P. 1
D090115

D090115

|Views: 400|Likes:
Dipublikasikan oleh Has Bullah

More info:

Published by: Has Bullah on Jan 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

BIODIVERSITAS Volume 9, Nomor 1 Halaman: 64-81

ISSN: 1412-033X Januari 2008

REVIEW: Senyawa Biflavonoid pada Selaginella Pal. Beauv. dan Pemanfaatannya
Review: Biflavonoid compounds of Selaginella Pal. Beauv. and its benefit
AHMAD DWI SETYAWAN1,2,♥, LATIFAH KOSIM DARUSMAN3

Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta 57126. 2 Program Doktor, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor 16680. 3 Departemen Kimia, FMIPA, Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor 16680. Diterima: 2 Januari 2008. Disetujui: 31 Januari 2008.

1

ABSTRACT
In the present day, medicinal plants increasingly play important role in human health, while about 60-75% of world population depending on plants and their extracts for medication. Selaginella Pal. Beauv. (Selaginellaceae Reichb.) is a potent medicinal plant source. This plant contains biflavonoid compounds, a dimeric form of flavonoids. Flavonoids are secondary metabolite that is most used in medical purposes. They are often occurred in daily consumed vegetables and fruits. Chemical constituents of flavonoids are very diverse, because they are generated in many biosynthetic methods. There are many biflavonoid compounds of Selaginella, i.e. amentoflavone, 2',8''-biapigenin, ginkgetin, heveaflavone, hinokiflavone, isocryptomerine, kayaflavone, podocarpusflavone A, robustaflavone, sumaflavone, and taiwaniaflavone. For the plants, these biflavonoid are used to response environmental condition such as defense against pests, diseases, herbivory, and competitions; while for the people, these compounds are used as antioxidant, anti-inflammatory, anti cancer, antimicrobial (antivirus, antibacterial, anti fungal, antiprotozoan), neuroprotective, vasorelaxant, anti UV-irradiation, antispasmodic, anti allergic, antihaemorrhagic, antinociceptive, etc. The antioxidant purpose of biflavonoid is the most important activities of this secondary metabolite. It is related to the anti cancer and anti-inflammatory functions. The antioxidant of biflavonoid is more powerful than β-carotene, vitamin C and E. In the future, Selaginella research exhaustively needs to be conducted on morphological and molecular characteristics. It deeply needs to explore on biflavonoid and other natural products constituents, and it also needs to search on their bioactivities. © 2008 Jurusan Biologi FMIPA UNS Surakarta Key words: flavonoid, biflavonoid, Selaginella.

PENDAHULUAN Tumbuhan obat sejak jaman dahulu hingga kini menjadi penyokong utama kesehatan umat manusia. Sekitar 6075% penduduk bumi menggantungkan kesehatannya pada tumbuhan (Farnsworth, 1994; Joy dkk., 1998; Harvey, 2000). Tumbuhan dan mikrobia merupakan sumber utama metabolit sekunder (Hayashi dkk., 1997; Armaka dkk., 1999; Lin dkk., 1999; Basso dkk. 2005), dan secara konsisten menjadi sumber utama obat-obatan terbaru (Harvey, 2000), baik berupa senyawa fenolat, alkaloid, terpenoid, maupun asam amino non protein (Smith, 1976). Di bumi terdapat 250.000-500.000 spesies tumbuhan (Borris, 1996), 1-10%-nya digunakan untuk bahan makanan (Moerman, 1996), 80.000 spesies untuk pengobatan, dan 5000 spesies untuk mengobati penyakit tertentu. Sebagian besar tumbuhan obat dikoleksi langsung dari alam, sehingga memerlukan budidaya agar kelestariannya terjamin (Joy dkk., 1998). Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang paling beragam dan tersebar luas. Sekitar 5-10% metabolit sekunder tumbuhan adalah flavonoid, dengan struktur kimia dan peran biologi yang sangat beragam (Macheix dkk.,
♥ Alamat korespondensi: Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta 57126 Tel. & Fax.: +62-271-663375 e-mail: unsjournals@gmail.com

1990). Senyawa ini dibentuk dari jalur shikimate dan fenilpropanoid (Harborne, 1989), dengan beberapa alternatif biosintesis (Robards dan Antolovich, 1997). Flavonoid merupakan turunan fenol yang memiliki struktur dasar fenilbenzopiron (tokoferol) (Middleton dkk., 2000), dicirikan oleh kerangka 15 karbon (C6-C3-C6) yang terdiri dari satu cincin teroksigenasi dan dua cincin aromatis (Gambar 1). Substitusi gugus kimia pada flavonoid umumnya berupa hidroksilasi, metoksilasi, metilasi dan glikosilasi (Harborne, 1980). Klasifikasi flavonoid sangat beragam, di antaranya ada yang mengklasifikasikan flavonoid menjadi flavon, flavonon, isoflavon, flavanol, flavanon, antosianin, dan kalkon (Porter, 1994; Ferreira dan Bekker, 1996, 1999; Ferreira dkk., 1999). Lebih dari 6467 senyawa flavonoid telah diidentifikasi dan jumlahnya terus meningkat (Harborne dan Baxter, 1999). Kebanyakan flavonoid berbentuk monomer, tetapi terdapat pula bentuk dimer (biflavonoid), trimer, tetramer, dan polimer (Perruchon, 2004). Flavonoid merupakan pigmen tumbuhan dengan warna kuning, kuning jeruk, dan merah (Timberlake dan Henry, 1986; Brouillard dan Cheminant, 1988); dapat ditemukan pada buah, sayuran, kacang, biji, batang, bunga, herba, rempah-rempah, serta produk pangan dan obat dari tumbuhan seperti minyak zaitun, teh, cokelat, anggur merah, dan obat herbal (Middleton dkk., 2000; Herrmann, 1976). Senyawa ini berperan penting dalam menentukan warna, rasa, bau, serta kualitas nutrisi makanan (Macheix dkk., 1990). Tumbuhan umumnya hanya menghasilkan

namun yang diketahui bioaktivitasnya masih terbatas. 1992. 2005. (Selaginellaceae Reichb. 1993). Dua di antaranya yang paling sistematis adalah sistem Loksley dan sistem IUPAC.). 2002. penyakit (Dixon. 2005).. dan lainlain.. 2000). 1993). 1990. dengan kandungan utama amentoflavon (Berghofer dan Holzl. vasorelaksan. 2001. antibakteri (Middleton dan Kandswami. 2002. 2005a.. 2004. serta molekul sinyal pada polinasi dan fertilitas jantan (Madhuri dan Reddy. 2007). dan mempengaruhi metabolisme enzim (Havsteen. 1996. 2002). dan bagian tumbuhan lainnya. morelloflavon. 1983. herbivori. 2004.. biflavon. Middleton dan Kandswami. dan lainlain. 1982. anti mutagenik (Edenharder dkk. 1940). 1998.. dan ochnaflavon. 2005). 2002.. 2000. Ikatan antar monomer ditandai dengan angka Romawi yang menunjukkan unit monomernya. 2006). Braide. 1994.. II-7-tetrahidroksi [I-3’. 2001. 1993). 2005. Dalam tulisan berikut dibahas keanekaragaman senyawa biflavonoid pada Selaginella dan pemanfaatannya. 1976. amentoflavon. 2002). Sebagian besar peran di atas dapat dipenuhi oleh berbagai senyawa biflavonoid yang diekstraksi dari berbagai spesies Selaginella (Tabel 1). Iwu dkk. flavonoid berguna sebagai antioksidan (Letan 1966.. namun hingga kini nama yang paling banyak digunakan adalah nama biasa yang diberikan oleh masing-masing penemunya. dormansi biji (Debeaujon dkk. anti pembekuan darah. 2005). Iwu.3-dihidroapigeninil-(I3′. Struktur dasar biflavonoid adalah 2. mutasi (Rueff dkk. Istilah ‘biflavanoid’ dianggap lebih akurat dari pada ‘biflavonoid’ karena menunjukkan sifatnya yang jenuh. 2001.II-3′)-apigenin (Gambar 1.. 2005). Fenol B C Flavonoid Biflavonoid Gambar 1.. dan angka Arab yang menunjukkan letak . Arts dan Hollman.4’-trihidroksi flavanoid. posisi ke-9 dan ke-10 menunjukkan karbon pada titik penyatuan (Rahman dkk. Posisi angka pada masing-masing monomer dimulai dari cincin yang mengandung atom oksigen. anti-platelet (Harborne dan Williams.. antimikrobia (Nishino dkk.) sangat berpotensi sebagai sumber biflavonoid. 1988. isoginkgetin. anti kanker. Martens dan Mithofer.). Kedua unit monomer biflavonoid ditandai dengan angka Romawi I dan II. Borlis dkk.. II-5. sayuran. 1990). 2005). Namun hingga kini penyebutan ‘biflavonoid’ lebih sering digunakan karena lebih mudah dilafalkan. anti hipertensi. Di Afrika sub Sahara biflavonoid banyak dihasilkan dari biji Garcinia cola Heckel dengan kandungan utama kolaviron (Iwu dan Igboko. Bennie dkk... I-7-dimetoksi.. Beauv. Sistem Locksley.. Senyawa ini mula-mula ditemukan oleh Furukawa dari ekstrak daun G.. tetapi berbeda pada sifat dan letak ikatan antar flavanoid (Rahman dkk. antibakteri. Bagi tumbuhan. 2000). Di Eropa biflavonoid banyak dihasilkan dari herba Hypericum perforatum L. flavandiol) merupakan dimer flavonoid yang dibentuk dari dua unit flavon atau dimer campuran antara flavon dengan flavanon dan/atau auron (Geiger dan Quinn. Tumbuhan ini dapat menghasilkan berbagai jenis biflavonoid. BIOKIMIA BIFLAVONOID Definisi Biflavonoid (atau biflavonil... I-5. sedangkan cincin unisiklis dinamai cincin B. 2004. dengan kandungan utama ginkgetin (Krauze-Baranowska dan Wiart. genus atau familia menunjukkan proses evolusi yang terjadi sepanjang sejarah hidupnya. 1987. anti allergi (Middleton dan Kandswami. 2005). Harborne dan Williams. Setiap unit monomer ditandai dengan angka Romawi I dan II. antimikrobia. molekul sinyal pada berbagai jalur transduksi. Chen dkk. biflavan. II-8] biflavon) (Baker dan Simmonds. 1999). Kraus. DNP. Senyawa ini memiliki ikatan interflavanil C-C antara karbon C-3′ pada masing-masing flavon. penguat jantung.. Yamaguchi dkk.. 1985. Salah satu struktur flavonoid yang bernilai tinggi sebagai bahan obat adalah biflavonoid. Ariyasena dkk. Akhiran ‘oid’ untuk menunjukkan tipe dimernya yang homogen. Lale dkk.. Bennie dkk. tergantung spesiesnya. 2000). Kandaswami dan Middleton. 2002. Selaginella Pal. Di sisi lain dilaporkan pula bahwa flavonoid dapat menyebabkan kerusakan DNA (Shimoi dkk. Locksley (1973) membakukan tatanama cincin dan letak penomoran karbon pada cincin kerangka biflavonil. Leung dkk. II-4’. kompetisi. 2006). Moltke dkk. 1989. Duarte dkk. anti klastogenik (Heo dkk. anti-inflamasi. Hingga kini jumlah biflavonoid yang diisolasi dan dikarakterisasi dari alam terus bertambah (Oliveira dkk.SETYAWAN dan DARUSMAN – Biflavonoid pada Selaginella 65 senyawa flavonoid tertentu. Senyawasenyawa ini memiliki struktur dasar yang serupa yaitu 5. Nakatani. 2000. antifungi. 1999. 1987. robustaflavon. antivirus (Harborne dan Williams. 2005). 1997. Kromhout. 1987. Ferreira dkk. Peristilahan yang digunakan merujuk pada Glossarium Istilah Asing-Indonesia (2006).. 2007).7. Kang. senyawa flavonoid berperan dalam pertahanan diri terhadap hama.. 2001. Pourcel dkk.. 1996. Nahrstedt dan Butterweck. 2003. Beberapa biflavonoid dengan ikatan interflavanil CO-C juga ada (Bennie dkk. pelindung terhadap radiasi sinar UV (Winkel-Shirley dkk. Tolonen. 1992) dan apoptosis (Salti dkk. Kajian terhadap flavonoid tidak hanya karena peran biologinya. 1989. 2002). Leung dkk. 1999). Biflavonoid terdapat pada buah. antivirus. pelindung terhadap iradiasi UV. Dubber. flavanoid dan biflavanoid. Tatanama biflavonoid Banyaknya senyawa biflavonoid yang ditemukan menyebabkan timbulnya berbagai tata cara penamaan senyawa ini. seperti biflavanon. Locksley (1973) mengajukan istilah generik ‘biflavanoid’ untuk menggantikan istilah ‘biflavonil’ yang lebih dahulu digunakan.. Sistem cincin bisiklis dinamai cincin A dan C. interaksi dengan mikrobia (Madhuri dan Reddy.. 1993. Senyawa biflavonóid berperan sebagai antioksidan. 1992) anti kanker (Verma dkk. 1993. Bisnack dkk. Struktur dasar fenol. Forombi dkk. biloba berupa senyawa berwarna kuning yang dinamai ginkgetin (I-4’.. Di Asia Timur biflavonoid banyak dihasilkan dari daun Ginkgo biloba L. Ferreira dkk. serta memiliki sebaran yang bersifat kosmopolitan sehingga dapat dibudidayakan hampir di seluruh permukaan bumi. 1991.. tetapi lebih karena potensinya sebagai obat (Ross dan Kasum. 1992. 2000. hinokiflavon.. Biflavonoid yang paling banyak diteliti adalah ginkgetin. anti alergi. anti-inflamasi. 1993). Bagi manusia. Keberadaan flavonoid pada tingkat spesies. Dreschner dkk.

.kromen-4-on (Rahman dkk. Stille mensintesis biflavonoid melalui penggabungan silang antara flavon triflate dengan distannan (Echavarren dan Stille. II-6-biapigenin dan 6. hal. Dalam reaksi ini. Penggabungan silang flavon dengan katalis metal. (vii) substitusi nukleofilik. (v) penggabungan fenol oksidatif dari flavon. Penggabungan Ullmann dari flavon terhalogenasi. (+) cupressuflavon heksametil eter dapat digunakan untuk menghasilkan (±)cupressuflavon heksametil eter dan (±)-agathisflavon heksametil eter (Pelter dkk. I-7. Dalam tatanama IUPAC. dan menggambarkan struktur kimianya. 1968). misalnya pada percobaan sintesis biflavonoid dari apigenin dimetil eter (Rahman dkk. Perbedaan mendasar antara sistem Locksley dan IUPAC adalah rujukan struktur kerangkanya. Menurut Rahman dkk. 2001). (1967). Pembentukan biflavonoid melalui bifenil.. 1962.. I-5. Nakazawa dan Ito. Reaksi Ullmann dengan katalis tembaga dapat menggabungkan flavon terhalogenasi dan garam flavon nukleofilik menjadi biflavonoid. Substitusi nukleofilik. Sintesis biflavonoid Biosintesis flavonoid di alam secara in vivo relatif masih menjadi misteri. Metode Suzuki dapat digunakan untuk menjelaskan sintesis robustaflavon dan robustaflavon heksametil eter (Zembower dan Zhang.7-dihidroksi-2-(4-hidroksifenil).7. Sistem Locksley menggunakan struktur flavanoid. Penggabungan fenol oksidatif dari flavon. yang selanjutnya dalam penggabungan oksidatif menghasilkan [I-3. meskipun tidak sistematis dan tidak menggambarkan struktur kimianya. cupressuflavon heksametil eter telah dibuat dua tahun (Locksley. 1980). 64-81 ikatan. (Gambar 2a). sistem ini bersifat intuitif. 1976. Hal ini juga dapat dilakukan pada flavanon untuk menghasilkan biflavanon (Berge dkk.. hidrogensi dapat diatur untuk menghasilkan biflavonoid yang lebih beragam dengan struktur mono. 1964). Penggabungan Ullmann merupakan suatu reaksi aril halida yang dimediasi oleh tembaga.7-dimetil eter dengan besi klorida dalam dioksan mendidih dapat menghasilkan sepasang biflavon (Locksley. Penyusunan ulang Wessely-Moser dapat terjadi pada monoflavanoid dalam kondisi asam. 1979). Hidrogenasi juga merupakan strategi penting untuk menghasilkan biflavonoid analog dengan cepat. Reaksi dari resasetofenon dengan metilen iodida di bawah kondisi alkali menghasilkan C-termetilenasi.8 ke 5. Reaksi substitusi nukleofilik sering digunakan untuk menghasilkan biflavon yang terikat dialkil dan biflavanon. Namun berbeda dengan dehidrogenasi. Sintesis isomer biflavonoid hinokiflavon pentametil eter yang berkerangka C4’−O−C6 dapat dilakukan dengan cara ini (Rahman dkk. Menurut Rahman dkk. (iii) penggabungan silang flavon dengan katalis metal.. Reaksi ini dikatalisasi dengan reagen Fenton. I-5. sedangkan hinokiflavon yang unit flavonnya berikatan dengan sebuah atom oksigen dinamai II-4’. Oksidasi flavanon hidrazon dengan SeO2 dalam dioksan berair menghasilkan flavon. Biflavonoid dapat disintesis melalui penggabungan oksidatif monomer fenol menggunakan satu elektron teroksidasi. II-5. Sistem IUPAC. tetapi dalam sintesis biflavonoid hanya mencakup penggabungan Stille dan Suzuki. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan sintesis I-6.7-dihidroksi-4-okso-4H-kromen2-il)-fenoksi]-5. Hidrogenasi biflavon menjadi biflavanon. 1991) (Gambar 2c2). logis. sehingga tatanamanya lebih kompleks. 1971) (Gambar 2d). sedangkan Suzuki dengan asam arilboronat (Muller. Dehidrogenasi cincin biflavonoid jenuh menjadi tak jenuh dapat menghasilkan senyawa biflavonoid baru. II-7heksahidroksi [I-3’. dimerisasi oksidatif apigenin-4’. Januari 2008. 9. (vi) kondensasi Ullmann garam flavon dan flavon terhalogenasi. dipasangkan dengan tanda hubung dan ditelakkan dalam kurung untuk menunjukkan letak ikatan antar monomer. keduanya memanfaatkan palladium untuk menggabungkan gugus aril. 2007). Nama ini lebih mudah digunakan.. 1963). Reaksi Ullmann juga digunakan untuk mensintesis biflavon tak simetris ginkgetin dan amentoflavon (Nakazawa.6.II-3] biflavon (Berge dkk.. Hingga kini reaksi ini sulit dilakukan karena terjadinya resinifikasi.6’’binarigenin heksametil eter (Chen dkk.4’-dimetoksi-3. yang selanjutnya dengan penggabungan oksidatif dan dehidrogenasi dengan NBS menghasilkan beberapa biflavon (Berge dkk. Terdapat banyak reaksi penggabungan silang untuk membentuk ikatan C−C dengan katalis metal.7-dihidroksi-2-(4-hidroksi-fenil)-kromen-4-on. Pembentukan biflavonoid melalui bifenil pertama kali dilakukan oleh Mathai dkk. Penggojokan senyawa ini dengan selenium dioksida dalam amil alkohol menghasilkan 3’. 1967). amentoflavon dinamai I-4’. 1985). 1968) (Gambar 2f). dan (ix) hidrogenasi biflavon menjadi biflavanon. hinokiflavon. Reaktivitas atom halogen dalam kondensasi Ullmann dapat diperkuat dengan memasukkan elektron ke dalam gugus orto nitro halogen. Kedua sistem tatanama di atas jarang digunakan karena kerumitannya... Reaksi ini digunakan oleh Seshadri dkk.2-hidroksifenil]5. Kondensasi Ullmann dengan garam flavon. Dalam sistem ini.. Zheng dkk. sedangkan hinokiflavon dinamai 6-[4-(5. 2007). 1973. amentoflavon dinamai 8-[5-(5.3’-biflavonil yang simetris (Gambar 2b). meskipun hasilnya rendah karena adanya resinifikasi (Rahman dkk. II-7-pentahidroksi [I-4’-O-II-6] biflavon. namun terdapat beberapa pendekatan secara in vitro untuk menjelaskan sintesisnya. Nama biasa. ditandai dengan reorganisasi substitusi 5. serta hinokiflavon (Flavin dkk. Jumlah gugus substitusi pada unit monomer mengikuti sistem IUPAC untuk flavon. Pada apigenin. 2004) sebelum cupressuflavon alami ditemukan Seshadri (Murti dkk.7-dihidroksi-4-okso-4H-kromen-2-il). dimana 4. Nama yang sering digunakan adalah nama biasa yang diberikan oleh para penemunya. Dehidrogenasi biflavanon menjadi biflavon. 1998).. 1. II-8] biflavon. yang dapat diubah menjadi biflavonoid (Grover dkk. Kedua numeral dari kedua unit monomer penyusun dimer. II-4’. sedangkan sistem IUPAC menganggap biflavonoid merupakan turunan dari struktur kromen. (iv) penyusunan ulang Wessely-Moser. misalnya amentoflavon. untuk menghasilkan biflavonil metan (Gambar 2g). Hidrogenasi biflavon pada suhu 80oC dalam asam asetat glasial selama 4 jam hanya menghasilkan . 2007). Dengan metode yang sama. dan lain-lain. Suatu biflavonoid simetris. (2007) terdapat sembilan cara sintesis biflavonoid. 1980) (Gambar 2h). (ii) pembentukan biflavonoid melalui bifenil. Penyusunan ulang Wessely-Moser. atau N-bromosuksinimida (NBS).66 B I O D I V E R S I T A S Vol.. 1979. II-5..dan dihidrogenasi. Oksidasi 4(hidrooksimino) flavan dengan SeO2 dalam dioksan berair menghasilkan flavan. Eliminasi reduktif gugus nitro menghasilkan biflavonoid terikat oksigen dengan kerangka C4’−O−C8 (Nakazawa. SeO2. yaitu: (i) penggabungan Ullmann dari flavon terhalogenasi. No. kalium ferisianida alkalin.3’diformilbifenil dikondensasi dengan 2-hidroksiasetofenon dalam hidroksida kalium beretanol menghasilkan turunan bikalkonil. I-7. (2007). 1987) (Gambar 2c1).7. (viii) dehidrogenasi biflavanon menjadi biflavon.. 1973) (Gambar 2e). 2007). asam hidroiodat dalam asetat anhidrid dapat mengubah hinokiflavon pentametil eter menjadi hinokiflavon (Nakazawa.

