Anda di halaman 1dari 12

BANK NIAGA

Perjanjian Kerjasama
Antara
PT. Bank Niaga Tbk
Dan
(....................................................)
Nomor : ………………………………………………….

Perjanjian Kerjasama sehubungan dengan Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dalam Bentuk Penerusan
(Channeling) (untuk selanjutnya disebut “Perjanjian”) ini dibuat pada hari ini
…………………………………. tanggal ……………………………………. oleh dan antara :

1. (....................................................) dengan nama singkat _______________________, berkedudukan


di __________________________, dalam hal ini diwakili oleh :

• ___________________, swasta, bertempat tinggal di Jalan ______________, Kelurahan


__________________, Kecamatan ____________, Kabupaten __________________;
• ___________________, swasta, bertempat tinggal di Jalan ______________, Kelurahan
__________________, Kecamatan ____________, Kabupaten __________________;
• ___________________, swasta, bertempat tinggal di Jalan ______________, Kelurahan
__________________, Kecamatan ____________, Kabupaten __________________;

dalam hal ini bertindak dalam kedudukannya masing-masing dan berturut-turut selaku Ketua,
Bendahara dan Sekretaris Koperasi. Kesemuanya secara bersama-sama bertindak sebagai sekalian
pengurus, dari dan karenanya untuk dan atas nama serta sah mewakili koperasi (untuk selanjutnya
disebut PIHAK PERTAMA)

2. Perseroan Terbatas Bank Niaga, Tbk, berkedudukan di Jakarta dalam hal ini melalui cabang
____________________________________, dalam hal ini diwakili oleh _____________________,
demikian berdasarkan kuasa Direksi, berwenang dan sah bertindak untuk dan atas nama perseroan,
untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Selanjutnya PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut sebagai “Para
Pihak”.

Sebelumnya Para Pihak menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut :

Bahwa para pihak sebelumnya telah sepakat untuk menjalin suatu kerjasama dalam hal penyaluran
pinjaman kepada para DEBITUR (sebagaimana akan didefinisikan di bawah ini) dalam bentuk
Penerusan kredit (Channeling) dengan sumber pendanaan berasal dari PIHAK KEDUA yang
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Bahwa kerjasama tersebut akan dilakukan dengan cara PIHAK KEDUA akan menyediakan dana
pinjaman yang akan disalurkan kepada para DEBITUR melalui PIHAK PERTAMA yang nantinya
akan bertindak sebagai wakil/kuasa/agen dari PIHAK KEDUA.

Selanjutnya berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Para Pihak telah sepakat dan setuju untuk membuat,
menandatangani dan melaksanakan perjanjian ini dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang
akan diuraikan dalam pasal-pasal di bawah ini.

Pasal 1
DEFINISI

Dalam perjanjian ini, kecuali konteksnya mensyaratkan lain, maka istilah-istilah sebagaimana diuraikan
dibawah ini akan mempunyai arti sebagai berikut :

• Debitur berarti:
a. Perorangan yang berdomisili didalam wilayah propinsi Bali dan sekitarnya.
b. Telah menjadi anggota PIHAK PERTAMA selama minimal 1 tahun.

Perjanjian Kerja sama page 1 of 12


BANK NIAGA

Yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :


1. Pedagang yang memiliki penghasilan dan berpengalaman dibidang usaha yang ditekuni
minimal selama 2 tahun
2. Fixed Income Earner, dengan ketentuan Kredit Pemilikan Rumah jatuh tempo paling
lambat 3 bulan sebelum Pensiun.
3. Track Record selama menjadi anggota PIHAK PERTAMA adalah baik, yang
diindikasikan dengan Surat Rekomendasi dari PIHAK PERTAMA yang telah
ditandatangani oleh Manager dan Ketua PIHAK PERTAMA.

• Fasilitas Kredit berarti fasilitas penerusan pinjaman dalam bentuk Fasilitas Pinjaman Transaksi
Khusus yang digunakan untuk Kredit Pemilikan Rumah yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
kepada DEBITUR melalui PIHAK PERTAMA yang bertindak selaku a) Marketing and
Evaluating Agent dan b) Servicing and Collecting Agent dari PIHAK KEDUA, dengan suatu
plafon fasilitas yang ditentukan berdasarkan pertimbangan sendiri PIHAK KEDUA sebagaimana
diuraikan dalam perjanjian ini.

• Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah adalah suatu dokumen dalam bentuk surat perjanjian atau
perjanjian, atau dalam bentuk lainnya yang dibuat dan ditandatangani oleh DEBITUR dan PIHAK
KEDUA, yang isinya memuat mengenai pemberian Pinjaman sesuai dengan syarat dan ketentuan
berdasarkan perjanjian ini, dalam bentuk dan isi yang ditentukan PIHAK KEDUA.

Pasal 2
KERJA SAMA

Para Pihak dengan ini setuju dan sepakat untuk melakukan kerja sama sehubungan dengan pemberian
Fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam bentuk penerusan (channeling) dengan cara sebagai
berikut :

1. PIHAK KEDUA memberikan plafon Fasilitas Kredit kepada DEBITUR melalui PIHAK
PERTAMA selaku a) Marketing and Evaluating Agent dan b) Servicing and Collecting Agent
dari PIHAK KEDUA.
2. PIHAK PERTAMA akan bertindak selaku wakil atau kuasa dari PIHAK KEDUA sehubungan
dengan setiap Fasilitas Kredit ini, dan untuk kepentingan itu PIHAK KEDUA memberikan kuasa
kepada PIHAK PERTAMA sebagaimana diatur dalam pasal 6 perjanjian ini.
3. PIHAK PERTAMA untuk kepentingan PIHAK KEDUA akan melakukan dan melaksanakan segala
sesuatu yang berkaitan dengan setiap penerusan Fasilitas Kredit Pemilikan Rumah kepada
DEBITUR dengan syarat dan ketentuan yang dapat diterima atau ditetapkan oleh PIHAK KEDUA.
4. Berdasarkan syarat dan ketentuan lain yang dari waktu ke waktu akan ditentukan bersama oleh para
Pihak dengan memperhatikan kepentingan PIHAK KEDUA selaku pemberi dana Kredit Pemilikan
Rumah.

