Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi), by:Fortune Star Indonesia Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis) Pengobatan hipertensi dilandasi

oleh beberapa prinsip sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Pengobatan hipertensi sekunder lebih mendahulukan pengobatan penyebab hipertensi Pengobatan hipertensi esensial ditujukan untuk menurunkan tekanan darah dengan harapan memperpanjang umur dan mengurangi timbulnya komplikasi Upaya menurunkan tekanan darah dicapai dengan menggunakan obat anti hipertensi Pengobatan hipertensi adalah pengobatan jangka panjang, bahkan kemungkinan seumur hidup Jenis-jenis obat anti hipertensi 1. Diuretik. Obat-obatan jenis diuretik bekerja dengan cara mengeluarkan cairan tubuh (lewat kencing) sehingga volume cairan ditubuh berkurang yang mengakibatkan daya pompa jantung menjadi lebih ringan. Contoh obat-obatan yang termasuk golongan diuretik adalah Hidroklorotiazid. 2. Penghambat Simpatetik. Golongan obat ini bekerja dengan menghambat aktivitas saraf simpatis (saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas). Contoh obat yang termasuk dalam golongan penghambat simpatetik adalah : Metildopa, Klonidin dan Reserpin. 3. Betabloker. Mekanisme kerja anti-hipertensi obat ini adalah melalui penurunan daya pompa jantung. Jenis betabloker tidak dianjurkan pada penderita yang telah diketahui mengidap gangguan pernapasan seperti asma bronkial. Contoh obat-obatan yang termasuk dalam golongan betabloker adalah : Metoprolol, Propranolol dan Atenolol. 4. Vasodilator. Obat golongan ini bekerja langsung pada pembuluh darah dengan relaksasi otot polos (otot pembuluh darah). Yang termasuk dalam golongan ini adalah : Prasosin, Hidralasin. 5. Penghambat Enzim Konversi Angiotensin. Cara kerja obat golongan ini adalah menghambat pembentukan zat Angiotensin II (zat yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah). Contoh obat yang termasuk golongan ini adalah Captopril. 6. Antagonis kalsium. Golongan obat ini menurunkan daya pompa jantung dengan cara menghambat kontraksi jantung (kontraktilitas). Yang termasuk golongan obat ini adalah : Nifedipin, Diltiasem dan Verapamil. 7. Penghambat Reseptor Angiotensin II. Cara kerja obat ini adalah dengan menghalangi penempelan zat Angiotensin II pada reseptornya yang mengakibatkan ringannya daya pompa jantung. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah Valsartan (Diovan).

Pencegahan Cara yang paling baik dalam menghindari tekanan darah tinggi adalah dengan mengubah ke arah gaya hidup sehat seperti aktif berolahraga, mengatur diet atau pola makan seperti rendah garam, rendah kolesterol dan lemak jenuh, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok Namun apabila anda telah didiagnosa terkena Hypertensi, langkah awal terpenting adalah agar menurunkan tekanan darah anda dengan mengikuti gaya hidup sehat seperti di atas dan mengkonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter.Selain itu dianjurkan juga untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dengan panel evaluasi awal hipertensi atau panel hidup sehat dengan hipertensi Tujuan pemeriksaan laboratorium pada pasien hipertensi : y y y y Untuk mencari kemungkinan penyebab Hipertensi sekunder Untuk menilai apakah ada penyulit dan kerusakan organ target Untuk memperkirakan prognosis Untuk menentukan adanya faktor-faktor lain yang mempertinggi risiko penyakit jantung koroner dan stroke

Pemeriksaan laboratorium untuk hipertensi ada 2 macam yaitu : y y Panel Evaluasi Awal Hipertensi : Pemeriksaan ini dilakukan segera setelah didiagnosis Hipertensi, dan sebelum memulai pengobatan Panel Hidup Sehat dengan Hipertensi : Untuk memantau keberhasilan terapi

Indeks Massa Tubuh sebagai Faktor Risiko Hipertensi pada Usia Muda , by:cermin dunia kedokteran Rizaldy Pinzon Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ABSTRAK Obesitas atau kelebihan berat badan sampai saat ini masih merupakan masalah yang sulit diatasi, terutama apabila dimulai dan masa kanak-kanak. Berbagai penelitian terdahulu menghubungkan obesitas dengan kenaikan insidensi penyakit jantung dan metabolik lainnya, seperti diabetes melitus. Pada penelitian in! ingin ditunjukkan hubungan antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah golongan usia muda. Sebagai ukuran indeks massa tubuh dipakai 2 ukuran obesitas yaitu %RBW (Relative Body Weight) dan Body Mass Index. Hasil yang didapatkan dan 73 sukarelawan sehat (n = 73) menunjukkan indeks massa tubuh berlebih mempunyai pengaruh terhadap lebih tingginya tekanan darah. Pada individu yang kurus tekanan darahnya rendah secara statistik dengan perbedaan yang bermakna (p<0,05) baik sistolik maupun diastolik dibanding individu dengan berat badan normal-normal tinggi.

PENDAHULUAN Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko dan beberapa penyakit degenerasi dan metabolik; obesitas sebagai faktor risiko penyakit jantung koroner dianggap merupakan faktor yang independen, artinya tidak dipengaruhi oleh faktor risiko yang lain.(1) Seorang pria dapat dianggap telah menderita obesitas, apabila jumlah lemaknya telah melebihi 25% dari berat badan total; dan 30% bagi wanita. Atau suatu kriteria yang praktis dan paling sering digunakan adalah apabila berat badan telah melebihi 120% dari berat badan ideal.(2,3) Orang dewasa yang sudah menderita obesitas semenjak kecil, ternyata akan mengalami pembesaran sel lemak hanya sekitar 50%, tetapi mempunyai jumlah sd lemak tiga kali lebih banyak danipada orang normal. Sehingga bentuk dan isi lemak akan menjadi lebih besar.(3) Tekanan darah akan meningkat seiring dengan bertambahnya umur seseorang. Peningkatan tekanan darah tersebut akan lebih besar pada individu dengan riwayat keluarga hipertensi, kelebihan berat badan, dan mempunyai kecenderungan stress emosional yang tinggi(1,,4,6,7,9,10) . Penelitian dari National Heart, Lung, and Blood Institute Amerika menunjukkan hasil adanya hubungan yang sangat erat antara penyakit kardiovaskuler dengan obesitas (2) . Framingham study selama 18 tahun pengamatan menunjukkan bahwa obesitas merupakan salah satu faktor yang penting dalam kejadian penyakit kardiovaskuler, terutama kejadian hipertensi, hiperkolesterolemi, dan hipertrigliseridemia, apabila indeks Broca > 120%(3) . Banyak penelitian terdahulu menunjukkan adanya hubungan antara obesitas dengan meningkatnya insidensi penyakit jantung dan hipertensi. Penelitian pada anak-anak kulit putih di Amerika Serikat menunjukkan bahwa tekanan darah rata-rata menjadi lebih tinggi pada anak-anak dengan kelebihan berat badan dan toleransi glukosa darah tidak normal(4) . Diperkirakan faktor utama hubungan antara obesitas dan hipertensi adalah diet, aktivitas sistem saraf simpatetik, dan resistensi insulin atau hiperinsulinemia. Diet tinggi kalori secara langsung atau melalui hiperinsulinemia vasokonstriksi, peningkatan cardiac output dan reabsorbsi natrium di ginjal(2,5) Selain itu dapat diterangkan pula bahwa pada individu obese jumlah darah yang beredar akan meningkat, cardiac output akan naik, sehingga tekanan darah akan naik. banyak penelitian menunjukkan penurunan berat badan akan mengakibatkan menurunnya tekanan darah pada pasien-pasien hipertensi(4,6,7) . Ada banyak faktor risiko hipertensi, beberapa di antaranya dapat dikendalikan dan dikontrol. Umur, jenis kelamin dan genetis merupakan faktor resiko yang tidak dapat dikontrol. Sementara obesitas, kurang olahraga, merokok, dan stress emosional merupakan faktor resiko yang dapat dikontrol(1,4,6,8) . Tekanan darah pada usia anak-anak dan usia muda dapat digunakan untuk memprediksikan kemungkinan terjadinya hipertensi di kemudian hari(1) . Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan hubungan antara kelebihan berat badan/indeks massa tubuh dan besarnya tekanan darah pada golongan usia muda. Penelitian dilakukan di laboratorium Ilmu Faal di FK UGM Yogyakarta. BAHAN DAN CARA Penelitian dilakukan pada 73 orang sukarelawan sehat usia 18-22 tahun tanpa riwayat keluarga hipertensi untuk meminimalkan pengaruh faktor-faktor lain terutama faktor genetis terhadap tekanan darah. Sebelum dilakukan pengukuran tekanan darah dalam posisi duduk terlebih dulu ditanyakan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) serta riwayat keluarga hipertensi. Pengukuran indeks massa tubuh dan kelebihan berat badan dilakukan dengan 2 cara yaitu % Relative Body Weight dan Body Mass Index. Pada % RBW dinyatakan dengan rumus : %RBW = BB/ (TB-100), apabila didapatkan hasil> 110% : gemuk, 90-110%: normal-lebih berat badan, <90% kurus. Pada metode pengukuran Body Moss Index digunakan rumus BB (kg)/ TB (m) kuadrat apabila didapatkan hasil 20-25 dinyatakan normal, 25-30 :obesitas 1,30-40 : obesitas II, dan >40 dinyatakan sebagai obesitas III. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada posisi duduk dan tenang, pengukuran dilakukan 2 kali untuk tiap sukarelawan(11) Hasil tekanan darah sistolik dan diastolik lalu dibandingkan antara kelompok yang kurus dan kelompok dengan berat badan normal-lebih dengan menggunakan metode analisa varian 1 jalur dan dilanjutkan dengan uji t post anva. HASIL DAN DISKUSI Penelitian atas 73 sukarelawan 18-22 tahun sehat baik pria dan wanita, menggunakan %RBW, mendapatkan 22 orang dengan RBW normal-lebih yaitu 90-110% dan 51 orang yang kurus dengan %RBW< 90%. (tabel 1) Dari tabel 1 dan grafik 1 terlihat bahwa pada individu dengan %RBW (Relative Body Weight) yang lebih tinggi (90%-110%) mempunyai tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih tinggi dibanding dengan individu dengan RBW <90%. Pada tekanan darah sistolik terdapat selisih sekitar 9 mmHg dengan perbedaan yang sangat bermakna (p=0,001) demikian pula pada tekanan darah diastolik terdapat seisih sekitar 7 mmHg dengan perbedaan yang bermakna (p=0,001). Apabila dilakukan pengukuran indeks massa tubuh dengan cara Bray, dengan membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan (dalam meter) akan didapatkan hasil 13 orang dengan kelebihan berat badan (indeks massa tubuh di atas 25), dan 60 orang dengan berat badan yang masih dalam bates normal (indeks massa tubuh di bawah 25). Dari kedua kelompok tersebut apabila dibandingkan rata-rata tekanan darahnya akan didapatkan hasil seperti terlihat pada tabel 2. Tabel 2. Perbandingan antara tekanan darah sistolik dan diastolik individu dengan kelebihan berat badan dan berat badan normal Tekanan darah (mmHg) Kelebihan berat badan Beret badan normal Sistolik 114,615 ± 12,659 109,917 ± 7,393 Diastolik 74,615 ± 6,602 71,917 ± 8,834

