Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kian berkembangnya teknologi komunikasi tidak lagi dibatasi oleh ruang


dan waktu, begitu banyak media yang dapat digunakan untuk menyampaikan
pesan. Jika Tahun 22.000 SM manusia berkomunikasi melalui tulisan-tulisan di
Goa, berkembang ke Era Komunikasi dengan ditemukannya mesin cetak oleh
Guttenberg pada Tahun 1456, lalu berkembang pada Era Telekomunikasi, hingga
pada Era sekarang yaitu Era Komunikasi interaktif yang dimulai pada Tahun 1946
dengan ditemukannya mainframe komputer oleh Universitas Pennsylvania,
Amerika Serikat, kini manusia dapat berkomunikasi dengan siapa dan kapan saja.

Seiring dengan perkembangan Era Komunikasi tersebut, berjalan sejajar


teori-teori tentang Ilmu Komunikasi. Kajian disiplin Ilmu Komunikasi tidak lagi
terletak pada Komunikator-Pesan-Komunikan, tetapi jauh lebih berkembang lagi
pada aspek-aspek yang lain seperti Media yang digunakan, gangguan, aspek
psikologis, hingga penerapan komunikasi pada kebutuhan individu dan golongan.

Dengan demikian dibutuhkanlah gambaran yang sistematis dan abstrak.


Fungsinya untuk menerangkan potensi-potensi tertentu yang berkaitan dengan
beragam aspek dari suatu proses, dalam hal ini yaitu proses komunikasi. Dengan
Model Komunikasilah dapat menunjukan sebuah objek yang mengandung
kompleksitas proses di dalamnya dan hubungan antara unsur-unsur
pendukungnya.

1
2

B. Tujuan

Sebagaimana kita ketahui bahwa antara model dan teori mempunyai kaitan
yang erat. Model merepresentasikan teori dalam sebuah bentuk, model juga
membantu kita untuk merumuskan sebuah teori.

Model dibangun agar kita dapat mendefinisi, menggambar, atau


mengkategorisasikan komponen-komponen yang relevan dari suatu proses.
Sebuah model dikatakan sempurna, jika ia mampu memperlihatkan semua aspek
yang mendukung terjadinya suatu proses1.

Dengan demikian penting adanya jika kita mengetahui sebuah model dari
teori-teori yang dipelajari, dalam hal ini adalah Ilmu Komunikasi

Model komunikasi beserta contohnya yang terdapat pada makalah ini


diharapkan mampu membantu kita dalam memahami komunikasi dan
menspesifikasi bentuk-bentuk komunikasi dalam hubungan antar manusia.

Bahwasanya dapat kita mengerti, selain untuk menambah nilai mata kuliah
Pengantar Ilmu Komunikasi, pembuatan makalah ini bertujuan untuk memperluas
pengetahuan Ilmu Komunikasi pada sebuah bentuk model menurut para ahli-ahli
Komunikasi.

1
Riswandi, ilmu komunikasi (Jakarta: Graha Ilmu, 2009), 37
3

C. Rumusan Masalah

Untuk menyampaikan sebuah pesan, komunikator dipermudah dengan


hadirnya banyaknya media, begitu banyak pilihan media yang dapat digunakan
sehingga pesan-pesan yang disampaikan begitu kreatif, sehingga komunikator
dituntut cerdas dalam menyampaikan sebuah pesan, tanpa mengurangi esensi dari
isi pesan, tujuan, dan feedback yang diharapkan.

Khususnya bagi seorang komunikator sebuah model komunikasi begitu


penting, seperti halnya seorang arsitek yang ingin membuat sebuah bangunan.
Maka, sang arsitek membutuhkan sebuah Maket yang secara rinci
menggambarkan detail bangunan yang akan dibuatnya.

Iklan merupakan pesan yang disampaikan melalui media, dalam


menyampaikan pesannya komunikator harus mengeluarkan biaya yang tidak
sedikit, untuk mendapatkan feedback yang diharapkan, entah itu berupa sebuah
awareness atau peningkatan penjualan.
4

Tepat dan efektif adalah kata kuncinya, agar isi pesan yang disampaikan
oleh komunikator sesuai seperti apa yang diharapkan. Sangat disayangkan jika
sebuah iklan diproduksi dengan biaya cukup mahal, dan ditayangkan pada jam
prime time disebuah media dengan biaya yang mahal pula, tetapi isi pesan tidak
diterima dengan baik, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk sebuah iklan tidak
sesuai dengan feedback yang diharapkan.

Melihat permasalahan tersebut diatas, penting bagi komunikator untuk


memahami sebuah sebuah alat untuk menjelaskan atau mempermudah penjelasan
komunikasi, dalam hal ini yaitu model komunikasi