Kunze) A. S. 1990). Presl) Spring. Selaginella erythropus (Mart. bersisik-sisik seperti sisik pada kaki ayam. usia (Ambon).) Baker). Adapun sumaflavon baru dilaporkan dari S. Selaginellaceae Reichb. Keanekaragaman morfologi dan pigmentasi merupakan karakter utama dalam taksonomi Selaginella (Czeladzinski. Spesies ini juga ditemukan pada pulau-pulau yang lebih besar. Hikino dkk. cakar ayam (Jawa). variegata (S. 1974). 1998).) Spring). Selaginella pygmaea (Kaulf. Braun. 2006.. F. S. deliculata. Karakter khasnya adalah adanya percabangan menggarpu dan sebagian besar spesies memiliki daun-daun kecil menyerupai sisik. Daun berbentuk sisik ini menyebabkan tumbuhan ini sering tampak seperti Bryophyta. sikili batu. Psilotales.. cemara kipas gunung. namun beberapa Bryophyta dan sekitar 15 familia Angiospermae juga memiliki senyawa ini (DNP. 2005). 1997). seperti S. S. dan S. 2003). & Grev. seperti: rumput Solo. lokasi. Jenis-jenis Selaginella memiliki banyak kesamaan. lepidophylla dilaporkan terdapat pula kandungan minyak atsiri (Andrade-Cetto dan Heinrich. Dibandingkan dengan senyawa biflavonoid. memiliki 22 spesies. Distribusi senyawa ini terbatas pada Selaginellales. S. tetapi beberapa spesies hidup musiman (setahun). Pada S. memanjat dengan rimpang yang melekat pada tumbuhan inang (Selaginella willdenowii (Desv.) Spring). tai lantuan (Madura). saponin. serta faktor di dalam tumbuhan tersebut seperti spesies atau varietas.. Selaginella haematodes (Kunze) Spring.SETYAWAN dan DARUSMAN – Biflavonoid pada Selaginella 67 struktur monohidrogenasi. Sm. R. aurea). Jawa. watsonii S. Beauv. tetapi umumnya dapat dibedakan berdasarkan morfologi dan pigmentasinya.) Spring (=Selaginella pachystachys Koidz. karena ikatan ganda harus terus disubstitusi (Wang dkk. sebagian besar jenisnya telah punah. Selaginella memiliki beragam pigmentasi. S. japonica. 1973. dan tanah. Terdapat pula biflavonoid yang jarang ditemukan pada Selaginella namun dapat ditemukan pada tumbuhan lain.) Schrank & C. albovariegata. dan paling mudah ditemukan. & Sav. 2006). merah darah (S. keragaman dan kadar senyawa-senyawa tersebut pada Selaginella relatif lebih rendah. bertumpuk-tumpuk (Selaginella selaginoides (L. Selaginella Pal..) Spring). isokriptomerin..) Spring.. Dalam bahasa Indonsia tumbuhan ini biasa disebut cakar ayam atau paku rane. dan Gymnospermae (Seigler. dan perak (Selaginella viticulosa Klotzsch). ex Kuhn. dan Selaginella gracillima (Kunze) Spring ex Salom. Yen dkk.. dan flavonoid.) Spring. serta pulau-pulau yang kecil. Selaginella moellendorffii Hieron. paku rane (Sunda). prosedur pemanenan dan ekstraksi (Nahrstedt dan Butterweck. 1981). Selaginella tamariscina (Beauv. dengan memperlama prosesnya maka akan dihasilkan biflavanon yang lebih beragam (Gambar 2i). pulau dengan penduduk paling padat dan paling terdegradasi. heveaflavon. Sekurang-kurangnya 11 spesies Selaginella telah diuji kandungan amentoflavonnya (Sun dkk. . Pada S. Selaginella involvens (Sw. Selaginella tuberosa B. Selaginella martensii Spring. 1927). tamariscina (Yang dkk. serta merayap dengan cabang tegak membentuk payung (Selaginella vogelii Spring. dan taiwaniaflavon (Gambar 3). sedang beberapa senyawa biflavonoid lainnya hanya ditemukan pada spesies tertentu. Selaginella gigantea Steyerm. 2003). data tidak ditunjukkan). Amentoflavon dan ginkgetin merupakan senyawa biflavonoid Selaginella yang paling melimpah. kraussiana var.. yang tersisa tereduksi menjadi herba (Czeladzinski. Selaginella doederleinii Hieron. Tingginya keanekaragaman Selaginella diduga akibat sifatnya yang heterospor. yaitu: Filipina (48). hinokiflavon. Pengamatan di laboratorium menunjukkan bahwa beberapa spesies Selaginella dari Jawa mengandung alkaloid. tanin. Selaginella dapat tumbuh pada berbagai tipe iklim dan tanah.).) Alston. robustaflavon. 2004). yang terdiri dari 700 spesies (Tryon dan Tryon.. sehingga memungkinkan terjadinya persilangan antar spesies. 1990) dan tersebar di seluruh dunia. & A. Sumatera (29). rimpang tegak hingga 4 m dengan tunas di pangkal bagian yang memiliki strobilus (S. Selaginella stauntoniana Spring (=Selaginella pseudo-involvens Hayata).. bagian yang diekstraksi dan umurnya. Selaginella lyallii (Hook. terdapat kelompok berwarna biru (Selaginella uncinata (Desv. erythropus). uncinata terkandung steroid tipe ekdisteroid (Takemoto dkk. martensii var. namun sejatinya merupakan Pteridophyta karena memiliki berkas pengangkut dan menggunakan spora untuk berkembang biak.). paling luas sebarannya.. podocarpusflavon A. P. Beberapa senyawa biflavonoid dengan mudah ditemukan pada berbagai spesies Selaginella. vogelii. wildenowii. Selaginella nipponica Franch. seperti merayap (Selaginella kraussiana (G. 1997). Sejumlah spesies juga ditemukan di negara-negara lain di kawasan Malesia. tamariscina. meskipun demikian diyakini memiliki bioaktivitas tertentu. Br. Selaginella dinamai cakar ayam karena daunnya tersusun di bagian kiri-kanan batang dan cabang. Mart. McAlpin & Lellinger. denticulata. Keragaman warna menunjukkan keragaman kandungan biflavonoid dan bahan alam lain di dalamnya. 2008). tamariscina). Nugini (55). tetapi informasi mengenai takson ini masih terbatas. 1992). menter (Jakarta). seperti Selaginella tenerrima A. Keragaman biflavonoid pada Selaginella Metabolit sekunder utama pada Selaginella adalah biflavonoid. 1990). Kandungan metabolit sekunder Selaginella dapat bervariasi tergantung faktor lingkungan tempat tumbuh seperti iklim. dengan dua ukuran yang berbeda (Jermy. meskipun ada tidaknya senyawa-senyawa tersebut sangat bervariasi tergantung spesiesnya (ADS. Selaginella memiliki beragam habitus. 2'. BIFLAVONOID PADA SELAGINELLA Deskripsi Selaginella Selaginella diperkirakan telah hadir di bumi sejak lebih dari 320 juta tahun yang lalu.). & Grev. 2007. Selaginella memiliki banyak nama lokal.) Spring). beberapa spesies dapat hidup selama ratusan tahun. 1967. tamariscina. Indonesia dan negara-negara Malesia memiliki sejumlah spesies Selaginella. dengan keanekaragaman tertinggi di hutan hujan tropis.8''-biapigenin. kayaflavon. sumaflavon. ginkgetin. dan shi shang be atau juan bai (Cina)(Bensky dkk. dan Sulawesi (21). Namun hasil proses ini relatif sedikit.. kraussiana var. Semenanjung Malaya (25) dan Kepulauan Salomon (8) (Camus. Pada Selaginella keberadaan taiwaniaflavon baru dilaporkan dari S. baik sama dengan biflavonoid ataupun berbeda sama sekali. 1982) atau 750 spesies (Jermy. hanya memiliki satu genus. Lee dkk. lingonai (Minangkabau) (Heyne. yaitu Kalimantan (58). kuning emas (S. variegata. Selaginella lepidophylla (Hook.. martensii f. roset dengan rimpang dan buku-buku pendek (Selaginella pallescens (C. Selaginella remotifolia Spring var. steroid. tegak. Thailand (29). pendek. namun senyawa ini ditemukan pula pada tumbuhan lain seperti Taiwania cryptomerioides Hayata (Kamil dkk. Biflavonoid yang telah diidentifikasi dari Selaginella antara lain amentoflavon. 2006). Umur Selaginella sangat beragam. ex Poir. yaitu Maluku (18) dan Sunda Kecil (9). Selaginella denticulata (L. tamariscina (Pokharel dkk.

c1 a R R R R R c2 b f d h e i g Gambar 2. Penyusunan ulang Wessely-Moser. Penggabungan Ullmann dari flavon terhalogenasi. g. a. Sintesis biflavonoid. h. . b. c2. Stille. Suzuki). c. Hidrogenasi biflavon menjadi biflavanon (Rahman dkk. Penggabungan silang flavon dengan katalis metal (c1. d. 2007).. Dehidrogenasi biflavanon menjadi biflavon. Penggabungan fenol oksidatif dari flavon. Substitusi nukleofilik. Pembentukan biflavonoid melalui bifenil. f. i. Kondensasi Ullmann dengan garam flavon. e.

ginkgetin. 2'. heveaflavon. hinokiflavon. .8”-biapigenin Ginkgetin Heveaflavon OCH3 OCH3 OCH3 CH3O HO CH3O HO HO Hinokiflavon OH O Hinokiflavon Isokriptomerin Kayaflavon Podocarpusflavon A OH HO OH OH OH HO Robustaflavon Sumaflavon Taiwaniaflavon Gambar 3. taiwaniaflavon. kayaflavon. robustaflavon. sumaflavon. isokriptomerin. dan podocarpusflavon A.OH OH OCH3 OH HO O HO OH O OH O 2’ 8” OH O OCH3 OH CH3O HO CH3O CH3O HO HO OH Amentoflavon 2’. Struktur biflavonoid Selaginella yang telah diidentifikasi: amentoflavon.8''-biapigenin.

Lee dkk. 2000).. 1997)..4'''-trimetil eter. pelarut organik (Lee yang diaktivasi IL-1β dan IL-6.... mempengaruhi induksi iNOS 2006). • Anti kanker (Kang dkk. menghambat aktivitas MMP-1 pada fibroblast kulit setelah iradiasi UV (Lee dkk. delicatula Robustaflavon 7. 2001) • Neuroprotektan (Han dkk... 2007. 2006. anti kanker terhadap sel leukemia.. labordei Antioksidan yakni menghambat ekspresi gen COX-2 pada sel kanker usus besar (Chen dkk..4'.Antivirus terhadap respiratory syncytial virus (RSV) (Ma dkk. hinokiflavon (Swamy dkk.. serta sel limfoma dan leukemia (Lin dkk. rupestris Amentoflavon (Chakravarthy dkk.. 1981) jantung pada kasus nor-modinamik dan hipodinamik (Chakravarthy dkk. 2005b). 2007) • Anti iradiasi UV. 2008).7''. Lin 1988).. 1994) Anti mutagenik moderat (Lee dan Lin 1988).. 2005) Amentoflavon.... lepidophylla Robustaflavon (Qosim dkk. robustaflavon 4'-metil eter. MeOH normal. seluruh tumbuhan. 2005.. Spesies S.. .. Meningkatkan radiosensitisasi sel kanker (terminal nasopharyngeal carcinoma) terhadap radioterapi. 1971. dkk. menginduksi apoptosis sel HL-60 yang diaktifkan caspase (Ahn dkk.. 2008). serta kemopreventif terhadap kanker lambung (Lee dkk. 2. 2006) Membantu pertumbuhan sel dan melindungi tubuh dari cekaman radikal bebas hidrogen peroksida (Sah dkk. 2006. anti-metastasis pada (Sun dkk. 2005. sitotoksik terhadap sel S.. 2001) dihidroamentoflavon (Dai dkk. hinokiflavon. 2000) sel kanker paru-paru A549 dan Lewis lung carcinoma (LLC) (Yang dkk. 7. Woo dkk. 2006). 2001). 2..4'''-dimetil eter. Kang dkk. Su dkk. 2''.4'''-tetra-O-metilamentoflavon...4"'-tetrametil eter. dkk... 2006) S. dan antiinflamasi (Joo dkk.. 2007).. 7"-trimetil eter.. robustaflavon 1999).. robustaflavon.70 B I O D I V E R S I T A S Vol. Yin dkk. amentoflavon (Lin dkk... dkk. 1985) S. 1997. 1998) dan COX-2 pada makrofage RAW264. Januari 2008... 2006. H2O. menghambat proliferasi sel mesangial 1971. willdenowii 4'.. juga bersifat S. hal. 2008) • Anti alergi (Dai dkk. 1998. atau daun saja.. menghambat aktivitas fosfolipase Cγ1 dan proliferasi sel (Dai dkk. doederleinii H2O mendidih (Lee dan Amentoflavon.. Blake. 1998.3" 'dihidrorobustaflavon 7. 1999). 1998). anti jerawat non-antibiotic. 2005) • Meningkatkan kadar insulin dan menurunkan kadar gula darah penderita diabetes (Miao dkk. Ginkgetin.. 2". robustaflavon 7. Selaginella spp. 64-81 Tabel 1. 2006) Amentoflavon (Ma dkk. isokriptomerin. 2005). 2005b). 2006) • Memacu aktivitas vasorelaksan (Kang dkk. menghambat kinerja NF-κB dengan mengeblok degradasi I-κBα (Woo dkk. moellendorffii EtOH (Sun dkk.... Woo dkk.4'-dimetil eter. 2001.3-dihidroamentoflavon 7. 2006).. • Immunosuppressan dan analgesik (Kang dkk. tamarascina H2O. 2006) • Antifungi (Woo dkk. 1971. Swamy dkk. Lee dkk.. Mengurangi produksi IL-1β dan dkk. 4'. 2'.7"-di-O-metilamentoflavon. 2005). menghambat pembentukan NO dengan menghambat kinerja lipopolisakarida yang menginduksi pembentukan NO (Yang dkk. 2006. 2007). 1994) kemungkinan mengandung senyawa tertentu yang menekan kondisi sumsum tulang (Pan dkk. 2004. Pokharel. 2. sinensis. 2006). Woo dkk. BuOH (Yin dkk.. 2005). 2005). • Antioksidan. Jung dkk. EtOH (Lin 7. 1995).Sitotoksik terhadap sel kanker (Silva dkk.taiwaniaflavon (Pokharel.3-dihidroamentoflavon 7.. heveaflavon kanker L 929 (Lin dkk. n.4'. 2000) kayaflavon. 2005) S. 1996).-dimetil eter. 1996). 1995) O-metilrobustaflavon (Silva dkk.. 1981) S. involvens Menghambat produksi dan efek radikal bebas dari nitrat oksida (NO) dan ekspresi iNOS/IL-1 β. 2006... Jung EtOAc (Jung dkk. bryopteris H2O (Sah dkk.3. Keterangan: Bagian tumbuhan yang digunakan adalah seluruh bagian aerial. 9. amentoflavon adenocarcinoma (OVCAR-3)(Sun dkk. Abla dkk. Keanekaragaman senyawa biflavonoid pada beberapa spesies Selaginella dan bioaktivitasnya. Kang dkk. 2006).. 2000) S. hinokiflavon (Ogawa dkk. * = penemuan senyawa baru. Jung dkk..4'. 2005)... 2007).8''TNF-α (Kuo dkk. 7". EtOH (Dai dkk... n-BuOH (Zheng Amentoflavon (Ogawa dkk. S. (Ogawa dkk. dkk. tetapi dkk.sel kanker Raji dan Calu-1. 2007). trimetil eter.4'. biapigenin (Woo dkk.. 2000) S. Swamy dkk. pertumbuhan sel epithelium kanker...3"dihidrorobustaflavon 7. Abla dkk.. amentoflavon 7. pallescens Kloroform-MeOH Antimikrobia moderat dan anti spasmodik karena dapat menghambat (Rojas dkk..... MeOH-EtOAc (Kang 2005... 1. isokriptomerin • Anti-inflamasi (Kang dkk. apoptosis akibat aktivasi caspase oleh hidrogen peroksida (Su dkk. tidak mempengaruhi limfosit dkk. S.4'. 2006. 1997.3''-dihidroisokriptomerin 7-metil eter (Chen dkk. dkk.. 2006).. dan mampu memperkuat tekanan S.7".. 1998.7 yang dirangsang lipopolisakarida (Pokharel.. 2006. 2005b). chrysocaulos Amentoflavon.. 2004. (Yang dkk. 2006) 1996.. Lee dkk.. namun tidak meningkatkan toksisitas akut radioterapi (Zheng dkk. denticulata Robustaflavon (Lopez-Saez dkk.... articulata Pelarut Senyawa Bioaktivitas Menetralkan pendarahan dan menghambat aktivitas proteolisis racun ular terhadap kasein (Otero dkk. 1999) kontraksi spontan usus ileum (Rojas dkk. 1999) Antispasmodik terhadap usus ileum. 2006. EtOAc.. mereduksi 2005.4'... hinokiflavon (Swamy dkk.. 1994) dan kanker (cholangiocarcinoma)..7''. 2005) • Memiliki aktivitas estrogenik (Zheng dkk.4'-dimetil 2000) eter. podocarpusflavon A.7''-di-O-metilamentoflavon. EtOH (Yang dkk. (Lee dkk. 2007) S.. 2008). 2001). 2006. 2". 2004.. kanker (Lee dkk. robustaflavon Sitotoksik terhadap sel kanker P-388 dan HT-29 (Chen dkk. Abla dkk. 1994) (Lin dkk... No. 1998.. Memiliki penghambatan moderat terhadap sel kanker ovarian Su dkk.. 2006) S.. 2006) S. Jung dkk. 2006. sumaflavon 2006. 2004..

