P. 1
Energi Dan Daya Listrik "Pengukuran Listrik.ppt"

Energi Dan Daya Listrik "Pengukuran Listrik.ppt"

|Views: 2,131|Likes:
Dipublikasikan oleh Bakhtiyar Sierad
Listrik memegang peranan yang vital dalam kehidupan. Dapat dikatakan bahwa listrik telah menjadi sumber energi utama dalam setiap kegiatan baik di rumah tangga maupun industri. Mulai dari peralatan dapur hingga mesin pabrik-pabrik besar bahkan pesawat terbang, semua memerlukan listrik.
,
Energi listrik : energi akhir yang dibutuhkan bagi peralatan listrik untuk menggerakkan motor, lampu penerangan, memanaskan, mendinginkan ataupun untuk menggerakkan kembali suatu peralatan mekanik untuk menghasilkan bentuk energi yang lain.
Sumber energi listrik : air, minyak, batu bara, angin, panas bumi, nuklir, matahari dan lainnya.
Umumnya listrik diperoleh dari mengubah energi kinetik melalui generator menjadi listrik. Energi kinetik untuk menggerakkan generator bisa diperoleh dari uap yang dihasilkan dari pembakaran sumber energi fosil, seperti minyak, batubara dan gas atau bisa juga dari aliran air atau dari aliran udara. Intinya adalah energi listrik dihasilkan dari pengubahan sumber energi lain.
Listrik memegang peranan yang vital dalam kehidupan. Dapat dikatakan bahwa listrik telah menjadi sumber energi utama dalam setiap kegiatan baik di rumah tangga maupun industri. Mulai dari peralatan dapur hingga mesin pabrik-pabrik besar bahkan pesawat terbang, semua memerlukan listrik.
,
Energi listrik : energi akhir yang dibutuhkan bagi peralatan listrik untuk menggerakkan motor, lampu penerangan, memanaskan, mendinginkan ataupun untuk menggerakkan kembali suatu peralatan mekanik untuk menghasilkan bentuk energi yang lain.
Sumber energi listrik : air, minyak, batu bara, angin, panas bumi, nuklir, matahari dan lainnya.
Umumnya listrik diperoleh dari mengubah energi kinetik melalui generator menjadi listrik. Energi kinetik untuk menggerakkan generator bisa diperoleh dari uap yang dihasilkan dari pembakaran sumber energi fosil, seperti minyak, batubara dan gas atau bisa juga dari aliran air atau dari aliran udara. Intinya adalah energi listrik dihasilkan dari pengubahan sumber energi lain.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Bakhtiyar Sierad on Jan 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

Listrik memegang peranan yang vital dalam kehidupan.

Dapat dikatakan bahwa listrik telah menjadi sumber energi
utama dalam setiap kegiatan baik di rumah tangga maupun
industri. Mulai dari peralatan dapur hingga mesin pabrik-
pabrik besar bahkan pesawat terbang, semua memerlukan
listrik.
ENERGI DAN DAYA LISTRIK
Energi Iistrik energi akhir yang dibutuhkan bagi peralatan
listrik untuk menggerakkan motor, lampu penerangan,
memanaskan, mendinginkan ataupun untuk menggerakkan
kembali suatu peralatan mekanik untuk menghasilkan
bentuk energi yang lain.
Sumber energi listrik air, minyak, batu bara, angin, panas
bumi, nuklir, matahari dan lainnya.
Daya Iistrik laju hantaran energi listrik dalam rangkaian
listrik. Satuan SÌ daya listrik adalah watt.
Arus listrik yang mengalir dalam rangkaian dengan hambatan
listrik menimbulkan kerja.
Peranti mengkonversi kerja ini ke dalam berbagai bentuk
yang berguna, seperti panas (seperti pada pemanas listrik),
cahaya (seperti pada bola lampu), energi kinetik
(motor listrik), dan suara (loudspeaker).
&mumnya listrik diperoleh dari mengubah energi kinetik
melalui generator menjadi listrik. Energi kinetik untuk
menggerakkan generator bisa diperoleh dari uap yang
dihasilkan dari pembakaran sumber energi fosil, seperti
minyak, batubara dan gas atau bisa juga dari aliran air atau
dari aliran udara. Ìntinya adalah energi listrik dihasilkan dari
pengubahan sumber energi lain.
Satuan energi (E) Joule
Satuan daya (P) Watt
9

