Anda di halaman 1dari 30

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga ;penulis dapat menyelesaikamn makalah mengenai Asuhan Kebidanan
pada Ny”A” G1P00000 dengan hiperemesis gravidarum.
Makalah Asuhan Kebidanan ini kami susun untuk melengkapi tugas praktek klinik
kebidanan II dan dengan terselesainya laporan Asuhan kebidanan ini kami mengucapkan
banyak terimakasih kepada:
1.
2.
3.
4.

Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan,
Hal ini karena terbtasnya informasi dan kemampuan kami dalam menyusun makalah ini maka
dari itu kami mengharap saran dan kritik yang membangun dari semua pihak demi
kesuksesan penyusunan makalah Asuhan Kebidanan dan dan masyarakat pada umumnya.

Mojokerto, 6 januari 2010

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
1.2.2 Tujuan Khusus
1.3 Manfaat
1.4 Metode penulisan
1.5 Tehnik pengumpulan data
1.6 Sistematika penulisan

BAB II TINJAUAN TEORI


2.1 Konsep kehamilan
2.1.1 Definisi
2.1.2 Tanda
2.1.3 Kunjungan
2.1.4 Imunisasi TT
2.1.5 Memantau tumbuh kembang
2.1.6 Penatalaksanaan
2.2 Konsep Hiperemesis Grafidarum
2.2.1 Definisi
2.2.2 Etiologi
2.2.3 Manifestasi klinis
2.2.4 Diagnosa
2.2.5 Komplikasi
2.2.6 Diagnosis
2.2.7 Penyebab
2.2.8 Patofisiologi
Tinjauan Manajemen
BAB III TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian
3.2 Identifikasi Masalah/ diagnose
3.3 Identifikasi Masalah Potensial
3.4 Identifikasi Kebutuha segera
3.5 Intervensi
3.6 Implementasi
3.7 Evaluasi

BAB IV PEMBAHASAN

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagian besar emesis gravidarum (mual muntah) saat hamil dapat diatasi dengan
berobat jalan, serta pemberian obat penenang dan anti muntah. Tetapi sebagian kecil
wanita tidak dapat mengatasi mual-muntah yang berkelanjutan sehingga mengganggu
kehidupan sehari-hari dan menimbulkan kekurangan cairan dan terganggunya
keseimbangan elektkrolit.
Hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan cadangan karbohidrat habis dipakai
untuk keperluan energi. Sehingga pembakaran tubuh beralih pada cadangan lemak dan
protein, karena pembakaran lemak kurang sempurna terjadilah badan keton dalam darah
yang dapat menambah beratnya gejala klinik.
Melalui muntah dikeluarkan sebagian cairan lambung serta elektrolit natrium,
kalium dan kalsium. Penurunan kalium akan menambah beratnya muntah, sehingga
makin berkurang kalium dalam keseimbangan tubuh serta makin menambah berat
terjadinya muntah. Muntah yang berlebihan menyebabkan cairan tubuh berkurang,
sehingga darah menjadi kental (hemokonsentrasi) yang dapat melambatkan peredaran
darah yang berarti konsumi O2 dan makanan kejaringan berkurang. Kekurangan makanan
dan O2 kejaringan akan menimbulkan kerusakan jaringan yang dapat menambah beratnya
keadaan janin dan wanita hamil.
Muntah yang berlebihan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler
pada lambung dan esofagus, sehingga muntah bercampur darah suasana demikian dapat
menimbulkan kekhawatiran wanita hamil dan mengagetkan keluarganya. Sekalipun
kejadian muntah dalam bentuk hiperesis gravidarum tidak banyak dijumpai
penanganannya memerlukan perhatian yang serius.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Setelah membuat asuhan kebidanan, diharapkan mahasiswa dapat mengerti,
memahami serta mampu membuat asuhan kebidanan pada Ny “A” G1P00000 usia
kehamilan 8 minggu tunggal, hidup, intrauterin dengan hiperemesis gravidarum.
1.2.2 Tujuan Khusus
Adapun tujuan yang dapat kita ambil dari laporan ini adalah agar mahasiswa
mampu :
a. Melakukan pengkajian data
b. Mengidentifikasi diagnosa dan masalah
c. Menentukan identifikasi masalah potensial
d. Menentukan kebutuhan yang harus segera dipenuhi
e. Membuat rencana tindakan
f. Melaksanakan tindakan
g. Melaksanakan evaluasi dan hasil tindakan

1.3 Manfaat
a. Bagi mahasiswa
Mahasiswa dapat memahami tentang konsep dasar hiperemesis gravidaum.
b. Bagi institusi
Institusi dapat mengetahui sejauh mana mahasiswa STIKES Dian Husada Program
Studi DIII Kebidanan mampu membuat asuhan kebidanan ibu hamil dengan
hiperemesis gravidarum.
c. Bagi lahan praktek
Dapat meningkatkan asuhan pelayanan yang komprehensif pada ibu hamil dengan
hiperemesis gravidarum.

1.4 Metode Penulisan


Di dalam penulisan asuhan kebidanan ini yang digunakan adalah metode
deskriptif dengan menggunakan studi kasus melalui pendekatan manajemen kebidanan
menurut Varney yang meliputi langkah-langkah pengumpulan data, identifikasi diagnosa
dan masalah, identififkasi masalah potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi,
implementasi dan evaluasi.