Pasal 3
FASILITAS KREDIT

3.1. Plafon Fasilitas Kredit

PIHAK KEDUA dengan ini akan menyediakan Fasilitas Kredit yang akan disalurkan oleh PIHAK
PERTAMA selaku kuasa dari PIHAK KEDUA kepada DEBITUR untuk dari waktu ke waktu
sampai dengan sejumlah keseluruhan maksimum Rp. _______________,- (_________________).

Pemberian fasilitas kredit tersebut dilakukan dengan penandatanganan perjanjian kredit oleh dan
diantara PIHAK KEDUA dan DEBITUR dengan akta yang terpisah dari perjanjian kerja sama ini,
namun merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan perjanjian kerja sama ini.

3.2. Fasilitas Kredit ini diberikan oleh PIHAK KEDUA melalui PIHAK PERTAMA kepada DEBITUR
untuk jangka waktu :

Perjanjian Kerja sama page 2 of 12


BANK NIAGA
− maksimal selama _______ (_____________________) tahun sejak tanggal penarikan/
ditandatanganinya perjanjian kredit antara PIHAK PERTAMA selaku kuasa dari PIHAK
KEDUA dan DEBITUR dengan ketentuan pemberian fasilitas kredit ini bersifat on liquidation
dan Installment yang berarti bahwa setiap penarikan fasilitas kredit akan mengurangi plafond
fasilitas kredit (plafond fasilitas kredit yang telah ditarik tidak dapat ditarik kembali) dan
berlaku cara pembayaran kembali dilakukan secara angsuran.

3.3. Evaluasi Atas Calon Debitur dan syarat-syarat Pemberian Kredit.


PIHAK PERTAMA selaku kuasa dari PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melakukan evaluasi
terhadap calon DEBITUR dengan mengacu pada persyaratan yang telah ditentukan bersama
sehingga segala akibat diberikannya fasilitas kredit kepada DEBITUR menjadi tanggungjawab
sepenuhnya oleh PIHAK PERTAMA.

3.4. Syarat-syarat Penarikan Fasilitas Kredit

Atas pemberian fasilitas Kredit tersebut diatas berlaku ketentuan :


1. Penarikan dilakukan per kelompok (batch) dan wajib menyerahkan dokumen dan data
sebagai berikut :
a. Daftar Nominatif DEBITUR berupa “Soft Copy” dan hasil cetakannya yang telah
ditandatangani oleh pengurus dan Manager PIHAK PERTAMA.
b. Dokumentasi Debitur meliputi :
- Perjanjian Kredit DEBITUR dengan PIHAK KEDUA,
- Surat rekomendasi yang ditandatangani Ketua dan Manager PIHAK
PERTAMA,
- Bukti setoran Uang Muka ke PIHAK PERTAMA,
- Surat Instruksi DEBITUR kepada PIHAK KEDUA untuk mentransfer langsung
dana pinjamannya (untuk pembelian rumah) ke Escrow Account PIHAK PERTAMA di
PIHAK KEDUA ,
- Copy Surat Permohonan Kredit dari End User kepada PIHAK KEDUA melalui
PIHAK PERTAMA,
- Copy KTP DEBITUR dan KTP suami/istri,
- Copy Kartu Keluarga dan Surat Nikah.
- Copy Nomor Pokok Wajib Pajak apabila plafond fasilitas kredit lebih besar dari
Rp. _______________,- (______________________________)
Apabila terdapat perbedaan antara data pada surat dokumentasi DEBITUR, soft copy daftar
nominatif dan hard copy, maka PIHAK KEDUA akan memberitahu secara tertulis untuk
klarifikasi dan perbaikan dan PIHAK KEDUA akan menunda pencairan dana.
2. Plafond per DEBITUR yakni :
a. Bagi DEBITUR yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, maksimal plafond
pinjaman Rp. __________________,- (_____________________________________) atau
80% (Delapan puluh prosen) dari harga beli rumah , mana yang lebih rendah
b. Bagi Debitur yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, maksimal plafond adalah 80%
(Delapan ) dari harga beli rumah
3. Mendapat persetujuan PIHAK KEDUA.
4. Minimal Penarikan terdiri dari 3 Debitur per kelompok (batch).
5. Memenuhi Kriteria sebagai DEBITUR
6. Untuk Debitur Fixed Income Earner, Pinjaman Jatuh tempo paling lambat 3 bulan sebelum
Pensiun.
7. Telah dibuat dan ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama antara PIHAK PERRTAMA dengan
PIHAK KEDUA yang didalamnya menyebutkan klausula tentang pengangkatan PIHAK
PERTAMA sebagai channelling agent dalam penerusan kredit kepada DEBITUR serta
kewajiban PIHAK PERTAMA (selaku kuasa dari PIHAK KEDUA) untuk menyalurkan kredit
kepada DEBITUR.

3.5. Pencairan Fasilitas Pinjaman

1. DEBITUR yang merupakan Anggota PIHAK PERTAMA mengajukan permohonan pinjaman


kepada PIHAK KEDUA melalui PIHAK PERTAMA dan kelengkapan dokumen lainnya sesuai
syarat penarikan dari PIHAK KEDUA.

Perjanjian Kerja sama page 3 of 12


BANK NIAGA
2. PIHAK PERTAMA (dalam hal ini oleh Manager dan PIHAK PERTAMA) menyetujui
permohonan DEBITUR dan DEBITUR menyerahkan sejumlah uang sebagai tanda jadi.

3. DEBITUR menyerahkan biaya provisi dan administrasi pinjaman, biaya-biaya notaris, biaya
asuransi dan uang muka setelah rumah selesai.