Cholbi dkk. 1998). dan asma.. antifungi. herba kering Selaginella parkeri (Hook. Kandungan biflavonoid pada beberapa spesies Selaginella disajikan pada Tabel 1. 1999). 2004). Jung dkk. meningkatkan kadar insulin dan menurunkan gula darah pada penderita diabetes. gangguan hati. Jepang dan Korea. Dalam kasus radang paru-paru dapat digunakan 30 g herba kering dan 30 g daun pegagan (Centella asiatica (L.. S. ex Hook. metilasi. Peran bioaktivitas biflavonoid yang diekstraksi dari beberapa spesies Selaginella disajikan pada Tabel 1. tamariscina memiliki beragam kegunaan antara lain: anti kanker. 1927). anksiolitik (penenang) (Cassels dkk. Gil dkk. pengamatan pribadi). Gugus tambahan akibat proses hidroksilasi. herpes. involvens digunakan untuk memperpanjang usia dan menghindari penyakit-penyakit yang timbul akibat lanjut usia (Dixit dan Bhatt. isokriptomerin. 2004). alkohol-etil asetat. mulai dari pelarut polar. 1990. 2002). antivirus (HIV: Lin dkk. sumaflavon. doederleinii digunakan sebagai obat anti kanker (Lee dkk. misalnya dengan memasak dalam air mendidih.) Spring (= Selaginella pedata Klotzsch) dibakar dengan api dan ditekankan ke tumit bayi dengan lembut agar segera dapat berjalan (van Andel. Di banyak daerah di Indonesia. anti-inflamasi. dan glikosilasi sangat mempengaruhi bioaktivitas biflavonoid. antimikrobia (Woo dkk. delicatula digunakan sebagai obat penenang (ARCBC. anti-inflamasi (Gambhir dkk. RSV: Lin dkk. 1971). kelumpuhan. Tumbuhan ini berasa manis dan memeberi efek hangat (Bensky dkk. myosurus digunakan untuk mengobati asma... lalu disaring.) Boerl. anti-fosfolipase Cγ1 (Lee dkk. Selaginella argentea (Wall. atau isolasi dengan pelarut campuran seperti alkohol-air. Selaginella digunakan untuk meningkatan daya tahan tubuh (Batugal dkk. bakteri. 1999. Pada pengobatan kanker paru-paru. dan santet.. 2008... menjaga tekanan darah. 1995. tumbuhan ini digunakan untuk perawatan pasca persalinan atau mengobati luka. Selaginella delicatula (Desv. etil asetat. yaitu Cina. anti alergi. Kalimantan Timur menggunakan S. pasca persalinan dan gangguan menstruasi (ADS. termasuk antioksidan (Mora dkk..) Spring digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit yang terkait sistem reproduksi perempuan (de Almeida-Agra dan Dantas. Di Brazil. influenza. vasorelaksan.. anti tukak lambung (Kim.. 15 g daun sambiloto (Andrographis paniculata Ness. tamariscina. 2'. 2007). semi polar hingga non polar. anti-inflamasi. dan analgesik (Silva dkk. Pengaruh terakhir kemungkinan merupakan efek dari kandungan steroid (Zheng dkk. 1993). Ekstrak S. 2005). 1997. tamariscina mengandung amentoflavon. 2004). memiliki berbagai aktivitas biologi.. 1999. demam dan kelelahan (Bouquet dkk. SELAGINELLA DALAM OBAT TRADISIONAL Selaginella telah dimanfaatkan oleh berbagai peradaban di dunia sebagai tumbuhan obat sejak dahulu kala.) Urb. Sequiera. patah tulang dan rematik. 2001). Selaginella umumnya diekstraksi dari keseluruhan bagian tumbuhan. 1978. 1997. anti hemoragik. hal ini didukung oleh tingginya keanekaragaman biflavonoid pada spesies tersebut. Pelarut dan cara isolasi yang digunakan untuk mengekstraksi Selaginella sangat mempengaruhi keragaman struktur kimia yang diperoleh.) segar yang direbus dengan sekitar 800 mL air hingga tersisa . Di Sabah. segar atau dikeringkan dalam bentuk serbuk.. Lin dkk. Baureithel dkk. hingga tersisa separuh. antioksidan. Kandungan biflavonoid pada beberapa spesies Selaginella dan peran bioaktivitasnya disajikan pada Tabel 1. 2005). anti kanker (Silva dkk. Metanol dan etanol merupakan pelarut yang paling sering digunakan untuk mengisolasi biflavonoid. 1998). 2007). yaitu sebagai antioksidan. 1996). anti diabetes. sedangkan di Sri Lanka digunakan untuk mengobati sakit kepala.. sedangkan Selaginella wightii Hieron untuk mengobati infeksi saluran kemih (Dixit dan Bhatt.8''biapigenin. Di Malaysia.. plana digunakan untuk mengobati sakit kepala dan demam tinggi (Ahmad dan Raji. Di Vanuatu. S.. antimikrobia (virus. plana untuk mengobati pendarahan (Uluk dkk.. 1974. infeksi saluran kencing. Bagian yang digunakan adalah seluruh bagian tumbuhan. parkeri dan Selaginella epirrhizos Spring juga digunakan untuk mengobati sakit kepala (DeFilipps dkk. Mathew dkk. dan 5 g buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff. menghambat iradiasi sinar UV.. setelah dingin diminum 2-3 kali sehari. S.) kering. Masyarakat Dayak di sekitar TN Kayan Mentarang. hinokiflavon. doederleinii.. biflavonoid paling umum ditemukan pada Selaginella..SETYAWAN dan DARUSMAN – Biflavonoid pada Selaginella 71 Amentoflavon.. Di India. dan antinosiseptif. Di Rusia bagian timur S. Ma dkk. 2004). kloroform. Di Guyana.. fungi. 2000).) Spring dan S. Di Laos. S.) Alston digunakan untuk mengobati penyakit lambung. ex Poir. Kim dkk. anti iradiasi sinar UV.. isolasi dengan metanol. 1991). ex Poir. infeksi saluran pernafasan. Pemanfaatan Selaginella relatif merata di seluruh dunia. Selaginella firmuloides Warb. meskipun kadang-kadang hanya disebut daun (herba). Lin dkk.. S. 2001). Di Asia Tenggara spesies ini digunakan obat berbagai penyakit dan suplemen makalan (ARCBC. 1992). butanol. vasorelaksan. Penggunaan Selaginella secara luas dalam pengobatan tradisional umumnya dilakukan di Asia Timur. 2004). Wijayakusuma. Di samping itu.. S. luka memar. 1999).) Hieron. metoksilasi. 2001). tamariscina digunakan di Korea untuk mengobati nyeri haid.. 1997). Daun S. tamariscina digunakan untuk menghambat proses penuaan (Mamedov..) kering direbus pada api kecil dengan 800 mL air. 1992). & Grev. serta mempengaruhi siklus reproduksi. dapat dimakan sebagai lalapan dan untuk pengobatan (Heyne. anti depresi (Baureithel dkk. 1974. 1998. meskipun kadang-kadang hanya disebut sebagai daun atau herba. perlukaan. 1997.. 2004). digunakan untuk membantu persalinan (Bourdy dan Walter. 1992. sebanyak 60 g herba kering S. Spesies yang paling banyak digunakan adalah S. plana yang direbus diminum sebagai tonik untuk perawatan pasca persalinan (Harada dkk. ekstrak Selaginella juga memiliki berberapa kegunaan lagi. dan protozoa). Di Cina dan Korea Selatan S. langsung dimakan atau dimasak dahulu (Dalimartha. Pemakaiannya dapat dilakukan secara tunggal maupun kombinasi. Tumbuhan ini telah dikenal dalam pengobatan Cina maupun India sejak ribuan tahun yang lalu. Selaginella convoluta (Arn. Masyarakat Sunda dan Kasepuhan di sekitar TN Gunung Halimun-Salak. 2000). 2004). vasorelaksan (Kang dkk. Jawa Barat menggunakan berbagai spesies Selaginella untuk mengobati luka (Nasution. Berikut dideskripsikan beberapa resep jamu tradisional yang menggunakan Selaginella sebagai bahan utamanya. 2005. anti alergi. 1998). Keragaman struktur kimia biflavonoid ini sangat mempengaruhi bioaktivitas ekstrak tersebut. Penyakit yang paling banyak dijadikan sasaran pengobatan dengan ekstrak Selaginella adalah kanker. 1994b). Secara tradisional Selaginella digunakan sebagai obat beberapa penyakit seperti: kanker.. Ekstraksi dapat dilakukan dengan berbagai macam pelarut. dan alkohol-kloroform. Tunas muda Selaginella plana (Desv. dan taiwania-flavon. & Grev. etanol.

serta memakan radikal bebas (Chen dkk. vitamin C dan E (Gaspar dkk. dan glutation (Mau dkk. paru-paru. 2001). dimana antioksidan dapat mencegah kanker. seperti Zambia dan Zimbabwe. namun pada kadar tinggi dapat menurunkan kadar kolesterol darah (Gayathri dkk. batuk. tamariscina menghambat produksi NO pada makrofage melalui inaktivasi nuclear factor-κB (NF-κB). dan kerusakan jaringan. ginkgetin dapat menggantikan caffein dalam bahan makanan dan obat tanpa menimbulkan kecanduan (Zhou.. 1990.. Wijayakusuma..) Alston digunakan untuk kepentingan ritual atau budaya (Sassen dan Wan. Manfaat obat Selaginella membuka peluang usaha komersial. involvens mampu menghambat produksi nitrat oksida (NO) dan ekspresi iNOS/IL-1β (Joo dkk. E. herba segar dilumatkan dan ditempel di tempat yang sakit. sebanyak 30 g herba kering direbus. Sumaflavon juga mampu menghambat produksi NO. dan anti kanker. 2002). lalu diminum.. Peran medis biflavonoid yang terpenting adalah sebagai antioksidan. 1973). peningkatan tekanan darah. Namun mekanisme pertahanan diri oleh antioksidan ini dapat melemah akibat penuaan atau penyakit. Pada tulang patah sebanyak 15-30 g herba segar direbus. Keikutsertaan antioksidan dalam metabolisme aerob dapat mengimbangi kerusakan oksidatif ini.. S.. involvens (EC50 = 2 μg/mL). Pada jari bengkak misalnya akibat gigitan ular atau keseleo. Wang dan Wang. Kajian biokimia dan etno-farmakologi terhadap spesies Selaginella dari Indonesia jarang dilakukan. 1982. dan β-karoten (Canada dkk.. dan lain-lain (Freeman dan Crapo. tokoferol. tamariscina dan S. βkaroten. Lin dkk. Anti-inflamasi Inflamasi merupakan pembengkakan akibat respon tubuh terhadap luka. uncinata. anti-inflamasi.. Malencic dkk. namun laporan lain menyatakan senyawa ini dapat mengalami oksidasi spontan sehingga meningkatkan kadar hidrogen peroksida (Su dkk.. Ekstrak air dari S. 1993). lalu diganti lagi dengan yang masih segar (Dalimartha. tamariscina var. sirosis. sebanyak 10 g herba segar S. sedangkan inflamasi merupakan respon tubuh terhadap kanker. Selaginella imbricata (Forsk. infeksi mikrobia. Para peneliti menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan biflavonoid lebih baik dari pada vitamin C. aterosklerosis. dan ditumbuk halus kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit. meskipun beberapa spesies digunakan dalam obat tradisional. Pada gangguan hati dan infeksi saluran kencing. dan kanker lainnya. sebanyak 60 g herba kering direbus selama 3-4 jam dengan api kecil. namun proses ini menghasilkan sampah radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit (Halliwell dan Gutteridge. baik Selaginella lokal maupun impor dari Cina. Halliwell dan Gutteridge... Penggunaan Selaginella dalam pengobatan tradisional Cina memiliki sejarah panjang selama ratusan tahun. 1998. makhluk hidup memiliki pertahanan diri terhadap cekaman oksidatif (Sato dkk. radikal perhidroksi (HOO ) dan radikal hidroksil (HO*). PERAN BIOMEDIS BIFLAVONOID Sifat-sifat biflavonoid memerlukan evaluasi nilai medis dan nutrisinya (Harborne dan Williams. meskipun pemanfaatannya relatif terbatas pada beberapa spesies yaitu: S. Sanchez-Moreno dkk. S. Di Gabon. Perlakuan kultur sel mamalia dengan 1-2. 1997). involvens (Chang dkk. 1984). 2006).. dan lainlain. 2000. Tumbuhan menghasilkan berbagai senyawa antioksidan untuk menangkal radikal bebas. plana. 1994). No. Pada infeksi saluran nafas. kebakaran. sehingga menyebabkan kerusakan fosfolipid dan lipoprotein (Pryor. 64-81 separuhnya. Proses ini menyebabkan perubahan aliran darah. Hal ini mendukung pandangan tradisional yang menganggap tumbuhan ini dapat memperpanjang usia. pulvinata. khususnya S. Ketiganya pada dasarnya bekerja pada lingkungan yang sama dan saling berkaitan. sedangkan robustaflavon tidak dapat menghambat produksi NO (Yang dkk. setelah dingin diminum sekaligus. doederleinii. Pada kanker rahim. disaring. Maxwell dan Lip. S. Untuk obat eksim. dengan menempelkan herba segar yang telah dilumatkan pada tempat yang patah tulang.. misalnya S. sehingga sangat diperlukan asupan antioksidan dari luar melalui makanan (Turkoglu dkk. Ekstrak S. 2004). Cekaman oksidatif dapat memicu timbulnya penuaan dini dan penyakit degeneratif seperti kanker. namun dengan mengeblok lipopolisakarida yang menginduksi ekspresi gen iNOS. 1. Dari kajian pustaka diketahui terdapat sejumlah spesies Selaginella dengan beragam kandungan biflavonoid dan dengan beragam khasiat medis (Tabel 1). 2007). 1984. Aktivitas antioksidan Selaginella labordei Hieron ditunjukkan dari kemampuannya untuk menghambat enzim xantin oksidase dan lipoksigenase. 2005). wightii bersifat antioksidan. 2005b). lalu diminum. 9. nasofaring.. 2002). Secara alamiah semua organisme memiliki mekanisme untuk mengatasi radikal bebas. doederleinii. dicuci. 2000). involvens. delicatula dan S. ROS dapat menyebabkan peroksidasi pada membran lipid..1991. dapat meningkatkan pelindung terhadap cekaman oksidatif. radang amandel. namun asupan antioksidan dari tumbuhan dapat meningkatkan daya tahan tubuh (Stajner dkk. 1999. rematik. lalu disaring dan diminum dua kali sehari. atau dengan senyawa asam askorbat. Cekaman oksidatif diinduksi oleh reactive oxygen species (ROS).. tamariscina. . herba kering sebanyak 15-30 g direbus selama 3-4 jam. Antioksidan Oksidasi merupakan kejadian alamiah dalam proses metabolisme tubuh untuk menghasilkan energi. radang paru.) Bak. Ekstrak ini secara umum tidak beracun. Pemanfaatan Selaginella tidak hanya terbatas untuk pengobatan. 2006).) Spring ex Decaisne diperjualbelikan sebagai bahan obat hingga mengancam kelestariannya di alam (Cunningham. 2006). Di beberapa negara Afrika. lalu disaring dan diminum setelah dingin. Amentoflavon yang diisolasi dari S.5% ekstrak air dapat melindungi kultur sel dari hidrogen peroksida (Sah dkk. yaitu berbagai radikal bebas seperti anion -2 superoksida (O ). dibiarkan mengering. moellendorffii. meskipun yang berpengaruh secara signifikan terhadap lipid peroksidase hanya S. 2005). 2000). Myara dkk. Di sisi lain. 1996). serta diperkuat dengan pemakaian luar. Selaginella myosurus (Sw. Ekstrak air Selaginella bryopteris (L. Radikal-radikal ini terbentuk akibat reduksi elektron molekul oksigen. 2000). Januari 2008. Di Indonesia banyak ditawarkan Selaginella dalam bentuk serbuk kering.. Ginkgetin dilaporkan juga berkhasiat sebagai antioksidan (Sah dkk. uncinata dan S. misalnya dengan enzim superoksida dismutase (SOD) dan katalase. 1982). hal. dan kasus infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) lainnya. S. 1999... Pada dasarnya. Pemberian antioksidan dapat menurunkan tingkat cekaman oksidatif dan mencegah terjadinya komplikasi berbagai penyakit (Rose dkk. 1993). S. dosis setiap kali minum 200 mL. 2005). di antaranya biflavonoid.72 B I O D I V E R S I T A S Vol.

0 ± 2. Ekstrak S..4'-dimetil eter menunjukkan aktivitas sitotoksik (EC50 < 4 μg/mL) terhadap sel kanker P388 dan HT-29 (Chen dkk. p50. Tumbuhan merupakan sumber utama obat anti kanker (Newman dkk. Ariyasena dkk. Pengujian lebih lanjut menunjukkan bahwa efek sitotoksik ginkgetin dapat menyebabkan kematian sel-sel kanker OVCAR-3.. Beberapa ekstrak kasar dan senyawa murni biflavonoid dari Selaginella memiliki efek anti kanker.3 μg/mL.SETYAWAN dan DARUSMAN – Biflavonoid pada Selaginella 73 karena terbentuknya ROS dan berbagai mediator inflamasi lokal seperti prostaglandin. kayaflavon. 2006). Amentoflavon merupakan senyawa anti-inflamasi dengan menghambat aktivitas PLA-2 dan COX-2 (Kim dkk. 1998). Lim dkk. menurunkan ekspresi aktivator urokinase plasminogen.-dimetil eter secara signifikan dapat menghambat pertumbuhan sel tumor Raji dan Calu-1 (Lin dkk. PLA-2 dan COX-2 merupakan penyebab utama inflamasi (Berghofer dan Holzl. Aktivasi NF-κB dipengaruhi oleh fosforilasi dan degradasi IκBα yang juga dihambat oleh ketiganya (Grijalva dkk. semestinya berguna pula untuk mengatasi kanker. doederleinii memiliki aktivitas anti mutagenik sedang terhadap sel kanker (Lee dan Lin. 1996). Fraksi kloroform. 2007). secara signifikan mereduksi pembentukan nodus tumor sejalan dengan tereduksinya tingkat kolagen paruparu. cervical carcinoma (HeLa) dan foreskin fibroblast (FS-5) secara berturut-turut dengan EC50 = 3. 2000). 2006). Pemberian amentoflavon meningkatkan penghambat ekspresi matriks metalloprotease-1 dan -2 (MMP-1 dan -2). leukotriena. 2006). 2002). 2004. Chen dkk. Biflavonoid dari ekstrak S. tamariscina dapat menyebabkan fragmentasi DNA dan penggumpalan inti. dan γ-glutamil transpeptidase. 5. Woo dkk. Produksi berlebihan NO dan prostaglandin..4'. tamariscina sebanyak 1% dari makanan harian dapat mereduksi secara signifikan (P < 0. 2004. Sedangkan ekstrak air dapat meningkatkan ekspresi gen penekan tumor p53 dan menahan induksi G1 pada siklus sel. moellendorffii mampu menghambat pertumbuhan sel kanker ovarian adenocarcinoma (OVCAR-3) (IC50 = 1. ternyata mampu menghambat pertumbuhan sel melanoma B16F-10. dan faktor transkripsi lainnya seperti c-fos.. dan lipoksigenase (Wiart.0 μg/mL). 2005b). Ginkgetin yang diekstrak dengan etanol dari S... 2001). Pemberian ginkgetin sebanyak 3 μg/mL selama 24 jam menyebabkan terjadinya fragmentasi dan terlepasnya ikatan jalin ganda DNA. 1999). Hal ini mendukung kegunaan S. Fraksi air dari ekstrak air S. tidak memiliki bioaktivitas tersebut (Sun dkk.. 2005). Cragg dan Newman.8''biapigenin dapat menghambat transaktivasi gen iNOS dan COX-2 melalui inaktivasi NF-κB dengan mencegah translokasi inti p65 (Woo dkk.8''-biapigenin. tamariscina dapat menghambat aktivitas fosfolipase Cγ1 dengan IC50 = 29 uM. sedangkan senyawa lainnya memberikan hasil bervariasi.. dan taiwaniaflavon dapat dikembangkan untuk terapi anti-inflamasi. 2007). Ekstraksi bagian aerial S. namun tidak terjadi sitotoksisitas. 2005... Fraksi air dapat mematikan sel leukimia U937. yaitu robustaflavon 4'-metil eter dan 2". dan ginkgetin dari S. Pemberian S. amentoflavon yang tidak mampu menghambat pertumbuhan sel OVCAR3 (Sun dkk. serta menginduksi kerusakan DNA dan kromosom. dan podocarpusflavon A.. tamariscina dapat menurunkan ekspresi MMP-2 dan -9. Ekstrak air S. sedangkan fraksi lain tidak. sehingga berpotensi sebagai kandidat anti kanker (Catero dkk. tamariscina dapat merusak sel kanker leukemia U937. tetapi tidak menghambat aktivitas protein kinase (Lee dkk.. 2006). Pemberian ekstrak S. Pokharel dkk. Amentoflavon. Penelitian lain menunjukkan bahwa senyawa 2'.. tamariscina dapat menginduksi ekspresi gen supresor tumor p53. dan adenosina monofosfatase siklis (Guruvayoorappan dan Kuttan. semuanya ini merupakan sifat apoptosis. seperti amentoflavon.. delicatula yaitu: robustaflavon 4'. akibat aktivitas iNOS dan COX-2.0. 2006).. 1989. hal ini dapat dihambat dengan senyawa antioksidan seperti vitamin C. 2000).. Pokharel dkk. 2005. Anti kanker Penyakit kanker merupakan akibat terganggunya homeostasis metabolisme tubuh. etil asetat dan butanol dari ekstrak air S..3"-dihidrorobustaflavon 7.7". 1997)... doederleinii yang bertipe amentoflavon dan heveaflavon bersifat sitotoksik terhadap sel kanker murine L 929 (Lin dkk.. Aktivitas sitotoksik yang menunjukkan kemampuan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker menjadi landasan pengembangan obat anti kanker (Kim dkk. 2007). namun sitotoksisitas terhadap sel kanker leukemia HL-60 tertekan oleh ROS. Ketiganya menghambat transaktivasi gen iNOS dan COX-2 dengan mengeblok translokasi sub unit p65 dari NF-κB.4'. 2006.8 μg/mL). Mekanisme penghambatannya kemungkinan terkait dengan perusakan ekspresi gen dan produksi sitokin pada sel mesangial (Kuo dkk. c-Rel dari NF-κB. factor-2. Son dkk. Biflavonoid yang paling kuat menghambat kanker adalah ginkgetin.. 1988). namun ternyata tidak semua biflavonoid yang berperan sebagai antioksidan dan anti-inflamasi bermanfaat pula sebagai anti kanker. mendorong terjadinya penyakit kanker (Catero dkk. sedang fraksi lainnya hanya menghambat pertumbuhan sel . hal ini terkait erat dengan fungsi antioksidan dan anti-inflamasi. dan tidak mempengaruhi sel limfosit normal. siklooksigenase-2 (COX-2). 2000. asam sialat. 2006). tamariscina dapat menghambat proliferasi sel mesangial yang diaktivasi oleh IL-1α dan IL-6 (IC50 = 56. doederleinii sebagai anti kanker dalam pengobatan Cina. aktivitas sitokrom P450 (Moltke dkk. tergantung jenis sel kankernya. Ekstrak S. Amentoflavon yang diisolasi dari S. 1997). 2004)... taiwaniaflavon.4'''-dimetil eter dan 2.2. gingetin. Ketiga fraksi tersebut kemungkinan secara genotoksik khusus menyerang sel kanker yang sedang aktif membelah. (Ahn dkk. tamariscina dengan pelarut organik secara signifikan menunjukkan efek anti kanker pada kultur sel leukemia HL-60. serta menghambat pertumbuhan sel metastatik A549 dan Lewis lung carcinoma (LLC) (Yang dkk. 2006. Biflavonoid lain dari tumbuhan yang sama. Ekstrak etanol S. 1988). menghambat aktivasi dan translokasi sub unit p65. Amentoflavon. mempengaruhi sitokin. DNA topoisomerase I dan II.. 2004. tamariscina mampu menghambat inflamasi dengan mempengaruhi induksi iNOS dan COX-2 pada makrofage RAW 264.. tamariscina untuk mengatasi inflamasi (Grijalva dkk. 2'.. Terbukti. dan 8. vitamin E dan katalase (Su dkk. Ekstrak metanol S. 2006). amentoflavon 7. Agen anti kanker dapat diperoleh dari bahan alam dan turunan-turunannya (Rocha dkk.. 2006. Namun pemberian ginkgetin sebanyak 5 μg/mL selama 30 menit menyebabkan peningkatan hidrogen peroksida karena oksidasi spontan ginkgetin. Pemberian amentoflavon pada sel kanker melanoma B16F-10.4"'-tetrametil eter.05) proliferasi sel inti antigen dari epitelium lambung (Lee dkk. Senyawa biflavonoid yang berguna untuk mengatasi kedua masalah tersebut. delicatula.. dan tidak berpengaruh pada limfosit normal. termasuk SOD dan katalase.7 yang distimulasi dengan lipopolisakarida. Hal ini sejalan dengan resep tradisional Cina yang menggunakan ekstrak S. 1994).. Woo dkk. fosfolipase A-2 (PLA-2).3-dihidroamentoflavon 7.

98 μg/mL).. 2006). sinensis menunjukkan penghambatan terhadap RSV (IC50 = 5. herpes (HSV-1. Keduanya menyebabkan hilangnya fungsi otak akibat kerusakan sel-sel syarat secara terus-menerus... Antimikrobia (virus.. 2006)... namun aktivitasnya lemah terhadap strain D6 (IC50 = 2. dengan cara menurunkan sintesis protein virus dan menekan transkripsi gen. Ekstrak ini dapat melemaskan otot polos vaskular melalui endotelium yang terkait dengan aktivitas NO (Yin dkk. dan protozoa) Penemuan senyawa-senyawa antibiotik baru perlu terus dilakukan. 2007). bersifat antivirus kuat terhadap RSV (IC50 = 6. serta antivirus sedang terhadap parainfluenza tipe 3 (PIV-3) (IC50 = 13. 1997). tamariscina merupakan ramuan yang efektif untuk mencegah dan mengobati penyakit degeneratif otak baik akut seperti stroke maupun kronis seperti demensia. Levy dan Marshall. hal. uncinata. Amentoflavon pada kadar 5 dan 10 μg/mL mampu menghambat pembentukan aflatoksin B1 dan B2 (P<0. 1998). Hancock. serta menunjukkan penghambatan sedang terhadap HSV-1 dan -2 (IC50 = 8. Antiprotozoa. Lin dkk. HSV-2).5 dan 8. Ekstrak Selaginella dapat meningkatkan radiosensitivitas NPC dan tidak meningkatkan toksisitas akut radioterapi (Zheng dkk. S. Di sisi lain. tamariscina menunjukkan potensi antifungi melawan beberapa fungi patogen. 2002) dan Flavin dkk. (2007) amentoflavon menunjukkan aktivitas mutagenik terhadap bakteri Salmonella typhimurium. tamariscina dapat menginduksi relaksasi fenilefrin yang bertanggungjawab terhadap kontraksi aorta... acnes bertanggungjawab atas kondisi inflamasi pada penderita jerawat.. 1999. 64-81 tersebut (Lee dkk.. meskipun tidak mampu menghambat pertumbuhan fungi tersebut (P>0.. Sifat anti kanker terhadap sel leukemia HL60 juga dimiliki beberapa senyawa steroid dari S. Lin (2004) mematenkan beberapa senyawa biflavonoid sintetik yang diklaim anti Mycobacterium. 2007).3 μg/mL). Ma dkk. Ginkgetin mampu menghambat virus herpes dan sitomegalovirus (Hayashi dkk. Miki dkk. tamariscina untuk terapi anti kanker dalam pengobatan tradisional Cina. 1992)..7"-di-Ometilamentoflavon. 2000). 2003). sehingga berpotensi untuk obat penyakit neurodegeneratif seperti stroke dan Alzheimer (Han dkk.. Aktivitas vasorelaksan ini dapat hilang atau . 1. tanpa menimbulkan keracunan (Middleton dkk. 2001). 2007.. tamariscina berpotensi sebagai antivirus dan anti-inflamasi (Lin dkk. 2008) dan memiliki daya hambat yang tinggi terhadap HIV-1 secara in vivo (Lin dkk. dan campak. Vasorelaksan Ekstrak etil asetat dan n-butanol dari S. tamariscina berkhasiat sebagai anti kanker yang efektif disamping sebagai anti-inflammasi.. 1996). amentoflavon dapat menginduksi akumulasi trehalosa pada Candida albicans dan mengganggu transisi dimorfismenya sehingga tidak tumbuh tetapi membentuk hifa semu (Jung dkk. Amentoflavon dari ekstrak S. willdenowii mengandung 4'. Oleh karena itu. Amentoflavon secara signifikan menghambat virus influenza A dan B. 2007)..8 dan 20. kecepatan hilangnya NPC pada pasien yang diberi Selaginella sebanyak 30 g per hari secara signifikan lebih tinggi dari pada tanpa perlakuan. Fakta di atas mendukung penggunaan ekstrak S. Ekstrak S. Di sisi lain.8 μg/mL) (Ma dkk. involvens menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes pada kadar di atas 100 μg/mL..5 μg/mL) (Ma dkk. 2005. Ketidakefektifan suatu antibiotik akan semakin meningkatkan resistensi mikrobia (Iwu dkk. hinokiflavon mampu menghambat virus influenza sialidase (Yamada dkk.. 1999. Ekstrak daun S.. Sifat antimikrobia Selaginella umumnya lemah kecuali beberapa biflavonoid tertentu. sehingga menurunkan daya ingat. hepatitis (B). 2004. 2005). amentoflavon berpotensi menjadi kandidat antifungi. dan amentoflavon terhadap virus influenza (A.05) (Gonçalez dkk. doederleinii dan S. 1997).6 μg/mL) (Rayne dan Mazza. 2005. dan kepercayaan diri (Han dkk. 2007). 9.. Amentoflavon yang diisolasi dari ekstrak etanol S.. 2001). sehingga dapat dikembangkan untuk menghasilkan agen pengontrol produksi aflatoksin. Neuroprotektif Amentoflavon dan ginkgetin pada Selaginella dapat meningkatkan aktivitas neuroprotektif melawan cekaman sitotoksik. (2002) mematenkan efek antivirus beberapa biflavonoid dan turunannya. tanpa menyebabkan hemolisis pada sel eritrosit (Woo dkk. Antifungi. 2002). Amentoflavon memiliki aktivitas antivirus terhadap virus influenza.8 μg/mL) (Rayne dan Mazza. human immunodeficiency virus (HIV-1). suatu glikosida dari S. 2006). Amentoflavon menahan siklus pembelahan sel C. Antibakteri.. tamariscina (Gao dkk.. Oleh karena itu meskipun tidak bersifat antibiotik. Amentoflavon dari ekstrak etil asetat S. dan respiratory syncytial virus (RSV) (Lin dkk. involvens dapat dikembangkan menjadi obat jerawat karena dapat mencegah inflamasi (Joo dkk. fungi.001) dari Aspergillus flavus. Sifat antivirus juga dapat diberikan oleh senyawa non biflavonoid. immunosuppressan dan analgesik (Kang dkk. 2000). 2005). Jung dkk. 2004). Senyawa ini juga menunjukkan penghambatan yang signifikan terhadap reseptor serotonin.. Bakteri P. 1995). sedangkan ginkgetin menunjukkan penghambatan pada IC50 = 11 uM (Weniger dkk.9 dan 1. ekstrak S. 2006). albicans pada fase-S. Ekstrak S. tamariscina dapat memperkuat aktivitas vasorelaksasi. bakteri. No. Isokriptomerin dan amentoflavon dari S. 2007) dan agen kemopreventif kanker lambung (Lee dkk. 2005). khususnya candidiasis (Jung dkk. 1996). B). karena mikrobia cenderung membangun resistensi terhadap antibiotik dengan melakukan mutasi dan hadir dalam bentuk baru yang lebih resisten. Turunan amentoflavon memiliki aktivitas anti malaria sedang terhadap Plasmodium falciparum strain W2 (IC50 = 0... Borris. isokriptomerin dan 7"-O-metilrobustaflavon yang secara signifikan sitotoksik terhadap berbagai sel kanker (Silva dkk.. (1998.. tamariscina berpotensi sebagai kandidat anti metastatik kanker paruparu (Yang dkk. 2001). Antivirus. khususnya penyakit yang diakibatkan virus (Lewis dkk. Robustaflavon dan hinokiflavon yang diisolasi dari ekstrak etanol memiliki daya hambat yang tinggi terhadap polimerase HIV-1 RTase secara in vitro (Lin dkk. 1998. Amentoflavon dari ekstrak etil asetat S.. dampa zoster (VZV). sehingga fungi ini tidak berkembang lebih lanjut. termasuk robustaflavon.. 2007). 2007). Kang dkk. kemampuan bahasa. herpes. Senyawa biflavonoid lainnya.. 2006.. terutama 5-HT(1D) dan 5-HT(2C). serta reseptor benzodiazepina dan reseptor opioid subtipe h-δ (Butterweck dkk. 1999.. 1995. menurut Sannomiya dkk. Pada pasien terminal nasopharyngeal carcinoma (NPC) yang dikenai radioterapi. 1999). Kemampuan untuk mencegah kerusakan otak ini terutama diberikan oleh kandungan amentoflavon (Kang..74 B I O D I V E R S I T A S Vol. hinokiflavon. 2001). misalnya uncinoside A dan B. Penggunaan antimikrobia dari tumbuhan semakin mendapatkan tempat karena antimikrobia tradisional yang dihasilkan oleh mikrobia mulai tidak efektif karena beberapa penyakit baru tahan terhadap obat tersebut. Januari 2008. Amentoflavon dan podocarpusflavon A tidak menunjukan penghambatan terhadap Trypanosoma cruzi (Abe dkk.

1998. pemberian ekstrak S.. Berghofer dan Holzl. Senyawa non-biflavonoid yang diisolasi dari ekstrak metanol Selaginella lepidophylla (Hook. bryopteris. dengan ikut sertanya saluran non spesifik K+ dan Ca2+ (Kang dkk. Ekstrak S.. Aktivitas antinosiseptif 13.4-dihidroksi tetrahidrofuran. 1993). Bittar dkk. 2008). Senyawa ini dapat mengendorkan otot polos vaskular melalui pemberian sinyal pada endotelium yang terkait dengan NO-cGMP. Efek ini dipercepat oleh reduksi pelepasan amina vasoaktif seperti histamin dari sel mast dengan memperkuat membran sel dan melemahkan aktivitas amina ini. Anti diabetes. Pernah dilaporkan. Ekstrak kloroform-metanol S. PENELITIAN SELAGINELLA DI MASA DEPAN Penelitian Selaginella masih terbuka luas untuk dilakukan mengingat masih banyaknya aspek ilmiah yang belum terungkapkan. Ekstrak ini dapat mereduksi pelepasan histamin dari sel mast peritoneal dan dapat menaikkan tingkat cAMP intraseluler secara signifikan pada kadar 200 μg/mL. Amentoflavon yang diisolasi dari daun S. Potensi kematian sel akibat iradiasi sinar UV juga secara signifikan tereduksi pada sel yang diperlakukan dengan ekstrak air S. 1996).. 2005). Senyawa biflavonoid yang paling melimpah pada Selaginella. menghambat atau meracuni sistem metabolisme manusia (Joy dkk. tamariscina memiliki aktivitas anti allergi. doederleinii dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi) (Lin dkk.. 2000. doederleinii sebagai obat anti kanker menyebabkan kinerja tulang sumsum tertekan. atropin. 1999). Secara histologi penyuntikan ini dapat memperbaiki struktur sel pankreas yang rusak akibat aloksan (Miao dkk. 2005). 3-metilenhidroksi-5-metoksi-2.78 dan 1. sedangkan asam retinoat yang digunakan sebagai kontrol positif memiliki nilai IC50 = 10 mμM (Lee dkk. glibenklamid. 1 H-oksadiazolo[4.. 2005). 2000). 2001). tamariscina dapat digunakan untuk menangani diabetes tipe-2 dan obesitas melalui penghambatan aktivitas protein tirosina fosfatase 1B (PTP1B) (Na dkk.. metilen biru. 1987. bryopteris dapat mengobati tukak lambung (Pandey dkk. Dalam kajian yang paling mendasar. Anti hemoragik.). taksonomi tumbuhan.118binaringenin lebih tinggi dari pada beberapa obat analgesik pasaran. Anti iradiasi UV Senyawa flavonoid dikenal memiliki peran sebagai pelindung terhadap iradiasi sinar ultra violet (UV). Nilai penghambatan sumaflavon dan amentoflavon terhadap iradiasi sinar UV secara berturut turut adalah IC50 = 0. manusia telah membangun pertahan diri terhadap asupan bahan makanan.. Ekstrak ini secara signifikan dapat menghambat anafilaksis pada kulit akibat pemberian histamin dan serotonin..SETYAWAN dan DARUSMAN – Biflavonoid pada Selaginella 75 terhambat dengan denudasi endotelium atau praperlakuan jaringan aorta dengan N(G)-nitro-L-arginina metil ester (LNAME).. 2000).. Amentoflavon juga bersifat anti tukak lambung (Gambhir dkk. atau propranolol. Senyawa hordenin. dapat menekan kemampuan lipopolisakarida dalam menginduksi pembentukan TNF-α dan IL-1β yang mengatur produksi senyawa-senyawa anti-inflamasi. Ekstrak ini menghambat sel mast yang menyebabkan reaksi alergi. Inkubasi cincin aorta berendotelium lengkap dengan amentoflavon meningkatkan produksi cGMP. adanya keragaman morfologi akibat perbedaan lingkungan serta adanya tuntutan pelestarian akibat konversi habitat yang . Gangguan ini berhenti setelah pemberian ekstrak dihentikan (Pan dkk. 1999). masih terdapat banyak kesalahan identifikasi terhadap taksa ini. sehingga keamanannya perlu diperhatikan (Deegan. 2005). serta menimbulkan tanda-tanda pendarahan pada kulit dan gusi. serta meningkatkan konsentrasi insulin. KEAMANAN SENYAWA BIOAKTIF Keamanan obat herbal yang dibuat dari bahan alam diyakini lebih tinggi dari pada obat sintetis. dan dapat digunakan untuk pengobatan penyakit lambung (Rojas dkk. juga memiliki efek penghambatan ringan terhadap kontraksi uterus. “alamiah” dan “tidak mengandung bahan kimia”.. sehingga melindungi sel lambung dari kerusakan (Sannomiya dkk. Calixto dkk. 1981). 2007). bahkan bahan alam ini sering dinyatakan sebagai “aman”.. tamariscina yang disuntikkan secara intraperitoneal (25 g/kg) selama 12 hari dapat menurunkan kadar gula darah dan lipid peroksida. 1962). 1962). tamariscina berguna untuk mengobati alergi dan penyakit lain yang berkaitan dengan alergi (Dai dkk. Mekanismenya tidak berkaitan dengan reseptor opioid (Bittar dkk.. amentoflavon. 2000.3-α]quinoksalin-1-on (ODQ). Amentoflavon dari ekstrak metanol S. suatu glikosida yang diisolasi dari S. tetraetilammonium (TEA). S. Beberapa kegunaan lain Antispasmodik. Padahal produk herbal merupakan produk fitokimia. termasuk beberapa senyawa biflavonoid (Harborne dan Williams. lepidophylla bersifat hipoglikemik (Andrade-Cetto dan Heinrich. 2000).. Biflavonoid merupakan senyawa yang dapat bertahan dari proses ini sehingga dapat langsung diserap tubuh dan digunakan (Okuda.. 2004). Anti alergi. rupestris juga memiliki efek antispasmodik yang sama (Chakravarthy dkk. 2000). tamariscina yang mengandung sumaflavon dan amentoflavon secara signifikan dapat menghambat kemampuan iradiasi sinar UV untuk menginduksi aktivitas MMP-1 dan-2 pada fibroblast primer kulit manusia. Ekstrak etanol S. Secara evolusioner. dan beberapa senyawa fitokimia dapat mendorong. Radiasi panas menekan pertumbuhan sel hingga 50%. Ekstrak S. sebaliknya pemberian amentoflavon dapat menyebabkan pembentukan COX-2 dan iNOS yang bertanggungjawab terhadap produksi senyawa-senyawa oksidan (Grijalva dkk. suatu efek yang bertentangan dengan flavonoid pada umumnya (Okuda. Keamanan bahan alam dapat bervariasi pada pasien yang berbeda.. 2005). Ekstrak S.. 2000). 1994). & Grev. 2002). Middleton dkk. 2004. dan verapamil... Antinosiseptif. Thadani.. Dalam kajian ekologi.. articulata menunjukkan tingkat netralisasi moderat terhadap efek hemoragik racun ular Bothrops atrox (10 μg/tikus) dengan dosis ekstrak 4 mg/tikus melalui oral (Otero dkk. praperlakuan dengan ekstrak air selama satu jam dapat melindungi sel terhadap tekanan pertumbuhan akibat panas (Sah dkk. 1998. 1989) dan dapat berikatan dengan ROS pada permukaan mukosa lambung. namun tidak pada otot polos ileum dan duodenum (Perez dkk.1991).8 mμM. Ekstrak metanol dari S.. namun tidak dihambat oleh indometasin.. dimana sebagian besar senyawa kimia akan diubah pada tahap awal metabolisme.. Yin dkk. Biflavonoid menghasilkan aktivitas antinosiseptif yang signifikan (Ramesh dkk. pallescens dapat menghambat kontraksi spontan otot polos ileum (Rojas dkk. Ekstrak etanol S.

plana (ADS. lepidophylla (Adams dkk. suatu bentuk gula sederhana yang tidak reaktif dan sangat stabil. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber obat-obatan adalah Selaginella. 2007. Tingginya keragaman morfologi pada tingkat infra spesies. 2002). tetapi kadarnya tinggi. Zentella dkk. termasuk spesies liar dari Jawa. adanya perubahan fluoresensi dan pigmentasi akibat faktor lingkungan dan usia masih menunggu untuk dijelaskan. Namun pada kadar yang sangat rendah. namun untuk keperluan yang sama masyarakat di sekitar Bogor umumnya hanya menggunakan S. Mueller dkk. beserta mikrobia. suatu jenis metabolit sekunder tidak berarti dalam studi ini. Khasiat tumbuhan ini terutama disebabkan oleh kandungan senyawa biflavonoid. Mereka secara sembarangan mengidentikkan semua spesies Selaginella sebagai S. Kadar suatu jenis metabolit sekunder pada suatu tumbuhan sangat menentukan nilai keekonomiannya untuk diusahakan dalam skala industri farmasi modern. keragaman jenis metabolit sekunder yang tinggi sangat membantu proses identifikasi. 1920. data tidak ditunjukkan). seperti kosmetik. wildenowii. doederleinii. Trehalose banyak ditemukan pada bakteri. 1916. Morfologi dan molekuler. Vietnam. ARS. 1995. 2007. 2008.. namun jarang dijumpai pada tumbuhan. Myanmar. wildenowii. Penelitian yang dilakukan umumnya hanya dalam batasan tertentu. Beberapa spesies Selaginella telah dilaporkan mengandung trehalose dengan kadar yang relatif tinggi. khususnya pada tulisan-tulisan populer. plana lebih mudah dijumpai di perkampungan pada ketinggian yang lebih rendah (ADS.. yaitu: S. Spesies ini tidak ditemukan di pulau Jawa (Alston. 9. plana sebagai salah satu tumbuhan obat di TN Gunung Halimun (kini TNGHS). involvens. 1994). S. merupakan sumber utama senyawa fitokimia untuk mengatasi persoalan tersebut. Cina. pengamatan pribadi). Januari 2008. Tingginya akumulasi trehalose menyebabkan spesies ini sangat prospektif sebagai biostabilisator molekuler untuk berbagai penggunaan. wildenowii sangat mudah ditemukan di tepi jalan menuju Cikaniki (Stasiun Penelitian TNGHS).b. sehingga perlu adanya identifikasi berdasarkan karakter molekuler. plana pada buku tersebut. Trehalose merupakan hasil ikatan antara glukosida oksigen dengan dua cincin heksosa berenergi rendah (1 kcal/mol) (Paiva dan Panek. doederleinii bukan tumbuhan asli Indonesia. 1935a. ornata (Hook & Grev. Kajian molekuler juga perlu dilakukan untuk memperjelas kajiankajian di atas. NGRP. bahkan apabila 99% air dari tubuhnya telah terambil (van Dijck dkk. Kidd dan Devorak.. bahkan Angiospermae tidak mampu mensintesisnya (Muller dkk. Salah satu senyawa non-biflavonoid dari Selaginella yang menarik diteliti adalah trehalose. kekeringan dan faktor lingkungan lainnya dapat merancukan identifikasi berdasarkan karakter morfologi. Kadar trehalose yang tinggi bertanggungjawab atas daya tahan terhadap kekeringan dan cekaman panas (Avigad. steroid. suatu bentuk dimer dari flavonoid. namun gambar utama yang ditampilkan adalah S. 2000). PENUTUP Kemajuan peradaban telah menimbulkan berbagai bentuk cekaman dalam metabolisme sel. 2004). Masyarakat asli di sekitar TN Gunung Halimun-Salak menggunakan beberapa Selaginella secara komplementer atau subtitusi untuk pengobatan pasca persalinan. flavonoid dan saponin pada beberapa Selaginella sangat bervariasi tergantung spesiesnya (ADS. Crowe dkk. Laos. 2008). 1992). 2006.. 1940). seperti yang dilakukan oleh Korall dkk. dan Jepang (Huang. Padahal S. meskipun kadar masing-masing tidak terlalu tinggi. Pengamatan di laboratorium menunjukkan kehadiran dan kadar alkaloid.. 1995) dan Selaginella sartorii Hieron (Iturriaga dkk. tetapi tidak menyebabkan kematian (Casper dkk. Di sisi lain. USDA. 1935a). hal. doederleinii di Jawa (ADS dan Tatik Chikmawati. karena hadir dan tidaknya sering dipengaruhi kondisi lingkungan. 1984). bioaktivitas setiap biflavonoid juga perlu dipertegas mengingat hingga kini baru amentoflavon dan ginkgetin yang kajian bioaktivitasnya relatif lengkap. Kesalahan serupa terjadi pada buku Harada dkk. 1991. Meskipun hal ini tidak selalu sejalan dengan pemanfaatan di masyarakat. 1. tanin. Senyawa kimia lain. mengingat adanya perbedaan kandungan kimia antar spesies tumbuhan. sedangkan S. Pengecekan terhadap koleksi Selaginella di Herbarium Bogoriense tidak menemukan adanya S.. Kesalahan ini kemungkinan akibat perujukan yang tidak cermat terhadap buku Dalimartha (1999). Di sisi lain. doederleinii dan memasukkannya dalam tumbuhan obat Indonesia. baik pada persawahan. 2008. 1974. 1918. sebagaimana deskripsi habitat S. Kamboja. yang menelaah manfaat obat S. (2002). Dalam kajian biokimia masih terdapat banyak jenis bahan alam. 1982). Hongkong. maupun ragam pelarut. lepidophylla sering disebut resurrection plant karena mampu bertahan hidup terhadap kekeringan yang panjang dan pulih kembali melalui proses rehidrasi (Crowe dkk. No.. Banyak penulis melakukan kesalahan dalam identifikasi Selaginella. 64-81 mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati sangat menarik untuk diteliti. semak belukar. Pengamatan di lapangan menunjukkan S. 1992). Cara biosintesis biflavonoid sangat beragam sehingga . yang belum dieksplorasi.. farmasi dan pangan (Roser. Kesalahan identifikasi sangat berpengaruh terhadap khasiat obat. serta terjadinya perubahan pigmentasi akibat umur. Suatu spesies dengan beragam metabolit sekunder tetapi kadar masing-masing rendah relatif kurang ekonomis untuk diusahakan dibandingkan dengan suatu spesies dengan ragam metabolit sekunder yang terbatas. pengamatan pribadi). Tumbuhan. Keragaman biflavonoid dan bioaktivitasnya. sebaran alamiahnya adalah India. Semenanjung Malaya. Kekeringan dapat menyebabkan perubahan fluoresensi dan pigmentasi.. 1990. data tidak ditunjukkan). 1996). S. 1995). ragam biflavonoid. dan S. pada kasus taksonomi Selaginella di Malesia perlu diakukan revisi. Sebaliknya dalam pengobatan tradisional. 1975). antara lain S.) Spring. yang menyebutkan S. sehingga menurunkan daya tahan tubuh dan memicu munculnya berbagai penyakit baru. Kemampuan bertahan ini diberikan oleh trehalose.76 B I O D I V E R S I T A S Vol. fungi dan invertebrata (Elbein. Kadar trehalose dapat mencapai sekitar 10-15% dari berat kering sel (Grba dkk. 1937. Dalam studi fitokimia dan kemotaksonomi. karena masih didasarkan pustaka-pustaka lama seperti Alderwereld van Rosenburgh (1915a.b. Hingga kini belum ada penelitian yang lengkap mengenai keragaman jenis dan kadar masing-masing biflavonoid pada berbagai spesies Selaginella dengan berbagai pelarut organik dan air. Thailand. 1917. baik terbatas pada ragam spesies. baik biflavonoid maupun lainnya. Taiwan.. (1999) serta Korall dan Kenrick (2002. bukan hanya faktor genetis. 1922) dan Alston (1934. sehingga kekurangan khasiat dari suatu tumbuhan akan dengan mudah ditutupi tumbuhan lain. hutan primer maupun sekunder. hal tersebut tidak selalu menjadi pertimbangan karena obat tradisional umumnya dalam bentuk ekstrak kasar. karena industri farmasi modern memanfaatkan metabolit sekunder pada tingkat molekuler. Dalam kajian fisiologi.

C.H. Phytochemistry 60: 521-532. Okabe. Blake. E. Coetzee. termasuk pada senyawa non-biflavonoid. Zhou. Alcoholism Clinical and Experimental Research 25 (6): 434-443. Industry.. G. M. 2004. E. S. Inhibition of benzodiazepine binding in vitro by amentoflavone. Sayipzat. 1935a.II8-biapigenin (amentoflavone) from Hypericum perforatum. Java and the Lesser Sunda Islands. Malayan Fern Allies.H. tamariscina. Bennie. anti iradiasi UV. ragam spesies. Kim. 1982.). Celebes and the Moluccas.J. and R. Adams. Huerta-Reyes. vitamin C dan E. ginkgetin. and D. Mexican plants with hypoglycaemic effect used in the treatment of diabetes. Constituents of Medicinal Plants. bin and H..II8-binaringenin. In Loewus. C. Stöger.D.R. Burkard. Ether-linked biflavonoids from Quintinia acutifolia. The cycle of reproduction.K. S. DAFTAR PUSTAKA Abe. 1992. dan antinosiseptif. Baureithel K.4’. New or interesting Malay ferns 11. Hollman. Volume 1: The Framework and Project Workplans. Structure and synthesis of ether-linked proteracacinidin and promelacacinidin proanthocyanidins from Acacia caffra. 1997. I.. Sumatra. C. Keon Wook Kang dan Dr. E. A Review. dos Santos. mengingat tingginya keragaman morfologi. and D. Medicinal Plants of the Murut Community in Sabah. a potent inhibitor of herpes simplex virus type 1. Serdang. The Philippines Journal of Science 58: 359-383. Armaka. Planta Medica 66 (1): 84-86. A. Young and J. Antiviral properties of isoborneol. 1999. Ferreira.W.K. 1922. de Moreira. Boersma.II8-biapigenin.K. pasca persalinan. van.K.. Schaffner. B.. Alston. and W.. 1990. adapun sumber biflavonoid yang paling beragam adalah S. Planta Medica 55: 91. Biotechnology (Harbin) 16 (6): 95-98. Planta Medica 216-217.. Kanniah. G. Chemistry and Industry: 787-788. Abla. Sivropoulou. van. Sharma. Ababakri. Selaginella tamariscina induces apoptosis via a caspase-3-mediated mechanism in human promyelocytic leukemia cells. C. R.-H.SETYAWAN dan DARUSMAN – Biflavonoid pada Selaginella 77 senyawa yang dihasilkan juga beragam. Kartha.. and P. Encyclopedia of Plant Physiology. Kendall. Structure and stereochemistry of triflavanoids containing both ether and carbon-carbon interflavanyl bonds.. Nagafuji. Maternity and medicinal plants in Vanuatu I. Fett-Neto. tuberculosis. and M. H. antifungi.B. serta (iii) perlunya memperluas pengujian bioaktivitas. A. vasorelaksan. 3rd ed. Petra Korall dari Universitas Stockholm dan Museum Sejarah Alam Swedia atas kiriman sejumlah publikasi penelitian molekuler.G.W. dan taiwaniaflavon.S. M. A. L. L.W. Kirk..-K.G.R.R. Simmonds 1940. Korea Selatan yang telah mengirimkan sejumlah publikasi ilmiah yang sangat berharga terkait dengan kimia biflavonoid dan pemanfaatannya. D. and M. Selangor DE. Kwak. Bittar. Malan. Oliver (eds. A.and 5. Selaginella terutama digunakan untuk pengobatan luka. Malan.. termasuk dengan menggunakan metode molekuler. M. Secara medis.A. Alderwereld van Rosenburgh. M. Basso. J. and J.org/medicinal_plants/page7. C. de Azevedo Jr. Richmond. Baker. Heinrich. Baek. M. heveaflavon. Amentoflavon merupakan senyawa paling penting dan paling luas sebarannya dalam Selaginella. Y.C. dan gangguan menstruasi. Comparison of free sugars in growing and desiccated plants of Selaginella lepidophylla.htm Ariyasena. Isolation of 13'. and K.R.C. Natural products research: perspectives from a major pharmaceutical company.F. Leaves of Garcinia intermedia and heartwood of C. 2005. Bulletin Jardin Botanique de Buitenzorg 2 (28): 1-66. Kale. 1989. Holzl. antibakteri.S. Malaysia: International Plant Genetic Resources Institute-Regional Office for Asia. R. P. W. 53: 785-793.A. A. D. H.K.H. Choi. Bulletin Jardin Botanique de Buitenzorg 2 (20): 1-28. Checklist of Medicinal Plants in Southeast Asia. W. New or interesting Malay ferns 9. Alderwereld van Rosenburgh.A. T. The Selaginella of the Malay Islands: II. Chemistry and Industry: 282-283.H.A. Trypanocidal constituents in plants 3. and M. and Commerce. Isolation of I3. Desai dari Universitas Persemakmuran Virginia. (eds. E. Gwangju. O. New or interesting Malay ferns 7. J. A. The Selaginella of the Malay Islands: I.S.V. biflavonoid berguna sebagai antioksidan. brasiliense Biological and Pharmaceutical Bulletin 27 (1): 141-143. Alderwereld van Rosenburgh.C. and W. Berge.. R. Ahmad. Sharma. Weavers. sumaflavon. Antinociceptive activity of I3. London: LifeLong Press. A. R. Umesh R.H. antiprotozoa).B. New or interesting Malay ferns 10. Akahane. Woo. Biflavonoids in Hypericum perforatum. Berge.: Eastland Press. S. 2004. T. podocarpusflavon A. 2001. 2004. van. Estrada-Muniz. A.H.M.-H. S. Alston. 1915b. Enhanced antioxidant activity after chlorination of quercetin by hipochlorous acid. Berghofer. and Ferreira. 2001. J. yang juga berpotensi ekonomi tinggi seperti trehalose.. White. Memio Instituto do Oswaldo da Cruz 100: 475-506. L. Kajian biflavonoid pada Selaginella masih menyisakan banyak pertanyaan. New or interesting Malay ferns 12. 2005.8. S. Coetzee. Baik. J. J.V. Journal of Ethnopharmacology 99: 325-348.R... Yuba Raj Pokharel dari Universitas Chosun. Y.4’trihydroxyflavones.. 2005. Papanikolaou. anti kanker. R.). 2006. (ii) perlunya memperluas cakupan penelitian dengan memperbanyak jenis bahan alam. the Pacific and Oceania (IPGRI-APO). Sucrose and other disaccharides. A. Paris 1971. Batavia: The Department of Agriculture. The use of biodiversity as source of new chemical entities against defined molecular targets for treatment of malaria. W. (4-6)-Coupled proteracacinidins and promelacacinidins from Acacia galpinii and Acacia caffra.. and S. 2000. anti hemoragik. Bulletin Jardin Botanique de Buitenzorg 3 (5): 179-240. Seattle.. Bennie.S. E.C. Bouquet. A. Yunes. robustaflavon. Journal of Medicinal Food 9 (2): 138-144. W. van. B. 1915a.C.W. neuroprotektif.. Bulletin Jardin Botanique de Buitenzorg 3 (13): 432-442. F.New York: Springer-Verlag. Arts.6. Chinese Herbal MedicineMateria Medica. de Souza. antispasmodik. L. anti-inflamasi. a biflavonoid present in plants of the Guttiferae. Manila: ASEAN Regional Centre for Biodiversity Conservation. S. Bourdy. I. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Prof.R. Lee. Alderwereld van Rosenburgh. Plantes medicinales du CongoBrazzaville (III) plantes medicinales et phytotherapie. F. Murtedza. Alderwereld van Rosenburgh. A. 2000. Perry. Palma. Delle Monache. S. Soares.A. Parks.K. J. Coetzee. A. 1979.R. Lento. 1916.aseanbiodiversity. Polyphenols and disease risk in epidemiologic studies. van. 1996. Secara tradisional. 1937. V. F. F. R. Batugal.G. 1940. E.K. Garden Bulletin Strait Settlements 8: 41-62. Bulletin Jardin Botanique de Buitenzorg 3 (2): 129-186. Patel. and V. Darley-Usmar.. Journal of Chemical Society 1370-1374. M. 2004. Santos. serta terkait dengan kemampuan anti kanker dan anti inflamasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian ini antara lain: (i) perlunya mempertegas identitas spesies. T. C. Tanner (eds.P. kayaflavon. and R. da Silva. Berghofer.P.P. and W. L. and A. R. W. Tome 5 (2): 154-158. Cechinel-Filho. 1992. Penulis mengucapkan terimakasih pula kepada Dr. 1935b. R. Bulletin Jardin Botanique de Buitenzorg 3 (14): 175-186. 2002.. N. A. Buter. and T-cell mediated diseases. Cave. Bensky. 2006.-J. Mun. and E.R. Phytochemistry. Journal of Ethnopharmacology 37: 179-196 . S. Pharmaceutica Acta Helvetiae 72 (3): 153-157.W. Bulletin Jardin Botanique de Buitenzorg 2 (23): 1-27. ARCBC. S.8''-biapigenin.T. Kemampuan antioksidan biflavonoid ini merupakan peran paling penting. 2004. Part 1. 1920. Barnes. F. Alderwereld van Rosenburgh. Selaginella mengandung amentoflavon. 1918. Ahn. Kale. Malan. Amerika Serikat atas perkenannya untuk mensitasi telaah pustaka yang sangat menarik tentang sintesis biflavonoid. K. Alston.-M. D. Siraj. Journal of Ethnopharmacology 51: 29-38. Derivatives of 5. dan metode ekstrasinya. New Series. Avigad.H. Journal of Natural Products 67: 693-696. American Journal of Clinical Nutrition 81: 317-325. I. and D..K. Alston. The Philippines species of Selaginella. Sifat antioksidan biflavonoid lebih kuat dari pada β-karoten. A. Bennie. C. Alderwereld van Rosenburgh. van.R. Bisnack. The genus Selaginella in the Malay Peninsula. Calixto.. Forest Biology and Conservation in Borneo. Andrade-Cetto. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Prof. Raji. M. New or interesting Malay ferns 8. 1934. Holzl. C. Phytochemistry 57: 1023-1034.G. Terima kasih juga disampaikan kepada mitra bestari naskah ini.B. hinokiflavon. D.-K.).W. Clavey. Engesser.-W. The Selaginella of the Malay Islands: III. Borris.-H. H. antimikrobia (antivirus. Walter. and a note on the structure of ginkgetin. In: Ghazzaly.G. 1980. 2'. Antiviral Research 43: 79-92. Medicinal Plants Research in Asia. S. D.W. 1917. anti-alergi. Alston. www. and J.A. R. Flavonoids compounds and advances in the research on pteridophyte’s (fern) flavonoids. L. van. 1987. 2004.G. H.D. Bulletin Jardin Botanique de Buitenzorg 3 (16): 343-350. and Ferreira. Bulletin Jardin Botanique de Buitenzorg 2 (24): 1-8. Kota Kinabalu: Centre for Borneo Studies. Astolfi-Filho. Biochemical Systematics and Ecology 18: 107-110. isokriptomerin. a constituent of various species of Hypericum.

K. Chen. 1991. (eds. Chen. A.. Y. A. 1999). Planta Medica.L. French Guiana).R. and Y. Kuttan.: Smithsonian Institution. and H. (eds. K.-M. and R.alpha-trehalose. R. F.-M. Crepin. Annual Review of Physiology 54. Dictionary of Natural Products. In: Harborne. Medicinal Plants Index of the Guianas (Guyana. S. 2004. R. Oligomeric proanthocyanidins: naturally occurring O-heterocycles. and I. Phytotheraphy Research 14: 401-418 Camus. Synthesis of phospholipase A2 inhibitory biflavonoids. and M..B.-X. M.. Journal of Ethnopharmacology 100: 72-79. Flavonoids: Chemistry.B. Edenharder. Ferreira. Calixto. In: Barton.Tetrahedron 20: 555-564. Nguyen. Y. Y. Journal of Asian Natural Products Research 8 (6): 529-533. Robustaflavone. 1996. F. Oecologia 94. Léon-Kloosterziel. Y.-H.7) and dendritic cells (DC2. Fitoterapia 9: 123. New York: Elsevier. Dai. M.B. Surinam. HPLC-DAD-MS identification and HPLC-UV quantification of the major constituents of Hypericum perforatum. Marais.. Jing.R. Studies on micromorphology and its significance in anatomy and identification of Selaginella. Gaspar. Morelloflavone.C. F.D. S. Goel. Medina. Ola-Davies.D. Experientia 47: 195-199. M. J.S. Beirith. chalcones and structurally related compounds on the activity of 2 amino-3-methylimidazo-4.R. Emerole.E. J. and K. 1976. Flavonoid and biflavonoid derivatives. Mutagenesis 9: 445-449. Koomneef.. Freeman B. their pharmaceutical compositions. [Dissertation]. On the formation of glycogen and trehalose in baker’s yeast. New cytotoxic biflavonoids from Selaginella delicatula. Paladini. Isolation of amentoflavone from Selaginella rupestris and its pharmacological activity on central nervous system. 2001. A. V.K.. Chen. 1997. B. C. M. Navarro. Brazilian Journal of Medical and Biological Research 34: 1453-1456. C. The Chemistry of Organic Natural Products. Mutant Research 28: 261-274. S. F. Gonçalez. Kirby.H. Molecular Plant Pathology 3: 371-390. (ed. I. M. C. Effect of amentoflavone on the inhibition of pulmonary metastasis induced by B16F-10 melanoma cells in C57BL/6 mice. S. L.W. N. Ocete. D. Alcaraz. 71 (7): 659-665 Chen. The Flavonoids. 1964. C.. Paya. and R. V.A. F. M.-M.. 9. de Almeida-Agra. Moore. Antiinflammatory effect of kolaviron. R. European Journal of Cancer Prevention 14 (3): 207-214. R. and G. A. Biology of diseases. Januari 2008. “Natural” but not necessarily safe.H. Herz.M.. 1993. Washington. and G. 2001. V. Li. S.. Elbein.J. hal. and R. and M. GIAI. Flavonoid and biflavonoid derivatives. H. DNP. Harborne (eds. and G. Lin.M. . M. Y. Rao. 1974. 2005. In: Cody. L. Perez-Viscaio. J.J. and C.T. 1998). and T. Ferreira.D. Lin. (eds. Pinto. Hua. S. Cheminant. Cassels. Grover.. and L.C. J. United States Patent 6004998 (December 21. Wong. and R-C. Cassels.F. Mabry. Pei.S. and G. von Petersdorff. and R. and R. The phenylpropanoid pathway and the plant defence-A genomic perspective. and H. M.-C. Antispasmodic extracts from seeds of Garcinia kola.). Journal of Research Indian Medicine 9: 59-68. Sha.. S.F. Plant Diversity of Malesia III: 59-69.. Quinn. Eickmeier. Antimutagenic effects of flavonoids. Silveira. C. V. B.-Y. I. Plant Flavonoids in Biology and Medicine: Biochemical.H. and R.). and N. Chakravarthy.P.M. Gayathri.. 2006. Crowe.. Brouillard. Monteiro. a biflavonoid extract of Garcinia kola.. H.E. People and Plants Working Paper 1. S.. Subromaniam.).E. J. S. O. intermediates and analogues and method for preparation there of and a method for synthesizing the same are provided. V. J. and T. Lang. A.D. HPLC and LC-MS-MS for the Analysis and Quality Control of Ginkgo biloba Dosage Forms. Park. Dantas.P. Adepoju. Rhodes: Rhodes University. Zhang. But. A. 528-533. and J. Campanella. United States Patent 6225481 (May 1. Liss.J.H. Y. Biflavonoids inhibit the production of aflatoxin by Aspergillus flavus. September 17-19. C. Malan. Stille. 1990. Flavans and Proanthocyanidins.-K.M. J.R. Suomalainen.J. Shepherd. and H. Paris. 1974. Gambhir. New York: Chapman and Hall. Indian Journal of Medicinal Research 85: 689-693. W. Terencio.K. The metabolism of alpha. J. Newman. R. Reddy. 1999. R. Oregon. J. Lin. B. G. Vargas. M.E. Jakarta: Pusat Bahasa.). Chan. Chu. British Journal of Pharmacology 133 (1): 117-124. A.T. Ferreira.. Meth-Cohn. Preliminary studies on the immunomodulatory and antioxidant properties of Selaginella spesies. 1981. Rodrigues. S. and E.-F. Gambhir. B.-J. 1993.-L... S. and J. 2002). V.C.. 2000.A. F. Selaginella at the Barbican. their pharmaceutical compositions. Hoekstra.P. Gabetta. (eds). Heterocycles..J.J. M. and G. Mateos and F.PB. J. 2002.. Echavarren. 1987. Plant Heritage 10 (2): 472-476. Mabry. Three novel sterols isolated from Selaginella tamariscina with antiproliferative activity in leukemia cells. 1975.-L. Changes of fluorescence and xanthophyll pigments during dehydration in the resurrection plant Selaginella lepidophylla in low and medium light intensities. New York: John Wiley and Sons.. Chang. R. A. Maina and J.. and R.E. C-Y. Laires. Crowe. and J.J.H. G.. E.W. Canada. Boca Raton. K. Fitoterapia 69 (5): 27-28.-C.. Shi. D. Z. H. L. Ethnobotany and the Search for New Drugs. Chemoprevention of aflatoxin B1-induced genotoxicity and hepatic oxidative damage in rats by kolaviron. D.. A. D.J. 1998. X-D. United States Patent 6399654 (June 4. 2006. Silveira. and J. Rhule. Zarzuelo. F. Paya. 4: 1913-1915. A.B. and K. Anti-inflammatory and antiulcerogenic activity of amentoflavone. S. and Y. Coetzee. G. Plant Physiology 122: 403-414. S. A. Quercetin and rutin as inhibitors of azoxymethanol-induced colonic neoplasia. Tamargo.-M. Antioxidant activities of extracts from five anti-viral medicinal plants. London: Chapman and Hall. H. S.: CRC Press. 1988.. Catero. their anxiolytic activity.C. and D. Grba. G. 2005a. R. J. 1994. 64-81 Dixon.-M.K. 1987. Brandt. 2000.. A new glucoside from Selaginella sinensis. Mason.B. Markham. E. and H. Jain. J. Achnine. C. O. E. Huang. Wien: Springer. 2007. Dajas. Crapo. D.M. Comprehensive Natural Products Chemistry. 1982.N. 2007. and H. Advances in Carbohydrate Chemistry and Biochemistry 30: 227-256 Farnsworth.A. Cragg. Inhibitory effect of phenolic compounds on CCl4 induced microsomal lipid peroxidation. S.H.M. Dalimartha. In Dransfield. Journal of Medication Analysis 20 (2): 75-78. Bioorganic and Medicinal Chemistry Letters 16: 2373-2375.E. Zhao. Braide. Xiao. R.5-f quinoline (IQ) and other heterocyclic amine mutagens from cooked food. Natural Products Report 13: 411-433. Journal of Ethnopharmacology 96 (1-2): 201-205 Cholbi M. V. Seshadri. The immunomodulatory effects of amentoflavone on cultured macrophages (RAW264. 1993. 2001. Chapman. Departemen Pendidikan Nasional. No. M. and R. Biochemistry and Applications. American Journal of Clinical Medicine 33 (6): 957-966.. and J. Dasgupta. Guruvayoorappan. Yogyakarta: Trubus Agriwidya. Planta Medica. and H. G. Cechinel-Filho. UNESCO. smooth muscles and isolated frog heart preparations. Rauscher.R. B. Flavin. Ferns: A much neglected group of medicinal plants II.K. Biochemical Pharmacology 53: 733-740.. Antihypertensive effects of the flavonoids quercetin in spontaneously hypertensive rats. Czeladzinski. V. and A. Science 223: 701-703.4). Gao. 1984. 2006. Crowe.. and J. 2005. 1999. 1993. Kota.. Schure. Topoisomerase II inhibition and high yield of endoreduplication induced by the flavonoids luteolin and quercetin. The production of reactive oxygen species by dietary flavonols. 2005. D. Dreschner. FL. 579-599. Dai. Biflavonoids. The genus Selaginella (Selaginellaceae) in Malesia. Free Radical in Biology and Medicine 9 (5): 441-449. Dubber..K. G. Anhydrobiosis. Flavin. Cunningham. Monteiro. a natural biflavonoid of Garcinia kola seeds. Felicio.M. X-Y. Guardian 2 (3): 1-2. 2005.L. L. R. 1994.C. Influence of the testa on seed dormancy. Middleton.A.-L. and J. Nel. Bekker.B. J. and L. and D. In: Anderson. A.C. Oura. Preservation of membranes in anhydrobiotic organisms: the role of trehalose. Gil.W. Duarte. 1992. Y. W. 2006. J. 1991. New York: Alan R. Mutagenesis 21 (5): 321-325. Y. Bekker. Geiger. Falk. Osmond. K.). and M. M. Cellular and Medicinal Properties. free radicals and tissue injury. Paladini. 1997. B. Plumb. Chang.. J. J. Planta Medica 73: 11121115. T. Wang. D. G.M. Chen. 2000. D. P. Crowe. and A. L. Gunasegaran. 2004. R.D. Ma. Ferreira. and D.. E. 2005. Laboratory Investigation 47: 412-426. Newmark. a novel biflavonoid inhibitor of human secretory phospholipase A2 with antiinflammatory activity.B. J. A. Lin.-K.M. Pacific Northwest Association of Toxicologists (Panwat). Silva. Casper. 1998. F. Flavonoids and plant color.J. DeFilipps. Integrated Cancer Theraphy 6 (2): 185-197..K. Duh. 2005b. Medina. In: Abstracts of 21st Annual Meeting. A. 2003. and C. Wang.-L. Nakanishi.L. 2000. Pinto. 1998. 1.. D. 2001).. Bhatt. 2002. United States Patent 5756538 (May 26. Deegan. Dixit. Fitoterapia 64 (5): 433. 1992. Kim. Asha. Gode. Chen. Yunes. Zembower.-P. E.T. 1976. Slade. E.D. 1989. Z. Paraiba: Universidade Estadual da Paraíba Debeaujon.J. Ueng. P. R. 1999. Inhibitory effects of Selaginella tamariscina on immediate allergic reactions. Dajas. Perez-Palencia. Costa. Bennett.C. Condensed tannins. Braide. Naturally occurring antinociceptive substances from plants. Glossarium Istilah Asing-Indonesia. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. European Journal of Applied Microbiology 2: 29-31. 2006. O. Biflavanoids and derivatives thereof as antiviral agents. and B. J. and M.P.A. Cortes.O.-H. Carcinogenesis 7: 1193-1196.A. In: Zechmeister.E. Palladium-catalized coupling of aryl triflates with organostannes Journal of American Chemical Society 109: 5478-5486. Zembower. Sanz. Farombi. Liu. African medicinal plants: setting priorities at the interface between conservation and primary health care. Ruperto. Fuzzati. J. 2004. Grijalva.J. Application of CE. Plants as a source of anti-cancer agents. Indian Journal of Pharmacology 37 (6): 381-385.J. Gianmella. germination and longevity in Arabidopsis. Lin. Ferreira. On the mechanism of genotoxicity and metabolism of quercetin. Identificacao dos Fitoterapicos Indicados Pelos Raizeiros e Utilizados Pelas Mulheres no Combate a Enfermidades do Aparelho Geniturinario na Cidade de Campina Grande . 43 (9): 64-70. Santos.78 B I O D I V E R S I T A S Vol. Alcaraz.O. 2004. Bao. Brolis..V.. Yin.G. their anxiolytic activity. Rueff. R.

I. S. M.A.-C. Molecular Phylogenetics and Evolution 31: 852–864 Korall. Biochemical Pharmacology 32 (7): 1141-1148. Hayashi.aspx?strAtclKey=181590 Letan. N. Zeitschrift für Naturforschung 58: 65-69. H. 1973. E.M. M. Amentoflavone. Journal of Chemical Society Perkin Transaction 1: 553-559. Kandaswami. W. 1990. Woo. Anderson. Pharmacology and Therapeutics 96: 67-202.S.. Archives of Pharmacal Research 29 (9): 746-751.-H. Evaluation of the hepatotoxic activity of the biflavonoids of G. Chemical and Pharmaceutical Bulletin 21: 2292-2302. Flavonols and flavones in food plants: A review. Kuo. T. Harborne. G.SETYAWAN dan DARUSMAN – Biflavonoid pada Selaginella Halliwell.F. Journal of Natural Products 63 (5): 627-630. H. Flavonoids of Garcinia kola seeds. J. Kang. 2002.C. B. Pteridophytes and Gymnosperms. Flavonoids. Oh. Berlin: Springer. and JY. Augereau. Mata-Greenwood. www3. Phytotherapy Research 5 (4): 188-190. In: Janick. K. and J. 1998.T. and M. and H.O. Taiwaniaflavone and its derivatives: a new series of biflavones from Taiwania cryptomerioides Hayata. Jermy.G. Igboko.G. and E. Gutteridge..-X. S. J..P. Rhee. International Journal of Plant Science. H. O. D. Free Radicals in Diagnostic Medicine. Zentella. I. Encyclopedia of Plant Physiology. and R. Mathew. United States Patent 6339654 B1 (June 4. Lee. H. Kim. New antimicrobials of plant origin. Lin.S. 1994. Pengsuparp. Kromhout. Iwu.) – Extrakt auf immunologische Prozesse in Mikroglia-Zellkulturen [Disertation]. Kim. A. Tempesta.. in the central highlands of Mexico. Diet and cardiovascular diseases. Oh.Y. K. Mutant Research 284: 243-249. Kang..H. 2000. Composition for preventing or treating acute or chronic degenerative brain diseases including extract of Selaginella tamariscina Spring. Kim. K. Jung.net/ KissShop/search/Sh_se_DetailView. Lin.S.S...C. 1. Annals of Missouri Botanical Garden 82: 16-24. T.C. 2nd ed. Methods in Plant Biochemistry I. Jang. Huang. Kang. S. Ou. 2004. Green (eds. Seguin. 1994.W.V. Silver Spring.-R. and H. K. Abstract of the International Conference on Ethnomedicine and Drug Discovery. Vasorelaxation by amentoflavone isolated from Selaginella tamariscina. 2005.W. and M.S. E. 1992. H. Choi. Hayashi. Effects of anti-inflammatory biflavonoid. H. and B. Hancock. Rahayu. H. VA. J.M.) 1997. 1988. Flavin. Der Einfluss von Johanniskraut (Hypericum perforatum L.S. Yin. 2007.. 2006. A. Kawano. Experientia 41: 699-670. 132-136. 2002. World Intellectual Property Organization Publication Number: WO/2006/001664 (January 5. 1999. Koch. 585–594. Y.I. S. H. Lin. 1980. M. Australian Journal of Botany 48: 153-158. Selaginellaceae. on chronic skin inflammation. Okunji. including a grass. E. Muzakkir. Kang. Park.S. Phytochemistry 55: 481-504.A. Lin. (et al) 1998. Kerala: Kerala Agricultural University. Iturriaga. 1998) Kidd. and D. Thomas. J. Son. Leung. and N.B. I. Perspectives on New Crops and New Uses. cell damage. Effects of Selaginella tamariscina on in vitro tumor cell growth.B. Flavin. Yu. H. Kim. Current Medicine in Chemical Anti-Cancer Agents 2: 485-537 Korall. D. Vol. Antifungal effect of amentoflavone derived from Selaginella tamariscina.H. Han. Trehalose is a sweet target for agrobiotech. Lee.-J. W. 267060 (March 2. 2004).M.-H. K. and B. Yeo. Phylogeny of Selaginellaceae: evaluation of generic/subgeneric relationships based on rbcL gene sequences.). Kang.H.J. Hypertensive effect of glycosidic derivatives of hordenine isolated from Selaginella doederleinii hieron and structural analogues in rats.P.-S.M. Antiviral activity of 5. Koch. Moon. Lee. Lale.-S. Y. S.-P. In: Kubitzki.G.-J. p53 expression.-S. H.H. R. Yeo. Medicinal Plants.: ASHS Press. Kim. Lin. Nishikawa. Kim. Lee H. Flora Fujianica. S. S. 1982. Lee. Sung. S. S.. Nijverheid en Handed in Nederlands-Indie. A. New desiccation-tolerant plants.-R. Lim. Ahn. Hwang. Harborne. Lee. Mheen. a plant biflavone: a new potential anti-inflammatory agent .-S. L.-H. Iwu. Lancet Infection Diseases 5 (4): 209-218. 2nd ed. K. I. C. S. Au.H..M. K. K. Kim. Park.. 2002. T.O. S-Phase accumulation of Candida albicans by anticandidal effect of amentoflavone isolated from Selaginella tamariscina.W. and A. Harborne. 2004. Pai.. 2nd ed.E. H. Chang. Kim. Free radical scavenging and 79 antioxidant activity of plant flavonoids. 1. Lipid peroxidation. . J. and Lee.-G. 1966. Rahman. Herbert. Flora of Taiwan Vol. Song. and Y.. Hayashi and N. Korall.7trimethoxyflavone and its potentiation of the antiherpes activity of acyclovir. challenges and responses. Ilyas.-G.C. Middleton. 2005. H. European Journal of Pharmacology 508: 77-83. 1996. Lin. 1990. Kraus. kola seed. Biotechnology 12: 1328-1329. Beta-fluoroethyl thiourea compounds and use. and P. Anticlastogenic effect of flavonoids against mutagen-induced micronuclei in mice.. W. M. Seguin.M.6. I. Joo. B..T. Korean Patent No. Journal of Laboratory and Clinical Medicine 132 (1): 76-85. K. Baxter. Luteolin induced DNA damage leading to human lung squamous carcinoma CH27 cell apoptosis. American Journal Botany. Antifungal activity of biflavones from Taxus baccata and Ginkgo biloba. De Nuttige Planten van Nederlands-Indie. Kenrick and J. Journal of Ethnopharmacology 21 (2): 127-138. 2002.O. Mechanism of action of the antiherpes virus biflavone ginkgetin. Kim. Cytotoxic anticancer candidates from natural resources. and J. P. Y.A. Shin. Alexandria. Iwu.W. Chou. 2002) Lin. 2001. 1976. Lee. Cytotoxicity of folkloric medicines in murine and human cancer cells.P. PHPA & LIPI. Lee. Pteridophyta.. E. 821-4.K. and B. Journal of Pharmacy and Pharmacology 42: 290-292. Skaria. In: Lin. Antimicrobial Agents Chemotheraphy 36: 1890-1893. Y. 1996.K. Choi. Hikino. Iwu.J. Gleye.B. and I. and G.K.. ginkgetin. I. and D.J. Planta Medica 62 (4): 293-296. Maryland. Sun.S. ‘sGravenhage: Departement van Landbouw. and P. 1999. Olaniyi. Kamil. 89: 506–517. 2000. Fuzhou: Fujian Science and Technology Press. J. and O. Biflavanoids and derivatives there of as antiviral agents. 1927.C. and Wiwart M.U. 1987. Harada. (2002). Journal of Nutrition.S. J. M. 1995. S. 2005. J. Kim. Peyroux. T. 1992. Natural Medicine 10: S122-S129. T. and E. Q. Archives of Pharmacal Research 21 (4): 406-410. 6. 1999. Morita. D.-Z. 2006.M. Chang. Chen and C. B. 1989. 2006. P. Woo. and M. Herrmann.. Phytotherapy Research.B. Lewis.. M. J.S. 1998. Gaff. 1984.). 1999. November 3-5. Levy. Hayashi.C. K. E. United States Patent 6677350 (January 13. K.A. B. B. 1998.P.P. Cytotoxic biflavonoids from Selaginella delicatula. Billon.H. Strategies for discovering drugs from previously unexplored natural products.-C. 2008. Anti-acne activity of Selaginella involvens extract and its non-antibiotic antimicrobial potential on Propionibacterium acnes. M... 2000. Kenrick. R.S. M.G.U. Havsteen. G1 arrest and in vivo gastric cell proliferation..K.. and antioxıdant therapy. I. Jin. In: Armstrong.-Y. Zhao. Antibacterial resistance worldwide: causes.wiley. Bogor: Biodiversity Conservation Project -JICA. Marshall. Kim. www. Schure. and S. Phenolic Constituents of Selaginella doederleinii.H.S. M.. D. Huang. The Families and Genera of Vascular Plants. ( et al) 2001.-C..-Y. 1996.M. M.J. Harborne. Lee... O.O.H. and W. Planta Medica 70 (8): 718-722. oxygen radicals.-S. Indonesia. 1981. The Lancet 323 (8391): 1396-1397. M.S. Skaltsounis. J. Iwu. Medicinal Plants of Gunung Halimun National Park.H. Furukawa. Oh. 1999. H.-L. (ed. Bioorganic and Medicinal Chemistry 16 (2): 732-738.P. Journal of FoodTechnology 11: 433-448. Taipei: National University of Taiwan. Y. S. Igboko and C. 2007. (ed. S.A.R. Advances in flavonoid research since 1992. Phylogenetic relationships in Selaginellaceae based on rbcL sequences. Takemoto. West Java. Lee. 1992.-M.-W.. J.T.-S. 1991.A. Lee. Kim. A. J. H. Journal of Natural Products 59: 273-276. Igboko. Chinese herbs as modulators of human mesangial cell proliferation: Preliminary studies.-H.W. Ahn.-Q. T. H. F. M.Y. F. E. Havsteen. Plant Phenolics.R. Son. 1999. W. Chang. Duncan and C. 1994. J.P. and H. 2006. Korean Journal of Pharmacognosy 23.Y. H.. Munchen: Technischen Universität München. Zhang. 160. H. E. Lee. (ed. Biological and Pharmaceutical Bulletin 29: 1046-1049. Lin.H. M. Antidiabetic and aldose reductase activities of biflavones of Garcinia kola. Kim.. Park. Charlwood (eds. D. Okigawa. D. J. Devorak.C.-C. Molecular-based sensitivity of human leukemia cell line U937 to antineoplastic activity in a traditional medicinal plants (Selaginella tamariscina). Krauze-Baranowska M. The phylogenetic history of Selaginellaceae based on DNA sequences from the plastid and nucleus: extreme substitution rates and rate heterogeneity. Journal of Antimicrobial Chemotherapy 39..-S.interscience. 2004. and C. In: Bella. Journal of Natural Products 45: 650-651. Kang. Planta Medica 60 (2): 168-170. K. and H.. Otsuka. and M. M. C. and K. Mechanisms of action of newer antibiotics for Grampositive pathogens.B.com/cgi-bin/abstract/116328562/ ABSTRACT Joy P. Relation of structure to antioxidant activity of quercetin and some of its derivatives. Y. Onwuchekwa. Lee. London: Academic Press. Heo.. G.W. Inhibition of phospholipase Cγ1 activity by amentoflavone isolated from Selaginella tamariscina. and C. and C. R. Y. L. Leconte. Berlin: Springer. Chichester: John Wiley and Sons.S. Antimutagenic activity of extracts from anticancer drugs in Chinese medicine. a class of natural products of high pharmacological potency.. Mutation Research 204 (2): 229-234. Kenrick.. Zembower. H.M. P. Tillequin. Williams. 2004. K. Jung. 137179 (April 25. and D. Antihepatotoxic constituents of Garcinia kola seeds. 1985. D. Heyne. Lee. Lin. Kuo. Hanbook of Natural Flavonoids.H.W. Medicinal plants as sources of new therapeutics.J.C. Kasahara. S. New York: Plenum Press. Journal of Food Science 31: 518-523. Kramer and P. W. M. Elvin-Lewis. Lee.). The biochemistry and medical significance of the flavonoids. S. Drug Discovery Today 5 (7): 294-300. Hasaka. Biflavonoids isolated from Selaginella tamariscina regulate the expression of matrix metalloproteinase in human skin fibroblasts. and J. Garcinia kola: a new adaptogen with remarkable immunostimulant.. Plant phenolics.. B. 1983. Son. Screening of Japanese ferns for phytoecdysones. W. W. M.I.J.-R. 1991.M. accumulate trehalose. and T.-S. Okunji. Tsai.-H.. C. K. Lin. 2000.-H. Biological and Pharmaceutical Bulletin 30 (10): 1969-1971. A. P. Wu. USA.. U. Korean Patent No.-Q. Harvey. A. and J. L.). Cancer Letters 144 (1): 93-99. Okuyama. 2001). H. A. Therrien.papersearch. Woo. 2006).I. Kang. D. and E. Iwu. D. Health and Aging 5: 144-149.).S. anti-infective and antinflammatory properties.M. Kim. (dkk. 2002.

London: Chapman and Hall. M. J. H. Rao. 1997. But. 2007. Negueruela. Fortschritte der Chemie Organischer Naturstoffe (Progress in the Chemistry of Organic Natural Products) 30: 207-312. Journal of Brazilian Chemical Society 13 (1): 119-123. Journal of Pharmacy and Pharmacology 56: 1039-1044.F. No. and A. M. Pharmaceutica Acta Helvetiae 69 (3): 149-152. Pharmacopsychiatry 30: 129-134.P. and G.E. Pushpangadan.H. Zembower.K. 2005. 1992. Journal of Clinical Toxicology 39 (6): 637-639. Song. S. Flavones and flavone synthases. Brittish Journal of Clinical Pharmacology 44: 307-317.R. Fakultas Biologi UGM. K. Werle. Biotechnological applications of the disaccharide trehalose.C. A new strategy for the synthesis of biflavonoids via arylboronic acids. Kern. Weemhoff.V. (ed. Cragg. He. 64-81 antioxidant effect of compounds on low-density lipoprotein (LDL): illustration with flavonoids. Kerhoas.. Gasic. 1999. 2005. 1990. K. Y. A. Zhongguo Zhong Yao Za Zhi.A. dan M.J.4-dihydroxy tetrahydrofurane isolated from Selaginella lepidophylla on smooth muscle of Wistar rat. Pezzuto. T. Darmstadt: Technischen Universität Darmstadt Pokharel. L. Antivirus Research 44: 193-200. Journal of Cell and Molecular Biology 4: 71-75.. M. 1963. A. Zhao.M. 2005.A.. 1998. M. A.. H. 1971.J. FL: CRC Press. Yamada.E. K.. Roy and M. Ilyas. 1985. 2005.C.Y. R. Okigawa. Mantani. Otero. I. Huffman and E. Nakamura. Díaz. Biological Activities of Extracts from Sumac (Rhus spp. Lin. Perez. Kim. Wiemken. C. and M. Riaz and U. Malencic. United States Patent 5948918 (September 7. New biflavonoid and other constituents from Luxemburgia nobilis (EICHL). M. Oh. Biological and Pharmaceutical Bulletin 30 (2): 379-381. Kang. K. and S. Biflavones in Selaginella species. Robards. 1971. Part III: neutralization of the haemorrhagic effect of Bothrops atrox venom. Schure. 2001. Miao. Nippon Shokuhin Kogyo Gakkaishi 37: 569-576. Kim. R. Calicut: Indian Institute of Spices Research. 2001. M. Pharmacological Reviews 52: 673-751.4. and K. The Flavonoids: Advances in Research since 1986.J. Reddy.Fleuriet. 2006.. Koyama. Billot. Agriculture and Agri-Food Canada. Lin. Moatti. A. and K. M.. Tuji. and C. In: Harborne. Murti. and G. 1973. Mori.. Yang. de. Ochiai.C. 9. Pryor. 1999. Journal of Indian Chemical Society 44: 148-152. Biologically active and other chemical constituents of the herb of Hypericum perforatum L. Vargas. 1987. Kandaswami.F.R. 2004. Mathew. Perruchon. Y. 2004. hal. Rahman. and A. Y.C. In vitro anti-HIV activity of biflavonoids isolated from Rhus succedanea and Garcinia multiflora. and J.Y. A method to screen for the . Jakarta: Puslitbang Biologi LIPI. Screening for antioxidant properties of Salvia reflexa Hornem. S. 1998). Enoki. M. Perez. K. G. Nitric Oxide 15 (3): 217-225 Porter. Food Research International 35: 519-526. Kawano.. C. Lin. S. and S. Protein tyrosine phosphatase 1B inhibitory activity of amentoflavone and its cellular effect on tyrosine phosphorylation of insulin receptors.L. Myara. Inhibitory activity of 3-methylenhydroxy-5-methoxy-2. 1994.. A. da. Takahashi. Plant Science 112.A. D. K. Middleton. In: Mitsuhashi. 1962. and M. an oriental traditional medicine. C. The impact of plant flavonoids on mammalian biology: implications for immunity.. Peter. Rao. Nazoe.A.B. T. B. Antolovich. Ikatan Pustakawan Indonesia dan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI). B. and L. S. Medicinal and Aromatic Plants. V. K. and N.. T.W. Barnard.I.B.C. W. L.. S.. J. B. Nagai. Núñez. M. Recent advances in the study on natural antioxidants. Tong. T. S. and P.J.H. Lin. Nagai (eds.W. Snader. Lepiniec.G. Antiviral activities of bioflavonoids. 1994. Biotechnology Annual Review 2: 293-314 Pan. R. 1993. O. Vedie. An analysis of the food plants and drug plants of native North America.B. and V. Chen. Schinazi. Schwartsmann. Analyst. K. H.S. C. and K. S. Rocha. C..V.R.). Maxwell. K. W.C. H. and R. United States Patent 5773462 (June 30. T..80 B I O D I V E R S I T A S Vol. Perez-Alonso. 1993.N.).. 1997. Biflavanoids and derivatives there of as antiviral agents. Journal of Ethnopharmacology 52: 1-22. Tawata. 2000.. B. Mathew. S. P. J.. R. Free radicals and antioxidants in cardiovascular disease. Rios. Tanaka. 2000. Ahn. Mora A. Severe reversible bone marrow suppression induced by Selaginella doederleinii. R.D. Pacheco. 1997. Mazza. 2007. Kobayashi. H.. Raman. 1990. P. Harmatz. [Dissertation].A. Lee.T.L.5trisphosphate 3-kinases and inositol polyphosphate multikinase. Mau. Heterocycles 75 (4): (article in press. Boca Raton. Journal of Natural Products 60: 884-888. heart disease. J. Biochemistry and Pharmacology 43: 1167-1179. Muller. E. R. L. B.. Journal of Pharmacology and Toxicology Methods 30 (2): 69-73. Zhao.T. Natural products in anti cancer therapy. Pacific Agri-Food Research Centre. V. Phytochemistry 66: 2399-2407.) Spring complex in the treatment of experimental diabetes and its effect on blood rheology. J. Nasution. Warren. Qosim. Lip. S. D. Pandey. and A. Advances in Research Since 1986. Osorio. Unnithan. R. J.M. M.. Naturforsch. D. Pico. Potent inhibition of the inductions of inducible nitric oxide synthase and cyclooxygenase-2 by taiwaniaflavone. Goldman. Butterweck 1997.L. Middleton E J and C. and J. Theoharides. P.T. J. Chen. Windhorst.N. Desai..M. Singh. Spasmolytic activity of some plants used by the Otomi Indians of Quéretaro (México) J.C. Natural Products Report 17: 215-234.D.E. J. K.T.R. In: Sasikumar. Popovic and P. Trehalose and trehalase in plants: recent developments. Serrano. Fonnegra.V. and F. Miki.P.R. and cancer. Muralidhar. 1996. S. Antinociceptive and anti-inflammatory activity of a flavonoid isolated from Caralluma attenuata. von.. Ooi.L. Journal of Natural Products 60: 884-888. Lopes. 2000.. Oliveira.L.H. and M. M.F.). Y. and B. P. H. Reddy. M. and R. Inhibitory effect of Ephedrae herba. Chemical and Pharmaceutical Bulletin 16: 2503-2511. J. 1967.: National Bioproducts and Bioprocesses Program. Ito. Flavans and proanthocyanidins. E. Zembower. L. 1995.M. Y. Nakatani.W. 1990.L. Rema. Buku 1 : Tumbuhan Obat. 2002. Panek. and S. Kandaswami.-X... R. J. Y. and A. Chemistry of Organic Natural Products.A. Zavala. The influence natural products upon drug discovery.M. Antioxidant properties of several specialty mushrooms. and A. 1997. Plant blotechnology of flavonolds. Xuan. Tao. 1999. I.-M. Mueller. Kawamata. Nahrstedt. A. F. Paya. Adaptogenic. Journal of Ethnopharmacology 62: 63-66 Rayne. Biodiversity Conservation and Utilization of Spices. Lin.P. Fukusima.S. Kanakalakshmi. Y.-X. A. Boza. Agriculture Biology and Chemistry 51: 139-143. Flavin. K.E. 1994.M. Kandaswami. Rojas.Caboche. H. M. 122: 11R-34R. Anderson. Schure. K. (ed. Khan. Newman. 1996.. S. Y. 2008. and G.-R. K. and K. 49c: 267-270. Chemistry and Biodiversity 4: 2495-2527. R. Indian Journal of Chemistry 24B: Rahman. Antiviral amentoflavone from Selaginella sinensis. Pharmacology 40: 793-797. Antiproliferative plant and synthetic polyphenolics are specific inhibitors of vertebrate inositol-1. Nakazawa. 1999. J Biol Chem Research 12: 128-9.L. Greenblatt. Okuda. The Plant Cell 17: 2966-2980. Barona.J.S. Rao. G. G. J. M. Moerman. K.Y. Madhuri. Fleury. Sidwell.M. Kinoshita. and W. Jeong.S. 1999.V.A. Journal of Biological Chemistry 280 (14): 13229-13240. 1999). 2007. D. Lin. K. Krishnamurti. Prabhakar. Plant Biotechnology 16 (3): 179-199. Biological and Pharmaceutical Bulletin 24 (3): 311-312.W.. Pourcel. 1996. Synthesis of biologically relevant biflavanoids-A review. Macheix. and A. N. Fed Proceedings 32: 1862-1869. Hughes. 1993.S. M.. K.M. Andoh. V. Nishino. H. D. Chemical and Pharmaceutical Bulletin 11: 283-288. I. Nakazawa.E. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Etnobotani II. inflammation and cancer. Shankar.C. An experimental study on the anti-stress and anti-oxidant activity of Selaginnella bryopteris. 2000. H. 1973. Cheksal. and D. Ramesh. Mamedov. Tokyo: Nankodo.L. Free radical reactions and their importance in biochemical systems.S.. J. 2002. stimulant and antidepressant plants of Russian Far East. Handa. and J. Pelter. Martens. D. Journal of Ethnopharmacology 73 (1-2): 233-241 Paiva. The effects of plant flavonoids on mammalian cells: implications for inflammation. Hwa and N. Ohb. M. S. and M. Tetrahedron Letters 32: 2229-2232. S. J. S. C. Transparent testa 10 encodes a laccases-like enzyme involved in oxidative polymerization of flavonoids in Arabidopsis seed coat. de Carvalho. Indian Journal of Chemistry 9: 98-100. Na. 1995. E. and R. C. Flavonoids. Alcaraz. Lee. N.A. A. Bedir. and N. Summerland BC. Woo. H. geriatric. N. 1998. N.V. Flavin. A. Furuhata. Phytotheraphy Research 14: 546-548. Lopez-Saez. Mayr.. Hillemeier. Rojas. The Flavonoids. and G.M. Synthesis and evaluation of influenza virus sialidase inhibitory activity of hinokiflavonesialic acid conjugates. 1967. Mathai..K. Flavin. Curren Opinion of Pharmacology 1: 364-369. J. Synthese und Struktur-Aktivitäts-Beziehungen von Flavonoiden. Phenolic constituens of Selaginellaceae. Bah. Januari 2008. Snakebites and ethnobotany in the northwest region of Colombia. N. Routaboul. Flavin. 1.W. Moltke.. M. a skin bacterium. In vitro anti-HIV activity of biflavonoids isolated from Rhus succedanea and Garcinia multiflora. G.): A Review. R. Perez.-M. Ma. H. 21 (8): 493-495.H. In: Harborne. on the growth of influenza A/PR/8 virus in MDCK cells. Phytochemistry 10 (12): 3286-3287. Jiménez. R.. Mithofer. Lin. 1993.G.G. Sethna. Antibacterial activity of flavonoids against Staphylococcus epidermidis. Ravindren and K. and J. Seshadri. Nakazawa. Zhang.. O. and T. Ethnomedical information of some Pterydophytes of Kerala sector of Western Ghats. Fruit Phenolics. Locksley. Chemical and Pharmaceutical Bulletin 10: 1032-1038. J. Biflavonoids of Selaginella denticulata in Spain. 1999.J. J. Oh.A. Khan.R.. M. Pai. and G. Analytical chemistry of fruit bioflavonoids. 1-9. D. 2001. S.. Yogyakarta 24-25 Jan. New York: Chapman and Hall. Tetrahedron 23: 397-404. 1968. K. 1962.C. Kim. Chen. da Silva. 1991. Boller. and H. Middleton. M. V. M. Terasawa. Effects of flavonoids on immune and inflammatory cell functions. Biflavanoids and derivatives thereof as antiviral agents. Saldarriaga.J.. J.. published online 11th January 2008). C. D.H. and T. Planta Medica 65: 120-125. N. Schure. B. M. Biochemistry and.C. E. The Selaginella tamariscina (Beauv.Y. Inhibition of human cytochromes P450 by components of Ginkgo biloba. P. C.

1998.P. Biosynthesis of flavonoids and effects of stress. Zhu. European Journal of Cancer 36: 796-802. Colus. Lee. M. S. Free radical scavenging capacity an inhibition of lipid oxidation of wines.J. Tryon.A. Chen. Study on the chemical constituents of Selaginella tamariscina (Beauv.H. D. Non-Timber Forest Products of the North-West District of Guyana. J. Amentoflavone inhibits the induction of nitric oxide synthase by inhibiting NF-κB activation in macrophages. Nan Fang Yi Ke Da Xue Xue Bao 26 (2): 247-248. Brito and W.W. 2007. systematics. Seigler. Zheng. Stajner D. J. Royackers.F.. Structurally unique biflavonoids from Selaginella chrysocaulos and Selaginella bryopteris. D. and P. and Z.H. Nieto-Sotelo. M. 29 (1): 26-28. Hikino and T. Feng. Bue.C.. Zhang. Biochemistry Journal 366: 63-71 Verma.. J. Cytotoxic biflavonoids from Selaginella willdenowii. C. Li. P. P. M.M. D. Not all herbs are remedies.R.A. Antioxidant and antimicrobial activities of Morchella conica Pers. Fern and Allied Plants.S.V.E.H..-S. 2002.). Ogawa. Yao Xue Xue Bao. Radioprotective effects of antioxidative plant flavonoids in mice. 1982. A. Chang.. Liu. J. Phytochemistry. 2007. N. Canadian Journal of CME (February): 67-72. Kato. E. C. Juss. 1998.G. 66: 2238-2247. Woo. B. Lazic and R. Makokou/Ipassa. Chai. P-S.A. Eliana and A. Yamada.. A. R. 2001.. 1967. Determination of amentoflavone in 11 species of Selaginella medicinal material by HPLC.W.Y. Weniger. L. Xu. 2006. Ochi. Banerji. Das Gupta. M. Cancer Research 48: 5754-5788. Lee.C. Pteridophyte. K. In: Germplasm Resources Information Network-(GRIN) [Online Database]. Wang. (ed. S. Antiviral activity of South Brazilian medicinal plant extracts.. Saura-Calixto. 2002. 20070004649 (January 4. da. Mascorro-Gallardo. Takeuchi. leaf extracts. Ramarathnam. Phytotheraphy Research 12: 513-514. and J. Johnson.H.. Iturriaga.. Mercan. V. Inhibition of inducible nitric oxide synthase by sumaflavone isolated from Selaginella tamariscina. 1992. and H. and G. Zembower. Anti-influenza virus compound comprising biflavonoid-sialic acid glycoside.. Li. B. T. G. 2007. T. Analisys of Secondary Metabolites in Plant and Cell Culture Tissue of Hypericum perforatum L. O. Chemical and Pharmaceutical Bulletin 22: 805-808... C. South India. Kasum. K. Antimetastatic activities of Selaginella tamariscina (Beauv. Shi. J. Turkoglu. Plant pigments as natural food colours. Cordell. 2005.V. and C. E.K. Genistein induces apoptosis and topoisomerase II mediated DNA breakage in colon cancer cells. Takahashi. and M. Wiart. Study on the synthesis of some new biflavonoids. Xu.N. Montoro. and H. 2006. 2005.A. A. . 2005. Chen.-R. Zhou. Application of liquid chromatography/electrospray ionization tandem mass spectrometry to the analysis of polyphenolic compounds from an infusion of Byrsonima crassa Niedenzu.R.. Phytochemistry 40 (1): 129-134 Silva. and K. F. D.J. and P. Falkenberg. Iturriaga.P. C. a potential anti-hepatitis B agent. Screening of vasorelaxant activity of some medicinal plants used in Oriental medicines.net. W. Sannomiya. and H. Nagai.pl?423542 (22 February 2008) van Andel. Zhou.P. Selaginella doederleinii Hieron. Biodiversity and Local Priorities in a Community Near the Ivindo National Park Makokou. Guiyang: Guizhou Science and Technology Press. L.Y. Lee. Takemoto. Part I & Part II (A field guide). S.. Bi. Food Research International 32: 407-412.P. Pharmacological Research 51 (6): 539-546. 1998. Therapie 56: 431-434. Naunyn Schmiedebergs Arch Pharmacol. Du.) on lung cancer cells in vitro and in vivo. Kumar. Nishimoto. Schuhly. B. and A..-M. Indian Fern Journal 15: 106-130. Son. and safety. USDA. Naturally occurring biflavonoid. www. Laires. Vilegas. The Chemotaxonomy of Plants. 2005. Constantinou.S.O.-H. Pizza. 2006. Thadani. J.E. Mutagenic evaluation and chemical investigation of Byrsonima intermedia A. Ou. Shimoi. Comparative antiplasmodial. Mengatasi dan Mencegah Kanker Paru-paru Secara Alamiah. Kim. and G.M. Hasnain. Y. Ohkubo.M. Arihara. Meng. S. Su. Gaspar. P.-L. Studies on the cytotoxic mechanisms of ginkgetin in a human ovarian adenocarcinoma cell line. Gabon: Project IRET/CENAREST and CIFOR. dos Santos.P. Trends in Food Science and Technology 7: 166-169 Ross. M. Biflavonoids from Brazilian pine Araucaria angustifolia as potentials protective agents against DNA damage and lipoperoxidation. A. H.S..-C.K. Farnsworth. Journal of Natural Products 60 (4): 382-384. S. J.C. and K.T. Thevelein.M. inhibits cyclooxygenases-2 and 5-lipoxygenase in mouse bone marrow-derived mast cells. Kunert. 2004. M. Y.cbn. Oxygen species and the genotoxicity of quercetin. Yang. Smith.J. Trevithick. Masuda. Tanner. African Journal of Biotechnology 5 (11): 1146-1150. Trehalose a new approach to premium dry food. Kinae. and L. United States Patent & Trademark Office (USPTO) No.M. 1986. Sannomiya. B.W. Amoros. C. Flora of Guizhou. Gabon. 1999. Swamy. Milic. Sanchez-Moreno. Inhibition of Nuclear Factor-κB activation by 2'. Yang. Son. K-Y. Current Opinion of Plant Biology 5: 218-223. Moon. Total synthesis of robustaflavone. Van Dijck.B. dos Santos. metabolic effects. S.O. W. S. S. Choi. Tolonen.. Choi and K. W. A. dan E. G. Yamaguchi. P.. C. Y. Auler-Mentz. 1995.. H.F. 1990. Wang. Anti-inflammatory plants. J. Bucar.. Zheng.G. Journal of Ethnopharmacology 105 (1-2): 107-113. Timberlake. Niu. Rodrigues. D.S. Serpeloni. Journal of Organic Chemistry 63: 93009305. Mehta. Zheng. Gupta. 1988. Silva. E. Varanda.M. Yang.E. ARS. Syu.. Okuyama. M. B. N.I. Endeavour 10: 31-36.E.. Tryon. I. dos Santos. Zentella. Jha.M.M. T. Phytomedicine 6: 205-214. 81 [Dissertation]. Dodrecht: Kluwer. Screening of Formosan ferns for phytoecdysones. 2003. Truncation of Arabidopsis thaliana and Selaginella lepidophylla trehalose-6-phosphate synthase unlocks high catalytic activity and supports high trehalose levels on expression in yeast. and H.F. W. and A. 1999. Mutant Research 265: 75-81. Furugori. A. Y. S. Pokharel. Sato. Gould. 2006. Y. Y.C.-Y. Biological and Pharmaceutical Bulletin 29 (5): 976-980. Huang.. N.. Uluk. and Rhodiola rosea L.M. leishmanicidal and antitrypanosomal activities of several biflavonoids. In: Ethnopharmacology of Medicinal Plants Asia and the Pacific. and N. X. 2002. Selective cytotoxicity of ginkgetin from Selaginella moellendorffii. K..-Y. Antioxidant abilities of cultivated and wild species of garlic. Son. 2006).T. Cardoso. S.-R.R. Roser. S. I. Journal of Agriculture Food Chemistry 44: 37-41. Georgetown. Duru. de Bus. J. and M. Canadian Journal of Ophtalmology 17: 61-66. J.M. M. Yang. A. Inhibition of 7. and V. Delle-Monache. Chuang.S. K. Kang.R. T. 2001. M. Chemical composition and analgesic activity of Calophyllum brasiliense leaves. In: Wang. and H. T.J. Chang. C. Singh. Li.-D. 2007. Igic.M. H. Luo.M. Berlin: Humana Press Wijayakusuma. R.R.F. and taxonomy of epiphytic pterydophytes of Kerala part of Western Ghats.R. Bogor: Cifor. M. and X. and Y. 1414-1418. 1982. Mascorro-Gallardo. Y. and K.K..L.A. J.S. 1976. M. E. A. R.ars-grin.W. F. 1999. Takemoto. and J. Herbal caffeine replacement composition and food products incorporating same. and A. Lee. M. Figueiredo. Maryland: National Germplasm Resources Laboratory. T. New York: Springer. and A. N.. Woo. and F. B. University of Oulu. J. W. Hsieh. Sequiera.N. Thevelein. Phytomedicine 13. Wollenberg.O. P. Z. F. S. Indian herb 'Sanjeevani' (Selaginella bryopteris) can promote growth and protect against heat shock and apoptotic activities of ultra violet and oxidative stress. Varietal differences in the phenolic content and superoxide radical scavenging potential of wines from different sources. Gezer. Henry. Lee. In vivo effects of vitamin E on cataractogenesis in diabetic rats. 2008. C.. 362 (1): 82-90 Sun. Guyana: Tropenbos-Guyana Programme. Wang. and F.H. M. Ferreira. Ketergantungan Masyarakat Dayak Terhadap Hutan di Sekitar Taman Nasional Kayan Mentarang. Journal of Ethnopharmacology 112: 319-326. Shen.C. ochnaflavone.M. Kwon. A. with Special Reference to Tropical America. Rani. Vonthron-Senecheau.. Plant Physiology 119: 1473-1482. E. Kim. 1997.R. S. X.M. Suzuki. Tetrahedron Letters 45: 8083-8085. R.I.. 2006. Fitoterapia 78 (7-8): 598-599.id/ Winkel-Shirley. M. D. Sun. A new steroid from Selaginella pulvinata. W.O. Liao. and D. 2006. I. 2005. Chinese Science Bulletin 35 (9): 744-746. Kaiser.G. J. H. K.L. Cechinel-Filho. and K.8''-biapigenin. Journal of Ethnopharmacology 99 (1): 113-117. B.C.K. Cho. Journal of Ethnopharmacology 110 (3): 483-489 Yen.N. 2004a. Diversity. S.W. J. P.R. 39 (4): 266-268. J. M. B.. D.-N.12 dimethylbenz(a)anthracene and N-nitrosomethylurea induced rat mammary cancer by dietary flavonol quercetin. J.W. 1991. S. distribution.. Pokharel. M. 2000. Mattos. Vilegas. 2002.SETYAWAN dan DARUSMAN – Biflavonoid pada Selaginella for the treatment of gastrointestinal disorders. C. 2000. R. and Y. Sanwal. 2004.H. Kim. G. 1. Qing.A. Sun.A. Annual Reviews in Nutrition 22:19-34. J. Vassao. T.R. N. Insect moulting activity of crude drugs and plants (1). J. Yunes. grape juices and related polyphenolic constituents. Rao. Yin. Turkoglu. Gaxiola. C. Y. Rueff. Brun and R. Y.A. R. 2006.K. van Dijck.W. Chang. Covarrubias.. G. Kinghorn.. and J. Bonini. Stewart. Pezzuto. Plant Secondary Metabolism.E. Archives of Pharmacal Research 29: 282-286. 2002. H.S. S. Kang.J. A Selaginella lepidophylla trehalose6-phosphate synthase complements growth and stress-tolerance defects in a yeast tps1 mutant. van Vaeck.Z. Schenkel.. and S.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon. Sudana.-R.D. C. Zhong-Yao-Cai.-X. London: Edward Arnold. K. Grewal. 1996. Mimica-Dukic. T.P. M. Zheng. Borba. Effect of Selaginella combined with radiotherapy on nasopharyngeal carcinoma. Kang. L-L. 2007). 1974. 2000.R. Journal of Bioscience 30 (4): 499-505 Salti.W. and M. Sahdev. V. M. http://cybermed. N.) Spring.S. Rose. 1998. Larrauri. Mutant Research 350: 153-161. D. United States Patent 6416806 (July 9. J.. N. Creighton. Beecher. C.. and B. Mascio. K. M. Q. M. 176-180. Wang. Beltsville. 2006. H. 2001. 2002).M. R. Oulu: Faculty of Science. J. Simoes. Kivrak. Yakugaku Zasshi 87. Woo. Rapid Communications in Mass Spectrometry 19: 2244-2250 Sassen M. Anton. H. and A. X. Sah. T. Chu. Zhu. Kang.M. Rodrigues.. Kang. NGRP.K. 2007. C. Dietary flavonoids: bioavailability. Folch-Mallol.H. W. Synthesis of gemdifluoromethylenated biflavonoid via the Suzuki coupling reaction. 1996. Phytomedicine 6 (5): 367-371.J. Chemistry and Biodiversity 3 (4): 405-414. H. Khan. Wan. L. J. Boddie. Piacente.C.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->