Anda di halaman 1dari 8

c 

›
    
        


c
c
Pada dasarnya sebuah karya sastra adalah replika kehidupan nyata. Walaupun
berbentuk fisik, misalnya cerpen novel dan drama, persoalan yang disodorkan oleh
pengarang tak terlepas dari pengalaman kehidupan nyata sehari-hari. Hanya saja
dalam penyampaiannya, pengarang sering menegaskan dengan gaya yang berbeda-
beda dan syarat pesan moral bagi kehidupan manusia. Karya sastra lahir di tengah-
tengah masyarakat sebagai hasil imajinasi pengarang serta refleksinya terhadap
gejala-gejala psikologis dan sosiologis di sekitarnya. karya sastra adalah imajinasi
yang tertuang dalam karya sastra, meski dibalut dalam semangat kretivitas, tidak
luput dari selera dan kecenderungan subjektif, aspirasi dan opini personal ketika
merespons objek diluar dirinya, serta muatan-muatan khas individualistik yang
melekat pada diri penulisnya sehingga ekspresi karya bekerja dan khayal, selain
kekuatan merayap realitas kehidupan. Itulah sebabnya di dalam sebuah cerita, cerpen
atau novel, seorang pengarang sering mengangkat fenomena yang terjadi
dimasyaraka. Dengan harapan para pembaca dapat mengambil hikmah dari fenomena
tersebut.

PEcc

cY  
Pada dasarnya isi sebuah karya sastra memuat perilaku manusia melalui
karakter tokoh-tokoh cerita. Sangat beragam perilaku manusia yang dimuat dalam
cerita. Kadang-kadang hal ini terjadi perulangan jika diamati secara cermat. Pola
inilah yang ditangkap sebagai fenomena dan seterusnya diklasifikasikan ke dalam
kategori tertentu seperti gejala kejiwaan, sosial dan masyarakat. Misalnya perilaku
yang berhubungan dengan gejala kejiawaan yaitu fenomena frustasi, kekecewaan, dan
kecintaan yang telalu berlebihan terhadap seseorang. Pemahaman fenomena frustasi
ini dapat dilakukan dengan pendekatan psikologis. Bahwa pendekatan psikologis
menekankan analisis terhadap karya sastra dari segi intrinsic, khususnya pada
penokohan atau perwatakannya. Penekanan ini dipentingkan, sebab tokoh ceritalah
yang banyak mengalami gejala kejiwaan. 
 Pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck juga Kehadiran unsur
religius dan keagamaan dalam sastra. Bahkan, satra tumbuh dari sesuatu yang bersifat
religius. Istilah ›religious membawa konotasi pada agama. Religius dan agama
erat berkaitan, berdampingan, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karangan hamka,
tampaknya merupakan karya fiksi Indonesia modern yang mulai memasukkan unsur
keagamaan (islam) dalam sastra. Namun, agama di sana adalah agama sebagai
keyakinan penuh para tokoh cerita, bukan keyakinan (syar¶iat) agma yang di
permasalahkan. Dengan kata lain, unsur agama itu sendiri tidak begitu berpengaruh
pada konflik cerita. Konflik ceritanya sendiri masih berkisah pada adanya ketidak
bebasan memilih jodoh, ada pihak yang memaksakan kehendak pada pihak lain yang
menyebakan pihak itu menderita. Para penganut agama islam pun ternyata masih
terkecoh atau lebih melihat sesuatu yang bersifat lahiriah.

PEMccc

Y 
Novel ini menceritakan tentang kisah cinta yang tidak sampai karena
terhalang oleh adat yang sangat kuat. Zainuddin adalah seorang pemuda dari
perkawinan campuran Minangkabau dan Makasar, ayahnya Zainuddin yang berdarah
Minangkabau mengalami masa pembuangan ke makasar dan menikah dengan ibunya
Zainuddin yang berdarah asli makasar, Zainuddin mempunyai mempunyai seorang
kekasih asal Batipun bernama Hayati, namun hubunga mereka harus berakhir karena
adat karena berdasarkan sebuah rapat, ibu Zainuddin tidak dianggap manusia penuh.
Akhirnya Hayati menikah dengan seorang pemuda bangsawan asli
Minangkabau bernama Aziz. Mendengan pernikahan itu Zainuddin jatuh sakit, akan
tetapi berkat dorongan semangat dari Muluk sahabatnya yang paling setia, kondisi
Zainuddin berangsur-angsur mambaik dan pada akhirnya Zainuddin menjadi seorang
pengarang yang sangat terkenal dan Zainuddin tinggal di Surabaya. Di Surabaya
inilah Zainuddin bertemu dengan hayati yag diantar oleh suaminya sendiri yaitu Aziz,
untuk dititipkan padanya, kemudian Aziz mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh
diri.
Rasa cinta Zainuddin pada Hayati sebenarnya masi membara, akan tetapi
mengingat Hayati itu sudah bersuami, cinta yang masih menyalah itu berusaha untuk
dipadamkan, kemudaian Hayati dibiayai untuk pulanng ke Batipun. Tetapi nasib
malang menimpa Hayati, dalam perjalanan pulang ke Batipun itu, Kapan Van Der
Wjick yang ditumpangi Hayati tenggelam. Hayati meninggal dunia dirumah sakit
Cirebon disaat-saat akhir hayatnya, Hayati masih sempat mendengar dan meliaht
bahwa sebenarnya Zainuddin masih sangat mencintainya, namun semua itu sudah
terlambat. Tidak berselang lama, Zainuddin menyusul Hayati ke alam baka, jenazah
Zainuddin dimakamkan persis disamping makam mantan kekasihnya, Hayati.

ÑYc       


   
Apabila membaca karya-karya Hamka, termasuk dalam novel Tenggelamnya
Kapal Van Der Wjick, aspek-aspek keislaman dan dakwah keislaman dapat kita
rasakan. Dalam novel tersebut, dakwah keislaman itu terasa dari penokohan yang
dilakukan pengarang. Sebagai contoh, ada pernyataan dalam novel bahwa tokoh
Zainuddin, setelah berpisah dengan Hayati, berniat dan bercita-cita untuk memper
dalam ilmu dunia dan akhirat supaya kelak menjadi seorang yang berguna. Angan-
angan Zainuddin adalah menjadi orang alim, sehingga apabila kembali
kekampungnya dapat membawa ilmu. Zainuddin sendiri adalah turunan dari ayah dan
ibu ahli ibadah.
Apa yang dilakukan Hamka dalam penokohan diatas, menurut saya adalah
salah satu cara dakwah yang dilakukanya, suatu upaya untuk menumbuhkan kepada
pembaca bahwa betapa mulia orang yang berilmu dan ahli ibadah. Dakwah yang
dilakukan itu sangat halus. Adapun aspek-aspek religius itu yakni, Aqidah, Syari¶ah,
dan akhlak. Adapun yang penjelasan mengenai aspek-aspek tersebut sebagai berikut:

Y c !
Dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wjick karya Hamka aqidah atau
kepercayaannya sangat kental dengan budaya islami untuk lebih jelasnya penulis
memaparkan penggalan ceritanya sebagai berikut :
³««««.lepaskan saya berangakat kepadang. Kabarnya konon, disana hari ini telah
ada sekolah agama. Pelajaran akhirat telah diatur dengan sebagus-bagusnya apalagi,
puncak singgalang dan merapi sangat keras seruannya kepada ku rasanya. Saya
hendak melihat tanah asalku, tanah tempat ayahku dilahirkan hadulunya. Mak Base
banyak orang memuji daerah Padang, banyak orang yang bilang agama islam masuk
kemaripun dari sanah. Lepaskan saya berangkat kesana´.

rY  "!
Kata syari¶ah adalah bahasa Arab yang diambil dari rumpum kata syari¶ah.
Dalam bahasa Indonesia artinya jalan raya. Kemudian bermakna jalannya hokum,
dengan kata lain perundang-undangan. Karena itu pula dengan perkataan atau istilah
³Syari¶ah Islam´ memberi arti hidup yang harus dilalui atau perundang-undangan
yang harus dipatuhi oleh seorang yang beragama islam. Hokum Tuhan itu adalah
Syari¶ah itu mengandung kebenaran mutlak, artinya tidak ada kelemahan dan
pertentanagan dalam dirinya sendiri.

