SALINAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2008 TENTANG PENDIRIAN POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Menimbang

:

a. bahwa dalam rangka peningkatan mutu dan pemenuhan kebutuhan tenaga tingkat madya di bidang media kreatif, perlu mendirikan Politeknik Negeri Media Kreatif; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pendirian Politeknik Negeri Media Kreatif;

Mengingat

:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3895); 3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008;

BAB I PENDIRIAN Pasal 1 Mendirikan Politeknik Negeri Media Kreatif. 5. DAN FUNGSI Pasal 2 (1) Politeknik merupakan perguruan tinggi di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. TUGAS. (2) Pembinaan Politeknik dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2008. Memperhatikan : Persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam surat Nomor B/2785/M. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENDIRIAN POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/P Tahun 2008. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia. BAB II KEDUDUKAN.PAN/9/2008 tanggal 25 September 2008. disebut 2 . yang dipimpin oleh Direktur yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Pendidikan Nasional. 6. selanjutnya dalam peraturan ini Politeknik. Pasal 3 Politeknik mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah pengetahuan khusus di bidang media kreatif.4.

mahasiswa. Senat. Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. e. b. pelaksanaan kegiatan pelayanan administrasi. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan vokasi. Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. d. Pasal 7 (1) Direktur dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 3 (tiga) orang Pembantu Direktur yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur. b. pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. b. c. d. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. BAB III SUSUNAN ORGANISASI Bagian Pertama Umum Pasal 5 Susunan Organisasi Politeknik terdiri atas : a. pelaksanaan penelitian. c. dan j. Unit Pelaksana Teknis. (2) Direktur mempunyai tugas: a. tenaga kependidikan dan administrasi Politeknik serta hubungannya dengan lingkungan. Jurusan. memimpin penyelenggaraan pendidikan. pelaksanaan pembinaan sivitas akademika. Dewan Penyantun.Pasal 4 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. membina dan melaksanakan kerja sama dengan instansi pemerintah/swasta dan masyarakat untuk memecahkan persoalan yang timbul terutama yang berkaitan dengan bidang yang menjadi tanggungjawabnya. Direktur dan Pembantu Direktur. Bagian Administrasi Umum dan Keuangan. Bagian Kedua Direktur dan Pembantu Direktur Pasal 6 (1) Direktur merupakan pembantu Menteri Pendidikan Nasional di bidang yang menjadi tugas dan kewajibannya. dan e. g. f. membina tenaga pendidik. Politeknik menyelenggarakan fungsi: a. 3 .

(4) Dalam rangka melaksanakan tugas sehari-hari. Pembantu Direktur bidang Akademik. selanjutnya disebut Pembantu Direktur II. Pembantu Direktur bidang Kemahasiswaan. b. (3) Pembantu Direktur I mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan. (2) Jurusan dipimpin oleh seorang Ketua Jurusan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. BAB V JURUSAN Bagian Pertama Umum Pasal 9 (1) Jurusan merupakan unsur pelaksana akademik Politeknik yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Politeknik yang berada di bawah Direktur. (3) Jurusan pada Politeknik terdiri atas: a. 4 . Jurusan Teknik Grafika. Pembantu Direktur bidang Administrasi Umum dan Keuangan. Ketua Jurusan dibantu oleh seorang Sekretaris Jurusan. (4) Pembantu Direktur II mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan.(2) Pembantu Direktur terdiri atas: a. b. BAB IV SENAT POLITEKNIK Pasal 8 (1) Senat Politeknik merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di lingkungan Politeknik. Jurusan Desain Grafis. selanjutnya disebut Pembantu Direktur I. dan c. c. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai Senat Politeknik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam statuta. selanjutnya disebut Pembantu Direktur III. (5) Pembantu Direktur III mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang pembinaan dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa serta kerja sama dan hubungan masyarakat. Jurusan Penerbitan.

dan d. Dosen tetap. c. (2) Kelompok dosen terdiri atas: a. Pasal 10 Jurusan terdiri atas: a. (2) Laboratorium/studio/bengkel dipimpin oleh seorang dosen atau seorang tenaga fungsional yang keahliannya telah memenuhi persyaratan sesuai dengan cabang ilmu tertentu dan bertanggungjawab langsung kepada Ketua Jurusan. Dosen tidak tetap. b. Ketua. diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Laboratorium/studio/bengkel. (3) Jenis dan jenjang kepangkatan dosen sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).(5) Penambahan jurusan pada Politeknik ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. 5 . Bagian Kedua Laboratorium/studio/bengkel Pasal 11 (1) Laboratorium/studio/bengkel merupakan sarana penunjang jurusan dalam satu atau sebagian cabang ilmu tertentu sesuai dengan keperluan dan program studi yang bersangkutan sebagai sumber daya dasar untuk pengembangan ilmu dan pendidikan. Kelompok Dosen. Bagian Ketiga Kelompok Dosen Pasal 12 (1) Kelompok dosen merupakan tenaga pendidik di lingkungan Politeknik yang berada dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur dan pembinaan seharihari dilakukan oleh Ketua Jurusan. Sekretaris. BAB VI UNIT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Pasal 13 (1) Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah unsur pelaksana sebagian tugas Politeknik di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berada di bawah Direktur. b.

(2) Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggungjawab langsung kepada Direktur dan pembinaan sehari-hari dilakukan oleh Pembantu Direktur I. c. b. pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang media kreatif. (2) Jumlah tenaga fungsional/tenaga teknis akademik ditetapkan sesuai dengan kebutuhan. (3) Jenis dan jenjang tenaga fungsional/tenaga teknis akademik diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14. Pasal 17 (1) Kelompok tenaga fungsional/tenaga teknis akademik terdiri atas sejumlah tenaga teknis akademik/tenaga peneliti dalam jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok program studi. Kepala. Petugas Tata Usaha. dan e. pelaksanaan pengembangan pola dan konsepsi pembangunan nasional. perencanaan dan tugas 6 . peningkatan relevansi program Politeknik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pasal 14 Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat mempunyai menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. kemahasiswaan. b. wilayah. d. Pasal 16 Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat terdiri atas: a. Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. c. teknologi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan/atau daerah melalui kerja sama antar perguruan tinggi dan/atau badan lainnya baik di dalam maupun dengan luar negeri. dan/atau seni di bidang media kreatif. pengamalan ilmu pengetahuan. pelaksanaan urusan tata usaha Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. BAB VII BAGIAN ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN Pasal 18 (1) Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan adalah unsur pembantu pimpinan di bidang administrasi akademik.

Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan menyelenggarakan fungsi: a.sistem informasi yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur dan pembinaan sehari-hari dilakukan oleh Pembantu Direktur sesuai dengan bidang tugasnya. (2) Bagian Administrasi Umum dan Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala. 7 . pengabdian kepada masyarakat. BAB VIII BAGIAN ADMINISTRASI UMUM DAN KEUANGAN Pasal 23 (1) Bagian Administrasi Umum dan Keuangan adalah unsur pembantu pimpinan di bidang kepegawaian. Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan. pengelolaan sistem informasi. dan e. b. dan penyusunan laporan Politeknik. penelitian. Pasal 20 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19. c. Pasal 21 Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan terdiri atas: a. penyusunan rencana dan program serta pengelolaan sistem informasi. kegiatan. ketatalaksanaan dan kerumahtanggaan yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur dan pembinaan sehari-hari dilakukan oleh Pembantu Direktur sesuai dengan bidang tugasnya. keuangan. (2) Subbagian Perencanaan dan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan urusan penyusunan rencana program. kemahasiswaan serta registrasi dan penyusunan statistik mahasiswa. Subbagian Perencanaan dan Sistem Informasi. pelaksanaan administrasi kemahasiswaan. b. pelaksanaan administrasi kerja sama. dan anggaran. (2) Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan dipimpin oleh seorang Kepala. administrasi kerja sama. pelaksanaan administrasi akademik. Pasal 22 (1) Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi pendidikan. pelaksanaan registrasi dan penyusunan statistik mahasiswa. d. Pasal 19 Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan mempunyai tugas melaksanakan administrasi akademik dan kemahasiswaan serta perencanaan dan sistem informasi di lingkungan Politeknik.

pelaksanaan. c. Bagian Administrasi Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi : a. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 27 (1) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan persuratan. pelaksanaan urusan ketatalaksanaan. d. c. ketatalaksanaan. dan kepegawaian. mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. pembiayaan. Subbagain Tatalaksana dan Kepegawaian. (3) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan. (2) Subbagian Tatalaksana dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatalaksanaan. dokumentasi. b. dan hubungan masyarakat di lingkungan Politeknik. b. Subbagian Keuangan. Pasal 26 Bagian Administrasi Umum dan Keuangan terdiri atas : a. pelaksanaan urusan kepegawaian. kerumahtanggaan. perlengkapan. kepegawaian. kearsipan. (2) Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh dan bertanggungjawab kepada Direktur. hubungan masyarakat. hukum. pelaksanaan kegiatan hubungan masyarakat. keuangan. perlengkapan. pelaksanaan urusan perlengkapan dan kerumahtanggaan. Subbagian Umum. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24.Pasal 24 Bagian Administrasi Umum dan Keuangan. dan f. BAB IX UNIT PELAKSANA TEKNIS Bagian Pertama Umum Pasal 28 (1) Unit Pelaksana Teknis merupakan unsur penunjang yang diperlukan untuk penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Politeknik. e. dan kerumahtanggaan. 8 . dan pertanggungjawaban anggaran serta evaluasi pelaksanaan anggaran. penyusunan neraca dan laporan keuangan. pelaksanaan urusan keuangan.

Percetakan dan Penerbitan. Perpustakaan.Pasal 29 Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Politeknik Negeri Media Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 terdiri atas: a. Pasal 31 Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perpustakaan untuk keperluan pendidikan. diatur sesuai dengan ketentuan peraturan Bagian Ketiga Pusat Informatika Pasal 33 (1) Pusat Informatika adalah unit pelaksana teknis di bidang pengolahan data dan informasi yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur dan pembinaan sehari-hari dilakukan oleh Pembantu Direktur I. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Bagian Kedua Perpustakaan Pasal 30 (1) Perpustakaan adalah unit pelaksana teknis di bidang perpustakaan yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur dan pembinaan sehari-hari dilakukan oleh Pembantu Direktur I. (4) Jenjang Pustakawan perundang-undangan. Desain dan Periklanan. (2) Kelompok Pustakawan dipimpin oleh seorang Pustakawan yang ditunjuk di antara pustakawan di lingkungan Perpustakaan. dan d. c. Pasal 32 (1) Kelompok Pustakawan terdiri atas sejumlah Pustakawan dalam jabatan fungsional. (2) Perpustakaan di pimpin oleh seorang Kepala yang ditunjuk di antara Pustakawan di lingkungan Perpustakaan. Pusat Informatika. 9 . b. (3) Jumlah Pustakawan ditetapkan sesuai dengan kebutuhan.

(3) Jumlah tenaga teknis ditetapkan sesuai dengan kebutuhan. Pasal 35 (1) Kelompok tenaga akademik dan/atau Pranata Komputer terdiri atas sejumlah tenaga akademik dan/atau Pranata Komputer dalam jabatan fungsional di bidang pengolahan data/komputer. Pasal 38 (1) Kelompok tenaga teknis terdiri atas sejumlah tenaga teknis di bidang percetakan dan penerbitan.(2) Pusat Informatika di pimpin oleh seorang Kepala yang ditunjuk di antara tenaga akademik dan/atau Pranata Komputer di lingkungan Pusat Informatika. (2) Kelompok tenaga teknis dipimpin oleh seorang tenaga teknis yang ditunjuk diantara tenaga teknis di lingkungan Percetakan dan Penerbitan. penelitian. dan pengabdian kepada masyarakat. (2) Kelompok tenaga akademik dan/atau Pranata Komputer dipimpin oleh seorang tenaga akademik dan/atau Pranata Komputer yang ditunjuk di antara tenaga akademik dan/atau Pranata Komputer. penelitian. Bagian Keempat Percetakan dan Penerbitan Pasal 36 (1) Percetakan dan Penerbitan adalah unit pelaksana teknis di bidang percetakan dan penerbitan yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur dan pembinaan sehari-hari dilakukan oleh Pembantu Direktur I. Pasal 37 Percetakan dan Penerbitan mempunyai tugas melaksanakan layanan percetakan dan penerbitan untuk keperluan pendidikan. dan pengabdian kepada masyarakat. 10 . (2) Percetakan dan Penerbitan dipimpin oleh seorang Kepala yang ditunjuk diantara tenaga akademik atau tenaga teknis di lingkungan Percetakan dan Penerbitan. (3) Jumlah tenaga akademik dan/atau Pranata Komputer ditetapkan sesuai dengan kebutuhan. Pasal 34 Pusat Informatika mempunyai tugas melaksanakan pengolahan data dan informasi untuk keperluan pendidikan.

dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Politeknik serta dengan instansi lain di luar Politeknik. Pasal 41 (1) Kelompok tenaga teknis terdiri atas sejumlah tenaga teknis di bidang desain dan periklanan. (2) Desain dan Periklanan dipimpin oleh seorang Kepala yang ditunjuk diantara tenaga akademik atau tenaga teknis di lingkungan Desain dan Periklanan. integrasi. (3) Jumlah tenaga teknis ditetapkan sesuai dengan kebutuhan. BAB XI TATA KERJA Pasal 43 Dalam melaksanakan tugasnya. BAB X ESELONISASI Pasal 42 (1) Kepala Bagian adalah jabatan struktural eselon III. sesuai dengan tugas masing-masing. (2) Kepala Subbagian adalah jabatan struktural eselon IV. setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Politeknik wajib menerapkan prinsip koordinasi.Bagian Kelima Desain dan Periklanan Pasal 39 (1) Desain dan Periklanan adalah unit pelaksana teknis di bidang desain dan periklanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur dan pembinaan sehari-hari dilakukan oleh Pembantu Direktur I. (2) Kelompok tenaga teknis dipimpin oleh seorang tenaga teknis yang ditunjuk diantara tenaga teknis di lingkungan Desain dan Periklanan.a. Pasal 40 Desain dan Periklanan mempunyai tugas melaksanakan layanan di bidang desain dan periklanan. Pasal 44 11 .a.

Pasal 50 Dalam melaksanakan tugasnya. dan Kepala Subbagian dalam melaksanakan tugasnya berkewajiban mematuhi pedoman dan petunjuk teknis Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. b. setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh semua kepala satuan organisasi yang berada di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan dan petunjuk terhadap bawahan. Kepala Bagian. Pasal 48 Para Pembantu Direktur. Pasal 45 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Politeknik : a. wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan berkala pada waktunya. Kepala UPT. wajib mengadakan rapat berkala dengan para bawahan. Kepala UPT. BAB XII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 51 (1) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. Ketua Jurusan. Pasal 49 Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasannya. Pasal 47 Direktur dan Pembantu Direktur. dan Kepala Bagian menyampaikan laporan kepada Direktur Politeknik. Ketua Jurusan. perlu menetapkan pejabat sementara Direktur Politeknik sampai ditetapkannya 12 . Pasal 46 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. tembusan laporan lengkap dengan semua lampirannya disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

pejabat sementara Direktur Politeknik melakukan penyiapan pemilihan Direktur Politeknik dengan berkonsultasi kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Pasal 56 (1) Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini Pusat Grafika Indonesia yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretariat Jenderal dinyatakan ditutup. Pasal 54 Pembiayaan Politeknik tahun 2008 dibebankan pada anggaran yang dialokasikan untuk Pusat Grafika Indonesia tahun anggaran 2008. Pasal 52 Selambat-lambatnya dalam waktu 6 (enam) bulan setelah Peraturan Menteri ini ditetapkan. dinyatakan tidak berlaku. 13 . Pasal 53 (1) Semua aset dan sumber daya manusia Pusat Grafika Indonesia sebagai pelaksanaan dari ketentuan Bagian Kedua Pasal 19 sampai dengan Pasal 37 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat-Pusat di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dialihkan menjadi aset dan sumber daya manusia Politeknik. ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat-Pusat di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Bagian Kedua Pasal 19 sampai dengan Pasal 37. (2) Dengan ditutupnya Pusat Grafika Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Penetapan pejabat sementara Direktur Politeknik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri. BAB XIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 55 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. (2) Pengalihan aset dan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Menteri ini. kedudukan dan pembinaan Balai Grafika Medan dan Balai Grafika Makassar berada di bawah Pusat Perbukuan.Direktur Politeknik yang definitif sesuai peraturan perundang-undangan.

Putut Pujogiri. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2008 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL.Pasal 57 Perubahan organisasi dan tata kerja Politeknik menurut Peraturan Menteri ini ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Pendidikan Nasional Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum II. S. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. Biro Hukum dan Organisasi. Pasal 58 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. NIP 131661278 14 .H.

BAGAN ORGANISASI DAN TATA KERJA POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF DEWAN PENYANTUN PUDIR I DIREKTUR PUDIR II PUDIR III SENAT POLITEKNIK UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) BAGIAN ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN BAGIAN ADMINISTRASI UMUM DAN KEUANGAN SUBBAG AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN SUBBAG PERENCANAAN DAN SISTEM INFORMASI SUBBAG UMUM SUBBAG TATALAKSANA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAG KEUANGAN JURUSAN UNIT PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT DOSEN DAN JABATAN FUNGSIONAL LAINNYA 15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful