Anda di halaman 1dari 5

BENSIN premium memiliki angka oktan 88.

Tetapi bensin premium bisa ngejos seperti pertamax


dengan tambahan etanol 99%, karena etanol memiliki angka oktan 117.
Caranya, campurkan sekian persen bensin premium dengan sekian persen etanol. Misalnya campuran 1
: 9, di mana 10% etanol dtambahkan ke 90% premium. Ambil 10 ml etanol dengan 90 ml premium
menjadi 1 liter bensol (bensin - etanol), maka angka oktan menjadi 10% X 117 + 90% X 88 = 90,9 atau
mendekati pertamax.
Pencampuran antara premium dengan etanol bisa dilakukan dengan rasio yang berbeda. Hanya saka
diperlukan kehati-hatian untuk kendaraan berumur di bawah tahun 2000. Etanol memiliki sifat
melarutkan karet, sehingga mengancam kekuatan seal (sil) klep.

Angka Oktan Pada BBM!!

Nah karena gw udah lama gak posting tentang otomotif jadi gw posting dah hehehe (itung-itung
perbanyak postingan ^_^) sekarang gw mau bahas angka oktan pada BBM, tau gak angka oktan
apaan?? itu lho misalnya klo premium 88, pertamax 92 dan pertamax plus 95 pengen tau lebih jelas??

Nama oktan berasal dari oktana (C8), karena dari seluruh molekul penyusun bensin, oktana yang
memiliki sifat kompresi paling bagus. Oktana dapat dikompres sampai volume kecil tanpa mengalami
pembakaran spontan, tidak seperti yang terjadi pada heptana, misalnya, yang dapat terbakar spontan
meskipun baru ditekan sedikit.

Oktan adalah angka yang menunjukkan berapa besar tekanan maksimum yang bisa diberikan di dalam
mesin sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran bensin dan udara (berbentuk
gas) bisa terbakar sendiri secara spontan sebelum terkena percikan api dari busi. Jadi, semakin tinggi
angka oktannya, semakin lama bensin itu terbakar spontan. Pembakaran spontan ini menimbulkan
ketukan di dalam mesin yang biasa disebut gejala ngelitik atau knocking. Pembakaran spontan ini
sebisa mungkin dihindari dengan angka oktan yang tinggi. Jika masih menggunakan premium yang
beroktan 88, maka mesin akan ngelitik atau knocking.

Tips untuk memilih BBM yang baik untuk kendaraan kita adalah penggunaan angka oktan yang harus
sesuai dengan tekanan kompresi kendaraan kita. Semakin tinggi kompresinya maka sebaiknya
menggunakan BBM berangka oktan tinggi. Untuk kendaraan berkompresi dibawah 9:1 masih dapat
menggunakan premium namun untuk kendaraan dengan kompresi 9,1:1 sampai 10:1 sebaiknya
menggunakan pertamax atau sejenisnya dan kendaraan dengan kompresi 10,1 keatas sebaiknya
menggunakan pertamax plus atau sejenisnya. Apabila penggunaan kadar oktan tidak sesuai maka dapat
menyebabkan piston menjadi bolong contohnya jika mobil keluaran tahun 2000 menggunakan oktan
88? Yang jelas piston menjadi bolong.
Bensin oktan 92 dikenal dengan nama Pertamax (produksi Pertamina), Super (produksi Shell), dan
Primax (produksi Petronas). Sedangkan bensin oktan 95 biasa disebut Pertamax Plus (Pertamina),
Super Extra (Shell), dan Primax95 (Petronas).Biasanya angka oktan rekomendasi pabrik ini
dicantumkan dalam buku manual maupun di dekat tutup tangki bensin mobil.

Struktur bensin yang baik adalah dengan komposisi n-heptana 0% dan iso-oktana 100%, n-heptana
adalah rantai karbon lurus sedangakn iso-oktana adalah rantai karbon bercabang. Apabila struktur suatu
BBM lebih banyak rantai bercabangnya maka bensin tersebut lebih sulit untuk terbakar dan
dikategorikan dalam bensin bermutu baik sebaliknya bila komposisinya lebih banyak rantai karbon
lurusnya maka bensin tersebut bermutu kurang baik.

Angka oktan bisa ditingkatkan dengan menambahkan zat aditif bensin. Menambahkan tetraethyl lead
(TEL, Pb(C2H5)4) pada bensin akan meningkatkan bilangan oktan bensin tersebut, sehingga bensin
"murah" dapat digunakan dan aman untuk mesin dengan menambahkan timbal ini. Untuk mengubah Pb
dari bentuk padat menjadi gas pada bensin yang mengandung TEL dibutuhkan etilen bromida
(C2H5Br). Celakanya, lapisan tipis timbal terbentuk pada atmosfer dan membahayakan makhluk hidup,
termasuk manusia. Di negara-negara maju, timbal sudah dilarang untuk dipakai sebagai bahan
campuran bensin.

Zat tambahan lainnya yang sering dicampurkan ke dalam bensin adalah MTBE (methyl tertiary butyl
ether, C5H11O), yang berasal dan dibuat dari etanol. MTBE murni berbilangan setara oktan 118.
Selain dapat meningkatkan bilangan oktan, MTBE juga dapat menambahkan oksigen pada campuran
gas di dalam mesin, sehingga akan mengurangi pembakaran tidak sempurna bensin yang menghasilkan
gas CO. Belakangan diketahui bahwa MTBE ini juga berbahaya bagi lingkungan karena mempunyai
sifat karsinogenik dan mudah bercampur dengan air, sehingga jika terjadi kebocoran pada tempat-
tempat penampungan bensin (misalnya di pompa bensin) MTBE masuk ke air tanah bisa mencemari
sumur dan sumber-sumber air minum lainnya.

Bensin beroktan tinggi pada mobil yang memiliki spesifikasi oktan di atas 90 membuat konsumsi
bahan bakar lebih irit. Ini disebabkan bensin lebih lama terbakar sehingga mesin bisa efisien. Dengan
sedikit bahan bakar, bisa menghasilkan tenaga yang banyak, inilah kenapa bila memakai bensin dengan
oktan tinggi menjadi lebih irit.

Pengukuran angka oktan dilakukan dengan membandingkan kemampuan mencegah ngelitik antara
suatu jenis bensin dengan campuran kimia antara senyawa isooktan dan n-heptan. Bensin beroktan 88,
misalnya, berarti memiliki kemampuan mencegah ngelitik sama dengan campuran yang terdiri atas 88
persen isooktan dan 12 persen n-heptane.
Ada dua kategori angka oktan ini, yakni RON (research octane number) dan MON (motor octane
number). RON diperoleh dari simulasi kinerja bahan bakar saat mesin dioperasikan dalam kondisi
standar, sementara MON menunjukkan kinerja bahan bakar saat mesin dioperasikan dalam kondisi
lebih berat. Angka oktan MON bisa 10 poin lebih rendah dibandingkan angka oktan RON. Angka
oktan yang kita lihat di belakang nama produk bensin di SPBU adalah RON. Pengecualian di pasar
Amerika Serikat, angka yang tertera di SPBU adalah nilai rata-rata dari RON dan MON, sehingga lebih
rendah dibandingkan oktan yang tertera di negara-negara lain.

Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum
bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas)
ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api
yang dihasilkan busi. Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar
secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan
yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau ketukan di
dalam mesin. Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus kita
hindari.

Nama oktan berasal dari oktana (C8), karena dari seluruh molekul penyusun bensin, oktana yang
memiliki sifat kompresi paling bagus. Oktana dapat dikompres sampai volume kecil tanpa mengalami
pembakaran spontan, tidak seperti yang terjadi pada heptana, misalnya, yang dapat terbakar spontan
meskipun baru ditekan sedikit.

Bensin dengan bilangan oktan 87, berarti bensin tersebut terdiri dari 87% oktana dan 13% heptana
(atau campuran molekul lainnya). Bensin ini akan terbakar secara spontan pada angka tingkat kompresi
tertentu yang diberikan, sehingga hanya diperuntukkan untuk mesin kendaraan yang memiliki ratio
kompresi yang tidak melebihi angka tersebut.

Umumnya skala oktan di dunia adalah Research Octane Number (RON). RON ditentukan dengan
mengisi bahan bakar ke dalam mesin uji dengan rasio kompresi variabel dengan kondisi yang teratur.

Beberapa angka oktan untuk bahan bakar:

• 87 → Bensin standar di Amerika Serikat


• 88 → Bensin tanpa timbal Premium
• 91 → Bensin standar di Eropa, Pertamax
• 92 → Bensin standar di Taiwan[1]
• 94 → Premix-TT
• 98 → PertamaxPlus

Angka oktan bisa ditingkatkan dengan menambahkan zat aditif bensin. Menambahkan tetraethyl lead
(TEL, Pb(C2H5)4) pada bensin akan meningkatkan bilangan oktan bensin tersebut, sehingga bensin
"murah" dapat digunakan dan aman untuk mesin dengan menambahkan timbal ini. Untuk mengubah Pb
dari bentuk padat menjadi gas pada bensin yang mengandung TEL dibutuhkan etilen bromida
(C2H5Br). Celakanya, lapisan tipis timbal terbentuk pada atmosfer dan membahayakan makhluk hidup,
termasuk manusia. Di negara-negara maju, timbal sudah dilarang untuk dipakai sebagai bahan
campuran bensin.

Zat tambahan lainnya yang sering dicampurkan ke dalam bensin adalah MTBE (methyl tertiary butyl
ether, C5H11O), yang berasal dan dibuat dari etanol. MTBE murni berbilangan setara oktan 118. Selain
dapat meningkatkan bilangan oktan, MTBE juga dapat menambahkan oksigen pada campuran gas di
dalam mesin, sehingga akan mengurangi pembakaran tidak sempurna bensin yang menghasilkan gas
CO. Belakangan diketahui bahwa MTBE ini juga berbahaya bagi lingkungan karena mempunyai sifat
karsinogenik dan mudah bercampur dengan air, sehingga jika terjadi kebocoran pada tempat-tempat
penampungan bensin (misalnya di pompa bensin) MTBE masuk ke air tanah bisa mencemari sumur
dan sumber-sumber air minum lainnya.

Etanol yang berbilangan oktan 123 juga digunakan sebagai campuran. Etanol lebih unggul dari TEL
dan MTBE karena tidak mencemari udara dengan timbal. Selain itu, etanol mudah diperoleh dari
fermentasi tumbuh-tumbuhan sehingga bahan baku untuk pembuatannya cukup melimpah. Etanol
semakin sering dipergunakan sebagai komponen bahan bakar setelah harga minyak bumi semakin
meningkat.

Bensin
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk bensin sebagai istilah kimia, lihat Bensin (kimia).

Bensin, atau Petrol (biasa disebut gasoline di Amerika Serikat dan Kanada) adalah cairan campuran
yang berasal dari minyak bumi. Sebagian besar bensin tersusun dari hidrokarbon. Di banyak tempat di
Sumatera, bensin disebut juga dengan minyak.

Kini bensin sudah hampir mejadi kebutuhan pokok masyarakat dunia yang semakin dinamis. Bahkan
orang Amerika menggunakan 1,36 milyar liter bensin setiap hari.

Karena merupakan campuran berbagai bahan, daya bakar bensin berbeda-beda menurut komposisinya.
Ukuran daya bakar ini dapat dilihat dari Oktan setiap campuran. Di Indonesia, bensin diperdagangkan
dalam dua kelompok besar: campuran standar, disebut premium, dan bensin super.

[sunting] Cara Kerja Bensin dalam Mesin

Bensin bekerja di dalam mesin pembakaran yang ditemukan oleh Nikolaus Otto. Mesin pembakaran
dikenal pula dengan nama Mesin Otto. Cara kerja bensin di dalam mesin pembakaran:

• Bensin dari tangki masuk ke dalam karburator. Kemudian bercampur dengan udara. Pada mesin
modern, peran karburator digantikan oleh sistem injeksi. Sebuah sistem pembakaran baru yang
bisa meminimalisir emisi gas buang kendaraan.
• Campuran bensin dan udara kemudian dimasukkan ke dalam ruang bakar.
• Selanjutnya, campuran bensin dan udara yang sudah berbentuk gas, ditekan oleh piston hingga
mencapai volume yang sangat kecil.
• Gas ini kemudian dibakar oleh percikan api dari busi.
• Hasil pembakaran inilah yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan kendaraan.

Dalam kenyataannya, pembakaran gas di dalam mesin tidak berjalan dengan sempurna. Salah satu
masalah yang sering muncul adalah “ketukan di dalam mesin”, atau disebut sebagai "mesin ngelitik"
atau knocking. Jika dibiarkan, knocking dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Knocking terjadi
karena campuran udara dan bahan bakar terbakar secara spontan karena tekanan tinggi di dalam mesin,
bukan karena percikan api dari busi.
Penyebab knocking ada beberapa macam, yaitu:

• Pemakaian bensin yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin.


• Ruang bakar sudah kotor dan berkerak.
• Penyetelan pengapian yang kurang tepat.

Nama Produk Bensin

Bensin memiliki berbagai nama, tergantung pada produsen dan Oktan. Beberapa jenis bensin yang
dikenal di Indonesia diantaranya:

• Premium, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 87.


• Pertamax, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 92.
• Pertamax Plus, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 95.
• Pertamax Racing, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 100. Khusus untuk kebutuhan balap
mobil.
• Primax 92, produksi Petronas yang memiliki Oktan 92.
• Primax 95, produksi Petronas yang memiliki Oktan 95.
• Super 92, produksi Shell yang memiliki Oktan 92.
• Super Extra 94, produksi Shell yang memiliki Oktan 94.
• Performance 92, produksi Total yang memiliki Oktan 92.
• Performance 95, produksi Total yang memiliki Oktan 95.