‰Y c!
Akhlak islam adalah suatu sikap mental dan perbuatan yang luhur. Dan novel
Tenggelamnya Kapal Van Der Wjickkarya Hamka, penulis menemukan berbagai
akhlak yang sangat mulia terutama dari pemeran utama yakni tokoh Zainuddin.
Kebaikan moral Zainuddin bias kita lihat pada penggalan cerita berikut ini:
³Zainuddin seorang yang terdidik lemah lembut, didik ahli seni, ahli syair, yang lebih
suka mengalah untuk kepentingan orang lain´.

Yc ##        


Analisis karya sastra, yang dalam hal ini fiksi, dapat dilakukan dengan
mengakji dan mendeskripsikan fungsi dan hubungan antar unsure intrinsic fiksi yang
bersangkutan.
Analisis strukturalnya sebagai berikut:
Y

Dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Hamka ini tenyang kisah
taksampai. Sangat kental dengan budaya Minang yang sangat patuh akan peraturan
adat.
Adapula penggalan ceritanya:
³««.apa yang dikerjakannya, padahal cinta adalah sebagai kemudi dari bahtera
kehidupan. Sekarang kemudi itu dicabut, kemana dia hendak berlabuh, teroleng
terhempas kian kemari, daratan tak nampak, pulau kelihatan. Demikianlah nasib anak
muda yang maksudnya tiada sampai´.

rY c#$P
Dalam roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka
menggunakan alur maju mundur, karena menceritakan hal-hal yang sudah lampau
atau masa lalu dan kembali lagi membahas hal yang nyata atau kembali ke cerita baru
dan berlanjut. Ada lima tingkatan alur yakni:

·P # 
Tahap penyituasian, tahap yang terutama berisi pelukisan dan pengenalan
situasi latar dan tokoh-tokoh cerita. Tahap ini merupakan tahap pembukaan cerita,
memberikan informasi awal dan lain-lain.
Berikut ini merupakan tahap awal dari roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
karya Hamka yang berkaitan dengan tahap penyituasian.
³Di tepi pantai, di antara kampong Bara dan kampung Mariso berdiri sebuah rumah
bentuk Makasar, yang salah satu jendelanya menghadap ke laut. Di sanalah seorang
anak muda yang berusia kira-kira 19 tahun duduk termenung seorang diri
menghadapkan mukanya ke laut. Meskipun matanya terpentang lebar, meskipun
begitu asyik dia memperhatikan keindahan alam di lautan Makasar, rupanya
pikiranya telah melayang jauh sekali, ke balik yang tak tampak di mata, dari lautan
dunia pindah ke lautan khaya´.