!
/09
Joule
wa99
I hn 1N1 -
I ton 1N1 -
6
10 184 , 4
ou|e

10 184 , 4
ou|e
I n U-21s -
ou|e
I ton botu boro -

10 3076 , 2
ou|e
I ton m|nuoh -

10 868 , 41 ou|e - IO,OOõ1 ton 1N1
10
10 12 , 8 L
Joule = N.m
m
F = N
agaimana mengukur daya listrik ???
Mengukur daya DC
P = V x Ì
[watt]
Daya dc daya yang diserap beban
dan dikonversikan ke bentuk energi
lainnya.
attmeter alat untuk mengukur daya listrik (DC atau AC)
Alat ini mengukur semua faktor (arus,
tegangan, PF) dalam waktu yang
sama dan menampilkan dalam bentuk
daya yang sesungguhnya yang
dikonsumsi beban.
.48 L L
728 728
' !
Daya AC single-phase
.48 73 , 1 L L L
728 728 line
' !
Daya AC tiga phase
!4wer Fact4r perbandingan antara daya aktif (watt)
dengan daya semu/daya total (VA), atau cosinus sudut
antara daya aktif dan daya semu/daya total.
Dengan cara seperti ini, maka yang terukur hanyalah DAYA
SEM& [VA].
Misal Voltmeter = 220 volt ; Ammeter = Amper
Maka daya semu (daya total = daya nyata + daya reaktif) =
220 x = 220 [VA]
Dengan cara seperti ini, maka yang terukur hanyalah DAYA
NYATA [watt].
Misal 00 [watt]
45 , 0
220
100
.48
'
wa99

Menghitung PF
Cos phi meter
Daya AC
Daya Nyata = true p4wer = average p4wer = reaI p4wer
energi listrik yang diserap dan dikonversi ke bentuk energi
lain oleh beban resistif. Satuan watt
Daya reaktif energi listrik yang hanya disimpan sementara
dalam komponen reaktif (induktor akan menyimpan energi
listrik dalam bentuk energi medan elektromagnetik ;
kapasitor akan menyimpan energi listrik dalam bentuk
energi medan listrik). Satuan VAR
Daya semu = apparent p4wer total daya yang disediakan
sumber untuk beban (penjumlahan daya nyata dan reaktif).
satuan VA
Daya listrik rumah 450 VA, 900 VA, 00 VA, dst daya
semu yang disediakan PLN untuk pelanggan.
et4de 3 V4Itmeter metode untuk mengukur daya nyata
tanpa wattmeter, yaitu menggunakan buah voltmeter dan
resistor seri. Jika tidak ada buah voltmeter, maka dapat
juga hanya buah voltmeter yang dipakai bergantian.
v(t)
V
V2
V

R
ÌR
Asumsi
beban induktif
Voltmeter ideal ( rin = ~ )
ÌR
¢
V
V2
V
V2 cos ¢
V2 sin ¢
¢'
Dalil Pythagoras

.48 2
.48 2 .48 83
.48 .48 2 83
.48 83
2 1
2
1
2
2
2
3
2 1
2
1
2 2 2
2
2
3
2 2
2 2 1
2
1
2 2
2
2
3
2
2 1
2
2
2
3
' ' ' ' '
' ' ' ' '
' ' ' ' ' '
' ' ' '
+ +
+ + +
+ + +
+ +
.48
2
1
L L
L
#
#
' !
# '
Dari gambar pengukuran
.48 2
2
2
1
2
2
2
3
' # ' ' '
#
+ +
Maka
P
#
' ' '
!

2
2
1
2
2
2
3

!engaruh niIai R pada met4de 3 V4Itmeter
v(t)

iz(t)
v(t) = 00 sin 00t [V]
= 0 + j0 [Ohm]
et4de Vekt4r :
0
0 100.
O
'
10
10
1 2 2
10 10

O
. + 9
0
45 14 , 14 .
O

0
0
0
45 07 , 7
45 14 , 14
0 100
.
.
.

O
O
O

'

iz(t) = 7,07 sin (00t ÷ 45
o
) [Ampere]
Ìz
V
¢
V cos ¢
6 , 24 45 .48
2
07 , 7
2
100
.48
2
Im
2
L L
L L
!
'2
!
Perhitungan teori daya nyata tanpa alat ukur
[watt]
v(t)
V
V2
V

0
ÌR
Kasus I R = 0 [Ohm]
' = 0 + 0 + j0 = 20 + j0
0
57 , 26 36 , 22 ' .
O

0
0
0
57 , 26 47 , 4
57 , 26 36 , 22
0 100
.
.
.

