Anda di halaman 1dari 33

TUGAS MAKALAH BIOKIMIA

( AIR DAN SEL )


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

Makalah Kelompok Biokimia

Disusun oleh

Andi Ilmi Sugiharti 230110090118

Irni Yulia Sriwidianingsih 230110090127

Dilla Samwijayanto Putra 230110090128

Fathan Jefriansyah 230110090129

Hanif Sri Wahyuni Agustin 230110097019

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan


Universitas Padjajaran
2010

1
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah

ini untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biokimia. Dalam menyelesaikan

makalah ini, penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Penulis

menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan.

Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran untuk

peyempurnaan penulisan selanjutnya. Akhir kata penulis berharap tugas ini dapat

memberikan manfaat bagi seluruh mahasiswa Perikanan dan Ilmu kelautan pada

umumnya.

Jatinangor, 28 Februari 2010

Penulis

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................. 1


Daftar isi .......................................................................................................... 2
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................... 4

B. Tujuan................................................................................................... 4

PEMBAHASAN
A. Air

1. Sifat-sifat kimia dan fisika air................................................... 5

2. Elektrolisis air........................................................................... 7

3. Kelarutan (Solvasi)................................................................... 8

4. Kohesi dan Adhesi.................................................................... 8

5. Tegangan Permukaan................................................................ 9

6. Pemeriksaan Fisika-Kimia Air................................................. 10

7. Sains semu air........................................................................... 11

B. Sel

1. Sejarah penemuan sel............................................................... 13

2. Teori Sel.................................................................................... 15

3. Anatomi dan Fisiologi Sel........................................................ 15

4. Struktur Sel Hewan................................................................... 17

5. Perkembangan Teori Membran Plasma.................................... 17

6. Protein Membran...................................................................... 18

7. Lipida Membran....................................................................... 19

8. Mekanisme dan Permeabilitas Transport.................................. 19

9. Spesialisasi Membran Plasma................................................... 21

3
10. Struktur Sel Hewan................................................................... 24

11. Struktur Sel Tumbuhan............................................................. 27

12. Bahan-bahan Penyusun Sel....................................................... 28

13. Sifat Fisik Sel............................................................................ 29

PENUTUP
Kesimpulan........................................................................................... 30
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 31

4
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Air adalah unsur yang sangat penting dalam kehidupan makhluk


hidup. Keberadaan air dalam system kehidupan mencapai 70 %. Air
merupakan unsur terbesar yang terdapat di alam. Dalam kehidupan sehari-
hari air digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti mencuci, mandi,
minum, dan kebutuhan lainnya. Sumber air bias kita dapatkan dari sungai,
danau, laut, dan sumber air tanah yang oleh pemerintah disebarkan melalui
pipa-pipa dari PDAM.

Selain itu peranan air dalam kehidupan berfungsi sebagai transfer nutrient,
transfer energi kimia.

Sel merupakan unit terkecil dalam kehidupan. Menurut teori sel,


sel yang baru merupakan hasil pembelahan sel yang sudah ada
sebelumnya. Sel memiliki sifat fisik sel yang bersifat koloidal, adanya efek
Tyndall, adanya gerak Brown, gerak siklosis/amuboid.

Komponen utama dari sel adalah air. Struktur dan fungsi sel harus
bisa beradaptasi dengan sifat fisik dan kimia air. Oleh karena itu air dan
sel saling terikat.

B. Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk :

1. Mempelajari kaitan antara air dan sel


2. Dapat mengetahui sifat-sifat fisik dan kimia air
3. Dapat mengetahui manfaat air dan sel

5
PEMBAHASAN

A. Air

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk
kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air
menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330
juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada
lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat
hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es.
Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu:
melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi
mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia.
Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi,
sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet
Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan
(es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara
alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengelolaan
sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air,
monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. Indonesia telah
memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni
Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

1. Sifat-sifat kimia dan fisika

Air merupakan unsur alami yang mempunyai sifat-sifat kimia


maupun fisika didalam struktur atomnya, hal ini dapat dilihat dari
pengamatan streoskop dimana air mempunyai keterkaitan antara unsur
atom yang satu dengan unsur atom yang lain yang kemudian membentuk
persenyawaan. Berikut merupakan gambaran dari informasi sifat-sifat air.

