Anda di halaman 1dari 46

PRODUCT

KNOWLEDGE &
HANDLING BBM
INDUSTRI
MENARA BIDAKARA
RABU, 18 JUNI 2008

OLEH :
TAUFIK HIDAYAT (MTC 1992)
http://ombeb.wordpress.com
http://www-xbox360.com
PRODUK PERTAMINA

1. PREMIUM, PERTAMAX DAN PERTAMAX PLUS (MOTOR


BENSIN)
2. MINYAK TANAH (KEROSINE)
3. MINYAK SOLAR (GAS OIL)
4. PERTAMINA DEX (DIESEL ENVIRONMENT X-TRA)
5. MINYAK DIESEL (DIESEL OIL)
6. MINYAK BAKAR (FUEL OIL)
7. BIO SOLAR
8. BIO PERTAMAX
PREMIUM
MEMILIKI ANGKA OKTAN MINIMAL 88
DIGUNAKAN UNTUK BAHAN BAKAR MESIN BENSIN
TIDAK MENGANDUNG TIMBAL

PERTAMAX
MEMILIKI ANGKA OKTAN MINIMAL 92
SAMA DENGAN PREMIUM
DICAMPUR ADITIF GENERASI BARU UNTUK MELINDUNGI MESIN DARI
KOTORAN DAN MENCEGAH KARAT PADA TANGKI & SALURAN BAHAN BAKAR
COCOK UNTUK MESIN DENGAN RASIO TINGGI

PERTAMAX PLUS
MEMILIKI ANGKA OKTAN MINIMAL 95
SAMA DENGAN PERTAMAX
DISARANKAN DIGUNAKAN UNTUK KENDARAAN KELUARAN TAHUN 1992
KEATAS YANG DILENGKAPI CATALIC CONVERTER SEHINGGA GAS BUANG
TIDAK MENCEMARI LINGKUNGAN

MINYAK TANAH
JENIS DISTILAT, BANYAK DIGUNAKAN DI PERUMAHAN UNTUK MEMASAK
AWALNYA TIDAK BERWARNA, KARENA SERING DIOPLOS DENGAN BENSIN,
MAKA DIBERI WARNA
MINYAK SOLAR
JENIS DISTILAT, DIGUNAKAN UNTUK MESIN DIESEL DENGAN SISTEM
PEMBAKARAN COMPRESSION IGNITION
KUALITASNYA DITUNJUKAN DENGAN CETANE NUMBER
BIASANYA UNTUK MESIN DIESEL PUTARAN TINGGI (> 1000 RPM)
SERING JUGA DISEBUT GAS OIL, AUTOMOTIVE DIESEL, HIGH SPEED DIESEL

PERTAMINA DEX (DIESEL ENVIRONMENT X-TRA)


BAHAN BAKAR DIESEL MODERN YANG MEMENUHI STANDAR EMISI GAS
BUANG EURO 2
PERFORMA TINGGI DENGAN ANGKA CETANE > 53
KUALITAS TINGGI DENGAN KANDUNGAN SULFUR < 300 PPM
MENGANDUNG ADDITIVE ANTI FOAMING, ANTI CORROSION & DETERJEN
YANG BERFUNGSI UNTUK MENGHEMAT BAHAN BAKAR, MENGURANGI EMISI
GAS BUANG DAN MENAMBAH KENYAMANAN DRIVEABILITY BAIK UNTUK
LIGHT MAUPUN HEAVY DUTY ENGINES
MINYAK DIESEL
JENIS DISTILAT, MENGANDUNG FRAKSI BERAT ATAU CAMPURAN DARI
FRAKSI BERAT DAN RINGAN (RESIDUAL FUEL OIL), BERWARNA HITAM
TETAPI TETAP CAIR PADA SUHU YANG RENDAH
BIASANYA UNTUK MESIN DIESEL PUTARAN SEDANG (300~1000 RPM)
SERING JUGA DISEBUT IDO (INDUSTRIAL DIESEL OIL) ATAU MFO (MARINE
DIESEL OIL)
MINYAK BAKAR
BUKAN JENIS DISTILAT, BERWARNA HITAM GELAP TAPI LEBIH KENTAL
DARI MINYAK DIESEL
MEMPUNYAI TITIK TUANG LEBIH TINGGI DARI PADA MINYAK DIESEL
DIGUNAKAN UNTUK PEMBAKARAN LANGSUNG PADA DAPUR-DAPUR
INDUSTRI BESAR, PLTU DLL, YANG SANGAT MEMPERHATIKAN SEGI
EKONOMISNYA
SERING JUGA DISEBUT MFO (MARINE FUEL OIL)

BIOSOLAR
DIGUNAKAN UNTUK MESIN DIESEL
MERUPAKAN BLENDING MINYAK SOLAR DENGAN MINYAK NABATI
KEUNTUNGANNYA :
● RAMAH LINGKUNGAN
● PEMBAKARANNYA BERSIH
● BAHAN BAKARNYA DAPAT DIPERBAHARUI
● TIDAK PERLU MODIFIKASI MESIN / ALAT
● MEMPERPANJANG UMUR MESIN
● MUDAH DIKEMAS DAN DISIMPAN
BIOPERTAMAX
DIGUNAKAN UNTUK MESIN BENSIN
CAMPURAN DARI PERTAMAX DENGAN ETANOL MURNI SEHINGGA RAMAH
LINGKUNGAN
KEUNTUNGANNYA :
● RAMAH LINGKUNGAN / LANGIT BIRU
● EMISI GAS BUANG LEBIH BAIK
● PEMBAKARAN LEBIH SEMPURNA
● TIDAK PERLU MODIFIKASI MESIN / ALAT
● MEMPERPANJANG UMUR MESIN
● BERSIFAT DETERGENSI (MEMBERSIHKAN RUANG BAKAR)
TUJUAN DIBUAT PRODUK YANG BERBEDA-BEDA:
AGAR HASIL PEMBAKARAN DAPAT TERCAPAI SECARA OPTIMAL

KARENA KARAKTERISTIK BAHAN BAKAR TERSEBUT BERBEDA-


BEDA,
MAKA KITA HARUS MENGETAHUI JENIS DAN PERUNTUKAN MESIN
ATAU PERALATAN YANG AKAN MENGGUNAKANNYA

MESIN : ► BENSIN, DIESEL


► KECEPATAN RENDAH, SEDANG ATAU TINGGI
► JAM BEROPERASI
► BEBAN RINGAN ATAU BERAT

KENAPA ?
AGAR TIDAK TERJADI HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN AKIBAT
DARI PERUBAHAN FISIKA DAN KIMIA YANG TERJADI

CONTOH : ► KERAK
► KARAT
► POLUSI BERLEBIH DARI PEMBAKARAN
KARAKTERISTIK BAHAN BAKAR

¾ DENSITY (BERAT JENIS) -


¾ VISCOSITY (KEKENTALAN) -
¾ CALORIFIC VALUE (NILAI KALORI) BTU/Lb
¾ SULFUR CONTENT ((KANDUNGAN BELERANG) % wt
¾ POUR POINT (TITIK TUANG) oC

¾ FLASH POINT (TITIK NYALA) oC

¾ OCTANE NUMBER -
¾ CETANE NUMBER -
¾ CARBON RESIDU (ARANG) % m/m
¾ ASH CONTENT (KADAR ABU) % m/m
DENSITY (BERAT JENIS)
ADALAH SUATU ANGKA YANG MENYATAKAN PERBANDINGAN BERAT DARI
BAHAN BAKAR MINYAK PADA TEMPERATUR TERTENTU TERHADAP AIR
PADA VOLUME DAN TEMPERATUR YANG SAMA
BAHAN BAKAR MINYAK UMUMNYA MEMPUNYAI BERAT JENIS 0.74 ~ 0.96,
DENGAN KATA LAIN BAHAN BAKAR MINYAK LEBIH RINGAN DARI PADA
AIR

VISCOSITY (KEKENTALAN)
ADALAH SUATU ANGKA YANG MENYATAKAN BESARNYA HAMBATAN DARI
SUATU ZAT CAIR UNTUK MENGALIR ATAU UKURAN BESARNYA TAHANAN
GESER DARI ZAT CAIR
MAKIN TINGGI → MAKIN KENTAL → SULIT MENGALIR
MAKIN RENDAH → MAKIN ENCER → MUDAH MENGALIR
BILA NILAINYA TERLALU RENDAH :
► PENURUNAN PENETRASI KARENA HALUSNYA PENGKABUTAN
► KEBOCORAN DAN KEAUSAN MUNGKIN TERJADI PADA POMPA BAHAN
BAKAR DAN INJECTOR
► AKIBAT AKUMULASI DARI DUA HAL DIATAS, MAKA AKAN TERJADI
LOSS POWER, INEFFICIENCY MESIN, FUEL METER MENJADI TIDAK
AKURAT, KERUSAKAN PADA KOMPONEN FUEL SYSYTEM
LANJUTAN
BILA NILAINYA TERLALU TINGGI :
► SUPLAI KE RUANG BAKAR TIDAK SEMPURNA, KARENA BUTIRAN YANG
DIINJEKSIKAN TERLALU BESAR
► PENETRASI JET SPRAY MEMERLUKAN ENERGI YANG BESAR KARENA
CENDERUNG SEPERTI MENYEMPROT PADATAN
► AKIBAT AKUMULASI DARI DIATAS, MAKA MENYEBABKAN BAHAN
BAKAR TIDAK DAPAT DIDISTRIBUSIKAN DENGAN BAIK KE RUANG
BAKAR, DAN TIDAK DAPAT BERCAMPUR DENGAN UDARA SECARA
SEMPURNA SEHINGGA AKAN TERJADI LOOS POWER DAN TIDAK
EKONOMIS

CALORIFIC VALUE (NILAI KALORI)


ADALAH SUATU ANGKA YANG MENYATAKAN JUMLAH PANAS/KALORI
YANG DIHASILKAN DARI PROSES PEMBAKARAN DENGAN
UDARA/OKSIGEN.
NILAI KALORI BAHAN BAKAR PADA UMUMNYA ANTARA 18300~19800
BTU/LB ATAU 10160~11000 KCAL/KG
BERBANDING TERBALIK DENGAN BERAT JENIS
► MAKIN BERAT BERAT JENIS → MAKIN RENDAH KALORI
► MAKIN RINGAN BERAT JENIS → MAKIN TINGGI KALORI
LANJUTAN..
CONTOH : BERAT JENIS MINYAK SOLAR LEBIH BESAR DARI PREMIUM,
TETAPI KALORINYA LEBIH RENDAH DARI PREMIUM
NILAI KALORI DIBUTUHKAN UNTUK MENGHITUNG KONSUMSI BAHAN
BAKAR YANG DIBUTUHKAN

SULFUR CONTENT (KANDUNGAN BELERANG)


SEMUA BAHAN BAKAR MENGANDUNG BELERANG DALAM JUMLAH YANG
SANGAT KECIL
BELERANG SIFATNYA MERUSAK, MAKA PERLU DIBATASI JUMLAHNYA
PADA PROSES PEMBAKARAN, BELERANG TEROKSIDASI OLEH OKSIGEN
MENJADI BELERANG DIOKSIDA (SO2) DAN TRIOKSIDA (CO3), YANG
APABILA KONTAK DENGAN AIR MERUPAKAN BAHAN-BAHAN YANG
KOROSIF TERHADAP LOGAM DI RUANG BAKAR ATAU SISTEM GAS BUANG
POUR POINT (TITIK TUANG)
ADALAH SUATU ANGKA YANG MENYATAKAN SUHU TERENDAH DARI
BAHAN BAKAR SAMPAI MINYAK TERSEBUT MASIH DAPAT MENGALIR
KARENA GAYA GRAVITASI
DIPERLUKAN UNTUK KEPENTINGAN PENYIMPANAN & PEMAKAIAN,
KARENA MINYAK SERING SULIT DIPOMPA JIKA SUHUNYA DIBAWAH
SUHU POUR POINTNYA
FLASH POINT (TITIK NYALA)
ADALAH SUATU ANGKA YANG MENYATAKAN SUHU TERENDAH DARI
BAHAN BAKAR, DIMANA AKAN TIMBUL PENYALAAN API SESAAT APABILA
PERMUKAAN MINYAK TERSEBUT DIDEKATKAN DENGAN API
DIPERLUKAN KARENA HUBUNGANNYA DENGAN KEAMANAN SAAT
PENYIMPANAN ATAUPUN PENGANGKUTAN

OCTANE NUMBER (ANGKA OKTAN)


ADALAH SUATU ANGKA YANG MENYATAKAN KEMAMPUAN BAHAN BAKAR
MINYAK DALAM MENAHAN TEKANAN KOMPRESI UNTUK MENCEGAH
TERBAKAR SEBELUM BUSI MENYALA
DIPERLUKAN UNTUK MENGIMBANGI KEMAJUAN TEKNOLOGI, YANG
MEMPUNYAI KECENDERUNGAN MENAIKAN PERBANDINGAN KOMPRESI
UNTUK MENINGKATKAN POWER OUTPUT.

CETANE NUMBER (ANGKA CETANA)


ADALAH SUATU ANGKA YANG MENYATAKAN KUALITAS PEMBAKARAN
DARI MESIN DIESEL
MESIN DIESEL PUTARAN TINGGI → CETANE NUMBER TINGGI
MESIN DIESEL PUTARAN RENDAH → CETANE NUMBER RENDAH
DIPERLUKAN UNTUK MENGURANGI “KNOCKING” ATAU SUARA PUKULAN
DARI DALAM MESIN DIESEL
KENAPA KNOCKING HARUS DIHINDARI ???
POWER BERKURANG KARENA SEBAGIAN BESAR PANAS YANG TIMBUL
DISERAHKAN PADA DAERAH SEKITARNYA, MISALNYA DINDING SILINDER
MENYEBABKAN KERUSAKAN PADA BATANG TORAK DAN DINDING
SILINDER
KARENA KEDUA HAL DIATAS, KERJA MESIN MENJADI BERAT
EMISI : BAU DAN ASAP BERLEBIH
BOROS BAHAN BAKAR

KEUNTUNGAN CETANE NUMBER TINGGI


KECEPATAN KENAIKAN PRESSURE LEBIH RENDAH, SEHINGGA
MENGURANGI “ENGINE NOISE”
MAKSIMUM SILINDER PRESSURE AKAN MENJADI LEBIH RENDAH
MENAIKAN EFISIENSI MESIN DAN POWER OUTPUT
MESIN MUDAH DI”START” TERUTAMA PADA SUHU YANG DINGIN
WAKTU PEMANASAN LEBIH CEPAT
MENURUNKAN ASAP EXHAUST, UAP DAN MENGURANGI BAU EMISI
CARBON RESIDUE (ARANG)
DIPERLUKAN UNTUK MENAKSIR KEMUNGKINAN TERBENTUKNYA ARANG
PADA PROSES PEMBAKARAN YANG BERASAL DARI BAHAN BAKAR
TERSEBUT, KARENA DAPAT MENYEBABKAN KERAK ARANG PADA
INJECTOR MESIN

ASH CONTENT (KADAR ABU)


ADALAH JUMLAH SISA-SISA MINYAK YANG TERTINGGAL, APABILA
DIBAKAR SAMPAI HABIS
BIASANYA BERASAL DARI MINYAK BUMI SENDIRI ATAU KONTAK
DIDALAM PIPA ATAU TANGKI PENYIMPANAN (ADANYA PARTIKAL METAL
YANG TIDAK TERBAKAR)
CONTOH ALAT UKUR DENSITY
CONTOH ALAT UKUR VISCOSITY
CONTOH ALAT UKUR POUR POINT
CONTOH ALAT UKUR FLASH POINT
CONTOH ALAT UKUR CETANE NUMBER
SPESIFIKASI
JENIS BAHAN BAKAR INDUSTRI YANG ADA DI INDONESIA SAAT INI
ADALAH BAHAN BAKAR INDUSTRI DENGAN SPESIFIKASI YANG TELAH
DITETAPKAN OLEH DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI.
SPESIFIKASI BAHAN BAKAR INDUSTRI SECARA INTERNASIONAL
ADALAH :
●ASTM D 975 : STANDAR SPECIFICATION FOR DIESEL FUEL OIL
●ASTM D 2880 : STANDAR SPECIFICATION FOR GAS TURBINE FUEL
OIL
●ASTM D 396 : STANDAR SPECIFICATION FOR FUEL OIL
●ASTM D 6448 : STANDAR SPECIFICATION FOR INDUSTRIAL
BURNER FUELS FROM USED LUBRICATING OILS
●ISO 8217:2005 : MARINE FUEL AND MARINE RESIDUAL FUEL
PENANGANAN BAHAN BAKAR

DALAM PENANGANAN BAHAN BAKAR TERDAPAT 3 PROSEDUR


DIMANA PEMAKAI HARUS MENGETAHUI DAN MENGIKUTINYA
DENGAN MAKSUD MENJAGA KUALITAS DAN KUANTITAS BAHAN
BAKAR YANG AKAN DIGUNAKAN, SEKALIGUS
MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR KESELAMATAN. PROSEDUR
TERSEBUT ADALAH :
1. PENERIMAAN
2. PENYIMPANAN
3. PENGGUNAAN
1. PENERIMAAN
PERIKSA DOKUMEN
PERIKSA SEGEL-SEGEL
PERIKSA MUTUNYA SECARA VISUAL (WARNA, BAU)
PERIKSA TANGKI PENERIMAAN, YAKINKAN MASIH ADA RUANG YANG
CUKUP UNTUK DIISI
SIAPKAN ALAT KESELAMATAN (APAR)
SIAPKAN KEBUTUHAN PENYALURAN KE TANGKI (POMPA, SELANG, VALVE,
DLL)
CATAT VOLUME TANGKI SEBELUM DAN SETELAH DIISI, UNTUK
MENGETAHUI JUMLAH BAHAN BAKAR YANG MASUK
2. PENYIMPANAN
BISA MENGGUNAKAN TANGKI VERTICAL ATAU HORIZONTAL, SESUAIKAN
DENGAN TEMPAT YANG TERSEDIA
SIAPKAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DI AREA PENYIMPANAN
HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN SELAMA PENYIMPANAN :
► LAKUKAN PEMERIKSAAN VOLUME SETIAP HARI / SETIAP ADA
MUTASI
► PERIKSALAH SECARA PERIODIK MUTU BAHAN BAKAR SECARA
VISUAL (CONTOH DIAMBIL SAMPEL DARI ATAS, TENGAH, BAWAH)
► BERSIHKAN TANGKI SETIAP 6 BULAN SEKALI, UNTUK MEMBERSIHKAN
DARI KOTORAN YANG DAPAT MERUSAK MUTU
► LAKUKAN DRAINING SETIAP PAGI UNTUK MEMBUANG AIR YANG
MENGENDAP
KENAPA ADA AIR DALAM TANGKI, DAN HARUS DIBUANG ?
KALAU MALAM SOLAR MENYUSUT → UDARA SEKITAR TERHISAP →
TERJADI KONDENSASI (PENGEMBUNAN)
EMBUN / UAP AIR MENEMPEL DIDINDING TANGKI → LALU MENETES →
MENYUSUP KE DASAR TANGKI
AIR YANG MASUK MEMBAWA BAKTERI YANG BERNAMA DESULPHOVIBRIO
DESULPHURICANS → BERSIFAT ANAEROB, ARTINYA BAKTERI YANG TIDAK
PERLU OKSIGEN DAN SINAR MATAHARI UNTUK HIDUP
BERNAFAS DENGAN SULFUR
SULFUR YANG ADA PADA BAHAN BAKAR AKAN BERKURANG KARENA
DIPAKAI UNTUK BERNAFAS DAN BERKEMBANG BIAK
HASIL PERNAFASANNYA ADALAH SENYAWA ASAM SULFIDA, YANG
BERSIFAT KOROSIF TERHADAP BEBERAPA PERALATAN LOGAM
DIMANA TEMPAT HIDUP BAKTERI TERSEBUT ?
3. PENGGUNAAN
PERIKSA SECARA PERIODIK JALUR PIPA DARI KEBOCORAN, DAN
PERIKSA FILTERNYA
FASILITAS SERTA PERALATAN PENDUKUNG PENYALURAN USAHAKAN
YANG TAHAN TERHADAP PERCIKAN LISTRIK
LAKUKAN PENCATATAN PEMAKAIAN BAHAN BAKAR GUNA MENGETAHUI
PEMAKAIANNYA SELAMA SEBULAN
HINDARI PENYALURAN KE BAGIAN YANG MEMBUTUHKAN PADA SAAT
TANGKI SEDANG MENERIMA BAHAN BAKAR DARI PERTAMINA GUNA
MENGHINDARI KESALAHAN PERHITUNGAN PENERIMAAN
RISIKO KEBAKARAN

UNTUK MENGHINDARI HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKAN DAN UNTUK


KEPENTINGAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA, MAKA HAL-HAL
DIBAWAH INI PERLU DIPERHATIKAN :
1. JANGAN MENGGUNAKAN AIR UNTUK MEMADAMKAN API, KARENA API
AKAN MENYALA DIATAS AIR
2. GUNAKAN KARBONDIOKSIDA, POWDER KIMIA KERING, PASIR ATAU
TANAH KERING
3. LAYOUT YANG JELAS SERTA PAGAR UNTUK MENGHINDARI MASUKNYA
ORANG YANG TIDAK BERKEPENTINGAN, PINTU PENYELAMATAN
HARUS TERSEDIA
4. JARAK ANTAR TANGKI HARUS MEMENUHI SYARAT
5. TANDA BAHAYA DAN KEBAKARAN
6. RAMBU LALU LINTAS
7. BERI PERINGATAN DILARANG MEROKOK DAN ATAU MENYALAKAN API
8. SARANA PEMADAM API HARUS MAMPU DAN SESUAI DENGAN
PENGGUNAAN
TITIK KRITIS LOSSES PADA PENERIMAAN BBM
Before

Dermaga
Discharge
Drain
Sample Valv Tanki Valve
Cock e Timbun Ke
penyaluran

Depot biasa: Check Point: Yakinkan ! Check Point: Pastikan !


1.Tinggi cairan & air 1.Periksa Bahwa 1.Pengukuran Bahwa
density, suhu, semua tinggi cairan & proses
2.Density & suhu dan visual air sebelum drain
valve
3.Visual appearance appearance selain pembongkaran dilakukan
(colour & oudor) setiap: valve jalur , setiap jam secara
yg dan setelah hati-hati
a. 5 menit
Depot dg fasilitas diinginkan selesai
lab, ada tambahan b. 10 menit dalam pembongkaran
check point: c. 15 menit kondisi 2.Periksa
tertutup density, suhu,
1. RON d. 30 menit
dan visual
2. Water Content e. 60 menit appearance,
3. Flash Point setelah selesai
2. Periksa besar
pembongkaran
4. Destilasi tekanan
.
(pressure
5. Unt. Black Oil, monitoring)
Viscosity & Metal
Content
TITIK KRITIS LOSSES PADA PENYALURAN BBM

Drain
Valve
Filling Point
Tanki
Timbun Meter
Arus

Pengukuran Pompa
OpeningStock
harus
dilaksanakan
setiap hari
1.Pengukuran
Keakurasian Meter
Density & Suhu
Arus
1.Penyegelan
PROSES PENERIMAAN SOLAR DI PT KRM

Halo, ada solar Sebentar,


nih, bisa masuk lihat dulu,
ga ???? Mhhh…oke bisa
SOLAR

SATPAM POWER HOUSE MENUJU TANGKI


PROSES PENERIMAAN SOLAR DI PT KRM
PERIKSA SURAT JALAN
MENCATAT VOLUME SEBELUM DAN SESUDAH DIISI
PEMERIKSAAN SEGEL DAN TERA VOLUME
PEMASANGAN UTILITAS PENYALURAN
MERESET FLOW METER
MEMBUKA VALVE INPUT
AMBIL SAMPEL SOLAR ± 500 ML ATAU SATU BOTOL SEDANG AIR
MINERAL
SETELAH SELESAI, PERIKSA TANGKI DAN FLOW METER
PEMERIKSAAN SURAT JALAN
PENCATATAN VOLUME SEBELUM DAN SETELAH DIISI
PEMERIKSAAN SEGEL DAN TERA VOLUME
PEMASANGAN UTILITAS PENYALURAN
MERESET FLOW METER

MEMBUKA VALVE INPUT


SAMPLE SOLAR
PEMERIKSAAN TANGKI DAN FLOW METER SETELAH
SELESAI
TERA VOLUME YANG DISEGEL
PASTIKAN FLOW METER SUDAH DIRESET SEBELUM MENGISI
CEK FLOW METER SETELAH SELESAI
SETELAH SELESAI, PASTIKAN TANGKI KOSONG
PASTIKAN SEGEL TIDAK PUTUS
SISTEM PENYALURAN KE TANGKI
TEMPAT SAMPEL SOLAR BULAN INI
TEMPAT SAMPEL SOLAR BULAN LALU
THANK YOU FOR YOUR
ATTENTION