1.5 Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah :
a. Wawancara
Yaitu dengan bertanya langsung kepada klien tentang hal-hal yang berhubungan
dengan latar belakang kondisi kesehatan klien.
b. Observasi langsung
Yaitu melalui pengamatan langsung maupun pemeriksaan fisik dengan inspeksi,
palpasi, auskultasi dan perkusi.
c. Studi dokumen
Dengan melihat rekam medik.
d. Studi literatur
Yaitu melalui referensi dan literatur.

1.6 Sistematika Penulisan


BAB I PENDAHULUAN
Meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan, manfaat, metode penulisan, teknik
pengumpulan data, serta sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada tinjauan pustaka ini yang dibahas adalah definisi hiperemesis gravidarum, etioogi,
manifestasi klinis, diagnosis, patofisiologis, komplikasi, pencegahan serta pengobatan.
BAB III TINJAUAN KASUS
Meliputi 7 langkah manajemen Varney yaitu pengkajian, identifikasi masalah dan
diagnosa, identifikasi masalah potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi,
implementasi, dan evaluasi.

BAB IV PEMBAHASAN
Membahas tentang kesenjangan teori dan praktek di lapangan yaitu pada tinjauan kasus
ibu G1P00000 UK 8 minggu tunggal, hidup, intra uterin, dengan hiperemesis gravidarum.
BAB V PENUTUP
Meliputi kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA

BAB 2
TINJAUAN TEORI`
2.1 Kehamilan
2.1.1 Definisi Kehamilan
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal
adalah 280 hari (40 minggu / 9 bulan) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Mochtar
Rustam, 1998;43).
2.1.2 Tanda – Tanda dan Gejala Kehamilan
1. Tanda – Tanda Tidak Pasti.
a. Amenhorea (tidak ada haid)
Semua wanita hamil akan mengalami aminore, tapi dapat juga terjadi pula
pada keadaan yang lain (pergantian lingkungan, gangguan emosi, penyakit
kronis seperti TBC).
Kadang – kadang pada kehamilan terjadi pengeluaran darah sedikit yang
sering kali disangka itu adalah menstruasi – perdarahan itu disebabkan karena
implantasi dari kavum ke dalam desidua.
b. Perubahan Buah Dada
Setiap wanita hamil akan mengalami perubahan buah dada, perubahan tersebut
dapat disebabkan pula oleh hal – hal lain seperti tumor / ovarial cyste.
c. Perasaan mual di pagi hari
Perasaan mual meriang, muntah-muntah pada umumnya terasa diwaktu pagi
hari dari bangun tidur sampai kira-kira jam 10 pagi, dapat pula terjadi
sepanjang hari (sore / malam). Perasaan ini disertai rasa tidak enak makan,
ingin makan pedas dan asam, solivasi. Terutama terjadi pada kehamilan
pertama kali, adanya perasaan mual belum memastikan bahwa wanita itu
hamil, besar juga terjadi pada penyakit lain seperti hepatitis, malaria, uicul
ventricular.

d. Sering buang air kemih


Umumnya pada bulan kedua kehamilan, wanita itu akan sering – sering buang
air kemih, berhubungan dengan uterus yang membesar dan akan keluar dari
pintu atas panggul yang menekan kandung kemih.
e. Pergerakan janin pertama (Quickening)
Hanya quickening menandakan adanya individu yang hidup, pada kehamilan
terjadi antara usia kehamilan 16 – 20 minggu. Pergerakan janin yang pertama
ini belum terjadi tanda pasti karena perasaan ini adalah subyektif yang
dirasakan oleh ibu sendiri.
f. Membesarnya perut
Pada kehamilan perut makin lama makin besar terutama setelah usia
kehamilan 5 bulan, karena janin membesar, membesarnya perut dapat pula
disebabkan oleh asietas atau tumor.
(Sarwono, 2002)
2. Tanda – Tanda Mungkin.
a. Tanda – tanda hegar
Adanya uterus segmen bawah rahim yang lunak dari pada bagian yang lain
dan embrio belum mengisi seluruh ruangan uterus, tetapi biasanya bertempat
di atas dekat dengan rindus uteri.
b. Tanda – tanda piskacek.
Adanya tempat yang kosong pada rongga uterus karena embrio biasanya
terletak di sebelah atas, pada pemeriksaan bimanual akan terasa benjola
asimetris.
c. Adanya Braxton Hicks.
Adanya kontraksi retraksi dan relaksasi pada otot – otot uterus yang sedang
membesar pada minggu – minggu pertama kehamilan, tidak mengakibatkan
rasa sakit.
d. Tanda – Tanda Chadwik
Perubahan pada serviks dan vagina menjadi kebiru – biruan karena uterus
sangat banyak membutuhkan darah.
e. Reaksi dari Ascheim Zandeks. Rekasi berdasarkan adanya progesterone yang
berlebihan yang dikeluarkan dalam air kemih.
3. Tanda – Tanda Pasti.
a. Terdengarnya detak jantung anak, pasti ada individu lain dalam ibu dan
individu itu hidup. Terdengar biasanya mulai kehamilan 18 – 20 minggu.
b. Teraba bagian – bagian anak, pada palpasi mulai kehamilan 20 minggu .
c. Pergerakan anak pada kehamilan antara 18 – 20 minggu. Bila kehamilan itu
besar, kehamilan itu dapat dilihat dari luar.
(Sarwono, 2002)
2.1.3 Kunjungan pada masa kehamilan dilakukan paling sedikit empat kali
1. Satu kali kunjungan triwulan pertama.
2. Satu kali kunjungan triwulan kedua.
3. Dua kali kunjungan pada triwulan ketiga.
Pelayanan / asuhan standar minimal 7T :
1. Timbang berat badan.
2. Ukur tekanan darah.
3. Ukur tinggi fundus uteri.
4. Pemberian tetanus toksoid (TT) lengkap.
5. Pemberian tablet zat besi, minimal 90 tablet selama hamil.
6. Tes terhadap penyakit menular seksual.
7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.
(Sarwono, 2002)
2.1.4 Imunisasi TT
Antigen Interval Lama %
(selang waktu pemberian) Perlindungan Perlindungan
TT 1 Pada kunjungan antenatal pertama. - -
TT 2 4 minggu setelah TT 1 3 tahun 80 %
TT 3 6 bulan setelah TT 2 5 tahun 90 %
TT 4 1 tahun setelah TT 2 10 tahun 95 %
TT 5 1 tahun setelah TT 4 25 tahun/seumur 99 %
hidup

