Anda di halaman 1dari 1

Mengapa Israel Menjadikan Anak-Anak Gaza Sebagai Korbannya?

Serangan Israel dari akhir 2008 hingga awal 2009 ini di Gaza, menyisakan banyak
kepedihan di hati ummat Islam. Hampir seluruh negeri muslim bangkit untuk
mengutuk dan memberikan dukungan kepada perjuangan rakyat Palestina. Dari
mengumpulkan bantuan hingga upaya-upaya diplomasi yang akhirnya juga
mengirimkan bantuan medis.

Ada hal yang perlu dicermati, dari sekian puluh ribu rakyat Palestina yang menjadi
korban kebiadaban tentara Israel, ternyata dua per tiga diantaranya adalah anak-
anak. Hingga saat ini sekitar 15.000 anak Palestina menjadi korban serangan Israel
ini (Lihat Eramuslim). Pertanyaan yang muncul adalah mengapa Israel menjadikan
anak-anak Gaza sebagai korban kebiadabannya?

Ada banyak alasan yang melatar belakangi, sehingga anak-anak Palestina menjadi
korban setiap serangan yang diluncurkan oleh Israel kepada Palestina. Pertama,
dalam melancarkan serangannya Israel menerapkan strategi perang kota, yaitu
dengan membumi hanguskan setiap bangunan atau wilayah yang dicurigai tempat
berkumpulnya aktivis pejuang Palestina. Sehingga Israel tidak memperhitungkan
jumlah korban akibat perang. Bahkan hal ini disengaja, untuk menerapkan
pembersihan wilayah dan pengusiran kepada penghuninya. Sedangkan pejuang
Palestina menerapkan strategi perang gerilya, untuk memperkecil jatuhnya korban
di pihak pejuang muslim. Hal ini membuat tentara Israel membabi buta menyerang
siapa saja yang dihadapi.

Kedua, dalam setiap demonstrasi atau gerakan intifadah, yang menjadi pelaku
terbesar adalah anak-anak. Anak-anak inilah yang mewarisi perjuangan Palestina.
Israel sengaja membunuh perlawanan Palestina dengan menumpas setiap
semangat yang tumbuh, termasuk perlawanan dari anak-anak sekalipun. Ingat
peristiwa Al-Durra yang menjadi kekejaman tentara Israel beberapa tahun silam.
Inilah yang membuat tentara Israel banyak yang stress menghadapi perlawanan
anak-anak.

Ketiga, Israel meyakini akan kitab sucinya, sebagaimana sejarah masa lampau yang
mampu mengalahkan raja Jalut yang perkasa dan mempunyai kekuatan yang
besar, ternyata hanya dikalahkan oleh seorang anak kecil, Daud dengan senjata
ketapel dan batu. Kenyataan sekarang, anak-anak Palestina melawan Israel dengn
hanyabersenjatakan batu.

Namun demikian tidak menyurutkan semangat kaum muslimin dan keberkahan


tanah suci Al-Quds, ternyata dari 15.000 anak Palestina yang menjadi korban
kebiadaban Israel ini, ternyata pada saati ini lebih dari 5.000 anak baru terlahir dari
rahim ibu-ibu Palestina yang siap melanjutkan estafeta perjuangan intifadhah
selanjutnya. Allahu Akbar!!!