4. PIHAK KEDUA melakukan appraisal terhadap bangunan rumah yang telah selesai dan akan
dijaminkan ke PIHAK KEDUA.

5. PIHAK PERTAMA menyerahkan soft copy dan hard copy daftar nominatif dan dokumen
kelengkapan DEBITUR lainnya yang akan dibiayai dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah
(KPR) dari PIHAK KEDUA.

Dokumen-dokumen yang wajib diserahkan oleh PIHAK PERTAMA adalah sebagai berikut :

- Surat Rekomendasi yang ditandatangani PIHAK PERTAMA dan Manager PIHAK


PERTAMA,
- Bukti setoran Uang Muka ke PIHAK PERTAMA,
- Surat Instruksi DEBITUR kepada PIHAK KEDUA untuk mentransfer langsung dana
pinjamannya (untuk pembelian rumah) ke Escrow Account PIHAK PERTAMA di PIHAK
KEDUA,
- Surat Permohonan Kredit DEBITUR kepada PIHAK KEDUA,
- Copy KTP DEBITUR dan KTP suami/istri,
- Copy Kartu Keluarga dan Surat Nikah.
- Copy Nomor Pokok Wajib Pajak apabila plafond fasilitas kredit lebih besar dari Rp.
99.000.000,- (Sembilan puluh sembilan juta rupiah)

6. Setelah dokumen comply, PIHAK KEDUA melakukan penandatanganan Perjanjian Kredit (PK)
dan Pengikatan Jaminan dengan DEBITUR.

7. Pencairan pinjaman ke Escrow Account atas nama PIHAK PERTAMA dan Pemindahbukuan
dari Escrow Account ke rekening PIHAK PERTAMA.

8. Pembayaran angsuran pinjaman (pokok dan bunga) dilakukan per bulan dengan mendebet
Escrow Account.

3.6. Condition precedent :


 Perjanjian Kerjasama antara PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA.
 Telah dibuka Escrow Account.
 Diperoleh Kuasa Debet Escrow Account untuk penyelesaian kewajiban DEBITUR.
 Cover Note dari Notaris mengenai pemasangan Hak Tanggungan terhadap jaminan DEBITUR
 PIHAK PERTAMA memiliki perijinan lengkap, atas usahanya dalam pengadaan dan penjualan
rumah.
 Rumah yang dimohonkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), tanahnya telah bersertifikat minimal
berupa sertifikat induk atas nama PIHAK PERTAMA atau pengurus PIHAK PERTAMA atau
manager PIHAK PERTAMA dan rumah sudah layak huni

3.7. Pembayaran Kembali : Diangsur perbulan (Pokok + Bunga) dengan mendebet Escrow
Account atas nama PIHAK PERTAMA
3.8. Prepayment oleh Debitur : Dikenakan penalti atas pelunasan dipercepat sebesar 2% flat dari
Outstanding pinjaman yang dilunasi.
3.9. Biaya-biaya (dipungut dimuka per penarikan) :
- Provisi 1% flat
- Administrasi Rp. 500.000,-
- Asuransi Jiwa Kredit ( Approved Insurance )
- Asuransi Kebakaran ( Approved Insurance )
- Biaya Notaris ( Sesuai Ketentuan Notaris )
- Appraisal oleh PIHAK KEDUA Rp. __________

Perjanjian Kerja sama page 4 of 12


BANK NIAGA

Pasal 4
STATUS JAMINAN YANG DIBERIKAN DEBITUR

4.1. Untuk menjamin pembayaran lunas, penuh, tertib dan dengan sebagaimana mestinya semua
jumlah uang yang terhutang dan wajib dibayar oleh Debitur kepada PIHAK KEDUA berdasarkan
Perjanjian Kredit dan perubahan dan/atau penambahannya, baik jumlah pokok pinjaman(-pinjaman),
bunga, biaya-biaya dan lain-lain jumlah uang yang wajib dibayar, maka PIHAK PERTAMA
menyerahkan pada PIHAK KEDUA Jaminan(-jaminan) yang pengalihan hak kepemilikannya
dibuktikan dengan dokumen atau perjanjian-perjanjian yang dibuat dalam bentuk, jumlah dan isi yang
memuaskan Pihak Kedua, termasuk namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut, beserta segala
tambahan dan/atau penggantinya yang diuraikan dalam perjanjian terpisah namun merupakan kesatuan
dari Perjanjian Kredit dan Perjanjian ini :

Jaminan : Jenis Kredit Yang Dijamin :

- Cash Collateral sebesar 1 kali angsuran dan di blokir Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah
yang ditandatangani antara Pihak
Kedua dan Debitur

- Hak Tanggungan atas tanah berikut bangunan dengan


Sertifikat Hak atas nama Debitur yang pembeliannya
dibiayai dengan fasilitas kredit ini dengan nilai Hak
Tanggungan minimal 125% (seratus dua puluh lima
prosen)dari Plafond serta dicover asuransi kebakaran
pada perusahaan asuransi yang disetujui oleh Pihak
Kedua dengan banker’s clause untuk Pihak Kedua .

- Asuransi jiwa kredit dari PT. Asuransi Cigna/PT.


Sequis Life/PT. Asuransi Jasindo dengan nilai
penjaminan 100% dari outstanding

4.2. Pihak Kedua berhak dan berwenang, setiap saat, menjalankan hak dan wewenangnya atas jaminan
yang disebut pada ketentuan-ketentuan di atas.

Pasal 5
JANGKA WAKTU PERJANJIAN

5.1. Perjanjian ini efektif berlaku sejak ditandatanganinya oleh Para Pihak dan akan berakhir sampai
dengan dilunasinya Fasilitas Kredit berdasarkan perjanjian kredit yang akan dibuat tersendiri dan
perpanjangannya jika ada.