#
#

!akai niIai
efektif
61 , 31 10
2
47 , 4
1
L L # '
#
[V]
71 , 70
2
100
3
'
[V]
1 , 3 61 , 31 71 , 70
1 3 2
' ' '
[V]
6 , 123
10 2
61 , 31 1 , 3 71 , 70
2
2 2 2 2
1
2
2
2
3

L

!
#
' ' '
!
[watt]
55 , 50 100
6 , 24
6 , 24 6 , 123
L

77o7
Kasus II R = 2 [Ohm]
' = 2 + 0 + j0 = 2 + j0
0
81 , 3 62 , 15 ' .
O

0
0
0
81 , 3 4 , 6
81 , 3 62 , 15
0 100
.
.
.

#
#

05 , 2
2
4 , 6
1
L L # '
#
[V]
71 , 70
2
100
3
'
[V]
66 , 61 05 , 71 , 70
1 3 2
' ' '
01 , 27
2 2
05 , 66 , 61 71 , 70
2
2 2 2 2
1
2
2
2
3

L

!
#
' ' '
!
62 , 11 100
6 , 24
6 , 24 01 , 27
L

77o7
KesimpuIan :
Penentuan nilai R sangat menentukan hasil pengukuran,
nilai R terlalu besar akan menghasilkan error yang besar.
et4de 3 Ammeter metode untuk mengukur daya nyata
tanpa wattmeter, yaitu menggunakan buah ammeter dan
resistor paralel. Jika tidak ada buah ammeter, maka dapat
juga hanya buah ammeter yang dipakai bergantian.
v(t)
Ì
Ì

R
VR
Ì2
Asumsi
beban induktif
Ammeter ideal ( rin = 0 )
VR
¢
Ì
Ì2
Ì
Ì2 cos ¢
Ì2 sin ¢
¢'
Dalil Pythagoras

.48 2
.48 2 .48 83
.48 .48 2 83
.48 83
2 1
2
1
2
2
2
3
2 1
2
1
2 2 2
2
2
3
2 2
2 2 1
2
1
2 2
2
2
3
2
2 1
2
2
2
3




+ +
+ + +
+ + +
+ +
.48
2
1
L L

#
#
' !
#
'

Dari gambar pengukuran
Maka
.48 2
2
2
1
2
2
2
3

#
'

#
+ +
P

2
2
1
2
2
2
3
#
!

!4wer Fact4r dan Efisiensi Energi Listrik
0 < PF < suatu beban dengan PF = berarti pada
beban itu dapat memanfaat energi listrik secara optimal.
Misal daya rumah 450 VA ( ingat bukan Watt !!!!! )
220 V
MC 2 A Pompa 00 watt
(PF = 0,5)
A!A YANG
TERJADI ????
Setiap kali pompa dinyalakan, maka MC akan OFF.
Mengapa ????


73 , 2
5 , 0 220
300

L

L

L L

o8 '
!

o8 ' !
[A]
Arus yang dibutuhkan lebih besar dari batas arus MC 2 A (
ini belum termasuk arus start).
Jika PF = , maka Ì yang dibutuhkan hanya , [A].
PF tinggi arus beban kecil putaran kWh meter pelan
EAT ENERGI LISTRIK
MEMPERAÌKÌ POWER FACTOR (PF)
PF dari rangkaian ini masih rendah, yaitu cos 45 deg = 0.707 (lagging),
sehingga perlu diperbaiki agar terjadi efisiensi energi listrik (menurunkan
arus yang terukur oleh kWh meter sehingga menjadi lebih hemat).
Caranya bagaimana ?
Jika beban bersifat induktif (umumnya), maka perlu dipasang beban
kapasitif sebagai penyeimbang/kompensator secara paralel. Sebaliknya
jika beban bersifat kapasitif (jarang), maka perlu dipasang beban induktif
sebagai penyeimbang/kompensator secara paralel.
2

#

#



5
æ
æ
æ
æ
+ +
+ L

+
L

1
1
2 1
2 1
2
2
1
1
1
¦
'
+

'

+
)
`
¦
|
´
|
¦
'
+

'

L
¦
'
+

'

¦
'
+

'

+

#

#

#

#

#

5
æ
æ
æ
æ
æ
æ
æ
æ
¦
'
+

'

+
)
`
¦
|
´
|
¦
'
+

'

+
¦
'
+

'

#

#

#

#
5
æ
æ
æ
æ
æ æ
æ
æ
1
1 1
2
2
= 0
Agar tercapai power factor maksimum, maka bagian imaginer dari
p harus sama dengan nol.
2 2 2
æ #

