Anda di halaman 1dari 11

c c

   


 c 
c
    

  

c c

c   



        

Phase locked loop (PLL) adalah suatu rangkaian yang di dalamnya


terdapat suatu sinyal referensi eksternal untuk mengatur frekuensi dan phase
dari suatu oscillator dalam loopnya. Frekuensi dari oscillator loop bisa sama
atau kelipatan dari frekuensi referensi. Apabila sinyal referensi berasal dari
suatu oscillator, maka bisa diperoleh frekuensi-frekuensi lain yang mempunyai
stabilitas yang sama seperti frekuensi kristal. Ini merupakan dasar sintesa
frekuensi. Jika sinyal referensi mempunyai frekuensi yang berubah-ubah
(seperti dalam gelombang termodulasi-frekuensi); frekuensi oscilator loop akan
Dzmengikuti jejakdz frrekuensi input tersebut; prinsip ini digunakan dalam
demodulator FM dan FSK, filter-filter Dztrackingdz, dan instrumentasi RF.
Penerapan teknik Dz×  dz yang pertama kali adalah pada tahun
1932 untuk mendeteksi sinyal-sinyal radio secara sinkron, tetapi pemakaiannya
masih sedikit hingga akhir 1960. Di akhir tahun ini PLL atau bagian-bagiannya
telah tersedia dalam bentuk rangkaian terpadu (IC).

Gambar 1. Menunjukkan komponen-komponen dari suatu PLL. Dengan


anggapan bahwa loop tersebut dalam keadaan Dzterkuncidz, frekuensi dari sinyal
input dan oscillator VCO adalah sama (fi = fc) dan perbedaan phase relatifnya
    Ditentukan oleh karakteristik detector phase dan oleh defiasi fi dari
DzÔ 
 
Ô   dz fp VCO (ditetapkan dengan mengatur Vd = 0). Jika sinyal
input mempunyai frekuensi fi - ft maka tidak diperlukan tegangan pengatur
terhadap VCO, karenanya output detector phase yang diperlukan adalah nol.

Phase VCO  mengatur dirinya sendiri untuk menghasilkan perbedaan


phase        yang akan menghasilkan output nol dari   

× .
Sudut  mungkin  atau  tergantung pada jenis rangkaian detektor
phasenya. Apabila frekuensi input berubah sehingga fi = ft, maka perbedaan
phase  harus berubah cukup besar agar menghasilkan tegangan pengatur Vd
yang akan menggeser frekuensi VCO ke fo=ft.

Suatu pembagi frekuensi yang bisa dipilih menurut selera perancang, bisa
disisipkan pada loop tersebut di antara titik a dan b pada gambar 1. Apabila ratio
pembagi adalah n, frekuensi VCO adalah fo= nfi, tetapi tegangan yang
diumpankan kembali ke detector phase mempunyai frekuensi fi. Hal ini berarti
VCO bisa membangkitkan suatu kelipatan dari frekuensi input dengan phase
yang tepat sama di antara kedua tegangannya.

Gambar 1. Komponen-komponen dasar dari sebuah PLL

B. ANALISA LINIER PLL


Gambar 2. Diagram PLL dan simbol-simbol yang digunakan dalam analisa

Pada prinsipnya Phase Lock Loop adalah suatu feedback control


system yang rangkaiannya terdiri atas bagian-bagian pokok sebagai berikut :

1. Phase Detector
2. Loop Filter
3. Voltage Controlled Oscillator (VCO)

1. Detector Phase

Peran utama dalam PLL dipegang oleh phase detector yang


bertugas membandingkan phase input signal dari VCO dengan suatu signal refe-
rence dan sebagai outputnya adalah beda phase. Adanya beda phase akan
memberikan perbedaan voltage yang selanjutnya, perbedaan voltage
tersebut difilter oleh loop filter dan di-applied ke VCO.

Pada keadaan loop terkunci, output dari detector phase adalah suatu
tegangan dc yang merupakan fungsi dari perbedaan phase Vd =     . Jika
frekuensi input fi sama dengan frekuensi DzÔ   dz VCO fi, maka tegangan
pengatur Vd ke VCO harus 0; karenanya Ve harus nol. Dalam detector-detektor
phase yang biasa digunakan, Ve adalah fungsi sinusoidal, triangular (segitiga)
atau sawtoothed (gigi gergaji) dari   dengan Ve sama dengan nol apabila  
sama dengan  untuk jenis sinusoidal dan triangular dan  untuk jenis
sawtooth.
Pada gambar 3, pada saat loop dalam keadaan Dzterkuncidz, sudut  tetap
berada dalam batas-batas  untuk kurva (a) dan (b) dan  untuk kurva
(c). Apabila sudut  
tersebut melampaui/lebih besar dari batas-batas di atas,
maka loop akan keluar dari siklus atau menjadi tidak terkunci. Maka loop harus
direncanakaan untuk beroperasi dengan penyimpangan phase yang lebih kecil
dibandingkan dengan harga-harga batasnya.

Gambar 3. Tiga jenis karakteristik detector phase : (a). sinusoidal, (b).


triangular, (c). sawtooth

2. Filter Loop

Filter loop digunakan untuk menghilangkan komponen ac dari detector


phase yang mana mengandung komponen ac dan dc. Filter loop adalah lowpass
filter, biasanya orde pertama, tetapi orde yang lebih tinggi digunakan jika
diinginkan penekanan terhadap komponen-komponen ac dari output detector
phase.

Filter low pass dalam loop biasanya mempunyai salah satu bentuk dari
yang ditunjukkan pada gambar 4. Pada filter-filter pasif gambar 4 (a) dan (b),
biasanya dibutuhkan suatu penguat dengan gain (penguatan) Ka. Filter aktif
gambar 4 (c) mengandung elemen penguat.

Gambar 4. Tiga jenis low-pass loop filter

Keberhasilan design suatu PLL sebagian besar ditentukan oleh design


loop filter yang baik. Hal ini disebabkan karena pada saat terjadi perbedaan
phase, phase detector akan mengeluarkan perbedaan voltage yang
berubah-ubah naik turun. Loop filter harus mampu menahan goyangan
voltage tersebut sehingga perubahan voltage yang masuk ke VCO menjadi halus.

3. Voltage-Controlled Oscilator (VCO)

Control voltage pada VCO mengubah frekuensi ke arah memperkecil


perbedaan antara signal reference dengan signal feedback dari VCO. Bila
loop menjadi locked, maka control voltage berada pada posisi dimana
frekuensi rata-rata signal feedback tepat sama dengan frekuensi reference.

Rangkaian VCO akan terus berosilasi menghasilkan frekuensi f2 sampai


f2 = f1. Ketika f2 = f1, maka tegangan Vdc keluaran rangkaian phase detector = 0
dan ini menyebabkan rangkaian VCO berhenti berosilasi (locked). Karena
rangkaian loop ini akan mengunci (Locked) saat frekuensi dan fasa dari kedua
sinyal sama, maka rangkaian ini disebut dengan Phase-Locked Loop.

Ketika berdiri sendiri, frekuensi output VCO sangat tidak stabil. Hal ini
disebabkan karena kapasitansi varaktor dan kapasitansi intrinsik di dalam
transistor yang digunakan, sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Bila suhu
berubah maka frekuensi VCO akan berubah, sehingga dinyatakan bahwa
frekuensi VCO tidak stabil. Ketidak-stabilan frekuensi VCO ini kemudian diatasi
dengan sistem PLL.

Perubahan suhu lingkungan umumnya berlangsung sangat lambat.


Ordenya bisa detik, menit atau jam. Perubahan yang lambat ini cukup mudah
diikuti oleh Low Pass Filter (LPF) di dalam PLL. Sebab time response dari LPF ini
telah sengaja dibuat lambat. Nah ketika frekuensi VCO berubah sedemikian
cepat maka LPF tidak mampu lagi mengikuti.


      

    !"#$%&''&(
Gambar 5. Blok diagram aplikastif PLL Klasik yang bekerja pada FM-II 100 MHz

Bila dilihat dari fungsi masing-masing bagian diatas dapat digambarkan


bahwa frekuensi yang berada dalam Dzlingkardz tersebut sangatlah stabil
menyamai kestabilan frekuensi referensi dari osilator kristal. Yang paling
menentukan dari kualitas sebuah PLL adalah ÷× 
 dari LPF
dan   dan lebar bidang kerja dari VCO pada taraf tegangan yang
mengendalikannya.
Perancangan dari nilai komponen pembangun LPF sangat menentukan
terhadap keluaran PLL (VCO) secara langsung. Ketidaktepatan akan
menyebabkan
 
 berlangsung cukup lama dan ini merupakan indikasi
unjuk kerja PLL yang kurang baik. Disamping juga bisa menyebabkan
terjadinya     yang cukup mengganggu karena akan ikut terbawa bersama
gelombang pemodulasi pada penerapan FM.
Devider biasanya diawali dengan sebuah × 
karena
kebanyakan    tidak mampu bekerja pada pita FM-II. Dengan demikian
akan ada beberapa tahap
  sebelum sampai pada  
   dan ini
dapat diatasi dengan pemakaian IC TTL karena kecepatan kerjanya tidak
diragukan lagi.
Pada jenis PLL tertentu penentuan frekuensi keluaran yang dikehendaki
digunakan dua cara yaitu melalui    dan perubahan pada frekuensi
referensi. Perubahan pada frekuensi referensi tidak bisa sebebas 
  mengingat
Ô  
yang sangat tinggi dari kristal kuarsa yang hanya
memungkinkan pergeseran selebar 2% dari frekuensi fundamental-nya. Cara ini
biasa dan umum diterapkan pada 
   dengan
memasang  
×  secara serial dengan kristal untuk
melakukan    .

ÿ
  $ ! )**

Dalam IC ini sudah built-in Phase Detector, Oscillator Reference, dan N


Programmable Divider, sehingga dengan menambahkan sebuah kristal, lowpass
filter, dan VCO maka kita sudah dapat membangun frequency synthesizer
dengan PLL.

Kelebihan IC ini adalah kita dapat mengeset bilangan pembagi untuk


frekuensi kristal pada Oscillator Reference, dengan kemungkinan 8 angka
pembagian. Mari kita lihat susunan pin IC ini: Fin : Frekuensi Input ( Pin 1 ).
Frekuensi Output dari VCO diumpankan ke pin No. 1 ini. RA0 Ȃ RA2 ( pin 5, 6, 7 ).
Dari tiga pin ini kita bisa mengeset berapa nilai pembagi ( 8 pilihan ) yang
membagi frekuensi kristal Osilator referensi. Detailnya bisa anda lihat pada
gambar.

N0 Ȃ N11 ( pin 11 Ȃ 20 dan pin 22 Ȃ 25 )


N Programmable Divider, dari ini kita mengeset berapa nilai N. Perlu dipasang
resistor pull-up agar tercapai kondisi yang pasti pada logika 1. OSCin Ȃ OSCout
(pin 27 dan 26 ). Pada pin ini kita pasang kristal yang akan menetukan berapa
besar frekuensi Osilator Referensi setelah dibagi oleh kombinasi tegangan pada
RA0 Ȃ RA2.
PDout ( pin 4 )
Phase Detector out, dari pin ini keluar tegangan error yang digunakan
mengontrol frekuensi VCO setelah melalui Low Pass Filter. LD ( pin 28 )
Lock detector, akan bernilai High jika terjadi dzLock dz dan Low jika PLL tidak
terkunci. VDD ( pin 3 ). Tegangan Positip power supply 3 Ȃ 9 Volt. VSS ( pin 2 )
Dihubungkan dengan Ground.
Cara kerjanya sebagai berikut: Frekuensi Kristal 2,048 MHz dibagi
bilangan 2048 ( lihat setting tegangan RA0 ȂRA2 ), menghasilkan frekuensi
referensi 1 KHz. C trimmer pada kristal untuk memastikan frekuensi osilator
referensi tepat I KHz. Sirkuit R dan C pada keluaran PDout adalah merupakan
Low Pass Filter. Untuk mendapatkan frekuensi output VCO lock pada frekuensi 5
MHz ( 5000 KHz ), kita harus mengeset kombinasi saklar N Programmable
Divider pada bilangan 5000. Angka N = 5000 ini didapat dari 5000KHz dibagi
1KHz.

Kesimpulannya:
Frekuensi Output VCO = frekuensi Osilator referensi dikali dengan nilai N.
Pada contoh gambar untuk mendapatkan frekuensi out sebesar 5 MHz kita harus
mengeset saklar programmable divider dengan posisi: 01110001000, darimana
mendapatkan ? . posisi saklar pada gambar di atas ( perhatikan betul-betul
gambar... ) adalah merupakan representasi bilangan Biner dari bilangan desimal
5000 ( nilai N ).
Untuk mengubah frekuensi out VCO kita tinggal mengubah besarnya nilai
N pada Programmable divider.