Anda di halaman 1dari 2

Daftar Pustaka

Alfian, Polotik, Kebudayaan dan Manusia Indonesia, LP3ES, Jakarta, 1980.

Hadad, Ismid, Editor, Kebudayaan, Politik dan Keadilan Social, LP3ES, Jakarta,
1979.

Schoorl, J.W., Modernisasi, PT Gramedia, Jakarta, 1980.

Soedjatmoko, Pembangunan dan Kebebasan, LP3ES, Jakarta, 1984.

Simatupang, T.B., S.A.E. Nababan dan F. Ukur, Keselamatan Masa Kini, BPK
Gunung Mulia, Jakarta, 1973.

Henry, Paul B., Politics for Evangelicals, Judson Press, Valley Forge, 1974.

, Political Evangelism, William B. Eerdmans Publishing Company,


Grand Rapids, 1973.

, Politics and the Biblical Drama, William B. Eerdmans Publishing


Company, Grand Rapids, 1980.

Yoder, John Howard, The Politics of Jesus, William B. Eerdmans Publishing


Company, Grand Rapids, 1972.
Kesimpulan

Jadi, salah satu panggilan orang Kristen di dunia ini adalah menyatakan dan
berusaha menghadirkan kerajaan Allah dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Tugas umat Tuhan bukan hanya sebagai saluran
berkat bagi lingkungannya dalam artian material, tetapi jauh lebih dari itu
ialah sebagaimana dinyatakan dalam Roma 14 : 17-18 : "Sebab kerajaan Allah
bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera
dan suka cita oleh Roh Kudus; karena barang siapa melayani Kristus dengan
cara ini, ia berkenan kepada Allah dan dihormati oleh manusia”.

Sebagai umat yang telah mengenal kebenaran di dalam Kristus,


tentunya setiap orang percaya bisa menilai apakah sesuatu peristiwa itu
benar atau tidak. Kematian Kristus adalah untuk menghancurkan kerajaan
kegelapan dan menegakkan kerajaan Allah, dan orang Kristen dipanggil untuk
menyatakan kehendak Allah dan memuliakan namaNya dalam segala bidang
kehidupan. Di dalam kemenangan Kristus, bumi menjadi pusaka orang rendah
hati, sehingga orang Kristen tidak boleh menyia-nyiakan perkara yang di
bumi, termasuk kebangsaan. Dan politik itu ialah suatu perkara yang baik
dan indah, suatu ilmu untuk memimpin dan mengupayakan keselamatan bangsa.
Sebagaimana Tuhan meminta bahwa di dalam hidup kebangsaan mesti dilakukan
keadilan dan kebenaran, begitu juga Tuhan meminta kita agar turut bekerja
dalam perkara politik. Pemerintahan suatu bangsa tidak boleh hanya
didasarkan pada kemauan manusia, namun terang Tuhan juga harus berperan
melalui peran orang percaya. Sebab itu maka orang Kristen mempunyai
kewajiban yang lebih berat dalam perkara politik daripada orang lain.
Sebab di bidang politik dan pemerintahan, peran orang Kristen bukan
semata-mata demi kesejahteraan bangsa, tetapi yang terutama, semuanya
dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Oleh karena itu, perlu adanya penyadaran orang-orang Kristen akan


kewajibannya untuk berpolitik, karena umumnya ada keengganan umat Kristen
berpolitik, baik karena belum terbiasa maupun karena pengajaran
lembaga-lembaga Kristen yang diterima cenderung menjauhi atau memandang
“kotor” dunia politik. Padahal, siapa yang bersaksi tentang Yesus di dunia
ini tidak boleh membatasinya pada kehidupan rohani, melainkan harus
berbicara tentang Dia sebagai pembaharu seluruh kehidupan. "Sebab segala sesuatu
adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai
selama-lamanya!" (Roma 11:36)