Anda di halaman 1dari 4

“ HELICAL EXTENSION SPRING “

Oleh:
Ahmad Fauzan Suryono
NIP : 198111142008121003

Program Studi Teknik Mesin


Fakultas Teknik
Universitas Bengkulu
2008
ELEMEN MESIN 1
Pegas Spiral Tarik : Prosedur Desain
Pegas ini perhitungannya sama dengan pegas spiral tekan, hanya pada pemasangannya
terdapat beban mula ( initial load ). Disamping itu pada keadaan awal umumnya pegas spiral
tarik ini seperti solid, lilitan satu dan lilitan lainnya dalam keadaan rapat dan juga pada ujung-
ujungnya diberikan “hook” untuk tarikan.
• Data input :
- Beban yang bekerja (P).
- Beban mula (Pi).
- Radius lilitan (R).
- Diameter kawat pegas (D).
- Modulus geser bahan (G).
- Lilitan aktif, tidak termasuk ujung pegas yang dibengkokkan untuk pegangan (hook),
(Na)

• Menentukan defleksi yang terjadi :


ELEMEN MESIN 1
Pegas Spiral Tarik : Prosedur Desain
• Persamaan defleksi diatas dapat digunakan dengan baik bila P > Pi. Bila beban P > Pi
bekerja, maka spring rate K dapat dihitung dengan persamaan :

• Dengan demikian P yang bekerja menjadi :

• Pada bengkokan di ujung lilitan merupakan kasus yang cukup komplok dalam distribusi
tagangan, dan untuk pendekatan perhitungan tegangan keseluruhan, maka persamaan
tegangan akan mengandung faktor konsentrasi tegangan. Sehingga tegangan geser yang
terjadi menjadi :

dimana : C = 2R/D
Kf = konsentrasi tegangan yang secara “reasonable” mempunyai harga 1,33
ELEMEN MESIN 1
Pegas Spiral Tarik : Prosedur Desain

• Pada pegas spiral tekan, defleksi pegas ada yang membatasi, sedang pada pegas spiral tarik,
defleksi ini tidak mempunyai batas, artinya dapat tertarik sampai lurus, tetapi hal ini akan
membuat pegas tidak berfungsi lagi.
• Dengan mengingat hal ini maka dalam perencanaan pegas diperlukan pemilihan faktor
keamanan yang tinggi, harus memperhitungkan antara beban dengan defleksi yang terjadi.

Gambar Pegas Spiral Tarik