P. 1
PERENCANAAN_STRUKTUR_JEMBATAN_BETON_PRATEKAN_STATIS_TAK_TENTU_KALI_...

PERENCANAAN_STRUKTUR_JEMBATAN_BETON_PRATEKAN_STATIS_TAK_TENTU_KALI_...

|Views: 319|Likes:
Dipublikasikan oleh eliagote

More info:

Published by: eliagote on Jan 07, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

TUGAS AKHIR

PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN BETON
PRATEKAN STATIS TAK TENTU
KALI BAREK KABUPATEN MALANG


DISUSUN OLEH :
Y U L I A N T O
( 3101 . 109 . 641 )










DOSEN PEMBIMBING :
Ir. IMAN WIMBADI, MS.
NIP. 132 676 234


PROGRAM SARJ ANA (S-I) EKSTENSI LINTAS J ALUR
J URUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2006








TUGAS AKHIR

PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN BETON
PRATEKAN STATIS TAK TENTU
KALI BAREK KABUPATEN MALANG






SURABAYA , 1 PEBRUARI 2006
MENGETAHUI / MENYETUJUI


DOSEN PEMBIMBING :




Ir. IMAN WIMBADI, MS.
NIP. 132 676 234


PROGRAM SARJ ANA (S-I) EKSTENSI LINTAS J ALUR
J URUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2006







PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN
BETON PRATEKAN STATIS TAK TENTU
KALI BAREK KABUPATEN MALANG

Y u l i a n t o
3101 109 641

ABSTRAK

Transportasi merupakan salah satu kebutuhan yang penting dalam kehidupan
sosial ekonomi masyarakat. Selain untuk memperpendek jarak dan untuk memindahkan
suatu objek, transportasi juga berfungsi untuk melancarkan hubungan antara dua atau
lebih dari lokasi satu ke lokasi yang lainnya. Salah satu sarana untuk memperlancar
kegiatan transportasi adalah jembatan yang merupakan suatu bagian dari jalan raya yang
berfungsi untuk menghubungkan jalan yang terputus karena adanya rintangan seperti
sungai, danau, lembah, jurang, dan lain sebagainya. Dengan dibangunnya jembatan Kali
Barek yang menghubungkan ruas jalan antara Malang – Blitar yang melintasi Kali
Barek, Kabupaten Malang adalah sebagai jalan alternatif untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi di Malang dan Blitar.
Perencanaan jembatan Kali Barek Kabupaten Malang dilakukan dengan balok
beton Pracetak bentang menerus (statis tak tentu) dengan gelagar tipe I. Permasalahan
yang timbul adalah bagaimana merencanakan struktur bangunan atas dan
merencanakan bangunan bawah dari jembatan sehingga dapat memenuhi tegangan yang
diijinkan baik pada saat pelaksanaan maupun servis.
Untuk bangunan atas perhitungannya meliputi ; perhitungan tiang sandaran,
trotoar, kerb, plat lantai kendaraan, balok melintang, gelagar utama beserta tendon, dan
landasan. Untuk bangunan bawah perhitungan meliputi ; perhitungan abutment, pilar
jembatan, poer, dan sumuran. Dalam perhitungan perancangan jembatan ini tidak lepas
dari tuntutan struktural yang harus dipenuhi dengan merujuk pada peraturan yang
berlaku di Indonesia yaitu “Peraturan Perencanaan Teknik J embatan” (Bridges Manage
ment System 1992). Hasil yang diperoleh pada tahapan – tahapan perhitungan pada
akhirnya dituangkan kedalam bentuk gambar – gambar struktur.
Pada akhirnya diharapkan perhitungan perancangan dapat menghasilkan
konstruksi jembatan yang kuat, ekonomis, dan tahan lama.


Kata kunci : beton pratekan, kehilangan gaya pratekan, cor ditempat, statis tak tentu







i


KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah S.W.T. karena atas rahmat dan hidayah-Nya
penyusun dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir dengan judul PERENCANAAN
STRUKTUR JEMBATAN BETON PRATEKAN STATIS TAK TENTU KALI
BAREK KABUPATEN MALANG.
Laporan Tugas Akhir ini disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan
program studi S-1 Ekstensi Lintas J alur, J urusan Tehnik Sipil, Fakultas Tehnik Sipil dan
Perencanaan – ITS Surabaya.
Tersusunnya Tugas Akhir ini tidak terlepas dari berbagai pihak yang ikut
berpartisipasi dalam penyelesaian Tugas Akhir ini. Dengan kerendahan hati dan ikhlas
penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
Allah S.W.T atas segala karunia-Nya yang tak pernah berhenti sampai sekarang
dan selamanya.
Bapak dan Ibu tercinta, Adik-adikku tersayang atas dorongan dan kesabarannya
menantikan kelulusan ini. Terima kasih semuanya.
Bapak Ir. Iman Wimbadi, MS, selaku Dosen Pembimbing.
Semua pihak yang secara langsung dan tidak langsung membantu selesainya
laporan Tugas Akhir ini.
Kami menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini jauh dari sempurna namun
kami berharap semoga dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya. Kritik dan saran
sangat kami harapkan untuk kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan Tugas Akhir ini
dapat bermanfaat bagi pembaca.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Hormat Kami


Penyusun
ii
Ucapan Terima Kasih :



Dengan kerendahan hati dan keikhlasan Saya ucapkan terima kasih untuk semua yang t’lah
terlibat dalam perjalanan tugas akhir ini. Allah S.W.T...’karunia dan rahmat-Nya
yang terus mengalir hingga sekarang dan nanti’...Kepada kedua orang tua ku, istri dan
anakku yang lucu. Karena support dan semangat yang mereka berikan saya dapat
menyelesaikan tugas akhir ini.
Dan juga tidak lupa saya ucapkan juga kepada Bapak Ir. Iman Wimbadi, MS dalam
bimbingan nya saya bisa menyelesaikan tugas ini.
Tidak lupa juga saya ucapkan juga pada rekan-rekan terutama mas Arif atas bantuan
nya mencarikan data- data yang diperlukan untuk mendukung pengerjaan tugas akhir
ini. Akhir kata saya ucapkan banyak-banyak terima kasih.
Wassalammu’ alikum warohmatullohi wabarrokatuh.















DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ……………………………………………………………………….
KATA PENGANTAR …………………………………………………………...
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………..
DAFTAR TABEL ……………………………………………………………….
DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang masalah ………………………………………………………
1.2 Rumusan masalah ……………………………………………………………
1.3 Maksud dan tujuan …………………………………………………………...
1.4 Ruang lingkup pembahasan ………………………………………………….
1.5 Metodologi …………………………………………………………………...

BAB II KRITERIA DESAIN
2.1 Data-data teknis ………………………………………………………………
2.2 Data tanah …………………………………………………………………....
2.3 Peraturan-peraturan yang dipakai ……………………………………………
2.4 Bahan-bahan yang digunakan ………………………………………………..
2.5 Tegangan ijin bahan…..………………………………………………………
2.6 Persyaratan desain secara umum ……………………………………………..
2.7 Pembebanan pada struktur utama jembatan…………………………………..

BAB III PERENCANAAN STRUKTUR SEKUNDER
3.1 Perencanaan tiang sandaran, Kerb/ balok trotoar …………………………….
3.2 Plat lantai kendaraan …………………………………………………………
3.3 Balok melintang ……………………………………………………………...

i
ii
iii
vi
vii
1
2
2
2
3
6
6
7
7
7
9
10
20
24
37
iii
iv
BAB IV PERENCANAAN STRUKTUR UTAMA
4.1 Preliminari desain ……………………………………………………………
4.2 Perencanaan gelagar utama ………………………………………………….
4.2.1 Menaksir dimensi gelagar utama dan karakteristiknya ………………...
4.2.2 Perhitungan penampang komposit ……………………………………..
4.2.3 Pembebanan ……………………………………………………………
4.2.4 Perhitungan momen ……………………………………………………
4.2.5 Menentukan gaya prategang yang terjadi pada 14 m bentang A-B……..
4.2.6 Menentukan gaya prategang yang terjadi pada 35 m bentang A-B…….
4.2.7 Menentukan gaya prategang yang terjadi pada 25 m dari titik B-C …...
4.2.8 Kontrol tegangan yangb terjadi pada bentang 25 m dari titik B-C ……..
4.2.9 Perhitungan Kabel ……..……..……..……..……..……..……..………..
4.3.0 Kehilangan gaya rategang.........……..……..……..……..……..………..
4.3.1 Perhitungan momen batas dan momen retak……..……..……..………..
4.3.2 Perhitungan perpanjangan kabel...................……..……..……..………..
4.3.3 Kontrol tegangan dibelakang angker..……..……..……..……..………..
4.3.4 Perhitungan gaya membelah.....……..……..……..……..……..………..
4.3.5 Perhitungan gaya geser...……..……..……..……..……..……..………..
4.3.6 Perhitungan lendutan…..……..……..……..……..……..……..………..

BAB V PERENCANAAN PLAT LANDASAN
5.1 Pembebanan ……..……..……..……..……..……..……..……..……..……...
5.2 Perputaran sudut ……..……..……..……..……..……..……..……..………...
5.3 Perhitungan landasan ……..……..……..……..……..……..……..……..…...

BAB VI PERENCANAAN BANGUNAN BAWAH
6.1 Perencanaan Pier atau Pilar J embatan tumpuan B dan C ……..……..……….
6.2 Perencanaan landhoofd atau abutment ..……..……..……..……..…………..

40
47
47
50
52
55
62
69
76
79
82
97
109
113
114
115
118
122
126
128
129
134
147
v
BAB VII METODE PELAKSANAAN

BAB VIII KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
166


DAFTAR GAMBAR
Halaman

2.1 Kedudukan beban lajur “D” ...................................................................... 13
2.2 Beban akibat truk “T” arah memanjang ...................................................... 14
2.3 Beban akibat truk “T” arah melintang ........................................................ 14
3.1 Tiang sandaran ............................................................................................ 20
3.2 Trotoar ......................................................................................................... 22
3.3 Kerb (Balok Trotoar) .................................................................................. 23
3.4 Potongan melintang jembatan ..................................................................... 24
3.5 Perbandingan antara Lx dan Ly .................................................................. 25
3.6 Pembebanan “T” ......................................................................................... 26
3.7 Ikhtisar momen untuk plat lantai kendaraan ............................................... 28
3.8 Penyebaran beban pada plat lantai kendaraan ............................................ 32
3.9 Ukuran dan kedudukan beban roda ganda .................................................. 32
3.10 Luas Geser Ponds A1 .................................................................................. 33
3.11 Luas Geser Ponds A2 .................................................................................. 33
3.12 Dimensi untuk plat precast lantai kendaraan .............................................. 34
3.13 Penampang plat lantai kendaraan ................................................................ 36
3.14 Dimensi balok diafragma di lapangan ........................................................ 37
4.1 Bidang momen statis tertentu ...................................................................... 42
4.2 Bidang momen statis tertentu........................................................................ 43
4.3 Dimensi balok rencana .................................................................................. 47
4.4 Penampang ujung balok rencana .................................................................. 49
4.5 Letak c.g.c komposit........................................................................................ 50
4.6 Letak c.g.c komposit........................................................................................ 51
4.7 Beban Angin pada lalu lintas kendaraan........................................................... 55
4.8 Tipe struktur pada perhitungan statis momen .................................................. 55
4.9 Beban akibat berat sendiri gelagar utama ........................................................ 56
4.10 Beban akibat balok melintang (Diaphragma) ................................................. 56
4.11 Beban akibat plat lantai kendaraan +aspal
+muatan sekunder +air hujan ...................................................................... 56
vii
viii

4.12 Beban hidup posisi A ................................................................................. 57
4.13 Beban hidup posisi B ................................................................................ 57
4.14 Beban hidup posisi C ................................................................................ 57
4.15 Beban hidup posisi D ................................................................................ 57
4.16 Beban hidup posisi E ................................................................................ 58
4.17 Bidang Moment Akibat Berat sendiri............................................................ 61
4.18 Bidang Moment Akibat pelat ..................................................................... 61
4.19 Bidang Moment Akibat diafrakma ............................................................... 61
4.20 Bidang Moment Akibat beban hidup............................................................ 61
4.21 Bidang Moment Akibat beban total .............................................................. 61
4.22 Bidang Moment Akibat beban p ................................................................... 61
4.23 Diagram tegangan pada saat jacking .......................................................... 66
4.24 Diagram tegangan setelah plat lantai dicor ................................................. 67
4.25 Diagram tegangan setelah komposit ........................................................... 68
4.26 Diagram tegangan pada saat jacking .......................................................... 73
4.27 Diagram tegangan setelah plat lantai dicor ................................................. 74
4.28 Diagram tegangan setelah komposit ........................................................... 75
4.29 Diagram tegangan pada saat jacking .......................................................... 80
4.30 Diagram tegangan setelah plat lantai dicor ................................................. 81
4.31 Diagram tegangan setelah komposit ........................................................... 82
4.32 Perencanaan letak kabel (c.g.s) .................................................................. 86
4.33 Perencanaan letak kabel (c.g.s) .................................................................. 88
4.34 Letak tendon pada tumpuan pilar ............................................................... 89
4.35 Letak tendon pada ujung bentang ............................................................... 90
4.36 Letak tendon pada 13,5 dari tumpuan.......................................................... 90
4.37 Letak tendon pada tumpuan pilar B ............................................................ 92
4.38 Letak tendon pada 25 m dari tumpuan ....................................................... 92
4.39 Daerah limit tendon bentang 35 m ............................................................. 94
4.40 Daerah limit tendon bentang 50 m ............................................................. 94
4.41 Letak c.g.s bentang 35 m ............................................................................ 94
4.42 Letak c.g.s bentang 50 m ............................................................................ 95
4.43 Letak kabel bentang 35 m ........................................................................... 95

ix
4.44 Letak kabel bentang 50 m ........................................................................... 96
4.45 Penentuan pendekatan sudut pusat tendon 1 .............................................. 102
4.46 Penentuan pendekatan sudut pusat tendon 2 .............................................. 103
4.47 Penentuan pendekatan sudut pusat tendon 3 .............................................. 104
4.48 Resultan gaya-gaya pada momen batas pada tumpuan .............................. 109
4.49 Resultan gaya-gaya pada momen batas pada lapangan .............................. 110
4.50 Penampang angker pada balok ................................................................... 114
4.51 Gaya membelah yang terjadi pada balok.......................................................... 115
4.52 Beban akibat berat sendiri gelagar utama .................................................. 120
4.53 Beban akibat balok melintang (Diaphragma) ............................................. 120
4.54 Beban akibat plat lantai kendaraan +
Beban akibat aspal +muatan sekunder +air hujan ................................... 121
4.55 Beban hidup terpilih .................................................................................. 121
6.1 Perencanaan berat pier B dan C....................................................................... 137
6.2 Model untuk menghitung stabilitas pada tanah pondasi............................. 142
6.3 Kolom pada pier B dan C ....................................................................... 146
6.4 Balok poer arah melintang pada pilar B dan C jembatan................................. 147
6.5 Gaya berat landhoofd dan tanah................................................................... 149
6.6 Tegangan tanah .......................................................................................... 153
7.1 Perancah untuk pembuatan beton pratekan................................................. 164
7.2 Potongan melintang perancah untuk pembuatan beton pratekan................ 165
7.3 Detail perletakan untuk pembuatan beton pratekan .................................... 165



vi
DAFTAR TABEL
Halaman

2.1 Kecepatan angin rencana ................................................................................ 15
2.2 Koefisian seret (C
W
) ......................................................................................... 15
2.3 Temperatur J embatan Rata-rata Nominal ........................................................ 17
2.4 Sifat bahan rata-rata akibat pengaruh temperatur ............................................ 17
2.5 Desain Tipe J embatan ...................................................................................... 19
3.1 Beban nominal pejalan kaki pada trotoar ......................................................... 22
4.1 Dimensi balok rencana .................................................................................... 47
4.2 Hasil Perhitungan Momen Statis Taktentu Beban (SAP 2000) ....................... 59
4.3 Resume Data Pada Balok ................................................................................. 63
4.4 Resume Data Pada Balok ................................................................................. 69
4.5 Resume data pada balok ...................................................................................76
4.6 Perhitungan daerah limit kabel......................................................................... 84
4.7 Perhitungan daerah limit kabel ........................................................................ 85
4.8 Tata letak kabel ……………............................................................................ 87
4.9 Tata letak kabel ……………............................................................................ 89
4.10 Lintasan tendon bentang 35 m ......................................................................... 91
4.11 Lintasan tendon pada bentang 50 m ................................................................. 93
4.12 fcir pada kabel 1 dan 2 akibat kabel 3 ditarik lalu diangker ............................ 99
4.13 fcir pada kabel 1 dan 2 akibat kabel 3 ditarik lalu diangker ............................ 101
4.14 Kehilangan gaya pratekan akibat gesekan pada tendon 1 ................................ 102
4.15 Kehilangan gaya pratekan akibat gesekan pada tendon 2 ................................ 103
4.16 Kehilangan gaya pratekan akibat gesekan pada tendon 3 ................................ 104
6.1 Perhitungan Berat berat pier B dan C............................................................... 135
6.2 Kombinasi gaya dengan tegangan yang
diijinkan............................................................................................................ 137
6.3 Perhitungan Berat Abutment di atas Abutment dan Titik Berat
( A sebagai titik acuan ) .................................................................................... 150
6.4 Perhitungan Berat Tanah dan Titik Berat ( A sebagai titik
acuan)................................................................................................................ 150
vi

IMAN WIMBADI. 132 676 234 PROGRAM SARJANA (S-I) EKSTENSI LINTAS JALUR JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2006 .TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN BETON PRATEKAN STATIS TAK TENTU KALI BAREK KABUPATEN MALANG SURABAYA . MS. 1 PEBRUARI 2006 MENGETAHUI / MENYETUJUI DOSEN PEMBIMBING : Ir. NIP.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->