap di internet hanya di


http://kti-skripsi.com/

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan

dengan negara-negara lain di ASEAN, yaitu 390 per 100.000 kelahiran hidup

(Manuaba, 1998). Penurunan AKI serta peningkatan derajat kesehatan ibu

menjadi prioritas utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Adapun

salah satu upaya tersebut terwujud dalam bentuk Safe Motherhood atau disebut

juga upaya penyelamatan ibu dan bayi (Sarwono, 2000).

Untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan, banyak hal yang perlu

diperhatikan, salah satu diantaranya yang di pandang mempunyai peranan yang

cukup penting ialah menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Secara umum

pelayanan kesehatan masyarakat (Public Health Services) adalah merupakan sub

sistem pelayanan kesehatan, yang utamanya adalah pelayanan pencegahan

(Preventif), peningkatan kesehatan (Promotif), pengobatan (kuratif) dan

pemulihan (rehabilitatif) dengan sasaran masyarakat.

Upaya kesehatan di Indonesia diarahkan untuk meningkatkan mutu dan

kemudahan pelayanan kesehatan yang makin terjangkau oleh seluruh lapisan

masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat

khususnya pada kelompok rentan yaitu calon pengantin, bayi, anak balita, ibu

hamil, ibu bersalin, dan ibu menyusui.

Anemia di Indonesia terutama pada ibu hamil relatif masih tinggi, terbukti

dengan di dapatkannya 63,5% ibu hamil menderita kekurangan zat besi. Upaya

1
2

penanggulangannyapun sudah cukup gencar dilakukan, tetapi belum menunjukkan

penurunan yang berarti, kejadian anemia tersebut masih cukup tinggi,

dimungkinkan karena sebagian besar ibu belum menyadari pentingnya

pencegahan anemia serta bahaya yang akan ditimbulkan. Salah satu penangannya

adalah perlu melakukan analisis cermat perubahan perilaku melakukan analisis

cermat yaitu penilaian bentuk berupa pengetahuan di masyarakat terutama calon

pengantin atau calon ibu (Nugraheni, Aruben, Purnami, 1999).

Seorang wanita dinyatakan anemia apabila kadar hemoglobin dalam

darahnya kurang dari 11 g/100 ml. Anemia lebih sering dijumpai dalam

kehamilan. Hal itu disebabkan karena dalam kehamilan keperluan akan zat-zat

makanan bertambah dan terjadi pada perubahan-perubahan dalma darah dan sum-

sum tulang. Darah bertambah banyak dalam kehamilan, akan tetapi bertambahnya

sel-sel darah kurang dibanding dengan bertambahnya plasma, sehingga terjadi

pengenceran darah pertambahan tersebut berbanding sebagai berikut : plasma

30%, sel darah 18%, dan hemoglobin 19%. Pengenceran darah dianggap sebagai

penyesuaian diri secara fisiologis dalam kehamilan dan bermanfaat bagi wanita

fisiologis dalam kehamilan dan bermanfaat bagi wanita (Prawiroharjo, 1992).

Dengan adanya masalah kesehatan, seorang ibu yang akan menjalani

proses kehamilan besar kemungkinan akan mengalami anemia tanpa di sadarinya,

bidan sebagai pendamping sepanjang siklus kehidupan wanita sejak periode

prenatal, bayi, balita, remaja, dewasa dini, kehamilan, persalinanan, nifas dan

menopause haruslah tanggap dalam setiap perubahan yang dihadapi untuk dapat

mengantar wanita menuju dalam proses kehamilan yang sehat.


3

Pada studi pendahuluan di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung

Timur penulis mendapatkan data ibu hamil yang beresiko ada 150 orang, yaitu

umur ibu lebih dari 35 tahun ada 60 orang (40%), dengan multiparitas 40 orang

(26,6%), abortus habitualis 4 orang (2,6%), anemia ada 25 orang (16,6%),

hipertensi ada 6 orang (4%), primitua 4 orang (2,6%), lingkar lengan atas kurang

dari 23,5 ada 11 orang (7,3%). Ibu hamil di wilayah Puskesmas Sekampung

Kabupaten Lampung Timur belum pernah ada yang mengikuti penyuluhan

tentang kesehatan khususnya tentang anemia.

Dari uraian di atas maka penulis merasa tertarik untuk melakukan

penelitian tentang gambaran pengetahuan primi gravida tentang anemia di

Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang maka penulis membuat rumusan

masalah penelitian : “Bagaimanakah pengetahuan primi gravida tentang anemia

pada kehamilan di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur?”

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang

pengetahuan primi gravida tentang anemia pada kehamilan di Puskesmas

Sekampung Kabupaten Lampung Timur.


4

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat :

2. Bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Sekampung Kabupaten

Lampung Timur sebagai sumbangan penelitian dan masukan serta sebagai

bantuan dalam memberikan materi penyuluhan pengetahuan primi gravida

tentang anemia pada kehamilan.

3. Bagi penulis

Untuk mengetahui dengan jelas mengenai pengetahuan primi gravida tentang

anemia pada masa kehamilan, sehingga dapat menambah pengetahuan dan

wawasan dalam penelitian serta sebagai bahan untuk menerapkan ilmu yang

telah didapat, khususnya pada mata kuliah kebidanan dan metode penelitian.

4. Bagi primi gravida

Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman

tentang anemia di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur.

5. Bagi pengembang ilmu

Sebagia sumber referensi, sumber bacaan dan bahan pengajaran terutama yang

berkaitan dengan pengetahuan primi gravida tentang anemia pada kehamilan.

E. Ruang Lingkup

Adapun yang menjadi ruang lingkup dari penelitian ini adalah sebagai

berikut :

1. Sifat penelitian : Deskriptif


5

2. Subjek penelitian : Seluruh primi gravida yang berada di wilayah kerja

Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur.

3. Objek penelitian : Pengetahuan primi gravida tentang anemia pada

kehamilan di Puskesmas Sekampung Kabupaten

Lampung Timur.

4. Lokasi Penelitian : Di wilayah kerja Puskesmas Sekampung Kabupaten

Lampung Timur.

5. Waktu Penelitian : Setelah proposal disetujui.