+

C = 0,5 [mF]
Resistansi kwH-meter
Ti me
70ms 80ms 30ms 100ms 110ms 120ms 63ms 126ms
! ( L 1) · ! ( R2)
· 8. 0A
· 4. 0A
0A
4. 0A
8. 0A
Arus yang melewati kwH-meter sebelum
dipasang kapasitor (green, Vp = 7,07 A).
Arus yang melewati kwH-meter setelah
dipasang kapasitor (red, Vp = 5 A).
Ti me
70ms 80ms 30ms 100ms 110ms 120ms 63ms 126ms
1 · ! ( R2) 2 v( v1: +) 3 v( v1: +) * ! ( R2) *· 1 AvC( v( v1: +) *! ( R2) *· 1)
· 8. 0A
· 4. 0A
0A
4. 0A
8. 0A
1

· 100v
· S0v
0v
S0v
100v
2

0W
200W
400W
600W
3

>>
Arus dan tegangan menjadi SEPHASE, semua daya semu dapat
dimanfaatkan menjadi daya nyata yang diserap beban resistif. TÌDAK
ADA daya reaktif.
Teknik mengukur induktansi/kapasitansi
Mengukur induktansi
. LCR meter (metode langsung)
2. Oscilloscope (metode tidak langsung)
. Jembatan ac (metode tidak langsung)
4. Resonansi (metode tidak langsung)
engukur induktansi dengan 4sciII4sc4pe
Ch
Ch 2
R
L
v(t)
R resistor yang sudah
diketahui nilainya
(Decade Resistance
ox)
V(t) sinyal dari
Function Generator
Kunci atur nilai R dan frekuensi sumber agar sinyal
v(t) dan vL(t) dapat diamati dengan mudah (amplitudo
maupun beda phasenya).
Ti me
1. 0ms 1. Sms 2. 0ms 2. Sms 3. 0ms 3. Sms 4. 0ms
v( L ) v( s )
· 4. 0v
0v
4. 0v
· 6. 0v
6. 0v
R = [kOhm] sulit diamati
Ti me
1. 0ms 1. Sms 2. 0ms 2. Sms 3. 0ms 3. Sms 4. 0ms
v( L ) v( s )
· S. 0v
0v
S. 0v
R = 20 [kOhm] mudah diamati
Dari pengamatan sinyal diperoleh data sbb
T = 0 kotak = ms
eda phase = 2 kotak
Sinyal vL(t) mendahului sinyal v(t)
Nilai Vpp dari v(t) = 0 V ; nilai Vpp dari vL(t) = V
72 6280 83 5 , 1
6280 83 5
72 360
10
2
6280
10
2 2
2
3
o
o o
9 9 ;
9 9 ;
%
1
+

L

6 6
6 æ
1
6280
52 , 6302
52 , 6302
52 , 6302
0 52 , 6302 :
48 , 8 52 , 6302
48 , 17 10 238 , 0
72 5 , 1
48 , 17 10 238 , 0
0 10 20
48 , 17 76 , 4
48 , 17 76 , 4
43 , 1 54 , 4
43 , 1 46 , 0
72 5 , 1
5
0 5
3
3
3

.
.
. L
.

. L
. L
.

.

+
.

.
O
O
O
O

O
O
O
O
O
O

a57o

'

'

'
' ' '
'
'
'
'

o

o
o
o
#

o
o
o
#
#
#
o
#
#

o

o
æ
L = [H]
engukur kapasitansi dengan 4sciII4sc4pe
Ch
Ch 2
R
C
v(t)
R resistor yang sudah
diketahui nilainya
(Decade Resistance
ox)
V(t) sinyal dari
Function Generator
Kunci atur nilai R dan frekuensi sumber agar sinyal
v(t) dan vL(t) dapat diamati dengan mudah (amplitudo
maupun beda phasenya).
Ti me
1. 0ms 1. Sms 2. 0ms 2. Sms 3. 0ms 3. Sms 4. 0ms
v( L ) v( s )
· S. 0v
0v
S. 0v
R = 0 [Ohm] sulit diamati
Ti me
1. 0ms 1. Sms 2. 0ms 2. Sms 3. 0ms 3. Sms 4. 0ms
v( L ) v( s )
· S. 0v
0v
S. 0v
R = 200 [Ohm] mudah diamati
Dari pengamatan sinyal diperoleh data sbb
T = 0 kotak = ms
eda phase = ,5 kotak
Sinyal vC(t) tertinggal terhadap sinyal v(t)
Nilai Vpp dari v(t) = 0 V ; nilai Vpp dari vC(t) = ,22 V
54 6280 83 11 , 3
6280 83 5
54 360
10
5 , 1
6280
10
2 2
2
3
o
o o
9 9 ;
9 9 ;
%
1