6
Diagram 1

Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu melekul
air tersusun atas dua atom hidrogen yang terkait secara kovalen pada satu
atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau
pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 KPa (1 bar) dan temperatur
273,15 K (0°C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang
memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti
garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul
organik.

Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang


tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi dengan memperhatikan
hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen
pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk
gas, sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik,

7
terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen,
flor, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen ini apabila
berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan
tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen
membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat
elektronegatif ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor).
Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari
pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan
positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom
oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air
memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-
molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul
saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada
akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai
ikatan hidrogen.

Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan


banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase
cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk
ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen ( H+) yang
berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).

2. Elektrolisis air

Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan


mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda,
dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi
menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). Sementara itu pada anoda, dua
molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+
serta mengalirkan elektron ke katoda. Ion H+ dan OH- mengalami
netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air.

8
Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan
sebagai berikut.

Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini


membentuk gelembung pada elektroda dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini
kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen dan hidrogen
peroksida (H2O2) yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan
hidrogen.

3. Kelarutan (Solvasi)

Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia.
Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-
garam) disebut sebagai zat-zat "hidrofilik" (pencinta air), dan zat-zat yang
tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut
sebagai zat-zat "hidrofobik" (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air
ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya
tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-
molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik
antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan
mengendap dalam air.

4. Kohesi dan Adesi

Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar.


Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif (σ-) dekat atom oksigen
akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan
sejumlah muatan parsial positif (σ+) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini
terjadi karena atom oksigen bersifat lebihelektronegatif dibandingkan
atom hidrogen yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih "kekuatan
tarik" pada elektron-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul,
menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik

9
muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar
atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar
kedua atom hidrogen. Air memiliki pula sifat adesi yang tinggi disebabkan
oleh sifat alami ke-polar-annya.

5. Tegangan permukaan

Bunga daisy ini berada di bawah permukaan air, akan tetapi dapat
mekar dengan tanpa terganggu. Tegangan permukaan mencegah air untuk
menenggelamkan bunga tersebut. Air memiliki tegangan permukaan yang
besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antar molekul-molekul
air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah
permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble); air
tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah
permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat
membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molekular
antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya
kohesi antar molekul air. Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air
bersentuhan dengan membran dan permukaan protein yang bersifat
hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat
terhadap air. Irvin Langmuir mengamati suatu gaya tolak yang kuat antar
permukaan-permukaan hidrofilik. Untuk melakukan dehidrasi suatu
permukaan hidrofilik - dalam arti melepaskan lapisan yang terikat dengan
kuat dari hidrasi air - perlu dilakukan kerja sungguh-sungguh melawan
gaya-gaya ini, yang disebut gaya-gaya hidrasi. Gaya-gaya tersebut amat
besar nilainya akan tetapi meluruh dengan cepat dalam rentang nanometer
atau lebih kecil. Pentingnya gaya-gaya ini dalam biologi telah dipelajari
secara ekstensif oleh V. Andrian Parsegian dari National Institute of
Health. Gaya-gaya ini penting terutama saat sel-sel terdehidrasi saat
bersentuhan langsung dengan ruang luar yang kering atau pendinginan di
luar sel (extracellular freezing).

10
6. Pemeriksaan Fisika-Kimia Air

Gambar Kemmerer Water Sampler.

Jenis parameter dan cara pengukuran kualitas air :

Fisika

• Suhu (˚ Celsius)
• TDS (mg/l)

Kimia

• PH (ion H+ dan OH-)


• DO (mg/l)
• Alkalinitas (mg/l)
• Salinitas (mg/l)

Tujuan

• Menentukan status kualitas suatu perairan


• Mendeteksi kelayakan air sebagai sumber kehidupan

7. Sains semu air

11
gambar molekul air

Ikatan hidrogen antar molekul air yang membuatnya dapat


membentuk kelompok atau klaster,

Profesor Masaru Emoto, seorang peneliti dari Hado


Institute di Tokyo, Jepang pada tahun 2003 melalui penelitiannya
mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui
pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air
yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto
menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah
tergantung perasaan manusia disekelilingnya, yang secara tidak
langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi
molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen,

Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi


"indah" dan "mengagumkan" apabila mendapat reaksi positif
disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan.
Namun partikel kristal air terlihat menjadi "buruk" dan "tidak

12
sedap dipandang mata" apabila mendapat efek negatif disekitarnya,
seperti kesedihan dan bencana. Lebih dari dua ribu buah foto
kristal air terdapat didalam buku Message from Water (Pesan dari
Air) yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan nya
sehingga hal ini berpeluang menjadi suatu terobosan dalam
meyakini keajaiban alam. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air
dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa dan kata-kata yang
ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.