diabetes melitus. sehingga penlu dipikirkan adanya intervensi non farmakologik. volume darah. dan tekanan darah akan cenderung naik. Obesitas atau kelebihan berat badan akan mengaktifkan kerja jantung. Apabila hal ini berlangsung sejak usia muda akan memudahkan terjadinya penyakit hipertensi. KESIMPULAN Individu dengan berat badan normal-normal tinggi menurut % Relative Body Weight mempunyai tekanan darah yang lebih tinggi secara bermakna (p<0. misalnya: diet rendah garam dan olahraga lebih awal dan lebih intensif pada individu dengan kelebihan berat badan guna mencegah terjadinya penyakit kardiovaskuler di masa mendatang. aneurisma.727 ± 6.072.961 Dari hasil di atas didapatkan pada individu dengan kelebihan berat badan terlihat mempunyai tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih tinggi. Sementara tekanan darah diastolik pada individu dengan kelebihan berat badan menunjukkan selisih sekitar 3 mmHg tanpa perbedaan yang bermakna secara statistik (p=0. Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. gagal jantung. ada banyak resiko yang berpengaruh terhadap insidensi hipertensi dimasa mendatang. isi sekuncup jantung. curah jantung.847 108. serangan jantung dan kerusakan ginjal. atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Apakah Hipertensi Itu? Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Dikatakan tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih. Seperti dikemukakan di atas hasil pengukuran tekanan darah pada saat anak-anak dan usia muda dapat digunakan untuk memprediksikan kemungkinan terjadinya penyakit jantung dan hipertensi di masa mendatang(1) Pada penelitian terlihat bahwa individu dengan berat badan lebih cenderung mempunyai tekanan darah yang lebih tinggi.Tabel 1. Umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya.784± 7.225 ±7. Tekanan darah (mmHg) RBW=90-110% RBW<90% Sistolik 117. insulin plasma meningkat. Angka 80 menunjukkan tekanan ketika jantung sedang berelaksasi. dan dapat menyebabkan hipertrofi jantung dalam jangka lama. dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke.303). Selain itu fungsi endokrin juga terganggu. selama paling sedikit dua bulan. atau keduanya. Perbandingan rata-rata tekanan darah pada Individu dengan RBW 90-110% dan Individu dengan RBW<90%.853 70. Secara umum. dan toleransi glukosa juga meningkat. Angka 120 menunjukkan tekanan pada pembuluh arteri ketika jantung berkontraksi. Tekanan darah sistolik pada individu yang kelebihan berat badan menunjukkan seisih sekitar 5 mmHg tanpa perbedaan yang bermakna secara statistik (p=0.926 Diastolik 77. Disebut dengan tekanan diastolik. Disebut dengan tekanan sistolik. dan sebagainya di kemudian hari(12) Sebagai penyakit yang bersifat polifaktorial. penyakit kandung empedu. Dikatakan hipertensi jika didapatkan ukuran yang tinggi (misalnya 160/90 mmHg) sebanyak dua kali dalam tiga kali pengukuran. Penyebab Hipertensi Hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu hipertensi primer atau esensial (95 % kasus hipertensi) yang . Definisi Tekanan Darah Tekanan darah adalah tekanan di dalam pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh.05) dibanding individu yang kurus. sel-sel beta pankreas akan membesar. hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala.273 ± 9. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) Penyakit hipertensi sering disebut sebagai the silent disease. Tekanan darah dapat dilihat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya ditunjukkan dengan angka seperti berikut : 120 /80 mmHg.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati. maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal. serangan jantung dan kerusakan ginjal. mata. gagal ginjal terminal Klasifikasi Tekanan Darah Pada Orang Dewasa Kategori normal normal tinggi stadium 1 (hipertensi ringan) stadium 2 (hipertensi sedang) stadium 3 (hipertensi berat) Tekanan darah sistolik dibawah 130 mmHg 130-139 mmHg 140-159 mmHg 160-179 mmHg 180-209 mmHg Tekanan darah diastolik dibawah 85 mmHg 85-89 mmHg 90-99 mmHg 100-109 mmHg 110-119 mmHg . 6. Ginjal : menyebabkan penyakit ginjal kronik. jantung dan ginjal. penyakit jantung. gangguan anak ginjal. yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi. 5.penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder (5 % kasus hipertensi) yang dapat disebabkan oleh penyakit ginjal. gagal jantung. hipertensi tidak menimbulkan gejala. Keturunan Usia Berat Badan Konsumsi Garam Ras Pola makan dan gaya hidup Aktivitas olahraga Gejala Pada sebagian besar penderita. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala. wajah kemerahan dan kelelahan.Tanpa melihat usia atau jenis kelamin . 7. penyakit endokrin. pusing. gagal jantung dan gejala angina. 2. Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. 3. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif. 4. target kerusakan akibat Hipertensi antara lain: y y y y Otak : menyebabkan stroke Mata : menyebabkan retinopati hipertensi dan dapat menimbulkan kebutaan Jantung : menyebabkan penyakit jantung koroner (termasuk infark miokardial). aneurisma. meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). yang memerlukan penanganan segera. perdarahan dari hidung.semua orang bisa terkena penyakit jantung dan biasanya tanpa ada gejala-gejala sebelumnya. Faktor-faktor yang mempertinggi resiko terjadinya hipertensi antara lain: 1. dll. bisa timbul gejala berikut: y y y y y y y sakit kepala kelelahan mual muntah sesak nafas gelisah pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) Dampak Jangka Panjang Hipertensi Tekanan darah tinggi (hipertensi) menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke. Secara ringkas.

akan tetap mengantar anak mengidap darah tinggi sepanjang hidupnya. Jadi. Namun. selain ginjal yang terendam (hydronephrosis). kelainan aorta atau arteri dalam ginjal sendiri. pendarahan otak. hipertensi esensial atau ginjal keracunan timbel (lead nephropathy) bisa sangat berbahaya. Pengobatan non farmakologis kadang-kadang dapat mengontrol tekanan darah sehingga pengobatan farmakologis menjadi tidak diperlukan atau sekurang-kurangnya ditunda. lebih lama masa penggunaannya lebih baik obat itu bekerja. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol Ukurlah tekanan darah secara teratur Konsultasikan dengan dokter secara teratur 3. Obat tekanan darah tinggi tidak menghilangkan penyakit tetapi mengontrolnya. reserpin (antihipertensi). Kalau bukan di ginjal atau pembuluh darahnya. karena cara ini kurang efektif dan sangat sulit dilaksanakan. Pengobatan non farmakologis diantaranya adalah : 1. 2. Kelainan pembuluh darah juga dapat mendatangkan hipertensi.yang apabila tidak diobati akan menimbulkan kematian dalam 3-6 bulan. dan amphetamine. mendorong para ahli untuk menyelidiki kelebihan pengobatan non farmakologis. Ciptakan keadaan rileks. khususnya golongan corticosteroid (antiinflamasi). waspadalah. Infeksi ginjal pyelonephritis. Anda harus selalu membawa obat dan cara penggunaannya bersama anda. Demikian pula bila anak mengidap tumor otak. Mengatasi obesitas / menurunkan kelebihan berat badan Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh. Pada anak yang tak menyimpan bakat hipertensi. Termasuk kalau pernah punya tumor ginjal. Pengobatan Hipertensi Ada begitu banyak jenis obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Misalnya. yang tak cepat diobati sehingga menjadi penyakit menahun. Hipertensi biasanya memang berkunjung pada anak yang punya masalah dengan ginjal. Bisa juga bila ada kelainan darah hemolytic (sel darah merah gampang pecah). dan radang selaput otak (meningitis). Jika dianggap perlu dokter akan menyarankan penggunaan lebih dari satu macam obat untuk mengurangi efek sampingan obat yang digunakan. Garam menyebabkan menunpuknya cairan dalam tubuh. 6. atau pembuluhnya meradang. 5. kalau benar dipunyai. atau kelenjar anak ginjalnya.stadium 4 (hipertensi maligna) 210 mmHg atau lebih 120 mmHg atau lebih Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah. penyebab hipertensi mungkin juga datang dan kelenjar anak ginjal suprarenalis. Obatobat itu tidak bertahan tinggal di dalam tubuh kita. hanya 1 dari 200 orang yang menderita hipertensi. yoga atau hipnosis dapat mengontrol sistem saraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan darah. juga dapat memicu datangnya hipertensi. Pascaradiasi ginjal. Anak-anak Pun Bisa Hipertensi! Hanya sebagian kecil anak yang membawa bakat hipertensi esensial (sudah hipertensi sejak usia dini). dokter anda akan menyarankan penggunaannya sesuai kondisi anda. misalnya pascabedah saluran kemih. pembuluh darah. 7. harus memperhatikan kebiasaan makan penderita. Pengobatan non obat (non farmakologis) Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis) Pengobatan non obat (non farmakologis) Dahulu orang kurang antusias melakukan penyelidikan pengobatan non farmakologis pada hipertensi esensial. cangkok. Akan tetapi mengingat bahwa hipertensi ringan mencakup sebagian besar kasus dan adanya efek samping akibat pengobatan yang dilakukan dalam jangka panjang. Sedangkan pada keadaan dimana obat anti hipertensi diperlukan. atau lama mengonsumsi obat golongan glucocorticoid. Berbagai cara relaksasi seperti meditasi. Menurut WHO Expert Committee on Preevention of Cardiovascular Disease sebaiknya konsumsi garam tidak lebih dari 6 gr per hari. Kendati sudah diobati. pengobatan non farmakologis dapat dipakai sebagai pelengkap untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik. Pun bila ada kelainan pada bentuk pembuluh darah ginjal. Jika anda memerlukannya. atau ketika terserang peradangan ginjal glomerulonephritis acuta (GNA) yang dapat berkembang menahun. sehingga tekanan darah anda dapat terkontrol. jika anak Anda pernah punya riwayat bergulat dengan penyakit ginjal.Hipertensi ini jarang terjadi. . dipercaya pula membuat anak-anak terkena darah tinggi. darah tinggi bisa mendadak muncul. Melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu. dan pascabiopsi ginjal. kemungkinan besar anda akan terus menggunakannya selama hidup anda. Nasehat pengurangan garam. dimulai dengan dosis rendah dan dipantau hasilnya. Yang perlu diperhatikan adalah sekali anda memulai menggunakan obat. 2. Jika dianggap perlu akan ditambah dosisnya secara bertahap. sehingga meningkatkan volume dan tekanan darah.Termasuk pemakaian obat-obatan tertentu. 4. Pengobatan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis yaitu : 1.

serta rekam jantung (electrocardiography). . penyakit Chushing. Perubahan pola makan menjurus ke sajian siap santap yang mengandung lemak. gagal jantung.MS. serta menghentikan pemakaian obat yang berpengaruh buruk pada ginjal. Hipertensi pada anak bisa dilacak lewat lebih dari sepuluh jenis pemeriksaan laboratorium. atau terserang alergi obat berat Sindrom Stevens-Johnson. pendidikan. yaitu 83 per 1.Bahaya hipertensi sesaat juga mengancam anak-anak yang mengalami luka bakar. jarang meliputi pernyataan tentang sebab-akibat hipertensi. Cegah Hipertensi dengan Pola Makan. atau bedah tumor. Hal senada terjadi pada anak leukemia. atau keracunan merkuri (Hg). hipertensi berat dan lama pada anak juga berkomplikasi pembengkakan jantung (decompesatio cordis). hiperlipidemia. foto kontras ginjal (intravenouspyelography). dan banyak variabel lain. feokromositoma. Selama gangguan ginjal hanya sesisi. koarktsi aorta. hipertensi biasanya pulih setelah penyebabnya disingkirkan. Perlu dicatat bahwa diagnosis hipertensi bergantung pada pengukuran tekanan darah dan bukan pada gejalayang dilaporkan pasien. foto aorta (aortagraphy). Sekarang. serta dapat mengakibatkan peningkatan insiden gagal ginjal.000 anggota rumah tangga. Hipertensi. Pevalensinya bervariasi menurut umur. jantung. dan riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskuler. muntah. Bahkan hipertensi ringan ( tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/ 90 mm Hg) pada orang dewasa muda dan setengah baya pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kerusakan organ akhir/ sasaran. Faktor-faktor risiko positif lainnya termasuk merokok. dan otak. kerusakan otak (encephalopathy). selain meminta foto paru-paru. jantung dan otak secara langsung berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. dan hipertensi. protein. dan relatif jarang pada wanita premenepous dibandingkan pada pria. Hipertensi arteri yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh-pembuluh darah di dalam ginjal. Diagnosis Diagnosis hipertensi didasarkan pada peningkatan tekanan darah yang terjadi pada pengukuran berulang. dengan USG (ultrasonography) dan MRI (magneticresonanceimaging) pelacakan itu jadi jauh lebih mudah. serta pada saat terjangkit polio. penyakit koroner. dan pembengkakan bintik buta (papil oedem) pada mata. Pada kenyataanya hipertensi lazimnya tanpa gejala ( asimptomatis ) sampai segera terjadi kerusakan organ akhir secara jelas atau bahkan telah terjadi kerusakan tersebut. dan garam tinggi tapi rendah serat pangan (dietary fiber). dan stroke. Risiko kerusakan organ akhir pada semua tingkat tekanan darah/ tingkat umur adalah lebih besar pada orangorang kulit hitam.Ir. membawa konsekuensi terhadap berkembangnya penyakit degeneratif (jantung. aneka kanker. osteoporosis.by:theDoctor Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang paling lazim. di samping pemeriksaan urine. Penurunan tekanan darah secara farmakologis yang efektif dapat mencegah kerusakan-kerusakan pembuluh darah dan terbukti menurunkan tingkat morbiditas dan mortalitas. ras. manifestasi kerusakan organ akhir yang terdeteksi pada saat diangnosis. Untuk itu perlu terapi antibiotika. Diagnosis digunakan sebagai prediksi terhadap konsekuensi yang dihadapi pasien. dan aldosteroneisme primer. kelumpuhan kedua tungkai akibat GullianBarre.DR.Made Astawan. Pada umumnya perempuan lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan dengan pria. Penelitian-penelitian epidemologis mengindikasikan bahwa resiko kerusakan ginjal.by:Depkes RI Oleh Prof. dan dehidrasi selain akibat kelebihan natrium (garam dapur). Etiologi hipertensi Penyebab hipertensi hanya dapat ditetapkan pada sekitar 10%-15% pasien. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1995 menunjukkan prevalensi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. diabetes mellitus. diabetes. Dokter perlu memeriksa bola mata bagian dalam (funduscopy. Seperti pada orang dewasa. perbaikan gangguan pembuluh darah kalau memungkinkan. Penting untuk mempertimbangkan penyebab khusus pada setiap kasus karena beberapa di antara mereka perlu dilakukan pembedahan secara definitif : kontriksi arteri ginjal.