5.2. Pihak Kedua berhak untuk mengakhiri perjanjian ini dengan pemberitahuan secara tertulis sekurang-
kurangnya dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kerja. Dalam hal Pihak Pertama bermaksud
untuk mengakhiri perjanjian ini, maka hal tersebut hanya dapat dilakukan berdasarkan suatu
persetujuan tertulis yang diberikan oleh Pihak Kedua.

5.3. Atas pengakhiran perjanjian ini sebagaimana dimaksud dalam ayat 5.2 di atas, Pihak Pertama wajib
untuk memenuhi dan melaksanakan seluruh kewajibannya kepada Pihak Kedua berdasarkan

(i) Perjanjian ini,


(ii) Perjanjian Kredit dalam kedudukannya selaku agen dari Pihak Kedua
sehubungan dengan Fasilitas Kredit, dan
(iii) Perjanjian atau dokumen lain sehubungan dengan perjanjian ini dan/ atau
Perjanjian Kredit.
Status Pihak Kedua selaku kreditur berdasarkan Perjanjian Kredit adalah tetap dan tidak terdapat
suatu perubahan apapun dalam hal terjadi pengakhiran perjanjian ini, sehingga segala sesuatu
yang menyangkut hak Pihak Kedua tidak akan berkurang atau dapat dikurangi oleh alasan

Perjanjian Kerja sama page 5 of 12


BANK NIAGA
apapun, Pihak Pertama selaku wakil/ kuasa tetap terikat untuk melaksanakan seluruh kewajiban
dan tanggung jawabnya selaku wakil/kuasa Pihak Kedua dalam berhubungan dengan Debitur.

Pasal 6
PEMBERIAN KUASA DAN PENGANGKATAN SEBAGAI AGEN

6.1. Pemberian Kuasa


Pihak Kedua dengan ini memberi kuasa tanpa hak substitusi kepada Pihak Pertama selaku :
a. Marketing and Evaluating Agent
b. Servicing and Collecting Agent
Dengan kewajiban Pihak Pertama untuk segera memberitahukan setiap tindakan yang dilakukannya
sehubungan dengan kuasa tersebut kepada Pihak Kedua.

6.2. Penunjukan dan Pengangkatan Pihak Pertama Selaku Agen


Pihak kedua dengan ini menunjuk dan mengangkat Pihak Pertama untuk bertindak selaku agen
sebagai berikut :

1. Marketing and Evaluating Agent


a. Melakukan kegiatan pemasaran dan penjualan produk Kredit Pemilikan Rumah fasilitas PTK
IV Channeling kepada anggota PIHAK PERTAMA.
b. Mengumpulkan data dan dokumen calon DEBITUR dan melakukan verifikasi keabsahan
dokumen, sepanjang persyaratan PIHAK KEDUA terpenuhi.
c. Melakukan evaluasi/analisa sesuai persyaratan PIHAK KEDUA yang tercantum dalam
Ketentuan Kredit untuk DEBITUR, termasuk tetapi tidak terbatas pada evaluasi/analisa
kemampuan DEBITUR untuk membayar angsuran pokok dan bunga.
d. Memberikan rekomendasi atas pemberian fasilitas pembiayaan KPR kepada DEBITUR

2. Servicing and Collecting Agent


a. Apabila terdapat perbedaan antara data pada surat dokumentasi DEBITUR, soft copy daftar
nominatif dan hard copy, maka PIHAK KEDUA akan memberitahu secara tertulis untuk
klarifikasi dan perbaikan. Karena itu PIHAK KEDUA akan menunda pencairan dana dan
PIHAK KEDUA akan meminta PIHAK PERTAMA untuk melengkapi dokumen hard copy
yang tidak lengkap.
b. Melakukan kegiatan penagihan kepada DEBITUR, memelihara dan mengadministrasikan
tagihan secara tertib untuk kepentingan PIHAK KEDUA.
c. Menyetorkan kepada PIHAK KEDUA atas hasil penagihan dari DEBITUR berupa
angsuran, bunga dan/atau jumlah kewajiban lainnya yang merupakan hak PIHAK KEDUA.
d. Memberitahukan kepada PIHAK KEDUA atas setiap tindakan yang dilakukan oleh
DEBITUR yang dapat mempengaruhi pembayaran kewajiban DEBITUR antara lain tetapi
tidak terbatas pada :
 Melakukan pembayaran dipercepat.
 Terjadi sengketa dengan PIHAK PERTAMA.
e. PIHAK PERTAMA wajib mengambil alih Outstanding Pinjaman DEBITUR, termasuk
bunga, denda dan biaya-biaya lain yang menjadi beban DEBITUR dan segera melunasi
seluruh kewajiban DEBITUR kepada PIHAK KEDUA dalam hal :
 DEBITUR menunggak angsuran lebih dari 2 (dua) bulan,
 Apabila terjadi DEBITUR bermasalah dan terdapat kewajiban DEBITUR yang
tidak terbayar baik yang disebabkan karena tidak tercover oleh Asuransi maupun sebab
lainnya,
 Apabila terdapat dokumen, jaminan dan data DEBITUR yang kurang lengkap,
hilang atau bermasalah.
 PIHAK PERTAMA default terhadap Perjanjian Kerjasama
f. Menanggung seluruh biaya yang mungkin timbul dikemudian hari berkaitan dengan
penghasilan/keuntungan yang diperoleh PIHAK PERTAMA karena adanya kerjasama
pembiayaan, termasuk namun tidak terbatas pada pajak, bea dan pungutan lainnya.
g. Setiap kesalahan informasi yang disampaikan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK
KEDUA yang menyebabkan pengenaan denda, maka PIHAK PERTAMA akan menanggung
denda tersebut.

