Anda di halaman 1dari 9

16

Pemeriksaan Troponin T

ABSTRACT

PENDAHULUAN dari 50% disebabkan oleh Infark


Penyakit Jantung Koroner (PJK) Miokard Akut (IMA).(1,4) IMA
adalah salah satu manifestasi dari proses merupakan salah satu penyakit
aterosklerosis yang hingga kini masih kardiovaskuler yang hingga kini
merupakan penyebab kesakitan dan merupakan penyebab kesakitan dan
kematian yang terbesar di negara–negara kematian terbesar di negara–negara
maju. Survey Kesehatan Rumah Tangan Barat. Pada tahun 1991 Kira-kira 2% dari
(SKRT) Departemen Kesehatan seluruh pasien yang masuk rumah sakit
Republik Indonesia dari tahun ke tahun di negeri Belanda berhubungan dengan
di negara kita memperlihatkan adanya infark Miokard yaitu berjumlah 30.000
kecendrungan peningkatan angka penderita. Suatu penelitian prevalensi
kematian akibat penyakit jantung dan penderita PJK pada usia pertengahan (40
pembuluh darah (penyakit – 49 thn) menemukan bahwa di Inggris
(I)
Kardiovasculer). terdapat 25% penderita penyakit
Berdasarkan survey PT. Badan Kardiovaskuler, 25% dari penderita
Pemeliharaan dan Pengembangan penyakit Kardiovaskuler itu adalah
Departemen Kesehatan Republik penyakit Jantung koroner, sedang 50%
Indonesia 1992, Penyakit Jantung dari PJK adalah jenis Infark Miokard.(4)
Koroner (PJK) dinyatakan sebagai Saharman Leman, dalam sebuah
penyebab kematian pertama pada penelitiannya yang retrospektif terhadap
penduduk di atas 45 tahun, kejadian ini peserta askes yang berobat jalan ke
telah naik dari urutan kedua menjadi bagian Kardiologi RSUP M. Djamil
urutan pertama dengan prevalen 9,7% - menemukan bahwa 39,75% dari 4790
16,4% setelah itu meningkat lagi pada penyakit jantung yang berobat jalan
SKRT 1995 menjadi 24,5%.(1-3) adalah penderita PJK.(5)
Di Amerika Serikat PJK merupakan Dari laporan tahunan PT. ASKES
penyebab kematian nomor satu dan lebih Cabang Sumatera Barat di ketahui bahwa

Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol. 26. Januari – Juni 2002


17
Pemeriksaan Troponin T

kunjungan penderita PJK ke poliklinik jantung sebagai ukuran kerusakan otot


Jantung RSUP M. Djamil dari bulan jantung.
Januari – November 1995 berjumlah Penetapan kadar TnT yang
8297 orang (41,6%). Dalam usaha pertama kali dikembangkan oleh Katus
menurunkan angka kematian penderita dkk, secara Elisa dinyatakan cukup
PJK maka penting untuk menentukan Sensitive dan spesifik untuk diagnosis
diagnosis IMA sedini mungkin sehingga IMA.(9) Kendalanya adalah pemeriksaan
penatalaksanaan dapat dilakukan ini menggunakan alat Automatic Elisa
secepatnya dan untuk menghindari Analyzer yang membutuhkan waktu
pemborosan biaya perawatan.(1,8) yang lama dan ketrampilan yang khusus.
Umumnya diagnosa IMA Pada bulan September 1994,
ditegakan atas gejala klinis khas, Boehringer Manheim telah
perubahan gambaran elektrokardiogram mengeluarkan test troponin T Rapid
(EKG) yang khas dan peningkatan Assay (Trop-T RA) yaitu cara cepat
aktifitas Enzim Creatinin Kinase (CK), dalam menetapkan TnT secara kualitatif
Isoenzim MB dari CK (CKMB) Laktat dengan batas kadar TnT serum 0,3
dehidrogese (LDH).(1-3,8,9) Tetapi pada ng/mL. Dengan cara ini pemeriksaan
kenyataannya diagnosis dengan cara dapat dilakukan dengan segera bahkan
tersebut di atas sering belum secara “bedside“ (di samping tempat
memuaskan. Pada IMA ada kalanya tidur) dengan hasil dapat di baca dalam
gejala klinis dan EKG memberi waktu 20 menit.(1,10) Dengan adanya
gambaran yang tidak khas, sehingga penelitian ini diharapkan pemeriksaan
pada kasus tersebut diagnosis IMA Troponin T secara dini dapat mengurangi
sangat tergantung pada pemeriksaan angka kematian akibat infark miokad.
enzim.(1-3,8) Walaupun penentuan aktifitas
enzim tersebut bermanfaat untuk METODE
mendiagnosis kebanyakan pasien yang Bahan dan Cara kerja :
menjadi masalah adalah dalam Bahan penelitian di ambil dari
menginterpretasikan hasil untuk darah semua penderita nyeri dada yang
kelompok pasien tertentu, misalnya datang ke rumah sakit khusus jantung
pasien yang menderita trauma otot, Sumatera Barat periode Januari 1998 -
pasien yang tidak di periksa dalam waktu Desember 1999. kemudian di catat umur.
permulaan infark miokard terutama Jenis kelamin, hasil troponin T nya.
karena aktifitas enzim juga sangat tinggi IMA ditegakan bila ditemukan 2
di jumpai dalam jaringan lain, seperti dari 3 kriteria berikut :
hepar dan otot rangka.(2,3,10) Nyeri dada yang khas.
Pada akhir tahun 80-an kemajuan Perubahan EKG.
penting terjadi terhadap perkembangan Peningkatan Enzim.
pertanda baru yang jauh lebih spesifik
dan sensitif dibandingkan dengan enzim Untuk menilai kemampuan diognostik
sebelumnya yaitu dengan penetapan suatu tes diperhatikan :
kadar troponin T (TnT) yang merupakan
suatu komponen protein kontraktil otot

Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol. 26. Januari – Juni 2002


18
Pemeriksaan Troponin T

• sensitifitas (S) adalah Pada orang sehat TnT tidak dapat


kemampuan suatu tes untuk di deteksi atau terdeteksi dalam kadar
mengindentifikasi secara benar yang sangat rendah dalam serum. Pada
mereka yang berpenyakit. penelitian terhadap 112 orang sehat
• Spesifisitas adalah didapatkan 76% TnT serum tidak
kemampuan suatu tes untuk terditeksi, 20% TnT lebih kurang 0,05%
mengindentifikasi secara benar ng/ml dan 4% TnT serum antara 0,05
mereka yang tidak berpenyakit. ng/ml– 0,1ng/ml. Oleh karena itu
troponin T dalam sirkulasi merupakan
Troponin T pertanda yang sangat sensitif dan spesifik
Troponin T merupakan protein bila terdapat kerusakan sel miokard.
jantung yang di ketahui sebagai tanda Pada IMA TnT dalam serum mulai
paling spesifik dan sensitif pada saat ini. meningkat dalam 1 minggu sampai
Troponin T dalam darah terdapat dalam 10 jam (median 4 jam) setelah
dua bentuk yaitu bentuk bebas dan serangan IMA dan pada beberapa
bentuk terikat. Karena berada dalam dua penderita kenaikan kadar ini dapat
bentuk ini maka gambaran kadar berlangsung lebih dari 3 minggu.(1,8)
troponin T setelah serangan IMA Katus dkk, mendapat 5% dari
menjadi bifasik yaitu terdapat dua penderita IMA menunjukan kadar
puncak pada grafik yang Tnt terjadi 3 jam setelah serangan
menggambarkan peningkatan kadar IMA dan peningkatan kadar TnT ini
troponin T Puncak pertama disebabkan bertahan sampai lebih 130 jam.(1,9)
oleh troponin T yang bebas dalam Murray pada penelitiannya
sarkoplasma masuk dalam darah dan mendapatkan bahwa TNT dapat di
ketika fraksi bebas habis terjadi deteksi 3 – 4 jam setelah kerusakan
penurunan Troponin T plasma secara miokard dan kadar TnT tetap
cepat. Sementra itu Troponin T yang meningkat dalam serum, 1 sampai 2
terikat pada filamen aktin akan minggu.(1) Karena peningkatan kadar
mengalami proses dissosiasi. Akibatnya IMA terjadi pada waktu yang cukup
terjadi pelepasan Troponin T dan masuk cepat dan peningkatan ini
ke dalam darah sekali lagi. Karena berlangsung cukup lama maka
konsentrasi Troponin T yang terikat pada pemeriksaan kadar TnT merupakan
filmen aktin jumlahnya jauh lebih besar metode yang sensitif dan spesifik
dari Troponin T bebas maka penurunan untuk diagnosis dini IMA dan juga
kadar Troponin plasma sangat lambat. untuk diagnosis IMA pada penderita
Kenaikan konsentrasi yang begitu lama yang tidak di periksa pada waktu
sangat bermanfaat untuk pasien yang permulaan IMA.(1,8)
tidak periksa pada waktu permulaan
Infark Miokard akut oleh karena pada Struktur Troponin T
waktu itu kadar aktifitas enzim CK dan Otot jantung adalah otot lurik
Enzim CKMB dalam plasma sudah yang bersifat involunter yang terdiri dari
menunjukan harga normal.(2,4,8,9) 2 tipe filamen yaitu filamen tipis yang
terdiri dari miosin dan filamen tebal yang

Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol. 26. Januari – Juni 2002


19
Pemeriksaan Troponin T

terdiri dari aktin, tropomiosin dan Prinsip Pemeriksaan Troponin T


troponin. Troponin merupakan protein Secara Elisa
kompleks yang terdiri dari 3 sub unit Pemeriksaan kadar TnT Elisa
yaitu troponin T, troponin I dan troponin dengan prinsip Sandwich menggunakan
C yang terikat secara longgar pada teknik biotin – Streptavidin. Pada tabung
tropomiosin. Yang masing – masing bagian dalamnya di lapisi streptavidin
memiliki peran spesifik dalam dimasukan serum penderita dan larutan
pengaturan kontraksi otot. Troponin T inkubasi yang antara lain mengandung
adalah troponin yang mempunyai berat anti berlabel biotin dan anti biotin TnT
molekul 39 KD dan berikatan secara berlabel enzim. Biotin akan berikatan
komplek dengan tropomiosi, troponin T dengan streptavidin. Selanjutnya TnT
ini akan meningkat di dalam darah yang terdapat pada serum penderita akan
apabila terjadinya kerusakan sel akibat berikatan dengan anti TnT berlabel
terhentinya aliran darah ke dalam sel dengan anti TnT berlabel Biotin yang
yang mengakibatkan pecahnya sel. terikat streptavidin pada satu sel dan
Tropnin I adalah troponin dengan berat pada sisi lainnya berikatan dengan anti
molekul 26,5 Kd adalah protein yang TnT berlabel enzim. Setelah itu tabung di
bersifat mencegah interaksi filamen aktin cuci dengan larutan pencuci dan
dalam episode relaksi, sedangkan kemudian ditambahkan subtrat ABTS
troponin C adalah troponin dengan berat dan H2O2. bila dalam serum penderita
melekul 18 Kd yang berperan dalam terdapat TnT yang dapat di baca dengan
mengikat kalsium yang di lepas akibat fotometer pada panjang gelombang 405
proses depolarisasi sel – sel jaringan otot. nm,(1,3,9,10) pemeriksaan TnT Elisa
(10,11)
menggunakan alat Automotik Elisa
Analyzer ES 33.
Pemeriksaan Kadar Troponin T Setelah alat dinyalakan masukkan
Beberapa metode telah selang – selang yang tersedia kedalam
dikembangkan untuk mengukur kadar tabung – tabung yang berisi reagensi
troponin plasma. Dalam makalah ini menurut urutan yang ditunjukan pada
akan di utarakan prosedur pengukuran layar monitor. Pipet masing – masing
kadar troponin T saja, sebab sudah lebih 200 uL 6 standar, 2 kontrol Tnt dan
banyak di ketahui mengenai manfaat sampel yang akan di periksa masing –
troponin T sebagai petanda infark masing ke dalam tabung streptavidin.
jantung dibandingkan dengan troponin C Selanjutnya alat akan bekerja secara
dan troponin I yang penggunaannya otomatis sampai didapatkan hasil pada
masih dalam penelitian.(3) kertas printer berupa kadar TnT dalam
Ada dua cara pengukuran kadar satuan ng/mL. Lamanya waktu yang
troponin T plasma yaitu secara Elisa diperlukan untuk pemeriksaan TnT
(prinsip Biotin – Streptavidin) dan secara secara Elisa ini minimal 2 jam.(1,13)
Rapid Assay (yaitu trop T RA).

Pemeriksaan TnT Kualitatif Secara


Imuno Assay TnT – RA

Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol. 26. Januari – Juni 2002


20
Pemeriksaan Troponin T

Troponin T RA dilakukan dengan yang di duga Infark Miokard Akut


metode Elisa cara dry Chemistry, (IMA) di RSKJ Sumatera Barat Periode
berdasarkan prinsip sandwich dan hasil Januari 1998 - Desember 1999. Sebagai
dinyatakan secara kualitatif. Pada Trop- sampel dalam penelitian ini adalah
T RA terdapat dua monoclonal anti bodi penderita nyeri dada yang di duga IMA
spesifik yang berbeda label. Satu di yang di periksa troponin Tnya yaitu
antaranya berlabel emas dan yang sebanyak 32 orang.
lainnya berlabel biotin. Bila terdapat TnT
dalam plasma akan berkaitan dengan Tabel 1.Diagnosa Penderita Nyeri
kedua jenis monoklonal antibody Dada yang di duga IMA di RSKJ
tersebut membentuk kompleks sandwich. Sumatera Barat Periode
Kompleks sandwich itu akan melalui Januari 1998 – Desember 1999
zona deteksi di mana biotin pada Jumlah %
kompleks sandwich berikatan dengan IMA Positif 24 75
sreptavidin yang terdapat pada garis
IMA Negatif 8 25
signal dan tabel emas pada kompleks
sandwich akan membentuk garis yang Total 32 100
berwarna merah. Antibody berlabel emas
yang berlebih akan berkaitan dengan Dari tabel di atas terlihat bahwa
TnT sintetik yang terdapat pada garis dari 32 sampel yang di teliti didapatkan
kontrol dan memberikan warna merah. bahwa 24 orang (75%) penderita di
Ini membuktikan bahwa pemeriksaan diagnosis sebagai IMA dan 8 orang lagi
berjalan baik. (25%) bukan IMA.
Prosedur pemeriksaan troponin T
RA adalah ke dalam sumur sampel kit Tabel 2.Gambaran Troponin T pada
yang di letakan mendatar, lalu diteteskan Penderita Nyeri Dada yang di duga
darah Na2EDTA sebanyak 150 uL IMA Di RSKJ Sumatera BaratPeriode
dengan pipet yang telah disediakan pada Januari 1998 – Desember 1999
kit. Kemudian di tutup dengan stiker Jumlah %
yang telah tersedia pula. Setelah 20
Troponi T Positif 22 68,75
menit hasil pemeriksaan di baca. Adanya
garis merah pada zona deteksi baik jelas Troponin T Negatif 10 31,25
maupun samar dinyatakan positif. Total 32 100
Keabsahan dari pemeriksaan di tandai
dengan adanya garis kontrol yang Dari tabel 2, terlihat bahwa dari
berwarna merah. Batas nilai ambang 32 penderita nyeri dada yang di duga
minimal untuk deteksi TnT IMA didapatkan 22 orang (68,75%)
menggunakan Troponin T RA adalah Troponin T nya Positif dan 10 orang
kadar TnT 0,3 ng.(1,10) (31,35%) penderita Troponin T nya
negatif.
HASIL
Setelah dilakukan penelitian
prospektif terhadap penderita nyeri dada

Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol. 26. Januari – Juni 2002


21
Pemeriksaan Troponin T

penderita wanita didapatkan 4 orang


yang troponin T nya negatif.

