Nama: Ghiyats taufik KLs :XII ips q

Tahun 1829. ia diserahkan pamannya. Payen yang didatangkan dari Belanda untuk membuat lukisan pemandangan di Pulau Jawa untuk hiasan kantor Departemen van Kolonieen di Belanda. nyaris bersamaan dengan patahnya perlawanan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal de Kock.Biografi Raden Saleh Category: Genre: Author: Masa kecil Books Biographies & Memoirs Wikipedia Indonesia Ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen. selama . Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di sekolah rakyat (Volks-School). ini cukup membantu Raden Saleh mendalami seni lukis Barat dan belajar teknik pembuatannya. menilainya pantas mendapat ikatan dinas di departemennya. namun mantan mahaguru Akademi Senirupa di Doornik. Kebetulan di instansi itu ada pelukis keturunan Belgia. Payen mengusulkan agar Raden Saleh bisa belajar ke Belanda. Capellen membiayai Saleh belajar ke Belanda. tinggal di daerah Terbaya. A. Seorang kenalannya. pendiri Kebun Raya Bogor sekaligus Direktur Pertanian. kepada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Prof. Caspar Reinwardt. setelah ia melihat karya Raden Saleh. Keramahannya bergaul memudahkannya masuk ke lingkungan orang Belanda dan lembaga-lembaga elite Hindia-Belanda. Belanda. dan Ilmu Pengetahuan untuk Jawa dan pulau sekitarnya. Payen memang tidak menonjol di kalangan ahli seni lukis di Belanda. Payen tertarik pada bakat Raden Saleh dan berinisiatif memberikan bimbingan. Kesenian. Namun. misalnya melukis dengan cat minyak. Dalam surat seorang pejabat tinggi Belanda untuk Departemen van Kolonieen tertulis. keberangkatannya itu menyandang misi lain. dekat Semarang. Payen juga mengajak pemuda Saleh dalam perjalanan dinas keliling Jawa mencari model pemandangan untuk lukisan. Terkesan dengan bakat luar biasa anak didiknya. Sejak usia 10 tahun.J. Usul ini didukung oleh Gubernur Jenderal Van Der Capellen yang memerintah waktu itu (18191826).A. Ia pun menugaskan Raden Saleh menggambar tipe-tipe orang Indonesia di daerah yang disinggahi. Bupati Semarang.

masyarakat Belanda terperangah. misalnya Dresden. ia menjadi saksi mata revolusi Februari 1848 di Paris. ia belajar melukis potret dari Cornelius Krussemen dan tema pemandangan dari Andreas Schelfhout karena karya mereka memenuhi selera dan mutu rasa seni orang Belanda saat itu. ukur tanah. Wawasan seninya pun makin berkembang seiring kekaguman pada karya tokoh romantisme Eugene Delacroix (1798-1863). Beberapa tahun kemudian ia dikirim ke luar negeri untuk menambah ilmu. Di kawasan inilah lahir ilham untuk melukis kehidupan satwa di padang pasir. selama lima tahun pertama. Jerman (1843). bahasa Jawa. Dua tahun pertama ia pakai untuk memperdalam bahasa Belanda dan belajar teknik mencetak menggunakan batu. Ini menunjukkan kecakapan lain Raden Saleh. ke Aljazair untuk tinggal selama beberapa bulan di tahun 1846. Negeri lain yang ia kunjungi: Austria dan Italia. dan pemerintah Hindia Belanda. ujarnya tersenyum. Mereka tidak menyangka seorang pelukis muda dari Hindia dapat menguasai teknik dan menangkap watak seni lukis Barat. Itulah salah satu pengalaman menarik Raden Saleh sebagai cermin kemampuannya. wanita Belanda yang kaya raya. Terbukti. dan diteruskan ke Weimar. Para pelukis muda Belanda itu pun kemudian pergi. Krusseman adalah pelukis istana yang kerap menerima pesanan pemerintah Belanda dan keluarga kerajaan. Selanjutnya ia menjadi pelukis istana kerajaan Belanda. Tiba-tiba mereka saling jerit. Raden Saleh makin mantap memilih seni lukis sebagai jalur hidup. Sedangkan soal melukis.perjalanan ke Belanda Raden Saleh bertugas mengajari Inspektur Keuangan Belanda de Linge tentang adat-istiadat dan kebiasaan orang Jawa. Saat di Eropa. yang mau tak mau mempengaruhi dirinya. Muncul praduga. diam-diam Raden saleh menyingkir.en werktuigkunde (ilmu pasti. dan bahasa Melayu. beberapa kumbang serta kupu-kupu terkecoh untuk hinggap di atasnya. Pengamatannya itu membuahkan sejumlah lukisan perkelahian satwa buas dalam bentuk pigura-pigura besar. Melihat lukisan Raden Saleh. Mulailah pengembaraannya ke banyak tempat. land-. Wajar ia dianggap saingan berat sesama pelukis muda Belanda yang sedang belajar. Dalam perundingan antara Minister van Kolonieen. malah berkesempatan berpameran di Den Haag dan Amsterdam. Segera mereka ke rumahnya dan pintu rumahnya terkunci dari dalam. [sunting] . pelukis Perancis legendaris. Horace Vernet. Para pelukis muda itu mulai melukis bunga. [sunting] Belajar ke Eropa Semasa belajar di Belanda keterampilannya berkembang pesat. Ia mulai dikenal. Jerman. Lukisan bunga yang sangat mirip aslinya itu pun diperlihatkan ke Raden Saleh. Seketika keluar berbagai kalimat ejekan dan cemooh. Tapi beasiswa dari kas pemerintah Belanda dihentikan. Dalam suasana panik Raden Saleh muncul dari balik pintu lain. untuk menghayati unsur-unsur dramatika yang ia cari. Di sini ia tinggal selama lima tahun dengan status tamu kehormatan Kerajaan Jerman. Dari Perancis ia bersama pelukis Prancis kenamaan. "Mayat Raden Saleh" terkapar di lantai berlumuran darah. tetapi gambar saya bisa menipu manusia". Pengembaraan di Eropa berakhir tahun 1851 ketika ia pulang ke Hindia bersama istrinya. Raden Saleh mengajukan permohonan agar boleh tinggal lebih lama untuk belajar "wis-. Merasa panas dan terhina. Raja Willem I (1772-1843). "Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu. Ketakmunculannya selama berhari-hari membuat teman-temannya cemas. Saat pemerintahan Raja Willem II (1792-1849) ia mendapat dukungan serupa. Saat masa belajar di Belanda usai. ia boleh menangguhkan kepulangan ke Indonesia. dan pesawat). selain melukis. meet. pelukis Indonesia itu berbuat nekad karena putus asa. Ia pun terjun ke dunia pelukisan hewan yang dipertemukan dengan sifat agresif manusia. Ia kembali ke Belanda tahun 1844. Pintu pun dibuka paksa dengan didobrak.

meski menjadi pelukis kerajaan Belanda. Saat romantisme berkembang di Eropa di awal abad 19. Keris di pinggang. peristiwa itu terjadi di bulan Ramadhan. Namun dokter membuktikan. Ini menunjukkan. banteng. ia meninggal karena trombosis atau pembekuan darah. Tertulis pada nisan makamnya di Bondongan. cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas). Ia dipercaya menjadi konservator pada "Lembaga Kumpulan Koleksi Benda-benda Seni". ia bercerai dengan istri terdahulu lalu menikahi gadis keluarga ningrat keturunan Keraton Solo. Beberapa lukisan potret keluarga keraton dan pemandangan menunjukkan ia tetap berkarya. Bogor. dan ketegangan kritis antara hidup dan mati. Wajar bila muncul pendapat. Misalnya dengan berburu singa. Maknanya. ia menyerahkan sebagian dari halamannya yang sangat luas pada pengurus kebun binatang. Ini diwujudkannya dalam lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro. Pangeran dan pengikutnya datang dengan niat baik. Gedungnya dibangun sendiri menurut teknik sesuai dengan tugasnya sebagai seorang pelukis. Diponegoro ditangkap dengan mudah. Raden Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk menyikapi realitas di hadapannya. Namun. Sementara rumahnya menjadi RS Cikini. Pieneman. di lukisan yang selesai dibuat tahun 1857 itu pengikutnya tak membawa senjata.1851). pun tak ada. ia memberi interpretasi yang berbeda. karena jenderal De Kock tahu musuhnya tak siap berperang di bulan Ramadhan. Di Batavia ia tinggal di vila di sekitar Cikini. rusa. Di lukisan itu Pangeran Diponegoro tetap digambarkan berdiri dalam . Yang lain. [sunting] Lukisan Tokoh romantisme Delacroix dinilai mempengaruhi karya-karya berikut Raden Saleh yang jelas menampilkan keyakinan romantismenya. melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Ekspresi yang dirintis pelukis Perancis Gerricault (1791-1824) dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam. "Raden Saleh Djoeroegambar dari Sri Padoeka Kandjeng Radja Wolanda". ia menetap di Bogor sampai wafatnya pada 23 April 1880 siang hari. ia tak sungkan mengkritik politik represif pemerintah Hindia Belanda. Kalimat di nisan itulah yang sering melahirkan banyak tafsir yang memancing perdebatan berkepanjangan tentang visi kebangsaan Raden Saleh.W. Sebagai tanda cinta terhadap alam dan isinya. Di latar belakang Jenderal De Kock berdiri berkacak pinggang menunjuk kereta tahanan seolah memerintahkan penahanan Diponegoro. maka ia menentang penindasan. Selanjutnya. konon karena diracuni pembantu yang dituduh mencuri lukisannya. Konon.Kembali ke Hindia Tak banyak catatan sepulangnya di Hindia. ciri khas Diponegoro. Tahun 1875 ia berangkat lagi ke Eropa bersama istrinya dan baru kembali ke Jawa tahun 1878. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman. Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. Raden Saleh tinggal dan berkarya di Perancis (1844 . lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu. Lukisan Pieneman menekankan peristiwa menyerahnya Pangeran Diponegoro yang berdiri dengan wajah letih dan dua tangan terbentang. dll. Kini kebun binatang itu menjadi Taman Ismail Marzuki. Meski serupa dengan karya J. Berbeda dengan versi Raden Saleh. Hamparan senjata berupa sekumpulan tombak adalah tanda kalah perang. Jakarta. perundingan gagal. Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis. Kesan kuat lainnya adalah Raden Saleh percaya pada idealisme kebebasan dan kemerdekaan.

tangan kirinya yang mengepal menggenggam tasbih. Dalam lukisan itu tampak Raden Saleh menggambarkan dirinya sendiri dengan sikap menghormat menyaksikan suasana tragis tersebut bersama-sama pengikut Pangeran Diponegoro yang lain. salah satu lukisannya yang berukuran besar. Indonesia boleh berbangga melihat karya anak bangsa menerobos museum akbar seperti Rijkmuseum. yang kemudian selalu ia sematkan di dada. Solo. Dari beberapa yang masih ada.E. Memang banyak orang kaya dan pejabat Belanda. [sunting] Peringatan dan penghargaan Tahun 1883. Berburu Rusa.K. Sekadar perbandingan.). beliau berada di Belanda. tahun 1996 terjual di Balai Lelang Christie's Singapura seharga Rp 5.J. dll. dan sejumlah gubernur jenderal seperti van den Bosch. Belgia.P. Akhirnya.W. Paris.).500 gulden. Perancis. pembangunan ulang makamnya di Bogor yang dilakukan oleh Ir. . Dari usaha dan karya tersebut. membuat Raden Saleh dikenang dengan rasa bangga. serta Jerman yang mengagumi pelukis yang semasa di mancanegara tampil unik dengan berpakaian adat ningrat Jawa lengkap dengan blangkon. Jendral De Cock pun kelihatan sangat segan dan menghormat mengantarkan Pangeran Diponegoro menuju kereta yang akan membawa beliau ke tempat pembuangan.K. dan dipamerkan di museum bergengsi Louvre. Ridder van de Witte Valk (R. Lukisan ini dulu dibeli seharga 1. salah satunya lukisan kepala seekor singa. untuk memperingati tiga tahun wafatnya diadakan pameran-pameran lukisannya di Amsterdam. Di antaranya.). dan Daendels. Sedangkan penghargaan dari pemerintah Indonesia diberikan tahun 1969 lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Lukisan-lukisan itu dikirimkan antara lain oleh Raja Willem III dan Pangeran Van Saksen Coburg-Gotha. kini tersimpan dengan baik di Istana Mangkunegaran. Belanda. Amsterdam.). keluarga Ratu Victoria. secara anumerta berupa Piagam Anugerah Seni sebagai Perintis Seni Lukis di Indonesia. Berburu Kerbau di Jawa. PTT mengeluarkan perangko seri Raden Saleh dengan reproduksi dua lukisannya bergambar binatang buas yang sedang berkelahi. di antaranya yang berjudul Hutan Terbakar. Ridder der Kroonorde van Pruisen (R. dan Penangkapan Pangeran Diponegoro. sejumlah lukisannya dipakai untuk ilustrasi benda berharga negara. Lukisan tentang peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jendral De Cock pada tahun 1830 yang terjadi di Rumah Kediaman Residen Magelang. reputasi karya yang ditunjukkan oleh prestasi artistiknya. Di antara mereka adalah bangsawan Saksen Coburg-Gotha. Setelah puluhan tahun kemudian kembali ke Indonesia dan mencari informasi mengenai peristiwa tersebut dari kerabat Pangeran Diponegoro.5 miliar. Tak sedikit pula yang menganugerahinya tanda penghargaan. Wujud perhatian lain adalah. tidaklah terlalu berlebihan bila beliau mendapat predikat sebagai Pahlawan Bangsa. misalnya akhir tahun 1967.pose siaga yang tegang. Berapa nilainya sekarang mungkin susah-susah gampang menghitungnya. Baud. Berkat Raden Saleh. Pada saat penangkapan itu.V. Wajahnya yang bergaris keras tampak menahan marah. bintang Ridder der Orde van de Eikenkoon (R. Silaban atas perintah Presiden Soekarno.F. Commandeur met de ster der Frans Joseph Orde (C.

Mohammad Hatta. 1 Juni 1945. Dari segi pendidikan. bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya. Sekitar tahun 30-an. MULO. gadis kelahiran Bogor. Dari manakah Chairil memungut kata-kata itu? Ternyata kata-kata itu . Soedjojono sebagai penanggung jawab. maka dengan enteng Chairil ngomong: "Bung. Drs. memperoleh pendidikan HIS. dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno. termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri. melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi antara lain "Merdeka atau mati!". Soekarno. dan Kyai Haji Mas Mansyur--memimpin Seksi Kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) untuk ikut ambil bagian. Namun. dan selanjutnya tamat dari AMS. Affandi menikah dengan Maryati. Lahirnya Pancasila. ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis. Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi bertindak sebagai tenaga pelaksana dan S. yaitu kelompok lima pelukis Bandung. Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Sudarso. banyak pelukis ambil bagian.Biografi Affandi Oct 18. Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Poster itu idenya dari Bung Karno. Empat Serangkai--yang terdiri dari Ir. seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug. Bagi orang-orang segenerasinya. Koesoema. Yang dijadikan model adalah pelukis Dullah. Sebelum mulai melukis. putra dari R. Mereka itu adalah Hendra Gunawan. Ketika republik ini diproklamasikan 1945. Affandi mendapat tugas membuat poster. Lalu kata-kata apa yang harus ditulis di poster itu? Kebetulan muncul penyair Chairil Anwar. pada tahun 1933. Pada tahun 1943. Soedjojono menanyakan kepada Chairil. dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya. Ki Hajar Dewantara. Barli. yaitu Kartika Affandi. Saat itulah. Pada umur 26 tahun. Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938. gambar orang yang dirantai tapi rantai itu sudah putus. ayo Bung!" Dan selesailah poster bersejarah itu. Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Bung Karno. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis. Sekelompok pelukis siang-malam memperbanyaknya dan dikirim ke daerah-daerah. '06 12:58 AM for everyone Category: Genre: Author: Biografi Books Biographies & Memoirs Wikipedia Indonesia Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907.

saat Affandi masih begitu getol dan produktif melukis di museum sekaligus kediamannya di tepi Kali Gajahwong Yogyakarta. Menanggapi persoalan ini. biasanya memilih yang bagus. Kresna. Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. Affandi bukan orang humanis biasa. flora dan alam semesta ini. dan sebagainya. pameran di sana. Dia masuk komisi Perikemanusiaan (mungkin sekarang HAM) yang dipimpin Wikana. Meskipun begitu. Tapi ketika sidang komisi. Lalu apa topik yang diangkat Affandi? "Kita bicara tentang perikemanusiaan. pada tahun lima puluhan. Akhirnya biaya beasiswa yang telah diterimanya digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India. Pelukis yang suka pakai sarung. Ketika telah tiba di India. menurut Basuki Resobowo yang teman pelukis juga. Suatu saat. Eropa. Pelukis yang kesukaannya makan nasi dengan tempe bakar ini mempunyai idola yang terbilang tak lazim. suatu akademi yang didirikan oleh Rabindranath Tagore. India. Affandi angkat bicara. dia pernah mendapat beasiswa untuk kuliah melukis di Santiniketan. Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Deparpostel) mengabadikan wajahnya dengan menerbitkan prangko baru seri tokoh seni/artis Indonesia. Dan Affandi pun. organisasi kebudayaan terbesar yang dibubarkan oleh rezim Suharto. kadang-kadang tidur. dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Gatutkaca. Affandi memilih Sokasrana yang wajahnya jelek namun sangat sakti. Affandi juga termasuk pimpinan pusat Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). teman dekat Affandi juga sejak sebelum revolusi. Dalam sidang konstituante. Meskipun hidup di jaman teknologi yang sering diidentikkan jaman modern itu. Menurut Helfy Dirix (cucu tertua Affandi) gambar yang digunakan untuk perangko itu adalah lukisan self-portrait Affandi tahun 1974. seperti Prof. Bakat melukis yang menonjol pada diri Affandi pernah menorehkan cerita menarik dalam kehidupannya. Dan terpilihlah dia. Henk Ngantung. Film-film Amerika. diboikot di negeri ini. dia masih sangat dekat dengan fauna. untuk mewakili orang-orang tak berpartai. Ketika sekelompok pelukis Lekra berkumpul. ada yang nyeletuk: "Pak Affandi memang pimpinan Lekra. Saloekoe Poerbodiningrat dsb. Ketika Affandi mempersoalkan 'Perikebinatangan' tahun 1955. [sunting] Affandi dan melukis Semasa hidupnya.biasa diucapkan pelacur-pelacur di Jakarta yang menawarkan dagangannya pada zaman itu. Namun. Juga anti kebudayaan AS yang disebut sebagai 'kebudayaan imperialis'. Ir. ada yang mempersoalkan. seperti. Orang-orang lain bila memilih wayang untuk idola. Arjuna. biasanya katanya Affandi cuma diam. Sepulang dari India. lalu bagaimana tentang perikebinatangan?" demikianlah dia memulai orasinya. gerakan anti imperialis AS sedang mengagresi Vietnam cukup gencar. Karuan saja semua tertawa. juga ketika dipanggil ke istana semasa Suharto masih berkuasa dulu. Affandi dikenal sebagai sosok yang sederhana dan suka merendah. intuisinya sangat tajam. bijak. Bima atau Werkudara.000 karya lukis. kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup masih sangat rendah. Waktu itu Affandi mendapat undangan untuk pameran di gedung USIS Jakarta. Tentu saja yang mendengar semua tertawa gergeran. Tokoh wayang itu menurutnya merupakan perwakilan dari dirinya yang jauh dari wajah yang tampan. Mengapa Affandi yang pimpinan Lekra kok pameran di tempat perwakilan agresor itu. Pelukis yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974 ini . ia telah menghasilkan lebih dari 2. Dia bagian seni rupa Lembaga Seni Rupa) bersama Basuki Resobowo. ganteng. Affandi dicalonkan oleh PKI untuk mewakili orangorang tak berpartai dalam pemilihan Konstituante. baik di Asia. gagah. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia. Meski sudah melanglangbuana ke berbagai negara. Eropa. Pada tahun enampuluhan. tapi dia tak bisa membedakan antara Lekra dengan Lepra!" kata teman itu dengan kalem.

dan lain-lain. julukan yang diakunya karena dia merasa sebagai pelukis bodoh. Ia dimakamkan tidak jauh dari museum yang didirikannya itu. "Tidak Adil" (Juni 99). Museum ini didirikan tahun 1973 di atas tanah yang menjadi tempat tinggalnya. ia sering mengatakan bahwa dirinya adalah pelukis kerbau. [sunting] Museum Affandi Museum yang diresmikan oleh Fuad Hassan. Kalau anak saya sakit. ia tetap menggeluti profesi sebagai pelukis. saya tidak pandai omong. dan ia tidak meletakkan kesenian di atas kepentingan keluarga. Bahasa yang saya gunakan adalah bahasa lukisan. Oleh para kritisi Barat. saat ini terpajang lukisan-lukisan terbaru Kartika Affandi yang dibuat pada tahun 1999. Bahkan terhadap bidang yang dipilihnya. ini dikenal sebagai seorang pelukis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. . Bagi Affandi. bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu. Sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. dan 300-an di antaranya adalah karya Affandi. Lukisan-lukisan Affandi yang dipajang di galeri I adalah karya restropektif yang punya nilai kesejarahan mulai dari awal karirnya hingga selesai. Misalnya jawaban Affandi setiap kali ditanya kenapa dia melukis. Affandi merasa bingung sendiri ketika kritisi Barat menanyakan konsep dan teori lukisannya. Bahkan ia dikenal sebagai pelukis yang tidak suka membaca. Affandi membutakan diri dengan teori-teori. Sikap sang maestro yang tidak gemar berteori dan lebih suka bekerja secara nyata ini dibuktikan dengan kesungguhan dirinya menjalankan profesi sebagai pelukis yang tidak cuma musiman pameran. dia menjawab. pemegang gelar Doctor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974. serta Juki Affandi. "Apa Salahku? Mengapa ini Harus Terjadi" (Februari 99). Bahkan. dan lain-lain. sehingga tidak dijual. dalam keseharian. Hendra. saya pun akan berhenti melukis. dia tidak overacting. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu dalam sejarahnya telah pernah dikunjungi oleh Mantan Presiden Soeharto dan Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Sampai pada kesan elitis soal sebutan pelukis. Rukmini Yusuf. Saat ini. Namun bagi pecinta lukisan hal demikianlah yang menambah daya tariknya. baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal seperti Basuki Abdullah. Dia melukis seperti orang lapar. ucapnya. melukis adalah bekerja. Rusli. huruf-huruf yang kecil dan renik dianggapnya momok besar. Mungkin karena kerbau adalah binatang yang dianggap dungu dan bodoh. Sedangkan galeri II adalah lukisan teman-teman Affandi. Kegiatan yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Sampai ajal menjemputnya pada Mei 1990. Dalam perjalanannya berkarya. Adapun galeri III berisi lukisan-lukisan keluarga Affandi. Lebih jauh ia berdalih bahwa dirinya tidak cukup punya kepribadian besar untuk disebut seniman. Popo Iskandar. Mahathir Mohammad pada Juni 1988 kala keduanya masih berkuasa. Aliran apa itu?. Lukisan itu antara lain "Apa yang Harus Kuperbuat" (Januari 99). Saya melukis karena saya tidak bisa mengarang. Bahkan hingga saat tuanya. Ada pula lukisan Maryati. Fajar Sidik. lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya. Di dalam galeri III yang selesai dibangun tahun 1997.000-an lebih lukisan di Museum Affandi. "Kembali Pada Realita Kehidupan. Kesederhanaan cara berpikirnya terlihat saat suatu kali. Dengan enteng. dia hanya ingin disebut sebagai tukang gambar. lukisan Affandi dianggap memberikan corak baru aliran ekspresionisme. terdapat sekitar 1.dalam mengerjakan lukisannya. Baginya. Semuanya Kuserahkan KepadaNya" (Juli 99). Tapi ketika itu justru Affandi balik bertanya.

Namun karena berbagai kelebihan dan keistimewaan karyakaryanya. Di antaranya. pada tahun 1977 ia mendapat Hadiah Perdamaian dari International Dag Hammershjoeld. Basuki Abdullah dan lain-lain. dan Roma. Julukan Pelukis Ekspresionis Baru Indonesia oleh Koran International Herald Tribune 6. penghargaan "Bintang Jasa Utama" yang dianugrahkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1978. Rukmini (adik tiri) * Penghargaan 1. Amsterdam. dan Amerika Serikat. Kartika Affandi 2. Untuk mendekatkan dan memperkenalkan karya-karyanya kepada para pecinta seni lukis. Dag Hammarskjöld. Florence. Bahkan seorang Penyair Angkatan 45 sebesar Chairil Anwar pun pernah menghadiahkannya sebuah sajak yang khusus untuknya yang berjudul "Kepada Pelukis Affandi". 1969 2. Italia * Pameran . Hal demikian jugalah yang membuat namanya dikenal di berbagai belahan dunia. 1974 3. ia telah mengadakan pameran antara lain di London. Demikian juga di berbagai negara di Eropa. dia telah mengadakan pameran keliling ke berbagai kota. Dan sejak 1986 ia juga diangkat menjadi Anggota Dewan Penyantun ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta. Brussels. Di Eropa. Amerika serta Australia. Venezia. para pengagumnya sampai menganugerahinya berbagai sebutan dan julukan membanggakan antara lain seperti julukan Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia bahkan julukan Maestro. Bahkan Komite Pusat Diplomatic Academy of Peace PAX MUNDI di Castelo San Marzano. Italia dia telah diberi gelar Grand Maestro. Paris. Begitu juga di negara-negara benua Amerika seperti di Brazilia. San Paulo. Juki Affandi BSc 3. Italia. Italia pun mengangkatnya menjadi anggota Akademi Hak-Hak Azasi Manusia. Rubiyem (istri kedua) * Anak 1. Di negara India.[sunting] Affandi di mata dunia Affandi memang hanyalah salah satu pelukis besar Indonesia bersama pelukis besar lainnya seperti Raden Saleh. sementara di Florence. [sunting] Penghargaan dan lain-lain * Agama: Islam * Istri 1. tidak kalah banyak penghargaan yang telah diterimanya. Adalah Koran International Herald Tribune yang menjulukinya sebagai Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia. di antaranya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1997) 4. tahun 1978 5. International Peace Prize (Florence. Piagam Anugerah Seni. Bintang Jasa Utama. Maryati (istri pertama) 2. Dari dalam negeri sendiri. Gelar Grand Maestro di Florence. Affandi sering mengadakan pameran di berbagai tempat. Doktor Honoris Causa dari University of Singapore. Berbagai penghargaan dan hadiah bagaikan membanjiri perjalanan hidup dari pria yang hampir seluruh hidupnya tercurah pada dunia seni lukis ini.

1. 1993) 5. ASEAN Masterworks (Selangor. Yayasan Bina Lestari Budaya Jakarta. Ditulis dalam empat bahasa. Roma 11. yaitu Bahasa Inggris. Pameran di benua Amerika al: Brazilia. 2. Buku kenang-kenangan tentang Affandi. 189 halaman. Amsterdam. Indonesia-Japan Friendship Festival (Morioka. . Brazil. Brussels. dan Indonesia. 1987. 1996) 7. Belanda. Amerika Serikat 12. 1997) 8. buku tentang Affandi. Prancis. Singapore Art Museum (1994) 6. buku tentang Affandi. Gate Foundation (Amsterdam. Centre for Strategic and International Studies (Jakarta. Tokyo. 1978. 1976. Festival of Indonesia (AS. Pameran di Eropa al: London. 1990-1992) 4. 1997-1998) 9. Kuala Lumpur. yakni Bahasa Inggris dan Indonesia. Malaysia. 222 halaman. dalam dua bahasa. 4. Venezia. 1975 3. 1966) 2. Raka Sumichan dan Umar Kayam. Paris. Dewan Kesenian Jakarta. Pameran keliling di berbagai kota di India. 1988) 3. Diterbitkan dalam rangka memperingati 80 tahun Affandi. Sudarmadji. Pameran di Australia * Buku tentang Affandi 1. São Paulo. Belanda. East-West Center (Honolulu. Affandi 70 Tahun. Prix International Dag Hammarskjöld. Nugraha Sumaatmadja. Diterbitkan dalam rangka memperingati ulang tahun ketujuh puluh. Zaini. Ajip Rosidi. Penerbitan Yayasan Kanisius. 10. Museum of Modern Art (Rio de Janeiro.