Anda di halaman 1dari 2

PENDAPAT SEBAGAI BAHAN MASUKAN UNTUK PENYEMPURNAAN

KONSEP “KEBIJAKAN PENGELOLAAN TERPADU WILAYAH PERBATASAN

SARAN :

1. Pada Bab II, pasal 6. umum.


Penjelasan pada umum Bab II tentang “LATAR BELAKANG
KEBIJAKAN”masih terdapat penjelaskan yang seharusnya tentang kondisi saat ini yaitu
“Disamping itu Bappenas juga sudah membuat rencana induk pengelolaan
perbatasan negara yang berisi tentang prinsip dasar, arah kebijakan, strategi dan
program pembangunan. Namun setelah ± 3 tahun berjalan pembangunan dan
pengelolaan perbatasan tidak berjalan secara terpadu antar Departemen/instansi,
pemerentah daerah dan swasta”, disarankan tidak perlu dimasukkan dalam pasal
tersebut, namun dalam pasal tersebut perlu pandangan yang tajam secara garis besar
tentang kenapa aspek yuridis, historis dan ancaman menjadi latar belakang dalam
mengambil kebijakan pengelolaan terpadu wilayah perbatasan.

2. Pada pasal 7. Yuridis, sebaiknya UU yang menjadi latar belakang pengelolaan


wilayah perbatasan sebaiknya isinya dipilih pasa-pasal dalam UU tersebut yang bekaitan
dengan pengelolaan wilayah perbatasan.

3. Pada pasal 9. Ancaman, disarankan bahwa isinya tentang masalah yang kemungkinan
diprediksikan akan mengancam kedaulatan NKRI dari wilayah darat, laut dan udara
negara tetangga.

4. Pada Bab III Kondisi saat ini, pasal 10 Umum. Pengisiannya diganti dengan
penjelasan secara umum kondisi saat ini tentang permasalahan pengelolaan wilayah
perbatasan.

5. Pada pasal 11, disarankan pembahasan kondisi perbatasan darat dibahas tentang
kondisi saat ini pengelolaan terpadu wilayah perbatasan darat dengan 3 negara tetangga,
terutama tentang:

a. Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.


b. Sumber Daya Alam dan Buatan di Indonesia.
c. Sarana dan prasarana yang ada diwilayah Indonesia.

6. Pada pasal 12, disarankan pembahasan kondisi perbatasan laut dibahas tentang
kondisi saat ini pengelolaan terpadu wilayah perbatasan laut dengan 10 negara tetangga.
7. Pada pasal 13, disarankan pembahasan kondisi perbatasan udara dibahas tentang
kondisi saat ini pengelolaan terpadu wilayah perbatasan udara.

8. Pada Bab IV Kondisi yang diharapkan, pasal 14, 15 dan 16. Disarankan bahwa
pembahasan pada pasal tersebut seyogyanya yang dibahas adalah tentang kondisi yang
diharapkan dari aspek sumber daya manusia, sumber daya alam dan buatan serta sarana
dan prasarana untuk kepentingan negara dan bangsa Indonesia, agar dapat menjaga dan
meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat dan bangsa Indonesia.

9. Pada pasal 18 Peluang dan Kendala. Pembahasan peluang dan kendala sebaiknya
dapat dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan Hanneg, misalkan :

a. Piranti Lunak.
b. Hukum.
c. Menyangkut tentang :
1). SDM.
2). SDAB.
3). Sarana dan prasarana.

10. Pembahasan tentang pengelolaan terpadu wilayah perbatasan sebaiknya


disampaikan tentang kejadian aktual, misalkan :

a. Seringnya patok perbatasan mudah tergeser dari tempatnya.


b. Malaysia telah membangun fasilitas sarana dan prasarana perbatasan.
c. Malaysia telah memdisposisikan militernya diwilayah perbatasan.
d. Pelanggaran illegal loging, dll