2.1.5 Memantau Tumbuh Kembang Janin (Nilai Normal).


Usia Kehamilan TFU Menggunakan
(Dalam cm) Petunjuk- Petunjuk Badan.
12 minggu - Teraba di atas simpisis pubis.
16 minggu - Di tengah antara simpisis pubis dan
umbilikus.
20 minggu 20 Pada umbilikus.
22 - 27 minggu Di atas umbilikus .
28 minggu 28 Di tengah antara umbilikus dan
prosesus xipoidieus.
29 – 35 minggu 32 Di bawah Px.
36 minggu 36 Pada prosesus xipoidieus.

2.1.6 Penatalaksanaan Kehamilan Secara Umum.


1. Mengupayakan kehamilan yang sehat.
2. Melakukan deteksi dini komplikasi melalui penatalaksanaan awal serta rujukan bila
diperlukan.
3. Persiapan persalinan yang bersih dan aman.
4. Perencanaan antisipatif dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi
komplikasi.
(Sarwono, 2002)

2.2 Hiperemesis Gravidarum


2.2.1 Definisi
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan sehingga pekerjaan
sehari-hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk (Mansjoer, 2005).
Hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan cadangan karbohidrat habis dipakai
untuk keperluan energi, sehingga pembakaran tubuh beralih pada cadangan lemak dan
protein. Karena pembakaran lemak kurang sempurna terjadilah badan keton dalam darah
yang dapat menambah beratnya gejala klinik (Manuaba, 1998).
2.2.2 Etiologi
Belum diketahui pasti, namun beberapa faktor mempunyai pengaruh antara lain :
a. Faktor predisposisi
Yaitu primigravida, malohidatidosa, dan kehamilan ganda.
b. Faktor organik
Yaitu alergi, masuknya filikhorialis dalam sirkulasi, perubahan metabolik akibat
hamil dan resistensi ibu yang menurun.
c. Faktor psikologi
(Mansjoer, 2005)

2.2.3 Manifestasi Klinis


Menurut berat ringannya gejala, hiperemesis gravidarum dibagi dalam tingakatan,
yaitu :
a. Tingkat I
Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum, menimbulkan perasaan
lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan turun dan nyeri epigastrium, frekuensi
nadi pasien naik sekitar 100 kali/mnt, tekanan sistolik turun, turgor kulit berkurang,
lidah kering dan mata cekung.
b. Tingkat II
Pasien tampak lemah dan apatis, lidah kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang naik
dan mata sedikti ikterik, BB pasien turun, timbul hiptensi, hemokonsentrasi, oliguria,
konstipasi, dan nafas berbau aseton.
c. Tingkat III
Kesadaran pasien menurun dari somnolen sampai koma, muntah berhenti, nadi kecil
dan cepat, suhu meningkat dan tekanan darah makin menurun.

2.2.4 Diagnosis
Menetapkan kejadian hiperemesis gravidarum tidak sukar, dengan menentukan
kehamilan, muntah berlebihan sampai menimbulkan gangguan kehidupan sehari-hari dan
dehidrasi. Muntah yang terus menerus tanpa pengobatan dapat menimbulkan gangguan
tumbuh kembang janin dalam rahim dengan manifestasi kliniknya. Oleh karena itu
hiperemesis gravidarum berkelanjutan harus dicegah dan harus mendapat pengobatan
yang adekuat.
Kemungkinan penyakit lain yang menyertai hamil harus difikirkan dan
berkonsultasi dengan dokter tentang penyakit hati, penyakit ginjal dan penyakit luka
lambung. Pemeriksaan laboratorium dapat membedakan kemungkinan hamil yang
disertai penyakit.

2.2.5 Komplikasi
Ensefalopati wernicke dengan gejala nistagmus, diplopia dan perubahan mental, serta
payah hati dengan gejala timbulnya ikterus.

2.2.6 Diagnosis Banding


Prinsip pencegahan adalah mengobati emesis agar tidak terjadi hiperemesis.
- Penerangan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses fisiologis
- Makan sedikit-sedikit tetapi sering, berikan makanan selingan seperti biskuit, roti
kering dengan teh hangat saat bangun pagi dan sebelum tidur, hindari makanan
berminyak dan berbau. Makanan sebaiknya dalam keadaan panas atau sangat dingin.
- Defekasi teratur

2.2.7 Pengobatan Hiperemesis Gravidarum


Dalam keadaan muntah berlebihan dan dehidrasi ringan, penderita emesis gravidarum
dirawat sehingga dapat mencegah hiperemesis gravidarum. Konsep pengobatan yang
dapat diberikan sebagai berikut :
a. Isolasi dan pengobatan psikologis
Dengan melakukan isolasi diruangan sudah dapat meringankan wanita hamil karena
perubahan suasana dari lingkungan rumah tngga. Petugas dapat memberikan
komunikasi, informasi, edukasi tentang berbagai masalah berkaitan dengan
kehamilan.
b. Pemberian cairan pengganti
Dalam keadaan darurat diberikan cairan pengganti sehingga keadaan dehidrasi dapat
datasi. Cairan pengganti yang diberikan adalah glukosa 5% sampai 10% dengan
keuntungan dapat mengganti cairan yang hilang dan berfungsi sebagai sumber
energi, sehingga kerah pemecahan glukosa. Dalam cairan dapat diperlukan untuk
kelancaran metabolisme, selama pemberian cairan harus mendapat perhatian tentang
keseimbangan cairan yang masuk dan keluar melalui kateter, nadi, tekanan darah,
suhu dan pernapasan. Lancarnya pengeluaran urin memberikan petunjuk bahwa
keadaan wanita hamil berangsur-angsur membaik.
Pemeriksaan yang perlu dilakukan darah, urin dan bila mungkin fungsi hati dan
ginjal. Bila keadaan muntah berkurang, kesadaran membaik, wanita hamil dapat
diberikan makan minum dan mobilisasi.
c. Obat yang dapat diberikan
Memberikan obat pada hiperemesis gravidarum sebaiknya berkonsultasi dengan
dokter sehingga dapat dipilih obat yang tidak bersifat teratogenik (dapat
menyebabkan kelainan kongenital cacat bawaan bayi)
Komponen (susunan obat) yang dapat diberikan adalah:
1. Sedative ringan
- fenoberbital (luminal) 30 mgr
- Valium
2. Anti alergi
- Anti histamin
- Dramamin
- Avomin
3. Obat anti mual-muntah
- Mediamer B6
- Emertrole
- Stimetil
- Avopreg
4. Vitamin
- Terutama vitamin B komplek
- Vitamin C

d. Menghentikan kehamilan
Pada beberapa kasus. Pengobatan hiperemesis gravidarum tidak berhasil malah
terjadi kemunduran dankeadaan semakin menurun sehingga diperlukan pertimbangan
untuk melakukan gugur kandung.
Keadaan yang memerlukan pertimbangan gugur kandung diantaranya :
1. Gangguan kejiwaan
- Delirium
- Apatis, somnolen sampai koma
- Terjadi gangguan jiwa ensefalopati wernidle
2. Gangguan penglihatan
- Perdarahan pretina
- Kemunduran penglihatan
3. Gangguan faal
- Hati dalam bentuk ikterus
- Ginjal dalam bentuk anuria
- Jantung dan pembuluh darah terjadi nadi meningkat
- Tekanan darah menurun
Dengan memperhatikan keadaan tersebut guru kandung dapat di pertimbangkan pada
hiperemesis gravidarum.
(Mansjoer, 2005)
2.2.8 Patofisiologi

Fisiologi hamil

Faktor predisposisi Pemeriksaan :


Psikologis Fisik umum-khusus
Gizi-anemia Laporan khusus
Hamil tidak diinginkan Faal hati, ginjal
Hormonal Tes hamil

Keluhan ringan
Hiperemesis gravidarum
Muntah-dehidrasi
Kaki kram Emesis gravidarum Ikterus
Perdarahan retina
Oliguria
Pengobatan : Muntah berdarah
Anti muntah Fisik
Anti alergi Lidah kering
Vitamin BB turun
B komplek TD turun
Vitamin C Nadi naik
Elkana / kalsium Kesadaran menurun
ensefalopati wernicke
Gangguan faal alat
vital
Pengobatan berhasil
Pengawasan hamil
Nasehat : diet
Vaksinasi TT Pengobatan :
USG 2-3 kali MRS-isolasi-psikologi
Konsul rujukan Rehidrasi
Glukosa
B kompleks-vit. C
Oba-obatan
Sedative
Anti muntah
Mobilisasi diet ringan
Persalinan : partograf WHO Konsul rujukan
Persalinan dengan kesehatan
ibu dan bayi optimal Pengobatan gagal :
Terminasi kehamilan
dengan indikasi medis

(Sarwono, 2005 ; 213)


\TINJAUAN MANAJEMENT
Pengkajian : Untuk mengetahui siapa yang melakukan pengkajian, kapan waktunya,
dilakukan dimana dan mulai masuk kesarana kesehatan kapan.
Data Subyektif
1. Biodata
Nama ibu/suami : Untuk mengetahui identitas dan digunakan sebagai sapaan
untuk komunikasi.
Umur ibu/suami : Untuk mengetahui resiko kehamilan
Agama : Untuk mengetahui kepercayaan klien terhadap agama
yang dianutnya.
Alamat : Untuk mengetahui tempat tinggal klien, menilai
lingkungannya bising atau tidak.
Suku / bangsa : Untuk mengetahui asal suku daerah ibu/suami, menganut adat
budaya sehingga memudakan dalam berkomunikasi yang bebas.
Pendidikan : Untuk mengetahui tingkat pendidikan ibu/ suami sebagai dasar
pemberian KIE.
Pengkajian : Untuk mengetahui aktifitas ibu ditempat kerja berkaitan
dengan kemungkinan kenaikan darah/
2. Keluhan Utama
Untuk mengetahui keluhan yang dirsakan ibu saat pengkajian.
3. Riwayat kesehatan yang lalu
Untuk mengetahui apakah ibu sebelumnya pernah mempunyai penyakit akut, kronis dan
keturunan.
4. Riwayat kesehatan sekarang
Untuk mengetahui apakah ibu saat ini sedang menderita penyakit menular, menahun dan
menureun.
5. Riwayat kesehatan keluarga
Untukmengetahui apakah dalam keluarga ibu maupun suami ada yang pernah atau
sedang menderita penyakit menular, menahun, menurun

6. Riwayat haid
Untuk mengetahui kapan ibu mulai haid pertamakali, jumlah, banyak, bau,warna,
konsistensi dan keluhan.
7. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas dan KB yang lalu
Untuk mengetahuiapakah sebelumnya ibu pernah hamil/bersalin dan adalkah resiko atau
penyakit dalam kehamilannya.
8. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas
Untuk mengetahui riwayat kehamilan ibu pada trimester I, II, III untuk mengetahui
riwayat persalinan dan nifas ibu saat ini.
9. Pola kebiasaan sehari-hari
Untuk mengetahui perbedaan pola kebiasaan ibu saat dirumah dan di sarana kesehatan.
10. Data psikososial
Untuk mengetahui keadaan kejiwaan ibu yang berpengaruh terhadap proses persalunan
dan kelahiran.
11. Data sosial budaya
Untuk mengetahui hubungan ibu dengan suami, keluarga dan dengan tetangga, untuk
mengetahui budaya yang dianut oleh ibu.
12. Data spiritual
Untuk mengetahui kepercayaaan ibu terhadap agama yang dianutnya dan mengenal hal
dengan asuhan yang diberikan.

Data Obyektif
1. Pemeriksaan fisik umum
Keadaan umum : Untuk mengetahui keadaan ibu secara keseluruan
Kesadaran : Untuk mengetahui tingkat kesadaran ibu, komposmentis,
samnolen, sopor dan koma
Tekanan darah : Untuk mengetahui apakah tekanan daraah ibu dalam batas
normal / tidak
Suhu : Untuk mengetahui temperatur suhu ibu
Nadi : Untuk mengetahui frekuensi detak jantung ibu / menit
Pernafasan : Untuk mengetahui frekuensi ibu / menit iramanya reguler / tidak
TP : Untuk mengetahui tafsiran persalinan
2. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi
Kepala : Untuk mengetahui kepala ibu bersih / tidak,
penyebaran rambut
Wajah : Untuk mengetahui simetris / tidak, adem / tidak, pucat / tidak
Mata : Untuk mengetahui simetris / tidak, konjungtiva anemis / tidak, seklera
ikterus / tidak
Hidung : Bersih / tidak ada sekret / tidak, ada pernafasan cuping hidung / tidak
Bibir : Simetris / tidak, warna pucat / tidak ada stomatis / tidak, lidah bersih /
tidak, gigi ada stomatis / tidak
Telinga : Untuk mengetahui tingkat kebersihan adakah / tidak
Leher :Untuk mengetahui adanya bendungan vena jugularis / tidak
Dada :Untuk mengethui adakah retraksi interteste / tidak, payudara
simetris / tidak ada hiperpigmentasi areola mamae, puting menonjol /
tidak
Abdomen : Nampak kelijor / tidak, dapat setrie / tidak, linea / tidak, nampak
bekas operasi / tidak
Genetalia :Vulva odema / tidak, ada varises / tidak, jenis lokhaperinium ada
jahitan / tidak
Anus : Adahemonid / tidak
Ekstremitas : Untuk mengetahuai keaktifan pergerakan tangan dan kaki
b. Palpasi
Kepala : Adakah benjolan abnormal / tidak
Leher :Adakah bendungan vena jugularis/ tidak ,adakah pembesaran
kelenjar tiroid/ tidak
Payudara : Ada bendungan ASI/ tidak, ada benjolan abnormal /tidak adakah
nyeri tekan/tidak, kolostrum sudah keluar/ belum
c. Perkusi
Refleks Patella : Untuk mengetahui respon refleks
d. Auskultasi
Dada : Adakah suara tambahan
Abdoment : Untuk mengetahui adanya bising usus/tidak
3. Pemeriksaan penunjang
Untuk menegakkan diagnosa

IDENTIFIKASI MASALAH / DIAGNOSA


Diagnoa kebidanan ialah diagnosa yang ditegakkan oleh profesi kebidanan dalam
lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standart nomenklatur kebidanan.
Diagnosa : G1P00000 UK 8 minggu tunggal hidup intra uteri dengan hiperemesis gravidarum
Ds : ibu mengatakan masih merasa mual tapi sudah tidak muntah, ibu mengeluh sedikit
pusing
Do : k/u : cukup
Kesadaran : composmentis
TD : 90/70 mmHg S : 35,6 oC
N : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt
Pemeriksaan
Wajah : pucat
Mata : conjungtiva putih, mata cekung
Mulut : bibir lembab, lidah bersih
Kulit : turgor kulit kering

IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL


Bidan mengidentifikasi masalah, diagnosa potensial berdasarkan identifikasi masalah
yang sudah teridentifikasi langkah ini penting dalam melakukan Asuhan yang sama.

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


Baik itu untuk melakukukan konsultasi, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain
berdasarkan kondisi px.

INTERVENSI
Dx : G1P00000 UK 8 minggu, tunggal, hidup, intra uteri dengan hiperemesis gravidarum
1. Lakukan pendekatan terapeutik pada ibu dan keluarga
R/ membangun hubungan saling percaya antara tenaga kesehatan dengan ibu
2. Jelaskan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
R/ ibu mengetahui kondisi yang telah dialaminya
3. Jelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan
R/ ibu lebih kooperatif dalam menerima tindakan
4. Observasi TTV setiap 8 jam, observasi keluhan pasien sesuai dengan
kebutuhan
R/ mengetahui dan memantau keadaan umum pasien
5. Berikan HE tentang nutrisi
R/ memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin
6. Kolaborasi dengan tim medis
R/ mendapatkan terapi dan penanganan yang tepat

IMPLEMENTASI
Sesuai dengan intervensi

EVALUASI
S :ibu mengatakan masih merasa mual tapi sudah tidak muntah, ibu mengeluh sedikit
pusing
O : k/u : cukup
Kesadaran : composmentis
TD : 90/70 mmHg S : 35,6 oC
N : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt
Pemeriksaan
Wajah : pucat
Mata : conjungtiva putih/pucat, mata cekung
Mulut : bibir kering, lidah bersih
Kulit : turgor kulit kering
Mual (+), muntah (+)
Obat oral : antasid syrup 4x1
Metoclopramida : 1 tab
Ranitidin : 1x1

A :GI P00000 UK 8 mgg tunggal, hidup, intra uterin, dengan hiperemesis gravidarum
P :intervensi dilanjutkan
1. Obs TTV, keluhan pasien tiap 8 jam
2. Kolaborasi dengan tim medis
- Inj. Perimpera 3x1
- Oral antasid syrup 4x1
Metoclopramide 1 tab
Ranitidin 1x1
3. KIE : diet TKTP
Makan sedikit tapi sering
Istirahat cukup
BAB 3
TINJAUAN KASUS

3.1 Pengkajian
Oleh : Ani Duwiastutik
Hari/tanggal : , 06 Januari 2010
Jam : 11.00 WIB
No. Reg : 009034
A. Data Subyektif
1. Biodata
Nama : Ny “A” Nama Suami : Tn “S”
Umur : 25 thn Umur : 29 thn
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Karyawan Pabrik Pekerjaan : Swasta
Alamat : Mentaos cukir Alamat : mentaos cukir

2. Keluhan utama saat MRS


Ibu mengatakan tidak haid selama 3 bulan dan dalam 3 hari ini ibu mengalami mual
dan muntah yang terus menerus > 10 kali hingga nafsu makan tidak ada.
3. Keluhan saat pengkajian
Ibu mengatakan mual dan muntah terus menerus, badan terasa lemah dan tidak ada
nafsu makan.
4. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan saat ini tidak sedang menderita penyakit menular seperti kuning,
penyakit menurun seperti darah tinggi dan penyakit menahun seperti jantung.
5. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti kuning, penyakit
menurun seperti darah tinggi dan penyakit menahun seperti jantung.
6. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan baik dari keluarga ibu maupun suami tidak pernah ada yang sedang
menderita penyakit menular seperti kuning, penyakit menurun seperti darah tinggi
dan penyakit menahun seperti jantung serta tidak terdapat keturunan kembar.
7. Riwayat haid
Menarche : 14 tahun
Siklus : 28 hari
Lama : 7 hari
Warna : merah kehitaman
Bau : anyir
Banyak : 2x ganti pembalut / hari
Keputihan : tidak ada
Dismenorhae : tidak pernah
HPHT : 27-9-2010
TP : 04-06-2011
8. Riwayat perkawinan
Umur pertama nikah : 25 tahun
Lama menikah : 5 tahun
Berapa kali menikah : 1 kali
Jumlah anak :-
9. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas dan KB yang lalu
N Kehamilan Persalinan Anak
O Perkawi Ke Usia Peny Jenis Pen Tem Peny BBL Sex Hdp/ ASI Penyulit KB Gang
nan ke ulit olong pat ulit mati guan
1 1 HA MIL INI

10. Riwayat kehamilan sekarang


Ibu mengatakan selama hamil ini ibu periksa ke bidan 1 kali, ibu mengeluh mual,
mendapat vitamin dan saran dari bidan untuk makan sedikit tapi sering.
11. Pola kebiasaan sehari-hari

Pola Kebiasaan Dirumah Dirumah Sakit


1. Nutrisi - Makan 3x/hr porsi sedang - Ibu tidak mau makan apa-
(+8 sendok) dihabiskan apa ibu mual dan muntah
dengan komposisi nasi, terus, ibu hanya mau
lauk, sayur minum air putih
- Minum 5-6 gelas air
putih/hr
2. Eliminasi - BAB 1/hr dengan - Ibu belum BAB
konsistensi padat warna - Ibu belum BAK
kuning, tidak ada keluhan
- BAK + 6-7 x/hr warna
jernih kuning, tidak ada
keluhan - Ibu belum istirahat, ibu
3. Istirahat - Tidur siang : ibu tidak susah tidur karena ibu
pernah tidur karena ibu merasa mual dan muntah
bekerja terus
- Tidur malam : ibu istirahat
dari jam 21.00-04.00 wib
ibu tidak ada keluhan - Ibu belum mandi/diseka,
4. Personal hygiene - Mandi 2x/hr, keramas ibu baru datang ke RS 1
3x/mgg, gosok gigi 2x/hr, jam yang lalu
ganti pakaian 2x/hr - Ibu tidak beraktifitas, ibu
5. Aktifitas - Jam 07.00 ibu berangkat hanya berbaring dan
kerja sebagai karyawan istirahat di tempat tidur
pabrik sampai jam 05.00,
kemudian ibu mengurusi
pekerjaan rumah dibantu
suami
12. Data psikososial
a. Psikologis
Ibu mengatakan merasa senang dengan kehamilannya, ibu tidak sedih, tidak putus
asa dengan keadaannya sekarang, ibu berusaha mencari pengobatan dan menjaga
kesehatannya demi diri dan janinnya yang sedang dikandungnya.
b. Sosial
Ibu mengatakan tinggal dengan suami dan keluarga suami, hubungan dengan
suami dan keluarga baik, selalu memberikan semangat dan support pada ibu.
13. Data sosial budaya
Ibu mengatakan dalam keluarga masih menganut budaya jawa seperti selamatan 7
bulanan.
14. Data spiritual
Ibu mengatakan beragama Islam, taat beribadah, tidak percaya pada hal-hal tahayul.