Sampai sekarang Emoto dan karyanya masih dianggap


kontroversial. Ernst Braun dari Burgistein di Thun, Swiss, telah
mencoba dalam laboratoriumnya metoda pembuatan foto kristal
seperti yang diungkapan oleh Emoto, sayangnya hasil tersebut
tidak dapat direproduksi kembali, walaupun dalam kondisi
percobaan yang sama.

B. Sel

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan


dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.
Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan
hidupnya terpenuhi.

Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular),


misalnya bakteri, Archaea, serta sejumlah fungi dan protozoa) atau dari banyak
sel (multiselular). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap
sel-sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup.

1. Sejarah penemuan sel

13
gambar 1

Galileo Galilei (Awal abad 17) dengan alat dua lensa menggambarkan
struktur tipis dari mata serangga. Galilei sesungguhnya bukan seorang
biologiwan tetapi orang pertama yang mencatat hasil pengamatan biologi
melalui mikroskop.

gambar 2

Robert Hook (1635-1703) melihat gambaran suatu sayatan tipis gabus


yaitu suatu kompartemen atau ruang-ruang disebut dalam nama latin
cellulae (ruangan kecil) yaitu asal mula nama sel.

gambar 3

Anton van Leeuwenhoek (October 24, 1632 - August 26, 1723)


Menggunakan lensa-lensa untuk melihat beragam protista, spermatozoa,
bakteri.

14
gambar 4

Robert Brown (1773-1858 ) Pada tahun 1820 merancang lensa yang


dapat lebih fokus untuk mengamati sel, yaitu mengamati adanya titik
buram yang selalu ada pada sel telur, sel polen, sel dari jaringan anggrek
yang sedang tumbuh. Titik buram itu disebut sebagai nukleus.

gambar 5

Matthias Jakob Schleiden. Pada tahun 1838 berpendapat bahwa ada


hubungan yang erat antara nukleus dan perkembangan sel.

gambar 6

Theodor Schwann (1810-1883) Sel adalah bagian dari organisme.

15
gambar 7

Rudolf Virchow (1821-1902) Seorang ahli fisiologi menyatakan bahwa


sel membelah menjadi dua sel, setiap sel berasal dari sel yang sudah ada.

2. Teori Sel

Analisis mikroskopis pada tahun pertengahan abad19


membuktikan bahawa sel adalah unit terkecil kehidupan. Kehidupan yang
berlangsung terus menerus berasal dari pertumbuhan dan pembelahan sel
tunggal. Konsep-konsep tersebut menjadi teori sel, adapun pembagian
konsep dari sebuah teori sel sebagai berikut,

Tiga konsep mengenai sel:

1. Semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel

2. Sel adalah unit terkecil yang memiliki semua persyaratan hidup

3. Keberlangsungan kehidupan secara langsung berasal dari pertumbuhan


dan perkembangan sel sebelumnya.

3. Anatomi dan Fisiologi Sel

gambar 9

16
Secara umum setiap sel memiliki
• membran sel,
• sitoplasma, dan
• inti sel atau nukleus.
Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran
yang dikenal sebagai dinding sel. Dinding sel bersifat tidak elastis dan
membatasi perubahan ukuran sel. Keberadaan dinding sel juga
menyebabkan terbentuknya ruang antarsel, yang pada tumbuhan menjadi
bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh
tumbuhan.
Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma.
Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat
berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk
mendukung kehidupan sel. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol
dan merupakan "kompartementasi" di dalam sel, sehingga memungkinkan
terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol. Sitoplasma
juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma
sehingga tidak mudah berubah bentuk.
Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah
• mitokondria (kondriosom)
• badan Golgi (diktiosom)
• retikulum endoplasma
• plastida (khusus tumbuhan, mencakup leukoplas, kloroplas, dan
kromoplas)
• vakuola (khusus tumbuhan)
Sel melakukan reproduksi dengan 3 sistem pembelahan yaitu
pembelahan secara Amitosis ( Binary Fussion), pembelahan Mitosis dan
pembelahan secara Meiosis, tujuannya adalah untuk menghasilkan zygot.

gambar 10

Terdapat dua tipe sel yaitu sel prokariot dan sel eukariot.

17
Sel Eukariot adalah Sel eukariota mengandung 2 macam membran
yaitu membran sitoplasma dan membran inti. Sel eukariota terdapat pada
sel tumbuhan dan sel hewan, walaupun ukuran struktur dan proses
fisiologisnya berbeda, umumnya sel eukariota mengandung organel-
organel yang hampir sama. DNA pada prokariot tidak terorganisasi ke
dalam nukleus sejati yang dikelilingi oleh selubung nuclear atau nuclear
envelope. Disamping itu, sel prokariot tidak memiliki mitokondria dan
kloroplas. DNA eukariot terorganisasi dalam nukleus dan dikelilingi oleh
selubung nucleus yang terdiri dari dua membrane bilayer. Nukleus
mengandung materi genetik dalam bentuk benang kromatin yang terdiri
dari DNA dan protein. Pada saat pembelahan sel, kromatin memadat dan
memendek membentuk struktur yang dapat diamati yang disebut
kromosom.

4. Struktur sel hewan

Bentuk, ukuran, komposisi organel sel hewan bervariasi. Struktur


sel hewan pada bagian luar dibatasi oleh selaput yang tipis sekali dan
dinamakan membran plasma. Pada beberapa jaringan tubuh, membran
plasma dapat membentuk lipatan-lipatan khusus disebut mikrovilli yang
berguna memperluas permukaan sel. Membran plasma dari satu sel yang
berhubungan dengan membran plasma sel tetangganya dengan desmosom
dan gap junction. Pada sitoplasma sel terdapat komponen-komponen lain,
misalnya retikulum endoplasma, ribosom, inti, badan golgi, vakuola,
mitokondria dan lain-lain.

5. Perkembangan Teori Membran Plasma

• Overton (1899) èMenyatakan bahwa terdapat lapisan


pembatas di sekeliling sel, yang berupa lapisan lemak dan diduga
berupa kolesterol, lesitk dan asan lemak.
• Plowel (1929) è Menemukan sekeliling protoplasma sel
tumbuhan terdapat selaput yang elastik disebut plasmalema.

• Gorter & Grende è Permukaan eritrosit dilapisi oleh dua lapis


molekul lemak.

• Danielle & Davson (1935) è Menemukan membran plasma yang


terdiri dari 3 lapisan bersifat permeabel selektif, 2 lapisan luar terdiri
dari molekul-molekul protein dan lapisan tengah berupa lemak
biomolekuler.

18
6. Protein Membran

Protein Perifer

gambar 11

• Tidak melekat dengan kuat pada membran.

• Mengandung asam amino dengan rantai Hidrofilik.

• Adanya interaksi dengan air di sekelilingnya dan permukaan


lapisan lemak yang Hidrofilik.

• Berisi rantai molekul gula.

Protein Integral

• Mengandung protein yang hidrofil dan hidrofob.

• Berada di lapisan lemak bersifat hidrofob, sedangkan yang


menyembul di permukaan bersifat hidrofil.

• Penyebaran protein membran.

• Permukaan luar dan dalam membran plasma tidak mengandung


protein yang sama baik tipe maupun jumlahnya. Bisa jadi
kandungan protein yang satu 100 kali lebih banyak dari sel yang
lain. Distribusi protein yang tidak teratur menyebabkan membran
menjadi tidak simetris.

19
7. Lipida Membran

• Hampir semua membran plasma mengandung lipida yang sama.

• Lipida tersebut berupa:

- Fosfolipida seperti fosfatidil etanolamil, fosfatidil serin,


fosfatidil inositol, fosfatidil kolin dan sfingomielin.

- Kolesterol.

• Lipida mempunyai dua bagian kutub yaitu bagian kutub bersifat


Hidrofilik dan bagian ekor bersifat Hidrofob.

# Gerakan Lipida Membran #

• Lipida mudah bergerak dibandingkan protein.

• Gerakan lateral dan atau rotasi dalam waktu 1-2 detik untuk sebuah
molekul lipida.

• Lipida yang mempunyai kontak langsung dengan protein membran


sukar bergerak.

8. Mekanisme dan Permeabilitas Transport

• Transport melalui 3 cara yaitu:

Difusi melalui membran

• Yang dapat berdifusi adalah molekul-molekul hidrofilik yang


berukuran kecil karena pada membran terdapat pori-pori sel halus.

Facilitated Diffusion

• Yaitu difusi yang memerlukan molekul pengangkut (carrier) dan


tidak memerlukan ATP dalam prosesnya. Molekul tersebut berupa
protein.

Transport aktif

• Yaitu proses perpindahan substansi melalui membran plasma dari


konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi dan memerlukan energi.

20
Ada 2 macam yaitu:

• Transport aktif primer

Yaitu transport aktif yang berlangsung memerlukan energi dari ATP.

• Transport aktif sekunder

Yaitu transport aktif yang tergantung kepada potensial membran.

Gambar Transport Membran

gambar 12

Endositosis

• Adalah apabila bahan dalam jumlah yang besar berupa larutan atau
partikel di transfer ke dalam sel dengan pembentukan kantung
membran plasma.

• Macamnya: Pinositosit dan Fagositosit

Langkah-langkah Pinositosit:

• Menempelnya bahan penyebab (inducer) pada reseptor


khusus pada membran sel (plasma).

• Kemudian diikuti lekukan (infaginasi) dari membran


membentuk gelembung atau saluran pinositik.

• Kemudian lepas dari membran plasma dan terjadi


fragmentasi.

21
Fagositosis

proses pengambilan partikel-partikel padat yang ukurannya agak


besar misalnya bakteri. Prosesnya:

1. Pembentukan Pseudopodia dari sel kemudian mengelilingi makanan.

2. Membran plasma robek untuk sementara guna membentuk vakuola.

3. Dinding vakuola bersatu dengan membran lisosom yang mengandung


enzim hidrolitik sehingga makanan-makanan dapat dicerna.

9. Spesialisasi MembranPlasma

• Membran sel Schwan

- Mengandung lipida sebanyak 80 – 96 %.

- Bersifat sangat ompermeabel terhadap ion-ion


yang menghantarkan impuls syaraf guna mencegah
keluarnya aliran.

• Mikrovili

Adalah membran plasma yang membentuk penonjolan-penonjolan keluar


yang bentuknya seperti jari-jari tangan.

• Cell Junction

Fungsinya:

1. Melekatnya kedua sel tersebut.

2. Menutup ruangan yang terdapat diantara kedua sel sehingga tidak


dapat dilalui oleh ion dan molekul.

3. Saluran komunikasi antar sitoplasma.

Bentuk:

• Desmosom yaitu hubungan adesif yang terpenting pada sel-sel


hewan.

22
Hubungan rapat (Tight Junction)

• Membran sel dan sel yang membentuk hubungan ini benar-benar


sangat rapat sehingga tidak ada lagi ruangan antar seluler
diantaranya, terdapat pada saluran pencernaan, dinding kapiler
darah pada otak.

Hubungan komunikasi (Gab Junction)

• Dalam hubungan ini terdapat hubungan hidrofilik yang kecil pada


membran plasma sel-sel yang berdampingan yang dapat dilalui
oleh ion-ion molekul-molekul kecil. Terdapat pada otot polos
saluran pencernaan makanan, uterus, otot jantung.

Plasmodesmata

• Terdapat pada tumbuhan dimana sitoplasma sel-sel yang


berdampingan dihubungkan dengan benang-benang plasma.

Gambar desmosom

gambar13

23
gambar14

Gap Junction

gambar 15

Tight Junction

24
10. Struktur Sel Hewan

Adapun struktur dan fungsi komponen-komponen sel hewan dan


sebagainya:

a) Membran Plasma

Sel hewan terdapat membran plasma yang bersifat semi permeabel,


hidup dan sangat tipis. Fungsi dari membran plasma untuk mengatur
pertukaran zat antara sitoplasma dengan larutan di luar sel. Komposisi
kimia membran plasma yaitu yang terdiri 2 lapisan (bilayers) yang
tersusun dari lipida, protein dan karbohidrat.

b) Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma adalah merupakan membran lipoprotein


pada sitoplasma yang terletak antara membran inti dengan membran
plasma. Ada 2 macam RE, yaitu RE granuler (RE kasar) dan RE agranuler
(RE halus).

