Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN

A. Fungsi Model Komunikasi

Seperti yang telah dijelaskan pada Abstraksi, bahwasanya pada Bab II ini
akan membahas model komunikasi sirkuler.

Sebelum dijelaskan lebih lanjut, penyusun akan menjelaskan manfaat-


manfaat model komunikasi Wiseman dan Barker (1967:13-14) dan Deutch1

Wiseman dan Barker mengemukakan bawhwa model komunikasi


memiliki tiga fungsi, sebagai berikut ;

1. Menggambarkan proses komunikasi

2. Menunjukan hubungan visual

3. Membantu mengemukakan dan memperbaiki kemacetan


komunikasi

Sementara Deutsch mengatakan bahwa model mempunyai empat funsi,


sebagai berikut ;

1. Fungsi pengorganisasian. Model membantu


mengorganisasikan unsur-unsur secara sistematis, sehingga kita
memperoleh gambaran holistic

2. Fungsi penjelasan. Model membantu menjelaskan


penyajian informasi secara sederhana

3. Fungsi heuristiki. Model memberikan gambaran mengenai


unsur-unsur pokok dari suatu proses atau system

1
Wiryanto, Pengantar ilmu komunikasi (Jakarta: Grasindo, 2008), 11

4
5

4. Fungsi prediksi. Model dapat memperkirakan hasil atau


akibat yang dicapai (sendjaja, 1999: 54)

B. Model Sirkuler Osgood-Schramm

Pada model ini Schramm menganggap komunikasi sebagai interaksi


dengan kedua pihak menyandi, menafsirkan, menyandi balik mentransmisikan,
dan menerima sinyal. Menurut Schramm, komunikasi selalu membutuhkan paling
tidak 3 unsur, yaitu sumber (source), pesan (message), dan sasaran (destination)2

Model sirkuler Osgood dan Schramm ini menggambarkan suatu proses


yang dinamis. Pesan ditransmisikan melalui proses encoding dan decoding.
Hubungan antara encoding dan decoding layaknya sumber-penerima yang saling

2
Riswandi, ilmu komunikasi (Jakarta: Graha Ilmu, 2009), 44
6

mempengaruhi satu sama lain. Namun, pada tahap berikutnya penerima dan
sumber, interpreter berfungsi ganda sebagai pengirim dan penerima pesan3

Contoh Model Sirkuler Model Komunikasi Osgood-Schramm :

Di Kelas, ada seorang guru yang sedang mengajar dikelas. Guru yang
memberikan pelajaran menyampaikan pesan kepada muridnya, disaat yang
bersamaan murid bisa menyampaikan pesannya kepada guru.

Pada saat menyampaikan pesan Guru berfungsi sebagai Encoder, dan


Murid sebagai Decoder. Disaat murid menyampaikan pesan kepada guru, murid
berfungsi sebagai Encoder dan guru menjadi Decoder. Fungsi ganda tersebut
disebut sebagai interpreter dimana guru dan murid bisa menjadi pengirim dan
penerima pesan. Sehingga, isi pesan akan terus berkembang.

C. Model Komunikasi Massa Schramm

3
Wiryanto, Pengantar ilmu komunikasi (Jakarta: Grasindo, 2008), 18
7

Model Komunikasi Massa Schramm adalah pengembangan dari model


sirkuler Osgood & Schramm. Perbedaannya dua model ini adalah : Model
lingkaran (sirkuler) dan Schramm menggambarkan komunikasi antar pribadi
antara seorang komunikator dengan seorang komunikan. Model Komunikasi
Massa Schramm menggambarkan komunikasi antara satu media massa
(contohnya organisasi surat kabar) dengan mass audience (masyarakat banyak).

Dalam organisasi tersebut terjadi proses sebagai berikut :

1. Decoding, yaitu fungsi menerima dan merubah pesan tersebut


menjadi arti

2. Interpreting, yaitu fungsi menerjemahkan atau mengartikan /


mengolah pesan

3. Encoding, yaitu memancarkan / mengubah pesan menjadi bentuk


bahasa / kode untuk disampaikan kepada Audience.

Hasil kerja redaksi dicetak lalu disebarkan, masing-masing berhubungan


dengan kelompoknya, dimana isi surat kabar ini diperbincangkan (terjadi proses
komunikasi). Sudah itu ada yang menyampaikan feedback inferential. Feedback
ini berbentuk : Berhenti berlangganan surat kabar, mematikan saluran TV,
mengganti saluran radio.

Contoh Model Komunikasi Massa Schramm :

Sumber:kaskus.us
8

D. Model Komunikasi Massa Riley-Riley

Perbedaan dari model Riley-Riley dengan model sebelumnya adalah :


Model sebelumnya memberikan kesan, bahwa proses komunikasi terjadi dalam
suatu kevakuman sosial dan pengaruh lingkungan tidak dipermasalahkan. Model
Riley-Riley menunjukan bahwa komunikator dan komunikan mendapat pengaruh
dari kelompok primer.

Kelompok-kelompok dan struktur sosial yang lebih besar yang


mempengaruhi komunikator dan komunikan didalam melaksanakan proses
komunikasi berada di dalam dan mendapat pengaruh dari system sosial
keseluruhan (over all social system).

Baik komunikator maupun komunikan berhubungan dengan kelompok-


kelompok primernya. Komunkator / komunikan dan kelompok primernya masing-
masing dipengaruhi oleh struktur yang lebih besar dan seluruh proses ini
dipengaruhi oleh system sosialnya.

Kelompok primer adalah kelompok dimana antara anggotanya terdapat


hubungan yang intim, misalnya keluarga. Kelompok reference adalah kelompok
yang dengan pertolongannya, anggotanya dapat merumuskan sikan, nilai, dan
tingkah lakunya.
9

Denis McQuail dan Steven Windahl berpendapat (1) model ini membantu
menghubungkan konsep mengenai komunikasi massa dengan teori-teori sosiologi
yang sudah ada, (2) pendapat Riley-Riley bahwa komunikasi massa hendaklah
dipandang sebagai suatu proses ini dapat mempengaruhi dan dipengaruhi itu,
adalah pendapat yang penting, (3) Model ini menunjukan cara baru dalam melihat
efek-efek komunikasi.

Contoh Komunikasi Riley&Riley


10

Sumber : https://ahmedfikreatif.wordpress.com