Anda di halaman 1dari 13

c c

 
  


Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu
penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat antara satu
sama lain dan membandingkan hasilnya. Pengujian yang dilakukan dalam
penelitian ini meliputi pengujian bahan, pengujian porositas dan pengujian
permeabilitas. Langkah ±langkah metodologi yang akan dilaksanakan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut.

  cc


Benda uji yang digunakan dalam penelitian permeabilitas beton adalah silinder
beton yang mempunyai diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm, sedangkan untuk
pengujian porositas menggunakan benda uji berbentuk balok dengan ukuran 5 x 5
x 5 cm3.

Benda uji yang digunakan pada penelitian permeabilitas dan porositas masing-
masing terdiri dari 3 buah sampel. Variasi pembanding antara beton normal
dengan beton dengan bahan tambah gula dengan kadar 0,03 % dari berat semen.
Adapun komposisi dari bahan tambah berbasis gula tersebut adalah sukrosa 0,005
%, gula pasir 0,015 dan air tebu 0,01% dari berat semen.

Pada pengujian porositas dan permeabilitas beton dilakukan variasi jenis zat cair
untuk proses ð  beton, diantaranya adalah air normal, air payau, air laut, air
robb dan NaCl. Pengujian benda uji dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari.
Perincian sampel benda uji porositas dapat dilihat di Tabel 3.1, sedangkan
perincian sampel benda uji permeabilitas dapat dilihat di Tabel 3.2.


  Ñincian sampel benda uji porositas beton


No Zat Cair Jenis Beton Nama Sampel Jumlah Sampel
Normal K-AN-BN 3
1 Air Normal
Berbasis Gula K-AN-BBG 3
Normal K-AP-BN 3
2 Air Payau
Berbasis Gula K-AP-BBG 3
Normal K-AÑ-BN 3
3 Air Ñobb
Berbasis Gula K-AÑ-BBG 3
Normal K-AL-BN 3
4 Air Laut
Berbasis Gula K-AL-BBG 3
Normal K-NC-BN 3
5 NaCl
Berbasis Gula K-NC-BBG 3
Jumlah 30

Keterangan:
þ K-AN-BN = Benda Uji Kubus Air Normal Pada Beton Normal
þ K-AN-BBG = Benda Uji Kubus Air Normal Pada Beton Berbasis Gula 
þ K-AP-BN = Benda Uji Kubus Air Payau Pada Beton Normal
þ K-AP-BBG = Benda Uji Kubus Air Payau Pada Beton Berbasis Gula 
þ K-AÑ-BN = Benda Uji Kubus Air Ñobb Pada Beton Normal
þ K-AÑ-BBG = Benda Uji Kubus Air Ñobb Pada Beton Berbasis Gula 
þ K-AL-BN = Benda Uji Kubus Air Laut Pada Beton Normal
þ K-AL-BBG = Benda Uji Kubus Air Laut Pada Beton Berbasis Gula 
þ K-NC-BN = Benda Uji Kubus NaCl Pada Beton Normal
þ K-NC-BBG = Benda Uji Kubus NaCl Pada Beton Berbasis Gula 









  Ñincian sampel benda uji Permeabilitas


No Zat Cair Jenis Beton Nama Sampel Jumlah Sampel
Normal S-AN-BN 3
1 Air Normal
Berbasis Gula S-AN-BBG 3
Normal S-AP-BN 3
2 Air Payau
Berbasis Gula S-AP-BBG 3
Normal S-AÑ-BN 3
3 Air Ñobb
Berbasis Gula S-AÑ-BBG 3
Normal S-AL-BN 3
4 Air Laut
Berbasis Gula S-AL-BBG 3
Normal S-NC-BN 3
5 NaCl
Berbasis Gula S-NC-BBG 3
Jumlah 30

Keterangan:
þ S-AN-BN = Benda Uji Silinder Air Normal Pada Beton Normal
þ S-AN-BBG = Benda Uji Silinder Air Normal Pada Beton Berbasis Gula 
þ S-AP-BN = Benda Uji Silinder Air Payau Pada Beton Normal
þ S-AP-BBG = Benda Uji Silinder Air Payau Pada Beton Berbasis Gula 
þ S-AÑ-BN = Benda Uji Silinder Air Ñobb Pada Beton Normal
þ S-AÑ-BBG = Benda Uji Silinder Air Ñobb Pada Beton Berbasis Gula 
þ S-AL-BN = Benda Uji Silinder Air Laut Pada Beton Normal
þ S-AL-BBG = Benda Uji Silinder Air Laut Pada Beton Berbasis Gula 
þ S-NC-BN = Benda Uji Silinder NaCl Pada Beton Normal
þ S-NC-BBG = Benda Uji Silinder NaCl Pada Beton Berbasis Gula 

 


Penelitian ini menggunakan alat uji sebagai berikut :
a. Neraca/timbangan untuk menimbang agregat dan bahan tambah berbasis gula.
b. Oven dengan kapasitas temperatur 100 @C untuk mengeringkan material.
c. u ð  dan alat penumbuk untuk mengukur SSD agregat halus.


d. Kerucut ‘ 
yang terbuat dari baja untuk mengukur nilai slump.
e. Cetakan benda uji untuk uji permeabilitas berupa silinder diameter 7,5 cm dan
tinggi 15 cm, sedangkan untuk benda uji porositas digunakan cetakan
berbentuk balok 5 x 5 x 5 cm3.
f. Satu set alat uji permeabilitas untuk pengujian permeabilitas.
g. ð

untuk pengujian porositas
h. Susunan Ayakan untuk mengetahui susunan butiran dari agregat halus dan
kasar.
i.  ð untuk penempatan sampel porositas.
j. Alat bantu lain yaitu gelas ukur, pipet, cangkul, ember, , dll.

u 
c

Setelah beton mengeras kira-kira satu sampai dua hari setelah pengecoran maka
akan dilakukan ð  pada benda uji. Benda uji akan di rendam dalam zat cair
yang berbeda-beda, yaitu pada air normal, air payau, air robb, air laut dan NaCl.
Pada setiap zat cair, tiga benda uji porositas dan tiga benda uji permeabilitas akan
direndam menggunakan zat cair tersebut.

Proses ð  yang menggunakan zat cair berbeda-beda namun perlakuan pada
setiap benda uji sama akan menunjukkan hasil yang berbeda-beda untuk
karakteristik beton, dan akan berpengaruh pada nilai Porositas serta koefisien
permeabilitas dari beton.


 !c

  
 !
""
Adapun langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
a. Menyiapkan benda uji lalu dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 1000 C
selama 24 jam
b. Benda uji dikeluarkan dari oven dan diangin-anginkan pada suhu kamar (250C)
kemudian ditimbang dan didapatkan berat benda uji kondisi kering oven (C)


c. Benda uji dimasukkan ke dalam  ð guna proses pemð


an benda uji
dengan ð
 
 Proses pemð
an benda uji dilakukan selama 24
jam. Setelah dið
 benda uji dialiri air sampai semua benda uji benar-
benar terendam air. Perendaman benda uji juga dalam kondisi ð
 dan
dilakukan selama 24 jam. Setelah perendaman selama 24 jam kemudian
ditimbang dalam air dan di dapatkan berat benda uji dalam air (A).
d. Benda uji dikeluarkan dari air dan dilap permukaanya untuk mendapatkan
kondisi SSD kemudian sampel ditimbang dan didapatkan berat benda uji
kondisi SSD setelah perendaman (B).
Untuk mengetahui nilai porositas dapat diukur dengan menggunakan
perbandingan antara berat air dan udara yang berada dalam sampel (B-C) dengan
berat sampel padat/volume mortar padat (B-A) 


# . Alat Uji Porositas

  
 !
#"
Adapun langkah-langkah pengujian sebagai berikut:
a. Setelah mencapai umur 28 hari, sampel beton dikeringkan dengan oven sampai
mencapai berat konstan


b. Selang air bertekanan dipasang pada permukaan atas sampel dengan cara
memberi lubang sebesar pipa selangnya. Pipa selang yang berisi air di-  
dengan diikat dengan klem pada atas permukaan beton.
c. Sampel dikenakan air bertekanan 1 kg/cm2 selama 48 jam, dilanjutkan air
bertekanan 3 kg/cm2 selama 24 jam dan air bertekanan 7 kg/cm2 selama 24
jam, seperti tampak pada Tabel 3.3 dibawah ini :
 Tekanan Air dan Waktu Penekanan
$ $ %&#  '$!#
1 48
3 24
7 24

d. Selang air bertekanan dilepas, kemudian dipasang selang transparan berisi air
yang diletakkan pada penyangga, diamkan selama 1 jam untuk mengetahui
penurunan air yang terjadi dan tinggi air jatuh.
e. Kemudian sampel dibelah dan diukur kedalaman penetrasi air, diameter
sebaran air dan koefisien permeabilitas dapat dihitung berdasarkan hukum
Darcy, sebagai berikut :
m  

 
Dimana :



= debit aliran air

A = luas penampang sampel beton

dh = tingi air jatuh

L = ketebalan sampel beton

k = koefisien permeabilitas



m   l tjiilit 


‘ 


  

 
m   

 lt B
ji



m  
ji
i
it  i


# (. Pengujian Tinggi Jatuh Air

( )


Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian.
Variabel juga dapat diartikan sebagai faktor±faktor yang berperan penting dalam
peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Ada 2 variabel dalam penelitian ini yaitu
variabel bebas dan variabel tak bebas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah
beton normal dan beton berbasis gula, selain itu zat cair yang digunakan untuk
ð  benda uji porositas dan permeabilitas juga termasuk variabel bebas
diantaranya air normal, air payau, air laut, air robb dan Nacl. Sedangkan variabel
tak bebas adalah porositas dan permeabilitas beton.

*  +


Tahapan ± tahapan pelaksanaan penelitian sebagai berikut :


a. Tahap I
Tahap ini melakukan studi literatur serta mempersiapkan bahan dan alat uji
penelitian.
b. Tahap II
Tahap ini melakukan pengujian bahan yang akan digunakan dengan tujuan
untuk mengetahui sifat dan karakterstik bahan.


c. Tahap III


Tahap ini melakukan
   untuk pembuatan silinder beton.
d. Tahap IV
Tahap ini melakukan penetapan campuran adukan beton, pembuatan adukan
beton, pengujian nilai 
, pengecoran ke dalam cetakan silinder dan kubus,
dan perawatan beton dengan merendam benda uji dalam zat cair yang
bervariasi.
e. Tahap V
Tahap ini melakukan pengujian porositas dan permeabilitas beton yang telah
berumur 28 hari. Pengujian dilakukan di Laboratorium Bahan Jurusan Teknik
Sipil Fakultas Teknik UNS.
f. Tahap VI
Tahap ini melakukan analisis data hasil pengujian untuk mendapatkan
kesimpulan hubungan antara variabel ± variabel yang diteliti dalam penelitian.
g. Tahap VII
Tahap ini melakukan pengambilan kesimpulan dari hasil analisis pengujian
yang berhubungan dengan tujuan penelitian.

Tahapan penelitian dapat dilihat secara skematis dalam bentuk bagan alir pada
Gambar 3.6.


Mulai

Persiapan Tahap I

Semen Agregat Halus Agregat Kasar Air Bahan Tambah


Berbasisi Gula:
Uji Bahan: Uji Bahan : Tahap II
- - Gula Pasir
- kadar kumpur - abrasi - - Air Tebu
- kadar organik - - Sukrosa
- ðð
- ðð
- gradasi
- gradasi
- kadar air
- kadar air

Perhitungan Ñancang Campur (  Tahap III

Pembuatan Adukan Beton Tahap IV

Pengujian Nilai 


Pembuatan Benda Uji

Perawatan (u )

Pengujian Porositas dan Permeabilitas Beton Tahap V I

Analisis Data dan Pembahasan Tahap VI

Kesimpulan dan Saran Tahap VII

Selesai

# *. Bagan alir tahap ± tahap penelitian




, -


 Jadwal kegiatan penelitian


September Oktober November Desember
2010 2010 2010 2010
No. Kegiatan
Minggu Minggu Minggu Minggu
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Pembuatan Proposal
1
dan Validasi
2 beton normal
dan beton berbasis gula
3 u benda uji
4 Pengujian Porositas
Beton
5 Pengujian Permeabilitas
Beton


















 . /
0 1 

Amri, Syafei,ST,Dipl.E.Eng. 2005. Y    ‘. Yayasan John Hi-Tech


Idetama. Jakarta.
Jayakumaranma, al Govindasamzy. 2005. Y ð   u ð
 u ðThesis. University Technologi Malaysia.
Murdock, L.J & Brook, K.M, (alih bahasa: Stephanus Hendarko). 1991.  
  . Erlangga. Jakarta.
Nawy, E.G.1990.        . Eresco. Bandung.
Susilorini, Ñetno, Ñr.M.I. 2009. !   Y     
Y
      "  ‘
 Laporan Penelitian. Program Studi Teknik
Sipil. Fakultas Teknik.Unika Soegijapranat. Semarang.
Tjokrodimuljo, K. 1996. Y   . Arif: Yogyakarta.
Susilorini, Ñetno, Ñr.M.I. 2010. Y  #      ð      u
$%    ‘       ‘
  &   . Departement of Civil
Engineering, Faculty of Engineering, Soegijapranata Catholic University,
Semarang.
Viera, ÑGP., Filho GÑ., Assuncao, ÑMN., Meireles, Cds, Vieira, JG., and
Oliveira, GS. 2007.       u ð'   ð   

 u u  Journal of Carbohydrates Polmer, Vol.67.
Sambowo, Kusno Adi. 2001.         
ð

ð    ð  &‘ u ð Thesis. Faculty of
Engineering at University of Sheffield, Sheffield.
Ariyanto, Dwi Nugroho. 2008. ‘     #    
(Tesis. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil UNS. Surakarta
Neville, AM.1975.    u ðThe English Language Book Society
and Pitman Publishing. London.
Harahap, Ñakhmita Hidayanti.2007. $  
     
Surakarta : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil UNS.
Anonim, 1991, SK SNI S-36-1990-03 Ketentuan Minimum Beton Kedap Air.
Departemen Pekerjaan Umum. Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah
Bangunan. Bandung.


American Society For Testing and Materials. 1981. u ð   


‘ )*ð   ‘  u ðY . ASTM.
Philadelpia.
Ñostam, Steen. 1997.  
ð u ð‘ 
  
& ð +,  
ð   Proceedings of Civil Science
and Technology Meeting. United Kingdom. Leeds-UK.
Chandler, Dr.Christophe., Kharsan, Dr.Margarita., Furman, Dr.Alla. 2002.  
 ‘ u   . Journal of Corrosion Ñeviews Volume 20. Cortec
Corporation. USA.
http://www.risvank.com/2008/05/sukrosa-dan-sifatnya