Perjanjian Kerja sama page 6 of 12


BANK NIAGA
h. PIHAK PERTAMA wajib mengupayakan secara maksimal untuk menjaga kelancaran
pembayaran kewajiban/angsuran DEBITUR dan segera menyetorkan angsuran DEBITUR ke
Escrow Account di PIHAK KEDUA. Dana sudah wajib tersedia paling lambat 2 hari kerja
sebelum tanggal angsuran jatuh tempo. Jika kewajiban tidak terpenuhi, pencairan
pembiayaan PIHAK KEDUA berikutnya tidak dapat dilaksanakan.
i. Apabila terjadi perbedaan pencatatan Outstanding DEBITUR antara PIHAK
PERTAMA dan PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA mengakui bahwa catatan pada
PIHAK KEDUA adalah benar dan merupakan bukti sah dan mengikat.
j. Sebagai Agent dari PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA akan mendapatkan
Collection Fee sebesar 0,4% dari jumlah porsi bunga dalam angsuran tiap bulannya

Pengangkatan sebagai agen berdasarkan ayat ini hanya akan berakhir sepanjang seluruh kewajiban
DEBITUR kepada PIHAK KEDUA berdasarkan perjanjian ini, Perjanjian Kredit dan dokumen lain
sehubungan dengan Kredit Pemilikan Rumah telah terpenuhi dan diterima dengan baik oleh PIHAK
KEDUA.

Pasal 7
PERNYATAAN DAN JAMINAN PIHAK PERTAMA

PIHAK PERTAMA dengan ini menyatakan, menjamin dan mengikatkan diri bahwa :
1. PIHAK PERTAMA adalah suatu Koperasi yang didirikan, disetujui dan didaftarkan dan secara sah
berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia.
2. PIHAK PERTAMA telah memperoleh Perijinan yang sah dari instansi yang berwenang untuk
membangun dan menjual perumahan. Dalam hal ini PIHAK PERTAMA juga wajib mengurus Surat
Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) setiap rumah dan membangun rumah beserta infrastruktur dan
fasilitas umum, sehingga rumah yang dimohonkan Kredit Pemilikan Rumah ke PIHAK KEDUA
adalah rumah yang layak huni
3. Pada tanggal perjanjian ini struktur modal PIHAK PERTAMA, susunan para Pengurus PIHAK
PERTAMA adalah sebagaimana yang tercantum dalam dokumen yang telah disampaikan kepada
PIHAK KEDUA dan hingga saat tanggal ditandatanganinya perjanjian ini tidak terdapat suatu
perubahan atasnya. PIHAK PERTAMA akan meminta persetujuan dari PIHAK KEDUA apabila
terjadi perubahan susunan pengurus dan merubah jenis bidang usaha.
4. PIHAK PERTAMA mempunyai kuasa penuh, wewenang dan hak secara hukum untuk memiliki
harta dari kekayaannya dan mengelola bisnisnya serta melaksanakan, menyerahkan dan melakukan
semua kewajibannya berdasarkan perjanjian ini dan menandatangani semua dokumen yang
berkaitan dengannya.
5. Tanpa membatasi ketentuan-ketentuan terdahulu, pelaksanaan dan kelangsungan perjanjian ini oleh
PIHAK PERTAMA, tidak akan bertentangan dengan undang-undang, peraturan, ijin, keputusan,
perintah atau pembatasan, perjanjian atau kewajiban lainnya yang mengikat dan/ atau berlaku bagi
PIHAK PERTAMA.
6. Tidak terjadi suatu peristiwa yang merupakan, atau yang dengan diberikannya waktu,
pemberitahuan atau pemenuhan ketentuan-ketentuan lainnya akan atau dapat merupakan, suatu
cidera janji berdasarkan suatu perjanjian atau instrumen lainnya dengan mana PIHAK PERTAMA
atau harta kekayaannya dapat terikat (termasuk perjanjian ini), dan tidak terdapat tuntutan hukum,
arbitrasi atau perkara administratif, atau yang tengah menunggu keputusan atau terancam terhadap
PIHAK PERTAMA atau sebagian harta kekayaannya, keputusan mana mungkin mempunyai akibat
yang merugikan terhadap keadaan keuangan PIHAK PERTAMA atau kemampuannya untuk
melaksanakan kewajibannya sehubungan dengan perjanjian ini dan seluruh dokumen yang berkaitan
dimana PIHAK PERTAMA adalah merupakan suatu pihak.
7. Semua pemberian wewenang, persetujuan, lisensi dan ijin yang disyaratkan sehubungan dengan
pelaksanaan, penyerahan dan pelangsungan perjanjian ini dan untuk menjalankan setiap tindakan
yang dimaksudkan dengan ini telah diperoleh dan berlaku penuh.
8. PIHAK PERTAMA berkewajiban dan senantiasa memberikan ijin kepada PIHAK KEDUA atau
kuasanya untuk melakukan pemeriksaan (audit) terhadap buku-buku dan administrasi PIHAK
PERTAMA serta memeriksa keadaan atau melakukan peninjauan kedalam bangunan dan kantor-
kantor yang digunakan oleh PIHAK PERTAMA, memeriksa kelengkapan dan kelayakan dokumen
jaminan dan untuk melakukan rekonsiliasi (minimum 6 bulan sekali)
9. PIHAK PERTAMA berkewajiban memberikan kepada PIHAK KEDUA segala informasi termasuk
tetapi tidak terbatas pada laporan keuangan tahunan PIHAK PERTAMA, perubahan arti, sifat atau

Perjanjian Kerja sama page 7 of 12


BANK NIAGA
lingkup usaha PIHAK PERTAMA, bilamana terjadi suatu peristiwa atau keadaan yang dapat
mempengaruhi keadaan usaha atau keuangan PIHAK PERTAMA, setiap waktu baik diminta
maupun tidak diminta oleh PIHAK KEDUA.
10. PIHAK PERTAMA tidak akan melakukan pembiayaan ulang ke Bank/ Lembaga Keuangan lain atas
Debitur yang telah dibiayai oleh PIHAK KEDUA. PIHAK PERTAMA juga berjanji bahwa setiap
pernyataan dan jaminan diatas adalah benar dan dipenuhi sepanjang jangka waktu perjanjian ini.

Pasal 8
KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

Selama jangka waktu perjanjian ini PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk :


1. Menyerahkan laporan keuangan bulanan paling lambat 30 hari setelah tanggal laporan
2. Menyerahkan laporan keuangan Audited paling lambat 180 hari setelah tanggal laporan.
3. laporan pertanggungjawaban pengurus (RAT) maksimum 30 hari setelah tanggal pelaksanaan
serta Laporan Keuangan yang menjadi lampiran SPT PPh yang disertai tanda terima dari kantor
pajak.
4. Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh seluruh Pengurus PIHAK PERTAMA.
5. Melakukan penagihan angsuran kredit kepada para DEBITUR dan mengadministrasikan tagihan
tersebut secara tertib untuk kepentingan PIHAK KEDUA.
6. Memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA setiap terjadi perubahan/pergantian
Pengurus PIHAK PERTAMA maupun Manager Simpan Pinjam PIHAK PERTAMA.
7. Tidak membubarkan diri sampai pinjaman lunas.

Pasal 9
BUY BACK GUARANTEE

PIHAK PERTAMA dengan ini menyatakan kesanggupannya dan menjamin kepada PIHAK KEDUA
untuk melakukan pembelian terhadap portpolio pinjaman yang dibiayai oleh PIHAK KEDUA, dalam hal
termasuk namun tidak terbatas pada :

1. Dalam hal bila terdapat peraturan perundangan dan/atau keputusan pengadilan dan/atau keputusan
pemerintah dan lain-lain yang bersifat tetap yang membatalkan kerjasama ini sehingga
menyebabkan PIHAK PERTAMA kehilangan fungsinya sebagai agent dan/atau kuasa dari PIHAK
KEDUA.
2. Bahwa atas pinjaman yang dibiayai, diketahui di kemudian hari adalah fiktif, tersangkut dalam suatu
sengketa, tersangkut dalam suatu sitaan, terikat sebagai jaminan untuk suatu hutang dan terikat dari
beban dan biaya-biaya lainnya.
3. DEBITUR menunggak angsuran lebih dari 3 bulan,
4. Apabila terjadi DEBITUR bermasalah dan terdapat kewajiban DEBITUR yang tidak terbayar baik
yang disebabkan karena tidak tercover oleh Asuransi maupun sebab lainnya,
5. Apabila terdapat dokumen, jaminan dan data DEBITUR yang kurang lengkap, hilang atau
bermasalah.
6. PIHAK PERTAMA default terhadap Perjanjian Kerjasama

Pasal 10
PEMBAYARAN KEMBALI

10.1. DEBITUR harus melaksanakan pembayaran kembali atas setiap penggunaan fasilitas kredit,
berdasarkan jadwal angsuran pinjaman yang dipelihara oleh PIHAK KEDUA dari waktu ke waktu
atau berdasarkan ketentuan pembayaran kembali yang diatur secara tersendiri dalam Perjanjian
Kredit yang akan ditandatangani oleh PIHAK KEDUA dan Debitur yang merupakan satu
kesatuan tak terpisahkan dari perjanjian kerja sama ini.

10.2. PIHAK PERTAMA wajib mengupayakan agar pembayaran kembali kepada PIHAK KEDUA pada
setiap saat sesuai dengan jadwal angsuran pinjaman yang harus diterima dari DEBITUR.

10.3. PIHAK PERTAMA wajib menjamin atas semua pembayaran kembali atas penggunaan fasilitas
kredit oleh DEBITUR sehingga pada saat tanggal pembayaran jatuh tempo, di rekening giro
sebagaimana diatur dalam pasal 11 perjanjian ini telah tersedia dana yang cukup untuk
pembayaran angsuran pinjaman DEBITUR

Perjanjian Kerja sama page 8 of 12


BANK NIAGA

Pasal 11
BUNGA UNTUK DEBITUR

11.1. Bunga
Bunga atas Fasilitas Kredit akan dibayarkan oleh DEBITUR kepada rekening PIHAK
PERTAMA pada setiap tanggal pembayaran bunga yang ditentukan, yaitu sebesar __________ %
per tahun dan pembayaran bunga tersebut akan selalu harus sesuai dengan jadwal pembayaran
pokok dan bunga Fasilitas Kredit yang senantiasa dipelihara oleh PIHAK PERTAMA dan harus
diketahui PIHAK KEDUA.

11.2. Suku bunga sebagaimana dimaksud pada pasal 10.1 tersebut tidak termasuk Collection Fee
sebesar 0,4% dari jumlah porsi bunga dalam angsuran tiap bulannya yang dibayarkan atas dasar
realisasi pembayaran angsuran pokok dan bunga oleh DEBITUR selaku debitur/peminjam.

Perubahan suku bunga dan imbalan sewaktu-waktu akan berubah secara otomatis sesuai dengan
ketentuan Bank Indonesia.

11.3. Denda bunga


Setiap keterlambatan pembayaran baik pokok pinjaman, bunga, dan/atau biaya lainnya yang
menjadi kewajiban DEBITUR dan/atau PIHAK PERTAMA kepada BANK, dikenakan denda
keterlambatan pembayaran sebesar ______% perhari kalender diatas jumlah keterlambatan
perhari kalender dan denda tersebut akan terus dibebankan sejak keterlambatan pembayaran
sampai dengan tanggal pelunasannya.

11.4. Hari bunga


Semua bunga kredit kemitraan dan bunga denda dihitung berdasarkan atas jumlah hari yang
berlalu yaitu dimulai dari tanggal penarikan pinjaman tetapi tidak termasuk tanggal pembayaran
bunga kredit kemitraan atau bunga denda yang wajib dibayar dan satu tahun dihitung 360 (tiga
ratus enam puluh) hari.

11.5. Provisi
Provisi dibebankan kepada DEBITUR setiap drawdown fasilitas pembiayaan kepada DEBITUR
dan dibebankan sekali dimuka dihitung dari jumlah penarikan per kelompok (batch) sebesar
pembiayaan PIHAK KEDUA.

Pasal 12
REKENING

12.1 Pihak Pertama wajib membuka rekening giro atas nama PIHAK PERTAMA pada PIHAK
KEDUA yang dipergunakan untuk menampung pembayaran angsuran Fasilitas Kredit oleh
DEBITUR kepada PIHAK KEDUA melalui melalui PIHAK PERTAMA.

12.2 Dalam setiap Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah yang ditandatangani antara PIHAK KEDUA
dengan DEBITUR ditentukan bahwa untuk melakukan setiap dan seluruh pembayaran
berdasarkan Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah harus melalui rekening khusus yang ditunjuk
PIHAK KEDUA tersebut, setiap perubahan rekening khusus yang dilakukan hanya sah apabila
ditetapkan oleh PIHAK KEDUA. Apabila PIHAK PERTAMA melakukan suatu penyimpangan
dari yang diatur dalam pasal ini, maka akan dikenakan denda sebesar 0,15% dari besarnya dana
yang seharusnya dikreditkan ke dalam rekening giro yang disetujui PIHAK KEDUA tersebut di
atas.

12.3 PIHAK KEDUA dengan ini diberi kuasa oleh PIHAK PERTAMA untuk mendebet Rekening
Giro atas nama PIHAK PERTAMA dan/atau rekening-rekening lain yang ada pada PIHAK
KEDUA dan/atau rekening-rekening lain kepada PIHAK KEDUA dan/atau bank lainnya dari
waktu kewaktu dan/atau ditetapkan oleh PIHAK KEDUA sesuai dengan Perjanjian ini berikut
perubahan, penambahan dan perpanjangan dan/atau Perjanjian lainnya dan pendebetan tersebut

Perjanjian Kerja sama page 9 of 12


BANK NIAGA
oleh PIHAK KEDUA dipergunakan untuk membayar Fasilitas Kredit dan/atau sebagian Fasilitas
Kredit dan/atau sisa Fasilitas dan/atau angsuran dan/atau bunga dan/atau denda dan/atau biaya
Notaris, biaya Pengacara, biaya Asuransi dan/atau biaya-biaya lainnya yang harus ditanggung
dan dibayar oleh DEBITUR dan/atau PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

Kuasa ini diberikan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA yang merupakan bagian
yang terpenting dan tidak terpisahkan dari Perjanjian ini, kuasa mana tidak akan berkhir oleh
sebab-sebab yang tercantum dalam pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata sampai
Fasilitas Kredit dan/atau sisa Fasilitas Kredit dan/atau angsuran dan/atau bunga dan/atau denda
dan/atau biaya-biaya yang timbul dan menjadi kewajiban DEBITUR (selaku Debitur/Peminjam)
yang diberikan oleh PIHAK KEDUA melalui PIHAK PERTAMA kepada DEBITUR (selaku
Debitur/Peminjam) berdasarkan Perjanjian Kredit Kemitraan termasuk tetapi tidak terbatas pada
perpanjangan, perubahan, penambahan maupun Perjanjian lainnya yang dibuat oleh dan antara
PIHAK KEDUA dengan DEBITUR dibayar lunas.

Pasal 13
KEJADIAN PELANGGARAN/ KELALAIAN

Salah satu diantara peristiwa atau keadaan yang disebut di bawah ini merupakan pelanggaran/ kelalaian
dalam Perjanjian ini :

1. Kelalaian Kewajiban Membayar;


DEBITUR dan/atau PIHAK PERTAMA (sebagai penjamin) tidak atau lalai membayar lunas kepada
PIHAK KEDUA suatu jumlah yang wajib dibayarnya berdasarkan Perjanjian Kredit, baik jumlah
pokok, bunga, denda, biaya atau lain jumlah uang yang wajib dibayar pada tanggal yang telah
ditetapkan.

2. Kelalaian Kewajiban Lain;


PIHAK PERTAMA melanggar suatu ketentuan atau lalai melaksanakan suatu kewajiban dalam
Perjanjian Kerjasama, Perjanjian Kredit, Perjanjian Jaminan dan dokumen-dokumen sehubungan
dengan kredit (diluar kelalaian membayar suatu jumlah yang sebagaimana diuraikan dalam ayat (1)
di atas ini) dan kelalaian dan pelanggaran tersebut di atas tidak diperbaiki dalam jangka waktu 15
(lima belas) hari sejak terjadinya pelanggaran atau kelalaian tersebut;

3. Pernyataan Tidak Benar;


Suatu pernyataan atau jaminan yang dibuat/ diberikan dalam Perjanjian Kerjasama, Perjanjian
Kredit, Perjanjian Jaminan dan dokumen-dokumen lain sehubungan dengan Fasilitas Kredit ternyata
atau terbukti tidak benar atau tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

4. Kepailitan, Keadaan Tidak Mampu Pihak Pertama;


a. Dinyatakan oleh instansi yang berwenang dalam keadaan pailit atau diberikan penundaan
membayar hutang (surceance van betaling);
b. Mengajukan permohonan kepada instansi yang berwenang untuk dinyatakan pailit atau
diberikan penundaan membayar hutang (surceance van betaling);
c. Dinyatakan oleh orang/ pihak lain kepada instansi yang berwenang untuk dinyatakan pailit;
d. Menjadi tidak mampu atau secara tertulis mengaku tidak mampu membayar hutangnya atau
melaksanakan kewajiban pembayarannya kepada orang/ pihak lain.

