Anda di halaman 1dari 3

Mistar Sorong

Kata pengantar

Buku ini dibuat atas dasar tugas yang diberikan oleh dosen Praktikum AUF (Alat
Ukur Fisika). Buku ini juga dibuat agar para mahasiswa dapat menampilkan
kreatifitasnya dan mengembangkannya sehingga dapat dimanfaatkan.

Akhirnya kepada para pembaca, segala saran dan kritik yang bersifat konstruktif
saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih.

Penulis,…………………..

KHAZALI FAHMI
DAFTAR ISI

Kata Pengantar
i

Daftar isi
ii

Landasan Teori 1

Pengenalan Mistar Sorong 2

Prinsip Kerja Mistar Sorong 3


LANDASAN TEORI

Mistar Ukur

Mistar ukur merupakan alat ukur linier yang paling banyak digunakakan dan dikenal
orang. Biasanya mistar ukur dibuat dari plat dari baja atau kuningan dimana pada
dua sisi dari salah satu permukaannya diberi skala (metris atau inch). Panjang dari
skala ukurannya adalah 150 mm-300mm (15 cm – 30 cm) dengan pmbagian dalam
0.5atau 1 mm.

Pengukuran dilaksanakan dengan menempelkan mistar pada obyek ukur sehingga


obyek ukur dapat langsung dibaca pada skala mistar ukur . Kecermatan pembacaan
tidak dapat lebih dari 0.5 mm, oleh karena itu mistar tidak dapat digunakan untuk
pengukuran dengan kecermatan yang tinggi.

Ujung mistar kadang – kadang diberi berkai, sehigga pengukuran dapat dimulai dari
ujung benda diukur. Mistar ukur yang baik dapat dimulai dari ujung benda diukur.
Mistar ukur yang baik dapat dibuat dari baja paduan nikel dan dibentuk dengan
penampang x, I atau segitiga.

Pengenalan mistar sorong

Mistar sorong mempunyai defenisi yang sama dengan misar ukur dalam hal fungsi,
yaitu suatu alat ukur besaran panjang yang menggunakan prinsip perputaran atau
yang lebih jelasnya gerak rotasi sebagai input menghasilkan gerak translasi sebaai
output (keluaran). Mistar ukur mempunyai dua roda (satu kecil dan satu besar) dan
seutas tali yang menghubungkan kedua roda tersebut . Hal inilah yang membuat
keunikan tersendiri pada mistar sorong ini.

Prinsip Kerja Mistar Sorong

Berbeda halnya dengan mistar ukur yang biasa digunakan , mistar sorong
mempunyai prinsip atau cara kerja yang dilakukan dengan cara mendorong mistar
ini. Kemudian pada roda yang besar akan berotasi lurus pada arah yang ingin
diukur (dalam hal ini linier). Ketika roda besar berotasi bersama – sama roda kecil,
pada tali atau benang yang menghubungkan kedua roda maka akan bergerak
translasi. Gerakan benang inilah yang menyebabkan penunjuk skala bergerak dan
akhirnya menunjukkan suatu nilai atau angka.

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar ini :