Jenis Hipertensi Penyakit hipertensi sering disebut sebagai the silent disease. Golongan kedua adalah hipertensi sekunder yang penyebabnya boleh dikatakan telah pasti. Natrium dan klorida merupakan ion utama cairan ekstraseluler. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi adalah kerusakan ginjal. Hipertensi primer artinya hipertensi yang belum diketahui penyebabnya dengan jelas. Umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Selanjutnya oleh hormon. Ambang Batas Rasa Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. penggolongan tekanan darah serta saran yang dianjurkan adalah seperti pada Tabel 1. renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I. dan terganggunya keseimbangan hormon yang merupakan faktor pengatur tekanan darah. Cara ketiga. serta konsumsi alkohol dan garam). Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler.75 gram per hari) dan berat (kurang dari 1.25-3. Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik dan aktivitas fisik yang cukup. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang dan menyedot darah kembali (pembuluh nadi mengempis kosong). volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian intraseluler. Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Cara pertama adalah diet rendah garam. dan lain-lain. Secara umum seseorang dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darah sistolik/diastoliknya melebihi 140/90 mmHg (normalnya 120/80 mmHg). sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis). Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi di hati. ACE memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. yang umumnya lebih tinggi di luar Pulau Jawa dan Bali. Mekanisme Terjadinya Hipertensi Gejala-gejala hipertensi antara lain pusing. seperti bertambahnya umur.Prevalensinya di daerah luar Jawa dan Bali lebih besar dibandingkan di kedua pulau itu. terutama konsumsi garam. Berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer. yaitu primer dan sekunder. Untuk mengencerkannya. keluar darah dari hidung secara tiba-tiba. Hipertensi dapat dikelompokkan dalam dua kategori besar. Cara kedua. jenis kelamin. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama. dan umur) dan yang dapat dikontrol (seperti kegemukan. Tekanan darah normal (normotensif) sangat dibutuhkan untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dengan meningkatnya ADH. stres psikologis. Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting pada ginjal. volume darah meningkat. Akibatnya. diet rendah kolesterol dan lemak terbatas. tengkuk terasa pegal. pemakaian kontrasepsi oral. pecahnya pembuluh darah di otak. Hal tersebut terkait erat dengan pola makan. natrium memegang peranan penting terhadap timbulnya hipertensi. merokok.5 gram per hari). Sistolik adalah tekanan darah pada saat jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi (saat jantung mengkerut). misalnya ginjal yang tidak berfungsi.25 gram per hari). yaitu untuk mengangkut oksigen dan zat-zat gizi. Penyakit ini dikenal juga sebagai heterogeneous group of disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur dan kelompok sosial-ekonomi. kurang olahraga. Oleh ACE yang terdapat di paruparu. muka merah. Dan keempat. dan hereditas (keturunan). Berdasarkan diastolik dan sistolik. yang terdiri dari diet ringan (konsumsi garam 3. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. angiotensin I diubah menjadi angiotensin II. pendarahan pada selaput bening (retina mata). Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. diet tinggi serat. . Pengaturan menu bagi penderita hipertensi dapat dilakukan dengan empat cara. menengah (1.75-7. serta kelumpuhan. sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. diet rendah energi (bagi yang kegemukan). Sekitar 90 persen pasien hipertensi diperkirakan termasuk dalam kategori ini. sakit kepala. Faktor pemicu hipertensi dapat dibedakan atas yang tidak dapat dikontrol (seperti keturunan. Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah.

Sumber kalium yang baik adalah buah-buahan. Sewaktu Anda sedang berolahraga atau merasa gembira. Dalam kenyataannya. Karena itu disarankan untuk mengurangi konsumsi natrium/sodium. restoran. Pencatatan tekanan darah Anda tidak selalu sama. Made Astawan. Dengan demikian. dan lain-lain. Untuk menormalkannya. Sumber natrium yang juga perlu diwaspadai adalah yang berasal dari penyedap masakan (MSG). jumlah tekanan di dalam arteri sewaktu jantung beristirahat. dan sodium karbonat. Dari data tersebut tampak bahwa proses pengolahan menyebabkan tingginya kadar natrium di dalam bahan. konsumsi berlebih karena budaya masak-memasak masyarakat kita yang umumnya boros menggunakan garam. Contoh lain adalah rasio kalium terhadap natrium pada kentang bakar 100:1. rasio kalium terhadap natrium pada tomat segar adalah 100:1. Tekanan darah Anda merupakan ukuran tekanan atau gaya di dalam arteri Anda dengan setiap denyut jantung. penjual makanan. Usia. soto. DR. banyak bahan pangan yang memiliki kandungan kalium dengan rasio lebih tinggi dibandingkan dengan natrium. Imbangi Kalium Berbeda halnya dengan natrium. sehingga cenderung menarik cairan dari bagian ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah. yang membawa darah ke seluruh tubuh. Konsumsi kalium yang banyak akan meningkatkan konsentrasinya di dalam cairan intraseluler. Sumber natrium/sodium yang utama adalah natrium klorida (garam dapur). bubur ayam. darah dipompa keluar dari jantung ke dalam pembuluh darah. sehingga berdampak kepada timbulnya hipertensi. Sebagai contoh. Hampir semua ibu rumah tangga. Bagaimana tekanan darah diukur? Seorang dokter atau perawat dapat mendengar tekanan darah Anda dengan menempatkan stetoskop di arteri Anda dan memompa sabuk yang dilingkarkan di lengan Anda. dengan seenaknya menambahkannya ke dalam mangkok tanpa takaran yang jelas. seperti pisang. Rasio konsumsi natrium dan kalium yang dianjurkan adalah 1:1. Indra perasa kita sejak kanak-kanak telah dibiasakan untuk memiliki ambang batas yang tinggi terhadap rasa asin.7 salad kentang. dan 1:1. dan penyedia jasa katering selalu menggunakannya. menjadi 10:9 pada keripik. Secara alami. Cara kerja kalium adalah kebalikan dari natrium. Tekanan darah dibaca pada meter khusus. sehingga cenderung menaikkan tekanan darah. sehingga volume cairan ekstraseluler meningkat. Apakah pembacaan tekanan darah yang normal?     . jumlah tekanan terhadap dinding arteri setiap waktu jantung berkontraksi atau menekan darah keluar dari jantung.by:TheCardiacCenter Apakah tekanan darah itu? Dengan setiap denyut jantung. Tercatat sebagai dua angka: Tekanan darah sistolik angka pertama. Rasio tersebut kemudian menjadi terbalik akibat proses pengolahan yang banyak menambahkan garam ke dalamnya. setara dengan satu sendok teh. Tekanan darah diastolik angka kedua. dan lain-lain). Jika Anda beristirahat. sehingga penjual bakso. sehingga sulit untuk dapat menerima makanan yang agak tawar. tekanan darah Anda naik. menjadi 10:6 pada tomat kaleng dan 1:28 pada saus tomat. dan lain-lain. tekanan darah Anda lebih rendah. dan perubahan posisi juga dapat mempengaruhi tekanan darah. jeruk. Konsumsi garam ini sulit dikontrol.Guru Besar Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB) Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi). Ir. kalium (potassium) merupakan ion utama di dalam cairan intraseluler. Meningkatnya volume cairan ekstraseluler tersebut menyebabkan meningkatnya volume darah. konsumsi natrium perlu diimbangi dengan kalium. Penggunaan MSG di Indonesia sudah begitu bebasnya. Konsumsi garam dapur (mengandung iodium) yang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram per hari. Ini merupakan reaksi normal terhadap perubahan dalam aktivitas atau emosi. Budaya penggunaan MSG sudah sampai pada taraf yang sangat mengkhawatirkan. cairan intraseluler ditarik ke luar. obat-obatan. penyedap masakan (monosodium glutamat = MSG). MS. terutama jika kita terbiasa mengonsumsi makanan di luar rumah (warung. (Prof. dan di antara denyut jantung.Konsumsi natrium yang berlebih menyebabkan konsentrasi natrium di dalam cairan ekstraseluler meningkat. hotel.

angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Jika Anda mempunyai penyakit diabetes atau penyakit ginjal kronis. Hipertensi biasanya terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau ke atas. Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai "normal". Jika tidak diobati. Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Apakah tekanan darah tinggi (Hipertensi) itu? Tekanan darah tinggi juga disebut hipertensi. dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis.Untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler(jantung dan pembuluh darah) . diukur di kedua lengan tiga kali dalam jangka beberapa minggu. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor resiko untuk stroke. Pada tekanan darah tinggi. Mengapa saya perlu mengobati tekanan darah tinggi? Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi. tekanan darah yang normal bagi mereka yang tidak minum obat tekanan darah seharusnya kurang dari 120/80. gagal jantung dan aneurisma arterial. serangan jantung. Jika anda mempunyai tekanan darah tinggi: Makan diet yang rendah sodium (garam)) dan lemak Pertahankan berat badan ideal Anda Berhenti merokok Ikuti program olahraga yang teratur Batasi konsumsi alkohol tak lebih dari 1 kali minum per hari Minum obat tekanan darah Anda sebagaimana yang ditunjuk Periksa tekanan darah secara teratur untuk melihat kemajuan Anda. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik). akan mengakibatkan: Stroke Serangan jantung Membesarnya jantung Gagal jantung Penyakit ginjal Apakah Anda mempunyai risiko bertekanan darah tinggi? Tekanan darah tinggi lebih umum pada: Mereka yang mempunyai anggota keluarga yang mempunyai sejarah tekanan darah tinggi. penyakit kardiovaskuler atau diabetes Mereka yang berusia 60 tahun dan lebih tua Wanita yang minum obat kontrasepsi oral Mereka yang mempunyai kelebihan berat badan Apakah yang harus dilakukan jika Anda mempunyai tekanan darah tinggi? Sasaran terapi adalah untuk menurunkan tekanan darah Anda sampai kurang dari 120/80. Tekanan darah Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. sasarannya adalah 130/80. [sunting] Klasifikasi .by:Wikipedia Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama).

Kategori Normal Normal tinggi Stadium 1 (Hipertensi ringan) Stadium 2 (Hipertensi sedang) Stadium 3 (Hipertensi berat) Stadium 4 (Hipertensi maligna) Klasifikasi Tekanan Darah Pada Dewasa Tekanan Darah Tekanan Darah Diastolik Sistolik 85 mmHg . Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal. tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi "vasokonstriksi". sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap sebagai faktor resiko dan sebaiknya diberikan perawatan. Volume darah dalam tubuh meningkat. tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. sehingga tekanan darah juga meningkat. y Sebaliknya. Sejalan dengan bertambahnya usia. Dengan cara yang sama. Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal dan sistem saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengatur . yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.130 mmHg Untuk para lansia tekanan diastolik 140 mmHg masih dianggap normal.95 mmHg 120 mmHg . kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis. Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun. hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah. 130-139 mmHg 85-89 mmHg 140-159 mmHg 90-99 mmHg 160-179 mmHg 100-109 mmHg 180-209 mmHg 210 mmHg atau lebih 110-119 mmHg 120 mmHg atau lebih Pada hipertensi sistolik terisolasi. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut. [sunting] Pengaturan tekanan darah Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara: y y Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku. jika: y y y Aktivitas memompa jantung berkurang Arteri mengalami pelebaran Banyak cairan keluar dari sirkulasi Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil. Inilah yang terjadi pada usia lanjut.

yang untuk sementara waktu akan: y y meningkatkan tekanan darah selama respon fight-or-flight (reaksi fisik tubuh terhadap ancaman dari luar) meningkatkan kecepatan dan kekuatan denyut jantung. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati. yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi. jantung dan ginjal. Misalnya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis) bisa menyebabkan hipertensi. Jika tekanan darah menurun. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif. Sistem saraf otonom Sistem saraf simpatis merupakan bagian dari sistem saraf otonom. mata. wajah kemerahan dan kelelahan.berbagai fungsi tubuh secara otomatis). sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali ke normal. y y [sunting] Gejala Pada sebagian besar penderita. perdarahan dari hidung. ginjal akan mengurangi pembuangan garam dan air. yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron. Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah. Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut renin. y y Ginjal merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah. yang merangsang jantung dan pembuluh darah. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala. ginjal akan menambah pengeluaran garam dan air. juga mempersempit sebagian besar arteriola. Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. yang akan menyebabkan berkurangnya volume darah dan mengembalikan tekanan darah ke normal. meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). pusing. karena itu berbagai penyakit dan kelainan pda ginjal bisa menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. [sunting] Penyebab hipertensi . sehingga akan meningkatkan volume darah dalam tubuh melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin). maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal. yang memerlukan pasokan darah yang lebih banyak) mengurangi pembuangan air dan garam oleh ginjal. tetapi memperlebar arteriola di daerah tertentu (misalnya otot rangka. yang memicu pembentukan hormon angiotensi. hipertensi tidak menimbulkan gejala. Perubahan fungsi ginjal Ginjal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara: y Jika tekanan darah meningkat. yang memerlukan penanganan segera. bisa timbul gejala berikut: y y y y y y y sakit kepala kelelahan mual muntah sesak nafas gelisah pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak.

is a medical condition in which the blood pressure is chronically elevated. heart failure and arterial aneurysm. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi). Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder: 1. defined as mean arterial pressures 50% or more above average. 2. such as kidney disease or certain tumors (especially of the adrenal gland). Hypertension can be classified as either essential (primary) or secondary. gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga). Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab. the word "hypertension" without a qualifier usually refers to arterial hypertension. Persistent hypertension is one of the risk factors for strokes. maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.[2] . Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma. stres. penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB). Jika penyebabnya diketahui. beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah. commonly referred to as "high blood pressure" or HTN. Penyakit Ginjal o Stenosis arteri renalis o Pielonefritis o Glomerulonefritis o Tumor-tumor ginjal o Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan) o Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal) o Terapi penyinaran yang mengenai ginjal Kelainan Hormonal o Hiperaldosteronisme o Sindroma Cushing o Feokromositoma Obat-obatan o Pil KB o Kortikosteroid o Siklosporin o Eritropoietin o Kokain o Penyalahgunaan alkohol o Kayu manis (dalam jumlah sangat besar) Penyebab Lainnya o Koartasio aorta o Preeklamsi pada kehamilan o Porfiria intermiten akut o Keracunan timbal akut. jika stres telah berlalu. a person can expect to live no more than a few years unless appropriately treated.[1] While it is formally called arterial hypertension. Pada sekitar 1-2%. 3. by:wikipedia Hypertension. At severely high pressures. maka disebut hipertensi sekunder. 4. penyebabnya adalah penyakit ginjal. and is a leading cause of chronic renal failure. Even moderate elevation of arterial blood pressure leads to shortened life expectancy. heart attacks. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu. yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin). Essential hypertension indicates that no specific medical cause can be found to explain a patient's condition. alkohol atau garam dalam makanan. secondary to) another condition. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain.e. Kegemukan (obesitas). Secondary hypertension indicates that the high blood pressure is a result of (i. 2. Hipertensi. bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi.Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis : 1.

and Treatment of High Blood Pressure[4] has defined blood pressure 120/80 mmHg to 139/89 mmHg as "prehypertension. There is salt as sodium outside every cell in your body. Low-renin hypertension is more common in African Americans than Caucasians and may explain why they tend to respond better to diuretic therapy than drugs that interfere with the renin-angiotensin system. and/or their diastolic blood pressure is consistently 90 mmHg or greater. Your kidneys remove excess salt and water from your blood. under-recognized cause of hypertension. both of which are excreted as urine. Insulin also exhibits vasodilatory properties. Salt sensitivity Sodium is an environmental factor that has received the greatest attention. Even higher numbers are considered diagnostic using home blood pressure monitoring devices. Insulin resistance and/or hyperinsulinemia have been suggested as being responsible for the increased arterial pressure in some patients with hypertension. sodium and chloride--in the body depend on how much excess salt (or salty foods) is eaten in a specific time versus how well the kidneys functioned. This is due to the fact that increasing amounts of salt in a person's bloodstream causes the body to draw more water. Thirst/ADH and Aldosterone --> Increased Sodium Reabsorption in the Kidneys (DCT and CD) --> Increased Blood Pressure. The effects of excess amounts of salt--a compound containing 2 minerals. insulin may stimulate sympathetic activity without elevating mean arterial pressure. Your kidneys are responsible for regulating salt and water levels in your body. Detection. Approximately 60% of the essential hypertension population is responsive to sodium intake[citation needed]. Evaluation." In patients with diabetes mellitus or kidney disease studies have shown that blood pressure over 130/80 mmHg should be considered high and warrants further treatment.[5] It is often best . Its main purpose is to regulate the levels of glucose in the body antagonistically with glucagon through negative feedback loops. The range of renin activity observed in hypertensive subjects tends to be broader than in normotensive individuals. the Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention. as of 2003. Your heart can get weaker or worn out from the extra work. which is filtered by your kidneys. fluid builds up around cells and in your blood. the excess is drawn into your blood.Hypertension is considered to be present when a person's systolic blood pressure is consistently 140 mmHg or greater. in order to dilute blood salinity. This feature is now widely recognized as part of syndrome X. the increased sympathetic neural activity may over-ride the vasodilatory effects of insulin. water is attracted from around the cells (in muscles and organs) and into the blood. in more extreme conditions such as that of the metabolic syndrome. In normotensive individuals. it is a designation chosen to identify individuals at high risk of developing hypertension. In consequence. [edit] Insulin resistance Insulin is a polypeptide hormone secreted by the pancreas. [edit] Role of renin Renin is a hormone secreted by the juxtaglomerular cells of the kidney and linked with aldosterone in a negative feedback loop. Salt has been blamed in the past as causing high blood pressure. When salt and water levels increase around cells. When your kidneys don't work well. [edit] Sleep apnea Sleep apnea is a common. The Mayo Clinic website specifies blood pressure is "normal if it's below 120/80" but that "some data indicate that 115/75 mm Hg should be the gold standard. New research suggests that too little calcium or potassium also has an impact on blood pressure.[3] Recently. However. When the salt content of the blood elevates. When the salt content of the fluid around your cells goes up. If there is more fluid in your blood. Your heart is the pump that pushes your blood around. it attracts water from your blood and swelling occurs." Prehypertension is not a disease category. High Renin levels predispose to Hypertension: Increased Renin --> Increased Angiotensin II --> Increased Vasoconstriction. some hypertensive patients have been defined as having low-renin and others as having essential hypertension. your heart has to work harder and your blood pressure can go up because there is more pressure on the walls of your blood vessels. or the metabolic syndrome. increasing the pressure on the blood vessel walls. rather.

