LATAR BELAKANG

PERILAKU INDIVIDU (apa yang dikerjakan) Kinerja

VARIABEL INDIVIDU: ×Kemampuan dan Keterampilan: mental, fisik,sikap inovasi ×Latar belajang: keluarga, tingkat social, pengalaman ×Demografis: Umur, etnis, jenis kelamin PSIKOLOGIS Persepsi Sikap Kepribadian Belajar Motivasi

VARIABEL ORGANISASI Sumber Daya Kepemimpinan Imbalan Struktur Desain pekerjaan

DIAGRAM SKEMATIS TEORI PERILAKU DAN KINERJA DIKUTIP OLEH ILYAS (1999)

‡ Apakah variabel sikap inovasi, kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro? ‡ Apakah variable sikap inovasi, kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro? ‡ Diantara variable sikap inovasi, kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi mana yang berpengaruh dominan terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro?

  

Untuk pengaruh variable sikap inovasi, kepemimpinan kepala sekolah, dan motivasi secara simultan terjadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Untuk menganalisis pengaruh variable sikap inovasi, kepemimpinan kepala sekolah, dan motivasi secara parsial terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Untuk mengetahui mana sajakah diantara variabel sikap inovasi, kepemimpinan kepala sekolah, dan motivasi yang berpengaruh dominan terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.

Bagi peneliti. Menjadi bahan masukan bagi setiap komponen pendidikan. kepemimpinan kepala sekolah. dan motivasi terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro. Disamping itu dari penelitian ini. hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang pengaruh sikap inovasi. Kabupaten Bojonegoro. penempatan. dapat diperoleh banyak informasi untuk memperluas cakrawala pengetahuan dan menerapkan salah satu cabang pengetahuan dalam bidang pendidikan. penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan tentang pengaruh variabel sikap inovasi. . kepala sekolah. pemanfaatan. baik itu guru. pembinaan dan peningkatan profesionalisme guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro.Dari segi ilmiah. Kabupaten Bojonegoro. kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja Guru dan dapat digunakan sebagai bahan acuan di bidang penelitian lainnya. bahkan pejabat pemerintahan yang terkait dalam membuat kebijakan.

Dalam Penelitiannya yang berjudul ³Pengaruh Kepemimpinan Dan Komunikasi Intern Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang´ Berdasarkan hasil penelitian. gaya kepemimpinan dan komunikasi intern memberikan pengaruh yang positif terhadap efektivitas kerja. Beliau menggunakan Regresi berganda dalam analisis data empirisnya menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan. manajerial. . dan motif berprestasi dengan efektifitas kinerja kepala SMK. Kepemimpinan mempunyai pengaruh yang lebih besar dari pada komunikasi intern ‡ Sibuea (2003) dalam penelitiannya yang berjudul ³Hubungan Antara Keterampilan Manajerial Dan Motif Berprestasi Dengan Efektifitas Kinerja Kepala SMK di kota Medan´. Agus (2006).‡ Asrofi.

.

imajinatif. .LANJUTAN ‡ Berdasarkan uraian teori di atas. pengetahuan tentang teknologi dan informasi. maka dapat dikemukakan bahwa sikap inovatif merupakan suatu kecenderungan untuk bereaksi atau bertindak terhadap inovasi yang tercermin dalam: (1) Tentang pembelajaran yaang dilaksanakan guru seperti pengetahuan atau pengalaman sesuatu yang baru (inovasi) yaitu: pengetahuan tentang pengelompokan murid. (2) respon terhadap inovasi. pengetahuan tentang pemakaian ruang dan waktu. penemuan pelayanan dan produk baru. pengetahuan tentang cara mengajar. (3) kreatif yaitu: kemampuan dalam memecahkan masalah.

antara lain : Tead mengemukakan kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.€ € Kartini Kartono (1992: 49) dalam bukunya "Pemimpin dan Kepemimpinan" mengemukakan definisi kepemimpinan dari berbagai tokoh. kemampuan untuk membimbing orang. . Terry menyatakan kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka suka berusaha mencapai tujuan-tujuan kelompok. Hoyt menyatakan kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia.

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH .

kondisi lingkungan.‡ Menurut Herzberg (1966). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan. ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. yang termasuk didalamnya adalah achievement. kemajuan tingkat kehidupan. dsb (faktor intrinsik). dan sebagainya (faktor ekstrinsik). sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan. Dua faktor itu disebutnya faktor higiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). imbalan. pengakuan. . termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia.

secara teoritis ada tiga kelompok variabel yang memengaruhi perilaku kerja dan kinerja yaitu : Variabel individu. Menurut Gibson yang dikutip oleh Ilyas (1999). variabel organisasi dan variabel psikologis. ‡ KINERJA .Menurut Mangkuprawira (2007) kinerja adalah hasil dari proses pekerjaan tertentu secara terencana pada waktu dan tempat dari karyawan serta organisasi bersangkutan.