· %
Tahap pemunculan konflik, masalah-masalah dan peristiwa-peristiwa yang
menyulut terjadinya konflik mulai dimunculkan. Jadi tahap ini merupakan tahap awal
munculnya konflik, dan konflik itu sendiri akan berkembang dan atau dikembangkan
menjadi konflik, dan konflik itu sendiri akan berkembang dan atau dikembangkan
menjadi konflik-konflik pada tahap berikutnya. Kejadian dan konflik yang dialami
tokoh Hayati dan Zainuddin dalam roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya
Hamka bisa dilihat dari penggalan cerita berikut ini:
³Sesungguhnya persahabatan yang rapat dan jujur diantara kedua orang muda itu,
kian lama kian tersiarkan dalam dudun kecil itu. Di dusun belumlah orang dapat
memendang kejadian ini dengan penyelidikan yang seksama dan adil. Orang belum
kenal percintaan suci yang terdengar sekarang, yang pindah dari mulut ke mulut,
ialah bahwa Hayati, kemenakan Dt««..telah ber ³intaian´ bermain mata, berkirim-
kirim surat dengan anak orang Makasar itu. Gunjing, bisik dan desus perkataan yang
tak berujung pangkal, pun ratalah dan pindah dari satu mulut ke mulut yang lain, jadi
pembicaran dalam kalangan anak muda-muda yang duduk di pelatar lepau petang
hari.Hingga akhirnya telah menjadi rahasia umum. Orang-orang perempuan berbisik-
bisik di pancuran tempat mandi, kelak bila kelihatan Hayati mandi di sana, mereka
pun berbisik dan mendaham, sambil melihat kepadanya dengan sudut mata.Anak-
anak muda yang masih belum kawin dalam kampung sangat naik darah.Bagi mereka
adalah perbuatan demikian merendahkan derajat mereka seakan -akan kampung tak
berpenjaga.yang terutama sekali yang dihinakan orang adalah persukuan Hayati,
terutama mamaknya sendiri Dt«yang dikatakan buta saja matanya melihat
kemenakannya membuat malu, melangkahi kepala ninik ±mamak´.
·
!P    %
Konflik yang telah dimunculkan pada tahap sebelumnya semakin berkembang
dan dikembangkan kadar intensitasnya. Tahap peningkatan konflik dalam roman
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka terjadi ketika Zainuddin dan Aziz
sama-sama mengirimkan surat kepada orang tua Hayati, dari lamaran kedua pemuda
itu, ternyata lamaran Aziz yang diterima karena orang tua Hayati mengetahui latar
belakang pemuda yang kaya raya itu, sedangkan lamaran Zainuddin ditolak karena
orang tua Hayati tidak ingin anaknya bersuamikan orang miskin. Hal ini bisa terlihat
dari penggalan cerita berikut ini:
´Kalam dia tertolak lantaran dia tidak ber-uang maka ada tersedia uang Rp.3000,-
yang dapat dipergunakan untuk menghadapi gelombang kehidupan sebagai seorang
makhluk yang tawakkal´.

· 
Klimaks sebuah cerita akan dialami oleh tokoh (tokoh utama) yang berperan
sebagai pelaku dan penderita terjadinya konflik utama. Dalam Roman Tenggelamnya
Kapal Van Der Wijck karya Hamka, tahap klimaks terjadi ketika Aziz meminta
supaya Zainuddin menikahi Hayati. Sekalipun dalam hati Zainuddin masih mencintai
Hayati, Zainuddin menolak permintaan Aziz. Bahkan Zainuddin memulamgkan
Hayati ke kampung halamannya dengan menggunakan Kapal Van Der Wijck. Hal ini
bisa dilihat pada pernyataan berikut:
³Bila terjadi akan itu, terus dia berkata: ³Tidak Hayati ! kau mesti pulang kembali ke
Padang! Biarkan saya dalam keadaan begini. Pulanglah ke Minangkabau! Janganlah
hendak ditumpang hidup saya , orang tak tentu asal «.Negeri Minangkabau beradat
!.....Besok hari senin, ada Kapal berangkat dari Surabaya ke Tanjung Periuk, akan
terus ke Padang! Kau boleh menumpang dengan kapal itu, ke kampungmu´.

·P   
Tahap penyelasaian dalam novel Tenggelamya Kapal Van Der Wijck karya
Hamka ketika Zainuddin mendapat kabar bahwa Kapal yang ditumpangi Hayati
tenggelam, sedangkan Hayati dirawat di Rumah Sakit Tuban. Dengan diterima Muluk
sahabatnya Zainuddin menengok wanita yang sangat dicintainya itu. Rupanya
pertemuan mereka itu adalah pertemuan yang terakhir karena Hayati menghembuskan
nafasnya yang terakhir dalam pelukan Zainuddin. Kejadian itu membuat Zainuddin
merasakan penyesalan yang berkepanjangan hingga Zainuddin jatuh sakit dan
meninggal dunia. Zainuddin dimakamkan di sebelah makam Hayati.
‰Y   $
Latar dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka berlatar
di daerah Minangkabau dan Makasar.

oY ##P  
Pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka menggunakan
sudut pandang orang ketiga tunggal karena menyebutkan dan menceritakan secara
langsung karakter pelakunya secara gamblang. Penggalan cerita pada novel
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka sebagai berikut:
³Mula-mula datang, sangatlah gembira hati Zainuddin telah sampai ke negeri yang
selama ini jadi kenang-kenagannya´.

†Y  
Pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka terdapat
beberapa karakter diantaranya:
Karakter utama (mayor karakter, protagonis) adalah tokoh yang diutamakan
penceritaannya dalam novel yang bersangkutan. Ia merupakan tokoh yang paling
banyak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian maupun yang dikenai kejadian.
Tokoh karakter utama yang ada dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
karya Hamka adalah tokoh Zainuddin, yang memiliki sopan santun dan kebaikan
pada semua orang. Sedangkan yang lainnya yang menjadi tokoh protagonisnya adalah
tokoh Hayati yang menjadi kekasih Zainuddin. Penggalan cerita yang menunjukkan
Zainuddin adalah karakter yang baik adalah:
³Zainuddin seorang yang terdidik lemah lembut, didikan ahli seni, ahli sya¶ir, yang
lebih suka mengalah untuk kepentingan orang lain´.
Karakter pendukung (minor karakter, antagonis) sosok tokoh antagonis dalam roman
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka adalah tokoh Aziz, karena tokoh
Aziz di sini mempunyai sikap yang kasar dan sering menyakiti istrinya, dan tidak
mempunyai tanggung jawab dalam keluarga dan selalu berbuat kejahatan karena
sering main judi dan main perempuan.
³«..ketika akan meninggalakan rumah itu masih sempat juga Aziz menikamkan
kata-kata yang tajam kesudut hati Hayati«..sial´. (hal:180)
Sedangkan yang menjadi karakter pelengkap adalah Muluk dan Mak Base karena
keduanya adalah sosok yang bijak dan selalu berada di samping tokoh utama untuk
memberi nasehat dan sangat setia menemani tokoh utama sampai akhir cerita.
´& !
Dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka
menggunakan kalimat yang sangat kompleks karena menggunakan bahasa melayu
yang baku. Seperti dalam penggalan cerita berikut ini:
³Lepaskan Mak, jangan bermenung juga,´ bagaimana Mamak tidak akan bermenung,
bagaimana hati mamak tidak akan berat«««..´. (hal:

'Y c  


Dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka mengandung
nilai moral yang tinggi ini terlihat dari para tokoh yang ada seperti Zainuddin. Hal
tersebut bisa kita lihat dari panggilan cerita berikut ini:
³Demikian penghabisan kehidupan orang besar itu. Seorang di antara Pembina yang
menegakkan batu pertama dari kemuliaan bangsanya; yang hidup didesak dan
dilamun oleh cinta. Dan sampai matipun dalam penuh cinta. Tetapi sungguhpun dia
meninggal namun riwayat tanah air tidaklah akan dapat melupakan namanya dan
tidaklah akan sanggup menghilangkan jasanya. Karena demikian nasib tiap-tiap orang
yang bercita-cita tinggi kesenangannya buat orang lain. Buat dirinya sendiri tidak´.
(hal:223)

EY  # 
Berdasarkan hasil analisis data tentang novel Tenggelamnya Kapal Van Der
Wijck karya Hamka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Struktur novel terdiri dari tema, alur/plot, setting/latar, sudut pandang, karakter,
gaya bahasa, dan amanat, di mana hubungan antar unsur dalam novel ini
menunjukkan hubungan yang begitu padu sehinggga menghasilkan jalinan cerita
yang sangat menarik.
2. Unsur religiusitas novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka
mengandung aspek aqidah, syari¶ah, dan akhlak yang tergambar dalam setiap
perilaku tokoh yang dimainkan, di samping itu pengarang sendiri sebagai seorang
agamawan yang begitu kental memasukkan unsur±unsur agama ke dalam novel ini.