making blood vessels stiffer. Most of these studies support the concept that the inheritance is probably multifactorial or that a number of different genetic defects each have an elevated blood pressure as one of their phenotypic expressions. Adrenal hypertension Hypertension is a feature of a variety of adrenal cortical abnormalities.[citation needed] Data supporting this view emerge from animal studies as well as in population studies in humans. The decrease in blood pressure was equal to taking two blood-pressure drugs at once. online edition (2007-04-14)] Age Over time. which results in peripheral vasoconstriction and cardiac stimulation. the number of collagen fibers in artery and arteriole walls increases. The study showed a significant lowering of blood pressure in hypertensive patients after only one chiropractic adjustment of the atlas vertebra. In primary aldosteronism there is a clear relationship between the aldosteroneinduced sodium retention and the hypertension. Renal hypertension Hypertension produced by diseases of the kidney. especially NSAIDS (Motrin/ibuprofen) and steroids can cause hypertension. with genetic heritability averaging 30%. or weight loss. More than 50 genes have been examined in association studies with hypertension. if corrected. Coarctation of the aorta Drugs Certain medications. The study showed a decrease in blood pressure immediately following the adjustment as well as a full eight weeks following the adjustment. UPPP. and the number is constantly growing. but other approaches include the Mandibular advancement splint (MAS).treated with nocturnal nasal continuous positive airway pressure. which itself is a cause of hypertension. it is thought that decreased perfusion of renal tissue due to stenosis of a main or branch renal artery activates the renin-angiotensin system. can a specific cause be identified. Imported licorice (Glycyrrhiza glabra) inhibits the 11hydroxysteroid hydrogenase enzyme (catalyzes the reaction of cortisol to cortison) which allows cortisol to stimulate the Mineralocorticoid Receptor (MR) which will lead to effects similar to hyperaldosteronism. These are not to be confused with the disease called hypertension in which there is an intrinsic physiopathological mechanism as described below. These individuals will probably have an endocrine or renal defect that. In patients with pheochromocytoma increased secretion of catecholamines such as epinephrine and norepinephrine by a tumor (most often located in the adrenal medulla) causes excessive stimulation of [adrenergic receptors]. . [edit] Spinal Misalignment Another under-recognized cause of hypertension is the misalignment of vertebrae within the spinal column. sinus surgery. and so a raised mean arterial blood pressure. [edit] Etiology of secondary hypertension Only in a small minority of patients with elevated arterial pressure. This is known as renovascular hypertension. tonsilectomy. [edit] Other etiologies There are some anecdotal or transient causes of high blood pressure. [6] [edit] Genetics Hypertension is one of the most common complex disorders. adenoidectomy. specifically the atlas vertebra. Hypertension can also be produced by diseases of the renal arteries supplying the kidney. With the reduced elasticity comes a smaller cross-sectional area in systole. This includes diseases such as polycystic kidney disease or chronic glomerulonephritis. The Journal of Human Hypertension published the results of a clinically controlled trial in which patients with hypertension and a misaligned atlas vertebra were chosen to undergo chiropractic treatment. could bring blood pressure back to normal values. [Reference: Harrisons Internal Medicine. This diagnosis is confirmed by demonstrating increased urinary excretion of epinephrine and norepinephrine and/or their metabolites (vanillylmandelic acid).

leading to increased stress responses. What is known is that cardiac output is raised early in the disease course. and nausea and vomiting (hypertensive encephalopathy). it is called malignant hypertension. stress and anxiety. Accelerated hypertension is associated with somnolence. The only test for hypertension is a blood pressure measurement. Hypertension in isolation usually produces no symptoms although some people report headaches. fatigue. Three theories have been proposed to explain this: y Inability of the kidneys to excrete sodium. it alone does not cause it. [edit] Complications While elevated blood pressure alone is not an illness. Ref:-1)Elevated risk of high blood pressure: climate and the inverse housing law Richard Mitchell. The increase in blood volume leads to hypertension. it is called hypertensive emergency.damage to the retina . but prolonged hospitalization is not necessarily required. confusion. These typically only surface with a systolic blood pressure over 240 mmHg and/or a diastolic blood pressure over 120 mmHg. over time cardiac output drops to normal levels but TPR is increased. it often requires treatment due to its short. When hypertension causes increased intracranial pressure.by healthcare professionals during a routine checkup. but in absence of raised intracranial pressure. visual disturbances.and long-term effects on many organs.Inverse housing law People resident in relatively cold areas who also live in worse quality housing are more likely to be prone to diastolic hypertension. [10] Malignant hypertension (or accelerated hypertension) is distinct as a late phase in the condition. These pressures without signs of end-organ damage (such as renal failure) are termed "accelerated" hypertension. resulting in natriuretic factors such as Atrial Natriuretic Factor being secreted to promote salt excretion with the side-effect of raising total peripheral resistance. An overactive renin / angiotension system leads to vasoconstriction and retention of sodium and water. Hypertension is often confused with mental tension. and may present with headaches.[7][8][9] [edit] Signs and symptoms Hypertension is usually found incidentally . which is visible on ophthalmoscopic examination of the retina."case finding" . blurred vision. Increased intracranial pressure causes papilledema. facial flushing or tinnitus. Hypertension under this circumstance needs to be controlled. dizziness.International Journal of Epidemiology 2002. David Blane and Mel Bartley. When end-organ damage is possible or already ongoing. y y It is also known that hypertension is highly heritable and polygenic (caused by more than one gene) and a few candidate genes have been postulated in the etiology of this condition. those associated with essential (primary) hypertension are far less understood. An overactive sympathetic nervous system. [11] [edit] Hypertensive urgencies and emergencies Hypertension is rarely severe enough to cause symptoms. and are outlined at secondary hypertension. The risk is increased for: y y y y Cerebrovascular accident (CVAs or strokes) Myocardial infarction (heart attack) Hypertensive cardiomyopathy (heart failure due to chronically high blood pressure) Hypertensive retinopathy . While chronic anxiety and/or irritability is associated with poor outcomes in people with hypertension.31:831-838 Acromegaly [edit] Pathophysiology Most of the secondary mechanisms associated with hypertension are generally fully understood. with total peripheral resistance (TPR) normal. blurred vision and end-organ damage. However.

Cuff size is also important. and the higher pressure arm preferred for subsequent measurements. Systolic pressure is the pressure reading at the onset of the sounds described by Korotkoff (Phase one). Routine measurements done in medical offices of patients with known hypertension may incorrectly diagnose 20% of patients with uncontrolled hypertension [15] Home blood pressure monitoring can provide a measurement of a person's blood . [edit] Children and adolescents As with adults. HELLP syndrome and eclampsia. such as those found in many cold medications. as may the effectiveness of treatment.y Hypertensive nephropathy . up to 10% develop hypertension of pregnancy. An initial measurement should include both arms. supporting data are lacking. The patient should not be on any adrenergic stimulants. the person taking the measurement should be careful to inflate the cuff suitably above anticipated systolic pressure. Two measurements should be made at least 5 minutes apart. BP varies with time of day. It varies between individuals and within individuals from day to day and at various times of the day. Renal parenchymal disease is the most common (60 to 70 percent) cause of hypertension. Most childhood hypertension. a third reading should be done. Exceptionally. if there is a discrepancy of more than 5 mmHg. The BP should at some time have been measured in each arm. measurements in control of hypertension should be at least 1 hour after caffeine. Analysis of this is rare at present. Automated machines are commonly used and reduce the variability in manually collected readings [14]. making up 85 to 95 percent of cases. In elderly patients who particularly when treated may show orthostatic hypotension. measuring lying sitting and standing BP may be useful. Diastolic pressure is then recorded as the pressure at which the sounds disappear (K5) or sometimes the K4 point. The bladder should encircle and cover two-thirds of the length of the arm. is secondary to an underlying disorder. if the elevation is extreme. blood pressure is a variable parameter in children. and.chronic renal failure due to chronically high blood pressure [edit] Pregnancy Main article: Hypertension of pregnancy Although few women of childbearing age have high blood pressure. particularly in preadolescents. The person should inflate the cuff to 200 mmHg and then slowly release the air while palpating the radial pulse. the cuff should be reinflated to 30 mmHg higher than the pressure at which the radial pulse was no longer palpable. A stethoscope should be placed lightly over the brachial artery. where the sound is abruptly muffled. or end-organ damage is present then the diagnosis may be applied and treatment commenced immediately. While generally benign. After one minute. Usually this requires three separate measurements at least one week apart. The cuff should be at the level of the heart and the cuff should be deflated at a rate of 2 to 3 mmHg/s. The patient should be sitting for a minimum of five minutes. For instance. 30 minutes after smoking and without any stress. Adolescents usually have primary or essential hypertension. it may herald three complications of pregnancy: pre-eclampsia. Obtaining reliable blood pressure measurements relies on following several rules and understanding the many factors that influence blood pressure reading[13]. the risk of developing left ventricular hypertrophy. [12] [edit] Diagnosis [edit] Measuring blood pressure Diagnosis of hypertension is generally on the basis of a persistently high blood pressure. and archetypes used to record the data should include the time taken. however. The readings should then be averaged. Followup and control with medication is therefore often necessary. The epidemic of childhood obesity. and evidence of the early development of atherosclerosis in children would make the detection of and intervention in childhood hypertension important to reduce long-term health risks. When taking manual measurements.

Chest X-ray . Secondary hypertension is more common in preadolescent children. It may also be used to monitor the effects of medication or lifestyle changes taken to lower or regulate blood pressure levels. potassium) Glucose . secondary hypertension Once the diagnosis of hypertension has been made it is important to attempt to exclude or identify reversible (secondary) causes. Primary or essential hypertension is more common in adolescents and has multiple risk factors.pressure at different times throughout the day and in different environments.to identify diabetes mellitus Cholesterol y y y Additional tests often include: y y Testing of urine samples for proteinuria . that means your blood pressure goes up when you're at the doctor's office. Monitoring at home will help you measure your true blood pressure and can provide your doctor with a log of blood pressure measurements over time. [17] y [edit] Investigations commonly performed in newly diagnosed hypertension Tests are undertaken to identify possible causes of secondary hypertension. Diabetes and raised cholesterol levels being additional risk factors for the development of cardiovascular disease are also tested for as they will also require management. Electrocardiogram (EKG/ECG) .to identify both underlying renal disease as a cause of hypertension and conversely hypertension causing onset of kidney damage. Recently (2004). including obesity and a family history of hypertension. such as at home and at work. Nevertheless the Framingham work has been an important element of UK health policy. Home monitoring may assist in the diagnosis of high or low blood pressure. To the extent that people are similar this seems reasonable. with most cases caused by renal disease.again for signs of cardiac enlargement or evidence of cardiac failure. y [edit] Epidemiology The level of blood pressure regarded as deleterious has been revised down during years of epidemiological studies. it is part of the metabolic "syndrome X" in patients with insulin resistance: it occurs in combination with diabetes mellitus (type 2). combined hyperlipidemia and central obesity. and seek evidence for end-organ damage to the heart itself or the eyes (retina) and kidneys. Western Australia have been widely applied. Also may show resulting thickening of the heart muscle (left ventricular hypertrophy) or of the occurrence of previous silent cardiac disease (either subtle electrical conduction disruption or even a myocardial infarction). The reasons are unclear. The results from Framingham and of similar work in Busselton. Electrolytes (sodium. A widely quoted and important series of such studies is the Framingham Heart Study carried out in an American town: Framingham.for evidence of the heart being under strain from working against a high blood pressure. Massachusetts. Often. This is helpful in diagnosing and preventing potential health problems. [edit] Treatment . the Framingham figures have been found to overestimate risks for the UK population considerably." [edit] Distinguishing primary vs. Home monitoring of blood pressure can also assist in the diagnosis of white coat hypertension.again to pick up underlying kidney disease or evidence of hypertensive renal damage. Blood tests commonly performed include: y Creatinine (renal function) . but there are known to be genetic variations in the most effective drugs for particular sub-populations. "You may have what's called 'white coat hypertension'. The American Heart Association[16] states. y Over 90% of adult hypertension has no clear cause and is therefore called essential/primary hypertension. Also a baseline for later monitoring the possible side-effects of certain antihypertensive drugs.

such as stroke and heart attack. and Steven Spencer on what they term "stereotype threat". and nuts have the added . . "Several of the studies suggest that higher blood pressure levels are associated with the tendency not to recall or report occurrences identified as racist and discriminatory."[18] In other words. but blood pressure (especially systolic) always transiently increases following alcohol and/or nicotine consumption. Joshua Aronson. Many people choose to use a salt substitute to reduce their salt intake. vegetables. The decrease in blood pressure was equal to taking two antihypertensive drugs at once. Jacobson's Progressive Muscle Relaxation and biofeedback are also used [1] particularly device guided paced breathing [2] [3]. The study showed a significant lowering of blood pressure in hypertensive patients after only one chiropractic adjustment of the atlas vertebra. Additional dietary changes beneficial to reducing blood pressure includes the DASH diet (Dietary Approaches to Stop Hypertension). failing to recognize instances of racism has a direct impact on the blood pressure of the person experiencing the racist event. Sadiki Hall. The Journal of Human Hypertension published the results of a clinically controlled trial in which patients with hypertension and a misaligned atlas vertebra were chosen to undergo chiropractic treatment. and James Taliaferro describe how a growing body of research has explored the impact of encounters with racism or discrimination on physiological activity. This diet is shown effective based on National Institutes of Health sponsored research. which is rich in fruits and vegetables and low fat or fat-free dairy foods. Discontinuing tobacco smoking and alcohol drinking has been shown to lower blood pressure. The exact mechanisms are not fully understood. Fruits. This has also been shown to be highly effective in reducing blood pressure. that reduces environmental stress. Reducing sodium (salt) diet is proven very effective: it decreases blood pressure in about 60% of people (see above). Regular mild exercise improves blood flow and helps to reduce resting heart rate and blood pressure. which treats disorders by diagnosing and treating mechanical disorders of the spine. These steps are highly effective in reducing blood pressure. [6] . y y y y [edit] Impact of race See also: Race and health In a summary of recent research Jules P. Besides. The interaction between high blood pressure and racism has also been documented in studies by Claude Steele. such as meditation. In addition. Note that coffee drinking (caffeine ingestion) also increases blood pressure transiently. high sound levels and over-illumination can be an additional method of ameliorating hypertension. but does not produce chronic hypertension. jogging) are recommended as the first steps in treating mild to moderate hypertension. has shown positive results in the treatment of hypertension.[edit] Lifestyle modification (nonpharmacologic treatment) y Weight reduction and regular aerobic exercise (e. although drug therapy is still necessary for many patients with moderate or severe hypertension to bring their blood pressure down to a safe level. . abstention from cigarette smoking is important for people with hypertension because it reduces the risk of many dangerous outcomes of hypertension. Harrell. an increase in daily calcium intake has the benefit of increasing dietary potassium. The study showed a decrease in blood pressure immediately following the adjustment as well as a full eight weeks following the adjustment. Obviously.g. Relaxation therapy. Blood pressure in the group receiving chiropractic was lowered by an average of 17mmHg BP systolic and 10mmHg diastolic BP. the effectiveness of relaxation therapy relies on the patient's attitude and compliance. which theoretically can offset the effect of sodium and act on the kidney to decrease blood pressure. Investigators have reported that physiological arousal is associated with laboratory analogues of ethnic discrimination and mistreatment.[19] [edit] Chiropractic Chiropractic.