Tabel 3.Hasil penderita Troponin T Tabel 5.Sensitifitas Troponin


pada penderita Nyeri Dada yang di Rapid Assay
duga IMA berdasarkan Umur di Nyeri Dada IMA IMA
RSKJ Sumatera Barat periode Positif Negatif
Januari 1998 – Desember 1999 Troponin T Positif 22
Troponin T negatif 2 8
Umur Jml Troponin T Troponin T Total 24 8
( tahun ) Positif Negatif
Dari tabel 5, terlihat bahwa :
n % n %
Sensitifitas = 22 / (22 + 2) X 100% =
< 40 1 1 100 0 24 / 22 X 100% = 91,7%
41- 50 9 5 55,6 4 44,4 Spesifisitas = 8 / (8+0) X 100% =
51 - 60 14 10 71,4 4 28,6 8 / 8 x 100% = 100%
DISKUSI
61 - 70 4 3 75 1 25
Dari hasil yang didapatkan dari
> 70 4 2 50 2 50 tabel I, terlihat bahwa dari 32 orang
penderita nyeri dada yang di duga IMA
Dari tabel di atas, terlihat hasil didapatkan 24 orang (75%) di antaranya
pemeriksaan Troponin T positif di diagnosis sebagai IMA dan 8 orang
terbanyak ditemukan pada kelompk usia (25%) bukan IMA Diagnosis IMA
51 – 60 tahun yaitu 10 orang (71,4%) ditegakan apabila penderita menenuhi 2
dari 14 orang penderita. dari kriteria berikut yaitu gejala klinik,
pemeriksaan EKG dan pemeriksaan
Tabel 4. Hasil pemeriksaan Troponin enzim.
T pada penderita Nyeri Dada yang di Dari tabel 2, terlihat bahwa dari
duga IMA berdasarkan Jenis kelamin 32 penderita nyeri dada yang di duga
di RSKJ Sumatera Barat periode IMA hasil pemeriksaan troponin T
Januari 1998 – Desember 1999 positif sebanyak 22 orang penderita
Jenis Jml Troponin T Troponin (66,67%), sedangkan yang negatif
Positif T Negatif sebanyak 10 orang (33,33%). Hasil ini
kelamin
memperlihatkan bahwa IMA terjadi
Pria 24 18 75 6 25 peningkatan kadar troponin T dalam
Wanita 8 4 50 4 50 darah melebihi kadar nilai ambang yaitu
0,3 ng sehingga dapat di deteksi dengan
Dari tabel di atas, terlihat bahwa troponin T RA. Peningkatan ini
dari 24 orang penderita pria nyeri yang di disebabkan oleh karena kerusakan
duga IMA didapatkan 18 orang Troponin (pecah) sel, sehingga keluarnya enzim –
T positif, sedangkan dari 8 orang enzim dalam sel termasuk Troponin T.
Salah satu keunggulan Troponin T

Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol. 26. Januari – Juni 2002


22
Pemeriksaan Troponin T

dibandingkan dengan enzim lain yaitu Dari tabel 4 terlihat bahwa


peningkatan ini berlangsung cepat pemeriksaan Troponin T pada 24 orang
setelah terjadi serangan yaitu 3 – 4 jam penderita Pria didapatkan 18 orang
dan akan bertahan sampai 130 jam. (71,4%) yang Troponi T nya positif.
Dari tabel 3, didapatkan bahwa Sedangkan dari 8 orang penderit wanita
kelompok umur 51 – 60 merupakan yang di periksa didapatkan 4 orang
kelompok umur penderita nyeri dada (50%) yang Troponin T nya positif.
terbanyak di mana hasil pemeriksaan Perbandingan antara pria dan wanita
Troponin T nya posistif yaitu 10 dan 14 4,5 : 1.
orang penderita. Dari data tersebut di Hal ini juga menujukan bahwa
atas didapatkan juga gambaran bahwa angka kejadian IMA juga terdapat
kejadian penyakit IMA yang merupakan terbanyak pada pria. Hasil yang di dapat
salah satu manifestasi klinis dari ini sesuai dengan yang didapatkan Salim
penyakit jantung koroner terbanyak pada yang mengatakan bahwa pria tampak
usia di atas 40 tahun. lebih cendrung menderita aterosklerosis
Hal ini sesuai dengan dari pada wanita. Dede Kusmana (1987)
kepustakaan bahwa angka PJK terbanyak juga mendapatkan hasil yang sama
usia 51 – 60 tahun. Sedangkan Boedi dengan perbandingan pria : wanita
Darmojo (1971 – 1974) mendapatkan adalah 33,3 : 1 sampai 10 : 1. Kisyanto
angka kejadian IMA terbanyak pada usia (1971) mendapatkan perbandingan pria :
50 – 59 tahun. Dapat di tarik kesimpulan wanita adalah 9 : 1. Hal ini disebabkan
seiring bertambahnya umur maka resiko oleh adanya faktor risiko yang pada
untuk menderita penyakit IMA akan tinjauan pustaka telah dibicarakan tadi
meningkat pula. Tetapi pada hasil bahwa faktor risiko IMA ada yang
penelitian ini agak sedikit berbeda di bersifat reversible adalah umur, jenis
mana penderita yang berada di atas usia kelamin dan familiar. Sebenarnya resiko
60 tahun yang troponin T nya positif untuk pria lebih besar dari wanita tetapi
tidak banyak. Hal ini disebabkan karena berdasarkan kepustakaan disebutkan
jumlah sampel penderita pada umur ini bahwa setelah menopouse angka
juga sedikit, sehingga tidak dapat kejadian pada wanita akan membuat
diwakili sekelompok umurnya. daya proteksi hormon – hormon ini
Peningkatan kejadian IMA ini terhadap IMA akan berkurang juga.
selain disebabkan oleh faktor degeneratif Selain itu pada wanita yang
atau proses penuaan. Hal ini di dasari menggunakan kontrasepsi oral post
oleh adanya proses ateroskerotik pada overektomi faktor risiko terhadap
pembuluh darah. Proses ini di mulai kejadian penyakit ini juga meningkat.
dengan penebalan, pengerasan dan Dari tabel 5, didapatkan
pengkakuan dinding pembuluh darah sensitifitas Troponin T Ra pada IMA
yang pada alirannya akan mengakibatkan adalah 91,7% dan spesifitasnya adalah
penyempitan sampai penyumbatan 100% dengan pemeriksaan setelah lama
dinding pembuluh darah, sehingga terjadi serangan > 24 jam. Ini berarti spesifitas
gangguan sirkulasi darah, degenerasi dan test Troponin T RA ini sangat tinggi
nekrosis organ tubuh yang bersangkutan. sehingga dapat dipastikan bahwa jika

Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol. 26. Januari – Juni 2002


23
Pemeriksaan Troponin T

hasil pemeriksaan troponin T positif KEPUSTAKAAN


berarti penderita pasti menderita IMA. 1. Budi Setiawan Fakkar, Marzuki
Sedangkan dari 24 orang penderita yang Surya Atmaja, Suzanna Immanuel.
didiagnosis sebagai IMA 22 orang di Perbandingan penetapan kadar
antaranya ditemukan Troponin T positif Troponin T dengan cara Troponin T
rapid Assay dan cara Elisa pada kasusu
dalam darahnya atau di sebut sebagai
Infark Miokard Akut dan Unstable
positif benar dan 2 orang lagi negatif Angina. Makalah bagian patologi Klinik
atau di sebut juga negatif palsu. Negatif FKUI, Rumah Sakit Pusat Cipto
palsu adalah apabila seseorang yang Mangun kusomo Jakarta, 1995.
menderita IMA tetapi Troponin T negatif
di dalam darah. Hal ini disebabkan oleh 2. Henrika Fifty, penetapan kadar
karena peningkatan kadar Troponin T di Troponin T darah dengan Trop-T
dalam darah sebelum melewati batas Rappid Assay pada kasus infark
ambangnya yaitu sebesar 0,3 ug sehingga miokard akut, makalah bagian Patologi
tidak dapat di deteksi secara RA. Pada klinik FKUI, RSCM Jakarta, 1995.
keadaan ini biasanya penderita masih
3. Becker ET. Protein Jantung sebagai
dalam keadaan iskemik jantung sehingga
petanda untuk Infark Jantung Akut.
belum terjadi kerusakan sel otot jantung Symposium di Bandung, 1992.
yang menyebabkan keluarnya Troponin
T dalam darah. Sedangkan dari 8 orang 4. Garnde P, Christiansen C, Pedersen
yang bukan IMA semuanya ditemukan A, et aL. Optimal Diagnosis in Acut
Troponin T negatif. yang tidak termasuk Mycardial Infarction. Circulation 1980;
dalam IMA adalah penderita yang datang 723 – 728.
hanya dengan nyeri dada atau yang tidak
memenuhi kriteria yang ditetapkan WHO 5. Saharman Leman. Masalah
yang dalam perjalanan penyakitnya tidak Kardiovasculer di RSUP dr. M. Djamil
sampai terjadi Infark miokard. Padang. Penatalaksanaan pelayanan
Media terhadap kasus-kasus yang
banyak pada peserta ASKES PT.
KESIMPULAN PERSERO, ASKES Kantor Cabang
Dari penelitian ini dapat Sumatra Barat , 1994.
disimpulkan dari 32 sampel pada
penelitian ini 24 orang (75%) didiagnosis 6. PT. ASKES Indonesia (1995) – Cab.
sebagai IMA sedangkan sisanya 8 orang Sumbar. Laporan tahunan.
(25%) bukan IMA. 22 orang dari
penderita itu Troponin T nya Positif, 7. Sargowo DJ. Proses Aterosklerosis
kelompok umur yang terbanyak sebagai penyebab. Majalah Kedokteran
Troponin T positif 51– 60 tahun, pria Indonesia, 1995: 45 : 315.
lebih banyak dari wanita, hasil
8. Mair J, Dwarzack EA, Smitd, et
sensitifitas Troponin T 91,7% dan
aL.Cardiac troponin T in diagnosis of
spesifisitas 100%. Acut Myocardial Infarction. Clin Chem
1991 : 845 – 52.

Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol. 26. Januari – Juni 2002


24
Pemeriksaan Troponin T

9. Katus HA, Rempis A, Neimann FJ,


et Al. Diagnostic Efficiency of
Troponin T measuremenhts in Acut
Myocardiol Infarction. Circulation
1991: 83 902-12.
10. Anomymus. A milestone in The
Diagnosis of Myocardial Ischemic
Troponin RA. Boehringer Mannheim.

11. Guyton AC, Hall JE. Textbook of


Medical Physiology, edisi 9 Philadephia
: WB Saunder Company.

12. Margata Arcole. Mewaspadai


penyakit Jantung , Solo. CV Aneka,
1996: 76-99.

13. Junus Alkatiri, Pendrik Tandean.


Pemeriksaan Troponin T pada penderita
Infrak Miokard Akut di ICCU RS
pendidikan di Ujung Pandang
Universitas Hasanuddin, Ujung
Pandang.

14. Katus HA, Rempis A, Neimann FJ, et


Al. Diagnostic Efficiency of Troponin T
measuremenhts in Acut Myocardiol
Infarction. Circulation 1991: 83 902-12.

15. Anomymus. A milestone in The


Diagnosis of Myocardial Ischemic
Troponin RA. Boehringer Mannheim.

16. Guyton AC, Hall JE. Textbook of


Medical Physiology, edisi 9 Philadephia
: WB Saunder Company.

17. Margata Arcole. Mewaspadai penyakit


Jantung, Solo. CV Aneka, 1996: 76-99.

18. Junus Alkatiri, Pendrik Tandean.


Pemeriksaan Troponin T pada penderita
Infrak Miokard Akut di ICCU RS
pendidikan di Ujung Pandang
Universitas Hasanuddin, Ujung
Pandang.

Majalah Kedokteran Andalas No.1. Vol. 26. Januari – Juni 2002