L

6 6
6 æ
6
3
3
10 1
58 , 153 6280
1
58 , 153
1
58 , 153
0 58 , 153 :
48 , 2 58 , 153
48 , 38 10 25 , 20
54 11 , 3
48 , 38 10 25 , 20
0 200
48 , 38 05 , 4
48 , 38 05 , 4
52 , 2 17 , 3
52 , 2 83 , 1
54 11 , 3
5
0 5

O
O
O
O

O
O
O
O
O
O
L
L

.
.
. L
.

. L
.
.

.
+

.

.

a57o

'

'

'
' ' '
'
'
'
'

o

o
o
o
#

o
o
o
#
#
#
o
#
#

o

o
æ
C = uF
enentukan impedansi dengan 4sciII4sc4pe
Ch
Ch 2
R
v(t)

R resistor yang sudah
diketahui nilainya
(Decade Resistance
ox)
V(t) sinyal dari
Function Generator
Kunci atur nilai R dan frekuensi sumber agar sinyal
v(t) dan v(t) dapat diamati dengan mudah (amplitudo
maupun beda phasenya).
Ti me
1. 0ms 1. Sms 2. 0ms 2. Sms 3. 0ms 3. Sms 4. 0ms
v( Z) v( s )
· S. 0v
0v
S. 0v
R = [kOhm] mudah diamati
Dari pengamatan sinyal diperoleh data sbb
T = 0 kotak = ms
eda phase = ,4 kotak
Sinyal v(t) tertinggal terhadap sinyal v(t)
Nilai Vpp dari v(t) = 0 V ; nilai Vpp dari vC(t) = 5,02 V
4 , 54 6280 83 51 , 2
6280 83 5
4 , 54 360
10
4 , 1
6280
10
2 2
2
3
o
o o
9 9 ;
9 9 ;
%
1
+

L

6 6
6 æ
1 , 0
6280
15 , 632
15 , 632
6 , 111
15 , 632 6 , 111
8 , 7 4 , 641
58 , 2 10 1 , 3
4 , 54 51 , 2
58 , 2 10 1 , 3
0 1000
58 , 2 1 , 3
58 , 2 1 , 3
3 , 1 4 , 3
3 , 1 6 , 1
4 , 54 51 , 2
5
0 5
3
3

+
.
. L
.

. L
.
.

.

+
.

.
O
O
O

O
O
O
O
O
O

#

'

'

'
' ' '
'
'
'
'
o
o
o
#

o
o
o
#
#
#
o
#
#

o

o
æ
R = ,9 [Ohm]
L = 0, [H]
engukur induktansi dengan jembatan ac
G
R R2
Lx
Ls
v(t)
8
#
#

# 8 #
c

2
1
2 1
æ æ
Ls induktor standar yang
diketahui nilainya
R2 decade resistance box
R konstanta (k, 0k, dst)
Kunci R2 diatur sedemikian rupa hingga galvanometer
menunjukkan nilai nol (setimbang).
Ch
Ch 2
R
L
v(t)
C
engukur induktansi dengan res4nansi
Kunci atur frekuensi input hingga sinyal vR(t)
sama dengan v(t).
R nilainya jangan
terlalu besar, misalnya
0 ÷ 50 Ohm
C nilainya ditentukan
( uF, 0 uF, dsb)
Ti me
1. 0ms 1. 1ms 1. 2ms 1. 3ms 1. 4ms 1. Sms 1. 6ms 1. 7ms 1. 8ms 1. 3ms 2. 0ms
v( s ) v( R2: 2)
· 1. 0v
· 0. Sv
0v
0. Sv
1. 0v
elum terjadi resonansi karena sinyal vR(t) ÷red- belum
sama dengan sinyal v(t) ÷green-.
Ti me
1. 0ms 1. 1ms 1. 2ms 1. 3ms 1. 4ms 1. Sms 1. 6ms 1. 7ms 1. 8ms 1. 3ms 2. 0ms
v( s ) v( R2: 2)
· 1. 0v
· 0. Sv
0v
0. Sv
1. 0v
Telah terjadi resonansi (vR(t) = v(t)). Frekuensi
resonansi, fr = 5 kHz ( T = 0,2 ms).

17

#
6
æ
æ
æ
æ
æ
æ
æ
2
1
1
1
0
1
1
2

¦
'
+

'

+
2

1
æ

L = mH

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->