Fungsi dari REK antara lain sebagai alat transportasi zat-zat yang
diperlukan inti, sekaligus tempat terjadi proses sintesis protein. Fungsi
REH antara lain adalah untuk metabolisme sterol, sebagai pelindung
(karena menghasilkan detoxifikasi) dan metabolisme karbohidrat.

c) Aparatus Golgi (Badan Golgi)

Bagian dalam kantong-kantong tersebut terdapat ruang-ruang kecil.


Membran aparatus golgi terbentuk dari lipoprotein.

Fungsi aparatus golgi mengahsilkan sekret berupa getah, lisosom


primer, menyimpan protein dan enzim yang akan disekresikan .

d) Badan Mikro

Dapat dibedakan 2 kelompok yaitu peroksisom dan glioksisom.


Peroksisom hanya mengandung enzim katalase dan oksidase, sedangkan
glioksisom selain ada katalase dan oksidase, masih ada enzim lain yaitu
mengandung seluruh/sebagian enzim daur glioksilat. Fungsi badan mikro
antara lain sebagai oksidasi substrat, oksidasi asam lemak Koenzim A, dan
oksidase α – asam lemak.

25
e) Lisosom

Lisosom bentuk seperti bola dengan diameter ± 500 nm. Lisosom


mengandung enzim yang berfungsi untuk mencernakan bahan
metabolisme yang masuk ke dalam sel secara pinositosis (berupa cairan)
maupun fagositosis (berupa padat).

f) Mitokondria

Bentuk bulat lonjong (bercabang), dengan ukuran ± 2000 nm.


Struktur mitokondria dikelilingi oleh 2 lapisan membran, yaitu membran
luar dan membran dalam. Membran dalam membentuk lipatan-lipatan
(krista). Ruang dalam mitokondria berisi matriks mitokondria.

Fungsi mitokondria yaitu tempat respirasi atau oksidasi karbohidrat


yang menghasilkan energi (ATP).

g) Ribosom

Ribosom sangat kecil (diameter 20-25 nm), terdapat pada


sitoplasma secara bebas atau menempel pada retikulum endoplasma.
Fungsi ribosom sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein.

h) Flagel dan Silia

Pada makhluk hidup uniseluler, misal pada protozoa ada yang


memiliki alat gerak berupa flagel dan silia. Struktur flagel terdiri dari 2
mikrotubula yang dikelilingi oleh 9 mikrotubula yang terletak sebelah luar.
Sedangkan mikrotubula keluarnya dari granula basal dan secara kimia
terdiri dari tubulin dan protein dinein serta ATP.

i) Sentrosom

Letak sentrosom pada sitoplasma dekat membran inti. Pada saat


pembelahan mengandung dua sentriol. Sebuah sentrosom terbentuk dari 9
set tabung yang masing-masing set terdiri dari 3 mikrotubula yang
berfungsi menggerakan kromosom pada saat pembelahan sel.

j ) Nukleus (inti)

26
Inti terletak pada bagian tengah sel. Umumnya sel makhluk hidup
mengandung satu inti, tetapi ada juga yang mempunyai banyak inti seperti
sel otot lurik (otot rangka).

Bagian-bagian inti sel:

Membran inti

 Membran inti memisahkan inti sel dari sitoplasma. Membran


inti terdiri dari 2 lapisan dan pada daerah-daerah tertentu
terdapat pori-pori yang berfungsi tempat keluar masuknya
bahan kimia. Lapisan membran yang sebelah luar berhubungan
dengan membran retikulum endoplasma.

Nukleoplasma dan kromosom

 Inti sel mengandung nukleoplasma. Pada nukleoplasma


tredapat benang-benang kromatin yang tampak jelas pada saat
pembelahan sel membentuk kromosom.

 Fungsi kromosom yaitu mengandung material genetik yang


berguna untuk mengontrol aktivitas hidup sel dan pewarisan
sifat-sifat yang diturunkan.

Nukleolus

 Setiap nukleolus mengandung nukleoli yang berbentuk bulat.


Secara kimia nukleolus mengandung RNA dan protein.
Nukleolus berfungsi untuk sintesis RNA ribosom.

Gambar Nukleus

27
gambar16

11. Struktur Sel Tumbuhan

Struktur sel tumbuhan memiliki komponen yang berbeda dengan sel


hewan. Perbedaan yang khas yaitu sel tumbuhan memiliki dinding sel
yang tebal, plasmodesmata, kloroplas, vakuola, badan mikro (diktiosom
dan apparatus golgi).

a) Dinding Sel

Dinding sel tumbuhan terbentuk dari bahan polisakarida (selulosa). Fungsi


dinding sel untuk melindungi sitoplasma dan membran plasma. Pada
beberapa sel tumbuhan sel yang satu dengan sel yang lainnya dihubungkan
dengan plasmodesmata.

b) Plastida

Plastida ada yang berwarna, ada juga yang tidak berwarna. Plastida yang
tidak berwarna disebut leukoplas, sedangkan yang berwarna disebut
kromoplas. Leukoplas yang berfungsi membuat amilum disebut amiloplas
dan yang membentuk lemak disebut elaioplas. Kromoplas yang
mengandung klorofil disebut kloroplas.

c) Vakuola

Vakuola terdapat baik pada sel hewan maupun sel tumbuhan, tetapi pada
sel tumbuhan tampak lebih besar dan jelas, terutama pada sel yang berisi
air, fenol, antosianin, alkaloid dan protein.

Ganbar Kompartemen dari Kloroplast

28
Gambar17

12. Bahan – Bahan Penyusun Sel

Bahan-bahan penyusun sel secara umum adalah berupa persenyawaan


anorganik dan persenyawaan organik.

a) Persenyawaan Anorganik

 Air (H2O)

Air merupakan persenyawaan anorganik yang paling dominan pada sel ±


60 – 95 %. Hal ini tergantung pada jenis sel, umur dan tempat hidup.

Fungsi dari air adalah:

- Sebagai pelarut - Sebagai penghantar listrik

- Sebagai media dispersi - Sebagai media transport

- Sebagai stabilisator suhu

 Gas (O2, N2, CO2) larut pada protoplasma berupa larutan

 Asam, basa dan garam (HCl, KOH, NaCl)

b) Persenyawaan Organik

29
Diagram 2

13. Sifat Fisik Sel

 Bersifat koloidal

 Adanya efek Tyndall

 Adanya gerak Brown

 Gerak siklosis/amuboid

30
PENUTUP

Kesimpulan

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan
yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi
hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³)
tersedia di bumi. Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber
daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang
Sumber Daya Air. Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O satu
molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terkait secara kovalen pada satu
atom oksigen. Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan
mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air, reaksi keseluruhan
yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.

Profesor Masaru Emoto, seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang
pada tahun 2003 melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat
air. Ia menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-

31
doa dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut dan sampai
sekarang Emoto dan karyanya masih dianggap kontroversial.

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti
biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Adapun
tiga konsep mengenai sel:

1. Semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel

2. Sel adalah unit terkecil yang memiliki semua persyaratan hidup

3. Keberlangsungan kehidupan secara langsung berasal dari pertumbuhan dan


perkembangan sel sebelumnya.

Terdapat dua tipe sel yaitu sel prokariot dan sel eukariot. Secara umum setiap sel
memiliki membran sel,sitoplasma, dan inti sel atau nukleus.

Daftar Pustaka
www.google.com

www.wapedia.com

www.wikipedia.com

www.scribd.com

http://biology.clc.uc.edu/courses/bio104/cells.htm

Rujukan

• Gleick, Peter H.. The World's Water: The Biennial Report on Freshwater
Resources. Washington: Island Press. (November 10, 2006)| ISBN-13:
9781597261050]
• Postel, Sandra (1997, second edition). Last Oasis: Facing Water Scarcity.
New York: Norton Press.
• Anderson (1991). Water Rights: Scarce Resource Allocation,
Bureaucracy, and the Environment.
• Marq de Villiers (2003, revised edition). Water: The Fate of Our Most
Precious Resource.

32
• Diane Raines Ward (2002). Water Wars: Drought, Flood, Folly and the
Politics of Thirst.
• Miriam R. Lowi (1995). Water and Power: The Politics of a Scarce
Resource in the Jordan River Basin. (Cambridge Middle East Library)

• Campbell, Neil A., Lawrence G. Mitchell, Jane B. Reece. 1999. Biology,


5th Ed. Benjamin/Cummings Publ. Co., Inc. Menlo Park, CA. (plus earlier
editions)
• Campbell, Neil A., Lawrence G. Mitchell, Jane B. Reece. 1999. Biology:
Concepts and Connections, 3rd Ed.
• Benjamin/Cummings Publ. Co., Inc. Menlo Park, CA. (plus earlier
editions)

33