. dan menilai hasil belajar. Kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikasi/kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru.‡ Kinerja guru mempunyai spesifikasi tertentu. wujud perilaku yang dimaksud adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran yaitu bagaimana seorang guru merencanakan pembelajaran. Berkaitan dengan kinerja guru. melaksanakan kegiatan pembelajaran.

SIKAP INOVASI (X1) Kepemimpinan Kepala Sekolah (X2) Motivasi (X3) Kinerja Guru (Y) .

dimana dalam penelitian ini aspek individu guru yaitu sikap inovasi. organisasi yaitu kepemimpinan kepala sekolah selaku pimpinan organisasi sekolah. oleh karena itu ketiga variable di atas diangkat dalam penelitian tesis ini. dan yang terakhir adalah aspek psikologis yaitu motivasi. bilamana diintegrasikan dengan komponen baik guru sebagai individu.‡ Kinerja guru akan menjadi optimal. dan aspek psikologi. . organisasi.

Kabupaten Bojonegoro € Bahwa variabel motivasi yang paling dominan berpengaruh dengan variabel kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro. kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro. Kabupaten Bojonegoro sebagai variabel dependentnya . Kabupaten Bojonegoro € Bahwa variable sikap inovasi.€ Bahwa variabel sikap inovasi. kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Bojonegoro.

43). . 1989. yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan kausan antara variable-variabel melalui pengujian hipotesis (Singarimbun dan Effendi. Menurut Faisal (1992) explanatory research ditujukanuntuk menemukan dan mengembangkan teori sehingga hasilnya dapat menjelaskan terjadinya suatu gejala atau kenyataan social tertentu.Jenis Penelitian ‡ Berdasarkan permasalahan dan tujuan pnelitian maka pnelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplanatori.

Penelitian ini dilaksanakan selama 4 (empat bulan. € .€ Lokasi penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan BojonegoroKabupaten Bojonegoro Propinsi Jawa Timur.

jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15 % atau 20-25 % atau lebih. selanjutnya. ‡ Untuk Sampel dalam bukunya Arikunto menyatakan bahwa apabila subjek kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. . ditentukan dalam penelitian kali sample diambil 24 % dari populasi sehingga sampel penelitian berjumlah 72 guru.‡ Populasi dalam penelitian ini seluruh guru SD Negeri di Kecamatan Bojonegoro yang berjumlah 301 guru.

‡ Variabel Bebas/ Independent (dengan notasi X) Dalam Penelitian ini Variabel Bebas/ Independent (X) antara lain: ± Sikap Inovatif (X1) ± Kepemimpinan Kepala Sekolah (X2) ± Motivasi (X3) ‡ Variabel Terikat/ Dependent (dengan notasi Y) Dalam penelitian ini variabel terikat/ dependent (Y) hanya ada satu yaitu Kinerja Guru SD Negeri Kecamatan Kota Bojonegoro .

‡ Untuk menentukan nilai variabel Sikap Inovatif (X1). Kepemimpinan Kepala Sekolah(X2) dan Motivasi (X3) dan Kinerja (Y) menggunakan instrumen berupa quesioner yang diukur secara skoring berdasarkan skala linkert dari masing-masing skor jawaban responden tersebut. .

Metode Observasi Dalam hal ini peneliti mengadakan pengamatan langsung guna mendapatkan gambaran umum tentang kinerja guru sekolah dasar negeri di kota Bojonegoro 2. yaitu dengan memberikan kuisioner atau daftar pertanyaan yang sudah disediakan beserta alternatif jawaban responden. 3. Metode Wawancara (Interview) Dengan metode ini data diperoleh dari hasil tanya jawab langsung antara peneliti dengan subjek penelitian. Metode Kuisioner (Questioner) Metode ini digunakan untuk mendapatkan variabel bebas (motivasi. lingkungan kerja dan kedisiplinan) serta variabel tak bebas ((kinerja).Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. yaitu guru sekolah dasar negeri di kota Bojonegoro .

.

05. 121 . ada di hal. yakni mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total semua instrument penelitian dinyatakan valid karena masing-masing istrumen memiliki nilai r hitung • r table nilai signifikan < 0.‡ Uji Validitas Menggunakan Bivariate Pearson.128 .

827 Standa Ket.6 Reliab el Reliab el Reliab el Reliab el Sikap inovasi (X1) Kepemimpinan Kepala .6 > 0.914 Motivasi (X3) .940 Sekolah (X1) .€ Uji Reliabilitas Cara mencari reliabilitas dalam tesis ini menggunakan rumus Alpha Crocnbach Variabel Alpa Cronbac h . r > 0.6.13 di atas dapat dikatakan bahwa semua instrument dinyatakan reliabel karena masing-masing nilai Cronbach Alpha > 0.834 Kinerja (Y) Berdasarkan tabel 4. .6 > 0.6 > 0.

Dalam Sulaiman (2004:80) dijelaskan rumus persamaan garis regresi sebagai berikut : K ! a  b1x 1  b 2 x 2  b 3x 3  e Dimana: = variable kriterium x = Variabel predictor a = bilangan konstan b = koofisien arah regresi linier e = error .€ Pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent diketahui dengan melakukan analisis regresi berganda.

090 Kolmogorov-Smirnov Z .28 111.12 Tabel Normalitas Data Sikap inovasi Kepemimpinan Motivasi kepala sekolah 72 72 72 84.064 Differences Negative -.123 -.359 .602. Sig.765 Asymp.Uji Normalitas Data ‡ Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov TABEL 4. Test distribution is Normal. seluruh variabel dalam penelitian ini memiliki asymp signifikansi sebesar 0.109 -.223 sampai dengan 0..047 .b Std.123 .496 .093 .617 15. Calculated from data. sig.13 N Mean Normal Parametersa.830 1.467 7.098 -. Mengingat asymp b.79 Kinerja guru 72 103.448 11.088 .925 .12.090 Most Extreme Positive . (2-tailed) . maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel memiliki data yang berdistribusi normal .098 .75 211.223 .059 . Dari hasil uji normalitas dalam Tabel 4. 7.051 Deviation Absolute .602 a.05. Masing-masing variabel > 0.109 .

.

411 5.14 diketahui bahwa model regresi tidak mengalami a.000 .14 Hasil Uji Multikolineritas Standardi zed Coefficie nts Beta .033 Collinearity Statistics Toleran VIF Sig. ce .001 .172 .003 .618 .686 1.631 1. Error 6.028 Unstandardized Coefficients Model 1 SIKAP INOVASI KEPEMIM PINAN KEPALA SEKOLAH MOTIVAS I B .253 .593 .749 1.101 Std.336 (Constant) 22.399 .049 .221 t 3. .214 .076 .HASIL UJI MULTIVARIAT Tabel 4. Dependent Variable: KINERJA GURU gangguan multikolinearitas karena semua variabel independen pada penelitian ini memiliki nilai VIF < 10 dengan angka tolerance mendekati 1.370 .871 3.357 4.000 .585 Dari Tabel 4.

‡ Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan metode Park yaitu meregresikan nilai (Lnei2) dengan masing-masing variabel dependent .

LnX3 tidak ada gejala heterokedasitas dengan ini dapat disimpulkan bahwa tidak diketemukannya masalah heteroskedasitas pada model regresi.793 -. sehingga Ho diterima artinya pengujian Ln ei2 dengan ln X1.680 -.981 .551 . Sedangkan nilai t tabel 1.740.740 -. dan 0. .600 -0.430 .667.916 1 1 Dari hasil output diatas dapat dilihat bahwa nilai t hitung adalah -0.462 .106. . lnX2.600 . maka t hitung berada pada t tabel ” t hitung ” t tabel.499 .024 .HASIL HETEROKEDASITAS Model 1 (Constant) lnx1 (Constant) lnx2 (Constant) lnx3 t .106 Sig.

‡ Untuk mengetahui ada tidaknya gejala autokorelasi maka perlu dilihat tabel Durbin Watson dengan jumlah variabel bebas (k) dan jumlah data (n) sehingga diketahui dL dan dU maka dapat diperoleh distribusi daerah keputusan ada tidak terjadi autokorelasi Gujarati. .‡ Autokorelasi dapat didefinisikan sebagai korelasi antara data observasi yang diurutkan berdasarkan urut waktu( data time series) atau data yang diambil pada waktu tertentu (data cross sectional) Gujarati. Artinya nilai residual (Y observasi ± Y prediksi) pada waktu ke±t (et) tidak boleh ada hubungan dengan nilai residual observasi sebelumnya (et-1). (1993:201). Jadi dalam model regresi linier diasumsikan tidak terdapat gejala autokorelasi. (1998:218).

Sedangkan hasil uji autokorelasi dengan teknik Durbin-Watson jika dimasukkan dalam range tersebut yaitu 1. Predictors: (Constant).35.651 < 2.854a .729 . Dependent Variable: KINERJA GURU Hasil uji Durbin-Watson pada lampiran diperoleh nilai Durbin-Watson sebesar 1.16 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Mode R R Square Adjusted R Std.717 3. hal ini berarti bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak mengalami problem autokorelasi. MOTIVASI. . KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH. Nilai Durbin-Watson yang bebas dari gangguan autokorelasi terletak pada range 1. SIKAP INOVASI b.65 < DW < 2.651.65 < 1.35.HASIL AUTOKORELASI Tabel 4.752 1.651 a. Error of DurbinSquare the Estimate Watson l 1 .

221 .253 .24 Hasil Uji Analisis Regresi Standardiz ed Unstandardized Coefficient s Coefficients Model (Constant) Sikap inovasi Kepemimpinan Kepala Sekolah B 22.033 .618 .172 Sig.028 5.101 X2+ 0.049 Y = 22.370 . Dependent Variable: Kinerja Guru .357 4.585 Collinearity Statistics Toleran ce VIF Motivasi .Tabel 4.686 1.003 . .593 .000 .101 Std.749 .370 X1 + 0.411 Beta t 3.631 1.001 .336 1. Error 6.214 +0.253 X3+e a.399 .000 .871 3.076 .21 4 .

05 dan df1 = 3 dan df 2 = 72. Predictors: (Constant). Hasil Uji F Sum of Model df Squares Regression 2572.155 3529. F hit > F tabel. KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH.925 Sig. Kepemimpinan Kepala Sekolah.‡ UJI F Pengujian tingkat signifikansi simultan atau uji signifikansi secara bersamasama pengaruh varibel bebas4.076 F 60.000a a. . maka diperoleh F tabel = 3. SIKAP INOVASI b.18 Tabel terhadap variabel terikat (uji statistik F).720 3 1 Residual Total 957. Artinya bahwa sikap inovasi. .573 14. MOTIVASI. menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 60.875 68 71 Mean Square 857. dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. ini berarti bahwa tolak Hipotesis nol (Ho) dan berarti model memiliki tingkat signifikansi pada a = 0.124. Dependent Variable: KINERJA GURU Dari Tabel di atas. Dengan demikian.925 Sedangkan F tabel pada derajat bebas 0.05.

05 Tolak Ho Tolak Ho Tolak Ho 1. X2.05. db=65) Kriteria Uji t hit > t tabel = tolak Ho t hit < t tabel = terima Ho Kesimpulan pada a = 0.05 . dan X3) terhadap variabel terikat (Y) dilaksanakan dengan uji statistik t. dan motivasi berpengaruh signifikan pada taraf 0.871 3.‡ UJI t Pengujian tingkat signifikansi parameter individual atau uji signifikansi secara parsial pengaruh variabel bebas (X1.028 5. t hit 4.666 diketahui bahwa ketiga variabel independen yaitu variabel Sikap inovasi. . kepemimpinan kepala sekolah.172 t tabel (a=0.

variabel sikap inovasi (X1) berpengaruh secara parsial sebesar 48. mempunyai semangat tinggi maka semakin tinggilah kinerja guru tersebut. menunjukkan respon positif terhadap ilmu pengetahuan yang baru. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X2) secara parsial berpengaruh sebesar 30. . mampu menemukan cara-cara baru dalam pelayanan pembelajaran maka semakin tinggilah kinerja guru tersebut. tidak suka membuangbuang waktu. Selain itu Kepala Sekolah juga sangat memegang peranan penting karena bagaimanapun kepala sekolah selaku manager di sekolah. memilih teman kerja dengan baik.71 % terhadap Kinerja guru.28 % terhadap kinerja guru dan Motivasi berpengaruh secara parsial sebesar 51. Demikian juga apabila Motivasi semakin tinggi maka otomatis akan berdampak positif terhadap kinerja guru karena kalau seseorang memiliki kepercayaan dalam menghadapi tugas. memiliki sikap berorientasi kedepan.‡ ‡ ‡ Artinya. apabila kepemimpinan kepala sekolah ditingkatkan maka otomatis akan berdampak positif terhadap kinerja guru.72%. kreatif dalam mencari solusi permasalahan yang ada. beliaulah yang mengendalikan sekolah. Artinya apabila sikap inovasi semakin tinggi maka otomatis akan berdampak positif terhadap kinerja guru tersebut karena kalau seseorang guru memiliki pengetahuan tentang teknologi baru. imajinatif.

terungkap bahwa tingkat sikap inovasi guru sebahagian besar masih kategori sedang. .‡ Apabila ditinjau dari klasifikasi pengelompokan skor.4% ) dan kategori tinggi sebanyak 8 orang (11. ‡ Berdasarkan temuan penelitian. Hasil yang diperoleh yaitu yang termasuk kategori rendah 14 orang ( 19.1%). Hal ini berarti dalam upaya peningkatan kinerja guru dapat mengandalkan sikap inovasi. Sikap inovasi memiliki sumbangan positif yang sangat berarti terhadap kinerja guru.4% ). sikap inovasi menjadi salah satu faktor penentu terhadap kinerja guru. kategori sedang sebanyak 50 orang ( 69.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful