Anda di halaman 1dari 4

Minat Belajar

OPINI
Astuti Prasetyaningsih
| 02 October 2010 | 05:34

Minat menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap
suatu gairah keinginan. sedangkan menurut Crow dan Crow, minat sangat erat hubungannya
dengan dorongan, motif, dan reaksi emosi

(Sri Rukmini, 1998: 118).

Sedangkan pengertian tentang belajar banyak dikemukakan oleh ahli psikologi seperti Leflon.
Leflon (1991) menyatakan bahwa learning as a relatively permanent change in the organism
that occurs as a result of experience, this change is often seen in overt or observed behavior, but
not always. Dari pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa belajar adalah terjadinya perubahan
perilaku dalam diri organisme yang bersifat relatif permanen sebagai hasil dari pengalaman.

Pengertian tersebut didukung oleh Gage (1984), yang menyatakan bahwa belajar dapat
didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat
pengalaman. (Sri Rukmini, 1998: 156).

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa minat belajar adalah rasa suka atau ketertarikan
peserta didik terhadap pelajaran sehingga mendorong peserta didik untuk menguasai
pengetahuan dan pengalaman, hal tersebut dapat ditunjukkan melalui partisipasi dan keaktifan
dalam mencari pengetahuan dan pengalaman tersebut.

Minat mengandung unsur-unsur kognisi (mengenal), emosi (perasaan), dan konasi (kehendak).
Atas dasar tersebut minat dianggap sebagai respon yang sadar dari diri individu. Yang dimaksud
kognisi adalah minat tersebut didahului oleh pengetahuan dan informasi mengenai obyek yang
dituju, kemudian menimbulkan emosi (perasaan) tertentu, dan akan menuju pada konasi
(kehendak) untuk mencapainya, seperti adanya keinginan dan kemauan dari diri individu
tersebut.

Minat memiliki manfaat sebagai pendorong yang kuat dalam mencapai prestasi. Dengan
memiliki minat belajar, peserta didik lebih memperkuat ingatan tentang pelajaran yang diberikan
oleh pendidik. Dengan ingatan yang kuat, peserta didik berhasil memahami materi pelajaran
yang diberikan oleh pendidik. Sehingga, tidak sulit bagi peserta didik dalam mengerjakan soal
atau pertanyaan dari peserta didik. Hal tersebut menghasilkan nilai yang bagus dan
meningkatkan prestasi peserta didik.

Selain itu, Minat belajar menciptakan dan menimbulkan konsentrasi dalam belajar. Peserta didik
akan memiliki konsentrasi yang baik apabila dalam dirinya terdapat minat untuk mempelajari hal
yang ingin mereka ketahui. Konsentrasi yang terbentuk inilah, yang mempermudah peserta didik
memahami materi yang dipelajari.
Seperti yang dijelaskan diatas, minat merupakan pendorong bagi peserta didik dalam belajar.
Dengan minat tersebut, belajar bukan lagi sebagai beban bagi peserta didik. Belajar menjadi hal
yang menggembirakan bahkan peserta didik dapat belajar dengan perasaan senang karena
mengetahui hal-hal yang baru. Dengan kata lain, memperkecil kebosanan peserta didik terhadap
pelajaran. Hal ini, menunjukkan bahwa minat sangat erat hubungannya dengan belajar.

Persoalannya saat ini adalah minat peserta didik yang berbeda atau bahkan tidak adanya minat
pada diri peserta didik. Minat tersebut ada yang berasal dari diri peserta didik yang disebut bakat.
Tapi, ada kalanya minat tersebut perlu mendapatkan pengaruh dari lingkungan. Minat dari
lingkungan tersebut, karena adanya pengaruh dari guru yang menggunakan variasi gaya belajar.

Pendidik harus memiliki perhatian khusus terhadap peserta didiknya, sehingga pendidik dapat
mengetahui peserta didik yang memiliki minat dalam belajar dan peserta didik yang harus
dibantu dalam menciptakan minat belajar tersebut. Guru dapat memperhatikan hal-hal kecil yang
menunjukkan bahwa peserta didik memiliki minat yang cukup terhadap pelajaran, antara lain
ialah

1. Melalui pekerjaan rumah

Secara sekilas, pendidik dapat menilai minat peserta didik melalui pekerjaan rumah.
Peserta didik yang memiliki minat terhadap pelajaran tersebut, akan mengerjakan
pekerjaan rumah yang diberikan kepadanya dengan baik.

2. Diskusi

Diskusi yang diciptakan dalam ruang kelas dengan teman sebaya, dapat memberi
petunjuk mengenai minat mereka dan seberapa kuat minat tersebut. Jadi, dalam
berdiskusi peserta didik tersebut akan antusias dan berprestasi.

3. Memberi Pertanyaan

Apabila proses belajar mengajar berlangsung dengan aktif, artinya peserta didik aktif
bertanya dan pertanyaan tersebut sesuai dengan materi yang diterangkan oleh pendidik.
Hal tersebut menunjukkan bahwa peserta didik memiliki minat terhadap pelajaran
tersebut.

Membangkitkan minat dalam diri peserta didik merupakan kewajiban dari pendidik, orang tua,
dan masyarakat. Sekolah merupakan salah satu badan untuk menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi peserta didik. Di dalam sekolah, pendidik harus mempunyai strategi-srategi
untuk membangkitkan minat peserta didik untuk belajar. Misalnya, pendidik bercerita tentang
hal yang dapat menarik yang berhubungan denga materi, sehingga menimbulkan minat terhadap
pelajaran tersebut. Selain itu, pendidik dapat memotivasi peserta didik dengan cara memberikan
hadiah bagi peserta didik yang mendapat nilai seratus. Serta masih banyak hal-hal lain yang
dapat dikembangkan oleh pendidik untuk menumbuhkan keaktifan pserta didik dalam belajar.
Selain sekolah bertanggung jawab untuk menciptakan situasi belajar yang menyenangkan serta
menantang, diperlukan peran orang tua yang besar. Pendidik hanya dapat mengawasi dalam
lingkungan sekolah. Diluar sekolah, orang tua perlu menumbuhkan minat belajar anak. Hal
tersebut, salah satunya ialah dengan memenuhi fasilitas belajar anak. Dengan demikian akan
tidak kesulitan dalam belajar sebab semua fasilitas telah terpenuhi. Pada dasarnya, peran
pendidik dan orang tua berpengaruh penting dalam keberhasilan belajar peserta didik.

Berhasil atau tidak peserta didik dalam belajar disebabkan beberapa faktor-faktor yang
mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Faktor tersebut dapat berupa faktor dari dalam individu
(faktor internal) seperti faktor kesehatan, bakat dan perhatian, dan faktor dari luar individu
(faktor eksternal) seperti keadaan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

1. Faktor internal

Merupakan faktor yang mempengaruhi minat belajar peserta didik yang berasal dari
peserta didik sendiri.

a. Kesehatan

Peserta didik yang sehat jasmani dan rohani akan terdorong untuk belajar dan
sebaliknya. Kesehatan jasmani yang terganggu misalnya pilek dan deman,
menjadikan peserta didik tidak cepat lelah dalam belajar dan tidak memiliki
semangat untuk belajar.

Begitu pula dengan kesehatan rohani, peserta didik yang memiliki rasa kecewa
terhadap teman atau orang tua, menimbulkan rasa malas untuk belajar dan tidak
adanya konsentrasi terhadap pelajaran tersebut.

b. Bakat dan intelegensi

Bakat mempengaruhi belajar, jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai
dengan bakat, maka siswa akan berminat terhadap pelajaran tersebut, begitu juga
intelegensi, orang yang memiliki intelegensi (IQ) tinggi, umumnya mudah belajar
dan hasilnya pun cenderung baik, sebaliknya jika seseorang yang “IQ” nya rendah
akan mengalami kesukaran dalam belajar.

c. Perhatian

Untuk mencapai hasil belajar yang baik, siswa harus mempunyai perhatian
terhadap materi yang dipelajarinya. Hal tersebut akan menimbulkan minat dalam
diri peserta didik dan memiliki semangat dalam belajar sehingga mencapai
prestasi yang bagus.

2. Faktor eksternal

a. keluarga
Keluarga memiliki peran yang besar dalam menciptakan minat belajar bagi anak.
Seperti yang kita tahu, keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama
bagi anak Cara orang tua dalam mengajar dapat mempengaruhi minat belajar
anak. Orang tua harus selalu siap sedia saat anak membutuhkan bantuan terlebih
terhadap materi pelajaran yang sulit ditangkap oleh anak. Peralatan belajar yang
dibutuhkan anak, jugaperlu diperhatikan oleh orang tua. Dengan kata lain, oran
tua harus terus mengetahui perkembangan belajar anak pada setiap hari.

Suasana rumah juga harus mendukung anak dalam belajar. kerapian dan
ketenangan perlu dijaga. Hal tersebut bertujuan agar anak merasa nyaman dan
mudah membentuk konsentrasinya terhadapa materi yang dihadapi.

b. Sekolah

Pengetahuan dan pengalam yang diberikan melalui sekolah

harus dilakukan dengan proses mengajar yang baik. Pendidik menyelenggarakan


pendidikan dengan tetap memperhatikan kondisi anak didiknya. Dengan
demikian, anak tercipta situasi yang menyenangkan dan tidak membosankan
dalam proses pembelajaran.

Minat belajar peserta didik, dapat tumbuh dalam lingkungan sekolah dengan baik,
apabila guru memegang perannya sesuai ketentuan. Guru dapat menimbulkan
minat belajar dengan memotivasi mereka, seperti memberikan hadiah pada anak
yang mendapat nilai seratus. Guru juga harus pandai dalam memilki pekerjaan
rumah yang akan diberikan pada peserta didik. Pekerjaan rumah tersebut jangan
sampai membuat peserta didik merasa bosan didepan soal-soal tersebut.

c. Masyarakat

Kegiatan akademik, akan lebih baik apabila diimbangi dengan kegiatan di luar
sekolah. Banyak kegiatan di dalam masyarakat yang dapat menumbuhkan minat
belajar anak. Seperti kegiatan karang taruna. Anak dapat belajar berorganisasi di
dalamnya. Tapi, orang tua perlu memperhatikan kegiatan anaknya di luar rumah
dan sekolah. Sebab kegiatan yang berlebih akan menurunkan semangatnya dalam
mengikuti pelajaran di sekolah.

Saran saya dalam permasalahan minat belajar peserta didik ialah perlunya kerjasama pendidik
dan orang tua dalam meningkatkan serta mengawasi minat belajar. Sehingga, peserta didik sadar
bahwa belajar merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dengan demikian peserta didik akan
mengalami kemajuan dalam mencapai prestasi.

http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/02/minat-belajar/