this is because they are off-patent and thus rarely promoted by the drug industry. metoprolol (Lopressor. enalapril. valsartan (Diovan).[23][24] [edit] Choice of initial medication Which type of many medications should be used initially for hypertension has been the subject of several large studies and various national guidelines.[25] Whilst a subsequent smaller study (ANBP2) did not show this small difference in outcome and actually showed a slightly better outcome for ACE-inhibitors in older white male patients.[26] Whilst thiazides are cheap. the use of thiazides as first line treatment for essential hypertension has been repeatedly questioned and strongly disencouraged. and reduces the likelihood of dementia. The aim of treatment should be blood pressure control to <140/90 mmHg for most patients. Calcium channel blockers such as nifedipine (Adalat®)[20] amlodipine (Norvasc).[27] Due to their metabolic impact (hypercholesterinemia. impairment of glucose tolerance. or terazosin Beta blockers such as atenolol. Pritor). fosinopril (Monopril). chlortalidone. Regarding cardiovascular outcomes. of coronary heart disease by 15-20%. and mortality from vascular disease. which ² by varying means ² act by lowering blood pressure. and lower in certain contexts such as diabetes or kidney disease (some medical professionals recommend keeping levels below 120/80 mmHg). verapamil Direct renin inhibitors such as aliskiren (Tekturna) Diuretics: eg. increased risk of developing Diabetes mellitus type 2). lisinopril (Zestril). together called antihypertensives. quinapril. bendroflumethiazide. Toprol-XL). the ALLHAT study showed a slightly better outcome and cost-effectiveness for the thiazide diuretic chlortalidone compared to other anti-hypertensives in an ethnically mixed population.[4] Each added drug may reduce the systolic blood pressure by 5-10 mmHg. so often multiple drugs are necessary to achieve blood pressure control. ramipril (Altace) Angiotensin II receptor antagonists: eg. telmisartan (Micardis. candesartan (Atacand) Alpha blockers such as doxazosin. they are not prescribed as often as some newer drugs. heart failure. as they have been shown to both reduce . losartan (Cozaar). An example is the use of ACE-inhibitors in diabetic patients who have evidence of kidney disease. prazosin.[28] [29] [30] Physicians may start with non-thiazide antihypertensive medications if there is a compelling reason to do so. propranolol. labetalol. and recommended as the best first-line drug for hypertension by many experts. diltiazem. Evidence suggests that reduction of the blood pressure by 5-6 mmHg can decrease the risk of stroke by 40%.[21][22] For example: y y Less than 7% of young white patients responded to a diuretic (hydrochlorothiazide) Only 6% of older black patients responded to an ACE inhibitor (captopril) The effect of age and race are in part due to differences in plasma renin activity. Commonly used drugs include: y y ACE inhibitors such as captopril.[edit] Medications Main article: Antihypertensive There are many classes of medications for treating hypertension. irbesartan (Avapro). Arguably. effective. hydrochlorothiazide (also called HCTZ) Combination products (which usually contain HCTZ and one other drug) y y y y y y [edit] Influence of age and race on medication efficacy A randomized controlled trial by the Veterans Affairs Cooperative Study Group on Antihypertensive Agents reported the influence of patient age and race on the proportion of patients whose blood pressure was controlled by different agents.

140 over 90 (written as 140/90). High blood pressure is more common in African Americans than Caucasians. It is considered high if it is consistently over 90. the pressure inside blood vessels when the heart is at rest. This is called essential hypertension. and the levels of different body hormones. y y The top number is your systolic pressure. the condition of your kidneys. Too much salt in your diet can lead to high blood pressure. The bottom number is your diastolic pressure. You have a higher risk of high blood pressure if you have a family history of the disease. High blood pressure can affect all types of people. Either or both of these numbers may be too high. High blood pressure.blood pressure and slow the progression of diabetic nephropathy. [edit] Advice in the United Kingdom The risk of beta-blockers provoking type 2 diabetes led to their downgrading to fourthline therapy in the United Kingdom in June 2006[32]. you are more likely to develop high blood pressure at some point. Secondary hypertension may also be due to: y y y y y y y y Adrenal gland tumor Alcohol poisoning Anxiety and stress Appetite suppressants Arteriosclerosis Birth control pills Certain cold medicines Coarctation of the aorta . beta blockers and ACE-inhibitors both lower blood pressure and protect heart muscle over a lifetime.[33] [edit] Advice in the United States The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention. See also: Blood pressure Causes Return to top Blood pressure measurements are the result of the force of the blood produced by the heart and the size and condition of the arteries. or medication is called secondary hypertension. habit. Pre-hypertension is when your systolic blood pressure is between 120 and 139 or your diastolic blood pressure is between 80 and 89 on multiple readings. or blood vessels. Blood pressure . It is considered high if it is consistently over 140. Detection. Many factors can affect blood pressure. If you have prehypertension. including how much water and salt you have in your body. HBP. in the revised national guidelines. Blood pressure readings are measured in millimeters of mercury (mmHg) and usually given as 2 numbers. and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7) in the United States recommends starting with a thiazide diuretic if single therapy is being initiated and another medication is not indicated. For example.[31] In patients with coronary artery disease or a history of a heart attack. Most of the time.by:medlinePlus Hypertension means high blood pressure. the pressure created when your heart beats. nervous system. no cause is identified. High blood pressure that results from a specific condition. Evaluation. leading to reduced mortality.high Definition .

Your doctor will look for signs of complications to your heart. If the measurement is high. Such . Symptoms that may occur include: y y y y y y y Confusion Chest pain Ear noise or buzzing Irregular heartbeat Nosebleed Tiredness Vision changes If you have a severe headache or any of the symptoms above. These tests may include: y y y y Chem-20 Echocardiogram Urinalysis X-ray of the kidneys Return to top Treatment The goal of treatment is to reduce blood pressure so that you have a lower risk of complications. you may be asked the following questions: y y y y What was your most recent blood pressure reading? What was the previous blood pressure reading? What is the average systolic (top number) and diastolic (bottom number)? Has your blood pressure increased recently? Other tests may be done to look for blood in urine or heart failure. If you monitor your blood pressure at home.y y y y y y y y y y y y y y y Cocaine use Cushing syndrome Diabetes Kidney disease. there are no symptoms. your doctor may think you have hypertension. kidneys. including: o Glomerulonephritis (inflammation of kidneys) o Kidney failure o Renal artery stenosis o Renal vascular obstruction or narrowing Migraine medicines Hemolytic-uremic syndrome Henoch-Schonlein purpura Obesity Pain Periarteritis nodosa Pregnancy (called gestational hypertension) Radiation enteritis Renal artery stenosis Retroperitoneal fibrosis Wilms' tumor Return to top Symptoms Most of the time. There are many different medicines that can be used to treat high blood pressure. see your doctor right away. eyes. Exams and Tests Return to top Your health care provider will perform a physical exam and check your blood pressure. The measurements need to be repeated over time. so that the diagnosis can be confirmed. This may be a signs of a complication or dangerously high blood pressure called malignant hypertension. and other organs in your body.

especially if someone in your family has or had high blood pressure. Salt. MSG. your doctor will recommend the same lifestyle changes to bring your blood pressure down to normal range. Excess weight adds to strain on the heart.Even if you have not been diagnosed with high blood pressure. lose weight. Eat more fruits. Eat a healthy diet. it is important to have your blood pressure checked during your yearly check-up. vegetables. including aliskiren (Tekturna) Vasodilators Medicines used if the blood pressure is very high may include: y y y y y y Clonidine Diazoxide Furosemide Hydralazine Minoxidil Nitroprusside Your doctor may also tell you to exercise. Outlook (Prognosis) Return to top Most of the time. Possible Complications Return to top y y y y y y y y y y Aortic dissection Blood vessel damage (arteriosclerosis) Brain damage Congestive heart failure Kidney damage Kidney failure Heart attack Hypertensive heart disease Stroke Vision loss When to Contact a Medical Professional Return to top If you have high blood pressure. Call your health care provider right away if home monitoring shows that your blood pressure remains high or you have any of the following symptoms: y y y y y y y y Chest pain Confusion Excessive tiredness Nausea and vomiting Severe headache Shortness of breath Significant sweating Vision changes Lifestyle changes may help control your blood pressure: Prevention y y y Lose weight if you are overweight. hypertension can be controlled with medicine and lifestyle changes.medicines include: y y y y y y y y y Alpha blockers Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors Angiotensin receptor blockers (ARBs) Beta-blockers Calcium channel blockers Central alpha agonists Diuretics Renin inhibitors. Eat less fat and sodium. and fiber. If you have pre-hypertension. weight loss may be the only treatment needed. In some cases. Exercise regularly. you will have regularly scheduled appointments with your doctor. and baking soda all contain sodium. and follow a healthier diet. .

keep your blood sugar under control. or control possible causes of secondary hypertension. If you have diabetes. .Follow your health care provider's recommendations to modify.y y Avoid smoking. treat..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful