Nama: Ghiyats taufik KLs :XII ips q

Ia pun menugaskan Raden Saleh menggambar tipe-tipe orang Indonesia di daerah yang disinggahi. Dalam surat seorang pejabat tinggi Belanda untuk Departemen van Kolonieen tertulis. dan Ilmu Pengetahuan untuk Jawa dan pulau sekitarnya. ia diserahkan pamannya. kepada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Kebetulan di instansi itu ada pelukis keturunan Belgia. Usul ini didukung oleh Gubernur Jenderal Van Der Capellen yang memerintah waktu itu (18191826). misalnya melukis dengan cat minyak. selama . Payen yang didatangkan dari Belanda untuk membuat lukisan pemandangan di Pulau Jawa untuk hiasan kantor Departemen van Kolonieen di Belanda. Capellen membiayai Saleh belajar ke Belanda. tinggal di daerah Terbaya. pendiri Kebun Raya Bogor sekaligus Direktur Pertanian. nyaris bersamaan dengan patahnya perlawanan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal de Kock.Biografi Raden Saleh Category: Genre: Author: Masa kecil Books Biographies & Memoirs Wikipedia Indonesia Ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen. Caspar Reinwardt. Payen tertarik pada bakat Raden Saleh dan berinisiatif memberikan bimbingan. Payen memang tidak menonjol di kalangan ahli seni lukis di Belanda. Prof. Tahun 1829. Kesenian. ini cukup membantu Raden Saleh mendalami seni lukis Barat dan belajar teknik pembuatannya. Payen juga mengajak pemuda Saleh dalam perjalanan dinas keliling Jawa mencari model pemandangan untuk lukisan. Belanda. Sejak usia 10 tahun.A. Bupati Semarang. dekat Semarang. Terkesan dengan bakat luar biasa anak didiknya. keberangkatannya itu menyandang misi lain.J. Keramahannya bergaul memudahkannya masuk ke lingkungan orang Belanda dan lembaga-lembaga elite Hindia-Belanda. Seorang kenalannya. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di sekolah rakyat (Volks-School). menilainya pantas mendapat ikatan dinas di departemennya. namun mantan mahaguru Akademi Senirupa di Doornik. setelah ia melihat karya Raden Saleh. Namun. A. Payen mengusulkan agar Raden Saleh bisa belajar ke Belanda.

Melihat lukisan Raden Saleh. dan bahasa Melayu. Merasa panas dan terhina. [sunting] Belajar ke Eropa Semasa belajar di Belanda keterampilannya berkembang pesat. Ia mulai dikenal. dan diteruskan ke Weimar. Raden Saleh makin mantap memilih seni lukis sebagai jalur hidup. Beberapa tahun kemudian ia dikirim ke luar negeri untuk menambah ilmu. Ketakmunculannya selama berhari-hari membuat teman-temannya cemas. Mereka tidak menyangka seorang pelukis muda dari Hindia dapat menguasai teknik dan menangkap watak seni lukis Barat. Ini menunjukkan kecakapan lain Raden Saleh. Raja Willem I (1772-1843). Horace Vernet. land-. Di sini ia tinggal selama lima tahun dengan status tamu kehormatan Kerajaan Jerman. ukur tanah. bahasa Jawa. Terbukti. [sunting] . Seketika keluar berbagai kalimat ejekan dan cemooh. Dua tahun pertama ia pakai untuk memperdalam bahasa Belanda dan belajar teknik mencetak menggunakan batu. Ia pun terjun ke dunia pelukisan hewan yang dipertemukan dengan sifat agresif manusia. ia belajar melukis potret dari Cornelius Krussemen dan tema pemandangan dari Andreas Schelfhout karena karya mereka memenuhi selera dan mutu rasa seni orang Belanda saat itu.en werktuigkunde (ilmu pasti. ke Aljazair untuk tinggal selama beberapa bulan di tahun 1846. Para pelukis muda itu mulai melukis bunga. Wajar ia dianggap saingan berat sesama pelukis muda Belanda yang sedang belajar. ia menjadi saksi mata revolusi Februari 1848 di Paris. Pengembaraan di Eropa berakhir tahun 1851 ketika ia pulang ke Hindia bersama istrinya. meet. tetapi gambar saya bisa menipu manusia".perjalanan ke Belanda Raden Saleh bertugas mengajari Inspektur Keuangan Belanda de Linge tentang adat-istiadat dan kebiasaan orang Jawa. Itulah salah satu pengalaman menarik Raden Saleh sebagai cermin kemampuannya. Krusseman adalah pelukis istana yang kerap menerima pesanan pemerintah Belanda dan keluarga kerajaan. Pintu pun dibuka paksa dengan didobrak. Negeri lain yang ia kunjungi: Austria dan Italia. malah berkesempatan berpameran di Den Haag dan Amsterdam. dan pemerintah Hindia Belanda. ujarnya tersenyum. Lukisan bunga yang sangat mirip aslinya itu pun diperlihatkan ke Raden Saleh. misalnya Dresden. Para pelukis muda Belanda itu pun kemudian pergi. pelukis Perancis legendaris. diam-diam Raden saleh menyingkir. masyarakat Belanda terperangah. Selanjutnya ia menjadi pelukis istana kerajaan Belanda. Di kawasan inilah lahir ilham untuk melukis kehidupan satwa di padang pasir. Pengamatannya itu membuahkan sejumlah lukisan perkelahian satwa buas dalam bentuk pigura-pigura besar. Sedangkan soal melukis. untuk menghayati unsur-unsur dramatika yang ia cari. Dalam suasana panik Raden Saleh muncul dari balik pintu lain. Wawasan seninya pun makin berkembang seiring kekaguman pada karya tokoh romantisme Eugene Delacroix (1798-1863). ia boleh menangguhkan kepulangan ke Indonesia. Jerman (1843). selain melukis. selama lima tahun pertama. wanita Belanda yang kaya raya. yang mau tak mau mempengaruhi dirinya. Dari Perancis ia bersama pelukis Prancis kenamaan. Segera mereka ke rumahnya dan pintu rumahnya terkunci dari dalam. Saat masa belajar di Belanda usai. Tapi beasiswa dari kas pemerintah Belanda dihentikan. Raden Saleh mengajukan permohonan agar boleh tinggal lebih lama untuk belajar "wis-. "Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu. Jerman. Muncul praduga. pelukis Indonesia itu berbuat nekad karena putus asa. Mulailah pengembaraannya ke banyak tempat. Dalam perundingan antara Minister van Kolonieen. Tiba-tiba mereka saling jerit. beberapa kumbang serta kupu-kupu terkecoh untuk hinggap di atasnya. Saat pemerintahan Raja Willem II (1792-1849) ia mendapat dukungan serupa. dan pesawat). Ia kembali ke Belanda tahun 1844. Saat di Eropa. "Mayat Raden Saleh" terkapar di lantai berlumuran darah.

Maknanya. Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu. ia bercerai dengan istri terdahulu lalu menikahi gadis keluarga ningrat keturunan Keraton Solo. Di Batavia ia tinggal di vila di sekitar Cikini. ia memberi interpretasi yang berbeda. Hamparan senjata berupa sekumpulan tombak adalah tanda kalah perang. Bogor. Ini menunjukkan. Pangeran dan pengikutnya datang dengan niat baik. Jakarta. Raden Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk menyikapi realitas di hadapannya. cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas). pun tak ada. dan ketegangan kritis antara hidup dan mati. Kini kebun binatang itu menjadi Taman Ismail Marzuki. Kesan kuat lainnya adalah Raden Saleh percaya pada idealisme kebebasan dan kemerdekaan. melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Diponegoro ditangkap dengan mudah. Sebagai tanda cinta terhadap alam dan isinya. Gedungnya dibangun sendiri menurut teknik sesuai dengan tugasnya sebagai seorang pelukis. perundingan gagal. banteng. "Raden Saleh Djoeroegambar dari Sri Padoeka Kandjeng Radja Wolanda". Tahun 1875 ia berangkat lagi ke Eropa bersama istrinya dan baru kembali ke Jawa tahun 1878. Ini diwujudkannya dalam lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro. Tertulis pada nisan makamnya di Bondongan. Konon. maka ia menentang penindasan. Lukisan Pieneman menekankan peristiwa menyerahnya Pangeran Diponegoro yang berdiri dengan wajah letih dan dua tangan terbentang. Selanjutnya. konon karena diracuni pembantu yang dituduh mencuri lukisannya. ia menyerahkan sebagian dari halamannya yang sangat luas pada pengurus kebun binatang. Di lukisan itu Pangeran Diponegoro tetap digambarkan berdiri dalam . meski menjadi pelukis kerajaan Belanda. Di latar belakang Jenderal De Kock berdiri berkacak pinggang menunjuk kereta tahanan seolah memerintahkan penahanan Diponegoro. Meski serupa dengan karya J. karena jenderal De Kock tahu musuhnya tak siap berperang di bulan Ramadhan. Beberapa lukisan potret keluarga keraton dan pemandangan menunjukkan ia tetap berkarya.Kembali ke Hindia Tak banyak catatan sepulangnya di Hindia.1851). Berbeda dengan versi Raden Saleh. Ia dipercaya menjadi konservator pada "Lembaga Kumpulan Koleksi Benda-benda Seni". Ekspresi yang dirintis pelukis Perancis Gerricault (1791-1824) dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam. Keris di pinggang. Saat romantisme berkembang di Eropa di awal abad 19. ia menetap di Bogor sampai wafatnya pada 23 April 1880 siang hari. Misalnya dengan berburu singa. ciri khas Diponegoro. Yang lain. ia meninggal karena trombosis atau pembekuan darah. peristiwa itu terjadi di bulan Ramadhan. ia tak sungkan mengkritik politik represif pemerintah Hindia Belanda. [sunting] Lukisan Tokoh romantisme Delacroix dinilai mempengaruhi karya-karya berikut Raden Saleh yang jelas menampilkan keyakinan romantismenya. Namun. Wajar bila muncul pendapat. Namun dokter membuktikan.W. Kalimat di nisan itulah yang sering melahirkan banyak tafsir yang memancing perdebatan berkepanjangan tentang visi kebangsaan Raden Saleh. Pieneman. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman. dll. Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis. Sementara rumahnya menjadi RS Cikini. rusa. Raden Saleh tinggal dan berkarya di Perancis (1844 . di lukisan yang selesai dibuat tahun 1857 itu pengikutnya tak membawa senjata.

keluarga Ratu Victoria. Baud. Ridder der Kroonorde van Pruisen (R. Setelah puluhan tahun kemudian kembali ke Indonesia dan mencari informasi mengenai peristiwa tersebut dari kerabat Pangeran Diponegoro. bintang Ridder der Orde van de Eikenkoon (R. Memang banyak orang kaya dan pejabat Belanda. Dalam lukisan itu tampak Raden Saleh menggambarkan dirinya sendiri dengan sikap menghormat menyaksikan suasana tragis tersebut bersama-sama pengikut Pangeran Diponegoro yang lain. misalnya akhir tahun 1967. Berburu Rusa. Indonesia boleh berbangga melihat karya anak bangsa menerobos museum akbar seperti Rijkmuseum. Commandeur met de ster der Frans Joseph Orde (C. dan sejumlah gubernur jenderal seperti van den Bosch. salah satunya lukisan kepala seekor singa.5 miliar. tahun 1996 terjual di Balai Lelang Christie's Singapura seharga Rp 5.).W. sejumlah lukisannya dipakai untuk ilustrasi benda berharga negara. Lukisan tentang peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jendral De Cock pada tahun 1830 yang terjadi di Rumah Kediaman Residen Magelang.K. untuk memperingati tiga tahun wafatnya diadakan pameran-pameran lukisannya di Amsterdam. Berkat Raden Saleh. tangan kirinya yang mengepal menggenggam tasbih.).P. Amsterdam.V. Wajahnya yang bergaris keras tampak menahan marah. tidaklah terlalu berlebihan bila beliau mendapat predikat sebagai Pahlawan Bangsa. dan Penangkapan Pangeran Diponegoro. . dan Daendels.J. Sekadar perbandingan. [sunting] Peringatan dan penghargaan Tahun 1883. Pada saat penangkapan itu. Akhirnya. dll. Berburu Kerbau di Jawa.500 gulden. Belanda. Dari beberapa yang masih ada.).pose siaga yang tegang. Jendral De Cock pun kelihatan sangat segan dan menghormat mengantarkan Pangeran Diponegoro menuju kereta yang akan membawa beliau ke tempat pembuangan. reputasi karya yang ditunjukkan oleh prestasi artistiknya. Di antara mereka adalah bangsawan Saksen Coburg-Gotha. Berapa nilainya sekarang mungkin susah-susah gampang menghitungnya. Sedangkan penghargaan dari pemerintah Indonesia diberikan tahun 1969 lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.E. di antaranya yang berjudul Hutan Terbakar. Silaban atas perintah Presiden Soekarno. Dari usaha dan karya tersebut. yang kemudian selalu ia sematkan di dada. Ridder van de Witte Valk (R. membuat Raden Saleh dikenang dengan rasa bangga. pembangunan ulang makamnya di Bogor yang dilakukan oleh Ir. kini tersimpan dengan baik di Istana Mangkunegaran. Perancis.). salah satu lukisannya yang berukuran besar. beliau berada di Belanda. Di antaranya. Paris. Belgia. Solo. Tak sedikit pula yang menganugerahinya tanda penghargaan. serta Jerman yang mengagumi pelukis yang semasa di mancanegara tampil unik dengan berpakaian adat ningrat Jawa lengkap dengan blangkon. PTT mengeluarkan perangko seri Raden Saleh dengan reproduksi dua lukisannya bergambar binatang buas yang sedang berkelahi.K. Lukisan ini dulu dibeli seharga 1. Wujud perhatian lain adalah.F. dan dipamerkan di museum bergengsi Louvre. Lukisan-lukisan itu dikirimkan antara lain oleh Raja Willem III dan Pangeran Van Saksen Coburg-Gotha. secara anumerta berupa Piagam Anugerah Seni sebagai Perintis Seni Lukis di Indonesia.

yaitu kelompok lima pelukis Bandung. MULO. pada tahun 1933. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938. Poster itu idenya dari Bung Karno. ayo Bung!" Dan selesailah poster bersejarah itu. gadis kelahiran Bogor. putra dari R. Bagi orang-orang segenerasinya. Pada umur 26 tahun. Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi bertindak sebagai tenaga pelaksana dan S. Mohammad Hatta. Ketika republik ini diproklamasikan 1945. seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug. Ki Hajar Dewantara. Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Dari manakah Chairil memungut kata-kata itu? Ternyata kata-kata itu . Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi antara lain "Merdeka atau mati!". Sebelum mulai melukis. dan selanjutnya tamat dari AMS. Koesoema. Drs. Lalu kata-kata apa yang harus ditulis di poster itu? Kebetulan muncul penyair Chairil Anwar. termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri. Lahirnya Pancasila. Sekitar tahun 30-an. dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya. Affandi menikah dengan Maryati. 1 Juni 1945. Sudarso. Yang dijadikan model adalah pelukis Dullah. Dari segi pendidikan. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis. Pada tahun 1943. Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia. memperoleh pendidikan HIS. yaitu Kartika Affandi. Namun. Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Bung Karno. Soekarno. yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno. Mereka itu adalah Hendra Gunawan. gambar orang yang dirantai tapi rantai itu sudah putus. dan Kyai Haji Mas Mansyur--memimpin Seksi Kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) untuk ikut ambil bagian. '06 12:58 AM for everyone Category: Genre: Author: Biografi Books Biographies & Memoirs Wikipedia Indonesia Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907. Barli. Empat Serangkai--yang terdiri dari Ir. Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung. Soedjojono sebagai penanggung jawab. bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya. maka dengan enteng Chairil ngomong: "Bung. Saat itulah. Affandi mendapat tugas membuat poster. dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Sekelompok pelukis siang-malam memperbanyaknya dan dikirim ke daerah-daerah. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis. Soedjojono menanyakan kepada Chairil.Biografi Affandi Oct 18. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis. banyak pelukis ambil bagian.

dia pernah mendapat beasiswa untuk kuliah melukis di Santiniketan. seperti. ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis. Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Deparpostel) mengabadikan wajahnya dengan menerbitkan prangko baru seri tokoh seni/artis Indonesia. Ketika sekelompok pelukis Lekra berkumpul. juga ketika dipanggil ke istana semasa Suharto masih berkuasa dulu. intuisinya sangat tajam. Eropa. Dalam sidang konstituante. Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. baik di Asia. Orang-orang lain bila memilih wayang untuk idola. dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Sepulang dari India. ganteng. pada tahun lima puluhan.biasa diucapkan pelacur-pelacur di Jakarta yang menawarkan dagangannya pada zaman itu. Juga anti kebudayaan AS yang disebut sebagai 'kebudayaan imperialis'. diboikot di negeri ini. Pelukis yang kesukaannya makan nasi dengan tempe bakar ini mempunyai idola yang terbilang tak lazim. Tapi ketika sidang komisi. Bima atau Werkudara. kadang-kadang tidur. Tokoh wayang itu menurutnya merupakan perwakilan dari dirinya yang jauh dari wajah yang tampan. Meski sudah melanglangbuana ke berbagai negara. lalu bagaimana tentang perikebinatangan?" demikianlah dia memulai orasinya. Henk Ngantung. Akhirnya biaya beasiswa yang telah diterimanya digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India. Meskipun begitu. Dan terpilihlah dia. Affandi dicalonkan oleh PKI untuk mewakili orangorang tak berpartai dalam pemilihan Konstituante. untuk mewakili orang-orang tak berpartai. Namun. Eropa. flora dan alam semesta ini. Mengapa Affandi yang pimpinan Lekra kok pameran di tempat perwakilan agresor itu. [sunting] Affandi dan melukis Semasa hidupnya. Ketika Affandi mempersoalkan 'Perikebinatangan' tahun 1955. Affandi juga termasuk pimpinan pusat Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Suatu saat. Film-film Amerika. biasanya katanya Affandi cuma diam. saat Affandi masih begitu getol dan produktif melukis di museum sekaligus kediamannya di tepi Kali Gajahwong Yogyakarta. Lalu apa topik yang diangkat Affandi? "Kita bicara tentang perikemanusiaan. Pelukis yang suka pakai sarung. dia masih sangat dekat dengan fauna. Pada tahun enampuluhan. Bakat melukis yang menonjol pada diri Affandi pernah menorehkan cerita menarik dalam kehidupannya. gagah. Meskipun hidup di jaman teknologi yang sering diidentikkan jaman modern itu. bijak. dan sebagainya. ada yang nyeletuk: "Pak Affandi memang pimpinan Lekra. menurut Basuki Resobowo yang teman pelukis juga. gerakan anti imperialis AS sedang mengagresi Vietnam cukup gencar. Tentu saja yang mendengar semua tertawa gergeran. seperti Prof. Menanggapi persoalan ini. kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup masih sangat rendah. Affandi memilih Sokasrana yang wajahnya jelek namun sangat sakti. organisasi kebudayaan terbesar yang dibubarkan oleh rezim Suharto. Ir. Arjuna. Dia masuk komisi Perikemanusiaan (mungkin sekarang HAM) yang dipimpin Wikana. Dan Affandi pun. Gatutkaca. Dia bagian seni rupa Lembaga Seni Rupa) bersama Basuki Resobowo. Karuan saja semua tertawa. pameran di sana. Affandi angkat bicara. Affandi dikenal sebagai sosok yang sederhana dan suka merendah. teman dekat Affandi juga sejak sebelum revolusi. biasanya memilih yang bagus. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia. India. Menurut Helfy Dirix (cucu tertua Affandi) gambar yang digunakan untuk perangko itu adalah lukisan self-portrait Affandi tahun 1974. ada yang mempersoalkan. tapi dia tak bisa membedakan antara Lekra dengan Lepra!" kata teman itu dengan kalem. Ketika telah tiba di India. Waktu itu Affandi mendapat undangan untuk pameran di gedung USIS Jakarta. Affandi bukan orang humanis biasa. Saloekoe Poerbodiningrat dsb. suatu akademi yang didirikan oleh Rabindranath Tagore. Kresna. Pelukis yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974 ini .

dalam keseharian. Baginya. Fajar Sidik. Mungkin karena kerbau adalah binatang yang dianggap dungu dan bodoh. dan lain-lain. Di dalam galeri III yang selesai dibangun tahun 1997. lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya. dan ia tidak meletakkan kesenian di atas kepentingan keluarga. Affandi merasa bingung sendiri ketika kritisi Barat menanyakan konsep dan teori lukisannya. Adapun galeri III berisi lukisan-lukisan keluarga Affandi. Sikap sang maestro yang tidak gemar berteori dan lebih suka bekerja secara nyata ini dibuktikan dengan kesungguhan dirinya menjalankan profesi sebagai pelukis yang tidak cuma musiman pameran. Misalnya jawaban Affandi setiap kali ditanya kenapa dia melukis. dia menjawab. melukis adalah bekerja. Bahkan hingga saat tuanya. "Apa Salahku? Mengapa ini Harus Terjadi" (Februari 99). Bahasa yang saya gunakan adalah bahasa lukisan.dalam mengerjakan lukisannya. Bahkan ia dikenal sebagai pelukis yang tidak suka membaca. Sampai pada kesan elitis soal sebutan pelukis. lukisan Affandi dianggap memberikan corak baru aliran ekspresionisme. Lebih jauh ia berdalih bahwa dirinya tidak cukup punya kepribadian besar untuk disebut seniman. Sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. ia tetap menggeluti profesi sebagai pelukis. saya pun akan berhenti melukis. dan lain-lain. Semuanya Kuserahkan KepadaNya" (Juli 99). Rusli. terdapat sekitar 1. Dengan enteng. Saat ini. pemegang gelar Doctor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974. Popo Iskandar. Tapi ketika itu justru Affandi balik bertanya. Ia dimakamkan tidak jauh dari museum yang didirikannya itu.000-an lebih lukisan di Museum Affandi. Museum ini didirikan tahun 1973 di atas tanah yang menjadi tempat tinggalnya. Mahathir Mohammad pada Juni 1988 kala keduanya masih berkuasa. Kalau anak saya sakit. ini dikenal sebagai seorang pelukis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. Dalam perjalanannya berkarya. Rukmini Yusuf. saat ini terpajang lukisan-lukisan terbaru Kartika Affandi yang dibuat pada tahun 1999. saya tidak pandai omong. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu dalam sejarahnya telah pernah dikunjungi oleh Mantan Presiden Soeharto dan Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Aliran apa itu?. huruf-huruf yang kecil dan renik dianggapnya momok besar. ia sering mengatakan bahwa dirinya adalah pelukis kerbau. Dia melukis seperti orang lapar. . serta Juki Affandi. Hendra. Kegiatan yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Bahkan. dia tidak overacting. Sampai ajal menjemputnya pada Mei 1990. "Kembali Pada Realita Kehidupan. ucapnya. julukan yang diakunya karena dia merasa sebagai pelukis bodoh. Ada pula lukisan Maryati. Lukisan-lukisan Affandi yang dipajang di galeri I adalah karya restropektif yang punya nilai kesejarahan mulai dari awal karirnya hingga selesai. Bahkan terhadap bidang yang dipilihnya. Lukisan itu antara lain "Apa yang Harus Kuperbuat" (Januari 99). Bagi Affandi. dan 300-an di antaranya adalah karya Affandi. bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu. Oleh para kritisi Barat. Kesederhanaan cara berpikirnya terlihat saat suatu kali. Saya melukis karena saya tidak bisa mengarang. baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal seperti Basuki Abdullah. [sunting] Museum Affandi Museum yang diresmikan oleh Fuad Hassan. "Tidak Adil" (Juni 99). Sedangkan galeri II adalah lukisan teman-teman Affandi. sehingga tidak dijual. Affandi membutakan diri dengan teori-teori. Namun bagi pecinta lukisan hal demikianlah yang menambah daya tariknya. dia hanya ingin disebut sebagai tukang gambar.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1997) 4. pada tahun 1977 ia mendapat Hadiah Perdamaian dari International Dag Hammershjoeld. Berbagai penghargaan dan hadiah bagaikan membanjiri perjalanan hidup dari pria yang hampir seluruh hidupnya tercurah pada dunia seni lukis ini. Di Eropa. International Peace Prize (Florence. Rubiyem (istri kedua) * Anak 1. Kartika Affandi 2. Maryati (istri pertama) 2. Juki Affandi BSc 3. Bintang Jasa Utama. Untuk mendekatkan dan memperkenalkan karya-karyanya kepada para pecinta seni lukis. Amsterdam. Piagam Anugerah Seni. Demikian juga di berbagai negara di Eropa. tahun 1978 5. penghargaan "Bintang Jasa Utama" yang dianugrahkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1978. sementara di Florence. San Paulo. Begitu juga di negara-negara benua Amerika seperti di Brazilia. Paris. dia telah mengadakan pameran keliling ke berbagai kota. 1969 2. Basuki Abdullah dan lain-lain. Namun karena berbagai kelebihan dan keistimewaan karyakaryanya. Adalah Koran International Herald Tribune yang menjulukinya sebagai Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia. Dan sejak 1986 ia juga diangkat menjadi Anggota Dewan Penyantun ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta. Brussels. Bahkan seorang Penyair Angkatan 45 sebesar Chairil Anwar pun pernah menghadiahkannya sebuah sajak yang khusus untuknya yang berjudul "Kepada Pelukis Affandi". Bahkan Komite Pusat Diplomatic Academy of Peace PAX MUNDI di Castelo San Marzano. Italia. Dari dalam negeri sendiri. dan Roma. dan Amerika Serikat. Rukmini (adik tiri) * Penghargaan 1. 1974 3. Di antaranya. [sunting] Penghargaan dan lain-lain * Agama: Islam * Istri 1. Hal demikian jugalah yang membuat namanya dikenal di berbagai belahan dunia. Di negara India. Doktor Honoris Causa dari University of Singapore.[sunting] Affandi di mata dunia Affandi memang hanyalah salah satu pelukis besar Indonesia bersama pelukis besar lainnya seperti Raden Saleh. di antaranya. Italia * Pameran . Italia dia telah diberi gelar Grand Maestro. Affandi sering mengadakan pameran di berbagai tempat. ia telah mengadakan pameran antara lain di London. Italia pun mengangkatnya menjadi anggota Akademi Hak-Hak Azasi Manusia. Dag Hammarskjöld. Julukan Pelukis Ekspresionis Baru Indonesia oleh Koran International Herald Tribune 6. Amerika serta Australia. Venezia. Gelar Grand Maestro di Florence. para pengagumnya sampai menganugerahinya berbagai sebutan dan julukan membanggakan antara lain seperti julukan Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia bahkan julukan Maestro. Florence. tidak kalah banyak penghargaan yang telah diterimanya.

189 halaman. 1993) 5. 1978. Penerbitan Yayasan Kanisius. Paris. 1975 3. East-West Center (Honolulu. Tokyo. Diterbitkan dalam rangka memperingati ulang tahun ketujuh puluh. Prancis. 1996) 7. Brazil. yakni Bahasa Inggris dan Indonesia. dan Indonesia. Yayasan Bina Lestari Budaya Jakarta. . Indonesia-Japan Friendship Festival (Morioka.1. Singapore Art Museum (1994) 6. Brussels. Belanda. 1990-1992) 4. 1966) 2. 10. 1976. Festival of Indonesia (AS. 2. Belanda. Zaini. Pameran di Eropa al: London. Malaysia. Affandi 70 Tahun. 1987. yaitu Bahasa Inggris. Dewan Kesenian Jakarta. Pameran di benua Amerika al: Brazilia. Pameran keliling di berbagai kota di India. Museum of Modern Art (Rio de Janeiro. 222 halaman. Nugraha Sumaatmadja. Ajip Rosidi. Diterbitkan dalam rangka memperingati 80 tahun Affandi. buku tentang Affandi. Raka Sumichan dan Umar Kayam. Sudarmadji. 4. Ditulis dalam empat bahasa. 1997) 8. Gate Foundation (Amsterdam. Venezia. buku tentang Affandi. Prix International Dag Hammarskjöld. ASEAN Masterworks (Selangor. 1997-1998) 9. dalam dua bahasa. Roma 11. Pameran di Australia * Buku tentang Affandi 1. Centre for Strategic and International Studies (Jakarta. Kuala Lumpur. Buku kenang-kenangan tentang Affandi. São Paulo. Amerika Serikat 12. Amsterdam. 1988) 3.