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : lemah
Kesadaran : composmentis
TTV : TD : 90/70 mmHg
N : 88 x/mnt
S : 35,6 oC (axila)
RR : 22 x/mnt
HPHT : 28-05-2010
TP : 05-2-2011
UK : 12 minggu
BB : 50 kg , TB : 155 cm , LILA : 26,5 cm

2. Pemeriksaan khusus
a. Inspeksi
Kepala : bersih, tidak ada ketombe, tidak ada lesi, pertumbuhan dan
penyebaran rambut merata, rambut hitam, lurus, tidak rontok
Wajah : tampak pucat, tidak oedema, tidak terdapat cloasma gravidarum
Mata : simetris, conjungtiva pucat, sklera putih, mata cekung
Hidung : bersih, tidak ada polip, tidak ada sekret
Telinga : simetris, bersih, tidak ada serumen
Mulut : bibir kering, tidak ada stomatitis, lidah bersih, tidak ada caires gigi
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan bendungan vena
jugularis
Dada : tidak ada retraksi intercote, payudara simetris, puting menonjol,
hiperpigmentasi pada areola mamae
Abdomen : tidak ada luka bekas operasi atau SC, tampak linea nigra, tidak
tampak strie gravidarum
Genetalia : bersih, pertumbuhan pubis merata, tidak candiloma acuminata atau
talata, tidak oedema tidak ada varises,
Anus : bersih, tidak tampak hemoroid
Ekstremitas atas : simetris, pergerakan normal, tidak oedema
Ekstremitas bawah : simetris, pergerakan normal, tidak oedema, tidak ada varises
Kulit : bersih, turgor kulit kering
b. Palpasi
Kepala : tidak ada benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan bendungan vena
jugularis
Payudara : tidak ada nyeri tekan, tidak teraba benjolan abnormal
Abdomen : tidak teraba pembesaran hepar, perut teraba tegang, belum ada
pembesaran uterus
c. Auskultasi
Dada : tidak terdengar bunyi suara nafas tambahan seperti ronchi,
wheezing
d. Perkusi
Reflak patella +/+
3. Pemeriksaan penunjang
-
3.2 Identifikasi Diagnosa/Masalah
Dx : GIP00000 UK 12 mgg tunggal, hidup, intra uterin dengan hiperemesis gravidarum
Ds : ibu mengatakan tidak haid selama 3 bulan dan selama 3 hari ini ibu mengalami
mual muntah yang terus menerus > 10 kali hingga ibu tidak ada nafsu makan.
Do : k/u : lemah
Kesadaran : composmentis
TTV : TD : 90/70 mmHg
N : 88 x/mnt
S : 35,6 5oC
RR : 22 x/mnt
Wajah : inspeksi : tampak pucat
Mata : inspeksi : conjungtiva pucat, mata cekung
Mulut : inspeksi : bibir kering, lidah bersih
Payudara : inspeksi : simetris, putting menonjol, hiperpigmentasi pada areola
mamae
Palpasi : tidak teraba benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan
Abdomen : inspeksi : tidak ada luka bekas operasi atau SC, tampak linea nigra,
tidak tampak strie gravidarum
Palpasi : perut teraba tegang, belum ada pembesaran uterus
Kulit : turgor kulit kering
HPHT : 28-04-200
TP : 07-1-2009
UK : 12 mgg

3.3 Identifikasi Masalah Potensial


- Dehidrasi
3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera
- Kolaborasi dengan tim medis
3.5 Intervensi
Tanggal : 06 Januari 2010 jam : 13.00 WIB
Dx :GIP00000 UK 12 mgg, tunggal, hidup, intra uterin dengan hiperemesis
gravidarum
Tujuan : dengan dilakukan asuhan kebidanan selama 2x24 jam diharapkan mual dan
muntah ibu berkurang serta keadaan ibu membaik dapat melanjutkan
kehamilannya sampai aterm.
Kriteria hasil : - k/u :baik
TTV dalam batas normal
TD : (120/80 – 90/60 mmHg
N : (80-100 x/mnt)
S : (36,5 – 37,5 oC)
RR : (18-24 x/mnt)
- Mual dan muntah berkurang
- Nafsu makan kembali normal
- Wajah tidak pucat
- Mukosa bibir lembab
- Ibu dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya (sebelum sakit)
Intervensi :
1. Lakukan pendekatan terapeutik pada ibu dan keluarga
R/ membangun hubungan saling percaya antara tenaga kesehatan dengan ibu
2. Jelaskan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan
R/ ibu mengetahui kondisi yang telah dialaminya
3. Jelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan
R/ ibu lebih kooperatif dalam menerima tindakan
4. Observasi TTV setiap 8 jam, observasi keluhan pasien sesuai dengan kebutuhan
R/ mengetahui dan memantau keadaan umum pasien
5. Berikan HE tentang nutrisi
R/ memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin
6. Kolaborasi dengan tim medis
R/ mendapatkan terapi dan penanganan yang tepat
3.6 Implementasi
Tanggal : 06 januari 2010
Jam : 15.30 WIB
1. Memberi salam, memperkenalkan diri bertutur kata dengan baik dan sopan pada
ibu dan keluarga
2. Memberi tahu pada ibu dan keluarga bahwa ibu kekurangan cairan dan nutrisi
karena ibu mual dan muntah berlebihan > 10 x selama 3 hari ini.
3. Memberitahu dan menjelaskan pada ibu akan diberikan cairan infus untuk
mengganti cairan yang dikeluarkan selama 3 hari ini
4. Mengobservasi TTV setiap 8 jam
TD : 90/70 mmHg
N : 88 x/mnt
S : 35,6 5oC
RR : 22 x/mnt
Ibu mengatakan mual dan muntah terus menerus
Ibu tidak ada nafsu makan
5. Menganjurkan ibu untuk makan sedikit tapi sering, menganjurkan untuk makan
biskuit dan teh hangat pada pagi hari, mengurangi/menghindari makanan yang
pedas atau menyengat agar tidak memicu mual dan muntah
6. Menganjurkn ibu untuk berkonsultasi dengan dokter obgyn
3.7 Evaluasi
Tanggal : 06 Januari 2010 jam :17.00 WIB
S : ibu mengatakan masih merasa mual tapi sudah tidak muntah, ibu mengeluh sedikit
pusing
O : k/u : cukup
Kesadaran : composmentis
TD : 90/60 mmHg S : 36,5 oC
N : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt
Pemeriksaan
Wajah : tidak pucat
Mata : conjungtiva pucat, mata cekung
Mulut : bibir lembab, lidah bersih
Kulit : turgor normal
Tangan kiri terpasang infus NaCl 20 tts/mnt
Mual (+), muntah (+)
Obat oral : antasid syrup 4x1
Metoclopramida 1 tab
Ranitidin 1x1
A : GI P00000 UK 12 mgg tunggal, hidup, intra uterin, dengan hiperemesis gravidarum
P : intervensi dilanjutkan
4. Obs TTV, keluhan paisen tiap 8 jam
5. Kolaborasi dengan tim medis
6. KIE : diet TKTP
Makan sedikit tapi sering
Istirahat cukup
BAB 4
PEMBAHASAN

Setelah melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil usia kehamilan 12 minggu,
tunggal, hidup, intra uterin, dengan hiperemesis gravidarum. Dari data pengkajian di
dapatkan bahwa ibu mengalami mual muntah lebih dari 10 kali tiap hari selama 3 hari ini, ibu
tampak lemah karena ibu tidak ada nafsu makan. Gejala ini sesuai dengan manifestasi klinis
yang ada pada tinjauan teori sehingga diperoleh dianosa Ny “A” GIP00000. Diagnosa dan
masalah diatas ditentukan berdasarkan data subyektif dan obyektif saat pengkajian. Dalam
hal ini tidak ada kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus.
Pada tahap perencanaan semua intervensi pada tinjauan teori dapat dilakukan pada
tinjauan kasus tanpa ada hambatan sehingga dalam hal ini tidak ada kesenjangan.
Pelaksanaan intervensi terhadap pasien pada tinjauan kasus dapat dilakukan semua
seperti dalam tinjauan teori karena antara petugas kesehatan, pasien dan keluarga terjadi
intervensi saling percaya, sehingga terjalin kerjasama yang baik. Didukung juga dengan
tersediannya sarana dan prasarana yang ada yang mungkin untuk melaksanakan asuhan
kebidanan sesuai dengan intervensi.
Evaluasi dari asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum
tidak ditemukan adanya hal-hal yang dikhawatirkan atau keadaan yang memperberat
kondisinya saat ini. Sehingga disimpulkan di BPS MUZAYANAH porong telah memberikan
penanganan yang sesuai dengan teori yang ada.
BAB 5
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan asuhan kebidanan penulisan mampu melaksanakan asuhan
kebidanan pada ibu hamil dengan hiperemsis gravidarum. Keberhasilan dalam
perencanaan tindakan membutuhkan dukungan dari pasien dan keluarga seperti
keterbukaan pasien dalam memberikan informasi tentang masalah yang dihadapi, untuk
mempermudah dalam mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan. Evaluasi
dilakukan setelah pelaksanaan asuhan untuk mencapai keberhasilan dari asuhan
kebidanan berdasarkan tujuan dan kriteria hasil. Penulis mampu melaksanakan asuhan
kebidanan pada ibu dengan hiperemesis gravidarum dengan menerapkan manajemen
asuhan kebidanan 7 langkah menurut Helen Varney.

5.2 Saran
5.2.1 Mahasiswa
- Mahasiswa diharapkan lebih mendalami kembali teori tentang hiperemesis
gravidarum sehingga dapat memberikan asuhan kebidanan yang tepat dan lebih
efektif sesuai dengan teori yang ada
- Dengan praktek kebidanan ini mahasiswa dapat menggali dan mendapatkan
pengalaman yang banyak, untuk itu mahasiswa hendaknya lebih aktif selama
berada dilahan praktek
5.2.2 Insitusi
Institusi diharapkan menyediakan sumber-sumber pustaka yang up to date sehingga
mahasiswa dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang
kesehatan.
5.2.3 Lahan Praktek
puskesmas lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan lebih konservatif
terhadap asuhan yang diberikan serta mendokumentasikan semua tindakan yang
dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, 2005. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius

Sarwono, 2005. Ilmu Kebidanan. YBP-SP

Manuaba. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Arcan : jakarta