5. Tuntutan Pidana;
PIHAK PERTAMA dituntut dalam bidang Hukum Pidana oleh instansi yang berwenang yang
menurut keputusan PIHAK KEDUA dan keputusan mana mengikat terhadap PIHAK PERTAMA
dapat menimbulkan akibat buruk terhadap keadaan keuangan atau usaha PIHAK KEDUA atau
memberikan keyakinan kepada PIHAK KEDUA bahwa PIHAK PERTAMA tidak mampu
melaksanakan kewajibannya kepada PIHAK KEDUA berdasarkan Perjanjian Kredit.

Jika terjadi atau berlangsung suatu pelanggaran/ kelalaian sebagaimana dimaksud dalam pasal ini, maka
PIHAK KEDUA berhak dan berwenang atau wajib pada setiap waktu dan dari waktu ke waktu setelah
terjadi atau timbul pelanggaran/ kelalaian tersebut, melakukan tindakan sebagai berikut :

Perjanjian Kerja sama page 10 of 12


BANK NIAGA
1. Mencabut semua kuasa yang telah diberikan kepada PIHAK PERTAMA sekaligus mengakhiri/
menghentikan Perjanjian Kerjasama, Perjanjian Kredit dan menarik kembali Fasilitas Kredit dengan
mengirim surat pemberitahuan mengenai hal tersebut kepada PIHAK PERTAMA;
2. Menuntut pembayaran lunas atau pemenuhan kewajibannya, penuh dengan seketika dan sekaligus
seluruh Fasilitas Kredit yang pada waktu itu terhutang oleh DEBITUR dan/atau PIHAK PERTAMA
(sebagai penjamin) berdasar Perjanjian Kredit, dalam kejadian mana maka semua jumlah uang
tersebut di atas menjadi wajib dibayar dengan seketika dan sekaligus lunas oleh DEBITUR dan/atau
PIHAK PERTAMA (sebagai Penjamin) kepada PIHAK KEDUA.

Pasal 14
KETENTUAN-KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 15
KETENTUAN UMUM

15.1. Pemberitahuan

Setiap komunikasi dalam hubungannya dengan Perjanjian ini harus dilangsungkan dalam
bahasa Indonesia dan :
1. secara tertulis disampaikan langsung atau dengan surat tercatat yang biayanya telah
dibayar terlebih dahulu atau jasa kurir atau faksimili atau kawat (dalam hal
disampaikan dengan telex atau kawat harus ditegaskan dengan surat tercatat yang
biayanya telah dibayar terlebit dahulu atau kurir yang dikirim dalam jangka waktu 48
(empat puluh delapan) jam setelah dikirim, akan tetapi dengan tidak diterimanya
penegasan tersebut tidak akan memepengaruhi keabsahan telex atau kawat tersebut);
2. dianggap telah diterima, dengan tidak mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam
perjanjian ini, apabila dikirim dengan telex pada waktu diterima nomor dan kode
jawaban si alamat, jika dikirim dengan kawat atau faksimili dalam jangka waktu 48
(empat puluh delapan) jam setelah dikirim, jika disampaikan langsung pada waktu
disampaikan, dan jika dikirim dengan surat tercatat atau jasa kurir 3 (tiga) hari setelah
dikirim.

3. jika dikirim kepada Pihak Pertama dialamatkan kepada :

(....................................................)

jika dikirim kepada Pihak Kedua dialamatkan kepada :

PT. BANK CIMB NIAGA Tbk

Atau ke alamat atau nomor telex atau nomor faksimili lainnya sebagaimana diberitahukan
oleh salah satu Para Pihak kepada pihak lainnya menurut hal-hal dimuka.

15.2. Pengalihan Perjanjian


Pihak Pertama tidak dapat mengalihkan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya berdasarkan
Perjanjian ini keapda pihak lain atau pihak ketiga, tanpa mendapatkan persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari Pihak Kedua. Pihak Kedua berhak sewaktu-waktu untuk mengalihkan
sebagian atau seluruh hak dan kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini kepada pihak lain atau
pihak lainnya yang ditentukan sendiri oleh Pihak Kedua, ata pengalihan tersebut Pihak Kedua
akan memberitahukan kepada Pihak Pertama.

15.3. Keterpisahan
Dalam hal salah satu ketentuan, persyaratan, pasal atau ayat dalam Perjanjian ini menjadi cacat,
gugur, batal demi hukum atau akibat lainnya baik disebabkan oleh ketentuan hukum yang
berlaku, ketetapan hakim atau badan peradilan/pewasitan atau pihak yang berwenang, atau oleh
sebab-sebab hukum lainnya yang tercantum dalam Perjanjian ini menjadi mendapakan akibat
Perjanjian Kerja sama page 11 of 12
BANK NIAGA
yang sama. Pasal, ayat atau ketentuan lain yanng tidak terkena akibat tersebut tetap berlaku dan
mengikat, serta wajib untuk dilaksanakan, kepada atau oleh Para Pihak.

Pasal 16
PILIHAN HUKUM DAN TEMPAT KEDUDUKAN

16.1. Atas perjanjian ini berlaku hukum Negara Republik Indonesia.

16.2. Mengenai PERJANJIAN dan segala akibatnya kedua belah pihak memilih tempat kedudukan
hukum yang tetap dan seumumnya di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri _________ Dalam hal
terjadi peselisihan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua sehubungan dengan Perjanjian ini para
pihak sepakat untuk menyelesaikannya melalui Pengadilan Negeri ____________. Namun, ketentuan
ini tidak mengurangi hak dan wewenang Pihak Kedua untuk memohon pelaksanaan (eksekusi) atau
mengajukan tuntutan/gugatan hukum terhadap Pihak Pertama berdasarkan PERJANJIAN dimuka
pengadilan lain dalam wilayah Republik Indonesia.

Demikianlah perjanjian ini dibuat dan ditandatangani di …………………….., pada tanggal yang
tertulis pertama kali diatas oleh Para Pihak.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


(....................................................) P.T.Bank Niaga Tbk

Perjanjian Kerja sama page 12 of 12